Jalan Santai Meriahkan HUT Kabupaten Bombana ke-20

Bombana, SultraNET. | Lapangan sepak bola Kastarib Kelurahan Kastarib Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi saksi kebersamaan dalam Jalan Santai meriah untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bombana yang ke-20. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 8.000 peserta dan dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si. Minggu, 17 Desember 2023.

Rute jalan santai dimulai dari lapangan sepak bola Kastarip menuju jalan poros Kolaka Bombana, dengan finish di lapangan upacara Pelabuhan Boepinang Kelurahan Boepinang, Kecamatan Poleang.

Pantauan media ini, rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 07.20 Wita dengan pembacaan doa. Peserta jalan santai kemudian diberangkatkan pada pukul 07.30 Wita oleh Plt. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto. Perjalanan sehat tersebut berakhir pukul 08.15 Wita di lapangan upacara Kelurahan Boepinang Barat, Kecamatan Poleang. Setelah tiba di lokasi finish, seluruh peserta bersama-sama melakukan senam pada pukul 08.20 Wita.

Ribuan peserta mengikuti jalan santai HUT Bombana
Ribuan peserta mengikuti jalan santai HUT Bombana

Dalam sambutannya, Drs. Edy Suharmanto, M.Si menyampaikan rasa syukur atas perayaan Hari Ulang Tahun ke-20 Kabupaten Bombana. Ia menyebutkan bahwa perayaan ini menjadi momen berkesan, mengingat awal mula Kabupaten Bombana yang mekar dari Kabupaten Buton 20 tahun yang lalu.

Edy Suharmanto juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi, termasuk pemerintah kabupaten, Polres Bombana, Kejaksaan Negeri Bombana, dan Kodim 1431 Bombana.

“Pemerintah Kabupaten Bombana mengapresiasi keterlibatan para sponsor, baik utama maupun pendukung, yang telah mendukung kegiatan jalan santai ini,” ujar Edy Suharmanto.

Panggung Hadiah Jalan Santai HUT Bombana
Panggung Hadiah Jalan Santai HUT Bombana

Puncak acara ditandai dengan pengundian door prize pada pukul 08.45 Wita. Hadiah-hadiah menarik seperti sepeda motor, sepeda listrik, sepeda, TV, kulkas, mesin cuci, dan handphone dibagikan kepada para peserta. Semua door prize berasal dari sumbangan pihak sponsor dan tidak mengikat.

Nampak hadir mengikuti kegiatan tersebut, Drs. Man Arfa, M.Si (Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana), Arsyad S.Pd., S.H., MH (Ketua DPRD Kabupaten Bombana), Ir. Ardi.A, SP., MP., IMP (Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bombana), Letkol Inf Andi Irfandi S I.P (Dandim 1431/Bombana), AKBP Roni Syahendra, S.H., S.I.K. M.Si (Kapolres Bombana), Kompol Reda Irfanda, S.H., S.I.K , M.H. (Wakapolres Bombana), Lettu Inf Dahlan (Danramil 1431-03/Poleang), Iptu Askar Sh (Kapolsek Poleang), Letda Inf Subardin (Danunit Intel Dim 1431/Bombana), Serma (Mar) Muh, Yusuf (Danpos AL Kasipute Kabupaten Bombana), Para pimpinan OPD Kabupaten Bombana, Para Camat, Lurah, dan Desa se-Kabupaten Bombana. (SBU)




Gelar Over Land, Bakti Sosial, Penanaman Pohon dan Hiburan Rakyat. Pangdam XIV/Hsn Inginkan Tidak Ada Jarak Antara TNI dan Rakyat

Makassar, SultraNET. | Dalam rangka memeriahkan Hari Juang TNI AD ke-78 Tahun 2023, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han)., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD XIV/Hasanuddin Desi Totok Imam melaksanakan flag off pengibaran bendera start kepada Off Roader menandakan dimulainya Kartika Hasanuddin Over Land, tepatnya di Jl. Sungai Tangka depan Rujab Pangdam, Kota Makassar. Sabtu, (16/12/2023).

Flag off pengibaran bendera start ini turut didampingi Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., dan Ketua IOF Sulsel Adi Rasyid Ali, S.E., M.M., diikuti peserta dari Komunitas Indonesian Off Road Federation (IOF) Sulsel, Pejabat Utama PJU (Kodam) serta Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD XIV/Hasanuddin.

Ketua IOF Sulsel pada kesempatan ini memberikan apresiasi kepada Pangdam, Ia membeberkan jika sudah tiga kali dapat bersama-sama melaksanakan Off Road atau Over Land. “Jujur kami dipertanyakan sama IOF Pusat, luar biasa itu Panglima kita itu dekat sekali sama IOF terima kasih Panglima, dan saya akan mendampingi Panglima sampai finish”, Ungkapnya.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han) saat memberikan arahan
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han) saat memberikan arahan

Senada dengan Ketua DPRD Sulsel mengucapkan terima kasih kepada Pangdam karena banyak hal yang dilakukan bermanfaat bagi masyarakat Sulsel. “Ini adalah pelaksanaan yang ketiga dan saya yakin Bapak Pangdam itu memang luar biasa, alhamdulillah kita bersyukur juga beliau memimpin saat ini Kodam XIV/Hasanuddin banyak hal yang beliau telah lakukan untuk masyarakat Sulsel, banyak kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat dan langsung dirasakan oleh masyarakat kita dan juga kegiatan-kegiatan olahraga khususnya terkait dengan kegiatan hari ini”, ujarnya.

Selama perjalanan menuju finish, tepatnya di cek point 2 yang berada di wisata Gunung Teletubbies Kab. Jeneponto dan cek point 4 berada di Gunung Karaeng Tombang Kab. Jeneponto, Pangdam bersama rombongan membagikan sembako kepada warga setempat sebagai wujud kepedulian dan perhatian kepada masyarakat serta menanam pohon di sekitar lereng gunung guna mewujudkan kecintaan pada alam yang hijau, sehat dan segar serta mengantisipasi bencana banjir ataupun lonsor. Selanjutnya di malam harinya, tepatnya di titik finish yakni di Kampung Karessapa Kab. Jeneponto dilaksanakan hiburan rakyat.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han) saat menyerahkan tali asih
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han) saat menyerahkan tali asih

Mayjen Totok menuturkan bahwa kegiatan hari ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD dan Kodam bersama teman-teman Komunitas IOF Sulsel memberikan Bakti Sosial (Baksos) berupa pembagian sembako kepada masyarakat yang dilalui dalam rute Over Land.

“Harapan kita dalam kondisi seperti ini, masyarakat juga ikut bahagia kemudian masuk Pemilu masyarakat juga senang, yang penting kita semuanya hidup tentram, damai, bersatu, itu harapan kita dan juga jangan sampai ada jarak diantara TNI dengan Rakyat karena kita sama”, Tandasnya.

Mantan Gubernur Akmil ini juga menyampaikan, TNI bersama Polri dan seluruh lapisan masyarakat sama-sama menjaga persatuan kesatuan. “Jadi jangan sampai ada upaya sedikit pun untuk memecah-belah kita, kita bersatu, NKRI Harga Mati”, Tambahnya.

Bakri Dg. Naba (42) salah satu warga Dusun Karessapa, Kec. Bangkala Kab. Jeneponto merasa bersyukur atas kedatangan Pangdam di Gunung Karaeng Tombang, “Alhamdulillah kami semua sudah dibagikan sembako dengan Pak Panglima dengan masyarakat yang ada di sekitar Gunung Karaeng Tombang ini, kami ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Panglima semoga Bapak Panglima sehat dan sukses selalu, terima kasih banyak”, Ungkapnya dengan haru.

Untuk diketahui, Over Land ini merupakan rangkaian peringatan Hari Juang TNI AD Ke-78 tahun 2023, mengangkat tema “Kartika Hasanuddin Overland” yang dilaksanakan mulai tanggal 16-17 Desember 2023 dengan menempuh jarak 90 km dimulai titik start dari rumah jabatan Pangdam dan finish di Kampung Karessapa Ds. Gunung Silanu Kec. Bangkala Kab. Jeneponto. (SBU)




Wujud Pelibatan Masyarakat, Dinas PUPR Bombana Konsultasi Publik 2 KLHS RDTR Kawasan Poleang

Bombana, SultraNET. | Sebagai wujud pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Konsultasi Publik yang ke 2, Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Poleang, bertempat di Aula Kantor Camat Poleang, Jumat (15/12/2023)

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bombana, Rafid menjelaskan KLHS dalam RDTR merupakan proses penting dalam perencanaan pembangunan wilayah. KLHS dilakukan untuk mengevaluasi potensi dampak yang mungkin terjadi akibat implementasi RDTR terhadap lingkungan, seperti penggunaan lahan, peningkatan infrastruktur, dampak terhadap sumber daya alam, polusi udara, air, dan lainnya.

Penyusunan KLHS memungkinkan pihak terkait untuk mengidentifikasi dampak potensial yang dapat timbul dari rencana detail tata ruang tersebut. Informasi dari KLHS membantu dalam menentukan langkah-langkah mitigasi atau pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Ini untuk memastikan bahwa pembangunan yang direncanakan berjalan sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan,” ujarnya

Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, pemerintah desa dan stakeholdr terkait itu, menghadirkan 2 orang pemateri yang merupakan praktisi lingkungan hidup dan praktisi perencanaan wilayah.

Tenaga Ahli KLHS RDTR Kawasan Poleang, Laode Sir Muhammad Ikbal, ST, M.SP. IAP menjelaskan, kegiatan Konsultasi Publik ke 2 ini merupkan kegiatan terakhir yang melibatkan masyarakat setelah sebelumnya telah dilakukan serangkaian kegiatan untuk menghasilkan dokumen KLHS RDTR.

Serangkaian pertemuan yang telah diadakan sebelumnya, seperti FGD dan Konsultasi Publik 1 yang membahas pola ruang, struktur ruang, pusat pelayanan, sistem jaringan, utilitas, jalan, drainase,  air limbah dan berbagai isu lainnya.

“Kita ingin memastikan kesesuaian dokumen dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang diacu dari memorandum PBB dan prinsip-prinsip lainnya,” bebernya.

Sementara itu narasumner lainnya Ir. Asri Sugiarto, M.PW. IAP, menjelaskan pentingnya kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam dokumen RDTR. Kajian tersebut bertujuan untuk menjamin integritas lingkungan hidup seiring dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi.

Ketua Asosiasi Ikatan Ahli Perencanaan Sulawesi Tenggara itu menyebut terdapat enam isu strategis terkait pembangunan berkelanjutan di kawasan Poleang telah diidentifikasi. Di antaranya adalah penanganan banjir, pengelolaan limbah, kendala kemacetan, serta sejumlah permasalahan lingkungan lainnya.

Asri menegaskan bahwa tindak lanjut dari konsultasi publik ini akan melibatkan proses validasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara. Proses validasi ini akan memastikan apakah implementasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis oleh Pemerintah Kabupaten Bombana telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik dari segi dokumen, substansi, maupun administrasi.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa konsultasi publik kedua akan memberikan alternatif skenario apabila rencana pembangunan yang terdapat dalam RDTR tersebut berpotensi berisiko terhadap lingkungan hidup.

“Contohnya adalah skenario terkait rencana pembangunan jalan yang perlu diperhatikan aspek kebutuhan jangka panjang, serta memberikan alternatif yang lebih mempertegas struktur dan kelengkapan infrastruktur jalan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” jelas Asri Sugiarto.

Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa rencana pembangunan yang disusun dalam RDTR mampu mempertahankan keseimbangan antara kemajuan pembangunan dan pelestarian lingkungan hidup di kawasan Poleang. (IS)




Provokasi Berbau SARA, Akun FB Arif Supendi Dilaporkan ke Polisi, Bermula dari Postingan Kadis PTSP Bombana

Bombana, SultraNET. |  Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Moronene (Hippamor) resmi melaporkan akun media sosial Facebook atas nama Arif Supendi ke Mapolres Bombana. Jum’at, (14/12/2023).

Akun media sosial tersebut dilaporkan atas dugaan penyebar luasan informasi elektronik yang mengandung unsur penghasutan yang dikhawatirkan dapat menjurus ke persoalan SARA.

Persoalan bermula saat Akun FB Pajawa Tarika yang diketahui merupakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara melalui status FBnya mengeluhkan adanya kerusakan mobil dinas miliknya yang disebabkan bersenggolan dengan mobil pendemo.

Pada hari Kamis (14/12/2023) ratusan massa melakukan demonstrasi yang melibatkan iring-iringan ratusan kendaraan dari Taubonto menuju Kasipute. Massa aksi dari Hippamor menuntut DPRD Bombana memasukkan frasa Moronene pada Raperda pelestarian Seni dan Budaya yang sedang dibahas.

“Tadi Pagi Mobil Dinas DT 1089 K Diamuk. Massa Pendemo. Hanya Karena Melabung Iring-Iringan Mereka di Jalan Raya, Saya sejak di Taubonto Minta Jalan utk lewat tapi tdk Diberi ruang utk lwat. Mereka. Sangat Anarkis, Ini Aset Negara yang Mereka Rusak,” bunyi Status FB tersebut yang belakang  justru telah dihapus.

Status tersebut kemudian mendapat tanggpan banyak warganet yang memberi reaksi beragam ada yang memberi dukungan adapula yang mengingatakan bahwa situasi demonstrasi memang kadang tidak terduga.

Akun Amirullah N S  misalnya mengingatkan Akun Pajawa Tarika bahwa hal itu memang kadang terjadi terlebih yang melibatkan massa sehingga harus menjadi bijak menyikapi situasi.

“Sebenarnya jika posisi ini ada pada sy maka hal ini tdk akan terjadi, dan saya akan keluar dr modis sy ketemu korlap diskusi cri tahu substansinya jika tdk ada unsur politik dan maka saya akan berikan dukungan sambil bersama mrk sejenak lalu izin kpd pendemo untuk mendahului, berikan penjelasan ada tugas yang penting pula bukan menggurui tapi mencari solusi sehingga massa aksi dalam emosi yg tdk terkendali bisa teratasi dan memahami tugas kita,” Isi Komentar Amirullah N S

Setelah komentar Akun Amirullah N S, muncul kemudian Komentar Arif Supendi yang diketahui saat ini adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana yang menjabat sebagai Sekretaris BPBD yang kemudian menjadi polemik.

Pajawa Tarika kalau mereka anarkis…. kita kash kacau saja…jgn takut kita keluarga besar juga. Tidak ada salahnya klo kita lahir dan mati di tanah rumbia,” isi Komentar Arif Supendi yang dinilai memprofokasi.

Ketua Hippamor, Hamdan menerangkan pernyataan Arif Supendi dikolom komentar Facebook atas nama Pajawa Tarika diduga kuat memuat unsur profokasi antar etnis atau SARA di Bombana. Komentar tersebut dinilai dapat memprofokasi masyarakat Bombana yang saat ini masih hidup rukun, damai, aman dan tentram.

“Dalam komentarnya di status akun facebook milik salah satu kadis di Pemda Bombana dalam hal ini Pajawa Tarika, secara sadar dan terbuka telah menunjukan upaya untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan terhadap suatu kelompok,” ujar Hamdan

Karenanya, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini menyebut laporannya ini bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wonua bombana tetap terjaga.

“Kami mengambil sikap untuk melaporkan akun tersebut karna telah menimbulkan kegaduhan di wilayah bombana yang lebih spesifik di internal keluarga moronene,” tegas Hamdan

Hingga berita ini dirilis belum ada komentar resmi dari Kadis PTSP Bombana, soal benar tidaknya akun atas nama Pajawa Tarika tersebut adalah benar miliknya. Begitu pula Sekretaris BPBD Bombana Arif Supendi belum terkonfirmasi. (IS)




Festival Ranokomea 2023, Wisata Alam Jadi Andalan

Bombana, SultraNET. – Pelaksanaan Festival Ranokomea 2023 di Desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menawarkan sejumlah objek wisata andalan yang menarik untuk dikunjungi wisatawan. Sabtu (15/12/2023)

Ada empat objek wisata andalan di Desa ranokomea, keempat objek wisata yang layak dikunjungi sebagai pihan destinasi wisata yaitu Pulau Kondo: Pulau kecil dengan pasir putih dan air laut yang jernih. Pengunjung dapat menikmati keindahan bawah laut melalui kegiatan snorkeling atau diving.

Pulau Kondo
Pulau Kondo

Karang Empat: Kawasan karang yang menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan dan biota laut. Karang ini terdiri dari empat jenis, yaitu karang lunak, karang keras, karang api, dan karang bunga, menciptakan keindahan alam bawah laut yang memukau.

Danau Laponu-Ponu: Danau yang terletak di tengah hutan, menampilkan keanekaragaman flora dan fauna. Pengunjung dapat melihat burung, monyet, dan bahkan buaya di sekitar danau. Sumber air panas di sekitar danau juga dipercaya memiliki khasiat penyembuhan.

Dnau Laponu Ponu
Dnau Laponu Ponu

Taman Teknologi Pertanian: Menampilkan inovasi dan teknologi pertanian modern seperti hidroponik, aeroponik, dan vertikultur. Pengunjung dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan petani dan praktisi pertanian, memberikan pengalaman edukatif yang berbeda.

Saat membuka Festival Ranokomea sebagai bagian dari rangkaian Kegiatan HUT Bombana ke-20, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Man Arfa, menyatakan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mengembangkan dan mengelola potensi wisata alam Ranokomea.

“Efek positif dari pengembangan destinasi wisata di Bombana akan menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, bahkan investor sekalipun,” ujarnya.

Man Arfa juga mengajak pemerintah desa dan kecamatan untuk bersama-sama membangun destinasi wisata di Ranokomea. “Sekarang ini belum terlalu maju, saya kira ke depan kita berkomitmen secara bersama-sama membangun daerah ini menjadi destinasi wisata yang terkemuka,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin, menegaskan bahwa Desa Ranokomea bukan hanya menjadi potensi wisata lokal, namun juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. “Desa Ranokomea masuk dalam daftar 10 besar desa wisata terbaik di Provinsi Sulawesi Tenggara dan 100 besar di tingkat nasional,” ungkap Annisa.

Pembukaan Festival Ranokomea
Pembukaan Festival Ranokomea

Dalam upaya mempromosikan dan mengembangkan destinasi wisata ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Bombana menggelar Festival Ranokomea. Festival ini, yang pertama kali diselenggarakan pada tahun ini, mengangkat tema “Harmonis Dalam Keberagaman,” menunjukkan bahwa Ranokomea tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kaya akan tradisi dan budaya.

Melalui festival ini, pengunjung dapat menikmati kegiatan lomba kuliner, pemilihan Putra Putri Maritim untuk mewakili Kabupaten Bombana di tingkat provinsi, serta penyerahan piagam penghargaan kepada para pemenang Duta Wisata Kabupaten Bombana.

“Meskipun fasilitas belum maksimal pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas agar Ranokomea menjadi destinasi wisata yang dapat memukau hati para pengunjung di masa depan,” tandasnya. (Adv)




Peringati Hari Juang TNI-AD, Koramil Rumbia Laksanakan Jum’at Berkah

Bombana, SultraNET. | Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI Angkatan Darat ke-78 Tahun 2023, Koramil 1431/Bombana dan Persit Ranting 2 Koramil Rumbia menggelar kegiatan Jumat Berkah di Tugu Brimob, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana. Jumat, 15/12/2023

Pada kesempatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini, personil Koramil dan ibu-ibu Persit tidak hanya merayakan peristiwa bersejarah, tetapi juga menyebarkan kebaikan di tengah-tengah masyarakat. Sebanyak 100 kotak Snack disalurkan kepada pengemudi Bentor, ojek, dan warga yang melintas di lokasi tersebut.

ibu Persit Kartika Candra Kirana Ranting 2 Koramil Rumbia berbagi Jumat Berkah
ibu Persit Kartika Candra Kirana Ranting 2 Koramil Rumbia berbagi Jumat Berkah

Dibawah arahan Danramil Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, kegiatan Jumat Berkah ini bukan hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, namun juga menjadi wujud nyata sinergi dan solidaritas antara personel Koramil dan Persit Kartika Chandra Kirana dalam menjalankan tugas kemanunggalan dengan rakyat.

Aksi pemberian Snack tersebut tidak hanya memberikan kehangatan di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga menciptakan nuansa positif yang mengukuhkan bahwa kebaikan dapat terus diwujudkan melalui kerjasama yang kokoh antara aparat dan warga. Selain merayakan sejarah Juang TNI-AD, kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan yang dapat terus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat setempat.

ibu-ibu Persit Ranting 2 Koramil Rumbia melakukan pembagiuan Ssnack ke Masyarakat
ibu-ibu Persit Ranting 2 Koramil Rumbia melakukan pembagiuan Ssnack ke Masyarakat

Dengan semangat kemanunggalan yang diwujudkan melalui kegiatan positif ini, Koramil Rumbia turut memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, menciptakan momen bersejarah yang tidak hanya dikenang dalam peringatan hari juang, tetapi juga merajut hubungan harmonis di antara mereka.




Kodim Bombana Gelar Upacara Peringatan Hari Juang TNI-AD untuk Pertama Kalinya

Bombana, SultraNET. | Dalam suasana yang hikmat dan penuh kesederhanaan, Kodim 1431/Bombana menyelenggarakan upacara peringatan untuk memperingati ulang tahun ke-78 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) di Lapangan Upacara Kodim Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana. Jumat, 15/12/2023

Upacara dipimpin oleh Kasdim Bombana, Kapten Inf Ahmad Yani, dengan perwira upacara Perwira Seksi Personel (Kapten Inf Mustafa) dan Komandan Upacara Perwira Sandi (Lettu Inf Nyoman Admika).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama Kodim 1431/Bombana, personel Kodim, dan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXIV Dim 1431/Bombana.

Foto : Plh. Kasdim 1431/Bombana Kapten Inf Akhamad Yani bertidak sebgai irup pada peringatan Hari Juang TNI-AD
Foto : Plh. Kasdim 1431/Bombana Kapten Inf Akhmad Yani bertidak sebgai irup pada peringatan Hari Juang TNI-AD

Dalam amanat yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, pesan dari Kepala Staf Angkatan Darat menekankan bahwa “Hari Juang TNI-AD adalah momen penting untuk mengenang pengorbanan para pahlawan yang dengan rela mengorbankan jiwa dan raganya demi mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia.”

Beliau menceritakan, “Saat Pertempuran Ambarawa, Jenderal Sudirman dengan keteguhan dan keberaniannya memimpin pasukan. Meskipun sakit, beliau tidak pernah menyerah dan terus memimpin.”

Kemanunggalan antara TNI-AD dan rakyat adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi berbagai tantangan. Di era globalisasi saat ini, tantangan seperti perang asimetris, perubahan iklim, dan potensi konflik sosial harus diatasi.

foto: Pemeriksaan Pasuakan Oleh Inspektur Upacara
foto: Pemeriksaan Pasuakan Oleh Inspektur Upacara

Untuk menghadapi tantangan tersebut, TNI-AD harus terus meningkatkan kemampuannya dalam hal personel, alutsista, dan doktrin. Peningkatan ini diperlukan untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

Hari Juang TNI-AD tahun ini mengusung tema “TNI Bersama Rakyat Bersatu dengan Alam untuk NKRI.” Tema ini memiliki makna mendalam, menekankan perlunya terus memperkuat kemanunggalan antara TNI-AD dan rakyat, meningkatkan kemampuan, dan berperan aktif dalam pelestarian alam.  (SBU)




Ratusan Orang Warga Suku Moronene Demo DPRD Bombana

Bombana, SultraNET. | Ratusan orang warga suku Moronene yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Moronene (HIPPAMOR), menggelar aksi demonstrasi di DPRD Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Teggara. Kamis (14/12/2023)

Para demonstran menyoroti masalah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Bombana tentang Pelestarian Seni dan Budaya yang dinilai ambigu karena tidak spesifik mengidentifikasi seni dan budaya mana yang akan dilestarikan.

Heryanto A Nompa salah satu tokoh masyarakat suku moronene yang turut bersama massa aksi mengaku menyesalkan sikap para wakil rakyat di DPRD Bombana yang terkesan alergi dengan seni dan budaya suku moronene.

Padahal menurutnya sebagai suku tertua di jazirah bumi anoa sulawesi tenggara, suku moronene yang secara turun temurun telah mendiami wilayah kabupaten bombana sejak ratusan tahun silam telah mewariskan seni dan budaya yang tidak ternilai yang patut dilestarikan dan dijaga.

“Raperda ini ambigu, sehingga pertanyaannya kalau bukan seni dan budaya moronene yang akan dilestarikan disini (Bombana), terus tunjukkan tempat dimana seni dan budaya moronene akan kami lestarikan,” ujar Heryanto

Massa Aksi dan DPRD Bombana saat membacakan Poin Kesepakatan
Massa Aksi dan DPRD Bombana saat membacakan Poin Kesepakatan

Mantan Anggota DPRD Bombana Periode 2014-2019 itu menegaskan masyarakat moronene terkenal dengan sikap persaudaraan yang tinggi dimana secara history menerima kedatangan semua suku tanpa membeda-bedakan untuk bersama sama hidup di bombana.

“Jadi tolong lestarikan seni dan budaya kami sebagai ciri khas daerah ini,” tegas Heryanto yang juga ketua PPNI Sultra itu.

Hal senada disampaikan Ketua HIPPAMOR Hamdan Triandardinata, ia menekankan bahwa polemik terjadi di kalangan suku Moronene karena Raperda tidak secara spesifik menyebutkan seni dan budaya Moronene yang akan dilestarikan.

“Dimana Bumi di Pijak disitu Langit dijunjung, seharusnya Raperda ini berpihak pada Moronene selaku penduduk pribumi kabupaten Bombana,” tegasnya.

Menyikapi tuntutan para demonstran, Ketua DPRD Bombana, Arsyad, memastikan akan mengakomodir tuntutan massa aksi dengan menambahkan kata ‘Moronene’, sehingga Raperda tentang Pelestarian Seni dan Budaya akan menjadi Raperda Pelestarian seni dan budaya Moronene.

Ia menjelaskan tujuan DPRD mengajukan inisiatif rancangan perda ini sebagai bukti serius bahwa DPRD komitmen memperhatikan persoalan pelestarian adat dan budaya di Bombana.

“Malah ini kita rancang agar mengakomodir semua seni dan budaya yang ada di Bombana, tetapi tidak ada salahnya jika teman teman suku moronene ingin lebih dipertegas raperdanya apalagi inikan masih rancangan, masih panjang perjalanannya untuk mejadi Perda” bebernya.

Ditempat yang sama Ketua Bapemperda DPRD Bombana, Rumiyanto menjelaskan bahwa proses Raperda ini masih dalam tahap rancangan yang melibatkan berbagai pihak.

“Dengan adanya aspirasi ini, kita akan akomodir tentu dengan mencarikan formulasi agar pelestarian seni dan budaya lain yang ada di Bombana ini bisa pula diakomodir.” jelas Rumiyanto

Politisi Partai Demokrat itu membantah adanya informasi yang beredar bahwa Raperda ini merupakan produk hukum yang akan diselesaikan dalam satu minggu kedepan atau dibuat secara terburu buru.

“Paling cepat 6 bulan kedepan Raperda ini bisa selesai, jadi tidak benar itu kalau ini bisa menjadi Perda dalam tahun ini, karena prosesnya masih panjang,” jelasnya

Pada kesempatan tersebut Anggota DPRD dua periode itu meminta keluarga suku moronene untuk tidak terhasut dan meragukan komitmen DPRD Bombana dalam upaya pelestarian seni dan budaya di Bombana khususnya seni dan budaya suku moronene.

“Sejak Bombana mekar menjadi sebuah kabupaten nanti di periode DPRD sekarang inisiatif pelestarian seni dan budaya ini di ajukan. Artinya komitmen kita untuk memajukan itu tidak usah diragukan,” tegasnya

Wakil Ketua Bapemperda, Andi Firman menambahkan jika Raperda ini lahir sebagai Perda, akan terbuka banyak program terkait pelestarian adat dan budaya, termasuk pembuatan museum untuk menyimpan koleksi dan tempat memperkenalkan adat dan seni Moronene kepada masyarakat luas.

Mantan Ketua DPRD Bombana periode 2014-2019 menyebut banyak yang menafsirkan keliru terkait Raperda ini, bahwa dengan tidak adanya frasa Moronene seolah olah ada upaya mengkaburkan atau menghilangkan eksistensi seni dan budaya moronene.

“Perda ini dibikin di Bombana dan kita semua tahu bahwa bombana ini wilayah kerajaan moronene dulunya, sehingga apapun itu yang akan dilestarikan pasti adalah seni dan budaya moronene,” bebernya

Ia menjelaskan, pihak terkait yang dipanggil untuk menghadiri seminar awal dan seminar akhir naskah akademik Raperda ini hanya tokoh dan yang paham adat suku moronene dan tidak ada tokoh dari suku lain.

“Biarpun tidak memuat frasa moronene tetapi itu secara otomatis jika berbicara seni dan budaya bombana maka itu pasti Moronene. Tetapi dengan adanya aksi ini tentu akan lakukan review lagi agar dalam judul dan isi Raperda nantinya tegas bahwa yang akan dilestarikan adalah seni dan budaya moronene.”tandasnya.

Adapun hasil kesepakatan Hippamor dan DPRD Bombana terdiri dari tiga poin, Pertama Raperda tentang Pelestarian seni dan budaya diubah menjadi Raperda tentang Pelestarian seni dan budaya Moronene. Yang Kedua, dalam penyusunan Naskah akademik melibatkan Lembaga Adat Moronene, Rukun Keluarga Moronene, dan tokoh-tokoh yang paham dengan kebudayaan moronene.

Poin terakhir dalam waktu 1x 24 jam DPRD Bombana segera membentuk tim khusus yang melibatkan Lembaga Adat Moronene, Rukun Keluarga Moronene, dan tokoh-tokoh yang paham dengan kebudayaan moronene.

Pantauan awak media ini, aksi yang sempat membuat macet jalan ibu Kota Bombana itu turut dihadiri Tokoh suku moronene asal Kabaena Sahrun Gaus, Awaluddin, Sono dan Andri Ananta dan dari Poleang, nampak Mantan Anggota DPRD Bombana Syukur, Akademisi Achmad Baco dan Yanas Bandu sedangkan dari Rumbia nampak pula Mantan Wakil Bupati Johan Salim, Heryanto A Nompa, Gufran Kapita, Refli dan sederet tokoh moronene  lainnya yang nampak berbaur dengan massa aksi. (IS)




Kodim 1431/Bombana bersama Pemda, Polri dan Masyarakat kembali menyerbu lahan kosong dengan menanam 350 Pohon di Watu-Watu

Bombana, SultraNET. | Dalam upaya penghijauan, meningkatkan kualitas udara sekitar kita sebagai paru-paru dunia dan mencegah potensi banjir, Kodim 1431/Bombana, kembali meluncurkan kegiatan luar biasa dengan kembali menanam 350 pohon di Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana yang beberapa Minggu sebelumnya dilaksanakan di Lakomea. Inisiatif ini menjadi bagian dari perayaan Hari Juang TNI AD tahun 2023, dengan seluruh satuan teritorial TNI Angkatan Darat di seluruh Indonesia turut serta. Kamis, 14/12/2023

Dandim 1431/Bombana Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P sedang melukan penanaman Ponon Pette
Dandim 1431/Bombana Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P didamping Babinsa sedang melukan penanaman Ponon Pette

Dandim Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini bukan hanya tanggung jawab TNI, melainkan juga tugas bersama untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan aman dari bencana alam.

“Karya bakti ini tidak hanya dilakukan di satu tempat, melainkan akan berlanjut ke berbagai lokasi di daerah Bombana,” tambahnya.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXIV dim 1431/Bombana (tengah/Baju Hijau} didampingi Siswa SMP 31 Lantari Jaya Melakukan penanaman Pohon
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXIV dim 1431/Bombana (tengah/Baju Hijau} didampingi Siswa SMP 31 Lantari Jaya Melakukan penanaman Pohon

Kegiatan fokus pada penanaman pohon yang bermanfaat bagi masyarakat, membersihkan pasar, saluran air, dan lokasi lain yang dapat menyebabkan banjir. Dandim menjelaskan bahwa pohon yang ditanam mencakup jenis Pette, Jengkol, Jati lokal, dan Kayu sengon. Ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat

Ditemui saat kegiatan, Kades Watu-Watu, Nasrin, menyambut baik inisiatif tersebut, mengimbau masyarakat setempat untuk menjaga kebersihan lingkungan menjelang musim hujan. “Kesadaran bersama adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga,” ujarnya.

foto bersama peserta kegiatan tanam pohon
foto bersama peserta kegiatan tanam pohon

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimda Bombana, Kakandepag Kab. Bombana, para Kepala OPD terkait, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang LXIV Dim 1431/Bombana Rafika Andi Irfandi beserta pengurus, Camat Lantari Jaya, dan perwakilan dari unsur Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan dan kepedulian terhadap Kabupaten Bombana.

Tidak hanya diikuti oleh Forkopimda, kegiatan penanaman pohon juga melibatkan Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana Cabang LXIV Dim 1431/Bombana, siswa-siswi SMA Negeri 12 Bombana, siswa-siswi SMP Negeri 31 Lantari Jaya, serta masyarakat Desa Watu-watu. Semua pihak turut serta dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana alam di masa mendatang




Mahasiswa Informatika Unisan Kunjungi PT. Crossnet Indonesia

MAKASSAR, SultraNET. – Sejumlah mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (Unisan), kunjungan studi lapangan yang bernilai edukatif ke PT. Cross Network Indonesia (Crossnet). Selasa, 11 Desember 2023.

Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Unisan, Baharuddin menjelaskan selain mendapatkan sambutan hangat, para mahasiswa juga memperoleh pemahaman mendalam tentang Jaringan dan Internet.

“Pengetahuan terkait jaringan internet tidak hanya bisa diperoleh di bangku kuliah, namun harus dilengkapi dengan pengalaman lapangan,” ujar Baharudin.

Baharuddin, Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNISAN (Kiri) Muhammad Khairun, Pre Sales Manager area Sulampua (Kanan)
Baharuddin, Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNISAN (Kiri) Muhammad Khairun, Pre Sales Manager area Sulampua (Kanan)

Selaku Dosen pengampu, ia juga menekankan bahwa kunjungan ini tidak hanya menjadi pengenalan, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung pengaplikasian ilmu yang diperoleh dibangku perkuliahan.

“Mahasiswa tidak hanya melihat, tetapi juga langsung mempelajari perangkat jaringan komputer yang tidak tersedia di kampus dalam skala besar,” bebernya.

Kunjungan lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa Unisan ini memberikan wawasan yang tak ternilai tentang dunia nyata jaringan dan internet. Dengan pendekatan praktis, mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari di dalam kelas ke dalam situasi yang sebenarnya.

“Ini adalah kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam memperluas pengetahuan dan keterampilan mahasiswa,” tandasnya.

Rektor Universitas Teknologi Akba Makassar Dr. Muhammad Arafah, S.Kom. MT. (kiri) dan Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNISAN, Baharuddin (Kanan)
Rektor Universitas Teknologi Akba Makassar Dr. Muhammad Arafah, S.Kom. MT. (kiri) dan Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNISAN, Baharuddin (Kanan)

Usai melakukan kunjungn di PT. Cross Network Indonesia (Crossnet), Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer melakukan kunjungan ke Universitas Teknologi Akba Makassar yang diterima langsung Rektor Dr. Muhammad Arafah, S.Kom. MT. (IS)