Terobosan Digital Implementasi SPBE di Konsel, Diskominfo Rekam Tt-e ASN

Konawe Selatan, SultraNET. | Seiring peluncuran Sistem Aplikasi SuperApp untuk memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Konawe Selatan pada 30 Oktober 2023 lalu, Bupati H. Surunuddin Dangga menyoroti pentingnya kerjasama dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mewujudkan SPBE yang efektif.

Dalam pernyataannya, Bupati Dangga menekankan, percepatan pembangunan SPBE adalah tanggung jawab bersama, utuk itu jika ada OPD yang tidak kooperatif, agar dilaporkan untuk evaluasi.

“SPBE bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mengingat laju perkembangan teknologi yang sangat cepat. Kita perlu terus beradaptasi agar tidak ketinggalan.” ujarnya. Senin (6/11/2023)

Menindak lanjuti hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) & Persandian Konawe Selatan menjadi pusat kegiatan ramai, di mana para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai OPD Konawe Selatan berbondong-bondong untuk melakukan Perekaman Data terkait Tanda Tangan Elektronik (Tt-e).

Langkah ini merupakan langkah konkret dalam implementasi SPBE di tingkat lokal.

Hasnadi Miharja, ST, Kepala Bidang Persandian Dinas Kominfo & Persandian Konawe Selatan, memberikan penjelasan mendalam mengenai peran kunci Tt-e dalam mendukung SPBE.

“Tanda tangan elektronik ini bukan hanya simbol, melainkan fondasi dalam mewujudkan SPBE yang efisien dan transparan,” ujarnya.

Dengan 305 ASN dari seluruh OPD Konawe Selatan yang telah sukses merekam data Tt-e, momentum ini menunjukkan tingginya kesadaran dan kesiapan pegawai negeri dalam mengikuti tren teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di era digital.




Perindah Kota, DLH Bombana Bakal Tanam Pohon Pelindung Tabebuya

Bombana, SultraNET. | Dalam rangka menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan aspek estetika di Kabupaten Bombana, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bekerja sama dengan Bappedas Provinsi Sulawesi Tenggara merencanakan penanaman beragam jenis pohon di beberapa jalan utama.

Makmur Darwis, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Bombana, mengungkapkan bahwa sebanyak 1045 pohon Tabebuya akan menjadi pilihan untuk menghiasi jalan kejaksaan Sangkona sepanjang 1,8 KM sebagai bagian dari kerjasama dengan Bappedas. Selain itu, 450 pohon Glodokan juga akan dihadirkan untuk menghiasi median tengah jalan yang sama.

“Pohon Tabebuya ini banyak diminati oleh kota-kota besar sebagai pohon pelindung. Selain khasiatnya sebagai obat-obatan, keindahan dan warna bunganya menambah pesona bagi siapa saja yang melihatnya,” ungkap Makmur saat diwawancarai pada Senin (06/11/2023).

Menurutnya, pohon Tabebuya memiliki keunggulan dengan batang yang kuat, akar yang tidak merusak fasilitas lain, dan estetika yang menarik. Lebih lanjut, Makmur menegaskan bahwa penanaman pohon ini bukan hanya untuk keindahan visual, tetapi juga sebagai langkah konkrit dalam mencegah perubahan iklim.

Selain di jalan kejaksaan Sangkona, penanaman pohon juga akan dilakukan di beberapa jalan strategis lainnya. Pohon Nusa Indah akan menghiasi jalan poros Yos Sudarso, sementara pohon Ketapang Kencana akan memberikan nuansa hijau di jalan bypass ke pelabuhan feri.

Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen Kabupaten Bombana dalam menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, dan indah untuk masyarakatnya. (ads)




Pimpin Apel Akbar Pj. Bupati Bombana: Fokus Pada Kesehatan, Pendidikan, dan Kondusifitas Tahun Politik

Bombana, SultraNET. | Senin pagi, Halaman Kantor Bupati Bombana menjadi saksi gelaran Apel Akbar yang dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati (Pj. Bupati) Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Acara ini dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K), dan Honorer di lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana. Senin (6/11/2023).

Pj. Bupati Bombana mengungkapkan urgensi penurunan angka gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024, sesuai dengan arahan Presiden dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Stunting, yang masih menjadi permasalahan serius, tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak tetapi juga mengarah pada kualitas sumber daya manusia dan kemampuan berpikir anak.

“Stunting ini masih menjadi prioritas Pemerintah Pusat, jadi bagaimana kita mengendalikan laju stunting di daerah. Stunting ini adalah tanggung jawab kita masing-masing demi mewujudkan Generasi Emas di tahun 2045,” ungkap H. Burhanuddin.

Pendidikan juga menjadi sorotan dalam amanatnya. Pj. Bupati menekankan perlunya peningkatan kualitas pendidikan melalui program Merdeka Belajar. Ia juga mengajak untuk memanfaatkan peran Guru Penggerak dalam mengubah skenario pendidikan demi kesuksesan program Merdeka Belajar.

“Pendidikan dan kesehatan kita masih di bawah rata-rata. Sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan, kita harus galakkan program merdeka belajar. Upaya untuk menggalang masyarakat melakukan pembelajaran sepanjang masa inilah yang diharapkan oleh merdeka belajar,” jelasnya.

Dalam konteks masalah inflasi dan fenomena El Nino yang masih terasa, H. Burhanuddin menekankan perlunya menjaga kestabilan pangan di daerah. Meskipun Bombana telah masuk dalam kategori daerah dengan pengendalian inflasi terbaik, perlu tetap dijaga agar kestabilannya tidak terlalu di bawah rata-rata.

Melalui Apel Akbar ini, Pj. Bupati resmi meresmikan Launching Implementasi Aksi Perubahan dengan menghadirkan berbagai inovasi, antara lain:

  • Sistem Informasi Layanan Bagian Umum Melalui Aplikasi Pelayanan Cepat (SIYAP) Setda
  • Sistem Manajemen Layanan Informasi Perjalanan Dinas Melalui Aplikasi SIMLINDA Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda
  • Sistem Informasi Layanan Gaji dan Tunjangan Melalui Aplikasi SI-MANTU Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda
  • Optimalisasi Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Klinik Amel Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda
  • Sistem Aplikasi Perencanaan Penganggaran Responsif Gender Melalui Aplikasi SI PAPA RESE pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Pj. Bupati berharap implementasi inovasi tersebut dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan di lingkup pemerintahan Kabupaten Bombana. Ia juga mengajak seluruh ASN untuk menjaga kondusifitas masyarakat, netralitas, dan fokus pada tugas pokoknya masing-masing sebagai pelayan masyarakat. (KI)




Pemkab Bombana Stabilkan Harga Beras di Pulau Kabaena

Bombana, SultraNET. | Dalam upaya menstabilkan harga bahan pokok dan mengatasi dampak inflasi akibat fenomena El Niño, Pemerintah Kabupaten Bombana, bekerjasama dengan Dinas Perindagkop dan UKM serta Tim Pengendali Inflasi Daerah, menyelenggarakan Operasi Pasar yang diresmikan oleh Pj. Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M. Si, dan Pj. Ketua TP PKK Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos di Pasar Sikeli Kecamatan Kabaena Barat pada Minggu (5/11/2023).

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Drs. Man Arfa, M.Si, Forkopimda Bombana, Forkopimcam, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Bombana beserta jajarannya, serta masyarakat Kabaena, terutama para ibu rumah tangga.

Pj. Bupati Bombana, H. Burhanuddin, menjelaskan bahwa Operasi Pasar dengan tema “Sinergi Untuk Stabilisasi Harga dan Penanganan Inflasi” dilakukan untuk menekan dan memastikan kestabilan harga bahan pokok, khususnya beras, sekaligus mencegah terjadinya inflasi di Kabupaten Bombana.

“Hasil operasi pasar di Pasar Sikeli menunjukkan kenaikan harga beras mencapai Rp. 13.000 – Rp. 14.000 per liter. Oleh karena itu, Pemkab. Bombana menggelar pasar murah dengan subsidi dari pemerintah sebesar Rp. 4.000 per liter, sehingga harga jual beras menjadi Rp. 10.000 per liter, memberikan bantuan signifikan kepada masyarakat,” ungkap H. Burhanuddin.

Berdasarkan data dari Bagian Ekonomi Setda Bombana, sebanyak 20 ton beras disalurkan ke lima titik berbeda di Pulau Kabaena, dengan alokasi beras dalam kemasan 10 kg per karung. Distribusi ini melibatkan 450 karung beras di Kecamatan Kabaena Barat, 300 karung di Kecamatan Kabaena, 350 karung di Kecamatan Kabaena Selatan, 500 karung di Kecamatan Kabaena Tengah, dan 400 karung di Kecamatan Kabaena Utara.

Dalam rangka menyelenggarakan operasi pasar murah, masyarakat yang ingin membeli beras diminta untuk menukarkan kupon senilai 100 ribu rupiah per karung. Hal ini bertujuan untuk memberikan bantuan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan.

Operasi Pasar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga bahan pokok, serta mengurangi beban ekonomi masyarakat di tengah kondisi sulit akibat kenaikan harga dan dampak dari fenomena El Niño. (KI)




Dampingi Pj. Bupati Resmikan PLN 24 Jam di Kabaena, Pj. Ketua TP PKK Sosialisasi Penanganan Stunting

Bombana, SultraNET. | Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Merewa, S.Sos, turut mendampingi Pj. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, dalam meresmikan pelayanan listrik 24 jam oleh PLN di Pulau Kabaena. Acara ini, yang berlangsung pada Minggu (5/11/2023), juga menjadi momentum untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Hj. Fatmawati mengungkapkan pentingnya peran Pemerintah dan Pengurus PKK di Kabupaten Bombana dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, yang saat ini menjadi Program Nasional Pemerintah. Ia menekankan bahwa peran aktif pemerintah daerah dan PKK dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan sangat diperlukan.

“Penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem tidak akan terlaksana dengan baik tanpa peran pemerintah dan pengurus PKK baik dari Kabupaten hingga Kecamatan,” ungkap Hj. Fatmawati.

Hj. Fatmawati menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem, dengan fokus di daerah-daerah mulai dari tingkat desa dan kelurahan. Koordinasi penanganan stunting diarahkan agar dilakukan secara terpadu, dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada.

“Saya yakin dengan dilibatkannya semua pihak, mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, hingga Kabupaten, maka upaya penanganan stunting dapat makin optimal,” ujarnya.

Guna mempercepat penanganan stunting, Hj. Fatmawati bersama timnya menginisiasi program Gerobak Olah Aksi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Program ini merupakan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting di Kabupaten Bombana.

Melalui Gerobak DASHAT, Hj. Fatmawati mengajak para ibu untuk meningkatkan kualitas gizi balita dan anak dengan memanfaatkan sumber daya bahan pangan lokal. Optimalisasi bahan pangan lokal diharapkan dapat menyediakan makanan sehat dan padat gizi serta mencegah stunting.

“Saya berharap agar kegiatan dapur sehat untuk atasi stunting dapat memberikan pemahaman dan peningkatan kreativitas Ibu dalam mengolah dan menyediakan makanan sehat dan bergizi, sehingga efektif dalam pencegahan dan penanganan stunting di Kabaena ini,” pungkasnya.

Dalam rangkaian kegiatan sosialisasi, dilakukan penyerahan bantuan sebanyak 32 paket secara simbolis untuk ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan anak gizi kurang. Penyerahan ini dilakukan oleh Pj. Ketua TP PKK didampingi Pj. Bupati Bombana sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan stunting di Pulau Kabaena. (KI)




Pj. Bupati Bombana Awasi Perbaikan Infrastruktur Jalan di Pulau Kabaena

Bombana, SultraNET. | Setelah meresmikan PLN Kabaena Terang 24 Jam, Pj. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Ketua DPRD Bombana dan Kepala Dinas PUPR, melanjutkan agenda penting dengan melakukan pemantauan langsung terhadap perbaikan ruas jalan di sepanjang Kecamatan Kabaena Barat dan sekitarnya. Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti komitmen Pemerintah Bombana dalam menangani masalah jalan rusak di Pulau Kabaena. Minggu 5 November 2023

Sebagaimana diungkapkan sebelumnya, Pj. Bupati Bombana dan OPD terkait bersama DPRD telah mengalokasikan anggaran baik dari APBD Kabupaten Bombana maupun APBN untuk secara bertahap menyelesaikan masalah jalan rusak di Pulau Kabaena. Pada akhir tahun 2023 ini, sejumlah ruas jalan, terutama yang menghubungkan Kecamatan Kabaena Barat ke Kabaena Utara, mulai mendapatkan perhatian serius dengan proses pengaspalan.

“Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bombana mengalokasikan dana kurang lebih Rp. 70 Milyar di Pulau Kabaena,” ungkap Pj. Bupati Bombana.

Ia menjelaskan bahwa tahap pertama dari anggaran tersebut, sebesar Rp. 35 Miliar, berasal dari APBD murni Kabupaten Bombana. Sementara Rp. 27 Miliar merupakan dana Inpres, bantuan dari Pemerintah Pusat yang dikelola oleh Balai, untuk pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Kabaena.

Meskipun progres positif terlihat pada ruas jalan dari Sikeli yang menghubungkan Kecamatan Kabaena Barat ke Kabaena Utara, masih banyak jalan lain yang masuk dalam kategori rusak parah, terutama yang mengarah ke Kecamatan Kabaena Timur dan Kabaena Tengah.

“Total ruas jalan di Pulau Kabaena mencapai 150 Km, dan saat ini baru sekitar 20 persen yang telah ditangani. Pada APBD Tahun 2024, akan kembali dialokasikan anggaran untuk menangani ruas jalan lain di pulau tersebut,” jelas Pj. Bupati.

Langkah-langkah perbaikan infrastruktur jalan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan bagi masyarakat Pulau Kabaena, meningkatkan konektivitas antarkecamatan, serta mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan secara bertahap demi kesejahteraan dan kemajuan Pulau Kabaena. (KI)




Pemkab Konsel Terus Tingkatkan SDM Pengurus dan Pengawas Koperasi

Kendari, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), melalui Dinas Koperasi dan UMKM, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengurus dan pengawas koperasi di tahun 2023.

Inisiatif ini diwujudkan dengan penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-Minggu (3-5 November 2023), di sebuah hotel di Kota Kendari.

Sekretaris Daerah Konsel, Hj St Chadidjah S.Sos, M.Si, membuka secara resmi pelatihan ini. Ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian.

Fokusnya adalah agar lembaga ekonomi koperasi dapat lebih aktif berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan potensi ekonomi anggotanya, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat.

“Untuk berada di posisi tersebut, tentu sebuah organisasi koperasi harus dalam keadaan tangguh dan kuat, aktif dalam usaha, dan sehat dalam kelembagaan,” ujar Chadidjah. Minggu 5 November 2023 

Dia juga menekankan bahwa visi pemerintah terkait dengan Desa Maju Konsel Hebat dapat terwujud melalui kontribusi positif lembaga koperasi, terutama di wilayah pedesaan.

Kadis Koperasi dan UMKM Konsel, Agustiana Melamba, menjelaskan bahwa peserta pelatihan diberikan pemahaman dan pengetahuan dalam menggali serta mengembangkan potensi ekonomi anggota dan masyarakat di sekitarnya melalui lembaga koperasi.

“Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, akan meningkatkan kemampuan pengurus koperasi dalam memberikan pelayanan dan melaksanakan tata kelola lembaga koperasi yang handal sesuai dengan aturan perkoperasian,” harapnya.

Kepala Bidang Koperasi, Sadrajuddin, yang juga merupakan ketua panitia pelatihan, berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan pertumbuhan usaha koperasi yang maju, mandiri, dan profesional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pertumbuhan usaha koperasi,” ucapnya (*)




Pj. Bupati Resmikan PLTD, Kabaena Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam

Bombana, SultraNET. | Sebagai langkah nyata dalam mewujudkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk menyediakan layanan listrik 24 jam di Pulau Kabaena, Pj. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, didampingi Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, meresmikan pengoperasian mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sikeli di Kecamatan Kabaena Barat pada Minggu (5/11/2023). Pemasangan mesin ini menjadi salah satu upaya Pemkab Bombana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Kabaena.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Bombana menyampaikan kegembiraannya atas pengoperasian mesin Pembangkit Listrik, yang merupakan bagian dari relokasi dan pemindahan Mesin Pembangkit 1 MW dari PLTD Ladumpi ke PLTD Sikeli. Proses ini dilakukan untuk memastikan kehandalan layanan listrik di Pulau Kabaena. Pj. Bupati juga menekankan pentingnya percepatan Layanan Listrik 24 Jam sebagai langkah mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam kunjungan kerjanya yang ke-7 di Pulau Kabaena, Pj. Bupati Bombana menyatakan bahwa upaya pembenahan infrastuktur di pulau ini terus dilakukan. Selain menjadikan Pulau Kabaena terang 24 jam, Pemerintah Bombana juga memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan dengan alokasi anggaran sekitar Rp. 70 Miliar, yang diharapkan dapat selesai pada tahun ini.

Pj. Bupati menyampaikan komitmen untuk melanjutkan pembangunan di Pulau Kabaena sepanjang masa jabatannya. Mengingat Pulau Kabaena merupakan penghasil bahan baku nikel yang signifikan, beliau menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat. Pj. Bupati berjanji untuk bekerja sama dengan para pengusaha tambang guna mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Bupati Burhanuddin kembali menyoroti program prioritas pemerintah, yaitu percepatan penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat Pulau Kabaena untuk berkontribusi dalam mencapai tujuan tersebut.

Di akhir sambutannya, Pj. Bupati memberikan pengingat terkait mesin PLTD yang masih menggunakan tenaga diesel. Beliau meminta kepada pihak PLN untuk melakukan pemeliharaan secara berkala guna meminimalkan potensi kerusakan. Pj. Bupati juga berharap agar masyarakat Pulau Kabaena dapat memaklumi apabila terjadi pemadaman listrik dan tidak menyalahkan pihak PLN.

“Kita Indonesia, Kita Sulawesi Tenggara, Kita Bombana, Kita Semua Bersaudara. Mari kita bangun daerah dengan prinsip bersaudara. Nikmati hidup ini, jangan pernah selalu berpikir negatif, dan jangan lupa bahagia!” tutupnya. (KI)




Operasi Pasar Murah (OPM) Konawe Selatan: Sentuhan Kemanusiaan Meringankan Beban Warga

Konawe Selatan, SultraNET. | Operasi Pasar Murah (OPM) tahap pertama di Kabupaten Konawe Selatan telah sukses dilaksanakan pada Minggu, 5 November 2023, di Kecamatan Laonti. Tiga titik di Desa Namu, Desa Tambolosu, dan Desa Peoinda menjadi pusat distribusi, menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan gula.

Dalam upaya merespons kenaikan harga pangan di pasar yang signifikan, masing-masing desa menyediakan 500 karung beras, 330 liter minyak, dan 400 kg gula. Warga Desa Tambolosu, salah satu lokasi OPM, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

“Sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, karena sangat berbeda harganya dengan harga di pasar umum. Saya sangat berterima kasih dan berharap agar kegiatan Pasar Murah ini bisa berlanjut,” ungkap Sri Rani, warga Desa Rumbi-rumbia, Kecamatan Laonti, saat diwawancarai.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Kepala Desa Labotaone, Yufar. Menurutnya, masyarakat sangat antusias dengan adanya OPM ini. “Alhamdulillah, hari ini masyarakat sangat antusias dengan adanya pasar murah. Semoga bisa terbantu lagi kedepannya. Kami selaku pemerintah setempat telah menyampaikan kepada masyarakat, dan Alhamdulillah masyarakat telah berbondong-bondong untuk mendapatkan sesuai dengan apa yang telah disiapkan,” jelas Yufar.

Dengan respons positif dari masyarakat, keberlanjutan Operasi Pasar Murah diharapkan dapat memberikan bantuan lebih lanjut bagi warga Konawe Selatan yang tengah menghadapi tantangan ekonomi. Kegiatan ini tidak hanya sebagai solusi singkat, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah setempat terhadap kesejahteraan rakyatnya. (*)




Pererat Persaudaraan, Pj Bupati Bombana Silaturahmi di Desa Lengora Pantai

Bombana, SultraNET. | Pj. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, didampingi Pj. Ketua TP PKK Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, melaksanakan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan masyarakat di Desa Lengora Pantai, Kecamatan Kabaena Tengah. Turut hadir para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam, kepala desa, serta warga yang hadir dalam pertemuan tersebut. Sabtu (4/11/2023)

Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pj. Bupati Bombana untuk meresapi kehangatan dan kebutuhan masyarakat di semua lapisan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya persaudaraan sebagai landasan dalam melaksanakan tugas pemerintahan. “Kita ini semua harus merasa bersaudara. Saya datang membawa diri saya, bertemu langsung, berjabat tangan, dan Insya Allah kita akan bersaudara dunia dan akhirat,” ungkap H. Burhanuddin.

Aspirasi masyarakat Desa Lengora Pantai pun didengarkan dengan seksama oleh Pj. Bupati. Beberapa poin utama yang diusulkan terkait infrastruktur jalan, jaringan seluler, dan saluran irigasi. Pj. Bupati Bombana menanggapi langsung, menyatakan bahwa rencana penyelesaian untuk tahun 2024 akan melibatkan Dinas terkait, Camat, para Kepala Desa, dan masyarakat setempat.

“Saya merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat di desa. Oleh sebab itu, semua permintaan akan saya penuhi pada tahun 2024,” tegas Pj. Bupati Bombana.

Ia juga menegaskan kesiapannya untuk bekerjasama dengan pengusaha, khususnya pada sektor pertambangan, untuk memaksimalkan kontribusi mereka terhadap pembangunan yang merata di Kabupaten Bombana, terutama di Pulau Kabaena.

Dalam pesannya, Pj. Bupati Bombana menekankan pentingnya menjaga kenyamanan dan memberikan manfaat kepada masyarakat seiring dengan eksploitasi sumber daya alam. Beliau mengajak seluruh stakeholder, terutama pengusaha pertambangan, untuk bersama-sama berkontribusi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Di akhir sambutannya, Pj. Bupati Bombana memberikan pesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melupakan kebahagiaan, apapun keadaannya. Juga, beliau memberi pesan khusus kepada para camat agar rutin berkomunikasi dengan kepala desa, minimal dua kali dalam seminggu, guna memastikan aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung kepada Pemerintah Daerah.

“Tanya kepala desa apa yang dihadapi oleh masyarakatnya. Saya tidak inginkan kalau ada masalah di desanya lebih duluan diketahui oleh orang lain daripada Kepala Desanya yang melapor,” tandas H. Burhanuddin (KI)