MoU dengan Pemkab Konut, TV One Bakal Siarkan HUT-RI ke-78 Langsung di Pantai Taipa
Jakarta, SultraNET. | Kerja sama yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut), dengan media pemberitaan diketahui sangat luas, tak hanya mencakup perusahaan lokal, namun juga nasional.
Salah satu media yang diajak bekerja sama yakni TV One, dibawah naungan PT Lativi Media Karya. Hubungan kemitraan keduanya ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), di Kantor TV One, Gedung Pulogadung, Jl. Raya Terate II, Nomor 2 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (31/7/2023).
Penandatanganan MoU tersebut, pihak TV One diwakili Chieff of Businnes and Government Relation, Harta Mitra Hidayat. Sementara dari Pemkab Konut ditandatangani langsung Bupati, H Ruksamin.
Bupati Konut, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN, Eng (Kanan) dan Chieff of Businnes and Government Relation, Harta Mitra Hidayat (Kiri) usai menandatangani MoU
Turut menyaksikan penandatangan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Konut, Suharto Kasim Panto, Kepala BKAD Irwan, Kepala Bappeda, La Ode Muhaimin dan Kabag Kerja Sama, Mustaman.
Dalam MoU tersebut, ruang lingkup kerja sama meliputi produksi program-program siaran yang terkait dengan kegiatan sosialisasi, promosi dan publikasi kepentingan Pemda dan masyarakat di wilayah Kabupaten Konut, melalui layanan penyiaran publik TV One.
Perdana, TV One bakal menyiarkan secara langsung upacara peringatan HUT Ke-78 RI, di Pantai Taipa, Kecamatan Lembo. Dalam moment tersebut, sebanyak 5.200 lembar Bendera Merah Putih akan dikibarkan oleh 5.200 orang di jalan sepanjang 7,8 kilometer.
Ruksamin menyambut baik kerja sama ini. Selain dapat mempublikasikan kegiatan-kegiatan pemerintah, juga bisa mempromosikan potensi wisata di wilayah Kabupaten Konut, agar bisa dikenal masyarakat lebih luas.
“Kami harap kerja sama ini dapat menghubungkan Kabupaten Konawe Utara dengan masyarakat lebih luas sehingga lebih dikenal. apa yang dicita-citakan lebih cepat tercapai,” kata Ruksamin. (S)
Kejurda Panahan “Bupati Archery Cup Bombana 2023” Banjir Pujian
Bombana, SultraNET. | Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Bupati Archery Cup Bombana Tahun 2023 yang digelar dari Tanggal 27 hingga 30 Juli 2023 di Alun-alun depan Masjid Raya Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara “banjir” pujian dari para peserta yang hadir dari seantero wilayah Sulawesi Tenggara dan beberapa utusan club asal Provinsi Sulawesi Selatan.
Pujian dari para peserta kepada Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) sebagai penyelenggara ivent dibawah komando Makmur Darwis sebagai Ketua Perpani Bombana itu, lantaran Panitia pelaksana dinilai profesional dalam menyiapkan turnamen hingga proses pelaksanaan yang dinilai berkelas Nasional.
Pujian salah satunya disampaikan Sutrio, atlit panahan dari club Almunawir Archery Kendari yang baru saja mengikuti Fornas 2023 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada awal bulan juli lalu itu menilai pelaksaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Bupati Archery Cup Bombana Tahun 2023 di Bombana ini dinilainya lebih baik dan lebih siap bahkan jika di bandingkan dengan kejuaraan Fornas yang berskala Nasional.
“Kesiapan panitia dari proses pendaftaran sampai pada pelaksaan pertandingan sudah sangat standar bahkan beberapa sisi lebih baik bahkan jika dibandingkan dari kejuaraan Fornas yang baru saja kami ikuti di Bandung,” ujar Sutrio. Sabtu (29/7/2023)
Beberapa hal yang dinilainya sudah sangat baik yaitu dari segi pelayanan panitia, penyiapan tempat menginap atlit dari luar daerah, peralatan pertandingan mulai dari tempat berteduh atlit, papan target yang sangat baik hingga kondisi dan keamanan lapangan yang dinilai sangat baik.
“Bahkan hal detail dari kejuaraan ini sudah disiapkan dengan baik misalnya bendera di papan target untuk mengetahui arah angin serta papan waktu digital agar peserta dapat memperhitungkan waktu, ini sudah sangat baik dan patut dijadikan rujukan untuk kejuaraan seperti ini untuk daerah lain,” bebernya.
Hal senada disampaikan atlet lain yang mengikuti kejuaraan dengan peserta lebih dari 160 atlet itu, sebut saja Amirudin atlet panahan dari Club Kolaka Archery menilai pelayanan dari panitia pelaksana sudah sangat baik dan patut di apresiasi.
Pelayanan yang dimaksud yaitu para Archer yang datang dari luar daerah mendapat sambutan dan pelayanan yang dinilainya sangat luar biasa mulai dari konsumsi, kemudian penempatan penginapan.
“Dari segi pelaksanaan lomba ini sudah sangat luar biasa dan sudah sangat standar pelaksanaannya, pelaksanaan lombanya luar biasa sangat teratur,” ungkap Amiruddin, Minggu (30/7/2023).
Apresiasi juga datang dari Sesi salah satu atlit Perpani Kota Bau-Bau yang turut hadir mengikuti kejuaraan yang memperebutkan total hadiah 150 juta rupiah itu, ia menilai dari beberapa kejuaraan panahan yang ia pernah ikuti, kejuaraan di Kabupaten Bombana tergolong sangat baik, profesional dan memberikan pengalaman bertanding yang baik.
“Pelayanan yang bagus disini mulai dari proses pendaftaran sampai pada pelaksanaannya ini Alhamdulillah ini sudah sangat bagus, jika dibandingkan dengan yang lain disini oke lah,” ungkapnya.
Pujian serupa juga disampaikan Tiar yang merupakan Atlit Club Saad Archery Kendari, ia mengakui pada kejuaraan ini Atlet dari klubnya telah meraih beberapa prestasi medali emas dan beberapa medali lainnya bahkan masih berpotensi bertambah karena di hari terakhir ini masih ada beberapa yang diperlombakan sambil menunggu waktu penutupan kegiatan.
“Kesiapan Panitia Alhamdulillah sangat bagus dari tempatnya sudah memadai dan untuk di daerah Bombana sudah sangat bagus, dari beberapa kota yang kami sudah datangi Bombana sudah yang termasuk standarlah untuk diadakan perlombaan panahan seperti ini, harapannya kejuaraan seperti ini kedepannya dapat menjadi lebih baik lagi dan kejuaraan di Bombana ini bisa menjadi contoh baik.” tandasnya.
Untuk diketahui, Kejurda panahan yang digelar perdana di Kabupaten Bombana ini membuka sejumlah kategori lomba diantaranya : Recurve Putra 70 meter; Compound Putra/Putri 50 meter; Horsebow U-9 Putra/Putri 10 meter; Standar Bow U-12 Putra/Putri 20 meter; Standar Bow U-15 Putra/Putri 30 meter; Standar Bow U-18 Putra/Putri 40 meter; Barebow Putra 50 meter serta Horsebow Putra/Putri 50 Meter. (*IH)
Resmi Dimulai, Kejurda Panahan “Bupati Archery Cup Bombana 2023” Diikuti 160 Peserta se-Sultra
Bombana, SultraNET. | Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Bupati Archery Cup Tahun 2023 secara resmi dimulai pelaksanaannya ditandai dengan seremoni pelepasan panah tanda dimulainya kegiatan oleh Penjabat (Pj) Bupati Bombana, H.Burhanuddin, bertempat di Alun-alun depan Masjid Raya Kasipute, Kecamatan Rumbia. Kamis, (27/7/2023).
Lebih dari 160 atlet dari 12 Kabupeten dan Kota yang ada di Sulawesi Tenggara akan berlomba menjadi atlet panahan terbaik yang memperebutkan total hadiah 150 juta rupiah. Kegiatan direncanakan dimulai 27 hingga 30 Juli 2023.
Sekretaris Umum, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provnsi Sulawesi Tenggara, Muh. Arfan mengatakan olahraga panahan merupakan warisan budaya dunia dimana berbagai negara rutin mengadakan olimpiade panah salah satunya negara Korea Selatan.
Begitu juga di Indonesia, olahraga ini mulai digandrungi berbagai kalangan. Untuk itu ia berharap agar di Kabupaten Bombana olahraga panah bisa dijadikan program berkelanjutan untuk terlahir atlet panahan berprestasi hingga dikancah internasional.
“Kedepan atlet panah kita diharapkan dapat menyumbang emas di olimpiade,” ujar Muh. Arfan
Sekretaris Umum, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provnsi Sulawesi Tenggara, Muh. Arfan
Ia menyebut Kejurda panahan yang diadakan Perpani Bombana saat ini sudah viral, bahkan kompetisi yang dibuka bagi atlet panah secara umum ini sudah menjadi perhatian khalayak pecinta olahraga panahan dunia.
“Untuk diketahui saat ini, Kejuaraan Panahan di Kabupaten Bombana dapat dipantau oleh Dunia. Kegiatan ini berada diurutan ke lima dibawah Swedia,” beber Muh. Arfan
Ditempat yang sama, Pj. Bupati Bombana, H. Burhanuddin mengapresiasi kegiatan Kejurda panahan oleh Perpani Bombana dibawah kepemimpinan Makmur Darwis sebagai Ketua, ia berharap para atlet untuk terus menampilkan yang terbaik dalam upaya mendorong kemajuan olahraga warisan budaya dunia di wilayah itu.
“Mulai dari sekarang sampai seterusnya, terus melakukan pembinaan dan melahirkan atlet-atlet panah untuk berkiprah dikancah nasional bahkan internasional,” tegas Burhanuddin.
Pj. Bupati Bombana, H. Burhanuddin saat membuka kegiatan
Ia berharap agar kompetisi Panahan Bupati Archery Cup Tahun 2023 ini selain menjadi hiburan bagi masyarakat, juga dapat menjadi stimulus perputaran ekonomi masyarakat khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah setempat.
Sementara itu, Ketua Perpani Kabupaten Bombana, Makmur Darwis menjelaskan bahwa pelaksanaan kejurda panahan ini dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia 17 Agustus 2023. Selain itu kegitana ini merupakan upaya dalam mendukung kemajuan olahraga panahan di Indonesia lebih khusus di Bombana.
Ketua Perpani Bombana, makmur Darwis (Depan Tengah) saat memantau persiapan pembukaan kegiatan
Selain itu, yang tidak kalah penting dari diselenggarakanya kegiatan ini adalah untuk mengembangkan prestasi para pemanah ke jenjang yang lebih tinggi, menciptakan pemanah yang berjiwa sportif, terampil, tanggung jawab, dan memiliki displin tinggi.
“Selain itu kita berharap ajang ini selain untuk meraih prestasi juga untuk memupuk silaturahmi sesama atlit panah,” Singkat ASN yang juga Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bombana itu.
Untuk diketahui, Kejurda panahan yang digelar perdana di Kabupaten Bombana ini membuka sejumlah kategori lomba diantaranya : Recurve Putra 70 meter; Compound Putra/Putri 50 meter; Horsebow U-9 Putra/Putri 10 meter; Standar Bow U-12 Putra/Putri 20 meter; Standar Bow U-15 Putra/Putri 30 meter; Standar Bow U-18 Putra/Putri 40 meter; Barebow Putra 50 meter serta Horsebow Putra/Putri 50 Meter. (*IH)
Konawe Utara Wakili Wilayah Indonesia Tengah Launching Kampung Moderasi Beragama
Wanggudu, SultraNET. | Untuk menselaraskan kehidupan antar umat beragama di Bumi Oheo, Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara (Konut) berkolaborasi dengan Kanwil Kemenag provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama yang dilanjutkan dengan Launching Kampung Moderasi Beragama, yang diselenggarakan di Aula Hotel Oheo. Rabu (26/07/2023)
Untuk diketahui bahwa Kabupaten Konawe Utara ditunjuk sebagai Kabupaten perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Indonesia Tengah untuk mengikuti Launching Kampung Moderasi Beragama secara daring bersama 2 Provinsi lainnya yaitu Provinsi Jawa Timur sebagai perwakilan Indonesia Barat dan Provinsi Papua Barat sebagi perwakilan Indonesia Timur, yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama.
Untuk mengikuti program ini, Kabupaten Konawe Utara telah menyiapkan 2 Desa di wilayahnya yaitu Desa Pariama Kecamatan Langgikima dan Dese Wacumelewe Kecamatan Wiwirano.
Suasana Kegiatan Launching Kampung Moderasi Beragama di Konut
H. Ruksamin selaku pimpinan tertinggi di Konut dalam penyampaiannya mengungkapkan bahwa kampung moderasi beragama merupakan tempat yang sesuai untuk mewujudkan umat beragama sebagai bagian dari kemanusiaan.
”Mengutip perkataan salah satu sahabat Nabi yaitu Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa yang bukan saudaramu seiman (seagama), adalah saudaramu dalam kemanusiaan. Untuk itu, kampung moderasi beragama ini merupakan tempat untuk menghilangkan sekat-sekat antar manusia, baik itu suku, agama, maupun ras. Keberagaman bukan menjadi penghalang untuk kita bisa hidup rukun dan aman.” ungkap H. Ruksamin.
Bupati Konut 2 Periode itu berharap praktek moderasi dalam beragama dan pemahaman yang benar atas praktek keagamaan dapat menjadi tameng dalam menghalau akses-akses negativ yang mengancam keutuhan NKRI dan menghalau dampak negativ dari globalisasi dan modernisasi yang dapat mengganggu kerukunan umat beragama yang selama ini telah di bina.
Kakanwil Kemenag Sultra H. M. Saleh sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Pemda Konawe Utara dalam mensukseskan salah satu program prioritas pemerintah dalam penguatan moderasi beragama.
Pantauan awak media, hadir dalam acara itu Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng., Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Kakanwil Kemenag Sultra H. Muhammad Saleh, S.Ag., M.Pd.I., Forkopimda, Asisten/Staf Ahli, Kepala OPD, para Tokoh Agama, serta para Penyuluh Agama se-Kabupaten Konawe Utara. (S)
Wanggudu, SultraNET. | Dalam pembangunan suatu wilayah, tentunya memerlukan gagasan dan kerjasama dari berbagai pihak. Untuk itu pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara meresmikan Gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang terletak di Desa Wunduhaka, Kecamatan Andowia. Rabu (26/07/2023)
Bupati Konut Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng. dan Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. M. Saleh, S.Ag.,M.Pd.I. terlihat bersama-sama menandatangani plakat peresmian Gedung FKUB, yang didampingi oleh Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Forkopimdanserta para tokoh lintas agama.
Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng. saat meresmikan Gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
Usai penandatanganan, H. Ruksamin menyampaikan bahwa gedung ini di bangun untuk para tokoh lintas agama berkumpul menyatukan gagasan untuk persatuan serta menjaga keseimbangan antara pemeluk agama sebagai warga negara.
”Melalui pembangunan gedung ini, saya mengajak kepada seluruh tokoh lintas agama untuk ikut serta.berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ciptakan ide dan gagasan kreativ untuk bersama-sama mewujudkan Konawe Utara yang Lebih Sejahtera dan Berdaya Saing, mari bersama-sama menjadikan agama sebagai sumber moralitas.” ungkap H. Ruksamin.
Selaku Bupati, H. Ruksamin juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mendukung dan menyiapkan segala fasilitas pendukung dalam upaya penguatan moderasi beragama.
Disamping itu, Kepala Kanwil kemenag Sultra H. M. Saleh mengungkapkan bahwa Gedung FKUB yang di bangun di Konawe Utara merupakan satu-satunya gedung yang ada dari seluruh Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tenggara.
”Saya mengapresiasi penuh atas langkah-langkah yang telah diambil oleh Bupati Konut H. Ruksamin untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama. Saya sebagai Kakanwil Kemenag Sultra baru melihat di Konawe Utara yang mana Pemimpin Daerah membangun sekertariat untuk para tokoh lintas agama. Hal ini saya tidak temukan di daerah lain di Sulawesi Tenggara.” jelas H. M. Saleh. (S)
Bupati Ruksamin Tandatangani PKS Pemanfaatan Sertifikat Elektronik dengan BSSN-RI
Wanggu, SultraNET. | Sebagai wujud nyata Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dalam mendukung perkembangan digitalisasi guna meningkatkan birokrasi, Pemkab. Konawe Utara (Konut) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Konawe Utara bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), di Aula Mayjen TNI (Purn.) dr. Roebiono Kertopati BSSN. Selasa (25/07/2023)
Kerja sama guna melegalkan Tanda Tangan Elektronik (TTE) ini meliputi Penyediaan infrastruktur teknologi informasi yang mendukung penerapan Sertifikat Elektronik pada layanan pemerintah, penerbitan sertifikat elektronik, pemanfaatan sertifikat elektronik dalam sistem elektronik pada masing-masing instansi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam pemanfaatan Sertifikat Elektronik.
Perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh 19 (Sembilan Belas) Pemerintah Daerah.
Bupati Konut, H.Ruksamin saat menghadiri kegiatan Penandatanganan PKS dengan BSSN
Dalam sambutanya, Sekretaris Utama BSSN YB Susilo Wibowo menjelaskan transformasi digital dalam institusi pemerintah merupakan sebuah keharusan. Hal ini merupakan amanat yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), di mana transformasi digital bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan tepercaya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang diberikan oleh Bupati Konawe Utara, mewakili pemerintah daerah yang melakukan PKS hari ini, menyampaikan kesan dan Pesannya menyampaikan bahwa Pada era digitalisasi, penggunaan tanda tangan digital ini sangat membantu karena menghemat waktu karena proses penandatanganan dapat dilakukan dari manapun dan kapanpun tanpa harus melibatkan kertas dan tinta. Proses yang jauh lebih mudah dan praktis ini sangat berguna bagi kami di Pemda dalam memberikan layanan yang terbaik, cepat, akuntabel.
“Saya berharap usai dilaksanakanya PKS ini dapat segera di aplikasikan di kabupaten masing-masing dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk segera di implementasikan kedalam aplikasi-aplikasi yang ada di Pemerintahan Daerah,” tegas H.Ruksamin.
Nampak hadir saat penandatanganan kerja sama itu, Kepala BSrE Jonathan Gerhard Tarigan, Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mitra Perjanjian Kerja Sama, serta Pejabat di lingkungan Badan Siber dan Sandi Negara. (S)
Konawe Utara Sukses Raih Predikat Kota Layak Anak Predikat Pratama
Kendari, SultraNET. | Pada malam penganugerahan Kabupaten dan Kota Layak Anak yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk pertama kalinya Kabupaten Konawe Utara (Konut) berhasil mendapatkan predikat sebagai Kota Layak Anak Predikat Pratama dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,Gusti Ayu Bintang Puspayoga. Sabtu (22/7/2023)
Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng, di dampingi oleh Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Ketua DPRD Konawe Utara Ikbar, SH, Ketua TP-PKK Kab. Konawe Utara Hj. Nur Ponira Ruksamin, Sekertaris Daerah Drs. H. M. Kasim Pagala, M.Si, dan Kepala Dinas PPPA Konawe Utara Hj. Sarlina Abuhaera bersama-sama mengikuti rangkaian acara malam penganugerahan melalui aplikasi zoom meeting di aula Hotel Plaza Inn, Kendari.
Seusai acara, Bupati Konawe Utara H. Ruksamin menjelaskan predikat yang dicapai oleh Kabupaten Konawe Utara tidak luput dari usaha.dan kerjasama yang dikoordinasikan oleh Dinas PPPA selaku Perangkat Daerah yang menangani masalah anak.
Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng mengatakan untuk mewujudkan Konawe Utara layak anak, Pemerintah Daerah sudah menyiapkan regulasi berupa Perda tentang Kabupaten Layak Anak yang menjamin terpenuhnya hak-hak atas anak.
“Termasuk fasilitas- fasilitas yang mendukung terpenuhinya hak atas anak, kami sudah siapkan mulai dari sekolah, Puskesmas, Desa, Kecamatan, sampai OPD lingkup Pemda.” ungkap H. Ruksamin.
Bupati Ruksamin saat mengikuti rangkaian acara malam penganugerahan melalui aplikasi zoom meeting
Bupati Konut 2 periode itu menambahkan bahwa predikat yang di raih hari ini merupakan langkah awal untuk terus menciptakan inovasi untuk menjadikan Konawe Utara Layak Anak, menciptakan generasi yang berkualitas, anak-anak Konawe Utara tidak hanya akan dijadikan objek pembangunan, tetapi juga akan menjadi subjek pembangunan.
Disamping itu, Hj. Sarlina selaku Kepala Dinas PPPA menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai macam indikator untuk dapat mengikuti penilaian Kab/Kota Layak ini, dimana yang menjadi tim penilai bukan hanya dari Provinsi maupun Pusat, tetapi juga melibatkan tim independent yang berkompeten untuk Kabupaten dapat dianugerahi predikat Kabupaten Layak Anak.
“Alhamdulillah kita bisa meraih predikat Kabupaten Layak Anak kategori Pratama. Yang jelas untuk kedepan kita akan berbenah bersama dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menciptakan Daerah Ramah Anak, sehingga tercipta generasi Konawe Utara yang berkualitas, unggul, sejahtera, dan berdaya saing.” ungkap Hj. Sarlina.
Setelah mendapatkan gelar Pratama, Kabupaten Konawe Utara diharapakan bisa mendapatkan gelar madya bahkan utama. Untuk itu Dinas PPPA yang dikepalai oleh Ibu Hj. Sarlina akan terus berkoordinasi, dokumen-dokumen yang diperlukan akan dipenuhi, diperbaiki, dan disempurnakan untuk memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak di Kabupaten Konawe Utara (S)
Wujudkan Konasara Budaya Membaca, Pemkab Konut Gelar Talk Show Literasi
Wanggudu, SultraNET. | Minat baca masyarakat yang kian hari belum dapat menunjukan kenaikan yang signifikan menjadikan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara menggelar kegiatan Talk Show Literasi, dengan mengusung tema “Kolaborasi dan Bersinergi untuk Penguatan Literasi Masyarakat Melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial”. Jum’at (21/07/2023)
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Konawe Utara ini dihadiri langsung oleh Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN.Eng, sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Juga terlihat menghadiri kegiatan Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Ketua DPRD Prov. SULTRA, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Prov. SULTRA, Para Staf Ahli, Asisten Setda dan Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, serta Para Dewan Juri dan Peserta Kegiatan Road Show Literasi 2023.
Perpustakaan yang merupakan salah satu institusi layanan publik, melalui kegiatan ini bertujuan untuk memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan, dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN.Eng saat menghadiri Talk Show Literasi
Melalui sambutannya, H. Ruksamin menyampaikan bahwa masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh layanan, memanfaatkan, dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan baik untuk mereka yang berada di daerah terpencil, terisolir, atau terbelakang sebagai akibat faktor geografis begitu pula masyarakat yang cacat atau kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan sosial berhak memperoleh layanan perpustakaan sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan masing-masing.
”Kami Pemerintah Daerah sangat mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Perpustakaan Nasional dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial sejak tahun 2016, dan Kabupaten Konawe Utara telah menjadi mitra, baik itu Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Konawe Utara hingga Perpustakaan Desanya.” ungkap H. Ruksamin.
H. Ruksamin sebagai pimpinan tertinggi di Kab. Konawe Utara menyadari sepenuhnya bahwa Paradigma perpustakaan saat ini telah berubah dari hanya sekedar tempat menyimpan buku atau menjadi gudang buku tetapi telah bertransformasi atau berubah menjadi 70% fungsinya adalah melakukan transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat, 20 % berfungsi sebagai manajemen ilmu pengetahuan, dan 10% adalah manajemen koleksi, sebuah perubahan yang menuntut kesiapan khususnya bagi insan-insan perpustakaan dan pegiat literasi.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara juga ikut bertransformasi khususnya dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah, yang tidak lagi semata-mata fokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, tetapi arah pembangunan mengarah pada atau fokus pada kondisi saat ini yaitu penanganan stunting, inflasi dan kemiskinan ekstrem.
H. Ruksamin juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa upaya penciptaan nilai tambah daerah melalui pengembangan industri dari pengelolaan sektor – sektor unggulan daerah diantaranya Pertambangan, Perkebunan, Pariwisata, Pertanian dalam arti luas, harus mendapat prioritas dengan tetap mengedepankan pemerataan dan pertumbuhan yang berkualitas dalam upaya mewujudkan percepatan kesejahteraan masyarakat Konawe Utara, sesuai dengan visi Kabupaten Konawe Utara Yang Lebih Sejahtera dan Beradaya Saing (KONASARA).
”Dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia, budaya literasi perlu menjadi fondasi yang kokoh untuk mewujudkan masyarakat berkualitas dan sejahtera. Literasi adalah bentuk cognitive skill atau memampukan manusia untuk mengidentifikasi, mengerti, memahami, dan mencipta yang diperoleh dari kegiatan membaca yang kemudian ditransformasikan dalam kegiatan-kegiatan yang produktif yang memberikan manfaat sosial, ekonomi dan kesejahteraan.” tegas H. Ruksamin.
Pengukuran budaya literasi diukur dalam tiga dimensi, yaitu : Persentase penduduk yang membaca selain kitab suci dengan nilai, Persentase Penduduk yang mengakses internet, Persentase penduduk yang mengunjungi perpustakaan/memanfaatkan taman baca. Walaupun secara nasional Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat Indonesia tahun 2022 sebesar 63,90 tergolong tinggi, tetapi secara regional Sulawesi Tenggara masih berada diluar 10 besar. Hal ini menjadi pemicu bagi Pemerintah Daerah Kab. Konawe Utara untuk berbenah untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan peningkatan minat baca masyarakat (S)
Bupati H.Ruksamin Pimpin langsung Penyusunan Naskah Akademik Raperda Pajak dan Retribusi Daerah
MANFAATKAN SUMBER DAYA ALAM UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT, H. RUKSAMIN PIMPIN PENYUSUNAN NASKAH AKADEMIK RAPERDA TENTANG PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH
Kendari, SultraNET. | Kabupaten Konawe Utara (Konut) memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar untuk dikelola dan di optimalkan sebagai sumber pendapatan asli daerah. Untuk itu, Pemerintah Daerah menggelar Seminar Akhir Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Kabupaten Konawe Utara Tahun 2023, di Aula Hotel Plaza Inn Kendari. Kamis (20/07/2023)
Pertemun hari ini dihadiri langsung oleh Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng, sekaligus membuka secara resmi Seminar Akhir Penyusunan Naskah Akademik ini.
Nampak hadir dalam pertemuan Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Kepala Kantor Kementerian Hukum Dan HAM Provinsi Sulawesi Tenggara, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Utara, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator Dan Pengawas Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara, Para Camat se-Kabupaten Konawe Utara serta Tokoh Masyarakat.
Kegiatan Penyusunan Naskah Akademik Raperda Pajak dan Retribusi Daerah
Bupati Konawe Utara H. Ruksamin menyadari sepenuhnya tentang pentingnya regulasi berupa peraturan daerah untuk mengelola berbagai macam potensi pajak daerah dan retribusi daerah ini, sehingga dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, H. Ruksamin mengungkapkan seminar akhir yang dilaksanakan hari ini sangat diperlukan untuk menghasilkan output peraturan daerah yang kredibel, sesuai dengan perkembangan dan keadaan masyarakat konawe utara itu sendiri.
”Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan keseriusan, dan kesungguhan Bapak dan Ibu dalam mengikuti seminar akhir ini,” tegas H.Ruksamin.
Ia menyebut, usulan, saran dan masukan dari Tokoh Masyarakat, Perangkat Daerah, Para Camat dan peserta sangat diperlukan guna tersusunnya rancangan peraturan daerah ini, sebagai salah satu upaya dan ikhtiar bersama dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan yaitu Konawe Utara yang Lebih Sejahtera Dan Berdaya Saing” yang SELARAS (Selalu Ada Untuk Rakyat Sulawesi Tenggara).
“Ini semua dalam rangka mewujudkan Sultra Sebagai Pusat Energi Dunia.” ujar Bupati Konut 2 Periode itu.
Di akhir sambutanya, H. Ruksamin mengharapkan kepada para peserta agar sudah dapat merampungkan dan melengkapi bahan analisisnya. Seminar akhir ini merupakan langkah selanjutnya setelah seminar awal yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, dengan maksud untuk lebih memperdalam dan menyamakan persepsi dalam Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Kabupaten Konawe Utara.
“Sehingga melahirkan kesimpulan atau solusi yang lebih komprehensip,” tandasnya
Irban Wil I Bombana Umumkan Pemeriksaan Intensif, Tegaskan Fokus pada Transparansi dan Akuntabilitas
Bombana, SultraNET. | Inspektur Pembantu Wilayah I mengumumkan pemeriksaan intensif yang berlangsung mulai 18 Juli 2022 hingga 31 Juli 2023 di wilayah Irban Wilayah I Bombana. Melibatkan 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Disdukcapil, DPM-PTSP, Dinas PUPR, Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, dan Dinas Wispora, pemeriksaan ini bertujuan mengevaluasi Laporan Kepegawaian, Pertanggungjawaban Keuangan, Pengadaan Barang/Aset, dan Penerimaan PAD tahun Anggaran 2022.
Muslihin, S.P., Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, Selasa (18/07/2023) menegaskan bahwa pengawasan ini bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan langkah untuk memahami secara mendalam proses pemeriksaan di lapangan.
“Semua kami libatkan dalam pengawasan ini. Ini adalah perhatian besar bagi kita semua,” ungkapnya
Pengawasan ini merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2009 yang mengatur tata cara pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
Muh. Herianto Gazali, S.STP., M.A.P, Inspektur Pembantu Wilayah I menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas tahunan untuk mengevaluasi pengelolaan keuangan daerah, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Yheri Sapaan akrab Irban 1 menekankan pentingnya kesiapan dokumen bagi OPD yang diperiksa guna kelancaran proses pemeriksaan.
“Pemeriksaan ini merupakan penyesuaian dengan aturan yang berlaku serta memberikan pembinaan dan pengawasan pada objek pemeriksaan yang dilakukan,” tambahnya dalam keterangannya kepada media.
Pemeriksaan ini menjadi fokus utama untuk memberikan bimbingan serta mengawasi proses yang sedang diperiksa, menekankan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan melibatkan seluruh OPD, langkah ini menandakan komitmen Kabupaten Bombana dalam menjaga integritas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan daerah. (Adv)