Kelompok Tani Success Together Cetak Prestasi Kakao di Mataiwoi

Kolaka Utara, sultranet. com – Sabtu (4/11/2023) – Penjabat Bupati Kolaka Utara mengunjungi Desa Mataiwoi untuk meninjau secara langsung pencapaian inovatif Kelompok Tani Success Together dalam mengembangkan budidaya kakao dengan sumber daya terbatas. Kunjungan ini sekaligus menggarisbawahi pentingnya penguasaan sektor hulu dan hilir serta pemasaran dalam industri kakao sebagai langkah strategis peningkatan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Dalam kunjungan yang dilaksanakan di tengah hamparan lahan pertanian seluas 3 hektar, pejabat daerah menyaksikan secara nyata metode pengolahan kakao yang mengandalkan inovasi sederhana. Dengan penggunaan teknologi terbatas, kelompok tani mampu menghasilkan 1.000 kg kakao per minggu atau sekitar 1,3 ton per bulan. Mengingat harga rata-rata Rp20.000 per kilogram, pendapatan petani mencapai Rp26 juta setiap bulannya, yang jika dihitung selama setahun, berpotensi menghasilkan sekitar Rp312 juta. Pencapaian ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa kreativitas dan kerja keras dapat mengoptimalkan potensi pertanian meski dengan dana yang terbatas.

Kelompok tani di Mataiwoi menerapkan metode inovatif seperti penggunaan insektisida dalam botol sebagai upaya sederhana mengusir hama pengganggu tanaman. Selain itu, mereka juga merancang sistem pembungkusan buah kakao secara cermat untuk menjaga kualitas dan nilai jual produk. Teknik-teknik sederhana tersebut telah membantu petani memaksimalkan hasil panen serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas, baik di pasar lokal maupun regional.

Penjabat Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pengelolaan hulu dan hilir dalam rantai produksi kakao. Upaya kolaboratif antara petani dan pihak pembeli diharapkan dapat menciptakan stabilitas harga, meningkatkan daya saing, dan memastikan kesinambungan industri kakao di Kolaka Utara. Selain itu, pejabat daerah juga mendorong agar sektor pertanian semakin diminati oleh generasi muda melalui dukungan pendidikan dan pelatihan pertanian. Langkah ini dianggap penting untuk membangun regenerasi petani yang mampu melanjutkan tradisi serta menerapkan inovasi di masa mendatang.

Penjabat Bupati pun mengajak agar model kerja Kelompok Tani Success Together di Mataiwoi dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. “Kita perlu mengembalikan semangat gotong royong yang dulu menjadi kunci sukses dalam pertanian. Dengan sistem kerja bersama, potensi pertanian di setiap daerah bisa dikembangkan secara maksimal,” jelasnya dalam penjelasan singkat mengenai pentingnya kolaborasi antarwarga dalam mengelola sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Success Together, Syamsuddin S.Ip, mengungkapkan bahwa lokasi di Mataiwoi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran pengolahan kakao. Ia menambahkan bahwa kelompoknya membuka pintu bagi masyarakat Kolaka Utara yang ingin mendalami teknik budidaya kakao dengan metode yang telah terbukti efektif. Syamsuddin juga mengakui bahwa kendala sarana pendukung masih menjadi tantangan, terutama terkait ketersediaan pupuk yang sulit diperoleh tanpa persyaratan administrasi seperti kartu keluarga (KK) dan keanggotaan resmi dalam kelompok tani. Ia juga menyebutkan kebutuhan akan mesin pencacah organik untuk menghasilkan pupuk berkualitas sebagai salah satu prioritas peningkatan fasilitas.

Wakil Ketua DPRD Kolaka Utara, Agusdin S.Kom, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif kelompok tani tersebut. Ia menilai bahwa semangat gotong royong yang kini kembali tumbuh di antara petani adalah modal utama untuk merevitalisasi sektor pertanian. “Mereka yang tergabung dalam kelompok ini menjadi virus ke desa-desa lainnya, agar bisa mengadopsi sistem Success Together. Semangat gotong royong yang mereka tunjukkan adalah kunci untuk kesuksesan,” ujarnya dengan penuh semangat.

“Jika saya melihat hasil dari perkebunan masyarakat di lahan seluas 3 hektar yang mampu menghasilkan 1.000 kg per minggu, atau sekitar 1,3 ton per bulan, dengan harga rata-rata Rp20.000 per kilogram, maka pendapatan petani mencapai Rp26 juta per bulan. Dalam setahun, pendapatan tersebut mencapai sekitar Rp312 juta. Ini adalah pencapaian luar biasa,” ungkap Penjabat Bupati dengan antusias.

“Lokasi di Mataiwoi telah menjadi tempat belajar pengolahan kakao dengan teknologi yang telah terbukti. Kami terbuka untuk masyarakat yang ingin mempelajari pengembangan kakao, meskipun kami menghadapi kendala pada sarana pendukung seperti pupuk dan mesin pencacah organik,” tutur Syamsuddin S.Ip dengan penuh keyakinan.

“Mereka yang tergabung dalam kelompok ini menjadi virus ke desa-desa lainnya, agar bisa mengadopsi sistem Success Together. Semangat gotong royong yang mereka tunjukkan adalah kunci untuk kesuksesan,” tambah Agusdin S.Kom, menekankan pentingnya tradisi kerja bersama yang telah lama menjadi kekuatan dalam pertanian.

Kunjungan ke Desa Mataiwoi ini tidak hanya menginspirasi para petani untuk terus berinovasi dalam menghadapi keterbatasan sumber daya, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk belajar dan mengadopsi model pertanian yang berkelanjutan. Di tengah tantangan global dalam sektor pertanian, inisiatif seperti yang dilakukan Kelompok Tani Success Together di Mataiwoi menjadi harapan baru bagi peningkatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya yang ada secara optimal. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus mendukung inisiatif serupa, sehingga semangat gotong royong dan inovasi dalam pertanian dapat menyebar ke seluruh pelosok Kolaka Utara.

Kelompok tani ini telah membuktikan bahwa dengan inovasi sederhana dan kerja keras, keterbatasan dana bukanlah penghalang untuk mencapai hasil yang maksimal. Keberhasilan mereka menjadi contoh bahwa pertanian modern tidak selalu bergantung pada teknologi canggih, melainkan juga pada semangat, kreativitas, dan kerja sama yang solid antarwarga.




BKPSDM Bombana Gelar Workshop Penyusunan SKP

Rumbia, SultraNET. | Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana, menggelar Workshop Penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP), yang diikuti Kepala Sub Bagian Umum perwakilan masing -masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, Kepala UPTD dan Sekolah lingkup Pemkab Bombana. Kegiatan tersebut dibuka oleh Pj. Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin,M.Si, di Aula Tanduale Sekretariat Daerah, Jumat (03/02/2023).

Pj. Bupati Bombana Ir.H.Burhanuddin,M.Si dalam sambutannya berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan Sosialisasi dengan baik sehingga dapat menambah pemahaman dalam menyusun SKP sesuai dengan PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN. Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus banyak belajar tentang aturan-aturan, karena peraturan perundang-undangan merupakan peraturan tertulis yang memuat norma dan kebijakan dalam melaksanakan kebijakan publik atau pelayanan masyarakat.

Mantan Pj.Bupati Kabupaten Konawe Kepulauan itu menyebut, sebagai seorang ASN dituntut harus rajin dan disiplin, kemudian dituntut harus mempunyai integritas, karena ASN memiliki banyak tugas sedangkan dari segi penghasilan relatif kurang.

“Sehingga sangat rentan untuk gampang dipengaruhi. Kalau kita tidak punya integritas yang tinggi maka kita menjadi orang yang labil dan gampang dipengaruhi oleh orang yang kita layani karena ASN itu adalah pelayan masyarakat,” ujar Burhanuddin

Kegiatan Workshop Penyusunan SKP
Kegiatan Workshop Penyusunan SKP

Menurut Burhanuddin, ada 2 hal yang wajib dilakukan oleh ASN, yang pertama ASN harus sabar, sabar dalam artian karena gaji dan penghasilan lain dari pada ASN sudah diukur dan dibayarkan sesuai ketentuan dan menjadikan ASN sebagai profesi untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, dan yang kedua  sebagai ASN harus memiliki integritas dan loyalitas yang tinggi.

“Jadi ASN tidak membutuhkan orang pintar tapi malas, orang cerdas tapi tidak disiplin, namun yang kita butuhkan adalah ASN yang memiliki kinerja yang bagus, integritas dan loyalitas yang tinggi,” jelasnya

Di tempat yang sama, Plt. Kepala BKPSDM Bombana, dr. Sunandar berkeinginan agar ASN yang mengikuti kegiatan ini bisa lebih disiplin dan profesional dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keahlian dalam menyusun SKP di lingkungan tempat kerjanya.

“Dengan diadakan sosialisasi ini diharapkan ada persamaan persepsi serta keterampilan dalam penyusunan SKP dan Penilaian PNS, meningkatkan kemampuan pegawai dalam penyusunan SKP dan penilaian kinerja, serta membantu meningkatkan akuntabilitas dan kedisiplinan PNS,” singkat Sunandar.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Bombana Drs. Man Arfa, M.Si, Plt. Kepala BKPSDM dr. Sunandar. A. Rahim, M.M.Kes, Kepala Kanreg IV BKN Makassar Ir. Agus Sutiadi, M.Si, Analis SDM Aparatur Ahli Muda Kanreg IV BKN Makassar, Sulbahri, S.Sos., MM  dan seluruh pimpinan OPD lingkup Pemkab Bombana. (Adv)




Berhasil Rehabilitasi 538 Hektar DAS di Bombana, Dishut Sultra Apresiasi PT. TMS

SultraNET. – Bombana | Komitmen PT.Tonia Mitra Sejahtera (TMS) sebagai salah satu perusahaan tambang nikel yang sudah mulai menambang sejak tahun 2019 di pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara, untuk menjalankan operasi tambang yang berkelanjutan kembali di buktikan dengan melakukan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 538 hektar berlokasi di DAS Poleang dan Bambaea yang termasuk ke dalam Kecamatan Poleang Timur dan Poleang Utara.

CEO PT. Tonia Mitra Sejahtera, Syam Alif menjelaskan Rehabilitasi DAS ini merupakan kewajiban perusahaan selaku pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dengan tujuan memberikan dampak baik ke lingkungan tetapi juga sekaligus dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat terutama di sektor ekonomi.

“Program ini sudah berjalan selama 3 tahun sejak 2019 masa penanaman sampai 2021 dengan hasil evaluasi yang memuaskan, selain itu upaya ini juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia,” Jelas nya. Rabu (05/04/2023)

Lebih lanjut Syam Alif menambahkan Sebagai bentuk upaya membangun strategi dan kebijakan bisnis yang berpegang pada bisnis berkelanjutan, PT.TMS terus melakukan kerjasama kemitraan dengan masyarakat sipil dan pemerintah setempat sehingga industri pertambangan yang dijalankan memiliki dampak positif terhadap masyarakat, lingkungan alam sekitar, perubahan iklim, dan modal sosial negara.

“PT. TMS juga menyadari bahwa DAS berperan penting dalam terbentuknya ekosistem vegetasi, tanah, air dan manusia” tambahnya.

Plt.Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, Sahid menyampaikan bahwa pemerintah memberikan dukungan kepada perusahaan tambang yang telah melaksanakan kewajibannya dengan melakukan rehabilitasi DAS ini,

“Belum semua perusahaan berhasil melaksanakan kewajibannya oleh karena itu kami memberikan apresiasi kepada PT Tonia Mitra Sejahtera yang sudah sangat bagus kegiatan rehabilitasi DAS nya dan sudah dievaluasi dengan hasil yang memuaskan,” singkatnya.




Defrico Audy Klarifikasi Penggunaan Kepala Kuda sebagai Motif Khas Bombana

Bombana, SultraNET. | Seniman sekaligus fashion designer Defrico Audy memberikan klarifikasi terkait penggunaan motif Kepala kuda pada fashion khas Bombana yang ia desain dan ditampilkan pada ivent promosi fashion show berskala Internasional. Senin (3/4/2023)

Pada saat menyampaikan klarifikasinya, ia mengaku sangat senang dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bombana terutama terhadap Ketua Dekranasda Hj.Fatmawati Kasim Marewa yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi untuk mengangkat Wastra Bombana ke ajang International.

Fashion designer kelahiran 10 Desember 1975 itu menyebut, pada hari ke 4 gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2023, busana asal Provinsi Sulawesi Tenggara ditampilkan ke hadapan penonton.

Sebanyak 60 karya busana berbahan tenun ditampilakan dengan begitu elegan yang mewakili 6 Kabupaten dimana setiap Kabupaten memiliki motif ciri khas yang berbeda-beda.

Defrico Audy menjelaskan, untuk Kabupaten Bombana yang ia angkat sebagai salah satu motif yang ada pada koleksinya untuk musim Autum 2023, menggunakan perpaduan motif lama Buburi Kalo dan Buburi Tuturica dengan memadupadankan motif Kepala Kuda sebagai motif baru.

“Kenapa muncul kepala kuda dikarenakan Kuda merupakan salah satu hewan yang digunakan untuk transportasi pada zaman dahulu di Bombana, selain itu Bombana juga memiliki hewan khas yaitu Anoa dan Udang yang mungkin suatu saat nanti bisa menjadi salah satu motif yang dapat diangkat menjadi motif wastra Bombana.” Jelasnya.

Desainer yang pernah menjadi Fashion guru pada salah satu acara TV yaitu Dangdut Academy 5 itu menambahkan, bahwa hewan kuda juga memiliki filosofi yang sangat bagus sehingga sebagai seorang desainer ia dapat mempadupadankan motif yang sudah ada dengan motif yang baru.

“Tujuannya agar koleksi busana saya bisa up todate dan mengikuti zaman serta trend masa kini, terlebih motif binatang kuda sebenarnya juga banyak digunakan oleh desaigner luar untuk dijadikan motif pada koleksi mereka seperti koleksi Valentino dan Burrberys.” tandasnya (IS)




BKPSDM Bombana Pastikan Seluruh Proses Seleksi PPPK Transparan

Bombana, SultraNET. | Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Teknis Lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana tahun 2023 telah di laksanakan pada tanggal 28 Maret hingga 30 Maret 2023 bertempat di Hotel Kubah 9 Kendari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana, dr.Sunandar,M.MKes menjamin pelaksanaan seleksi tersebut berlangsung secara transparan dan akuntabel.

“Kita memberikan kesempatan seluas-luasnya pada masyarakat untuk mengisi formasi yang sudah dibuka oleh masing-masing instansi. Masyarakat tidak perlu khawatir, rekrutmen PPPK sudah sangat transparan dan terbuka untuk siapapun,” ujar Sunandar, Jumat (31/3/2023)

Ia mengatakan, PPPK memiliki peran signifikan terhadap reformasi birokrasi sehingga proses perekrutan dilakukan dengan cermat.

“Jadi masing-masing punya peran yang berbeda, tentu saja dengan spesialisasi kompetensi yang mereka punya bisa memperkuat pelaksanaan strategi yang dilakukan oleh instansi pemerintah sehingga program reformasi birokrasi dari segala bidang itu bisa dilaksanakan,” jelasnya

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Bombana itu memastikan tidak ada perbedaan antara seleksi PPPK dengan seleksi CPNS dari segi kualitas.

“Jadi untuk memfasilitasi tes PPPK yang telah kami laksanakan beberapa hari tentu yang digunakan sama persis seperti yang digunakan tes CPNS, akuntabilitas, terkait transparansi kita jamin bahwa ini tidak ada bedanya,” tegas Sunandar.

Peserta sedang melaksanakan Tes
Peserta sedang melaksanakan Tes

Sementara itu, Analis SDM Aparatur Ahli Muda BKPSDM Bombana, Dhany Saputra, S.Kom menyebut total peserta yang mengikuti seleksi PPPK di lingkup Pemkab Bombana sebanyak 543 orang, para peserta memiliki latar belakang dan pengalaman kerja sesuai dengan formasi yang dilamar.

Dari data 543 orang, yang mengikuti seleksi sebanyak 517 orang dan yang tidak hadir sebanyak 26 orang. adapun hasilnya akan di umumkan pada tanggal 9 April sampai dengan 11 April 2023 menunggu hasil dari Panselnas.

“Dengan latar belakang dan pengalaman kerja yang sesuai, harapan kami mereka yang terekrut sudah langsung jadi, hanya tinggal kita poles sedikit sudah bisa running untuk menjalankan tugas-tugasnya,” tandasnya.(ADV)




PT.TMS Raih Penghargaan Kategori Pembayar Pajak Terbesar Sektor Pertambangan

Bombana, SultraNET. | PT. Tonia Mitra Sejahtera sebagai perusahaan tambang nikel yang telah menambang sejak tahun 2019 di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana berhasil meraih dua kategori awards dari Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) dan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kendari atas kontribusinya untuk penerimaan negara melalui pajak.

PT. TMS menerima penghargaan di dua tempat berbeda, pada Senin 20 Maret 2023 lalu yaitu penghargaan atas Kontribusi Membayar PPh dan PPN di Kantor Wilayah Direktoral Jendral Pajak Sulselbartra dan Pembayar Pajak Terbesar Sektor Pertambangan dan penghargaan atas Penggalian Sub Kategori Pemegang IUP Setoran Terbesar dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kendari.

Krisna Puja Baskara selaku Komisaris PT. TMS menjelaskan, Apresiasi dari pemerintah ini telah menjadi tonggak pencapaian bagi perusahaan dan merupakan bukti nyata perwujudan komitmen PT. TMS untuk menjadi pemimpin dan menjadi mitra strategis di sektor pertambangan nikel.

“PT. TMS berkomitmen terus menciptakan nilai bagi kemajuan industri dan kesejahteraan mitra terkait melalui operasi tambang yang berkelanjutan.” ujar Krisna Puja Baskara. Selasa (28/3/2023)

Muhammad Yusrie Abas, selaku Kepala KPP Pratama Kendari menyerahkan penghargaan kepada Fitri  Anita Hamid selaku Finance perwakilan PT.TMS
Muhammad Yusrie Abas, selaku Kepala KPP Pratama Kendari menyerahkan penghargaan kepada Fitri Anita Hamid selaku Finance perwakilan PT.TMS

Ia menyebut Indonesia merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia, logam mulia yang sangat penting untuk kelangsungan hidup masyarakat dan kemajuan perindustrian negara. Inilah yang menjadikan PT. TMS terus memastikan untuk menjalankan kegiatan operasi tambang yang mengikuti peraturan yang berlaku, berstandar tinggi, dan sekaligus memaksimalkan nilai komoditasnya.

“Penghargaan ini juga membuktikan bahwa naik turunnya harga komoditas nikel di pasaran, tidak mengurangi kepatuhan PT. TMS untuk tetap melakukan setoran pajak dan retribusi,” tegasnya

Kepatuhan perusahaan dalam mengolah sumber daya alam diharapkan dapat terus berkontribusi bagi pembangunan negeri.

“Oleh karena itu dukungan, kemitraan, dan apresiasi pemerintah sangatlah penting untuk membantu kami mewujudkan visi misi kami,” tutup Krisna. (IS)




Pj.Bupati Bombana Perkenalkan Produk dan Budaya Bombana ke AS

Bombana, HarapanSultra.COM | Pemerintah Kabupaten Bombana  Sulawesi Tenggara (Sultra) membantah dan mengklarifikasi pemberitaan tentang  Pj.Bupati Ir.H.Burhanuddin dan istri yang dituding pelesiran ke Amerika Serikat (AS).  Kunjungan ke AS itu mambawa misi memperkenalkan produk dan budaya Bombana.

Atas pemberitaan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Bombana meluruskan bahwa kunjungan ke New York AS merupakan perjalanan dinas pemerintah dan Dekranasda Bombana untuk mengenalkan lebih luas kekayaan produk olahan kain  dan motif khas Bombana ke dunia internasional.

“Kunjungan ke New York AS itu adalah perjalanan dinas dengan misi pengenalan, pengembangan dan pemasaran produk lokal dan budaya Bombana yang makin diminati di luar negeri.,” Ujarnya

Dalam kunjungan itu, Pj Bupati mengikutkan Ketua Dekranasda Bombana yang juga Istri Pj. Bupati Bombana, yaitu Ibu Hj.Fatmawati Kasim Marewa, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bombana Anisa Sri Prihatin.

Kunjungan itu juga merupakan permohonan dari  Indonesian Fashion and Art Festival (IFAF) yang menjadi event partner New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) dengan menggelar fashion show di AS.

Pemerintah Kabupaten Bombana menilai permintaan IFAF untuk  NYIFW itu adalah moment terbaik menjadikan kain olahan dan motif khas Bombana untuk goes internasional.

“Apalagi ada 12 motif kain olahan Bombana yang telah mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual dari Kemenkum RI,” Bebernya

Dengan pengembangan motif oleh Dekranasda  Kabupaten Bombana yang menjadi kekayaan budaya daerah perlu dilestarikan, dikembangkan dan dipromosikan baik ditingkat, regional, nasional, maupun internasional.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bombana Sofian Baco, dalam klarifikasinya mengatakan,  acara NYIFW itu juga dihadiri Dekranasda Jawa Barat dan Pemerintah-Dekranasda Buton Tengah.

“Jadi kunjungan ke AS bukanlah pelesiran, tapi melakukan misi  promosi produk dan budaya Bombana.  Ini yang kami harus luruskan agar masyarakat tidak salah dalam menerima informasi dari media sosial,” tegas Sofian Baco dalam klarifikasi tertulisnya,  Kamis (24/3/2023).

Dalam kunjungan itu, utusan pemerintah terdiri dari Dekranasda Jawa Barat, Bombana, dan Buton Tengah diterima Konsulat Jenderal RI di New York Bpk Winanto Adi.

Dia juga mengatakan,  bahwa kunjungan ke AS tersebut sudah diketahui dan mendapat persetujuan Gubernur Sulawesi Tanggara H.Ali Mazi SH melalui surat rekomendasi ke Kementerian  Dalam Negeri RI No 098/175 dan Surat Kemendagri No 185.2/1013e/SJ tanggal 30 Januari 2023.

“Pemberitaan yang menyebut Pj. Bupati dan Istri pergi liburan ke Amerika Serikat adalah tidak benar.  Dengan klarifikasi ini diharapkan  tidak mengaburkan fakta sebenarnya, sehingga tidak terjadi lagi persepsi yang berbeda ditengah masyarakat di Kabupaten Bombana,” kata Kadis Kominfo Bombana Sofian Baco.

Dalam pemberitaan yang telah viral di berbagai media online itu,  disebutkan bahwa istri Pj Bupati Bombana, Hj Fatmawati Kasim Marewa S.Sos kerap memamerkan gaya hidup hedonis. Misalnya memakai tas, sepatu dan gaun branded.

Terkait itu, Pj Bupati Bombana Ir.H.Burhanuddin melalui Tenaga Ahli Bupati Bidang Komunikasi Kebijakan Publik Syahrir Lantoni, SE langsung mengklarifikasi.  Menurutnya,  tas, sepatu,  dan segala macam yang bermerek itu adalah asli tapi palsu.

Dikatakan,  barang-barang itu adalah barang Kw 2 atau palsu. Beli di Mall Mangga Dua dengan harga Rp 1,5  sampai 2,5  juta.  Sepatu, tas tangan yang dikenakan Pj. Bupati yang diviralkan akun medsos itu semua beli di Mangga Dua.

“Sayang sekali informasi yang diviralkan adalah tidak benar.  Sumber berita itu mengandung perilaku kebencian dengan membonceng momentum isu pamer harta yang saat ini jadi perhatian publik,” kata Syahrir Lantoni. (*)




Danau Laponu-Ponu Objek Wisata Andalan di Desa Ranokomea Bombana

Bombana, SultraNET. | Dari sekian banyak destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, ada sebuah danau yang menawarkan keindahan dan keeksotisannya yang terletak di Kecamatan Poleang Barat tepatnya di Desa Ranokomea. Alamnya yang cantik nan indah, airnya bening dan segar serta memiliki keunikan tersendiri. Belakangan ini objek wisata tersebut tengah menjadi primadona bagi wisatawan lokal.

Jika sedang berada di Bombana tak ada salahnya Anda mengunjungi sebuah danau yang terletak di Desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat ini. Danau itu bisa menjadi daftar tujuan wisata Anda bersama keluarga saat periode libur akhir pekan. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan Danau Laponu-ponu.

Danau yang terbentuk secara alami ini ini menawarkan banyak aktivitas wisata di dalamnya. Mulai dari bermain air hingga merasakan sensasi ke tengah danau menggunakan perahu. Luas kawasan wisata ini mencapai 1 hektare. Danau ini dikelilingi oleh tanaman dan pepohonan hijau yang menjadi penambah keasriannya.

Untuk penyebutan ‘Ponu’ dibalik nama danau ini merupakan bahasa daerah masyarakat sekitar yang bermakna penyu. Di tempat yang sama, ada sebuah tanjung yang sejak dulu diberi nama Tanjung Ponu-ponu. Sehingga masyarakat lokal setempat memberi nama danau ini dengan sebutan Laponu-ponu

Fasilitas yang di tawarkan untuk penunjang pariwisata di tempat ini ternyata juga cukup memadai mulai dari WC umum, gazebo hingga warung makan. Beberapa tahun terakhir ternyata pemerintah setempat memperhatikan potensi wisata danau ini sehingga rela menggelontorkan anggaran pembangunannya. Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini akan mendapatkan fasilitas umum yang cukup baik.

Penataan kawasan wisata ini cukup cantik dengan perpaduan pohon-pohon kelapa di tengah bangunan revitalisasi fasilitas penopang destinasi.

Selain itu, ada satu keunikan tersendiri yang tidak banyak dimiliki danau-danau di Indonesia yakni keberadaan sebuah pulau di tengah hamparan air tenang tempat ini. Pulau ini tidak begitu luas namun ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa yang cukup banyak. Keberadaan pulau tersebut cukup kontras karena tepat berada di tengah-tengah danau.

Anda bisa menikmati danau ini dengan menyusurinya menggunakan perahu dan rakit yang telah disediakan pengelola.

Kepala Desa Ranokomea, Iskandar Wase mengungkapkan danau ini memang memiliki potensi yang besar jika dikelola dengan baik sebagai kawasan pariwisata di Kabupaten Bombana. Ia pun mengapresiasi langkah Dinas Pariwisata Bombana yang telah membangun kawasan itu untuk dikembangkan dengan baik sebagai kawasan destinasi wisata.

“Alhamdulillah perkembangannya wisatawan banyak datang kalau hari-hari libur. Pemerintah melalui Dinas Pariwisata Bombana sudah membangun tempat ini cukup bagus sejak tahun 2020,” ujarnya.

Awalnya, danau ini sebenarnya sering digunakan oleh masyarakat sekitar untuk memancing ikan air tawar. Ia mengungkapkan danau itu dihidupi ikan-ikan jenis mujair hingga mas sehingga banyak masyarakat selama ini memancing di tempat tersebut. Namun ternyata seiring berjalannya waktu, di tahun 2020 pemerintah setempat melirik potensi wisata Danau Laponu-ponu.

Pembangunan pariwisata terus digenjot untuk melengkapi fasilitas umum dengan membangun puluhan gazebo yang bisa digunakan wisatawan yang berkunjung ke danau ini. Pemerintah juga merapikan dan membuat kawasan ini tertata baik dan indah. Di pinggir danau juga dibangun spot-spot foto yang mirip dengan dermaga-dermaga kecil. Warga setempat juga dibangunkan puluhan warung untuk digunakan menjual makanan.

Kawasan wisata Danau Laponu-ponu ini merupakan tanah milik warga setempat. Sehingga pengelolaannya ada di tangan warga dan pemerintah kabupaten. Sampai saat ini, kawasan wisata ini sudah mulai dibuka oleh umum.

“Memang pembangunan sempat terhenti karena pandemi waktu itu, tapi terus digenjot dan dipercantik lagi tempatnya. Jadi untuk pengelolaannya ini yang punya lahan satu rumpun mereka dan bekerjasama dengan Pemda Bombana,” tandasnya.




Inspektorat Bombana Tingkatkan Profesionalisme Melalui Pelatihan Audit Pengadaan Barang dan Jasa

Bombana, SultraNET. | Inspektorat Kabupaten Bombana mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengawasan dengan terlibat dalam Pendidikan dan Pelatihan Audit Pengadaan Barang dan Jasa yang diselenggarakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Bali, pada 13-17 Maret 2023. Keenam anggota Inspektorat Bombana turut serta bersama 50 peserta lainnya dari berbagai Inspektorat di seluruh Indonesia.

Muhammad Masykur, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjalankan proses audit yang independen, objektif, dan profesional dalam pengadaan barang dan jasa. Pelatihan ini dirancang untuk memastikan para peserta memahami seluruh tahapan proses pengadaan barang/jasa pemerintah dan konsep audit yang relevan.

Pelatihan menyeluruh ini mencakup tiga tahap audit pengadaan barang/jasa, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Sejumlah pengajar ahli seperti Krisno Wandi Siahaan, Ahmad Faiz Burhani, Syaiful Hakim, Gatot Darmasto, dan Agustinus Heri Setiawan memberikan materi terkait pengadaan barang dan jasa, serta teknis komunikasi dalam audit.

Partisipasi aktif Inspektorat Bombana dalam pelatihan ini menandakan komitmen mereka untuk terus meningkatkan kemampuan dalam bidang audit pengadaan barang dan jasa. Langkah ini diharapkan akan berdampak positif pada penguatan sistem pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah mereka. Inspektorat Bombana semakin menunjukkan diri sebagai lembaga yang adaptif dan progresif, siap menghadapi tantangan audit dengan standar profesionalisme yang tinggi. (Adv)




Pj. Bupati Bombana Harap Momentum HUT Satpol-PP, Satlinmas dan Damkar Wujudkan Wilayah Tertib dan Ramah Investasi

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-73 Satpol PP, HUT Ke-61 Satlinmas dan HUT ke-104 Pemadam Kebakaran. Kegiatan tahun ini mengusung tema : “Mewujudkan Wilayah Tertib, Ramah Investasi. Melalui Satpol PP dan Satlinmas serta Pemadam Kebakaran yang Profesional”. Jumat (17/03/2023)

Dalam sambutannya, Pj.Bupati Bombana Ir.H. Burhanuddin menekankan Beberapa hal kepada  Satpol PP, Satlinmas dan Damkar. ia menyebut Satpol PP dan Satlinmas harus dapat mewujudkan Kabupaten Bombana sebagai wilayah yang aman, tentram, tertib, ramah berinvestasi bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung tercapainya target pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi.

Mantan Pj.Bupati Konkep ini juga membeberkan bahwa Personil Damkar dapat menunjukkan kesiapan Pemadam kebakaran dan penyelamatan dalam melayani masyarakat serta untuk mewujudkan perlindungan masyarakat, aset daerah, Fasilitas Publik dari ancaman dan dampak ikutan kebakaran serta penyelamatan kedaruratan non kebakaran lainnya.

“Mewujudkan Kabupaten Bombana sebagai daerah yang aman, tentram, tertib dan teratur sehingga menjadi daya tarik dan kemudahan berusaha bagi investor dan pengusaha lokal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di  Bombana,” ujar Burhanuddin

H.Burhanuddin mengingatkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan agar senantiasa siap untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat dalam situasi bencana apapun dan situasi kedaruratan lainnya, terkhusus dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak Tahun 2024 mendatang.

Kegiatan upacara ditutup dengan beberapa atraksi dari Satpol PP, Satlinmas dan Damkar Kabupaten Bombana.

Pewarta : Muh. Adnan