Upaya Tekan Inflasi, Pemkab Konut Launching “Pak Tani Konasara”

Wanggudu, SultraNET. | Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng. menghadiri acara launching Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Tenggara, sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) dengan terus menguatkan inovasi dan sinergi kebijakan dalam rangka pengendalian inflasi dan respon terhadap tingginya resiko inflasi pangan, Jum’at (11/08/2023).

Dengan mengedepankan sinergi dan inovasi kebijakan yang selaras dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi Daerah, H. Ruksamin sebagai pimpinan tertinggi di Konawe Utara hadir dengan salah satu program unggulan dalam pengendalian inflasi pangan yaitu Program Pengembangan Kebun Pekarangan (P2KP), dan untuk menyesuaikan dengan perkembangan era digital, Pemkab Konut juga hadir dengan Aplikasi Pak Tani KONASARA untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keuntungan pada usaha pertanian.

Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng. (Kanan) saat Melaunching Aplikasi Pak Tani Konasara
Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng. (Kanan) saat Melaunching Aplikasi Pak Tani Konasara

H. Ruksamin menjelaskan bahwa salah satu keuntungan utama dari Inovasi PakTani Konasara adalah penggunaan data dalam pengambilan keputusan. Dengan adanya sistem pengumpulan dan analisis data, para petani dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, memperbaiki kualitas tanaman dan meningkatkan produktivitas.

“Dengan melakukan transformasi digitalisasi PakTani Konasara, dapat membuka peluang baru untuk pengembangan bisnis pertanian,” ujar Ruksamin.

Pria nomor 1 di Konut itu menjelaskan bahwa di wilayah yang di pimpinnya beberapa komoditas pangan mengalami tren peningkatan naik signifikan diantaranya komoditas kacang tanah, kedelai, bawang merah, cabai besar serta cabai rawit.

Produktivitas kacang tanah mencapai 10,5 ton/hektar dengan predikat tertinggi ke-2 se Sultra. Produktivitas kedelai 1,6 ton/hektar, bawang merah 7,5 ton/hektar, cabai besar 17,8 ton/hektar, serta cabai rawit 21,2 ton/hektar.

”Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari keterlibatan seluruh pihak utamanya peran Pemerintah Daerah melalui penyuluh pertanian yang berperan dalam pemberian bantuan bibit, melakukan monitoring, evaluasi, dan pendampingan, serta peran Perusahaan Umum Daerah Konasara dalam pemasaran yaitu pembelian langsung hasil panen petani.” beber H. Ruksamin.

Bersama Pemkab Konawe Utara dengan Aplikasi Pak Tani Konasara, hari ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga melaunching Aplikasi SIPENGHARAPAN dan Kabupaten Muna Barat melaunching Aplikasi LAPA-LAPA, yang keseluruhan bertujuan untuk menekan inflasi pangan. (S)




Dapat Kuota 1.544 PPPK, Bupati Ruksamin : Konut Termasuk Terbanyak di Sultra

Wanggudu, SultraNET. | Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara membuka pendaftaran Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sebanyak 1.544 kuota PPPK dari Badan Keegawaian Nasional (BKN) berhasil didapatkan Pemerintah Kab. Konawe Utara untuk lebih mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Dari 1.544, kuota penerimaan PPPK terbagi menjadi 3, yang terdiri dari 519 Tenaga Guru, 800 Tenaga Kesehatan, dan 225 Tenaga Teknis.

Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng. Selasa (8/8/2023) mengungkapkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan pihaknya untuk mendapatkan kuota penerimaan PPPK Tahun 2023 ini, agar Sumber Daya Manusia yang ada di Konawe Utara dapat terakomodir untuk terlibat langsung dalam pemerintahan dan pembangunan daerah.

Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng.
Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng.

Disamping itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Konawe Utara Moch. Nur Sain mengungkapkan bahwa pihaknya selaku Panitia Seleksi PPPK masih menunggu surat dan petunjuk teknis dari BKN Pusat untuk dapat membuka pendaftaran bagi pelamar PPPK Tahun 2023.

Untuk diketahui bahwa kuota PPPK di Kab. Konawe Utara sebanyak 1.544 merupakan salah satu penerima kuota terbesar yang berhasil didapatkan Pemerintah Daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara




Polsek Lantari Jaya Bombana “Restoratif Justice” Perkelahian Antar Pelajar yang Viral

Bombana, SultraNET. | Polsek Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara bergerak cepat merespon dugaan tindak pidana perkelahian antara oknum pelajar SMA 12 Bombana dengan pelajar SMK 01 Bombana yang berada di wilayah hukumnya dengan melakukan pertemuan mediasi “Restoratif Justice” yang melibatkan berbagai unsur terkait.

Sebagaimana diketahui, sehari sebelumnya yaitu tanggal 1 Agustus 2023 sekitar jam 15.00 wita di Lorong Perkuburan Desa Marga Jaya Kecamatan Rarowatu Utara terjadi perkelahian antar pelajar yang direkam kemudin sempat viral di salah satu flatform media sosial.

Pertemauan “Restoratif Justice” dilakukan di Polsek Lantari Jaya, Selasa (2/8/2023) yang melibatkan siswa yang melakukan perkelahian, para orang tua, pihak guru masing-masing sekolah dan Pemerintah Desa.

Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Prasetyo Nento, SH mengatakan tujuan utama dari pendekatan Restoratif Justice (Keadilan Restoratif) adalah menciptakan keadilan yang lebih holistik, mendamaikan, dan pemulihan yang melibatkan semua pihak yang terlibat dalam suatu kasus dugaan tindak pidana.

“Tujuan dari restorative justice agar tidak terfokus pada aksi balas dendam yang dilakukan oleh para pelajar kedua sekolah, melainkan mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, yang mana sangat penting hal ini menjadi bagian pembelajaran bagi pelajar untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut,” jelas Prasetyo Nento

Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Prasetyo Nento (Ketiga dari Kiri) saat melakukan mediasi “Restoratif Justice”

Mantan KBO Reskrim Polres Bombana itu menjelaskan untuk dugaan tindak pidana yang dilakukan Restoratif Justice itu, terjadi pada hari Selasa tanggal 1 Agustus 2023 dimana saat itu pelajar HE (16) datang dan kemudian memarkir motornya berdekatan dengan IK (17), saat itu tanpa sengaja HE mengarahkan matanya kepada IK dan temannya.

“HE ini merasa di tatap oleh IK dan tersinggung, HE langsung memanggil IK dan langsung di suruh jongkok dipertanyakan kenapa kamu menatap, kemudian IK menjawab kenapa dan HE langsung memukul wajah IK dan langsung disuruh pulang,” ungkapnya

Namun IK menantang untuk melanjutkan perkelahian, sehingga terjadi kesepakatan antara IK dan HE, saat itu keluarga IK atas nama DA mendengar hal tersebut, sehingga terjadi kesepakatan untuk perkelahian.

Pada jam 15.00 wita para pelajar tersebut bertemu dilorong perkuburan Desa Marga Jaya dan terjadilah perkelahian antara IK dan HE. pada saat itu HE kalah dan saudaranya atas nama DA menantang untuk berkelahi dengan AA teman IK.

“Perkelahiannya ditonton oleh teman teman para pelajar dan memvidiokan perkelahian tersebut,” bebernya.

Atas kejadian tersebut orang tua para pelajar melaporkan kejadian tersebut dan meminta untuk permasalahan ini sepakat diselesaikan secara kekeluargaan karena para pelajar masih dibawah umur, dan meminta para pelajar menghapus vidio perkelahian tersebut.

“Perwakilan sekolah juga akan menegur dan memberi sanksi kepada para pelajar yang terlibat sesuai dengan peraturan dari sekolah masing-masing,” tegas Prasetyo Nento.

Sebagai Kapolsek Lantari Jaya pihaknya telah  melakukan tindakan untuk mencegah terjadi hal seperti ini dengan rutin melakukan sosilisasi di sekolah sekolah tentang kenakalan remaja dan bahaya tentang narkoba serta pentingnya tertib berlalu lintas.

“Kami secara berkala mengambil apel pagi di Sekolah sekalian menyampaikan pesan pesan Kamtibmas untuk  para pelajar dan melakukan patroli pada jam jam rawan dimana pulangnya anak sekolah,” tandasnya

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA 12 Bombana Heri Sutopo, SH mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Lantari jaya yang telah membantu menyelesaikan permasalahan para pelajar melalui jalur mediasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolsek yang telah memediasi perdamaian antara siswa ini, kami berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” singkatnya. (IS)




Terkait Kampanye, Bawaslu Bombana Sampaikan Imbauan untuk ASN dan Peserta Pemilu

Bombana, SultraNET. |  Dengan diundangkannya Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum, Bawaslu Kabupaten Bombana mengeluarkan imbauan kepada Aparatur sipil negara dan peserta pemilu.

Kordinator Devisi Hukum, Pencegahan Partisipasi masyarakat dan Hubungan masyarakat (HP2H) Bawaslu Bombana, Agustamin Saleko, Rabu (2/8/2023) mengungkapkan, Imbauan yang dilakukan oleh Bawaslu Bombana dalam rangka melaksanakan tugas dan wewenang Bawaslu.

Imbauau kepada Partai Politik Peserta Pemilu dan Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait dengan beberapa hal yaitu agar Partai Politik Peserta Pemilu mematuhi ketentuan yang telah diatur dalam Pasal 79 Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan politik.

Yang pada pokoknya mengatur partai politik peserta Pemilu dapat melakukan sosialisasi dan pendidikan politik di internal Partai Politik Peserta Pemilu sebelum masa Kampanye Pemilu.

Sosialisasi dan pendidikan politik sebagaimana dimaksud dilakukan dengan metode pemasangan bendera Partai Politik Peserta Pemilu dan nomor urutnya.

Pertemuan terbatas, dengan memberitahukan secara tertulis kepada KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten atau Kota sesuai tingkatannya dan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota sesuai tingkatnya paling lambat 1 (satu) Hari sebelum kegiatan dilaksanakan.

Dalam pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan politik yang dilakukan oleh Partai Politik Peserta Pemilu, Partai Politik Peserta Pemilu dilarang memuat unsur ajakan.

Selain dilarang memuat unsur ajakan sebagaimana sosialisasi dan pendidikan politik juga tidak mengungkapkan citra diri, identitas, ciri-ciri khusus atau karakteristik Partai Politik Peserta Pemilu dengan menggunakan Metode Penyebaran bahan Kampanye Pemilu kepada umum, pemasangan alat peraga Kampanye Pemilu di tempat umum; atau media sosial yang memuat tanda gambar dan nomor urut Partai Politik Peserta Pemilu di luar masa Kampanye Pemilu

“Termasuk pemasangan bendera Partai Politik Peserta Pemilu agar tidak dilakukan di tempat yang dilarang,” beber Agustamin

Tempat yang dilarang diantaranya tempat ibadah; rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan; tempat pendidikan, meliputi gedung dan/atau halaman sekolah dan/atau perguruan tinggi; gedung milik pemerintah; fasilitas tertentu milik pemerintah; dan fasilitas lainnya yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Selain melakukan sosialisasi dan pendidikan politik agar Partai Politik Peserta Pemilu (termasuk pengurus dan anggota Partai Politik Peserta Pemilu) tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur ajakan dan/atau unsur-unsur Kampanye Pemilu sebagaimana diatur dalam UU Pemilu dan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023;

Selain imbauan terkait dengan pemasangan bendera Partai Politik Peserta Pemilu, agar pemasangan spanduk, baliho, dan/atau umbul-umbul atau sejenisnya yang dilakukan oleh Partai Politik Peserta Pemilu (termasuk pengurus dan anggota Partai Politik Peserta Pemilu) memperhatikan berbagai ketentuan.

“Substansi yang termuat dalam spanduk, baliho, dan/atau umbul-umbul atau sejenisnya tidak mengandung ajakan dan/atau unsur-unsur Kampanye Pemilu,” tegasnya.

Spanduk, baliho, dan/atau umbul-umbul atau sejenisnya tidak dipasang di tempat-tempat yang dilarang (merujuk pada tempat yang dilarang untuk dilakukan Kampanye Pemilu berdasarkan ketentuan Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Pemilu dan ketentuan Pasal 71 Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023),

“Partai politik peserta pemilu dilarang melibatkan Aparatur sipil negara ASN, kepala/perangkat Desa dan direksi Badan Usaha Milik Daerah BUMD untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis,” tegasnya

Agustamin menambahkan bahwa saat ini belum memasuki tahapan kampanye sehingga peserta pemilu perlu memperhatikan imbauan Bawaslu Bombana

Mantan ketua PPK Rumbia Tengah menambahkan, karena dalam waktu dekat sudah akan memasuki tahapan kampanye sehingga peserta pemilu perlu memperhatikan hal hal yang boleh dan yang tidak dibolehkan oleh undang undang.

“Jika kita sudah lakukan imbauan dan kita sudah ingatkan, tetapi masih di lakukan oleh peserta pemilu maupun ASN, maka Bawaslu akan melakukan penindakan dengan kewenangan yang dimilikinya,” tandasnya. (IS).




Gotong Royong Turunkan Stunting, Pemkab Bombana Rakor Pembaharuan Data Program BAAS

Bombana, SultraNET. | Menindaklanjuti surat Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara perihal Pembaharuan Data Pelaksanaan Program Bapak atau Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS), Pemerintah Kabupaten Bombana melaksanakan Rapat Kerja BAAS yang dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si bertempat di Rujab Bupati Bombana, Selasa (01/08/2023).

Program BAAS sendiri merupakan salah satu program untuk mengeliminasi kasus stunting hingga 14 persen di akhir tahun 2024. Program ini diluncurkan BKKBN sebagai gerakan gotong royong dari seluruh elemen bangsa dalam mempercepat penurunan stunting dan menyasar langsung keluarga yang mempunyai anak beresiko stunting.

Pj. Bupati Burhanuddin dalam sambutannya menekankan bahwa untuk mewujudkan penurunan kasus stunting di Kabupaten Bombana harus dibangun komitmen bersama dan action nyata harus dilaksanakan dengan cara intervensi dan konvergensi penurunan angka stunting dalam penanggulangan stunting.

Foto Kegiatan Rakor Pembaharuan Data Program BAAS
Foto Kegiatan Rakor Pembaharuan Data Program BAAS

Ia berharap agar masyarakat, institusi, perusahan dan stakeholder secara aktif bersama-sama sebagai Bapak atau Bunda asuh melakukan intervensi dan kontribusi untuk terlibat aktif memberikan bantuan penanganan stunting baik berupa pemberian makanan tambahan dan asupan gizi baik yang tercukupi bagi balita penderita stunting sesuai dengan amanat Perpres 72 tahun 2021 yang di lakukan secara lintas sektoral.

Diakhir sambutan Pj. Bupati kembali menegaskan bahwa Pemerintah sangat serius mengupayakan percepatan penurunan Stunting, karena masa depan bangsa tergantung pada aksi dan langkah kolaboratif yang dilakukan sekarang.

“Dalam menyongsong masa depan kita harus optimis namun tidak boleh lengah, anak-anak bangsa adalah bagian dari masa kini dan masa depan, sekarang kita rawat mereka dan kelak mereka yang merawat bangsa.” tutupnya (Adv)




MoU dengan Pemkab Konut, TV One Bakal Siarkan HUT-RI ke-78 Langsung di Pantai Taipa

Jakarta, SultraNET. | Kerja sama yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut), dengan media pemberitaan diketahui sangat luas, tak hanya mencakup perusahaan lokal, namun juga nasional.

Salah satu media yang diajak bekerja sama yakni TV One, dibawah naungan PT Lativi Media Karya. Hubungan kemitraan keduanya ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), di Kantor TV One, Gedung Pulogadung, Jl. Raya Terate II, Nomor 2 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (31/7/2023).

Penandatanganan MoU tersebut, pihak TV One diwakili Chieff of Businnes and Government Relation, Harta Mitra Hidayat. Sementara dari Pemkab Konut ditandatangani langsung Bupati, H Ruksamin.

Bupati Konut, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN, Eng (Kanan) dan Chieff of Businnes and Government Relation, Harta Mitra Hidayat (Kiri) usai menandatangani MoU
Bupati Konut, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN, Eng (Kanan) dan Chieff of Businnes and Government Relation, Harta Mitra Hidayat (Kiri) usai menandatangani MoU

Turut menyaksikan penandatangan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Konut, Suharto Kasim Panto, Kepala BKAD Irwan, Kepala Bappeda, La Ode Muhaimin dan Kabag Kerja Sama, Mustaman.

Dalam MoU tersebut, ruang lingkup kerja sama meliputi produksi program-program siaran yang terkait dengan kegiatan sosialisasi, promosi dan publikasi kepentingan Pemda dan masyarakat di wilayah Kabupaten Konut, melalui layanan penyiaran publik TV One.

Perdana, TV One bakal menyiarkan secara langsung upacara peringatan HUT Ke-78 RI, di Pantai Taipa, Kecamatan Lembo. Dalam moment tersebut, sebanyak 5.200 lembar Bendera Merah Putih akan dikibarkan oleh 5.200 orang di jalan sepanjang 7,8 kilometer.

Ruksamin menyambut baik kerja sama ini. Selain dapat mempublikasikan kegiatan-kegiatan pemerintah, juga bisa mempromosikan potensi wisata di wilayah Kabupaten Konut, agar bisa dikenal masyarakat lebih luas.

“Kami harap kerja sama ini dapat menghubungkan Kabupaten Konawe Utara dengan masyarakat lebih luas sehingga lebih dikenal. apa yang dicita-citakan lebih cepat tercapai,” kata Ruksamin. (S)




Kejurda Panahan “Bupati Archery Cup Bombana 2023” Banjir Pujian

Bombana, SultraNET. | Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Bupati Archery Cup Bombana Tahun 2023 yang digelar dari Tanggal 27 hingga 30 Juli 2023 di Alun-alun depan Masjid Raya Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara “banjir” pujian dari para peserta yang hadir dari seantero wilayah Sulawesi Tenggara dan beberapa utusan club asal Provinsi Sulawesi Selatan.

Pujian dari para peserta kepada Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) sebagai penyelenggara ivent dibawah komando Makmur Darwis sebagai Ketua Perpani Bombana itu, lantaran Panitia pelaksana dinilai profesional dalam menyiapkan turnamen hingga proses pelaksanaan yang dinilai berkelas Nasional.

Pujian salah satunya disampaikan Sutrio, atlit panahan dari club Almunawir Archery Kendari yang baru saja mengikuti Fornas 2023 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada awal bulan juli lalu itu menilai pelaksaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Bupati Archery Cup Bombana Tahun 2023 di Bombana ini dinilainya lebih baik dan lebih siap bahkan jika di bandingkan dengan kejuaraan Fornas yang berskala Nasional.

“Kesiapan panitia dari proses pendaftaran sampai pada pelaksaan pertandingan sudah sangat standar bahkan beberapa sisi lebih baik bahkan jika dibandingkan dari kejuaraan Fornas yang baru saja kami ikuti di Bandung,” ujar Sutrio. Sabtu (29/7/2023)

Beberapa hal yang dinilainya sudah sangat baik yaitu dari segi pelayanan panitia, penyiapan tempat menginap atlit dari luar daerah, peralatan pertandingan mulai dari tempat berteduh atlit, papan target yang sangat baik hingga kondisi dan keamanan lapangan yang dinilai sangat baik.

“Bahkan hal detail dari kejuaraan ini sudah disiapkan dengan baik misalnya bendera di papan target untuk mengetahui arah angin serta papan waktu digital agar peserta dapat memperhitungkan waktu, ini sudah sangat baik dan patut dijadikan rujukan untuk kejuaraan seperti ini untuk daerah lain,” bebernya.

Hal senada disampaikan atlet lain yang mengikuti kejuaraan dengan peserta lebih dari 160 atlet itu, sebut saja Amirudin atlet panahan dari Club Kolaka Archery menilai pelayanan dari panitia pelaksana sudah sangat baik dan patut di apresiasi.

Pelayanan yang dimaksud yaitu para Archer yang datang dari luar daerah mendapat sambutan dan pelayanan yang dinilainya sangat luar biasa mulai dari konsumsi, kemudian penempatan penginapan.

“Dari segi pelaksanaan lomba ini sudah sangat luar biasa dan sudah sangat standar pelaksanaannya, pelaksanaan lombanya luar biasa sangat teratur,” ungkap Amiruddin, Minggu (30/7/2023).

Apresiasi juga datang dari Sesi salah satu atlit Perpani Kota Bau-Bau yang turut hadir mengikuti kejuaraan yang memperebutkan total hadiah 150 juta rupiah itu, ia menilai dari beberapa kejuaraan panahan yang ia pernah ikuti, kejuaraan di Kabupaten Bombana tergolong sangat baik, profesional dan memberikan pengalaman bertanding yang baik.

“Pelayanan yang bagus disini mulai dari proses pendaftaran sampai pada pelaksanaannya ini Alhamdulillah ini sudah sangat bagus, jika dibandingkan dengan yang lain disini oke lah,” ungkapnya.

Pujian serupa juga disampaikan Tiar yang merupakan Atlit Club Saad Archery Kendari, ia mengakui pada kejuaraan ini Atlet dari klubnya telah meraih beberapa prestasi medali emas dan beberapa medali lainnya bahkan masih berpotensi bertambah karena di hari terakhir ini masih ada beberapa yang diperlombakan sambil menunggu waktu penutupan kegiatan.

“Kesiapan Panitia Alhamdulillah sangat bagus dari tempatnya sudah memadai dan untuk di daerah Bombana sudah sangat bagus, dari beberapa kota yang kami sudah datangi Bombana sudah yang termasuk standarlah untuk diadakan perlombaan panahan seperti ini, harapannya kejuaraan seperti ini kedepannya dapat menjadi lebih baik lagi dan kejuaraan di Bombana ini bisa menjadi contoh baik.” tandasnya.

Untuk diketahui, Kejurda panahan yang digelar perdana di Kabupaten Bombana ini membuka sejumlah kategori lomba diantaranya : Recurve Putra 70 meter; Compound Putra/Putri 50 meter; Horsebow U-9 Putra/Putri 10 meter; Standar Bow U-12 Putra/Putri 20 meter; Standar Bow U-15 Putra/Putri 30 meter; Standar Bow U-18 Putra/Putri 40 meter; Barebow Putra 50 meter serta Horsebow Putra/Putri 50 Meter. (*IH)




Resmi Dimulai, Kejurda Panahan “Bupati Archery Cup Bombana 2023” Diikuti 160 Peserta se-Sultra

Bombana, SultraNET. | Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Bupati Archery Cup Tahun 2023 secara resmi dimulai pelaksanaannya ditandai dengan seremoni pelepasan panah tanda dimulainya kegiatan oleh Penjabat (Pj) Bupati Bombana, H.Burhanuddin, bertempat di Alun-alun depan Masjid Raya Kasipute, Kecamatan Rumbia. Kamis, (27/7/2023).

Lebih dari 160 atlet dari 12 Kabupeten dan Kota yang ada di Sulawesi Tenggara akan berlomba menjadi atlet panahan terbaik yang memperebutkan total hadiah 150 juta rupiah. Kegiatan direncanakan dimulai 27 hingga 30 Juli 2023.

Sekretaris Umum, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provnsi Sulawesi Tenggara, Muh. Arfan mengatakan olahraga panahan merupakan warisan budaya dunia dimana berbagai negara rutin mengadakan olimpiade panah salah satunya negara Korea Selatan.

Begitu juga di Indonesia, olahraga ini mulai digandrungi berbagai kalangan. Untuk itu ia berharap agar di Kabupaten Bombana olahraga panah bisa dijadikan program berkelanjutan untuk terlahir atlet panahan berprestasi hingga dikancah internasional.

“Kedepan atlet panah kita diharapkan dapat menyumbang emas di olimpiade,” ujar Muh. Arfan

Sekretaris Umum, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provnsi Sulawesi Tenggara, Muh. Arfan
Sekretaris Umum, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provnsi Sulawesi Tenggara, Muh. Arfan

Ia menyebut Kejurda panahan yang diadakan Perpani Bombana saat ini sudah viral, bahkan kompetisi yang dibuka bagi atlet panah secara umum ini sudah menjadi perhatian khalayak pecinta olahraga panahan dunia.

“Untuk diketahui saat ini, Kejuaraan Panahan di Kabupaten Bombana dapat dipantau oleh Dunia. Kegiatan ini berada diurutan ke lima dibawah Swedia,” beber Muh. Arfan

Ditempat yang sama, Pj. Bupati Bombana, H. Burhanuddin mengapresiasi kegiatan Kejurda panahan oleh Perpani Bombana dibawah kepemimpinan Makmur Darwis sebagai Ketua, ia berharap para atlet untuk terus menampilkan yang terbaik dalam upaya mendorong kemajuan olahraga warisan budaya dunia di wilayah itu.

“Mulai dari sekarang sampai seterusnya, terus melakukan pembinaan dan melahirkan atlet-atlet panah untuk berkiprah dikancah nasional bahkan internasional,” tegas Burhanuddin.

Pj. Bupati Bombana, H. Burhanuddin saat membuka kegiatan
Pj. Bupati Bombana, H. Burhanuddin saat membuka kegiatan

Ia berharap agar kompetisi Panahan Bupati Archery Cup Tahun 2023 ini selain menjadi hiburan bagi masyarakat, juga dapat menjadi stimulus perputaran ekonomi masyarakat khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah setempat.

Sementara itu, Ketua Perpani Kabupaten Bombana, Makmur Darwis menjelaskan bahwa pelaksanaan kejurda panahan ini dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia 17 Agustus 2023. Selain itu kegitana ini merupakan upaya dalam mendukung kemajuan olahraga panahan di Indonesia lebih khusus di Bombana.

Ketua Perpani Bombana, makmur Darwis (Depan Tengah) saat memantau persiapan pembukaan kegiatan
Ketua Perpani Bombana, makmur Darwis (Depan Tengah) saat memantau persiapan pembukaan kegiatan

Selain itu, yang tidak kalah penting dari diselenggarakanya kegiatan ini adalah untuk mengembangkan prestasi para pemanah ke jenjang yang lebih tinggi, menciptakan pemanah yang berjiwa sportif, terampil, tanggung jawab, dan memiliki displin tinggi.

“Selain itu kita berharap ajang ini selain untuk meraih prestasi juga untuk memupuk silaturahmi sesama atlit panah,” Singkat ASN yang juga Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bombana itu.

Untuk diketahui, Kejurda panahan yang digelar perdana di Kabupaten Bombana ini membuka sejumlah kategori lomba diantaranya : Recurve Putra 70 meter; Compound Putra/Putri 50 meter; Horsebow U-9 Putra/Putri 10 meter; Standar Bow U-12 Putra/Putri 20 meter; Standar Bow U-15 Putra/Putri 30 meter; Standar Bow U-18 Putra/Putri 40 meter; Barebow Putra 50 meter serta Horsebow Putra/Putri 50 Meter. (*IH)




Konawe Utara Wakili Wilayah Indonesia Tengah Launching Kampung Moderasi Beragama

Wanggudu, SultraNET. | Untuk menselaraskan kehidupan antar umat beragama di Bumi Oheo, Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara (Konut) berkolaborasi dengan Kanwil Kemenag provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama yang dilanjutkan dengan Launching Kampung Moderasi Beragama, yang diselenggarakan di Aula Hotel Oheo. Rabu (26/07/2023)

Untuk diketahui bahwa Kabupaten Konawe Utara ditunjuk sebagai Kabupaten perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Indonesia Tengah untuk mengikuti Launching Kampung Moderasi Beragama secara daring bersama 2 Provinsi lainnya yaitu Provinsi Jawa Timur sebagai perwakilan Indonesia Barat dan Provinsi Papua Barat sebagi perwakilan Indonesia Timur, yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama.

Untuk mengikuti program ini, Kabupaten Konawe Utara telah menyiapkan 2 Desa di wilayahnya yaitu Desa Pariama Kecamatan Langgikima dan Dese Wacumelewe Kecamatan Wiwirano.

Suasana Kegiatan Launching Kampung Moderasi Beragama di Konut
Suasana Kegiatan Launching Kampung Moderasi Beragama di Konut

H. Ruksamin selaku pimpinan tertinggi di Konut dalam penyampaiannya mengungkapkan bahwa kampung moderasi beragama merupakan tempat yang sesuai untuk mewujudkan umat beragama sebagai bagian dari kemanusiaan.

”Mengutip perkataan salah satu sahabat Nabi yaitu Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa yang bukan saudaramu seiman (seagama), adalah saudaramu dalam kemanusiaan. Untuk itu, kampung moderasi beragama ini merupakan tempat untuk menghilangkan sekat-sekat antar manusia, baik itu suku, agama, maupun ras. Keberagaman bukan menjadi penghalang untuk kita bisa hidup rukun dan aman.” ungkap H. Ruksamin.

Bupati Konut 2 Periode itu berharap praktek moderasi dalam beragama dan pemahaman yang benar atas praktek keagamaan dapat menjadi tameng dalam menghalau akses-akses negativ yang mengancam keutuhan NKRI dan menghalau dampak negativ dari globalisasi dan modernisasi yang dapat mengganggu kerukunan umat beragama yang selama ini telah di bina.

Kakanwil Kemenag Sultra H. M. Saleh sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Pemda Konawe Utara dalam mensukseskan salah satu program prioritas pemerintah dalam penguatan moderasi beragama.

Pantauan awak media, hadir dalam acara itu Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng., Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Kakanwil Kemenag Sultra H. Muhammad Saleh, S.Ag., M.Pd.I., Forkopimda, Asisten/Staf Ahli, Kepala OPD, para Tokoh Agama, serta para Penyuluh Agama se-Kabupaten Konawe Utara. (S)




Wadah Satukan Gagasan Moderasi Beragama, Bupati Ruksamin Resmikan Gedung FKUB Konut

Wanggudu, SultraNET. | Dalam pembangunan suatu wilayah, tentunya memerlukan gagasan dan kerjasama dari berbagai pihak. Untuk itu pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara meresmikan Gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang terletak di Desa Wunduhaka, Kecamatan Andowia. Rabu (26/07/2023)

Bupati Konut Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng. dan Kepala Kanwil Kemenag Sultra, H. M. Saleh, S.Ag.,M.Pd.I. terlihat bersama-sama menandatangani plakat peresmian Gedung FKUB, yang didampingi oleh Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Forkopimdanserta para tokoh lintas agama.

Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng. saat meresmikan Gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng. saat meresmikan Gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)

Usai penandatanganan, H. Ruksamin menyampaikan bahwa gedung ini di bangun untuk para tokoh lintas agama berkumpul menyatukan gagasan untuk persatuan serta menjaga keseimbangan antara pemeluk agama sebagai warga negara.

”Melalui pembangunan gedung ini, saya mengajak kepada seluruh tokoh lintas agama untuk ikut serta.berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ciptakan ide dan gagasan kreativ untuk bersama-sama mewujudkan Konawe Utara yang Lebih Sejahtera dan Berdaya Saing, mari bersama-sama menjadikan agama sebagai sumber moralitas.” ungkap H. Ruksamin.

Selaku Bupati, H. Ruksamin juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mendukung dan menyiapkan segala fasilitas pendukung dalam upaya penguatan moderasi beragama.

Disamping itu, Kepala Kanwil kemenag Sultra H. M. Saleh mengungkapkan bahwa Gedung FKUB yang di bangun di Konawe Utara merupakan satu-satunya gedung yang ada dari seluruh Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tenggara.

”Saya mengapresiasi penuh atas langkah-langkah yang telah diambil oleh Bupati Konut H. Ruksamin untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama. Saya sebagai Kakanwil Kemenag Sultra baru melihat di Konawe Utara yang mana Pemimpin Daerah membangun sekertariat untuk para tokoh lintas agama. Hal ini saya tidak temukan di daerah lain di Sulawesi Tenggara.” jelas H. M. Saleh. (S)