PDIP Bombana Jaring Bacaleg

Sultranet.com, Rumbia – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melakukan penjaringan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk DPRD Kabupaten Bombana, DPRD Sulawesi Tenggara dan DPR RI periode 2024 – 2029, mulai Tanggal 19 September 2024 bertempat di Kantor DPC PDIP Kabupaten Bombana.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Bombana, Suriadin, S.Si mengatakan bahwa penjaringan di awali dengan pengambilan Formulir dan bersifat terbuka seluas luasnya kepada masyarakat.

Ketua DPC PDIP Bombana, Suriadin, S.Si
Ketua DPC PDIP Bombana, Suriadin, S.Si

“Dengan terjaringnya Bacaleg yang potensial dan searah dengan garis perjuangan partai maka mempermudah menggapai cita cita PDIP.” Ungkap Surya sapaan akrabnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Bacaleg, Asri menyebut  target akhir dari penjaringan ini adalah meningkatnya jumlah wakil rakyat dari PDIP di setiap level Parlemen.

“Setidaknya lima Aleg kita dudukkan di DPRD Kabupaten Bombana,” kata Asri Optimis.

Asri

Asri yang di kalangan aktivis biasa di sapa Aci Grandong adalah Kader Tulen PDIP Kabupaten Bombana menerangkan bahwa sudah saatnya banteng banteng muda di Kabupaten Bombana  merebut peran sentral selaku wakil rakyat dengan memanfaatkan momentum pesta demokrasi 2024.

“Sudah saatnya banteng banteng merumput, gerakan muda harus progresif dan terukur perannya, kita akan warnai masadepan, untuk Bombana Khususnya dan untuk Indonesia Jaya.” Pungkas Asri. (Hardy)




LA Center Bombana Dikukuhkan

SultraNET., Rumbia – Lukman Abunawas Center (LA Center) eksis di Kabupaten Bombana di tandai dengan Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LA Center Kabupaten Bombana Oleh Sekretaris Jenderal DPP LA Center di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana pada Sabtu, (17/9/2022).

Pengukuhan LA Center menyusul kegiatan Sunatan Masal, Pengobatan Gratis serta Bhakti sosial berupa penyaluran sembako sebanyak 500 Paket.

Dalam sambutannya Ketua LA Center Bombana menegaskan kegiatan ini bersifat pengabdian masyarakat hingga tidak perlu ada trik dan intrik didalamnya.

“LA center harus mampu menyelami problem di masyarakat dan mengatasi problem tersebut dengan tindakan nyata,” kata Mushadad selaku Ketua LA Center Bombana.

Wejangan Ketua LA Center Bombana untuk pengurus di jajarannya hendaklah menjadi akar karena walaupun berada di bawah tanah tetapi tetap menjadi penopang organisasi dan masyarakat ketimbang menjadi bunga yang indah namun dengan mudah dipetik.

“La center harus menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan masalah di masyarakat”. Ungkap Mushadad.

Sementara itu ketua Dewan Pembina LA Center, Lukman Abunawas yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa LA center anggotanya boleh dari ASN, Pengurus Parpol, mahasiswa dan komponen masyarakat lainnya.

Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan LA Center antara lain kegiatan sunatan massal, pengobatan, bedah rumah,  penyaluran sembako serta memberangkatkan umroh bagi mereka yang punya pengabdian diatas 20 tahun sebagai imam.

Dalam bidang pendidikan LA Center membantu mahasiswa yg tidak mampu untuk penyelesaian studi dan biaya lanjut ke jenjang S2 serta S3 hal ini karena Angka melanjutkan pendidikan SMA ke jenjang pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara masih rendah.

“Jangan ragu dan jangan takut mensukseskan program LA center untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Bombana,” kata Lukman Abunawas.

Lukman Abunawas menginstruksikan LA Center hendaklah mambantu Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana sampai basis Kecamatan dan Desa.

“Pengabdian dan pembinaan kemasyarakat sudah di gagas sejak orang tua saya di Konawe khususnya bidang agama, pertanian dan agama, hal inilah yang akan saya dan kita semua lanjutkan.” Pungkas Lukman Abunawas.

Pewarta : Hardy

 




Abady Makmur : OVOP ala PJ. Bupati Bombana Dapat di Itegrasikan Program Desa

Bombana, SultraNET. | Salah satu langkah untuk mewujudkan rencana PJ. Bupati Bombana Burhanuddin terkait Program One Village One Product (OVOP) di masa kepemimpinanya yaitu dengan mengintegrasikan program Pemerintah Daerah dengan program-program yang ada di Desa.

Sebagaimana diketahui Konsep OVOP sendiri adalah mengutamakan produk unik yang terdapat pada daerah, bahkan produk tersebut dapat menjadi ikon atau lambang daerah tersebut.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bombana, Abady Makmur sesaat setelah menemui PJ.Bupati Bombana di Rumah Jabatan Bupati Bombana, Rabu (14/9/2022) mengatakan terkait upaya memajukan Desa itu, ia telah menguraikan dihadapan Pj. Bupati mengenai pentingnya untuk mengintegrasikan Program Pemerintah Daerah dengan Program Desa sehingga Output dapat tercapai maksimal yang bermuara pada upaya mensejahterakan warga Desa.

Salah satu yang menjadi topic diskusi kata Abady Makmur, adalah bagaimana Tenaga Pendamping Profesional dapat mengawal program unggulan Pj.Bupati yakni OVOP di 121 Desa yang ada di Bombana dengan memfasilitasi pengembangan OVOP dengan menggunakan Dana Desa sebagai sumber anggaranya.

“Permintaan kami ini ada alasanya karena kami sudah memetakan potensi potensi yang dimilki oleh masing masing Desa, kami punya datanya,“ ujar Mantan Anggota DPRD Bombana dua peride ini.

Rencana Pemerintah Kabupaten Bombana untuk mendorong pengembangan OVOP sudah direncanakan untuk di fasilitasi melalui kegiatan pendampingan sejak bertugas di Kabupaten Bombana Januari 2022 lalu, namun masih membutuhkan berbagai dukungan dari Pemerintah Kabupaten.

“Dukungan yang dimaksud adalah berupa regulasi yang terkait dengan program aksi dalam rangka One village one product yang terdiri dari Peraturan Bupati, Perdes tentang RPJMDes dan Perdes RKPDes,” tandasnya. (IS)




Cegah Stunting, DPPKB Bombana Launcing DASHAT

Rumbia, SultraNET. | Upaya percepatan penurunan stunting oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaunching Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di 3 titik Kampung KB yakni Desa Watukalangkari Kecamatan Rarowatu, Desa Watumentade Kecamatan Rarowatu Utara dan Desa Anugrah Kecamatan Lantari Jaya, Kamis (14/9/2022).

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana Drs. H. Abdul Azis, M.Si mengungkapkan DASHAT diupayakan mampu mengubah pola perilaku masyarakat dalam penyiapan gizi seimbang yang dimulai keluarga. Kesadaran masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga sangat membantu penurunan stunting.

“DASHAT ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang, jadi seluruh keluarga yang mempunyai resiko stunting seperti ibu hamil, ibu menyusui, baduta (balita di bawah dua tahun), balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu melalui pemanfaatan sumber daya lokal termasuk bahan pangan lokal yang dapat dipadukan dengan sumber daya dari mitra lainnya” terangnya

Hal ini sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam penyiapan sumber daya manusia berkualitas menyambut bonus demografi. Jangan sampai para generasi penerus nanti terkena stunting yang mana mengalami gangguan tumbuh kembang pada tubuh dan otak karena kurang gizi.

“Stunting ini urusan kita bersama, inilah kenapa setiap ada acara penurunan angka stunting kawan- kawan forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimcam), TNI Polri selalu kita libatkan” jelasnya

Lanjut H Abdul Azis, mengkritisi data stunting hasil SSGI tahun 2021 yang menempatkan Bombana pada angka 26,8 persen jumlah stuntingnya. Ia berharap data tersebut tidak benar, karena setelah dilakukan survei susulan langsung di lapangan beberapa lokus yang dianggap banyak stuntingnya justru tidak ditemukan anak stunting di tempat tersebut.

“Namun demikian, semua warga Bombana harus tetap waspada jangan sampai kecolongan sehingga stunting muncul di kabupaten yang kita cintai ini,” tutupnya.

Sedangkan Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Sultra Dr.H Mustakim, M.Si mengatakan, dalam setiap sambutan selalu menekankan bahwa kegiatan masak memasak dalam program dashat ini dapat dibiayai dari Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa(ADD) tergantung kebijakan pemerintah setempat dalam hal ini para Kepala Desa

Kehadiran mereka kata Mustakim, diharapkan bisa memahami menu makanan sehat yang paling tepat dikonsumsi oleh para ibu hamil dan menyusui tsb. Para bumil dan menyusui inilah yang juga akan memakan hasil masakan dari dashat itu.

Namun demikian lanjut Mustakim, kegiatan masak memasak yang minimal sebulan sekali ini hanyalah sebagai stimulan atau media pembelajaran, yang lebih penting lagi adalah bagaimana warga desa bisa menghadirkan dashat di dalam dapurnya masing-masing, terutama dapurnya para bumil dan menyusui.

Kegiatan launching dashat dibuka Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana Drs. H. Abdul Azis, M.Si, dihadiri Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Sultra Dr H Mustakim, M.Si, Camat, Kepala Desa, Kepala UPTD Balai Penyuluh KB, Babinsa, Babinkamtibmas dan Pengurus kampung KB. (Adv)




Terima Bantuan Aspirasi BSPS, Warga Bombana Sampaikan Terima Kasih ke Ridwan Bae

Bombana, SultraNET. | Sejumlah masyarakat penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Ridwan Bae selaku Anggota Komisi V DPR-RI dari Partai Golkar yang telah memperjuangkan Aspirasi warga dalam bentuk program BSPS, Selasa (13/9/2022)

Kepada  awak media SultraNeT. Wa Iya (53) Warga Desa Pulau Tambako, Kecamatan Mataoleo mengaku berkat Aspirasi Ridwan Bae melalui Program ini, telah berhasil mewujudkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat sekaligus mengurangi rumah tidak layak huni..

“Kami sangat mengapresiasi Program BSPS ini dan berterima kasih kepada Bapak Ridwan Bae, manfaatnya sangat kami rasakan. Kami berharap program seperti ini bisa terus dilanjutkan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan perumahan seperti program bedah rumah ini,” ujar Wa Iya.

Wa Iya mengaku bersyukur mendapatkan bantuan program bedah rumah pada tahun 2022 ini, betapa tidak sebelumnya rumah yang ia miliki hanya terbuat dari dinding papan kayu dan atap yang sering bocor ketika hujan turun namun kini setelah program BSPS ini kondisinya jauh lebih layak.

“Sekarang kalau hujan saya sudah tidak takut lagi air hujan masuk kerumah,” singkatnya

Untuk diketahui, Tahun 2022 ini, Program BSPS untuk Kabupaten Bombana terdiri dari 94 unit yang tersebar di sejumlah Desa yaitu Desa Mapila, Desa Tapuhaka, Desa Baliara, Desa Batu Lamburi dan Desa Pulau Tambako. (IS)




Komunitas Musisi Bombana Resmi Terbentuk

Rumbia, SultraNET. | Komunitas Musisi Bombana (KMB) secara resmi terbentuk dan telah dinotarilkan pada Kantor Notaris FARMA, SH., M.Kn, di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Senin (12/9/2022).

Salah satu pemrakarsa terbentuknya Lembaga KMB, Arfan Jamil mengatakan dengan terbentuknya KMB, para pengurus berkomitmen siap berkontribusi untuk kemajuan daerah di bidang seni dan budaya.

Ia menyebut terbentuknya KMB diharapkan dapat menjadi penggerak dalam menghimpun komponen muda bertalenta meski berasal dari latar belakang Musisi dengan genre yang berbeda namun melalui Lembaga KMB segala kemampuan talent dan skill masing masing akan di sinergikan untuk berafiliasi pada progres pengembangan musik baik itu modern maupun tradisional.

“Kabupaten Bombana memiliki banyak potensi budaya baik itu lagu daerah maupun tarian daerah yang juga menjadi ciri khas lokal,” ujar Arfan Jamil.

Kendati demikian, sejalan dengan berkembangnya penduduk, keberadaan warga masyarakat pendatang yang telah berasimilasi dan berdomisili selama puluhan tahun di Bombana turut memberikan banyak masukan dalam berkembangnya budaya lokal.

“Dengan hadirnya KMB sangat diharapkan dapat memberikan semangat baru dan edukasi bagi generasi muda untuk selalu menjadikan sarana musik baik itu modern maupun musik tradisional agar menjadi icon daerah yang harus selalu dilestarikan sebagai khazanah kekayaan budaya kita,” jalas Arfan

KMB diharapkan pula turut berperan dalam pembangunan dan pengembangan wisata daerah dengan bersinergi bersama Pemerintah Daerah dalam mendorong laju pertumbuhan kedatangan para wisatawan baik itu domestik maupun mancanegara melalui pengenalan potensi wisata melalui lagu daerah yang di kemas secara lebih apik dengan cover band dengan mengambil latar belakang spot spot wisata daerah melalui media sosial dan juga media pemberitaan.

“Sehingga dapat merangsang minat para wisatawan untuk berkunjung dan mengenal lebih dekat akan budaya dan pariwisata yang ada di Kabupaten Bombana,” pungkasnya.

Dalam mengemban amanah menjalankan Lembaga KMB telah ditetapkan Dewan Pengurus yang di Komandoi oleh Fajar Ahmad Daylangi sebagai Ketua Harian, Tegar Praja Dewantara. S sebagai Sekretaris dan Nirma Tamrin sebagai Bendahara.

Adapun pemrakarsa terbentuknya KMB yaitu Iwan Soesma, Arfan Jamil, Sitti Suharna Suhar, Muh. Akbar Rijali, Fajar Ahmad Daylangi  dan Nur Sapta Nugraha. (**)




“Air Mata Guru Bombana Kembali Bercucuran”, PGRI Minta Mutasi Sejumlah Guru di Evaluasi

Bombana, SultraNET. | Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara menyikapi aduan sejumlah guru yang bernaung di organisasi itu yang merasa dirugikan sebagai dampak mutasi sejumlah guru di akhir periode kepemimpinan H. Tafdil dan Johan Salim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bombana.

Kepada media SultraNET., Jum’at (9/9/2022) Ketua PGRI Bombana, Kandamang mengatakan kebijakan mutasi sejumlah guru di Bombana yang terjadi antara bulan Juli dan Agustus 2022 terbukti berdampak pada potensi hilangnya sumber kesejahteraan sang guru yang dimutasi tersebut.

Kesejahteraan guru yang dimaksud yaitu dana tunjangan sertifikasi Guru atau TPG yang merupakan upaya pemerintah menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas yang memiliki prasyarat khusus untuk mendapatkannya salah satunya jam ajar yang tersedia di sekolah tempat bertugas yang baru.

“Salah satu syarat mendapatkan TPG yaitu jam mengajar sebanyak 24 jam pelajaran dalam seminggu,” ujar Kandamang

Ia mencontohkan salah satu aduan yang ia terima yaitu mutasi terhadap guru yang diberhentikan dari tugas tambahannya sebagai Kepala Sekolah SMP 23 Poleang Utara dan di mutasi pada sekolah di Kecamatan lain dimana sekolah tempat tugas yang baru hanya memiliki 3 Kelas.

“Dia sebagai Guru Bidang Studi Matematika sedangkan tempat ia dipindahkan juga masih ada Guru Bidang Studi yang sama, jadi secara otomatis guru yang ada disana saja tidak akan mencukupi jam ajarnya kemudian ditambah lagi dengan guru yang di mutasi ini,” beber Kandamang.

Atas konsekuesi tersebut untuk memenuhi target ajar 24 Jam Pelajaran dalam seminggu guru dimaksud wajib mencari jam ajar di sekolah lain yang berada di Kecamatan lain pula.

“Saat mengadu Ibu Guru itu mengeluarkan Air Mata, mungkin karena usia sudah tua dan harus bolak balik mengajar ditempat yang jauh dan mencari jam ajar lagi, jadi saya katakan Air mata Guru saat ini kembali bercucuran lagi,” tegasnya.

Kandamang berharap di masa kepemimpinan H. Burhanuddin sebagai Pejabat Bupati Bombana saat ini, Dinas Pendidikan setempat dapat melakukan evaluasi penempatan guru dengan tetap mempertimbangkan faktor kesejahteraan guru atau mengembalikan guru yang merasa dirugikan ditempat tugas yang lama.

“Kita ingin dipikirkan dalam hal kebijakan pemerataan guru agar tercipta suasana nyaman sehingga guru dalam transfer ilmunya dapat tercapai tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang kita cintai ini,” tandasnya.

Hingga berita ini di rilis, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana belum terkonfirmasi. (IS)




DLH Bombana Pastikan PT. TMS Perbaiki Fasilitas Air Bersih Warga Desa Balo

Bombana, SultraNET. | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara memastikan bahwa PT. Tonia Mitra Sejahtera (TMS) Perusahaan Pertambangan Biji Nikel yang beroperasi di Kecamatan Kabaena Tengah dan Kabaena Timur melakukan perbaikan sarana air bersih warga sebagai tindak lanjut laporan masyarakat atas dugaan pencemaran mata air akibat aktivitas pertambangan.

Kepada awak media ini, Ketua TIM sekaligus Sekretaris DLH Bombana, Makmur Darwis. Senin (12/9/2022) mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan di PT. TMS Blok II yang diduga menjadi sumber pencemaran mata air masayarakat Desa Balo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ia menyebut PT Tonia Mitra sejahtera pada saat pengerjaan jalan hauling terjadi hujan deras yang mengakibatkan hempasan air turun ke sumber air, namun saat ini telah dilakukan perbaikan dengan menutup aliran air dengan tanggul setinggi ± 2 m dan lebar ± 3 meter.

“Pihak perusahaan bersedia membantu untuk pembuatan pipanisasi jika Pemerintah Desa Ulungkura dan masyarakatnya bersedia memberikan akses ke mata air,” ujar Makmur Darwis.

Setelah melakukan  wawancara dengan Pemerintah Desa Balo bersama masyarakat di dapatkan keterangan dari Kepala Desa Balo yang menyatakan bahwa kondisi air yang digunakan oleh masyarakat saat ini tidak jauh berbeda sebelum adanya kegiatan oleh PT Tonia Mitra Sejahtera, dimana pada saat musim hujan kondisi air tersebut keruh.

Selain itu, sumber air yang digunakan hingga saat ini masih sangat diragukan kebersihannya karena sumber air tersebut berasal dari aliran sungai yang dibendung dimana aliran sungai tersebut sangat terbuka , sehingga mudah diakses oleh siapapun termasuk hewan ternak khususnya pada saat musim kemarau.

“Sedangkan pada saat musim hujan air sungai tersebut keruh dan tidak dapat digunakan oleh masyarakat, sehingga perlu ada sumber air alternatif,” bebernya.

Pihak perusahaan juga telah melakukan penggalian sumur sumber mata air alternatif yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Balo, sumber air tersebut rencananya akan dialirkan kepenampungan selantjutnya akan dialirkan kerumah masyarakat tanpa ada pungutan biaya.

“Proses penggalian sumur alternatif tersebut secara keseluruhan dilakukan oleh pihak PT Tonia Mitra Sejahtera dengan melibatkan masyarakat Desa Balo yang diawasi oleh Pemerintah Desa Balo,serta dari proses pengerjaan dan sarana perpipaan secara keseluruhan dibiayai oleh PT Tonia Mitra Sejahtera,” tandasnya.

Untuk diketahui saat ini untuk mengalirkan air dari sumber mata air ke bak penampungan pihak perusahaan menggunakan pipa 2“ sebanyak 254 batang, sedangkan penampungan menggunakan tandon air kapasitas 5500 liter, sebanyak 3 unit. (IS).




Bombana Dikepung Penambang Emas Ilegal, APH Tak Berkutik

Bombana, SultraNET. | Aktivitas penambangan Emas Ilegal di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara terus terjadi secara masif bahkan sejak tahun 2008 hingga saat ini, Senin (12/9/2022).

Diketahui, saat ini dari puluhan Izin Usaha Pertambangan Emas yang pernah beroperasi di Bombana tersisa 2 perusahaan saja yang perizinannya masih aktif dan masih terus beroperasi.

Berdasarkan penelusuran langsung awak media ini, sebagian besar wilayah di beberapa Desa yang masuk dalam Kecamatan Rarowatu, Rarowatu Utara, Matausu, Poleang Utara dan Lantari Jaya kondisinya hancur penuh dengan kubangan bekas galian alat berat untuk mengambil material emas yang dibiarkan begitu saja setelah di tambang.

Salah Satu Aktivis Pemerhati Lingkungan, Sosial dan Demokrasi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PERISAI Kabupaten Bombana, Ansar Achmad mengatakan kerusakan akibat penambangan emas ilegal yang terjadi di Bombana menyebabkan kerusakan lingkungan yang luar biasa.

Kerusakan lingkungan itu bahkan telah menyebabkan rusaknya sungai penyuplai air untuk pertanian di wilayah Kecamatan Rarowatu Utara dan Lantari Jaya.

Yang lebih mengkhawatirkan dugaan dampak penggunaan air keras baik Raksa maupun Sianida sebagai satu satunya bahan untuk memisahkan biji emas dengan material lainnya saat ditambang menjadi ancaman kesehatan bagi generasi mendatang.

“Jika ini terus di biarkan, akan terjadi bencana lingkungan di masa mendatang yang tentu kita semua tidak inginkan,” ujar Ansar Achmad.

Berdasarkan data dan hasil investigasi Pihaknya, Ansar menilai keberadaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai lining sector bidang pengembangan potensi, evaluasi, monitoring dan pengendalian lingkungan hidup tidak menunjukkan kinerja yang berarti.

“Belum pernah kita dengar ada tindakan DLH Bombana menyikapi kerusakan lingkungan yang dampaknya ke masyarakat baik oleh tambang ilegal maupun yang masih mengantongi IUP,” tegasnya.

Ansar menambahkan persoalan penambangan ilegal merupakan tindakan murni pidana yang semestinya mendapatkan konsekuensi hukum terhadap para oknum pelakunya namun faktanya penambangan emas ilegal di Bombana terus terjadi dan terkesan terjadi pembiaran, Aparat Penegak Hukum (APH) dinilai tidak berkutik.

“Penambangan Emas ilegal ini terjadi di sekitar kita, bahkan sudah masuk di tengah kampung, keluhan dan laporan warga yang masuk ke APH juga tidak sedikit namun faktanya tidak bisa juga dihentikan,” tandasnya. (idris hayang).




Polres Bombana Bagikan Ratusan Paket Sembako

Bombana, SultraNET.com | Sebagai wujud kepedulian terhadap imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Personil Polres Bombana menyalurkan Paket Sembako ke Beberapa titik di wilayah yang ada di Kabupaten Bombana, Kamis (08/09/2022)

Berdasarkan rilis Pers yang diterima awak media ini, Kapolres Bombana AKBP Tedy Arief Soelistiyo, SH, SIK, MH mengatakan Kegiatan Bakti Sosial ini dilaksanakan Polres Bombana bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Haluoleo Kendari.

“Penyalurannya menyasar masyarakat terdampak atas kenaikan harga BBM ini,” sebutnya.

Ia berharap melalui bakti sosial tersebut, Polres Bombana dapat sedikit meringankan beban masyarakat akibat dampak atas kenaikan harga BBM ini.

“Selain pemberian sembako kepada masyarakat, Polres Bombana juga melakukan edukasi kepada masyarakat terkait kenaikan harga BBM ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, pemberian sembako ini dipimpin langsung Kapolres Bombana didampingi oleh Waka Polres Bombana dan PJU Polres Bombana di Antaranya :

1. Kapolres Bombana AKBP Tedy Arief Soelistiyo, SH, SIK, MH.
2. Wakapolres Bombana Kompol Urva Lomansyah, S.Si, SIK, MH
3. Kabag Ops Polres Bombana Kompol Basri, SH
4. Kabag SDM Polres Bombana Kompol Haeruddin, S.Sos
5. Kabag Perencanaan Polres Bombana Kompol Hasruddin, SE, ME
6. Kabag Logistik Polres Bombana Kompol Kerik Patodingan, SE
7. Kasat Narkoba Polres Bombana AKP Silfanus Solo, SH, MH
8. Kasat Reskrim Polres Bombana AKP Muh. Nur Sultan, SH
9. Kasat Lantas Polres Bombana AKP Andi Udin Palisuri, SH, MM
10. Kasat Samapta Polres Bombana AKP Laode Arsangka, S.Sos, M.Si
11. Kasat Intelkam Polres Bombana IPTU Suis Mail K, S.Si
12. Kasat Binmas IPTU Abd. Kadir
13. Kasat Tahti Polres Bombana IPTU Rasyid Tindri
14. Kasi Humas IPDA BADMAR, S.H