Bombana Kembali Sukses Catat 0 Kasus Covid-19, Berikut Pesan Gugus Tugas

Rumbia, SultraNET. – Dalam penanganan pandemi covid-19, Pemerintah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara kembali sukses mencatatkan angka zero atau Nol kasus covid-19 di seluruh wilayahnya, Jum’at (01/10/2021).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bombana, Heryanto A Nompa mengatakan hari ini telah terkonfirmasi sembuh 2 orang terakhir yaitu 1 orang dari Kecamatan Lantari Jaya dan 1 orang dari Tontonunu.

“Benar, Alhamdulillah sekarang Bombana sudah nol covid-19,” ujar Heryanto

Kendati demikian Ketua DPW PPNI Provinsi Sulawesi Tenggara mengharapkan agar seluruh stakeholder dan masyarakat secara umum tidak menjadi lengah dan euforia dengan kondisi ini agar status nol covid-19 dapat terus dipertahankan.

“Meski angka sudah nol covid-19, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan yakni dengan rutin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Selain itu juga segera melakukan vaksinasi,” harap Ketua DPD II Partai Golkar Bombana itu.

Dijelaskan sebagai salah satu upaya proteksi kesehatan, Mantan Anggota DPRD Bombana itu mengajak warga yang belum melakukan vaksinasi untuk segera memanfaatkan program pekan vaksin yang dicanangkan Pemkab Bombana.

“Selain itu masyarakat jangan sampai terjadi kelengahan seperti terciptanya kerumunan dimana-mana dan akhirnya terjadi lonjakan kasus kembali. Apalagi, saat ini virus Covid-19 bermutasi dan menyebabkan munculnya varian baru,” harapnya. (IS)

 

Sudah tahu apa saja protokol kesehatan 5 M itu? Berikut penjelasannya.

1. Mencuci tangan

Dilansir dari Centre of Disease Control and Prevention (CDC), penting bagi kita untuk mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik sehari, terutama saat:
–  Sebelum memasak atau makan;
–  Setelah menggunakan kamar mandi;
–  Setelah menutup hidung saat batuk atau bersin.

Untuk membunuh virus dan kuman-kuman lainnya, gunakan sabun dan air atau pembersih tangan dengan alkohol setidaknya dengan kadar 60 persen.

2. Memakai masker

Pada awal pandemi virus corona tahun 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa penggunaan masker hanya direkomendasikan untuk orang sakit, bukan orang sehat. Namun, berkembangnya virus tersebut membuat WHO akhirnya mengeluarkan himbauan agar semua orang (baik yang sehat atau sakit) agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Penggunaan masker tidak hanya diwajibkan di Indonesia, tapi seluruh negara dengan kasus positif Corona yang terbilang tinggi. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), memperbarui pedoman terkait penggunaan masker. CDC mengimbau masyarakat harus memakai masker meski berada di dalam rumah pada kondisi tertentu. Menurut CDC, penggunaan masker di dalam rumah perlu dilakukan ketika :

– Terdapat anggota keluarga yang terinfeksi COVID-19.
– Terdapat anggota keluarga yang berpotensi terkena COVID-19 karena aktivitas di luar rumah.
– Merasa terjangkit atau mengalami gejala COVID-19.
– Ruangan sempit.
– Tidak bisa menjaga jarak minimal dua meter.

3. Menjaga jarak

Protokol kesehatan lainnya yang perlu dipatuhi adalah menjaga jarak. Protokol kesehatan ini dimuat dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI dalam “Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.”

Dijelaskan bahwa, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplets dari orang yang bicara, batuk, atau bersin, serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan. Bila tidak memungkinkan melakukan jaga jarak, maka dapat dilakukan berbagai rekayasa administrasi dan teknis lainnya.

Rekayasa administrasi dapat berupa pembatasan jumlah orang, pengaturan jadwal, dan sebagainya. Sedangkan rekayasa teknis, antara lain dapat berupa pembuatan partisi, pengaturan jalur masuk dan keluar, dan sebagainya.

4. Menjauhi kerumunan

Selain tiga hal di atas, menjauhi kerumunan merupakan protokol kesehatan yang juga harus dilakukan. Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), masyarakat diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Ingat, semakin banyak dan sering kamu bertemu orang, maka kemungkinan terinfeksi virus corona pun semakin tinggi.

Oleh sebab itu, hindari tempat keramaian terutama bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut riset, lansia dan pengidap penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona.

5. Mengurangi mobilitas

Virus penyebab corona bisa berada di mana saja. Jadi, semakin banyak Anda menghabiskan waktu di luar rumah, maka semakin tinggi pula terpapar virus tersebut. Oleh karena itu, bila tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah.
Menurut Kemenkes, meski sehat dan tidak ada gejala penyakit, belum tentu Anda pulang ke rumah dengan keadaan yang masih sama. Faktanya, virus corona dapat menyebar dan menginfeksi seseorang dengan cepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.




Bombana “pilot project” Pengelolaan Persampahan Terpadu Nasional

Bombana, SultraNET. | Bupati Bombana dua periode, H. Tafdil dinilai memiliki komitman kuat mensukseskan program Indonesia Bersih Sampah sehingga Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara dipercaya menjadi ‘pilot project‘ pengelolaan persampahan terpadu Nasional.

Konsultan Pengelolaan Persampahan terpadu Nasional, H. Asul Hoesein. Kamis (30/9/2021) mengatakan Bupati Tafdil merupakan Kepala Daerah yang memiliki respon tercepat saat diusulkan daerahnya menjadi percontohan.

“Respon Pak Bupati sangat luar biasa, ini tidak sampai seminggu sudah launcing,” ujar Asrul

Direktur Green Indonesia Foundation ini menjelaskan dalam pengelolaan persampahan terpadu mesti melibatkan 5 komponen penting yang tidak bisa dipisahkan yaitu penyelenggara negara, dunia usaha, masyarakat, media dan dunia pendidikan.

“Pelibatan Sekolah atau dunia pendidikan dalam pengelolaan persampahan terpadu ini hanya sebagai pusat edukasi, jangan diartikan sebagai tempat penampungan sampah,” jelasnya.

Asrul mengklaim dalam pengelolaan persampahan terpadu bakal menguntungkan semua pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun sekolah serta tidak akan merugikan kepentingan para pemulung maupun pelapak persampahan.

H. Asul Hoesein saat memberi penjelasan pada awak media
H. Asul Hoesein saat memberi penjelasan pada awak media

“Semua akan diuntungkan, rumah tangga akan di fasilitasi pilih olah sampah atau komposter rumah tangga yang kecil dan kantong plastik, jadi di rumah tangga itu sudah terpilah sampahnya,” urainya

Dalam pengelolaannya akan dibentuk Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) sebagai wujud nyata dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang berasas kekeluargaan, gotong royong dan sosial entrepreneurship yang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dimana pengelolaannya bakal melibatkan masyarakat umum, dunia usaha, media dan dunia pendidikan.

“Adanya kerjasama pemerintah dengan PKPS itu, nanti akan diberikan asuransi kepada siswa secara perorangan dan ini yang pertama di Indonesia serta buku tabungan sebagai motivasi pemilahan sampah,” bebernya

Ia menambahkan sampah yang telah dipilah di rumah oleh masyarakat akan dijemput oleh pengelola PKPS kemudian sampah itu akan dijual dan mentrasfer dananya ke rekening masing-masing sesuai banyaknya sampah yang dihasilkan.

“Makanya sasaran target pertama didalam program ini akan kita libatkan CSR bank, jadi program pembiayaannya ini adalah menggali sumber sumber pembiayaan Non APBD dan APBN. Jadi kita tidak tergantung dengan pendanaan pemerintah,” tutupnya. (IS)

.




Penentuan Batas 2 Kecamatan di Kabaena Potensi Timbulkan Konflik

Bombana, SultraNET.COM | Penentuan batas wilayah dua desa yang berada tepat di perbatasan Kecamatan Kabaena Tengah dan Kabaena Timur Kabupaten Bombana dihawatirkan dapat memantik konflik horizontal jika tidak dilakukan secara transparan sesuai Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2006.

Anggota DPRD Bombana Dapil Kabaena, Amiadin, SH. Kamis (30/9/2021) mengatakan batas wilayah Kecamatan yang ada di wilayah kepulauan Kabaena itu sudah sangat jelas dan diatur dengan Peraturan Daerah.

“Penentuan batas wilayah ini tidak bisa hanya berdasarkan kesepakatan orang perorang saja karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Politisi PPP itu.

Anggota DPRD empat periode itu menegaskan, perselisihan batas wilayah itu sangat berpotensi menimbulkan konflik antar masyarakat karena ada perusahaan pertambangan yang sedang beroperasi di wilayah tersebut yang tentunya memiliki tanggung jawab sosial dan ekonomi terhadap masyarakat yang masuk wilayah konsesinya.

“Karena ada tanggung jawab sosial perusahaan baik dana CSR maupun kewajiban sosial lainnya yang harus dipenuhi,” tagas Amiadin.

Ditempat yang sama Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional, Musrif mengatakan, potensi konflik terhadap perselisihan batas desa di Kabaena itu sangat besar.

Hal itu dihawatirkan karena banyak pihak yang berkepentingan terlebih dengan hadirnya perusahaan pertambangan di daerah itu.

“Ini harus disikapi serius sebelum terjadi hal hal yang kita semua tentu tidak inginkan,” ujar Musrif.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bombana mengambil langkah serius, cepat dan terukur serta memastikan persoalan batas wilayah itu dapat diselesaikan secepatnya.

“Saya minta Pemerintah Kabupaten untuk mendudukkan batas wilayah ini sesuai Peraturan Daerah yang telah kita buat sebelumnya, sehingga tidak ada pihak pihak yang coba coba ‘bermain’ disini,” pungkasnya. (IS)

 

 

 

 




Kapolres Teddy Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Polisi Ciptakan Kamtibmas di Bombana

Bombana, SultraNET. | Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bombana. AKBP Teddy Arief Soelistiyo mengajak tokoh masyarakat setempat untuk bersama sama kepolisian menciptakan keamanan dan ketertiban ditengah tengah Masyarakat.

Ajakan kapolres tersebut disampaikan saat menyampaikan materi pada kegiatan Serasehan, Diskusi dan Deklarasi Damai, bertempat di Aula Polres Bombana. Rabu (29/09/2021).

Kegiatan yang mengangkat tema Merawat harmoni, merajut kebhinekaan dalam perbedaan guna menjaga situasi kamtibmas yang kondusif itu dihadiri forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh Agama, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat.

Kepada awak media, Kapolres Bombana AKBP Teddy Arief Soelistiyo menjelaskan dengan kondisi Kabupaten Bombana yang masyarakatnya terdiri dari berbagai Agama, Etnis dan Budaya, pelibatan tokoh masyarakat dalam mewujudkan kamtibmas sangat membantu tugas kepolisian karena mereka dapat menjadi contoh tauladan yang baik sekaligus dapat memberikan edukasi di masyarakat sekitar masing masing tentang pentingnya menjaga kamtibmas dalam kemajemukan.

“Sarasehan seperti ini sangat penting, bagaimana kita bersilaturahmi untuk saling memahami, menumbuhkan persudaraan serta menjaga keragaman di masyarakat,” ujar AKBP Teddy Arief Soelistiyo.

Sekretaris KNPI Bombana, Yudi Utama Arsyad saat menandatangani Deklarasi Damai
Sekretaris KNPI Bombana, Yudi Utama Arsyad saat menandatangani Deklarasi Damai

Teddy mengaku ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan kamtibmas dalam keberagaman antara lain maraknya pemberitaan hoax yang berpotensi merusak kerukunan dan kebhinekaan.

Selanjutnya masih ada upaya untuk merubah dasar negara dengan ideologi tertentu dan persaingan antar bangsa lain di dunia yang menginginkan NKRI menjadi lemah, bubar dan terpecah.

“Tantangan lainnya memudarnya nilai–nilai luhur  budaya bangsa akibat dari  pengaruh globalisasi yang tidak di  filter degan baik,” tutup Teddy.

Pewarta : Idris Hayang

.




Festival Tangkeno ke-9 Digelar Meriah

Bombana, SultraNET.  | Festival Tangkeno sebagai ajang promosi wisata Kabupaten Bombana telah memasuki tahun ke 9, Festival ini menjadi kegiatan rutin tahunan dan masuk dalam kalender event Provinsi dan Nasional.

Dalam sambutannya saat pembukaan Festival Tangkeno ke 9, Minggu (26/9/2021) Bupati Bombana, H.Tafdil mengatakan tidak mudah melaksanakan kegiatan festival seperti itu ditengah gejolak pandemi covid-19 namun dengan usaha dan keyakinan yang disertai doa serta komitmen untuk tetap mematuhi protokol kesehatan kegiatan dapat terwujud.

“Dengan kegiatan ini dapat menjadi momentum stakeholder baik pemerintah, industri pariwisata terkhusus masyarakat Bombana menjadi lebih sadar akan pentingnya pembangunan kepariwisataan yang mengedepankan tercapainya pertumbuhan perekonomian, menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat disekitar destinasi pariwisata,” Ujar Bupati Dua Periode ini,

Ia mengingatkan para pelaku usaha industri pertambangan, perkebunan dan perikanan agar bersama sama berpartisipasi dalam membangun kepariwisataan di wonua Bombana dengan menjaga lingkungan dan menjujung tinggi nilai-nilai sosial budaya agar bisa menciptakan kejahteran masyarakat.

” Festival Tangkeno yang ke 9 ini bisa membuka peluang usaha di dunia pariwisata dan menjadi awal kebangkitan kepariwisataan di Indonesia terkhusus di wonua Bombana yang kita cintai ini,” ucapnya

Suami dari Senator DPD-RI. Andi Nirwana Sebbu juga berharap agar kegiatan kegiatan positif yang bertujuan mempromosikan daerah harus terus dilaksanakan dan dikembangkan karna dapat berdampak baik dari sisi ekonomi, sosial dan budaya karena tidak hanya bisa mendatangkan wisatawan dan investor dibidang pariwisata namun dapat pula meningkatkan sumberdaya manusia dan perekonomian masyarakat Kabupaten Bombana.

”Saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah turut membantu bekerjasama dan berpatisipasi dalam kegiatan event festival tangkeno ini, sehingga daerah kita ini bisa dikenal oleh masyarakat luas, ” beber Tafdil

Di akhir sambutannya, Ketua DPD Partai Amanat Nasional Bombana itu menyampaikan pesan yang dikutip dari Kata Kata Mutiara yaitu “Kalau kamu merasa tahu segalanya pergilah traveling, maka kamu akan menemukan hal baru yang belum kamu ketahui sebelumnya.”.

Sebagai mana diketahui selain dari pagelaran seni pada Festival Tangkeno ini juga di ramaikan dengan Latber Trail Wisata Tangkeno dan Juga Baksos pembagian sembako buat masyarakat kurang mampu. (R)




Pekan Vaksinasi di Bombana 5 Kecamatan Tak Penuhi Setengah Target

Rumbia, SultraNET. | Pelaksanaan Pekan Vaksin ke Empat sebagai salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten Bombana untuk percepatan vaksinasi bagi masyarakat umum yang dimulai dari tanggal 13 hingga 20 September 2021 secara serentak di seluruh Kecamatan, nyatanya tidak seluruhnya mencapai target.

Dari 22 Kecamatan yang ada di daerah yang dipimpin H. Tafdil sebagai Bupati itu, 5 Kecamatan tercatat tidak mancapai 50 persen atau setengah dari target.

Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Bombana, Tarzan. S.KM, Senin (20/9/2021) mengatakan kelima Kecamatan dimaksud yaitu Kecamatan Rumbia yang menorehkan angka prosentase 45,77 persen disusul Kecamatan Poleang Selatan 39,02 persen dan Kecamatan Poleang Tengah 36,47 persen serta Kecamatan Poleang 34,46 persen sedangkan yang terendah adalah Kecamatan Tontonunu yang hanya mencatat angka 26,39 persen.

“Pada pekan vaksinasi tahap Empat target secara keseluruhan mestinya 13.410 orang namun yang berhasil divaksin berjumlah 10.107 orang,” ujar Tarzan, S.KM

Kendati belum mampu memenuhi target, Dinas Kesehatan terus memotivasi serta mengapresiasi kinerja petugas di lapangan yang telah bekerja keras hingga saat ini dalam rangka mensukseskan program vaksin yang dicanangkan pemerintah.

“Meski belum mencapai target, kita tidak boleh kendor dan terus berjuang melawan covid-19, dengan percepatan vaksinasi agar segera terbentuk herd immunity.” pungkasnya. (IS)

 




Sukseskan Vaksinasi di Bombana, Polres Buka Gerai Keliling ‘Presisi’ di 8 Lokasi

Rumbia, SultraNET. | Upaya percepatan pencapaian Herd immunity atau imunitas komunal terus dilakukan di Kabupaten Bombana. Salah satunya oleh Polres Bombana yang menyediakan gerai vaksin keliling “Presisi” yang di gelar di Kecamatan Poleang dengan target 8 lokasi pelayanan vaksinasi.

Kapolres Bombana AKBP. Teddy Arief Soelistiyo saat di jumpai awak media di ruang kerjanya, Senin (20/9/2021) mengatakan ke 8 lokasi dimaksud yaitu di Polsek Poleang dengan jadwal vaksinasi tanggal 20 hingga 24 September 2021, SMPN 24 Poleang tanggal 20 September 2021, SMA 01 Bombana tanggal 21 September 2021,  MTSN Poleang tanggal 22 September 2021, SMP 03 Poleang tanggal 23 September 2021, Pesantren Madrasah Aliyah Islam Nusantara, tanggal 24 September 2021, Desa Pokurumba, tanggal 25 September 2021 dan SMP/ SMA Satu Satap Poleang tanggal 25 September 2021.

“Teknis pelaksanaannya kali ini akan lebih banyak menyasar ke usia remaja usia  12 hingga 17 tahun, karena kami melihat para Remaja ini juga penting di vaksin agar mereka bisa sebagai influencer yang positif bagi teman temannya yang lain,” Ujarnya

Teddy menjelaskan bahwa kebijakan Gerai Vaksin Keliling Presisi oleh Polres Bombana sejalan dengan strategi pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 dengan 3T, 5M plus Vaksinasi.

“Tujuan utamanya adalah ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cara mendekatkan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat.” Jelas AKBP Teddy A.S

Ia juga menambahkan dalam penanggulangan pandemi COVID-19 di wilayah hukumnya, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan juga pihak TNI, khususnya Dinas Kesehatan setempat, untuk memetakan sasaran maupun target vaksinasi.

“Untuk mengakhiri pandemi Covid-19, seluruh elemen perlu bekerja sama dan tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. tetapi kunci dalam upaya pencegahan dan penanggulangan virus ini ada di tangan masing-masing individu,” Pungkas Pria Yang baru 3 bulan di percaya sebagai orang nomor satu di jajaran polres Bombana itu.




Kerja Sama Semua Pihak, Lantari Jaya Lampaui Target Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. |  Pekan Vaksinasi Tahap ke Empat yang di laksanakan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan mempercepat tercapainya Herd Immunity atau kekebalan kelompok telah selesai di laksanakan.

Dari 22 Kecamatan ada beberapa Kecamatan yang berhasil mencapai bahkan melampaui target yang di berikan, Salah satu Kecamatan yang melampaui target yaitu Kecamatan Lantari Jaya.

Sebagaimana diketahui pada pekan vaksinasi tahap ke Empat ini, Kecamatan Lantari Jaya mendapat target 714 orang yang akan di vaksinasi.

Dari target tersebut yang berhasil di vaksin sampai batas waktu untuk wilayah Kecamatan Lantari Jaya adalah 1.020 orang atau persentase 142,86 persen.

Kapolsek Lantari Jaya IPDA Setyabudi Satrianto SH mengungkapkan bahwa capaian ini berkat kerjasama dari semua stakeholder yang ada di Kecamatan Lantari Jaya.

“Alhamdulillah, kami sebagai salah satu garda terdepan dalam penanggulangan virus covid-19 ini akan selalu berkoordinasi dengan Muspika, Kepala Desa dan para Kepala Sekolah untuk terus memantau dan memberikan edukasi tentang pentingnya vaksinasi kepada masyarakat,” Ungkap Setyabudi Satrianto. Senin (20/9/2021).

Kedepannya menurut mantan Kanit Provost Polres Bombana ini dengan target pencapaian Herd immunity di Kecamatan Lantari Jaya pihaknya akan lebih intens lagi turun ke lapangan untuk mengajak masyarakat melakukan vaksinasi.

” Kami sudah melakukan antar jemput warga, kedepannya kami akan langsung lagi dor to dor ke rumah masing-masing warga yang belum melaksanakan vaksinasi, ini sesuai arahan Kapolres Agar setiap Polsek pro aktif dalam kegiatan Vaksinasi,” tambahnya

Kapolsek yang akrab dengan para awak media terus mengingatkan kepada masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi agar tetap menaati Prokes yang ada.

” Buat masyarakat yang belum mengikuti vaksinasi, mari sama sama kita vaksin agar Herd immunity yang kita harapkan bersama bisa tercapai.” Pungkasnya. (IS)




Dianggap Berhasil Tangani Covid-19 dan Vaksinasi, Dinkes Bombana Diapresiasi Dewan

Rumbia, SultraNET. | Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana menyampaikan Apresiasi kepada Dinas Kesehatan setempat yang dinilai sukses dalam penanganan covid-19 serta dalam pencapaian prosentase vaksinasi melalui inovasi pekan vaksin.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Rapat Paripurna DPRD Bombana dalam rangka persetujuan penetapan rancangan peraturan daerah Kabupaten Bombana tentang perubahan APBD tahun anggaran 2021 menjadi Peraturan Daerah,  Senin (20/9/2021) bertempat di Aula Paripurna Kantor DPRD Bombana.

Dalam Laporan gabungan komisi, DPRD atas hasil pembahasan Raperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2021 yang di Bacakan oleh Ketua Komisi 1 DPRD Bombana, Nasruddin,SH.,MH memberikan Apresiasi penuh kepada Dinas Kesehatan.

Instansi yang saat  ini di Nakhodai oleh Darwin Ismail. SE dinilai sukses telah melaksanakan kegiatan Vaksinasi yang telah mencapai persentase 73 persen.

“Pencapaian persentase ini merupakan salah satu yang tertinggi di antara Kabupaten dan Kota yang ada di Sulawesi Tenggara,” ujar Nasruddin

Dinas dinilai telah melakukan kerja keras dan berbagai upaya demi kepentingan orang banyak dengan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan Ambulance Laut untuk wilayah Kabaena.

” Insya Allah dalam waktu dekat ini akan di Launching, Ambulance Laut biayanya dapat di jangkau Masyarakat dan inilah yang di harapkan oleh masyarakat ,” Ungkap Politisi Partai Kebangkitan Bangsawan tersebut

Pantauan awak media Pada rapat paripurna tersebut turut hadir Bupati Bombana, H.Tafdil, Sekretaris Daerah Drs. Man Arfa, M.Si dan seluruh kepala OPD. (IS)




Sasar 5 Sekolah, Puskesmas Kabaena Vaksin 191 Siswa

Rumbia, SultraNET. | Setelah sepekan melaksanakan pekan Vaksinasi tahap ke Empat yang di selenggarakan pemerintah daerah Kabupaten Bombana melalui Dinas kesehatan yang di mulai sejak Senin tanggal 13 September 2021 hingga Senin 20 September 2021.

Sebagai upaya dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan mempercepat tercapai nya Herd Immunity, Kecamatan Kabaena sebagai salah satu daerah sasaran vaksinasi kali ini berhasil memvaksin 191 siswa dari 5 Sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan vaksinasi.

Kepala Puskesmas Kabaena. Husmin, SKM menjelaskan pelaksanaan vaksinasi untuk pelajar usia 12 hingga 17 tahun baru di laksanakan pada hari ketiga pekan vaksinasi, karena dua hari sebelumnya untuk melayani masyarakat umum.

” Rincian dari ke 5 sekolah tersebut adalah MTSN 01 Bombana (50 orang ),SMPN 01 Kabaena (36 orang),SMP Satap 04 Kabaena (21orang),MAN 02 Bombana (62 orang ) dan yang terakhir MTSN 05 Bombana (22 orang),” jelas Husmin. Senin (20/09/2021).

Selain itu dari target keseluruhan yang di berikan kepada Kecamatan Kabaena, pihaknya mencapai persentase target 100 persen dengan jumlah yang ikut vaksinasi sebanyak 274 orang.

“Jumlah tersebut sudah sesuai dengan target yang di berikan kepada kami sebanyak 274 orang, kedepannya kami akan mengusahakan fokus pada sasaran usia pelajar yaitu 12 hingga 17 tahun.” tutupnya. (IS)