Patut Dicontoh, Rarowatu Utara Lampaui Target Vaksin Pekan ke 3

Rumbia, SultraNET. | Program Pekan vaksinasi Tahap Ketiga yang di mulai sejak tanggal 16 Agustus hingga 21 Agustus 2021 telah berakhir, di antara 22 Kecamatan yang melaksanakan pekan vaksinasi tersebut salah satunya di Kecamatan Rarowatu Utara dan mencatat mampu melampaui target yang diberikan.

Dari data yang tercatat, PKM Rarowatu Utara berhasil melakukan vaksinasi kepada 309 orang dari 220 orang target yang di berikan.

Satar SKM selaku kepala Puskesmas Rarowatu Utara sempat terkejut dengan pencapaian tersebut karena menurutnya pada awal awal pekan vaksinasi Tahap ketiga ini antusiasme masyarakat sempat menurun

” Saya ambil contoh di hari pertama di Desa Tunas Baru yang ikut vaksinasi cuman 11 orang, tetapi itu semua tertutupi di desa desa berikut nya,” ucap Satar. Sabtu (21/8/2021)

Walaupun rasa khawatir sempat ada tapi Satar punya keyakinan bahwa target akan bisa tercapai kalau semua pemangku kebijakan saling bahu membahu dalam mensukseskan program Pekan vaksinasi ini

“Kami juga salut kesadaran masyarakat di beberapa desa yang dengan ikhlas datang berbondong-bondong ke tempat Vaksinasi tanpa harus di panggil lagi” tambah nya

Ketua PPNI Bombana ini juga mengharapkan ke depan nya apabila pekan vaksinasi ini masih berlanjut masyarakat Rarowatu Utara lebih semangat dan antusias lagi mengikuti pekan vaksinasi

“Jangan percaya sama berita Hoax, pemerintah pasti sudah memikirkan yang terbaik buat masyarakat nya,jadi tidak ada alasan lagi untuk kita tidak datang ke tempat Vaksinasi,” harap Satar




Pulau Basa Direklamasi, Nelayan Poleang Terancam Kelaparan

Bombana, SultaNET. | Rencana Pemerintah Kabupaten Bombana melakukan reklamasi Pulau Basa yang secara administratif masuk wilayah Kelurahan Kasabolo, Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana mendapat penolakan dari para nelayan pesisir Poleang dan sekitarnya.

Penolakan itu disampaikan Ratusan nelayan dengan mengelar aksi di halaman Kantor DPRD Bombana, Jum’at (20/08/2021).

Salah satu kordinator aksi, Irfan Mappa mengatakan jika reklamasi Pulau Basa tetap dilakukan dipastikan dapat mematikan mata pencaharian nelayan di sepanjang Pesisir Poleang sehingga dapat menyebabkan nelayan setempat kelaparan.

“Jika dayung nelayan kering, panci juga kering, jadi tidak ada tawar menawar kami menolak pulau Basa di reklamasi,” tegas Irfan Mappa.

Ia menyebut pemerintah Kabupaten Bombana melakukan upaya reklamasi Pulau Basa secara diam-diam  serta tidak transparan  dengan menggandeng pihak swasta sebagai Pihak Ketiga.

“Sosialisasi pernah dilakukan namun pesertanya dipilih pilih dan dilakukan di hari Minggu dan terkesan ditutup-tutupi,” ujarnya.

Irfan berharap DPRD Bombana dapat berdiri bersama masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten membatalkan rencana Reklamasi Pulau Basa.

“Nelayan pesisir Poleang tidak ada tawar menawar, kami menolak Reklamasi Pulau Basa karena akan lebih banyak mudharatnya dari maslahatnya,” Pungkasnya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi III DPRD Bombana, Andi Firman yang menerima massa aksi memastikan DPRD Belum menerima pemberitahuan terkait rencana pemkab Bombana untuk mereklamasi Pulau Basa.

“DPRD Belum diberitahu terkait rencana Pemkab itu,” ujarnya.

Aleg Partai Amanat Nasional itu menggaransikan bakal mengajukan ke pimpinan DPRD untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat dengan menghadirkan semua pihak terkait tuntutan massa aksi.

” RDP akan dilakukan terbuka sehingga tidak ada yang ditutup tutupi dan kami minta perwakilan massa aksi juga hadir,” ucap Mantan Ketua DPRD Bombana itu.

Sementara itu salah satu orator yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum Rakyat Sulawesi Tenggara (LBHR-SULTRA), Muh. Basri Tahir, SH Memastikan lembaga yang dipimpinnya itu bakal mendampingi perjuangan para nelayan pesisir pantai Poleang.

“Bahkan Jika ini dipaksakan oleh Pemkab maka LBHR Sultra siap menempuh jalur hukum,” Tegas Basri. (Idris)

 

 

 

 

 

 




Diluar Program Pekan Vaksin PKM Rumbia Catat 1.719 Dosis Telah Digunakan

Rumbia, SultraNET. | Sebelum di luncurkan program pekan Vaksin oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana berbagai kegiatan vaksinasi massal telah di lakukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rumbia hingga mencatatkan telah memvaksin 1.719 orang.

Kepala PKM Rumbia, Rahmat AMK, S.Si menjelaskan, jumlah 1.719 orang tersebut berdasarkan rekap dari berbagai jadwal vaksinasi massal yang di laksanakan di wilayah kerja PKM Rumbia

” Itu data sejak vaksinasi massal di lakukan, tanggal 02 Februari 2021 hingga tanggal 04 Juni 2021 yang dilaksanakan di beberapa OPD dan UPTD wilayah Kecamatan Rumbia dengan pembagian untuk dosis 1 sebanyak 1.063 orang dan dosis 2 sebanyak 656 orang,” jelas Rahmat, Jum’at (20/08/2021).

Menurut Rahmat vaksinasi massal yang di lakukan pemerintah Daerah Kabupaten Bombana selain dari pekan Vaksinasi Covid-19 adalah salah satu upaya juga untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

” Beberapa OPD selain dari PKM Rumbia yang melaksanakan vaksinasi Massal beberapa waktu lalu yaitu Polres Bombana, Setda, KPU, PUPR, Bapedda, Diknas, Rujab Bupati, Rujab Wakil Bupati, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, BPS, dan Pengadilan Agama,” Rincinya.

Terkait Program Pekan Vaksinasi Covid-19, ia berharap semua masyarakat yang ada di wilayah PKM Rumbia sudah bisa tervaksin tanpa terkecuali.

“Bagi masyarakat Rumbia yang belum mengikuti vaksinasi, mohon kiranya untuk meluangkan waktu ke tempat pekan vaksinasi yang telah di siapkan oleh pemerintah daerah, ini semua demi kesehatan kita bersama,” harap Rahmat.




Marak Informasi Hoaks Pengaruhi Animo Masyarakat Ikuti Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Pelaksanaan pekan vaksinasi Tahap Ketiga ini mengalami penurunan animo dari masyarakat Kabupaten Bombana, hal itu diduga diakibatkan masih maraknya informasi hoax yang beredar di media sosial.

Kepada awak media ini, Brigadir Patriyono Cornelius anggota Polsek Rumbia yang juga Bhabinkamtibmas Kelurahan Lameroro, mengatakan informasi serta pro dan kontra terkait vaksinasi yang tersebar di media sosial menjadi salah satu penyebab masyarakat takut untuk melakukan vaksin Covid-19.

“Dampaknya, sebagian masyarakat mendukung program tersebut namun tidak sedikit yang meragukan efektifitas dan keampuhan vaksinasi,” ujar Patriyono saat melakukan pengamanan pekan vaksinasi di Kantor Camat Rumbia, Kamis (19/08/2021)

Brigadir Patriyono Cornelius anggota Polsek Rumbia
Brigadir Patriyono Cornelius anggota Polsek Rumbia

Sebagai institusi yang mendukung program vaksinasi ini, Patriyono juga mengatakan bahwa pimpinannya di Kepolisian selalu mengingatkan kepada semua jajaran dan bawahannya untuk selalu menjadi garda terdepan dalam penanganan virus corona.

“Terkadang masyarakat membutuhkan bantuan untuk antar jemput, kami selaku Bhabinkamtibmas harus selalu siap untuk melaksanakan tugas tersebut ini semua demi suksesnya pekan vaksinasi,” ucap Bhabinkamtibmas yang di tugaskan untuk mendampingi dan pengamanan di Puskesmas Rumbia selama pekan vaksinasi ini berlangsung

Dia menambahkan, selama menjalankan tugas di Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana sebagai relawan Covid-19 dari vaksinasi tahap pertama hingga tahap kegita belum ada insiden besar yang dihadapi.

“Sampai sekarang belum ada insiden besar dan mudah-mudahan selanjutnya juga seperti ini.” Tutup pria peramah ini.




Golkar Bombana Komitmen Dukung Sukseskan Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bombana mengajak masyarakat dan khususnya kader partai berlambang beringin itu untuk membantu pemerintah mensukseskan Pelaksanaan pekan Vaksinasi Covid-19 tahap ketiga yang dilakukan serentak selama sepekan sejak hari ini di 22 Kecamatan, se-Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Saat di temui di Kantor Golkar Kabupaten Bombana yang terletak Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Lauru Kecamatan Rumbia Tengah, Senin (16/08/2021), Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bombana Bidang BAPPILU, Basmin, menjelaskan pentingnya dilakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan penularan virus yang telah mengguncang dunia dua tahun terakhir ini.

“Ayo jangan takut di vaksin, ini semua demi keselamatan anda, keluarga dan kita semua dan para kader juga wajib vaksin untuk memberikan contoh kepada warga sekitar,” ujar Pria jebolan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Pada kesempatan itu, Basmin juga meminta kepada para kader Golkar di Kabupaten Bombana untuk segera menjalani vaksinasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang manfaat vaksin.

Basmin secara khusus juga menyatakan keprihatinannya dengan lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini yang hampir merata di Seluruh Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Bombana.

“Mudah-mudahan semua anak-anak sekolah bisa divaksin, jika semua mayoritas warga negara ini juga sudah divaksin, maka adik-adik sekalian nanti akan bisa kembali sekolah bertatap muka seperti biasa,” katanya.

Selain itu, pria yang akrab di sapa dengan panggilan PISA ini juga mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan yakni, mengenakan masker, mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi.




Tak Perlu Takut, Lansia Sebelum Vaksin Dipastikan Sejumlah Hal ini !

Rumbia, SultraNET. | Orang Lanjut Usia (Lansia) termasuk salah satu kelompok yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi Covid-19 pada pekan vaksinasi yang di selenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana.

Vaksinasi Covid-19 untuk lansia tercantum dalam surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok sasaran lansia, komorbid, penyintas Covid-19, dan sasaran tunda.

Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana , Tarzan,SKM .,M.Sc mengatakan, secara umum tidak ada syarat kondisi khusus bagi lansia yang akan divaksin.

Ia menyebutkan, syaratnya sama dengan kelompok lainnya, meski demikian, ada sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada lansia calon penerima vaksin Covid-19.

“Ada tambahan pertanyaan untuk menilai apakah usia lebih dari 60 tahun dapat menerima vaksin,” ujar Tarzan saat dihubungi via telepon oleh awak media, Sabtu (21/08/2021)

Daftar pertanyaan tambahan itu adalah

1.Apakah mengalami kesulitan menaiki 10 anak tangga?

2.Apakah punya 5 penyakit dari 11 penyakit kronik dan komorbid?

3.Apakah mudah merasa kelelahan?

4.Apakah mengalami penurunan berat badan secara signifikan?

5.Apakah sulit berjalan sejauh 100-200 meter?

Jika ada 3 jawaban “Ya” atau lebih dari 5 pertanyaan di atas, maka vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan.

Mengenai batasan maksimal usia lansia yang bisa divaksin, Tarzan menyatakan, tidak ada batas maksimal.

“Tidak ada batas maksimal (usia lansia),” ujar dia.

Sebelumnya, menurut Tarzan Kementerian Kesehatan juga memperbarui kondisi orang yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Berikut rincian mereka yang tidak boleh menerima vaksin virus corona:

1.Orang dengan tekanan darah 180/110 atau lebih.

2.Penyintas Covid-19 kurang dari 3 bulan

3.Sedang hamil

4.Mengalami gejala ISPA, seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir

5.Ada anggota keluarga yang kontak erat/suspek/terkonfirmasi sedang dalam perawatan karena Covid-19

6.Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi kedua)

7.Orang yang sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah

8.Menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis) akut

9.Menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis akut

11.Menderita penyakit saluran pencernaan kronis

12.Menderita penyakit hiperteroid atau hiperteroid karena autoimun

13.Menderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui

Tarzan menambahkan ada pula dua kondisi lain yang menyebabkan pemberian vaksin dapat ditunda. Kondisi itu yakni :

1.Jika berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam 37,5 derajat celcius ke atas, penundaan dilakukan sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19. Selain itu, dilakukan screening ulang pada saat kunjungan berikutnya.

2.Jika memiliki salah satu penyakit paru, seperti asma, PPOK, dan TBC.

“Jika memiliki kondisi-kondisi di atas, maka vaksin baru bisa dilakukan hingga kondisi pasien terkontrol baik.” Tutupnya




Hari Ke Tiga Pekan Vaksin, PKM Rarowatu Capai Setengah Dari Target

Rumbia, SultraNET. | Hari Ketiga pelaksanaan Vaksinasi massal pada program pekan vaksinasi ke tiga di Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, mencapai 50 persen dari target 220 orang.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rarowatu, Hasniwati, SKM mengatakan, meski kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin pada pekan vaksinasi tahap ketiga berkurang jika di bandingkan dengan tahap pertama, dirinya masih berkeyakinan kalau target yang di berikan masih bisa tercapai.

“Sudah tiga hari berjalan tahap tiga, kunjungan masih agak kurang. Namun pas rangkain 17 Agustus 2021 kemarin, kita berhasil vaksin 66 orang,” kata Hasniwati saat wawancara dengan awak media di lokasi vaksinasi, Lakomea (18/08/2021).

Pada Rabu 18 Agustus 2021 kata dia, Tim dari PKM Rarowatu berhasil malakukan vaksin sebanyak 33 warga Desa Lakomea Kecamatan Rarowatu.

“Untuk hari ini, sebanyak 33 orang yang divaksin. Sementara jumlah target kita pada pekan vaksinasi tahap tiga ini hanya 220 orang, 16 fial vaksin. Nanti hari terakhir baru kita bisa persentase capaian nya,” jelas wanita berjilbab ini.

Hasniwati juga membeberkan bahwa di setiap pelaksanaan Posyandu, tim dari PKM Rarowatu selalu melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya vaksinasi untuk kekebalan tubuh

“Tetapi kita kembalikan lagi kepada masyarakat, ada yang kesadarannya tinggi ada juga yang tidak,” bebernya.

Meski demikian, ia terus mengajak semua masyarakat di wilayah kerjanya itu untuk aktif dalam memberikan pemahaman kepada warga lainnya pentingnya vaksinasi Covid-19

“Kita harus aktif dan mau melakukan vaksinasi Covid- 19,” pungkasnya

Pewarta : Muh. Adnan




Pekan Vaksin Ke 3 di Ibu Kota Bombana, Peserta Alami Penurunan

Rumbia, SultraNET. | Setelah sukses melampaui target pada hari pertama pekan Vaksinasi Covid-19 tahap ketiga dengan jumlah 151 orang yang di vaksinasi, hari Kedua di wilayah Kecamatan Rumbia, Ibu Kota Kabupaten Bombana, angka itu jauh menurun drastis menjadi tinggal 18 orang saja .

Kepala Puskesmas Rumbia, Rahmat, A.MK., S.Si. Rabu (18/08/2021) menjelaskan kendala yang sebenarnya ia belum mengetahui pasti namun menurutnya hal ini bukan karena kurangnya animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi namun di karenakan semakin banyaknya tempat pelaksanaan vaksinasi massal.

“Kalau dahulu kan cuman satu titik, sekarang sudah banyak menyebar di berbagai titik, untuk wilayah kota saja ada 3 titik satu di sini satu di Rumbia Tengah satunya lagi di Koramil,” jelas Rahmat

Ia merasa kan bahwa masyarakat Ibukota ini sudah hampir keseluruhannya telah mendapatkan vaksinasi

“Kalau untuk target dari pekan Vaksinasi tahap ketiga ini, kami juga agak kurang yakin untuk bisa tercapai dari total 100 persen,” ucapnya

Tak lupa Rahmat berpesan kepada masyarakat Rumbia yang belum melakukan vaksinasi untuk segera datang ke tempat Vaksinasi Massal yang telah disiapkan oleh Pemda Bombana.

“Kalau untuk wilayah Rumbia pelayanan sampai hari Jumat, 20 Agustus 2021 tempatnya di Kantor Camat Rumbia,” Pungkas Rahmat.




Sempat Tertunda 3 Kali, Warga Desa Ini Akhirnya Divaksin Dosis Pertama

Rumbia, SultraNET. | Selama pelaksanaan Pekan vaksinasi yang sudah memasuki tahap ketiga ini, Desa Tunas Baru yang menjadi salah satu wilayah kerja dari PKM Rarowatu Utara yang selama ini mengalami penundaan vaksinasi akhirnya melaksanakan vaksinasi untuk dosis pertama, Senin (16/08/2021).

Vaksin tersebut dikhususkan untuk Kepala Desa dan Perangkat Desa Tunas Baru, Kecamatan Raraowatu Utara, Kabupaten Bombana yang baru menjalani vaksinasi tahap satu, bertempat di Kantor Desa Tunas Baru.

Proses penyuntikan vaksin Sinovac dilakukan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat Rarowatu Utara yang dimulai  dengan memberikan kepada Kepala Desa Tunas Baru, Baharuddin Tola.

Kepada awak media, Baharuddin Tola mengatakan, proses vaksinasi massal sudah berulang kali dijadwalkan di desa tersebut.

Namun bersamaan dengan itu ada warganya yang terkonfirmasi positif covid-19 yang mengakibatkan proses vaksinasi mengalami penundaan.

“Sudah tiga kali ditunda, batal terus karna ada yang positif  setiap jadwal vaksin makanya ditunda terus,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa yang ikut vaksinasi hari ini sebanyak 11 orang termasuk dirinya yang semuanya perangkat.

“Insya Allah saya dan semua perangkat desa akan mengikuti vaksin dosis pertama ini.” tutupnya




Bupati H.Tafdil Ingatkan Warga Bombana Pentingnya Vaksinasi

Rumbia, SultraNET. | Sebagai upaya serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mensukseskan Program pekan vaksinasi yang di inisiasi oleh Pemkab Bombana yang saat ini terus dilakukan sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19 kepada warga, Bupati Bombana H.Tafdil mengingatkankan warganya tentang pentingnya melakukan vaksin sebagai upaya meningkatkan imunitas daya tahan tubuh.

Kepada awak media H.Tafdil menjelaskan, pemberian vaksin bagi masyarakat merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.

“Penting bagi kita melakukan vaksinasi, walaupun vaksin ini tidak menjamin bahwa kita terhindar dari Covid-19, setidaknya jika terpapar gejalanya tidak seberat sebelum di vaksin,” jelas H. Tafdil Selasa (17/8/2021).

Menurutnya, dari data jumlah pasien Covid-19 rata-rata penderitanya 90 persien belum melakukan vaksinasi, sementara pasien yang sudah melakukan vaksin tidak mengalami gejala yang berarti.

“Untuk mengatasi pandemi Covid-19 di wilayah Bombana yang sangat perlu dilakukan saat ini hanya ada dua cara yaitu menaati prokes dan ikut melakukan vaksinasi” ungkap Bupati 2 periode tersebut.

Ketua DPD PAN Bombana ini juga menambahkan bahwa orang yang sudah tervaksin bukan hanya bisa melindungi diri sendiri, tetapi akan melindungi orang-orang di sekitarnya terutama lansia, sebab, orang yang sudah tervaksin kemungkinan menularkan virus sangatlah kecil.

“Jadi mari beramai ramai kita mengikuti vaksinasi,ini juga buat kesehatan kita bersama” pungkas suami ANS ini.