Wartawan di Kendari Alami Kekerasan oleh Oknum Polri, JOB : Itu Ancaman Serius Bagi Demokrasi dan Kebebasan PERS

Bombana, SultraNET. | Junalis Online Bombana (JOB) mengutuk tindakan kekerasan terhadap Rudinan Wartawan Berita Kota yang diduga dilakukan oleh sekelompok oknum Polisi saat meliput aksi unjuk rasa di Depan Kantor BLK Kendari, Kamis 18 Maret 2021 sekitar pukul 10.15 WITA.

Kepada awak ini, Koordinator Jurnalis Online Bombana, Idris Hayang mengatakan dalam menjalankan tugas di lapangan Wartawan berpedoman pada Kode Etik serta dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga tindakan kekerasan merupakan ancaman serius bagi Demokrasi dan Kebebasan PERS.

“Kami meminta Pimpinan Polri secara aktif mengedukasi anggotanya tentang kerja kerja wartawan, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Idris

Ia juga mendorong agar Wartawan yang diintimidasi serta mengalami kekerasan menempuh jalur hukum, agar menjadi pembelajaran sehingga diharapkan aksi kekerasan kepada pers tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Kita berharap ini diatensi oleh pimpinan Polri mengingat insan Pers dan Polri merupakan mitra strategis dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” tegas salah satu deklarator Jurnalis Online Indonesia itu.

Pada kesempatan itu ia juga mengajak semua pihak agar menjaga demokrasi dan kebebasan pers yang tengah tumbuh dan berkembang di tanah air agar tidak ternodai hanya karena ulah beberapa oknum.

“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi kita insan PERS agar dalam bekerja tetap tunduk pada kode etik dan kode perilaku wartawan serta tetap konsisten menjaga demokrasi dan menjalankan kebebasan pers dengan penuh rasa tanggung jawab, demi terwujudnya masyarakat yang adil dan sejahtera,” Pungkasnya.

Sementara itu Rudinan dalam rilis Persnya menceritakan Awalnya ia melakukan peliputan aksi unjuk rasa di depan Kantor BLK Kendari, berselang beberapa menit aksi unjuk rasa saling dorong antara massa aksi dan aparat kepolisian karena pendemo meminta masuk untuk bertemu dengan Kepala BLK Kendari, sekitar pukul 10.45 WITA, massa aksi diterima oleh pihak BLK Kendari untuk melakukan hearing.

“Saat itu juga saya sebagai wartawan mencoba masuk kedalam untuk melakukan liputan,” ujar Rudinan.

Saat akan masuk kedalam Kantor BLK Kendari bersama teman wartawan lainnya, aparat kepolisian berjumlah kurang lebih 7 hingga 10 orang menahannya dan meminta menunjukkan Id card.

“Setelah saya menunjukkan Id card, tiba-tiba dari belakang aparat kepolisian langsung memukul kepala dibagian belakang saya dengan mengelurkan kata-kata kasar “binatang” yang tidak musti diucapkan yang katanya mengayomi dan melindungi masyarakat,” keluh Rudinan.

Sebagaimana diketahui, ketentuan pidana diatur dalam UU Pers Pasal 18 ayat (1), yang berbunyi setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi maka dipidana penjara paling lama tahun atau denda paling banyak Rp500 juta. (Hrd)




Target Empat Tahun, PDAM Mampu Layani Kebutuhan Air Bersih Seluruh Warga Bombana

Bombana, SultraNET. | Jika mendapat dukungan penuh dari Pemerintah melalui pembiayaan sejumlah fasilitas pendukung, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bombana memastikan dapat melayani kebutuhan air bersih seluruh warga di daerah yang terkenal sebagai penghasil itu dalam empat tahun kedepan.

Pelaksana Tugas Direktur PDAM Bombana, DR. Arman, Selasa (16/03/2021) mengatakan sebagai komitmen agar mampu mewujudkan pelayanan kepada seluruh warga yang membutuhkan air bersih, pihaknya telah menyusun Buku Rencana Bisnis PDAM Kabupaten Bombana Periode Tahun 2021-2025 yang merupakan acuan dalam mengembangkan seluruh potensi sumber air bersih dan jaringannya agar mampu melayani kebutuhan air bersih seluruh masyarakat Bombana.

“Buku ini dibuat sebagai acuan perencanaan strategis pengelolaan dan pengembangan asset perusahaan untuk kurun waktu jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” ujar DR. Arman usai menghadiri Rapat Kerja bersama Anggota DPRD Bombana.

Arman menjelaskan untuk mewujudkan kesiapan melayani kebutuhan air bersih seluruh warga, dalam 4 tahun kedepan, PDAM Bombana membutuhkan anggaran sebesar 107 Miliar yang anggarannya direncanakan bersumber dari APBD, APBN dan Anggaran yang diambil dari keuntungan perusahaan dengan rincian 42,7 persen dari APBN Kementerian PUPR Bidang Sumber Daya Air, 46,2 persen dari Bidang Cipta Karya, 9,5 persen dari APBD Kabupaten dan 1,6 persen dari dana PDAM.

“Untuk APBD sendiri dalam 4 tahun kedepan kita butuh sekitar 10 miliar dan untuk tahun ini kita butuh sekitar 1 milyar,” jelas ASN yang bertugas di Badan Kesbangpol setempat itu.

Ditemui diruang kerjanya usai rapat bersama PDAM, Ketua DPRD Bombana, Arsyad mengapresiasi langkah yang diambil PDAM Bombana dengan menyusun Buku Rencana Bisnis PDAM Kabupaten Bombana Periode Tahun 2021-2025 sebagai pedoman pengembangan bisnis perusahaan 4 tahun kedepan.

Politisi Partai Nasdem itu menilai dibawah kepemimpinan DR. Arman sekalu Direktur, PDAM Bombana membawa kemajuan yang signifikan dari perusahaan yang masuk kategori sakit atau memiliki beban hutang menjadi perusahaan menuju sehat dengan telah menyelesaikan seluruh beban hutangnya.

“Kita apresiasi PDAM hari ini, kita nilai banyak perubahan signifikan sehingga tentunya kita memberikan support agar perusahaan ini bisa lebih memberikan pelayanan prima kepada seluruh pelanggannya,” urai Aleg dua periode itu.

Ketua DPRD Bombana, Arsyad
Ketua DPRD Bombana, Arsyad

Sebagai bentuk dukungan kepada PDAM, DPRD Bombana bakal menginisiasi dibentuknya Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum PDAM menjadi Perusahaan Milik Daerah dan Perda penyertaan modal daerah.

“Ini lebih penting dibanding program lainnya karena pemenuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Arsyad. (IS)




Kembali Terpilih di Muscab, Iskandar Komitmen Bawa PKB Bombana Jadi Pemenang Pemilu

Kendari, SultraNET. | Wakil Ketua DPRD Bombana Iskandar bersama pengurus baru Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bombana berkomitmen menjadikan Partai besutan Muhaimin Iskandar itu sebagai pemenang di Pemilu dan Pilkada serentak Kabupaten Bombana tahun 2024 mendatang.

Kepada awak media ini, Iskandar mengatakan menjadi Pemenang Pemilu dan Pilkada 2024 menjadi komitmen pengurus baru menyusul terpilihnya kembali dirinya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Bombana untuk periode tahun 2021-2026 pada Musyawarah Cabang yang digelar secara serentak 17  Kabupaten dan Kota se Sulawesi Tenggara di Kota Kendari, Minggu (14/03/2021).

Komitmen tersebut untuk meningkatkan perolehan kursi Partai PKB dari 3 menjadi 5 kursi minimal masing masing 1 kursi di setiap dapil yang ada di Bombana, sekaligus menjawab rekomendasi Muscab yang mengusung dirinya untuk maju sebagai Calon Bupati Bombana pada Pilkada serentak tahun 2024.

“Rekomendasi Muscab yaitu Ketua DPC PKB maju sebagai Calon Bupati Bombana, Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar maju sebagai Calon Presiden dan Komitmen Pengurus yang terpilih untuk menjadi pemenang Pemilu di Bombana,” ujar Iskandar

Iskandar menjelaskan Muscab yang dibuka secara langsung Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar via zoom itu mengangkat isu strategis terkait dengan politik kesejahteraan dan kemanusiaan.

“PKB harus berada di garda terdepan ketika berbicara kesejahteraan rakyat dan kemanusiaan,” imbuhnya.

Salah satu momen penting saat seremoni pembukaan Muscab, yaitu saat Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar menyapa dan meminta berbicara lansung dengan dirinya dari sekian banyak kader yang hadir.

“Ketum DPP minta saya untuk berbicara, berkali kali ia bilang mana Iskandar bicara dulu saya mau dengan suaranya,” jelas Iskandar.

Muscab DPC PKB Bombana menetapkan KH. Sudirman yang merupakan Pimpinan salah satu Pondok Pesantren di Bombana sebagai Ketua Dewan Syuro, Iskandar sebagai Ketua Dewan Tanfizd, Irfan  sebagai Sekretaris dan Marwah sebagai Bendahara.  (IS)




Program Eliminasi Hewan Liar di Bombana, Belasan Anjing Tewas

Bombana, SultraNET. | Program eliminasi hewan liar yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bombana membuahkan hasil dengan ditemukannya 13 bangkai anjing yang tersebar di beberapa titik dalam Ibu Kota Rumbia.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Bombana,  Surianto Wedda menuturkan bangkai anjing itu ditemukan hanya berselang 3 hari sejak dimulainya pelaksanaan program sejak tanggal 3 hingga 5 maret 2021.

“Bangkainya banyak ditemukan sekitar Rumah Sakit Umum Daerah Bombana dan area SMA Negeri 3 Bombana,” ujar Surianto Wedda, Rabu (10/03/2021).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program ini bertujuan untuk mengurangi bahaya yang disebabkan oleh maraknya hewan liar khususnya anjing di pemukiman warga yang berpotensi menimbulkan bahaya.

“Ini juga sebagai salah satu bentuk kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat,” jelasnya

Pelaksanaan program untuk tahap pertama telah berakhir pada tanggal 10 maret 2021 sesui surat edaran  Pemerintah Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah namun karena ditemukan masih banyak anjing liar yang berkeliaran di wilayah ibu kota, Dinas Pertanian memutuskan bakal dilakukan perpanjangan program eliminasi hewan liar ini.

“Karena masih banyak anjing liar maka perpanjangan peracunan ini akan diperpanjang supaya berkurang populasinya dan masyarakat terhindari dari  bahaya anjing liar ini,” tegasnya

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan anjing, agar memastikan bahwa peliharaan mereka itu tidak membahayakan masyarakat sekitarnya.

“Beberapa waktu lalu ada anak-anak yang digit dan ini dapat membahayakan nyawa apabila tidak ditangani dengan cepat, maka dari itu kami juga butuh partisipasi dari masyarakat untuk membantu kami memastikan peliharaannya aman atau memberikan laporan jika ada hewan liar anjing yang membahayakan warga,” tutupnya.

Pewarta : Ibo AM




Komisi II DPRD Bombana minta Pemkab Penuhi Keluhan Pedagang Eks. Pasar Lama Kasipute

Bombana, SultraNET.  | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mengakomodir keluhan para pedagang eks Pasar Lama Kasipute yang belum mendapatkan program Rumah Baruga Moico dan Los Pasar di pasar Tadoha Mapaccing sebelum lokasi mereka dilakukan penggusuran.

Ketua Komisi II DPRD Bombana, Rumiyanto mengatakan penggusuran Pasar Lama Kasipute tentu bakal membawa dampak sosial dan ekonomi bagi warga yang masih bertahan di Lokasi tersebut, untuk itu Pemkab harus mengambil langkah bijak agar tidak ada warga yang dikorbankan terlebih dimasa Pandemi saat ini.

“Kalau saya selaku Ketua Komisi II, saya meminta semua masyarakat kita yang ada di eks pasar lama dan belum memiliki rumah harus difasilitasi dengan perumahan baruga moico dan yang belum menerima Los Pasar agar di akomodir kepentingan mereka itu,” Ujar Rumiyanto, Selasa (9/3/2021).

Ketua Partai Demokrat Bombana itu menyebut berdasarkan Rapat Kerja DPRD dengan OPD terkait, belum ada kesepakatan rapat namun telah disepakati untuk dilakukan ferivikasi ulang oleh Dinas Perumahan dan Dinas Perindagkop bersama Komisi II DPRD.

“Kita sepakati untuk kembali dilakukan ferivikasi bersama yang melibatkan DPRD baru setelah itu diadakan rapat kembali,” Jelas Anggota DPRD dua Periode itu.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan Bombana, Rusdiamin Basite mengatakan data pedagang eks Pasar lama terkadang mengalami kesimpang siuran karena beberapa warga kerap mengaku sebagai pemilik kios di Pasar Lama tersebut padahal setelah di lakukan ferivikasi teryata yang bersangkutan cuma mengontrak.

“Jadi kesimpulan rapat tadi, kita akan lakukan Ferivikasi ulang bersama DPRD, intinya kami dari Pemerintah tidak ingin ada yang tidak terakomodir,” ujar Rusdiamin.

Setelah dilakukan Verifikasi lanjutnya, bagi pedagang yang memiliki lahan akan dibangunkan Baruga Moico sedangkan bagi yang tidak memiliki lahan, pemerintah Kabupaten menyiapkan baruga Moico yang berada di Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah.

“Insya Allah yang benar benar eks. pedagang Pasar Lama akan terakomodir semua,” tegasnya.

Laporan : Muh. Adnan.




Peringati HUT 102 Tahun, Damkar Bombana Bantu Pekerjaan Masjid Al-Khairat Talabente

Bombana, SultraNet. | Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke 102 Tahun 2021 yang diperingati setiap tanggal 1 Maret, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menurunkan personilnya membantu warga yang tengah bergotong royong melakukan pengecoran, di Masjid Al-Khairat Talabente, Kecamatan Rumbia, Minggu (07/03/2021).

Kepada awak media ini, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Dinas POLPP, Linmas dan Damkar Bombana, Waridin Amdin mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif Bidang Damkar sekaligus dalam rangka peringatan HUT Damkar ke 102 dimana tahun ini mengangkat tema “Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang Profesional, Mandiri, dan Melayani dalam Mendukung Adaptasi Kebiasaan Baru.”

“Saya sebagai Kabid mengambil inisiatif sendiri karena ini merupakan bagian dari tugas inti kami, jadi selain membantu tenaga, anggota kami juga bertugas menyiapkan air untuk pengecoran,” ujar Waridin Amdin.

Ia menjelaskan tugas pemadam kebakaran tidak hanya semata pada persoalan memadan api saja ketika terjadi musibah kebakaran, namun lebih dari pada itu Damkar memiliki prioritas lain yang menjadi tujuan dari mereka yaitu tugas kemanusiaan dalam dal ini Rescue dan pertolongan kemanusiaan lainnya.

“Tugas Damkar itu tugas kemanusiaan, tidak melihat siapa dibelakang intinya kami siap diterjunkan bila ada hal-hal kemanusiaan yang kami dibutuhkan.” tegasnya.

Foto Bersama Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar SP usai Gotong Royong
Foto Bersama Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar SP usai Gotong Royong

Sementara itu, Ketua Pembangunan Masjid Al-Khairat Talabente, Asdar B Roy mengaku bersyukur melihat antusias warga membantu pengecoran bagian lantai II masjid tersebut, terlebih dengan kehadiran anggota Damkar Bombana dalam menyediakan air dan tenaga personilnya semakin meringankan kerja pengurus masjid.

Pada kesempatan itu, ia juga menghaturkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya membantu kelanjutan pembangunan masjid Al-Khairat Talabente sehingga proses pembangunannya kembali bisa berjalan.

“Kita berterimakasih atas kehadiran Anggota Damkar Bombana dan kepada para donatur juga kita haturkan terima kasih karena yang dikerjakan ini merupakan hasil sumbangan para donatur yang walaupun kita masih membutuhkan anggaran yang banyak untuk menyelesaikan masjid ini tetapi dengan adanya dana yang masuk itu sehingga kita bisa kerjakan sesuai dengan kemampuan dana yang ada dulu,” jelasnya.

Pantauan awak media ini, dilokasi gotong royong pembangunan masjid nampak hadir Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar yang diketahui merupakan warga setempat. (IS)




Dukung Program Padat Karya Pertanian, Distan Bombana Bimtek Diseminasi Inovasi Tanaman Tebu

Rumbia, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah penghasil tebu yang di nakohdai oleh Bupati Bombana H. Tafdil dan Wakil Bupati Bombana Johan Salim, melaksanakan Bimtek Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Tebu untuk Mendukung Program Padat Karya Pertanian di Bombana.

Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) untuk mendiseniminasi inovasi teknologi tanaman tebu dalam mendukung program padat karya pertanian yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Maret 2021 bertempat di Aula Pertemuan Desa Lantari Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana.

Dalam kegiatan tersebut difasilitasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus sebagai tim pemateri.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah,.M.Si  dan dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Rahmatia, SP.MP, Kordinator Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Kabuapten Bombana Matius Tandi.P,SP, Abdul Hafid, S.ST serta  peserta dari penyuluh pertanian Kecamatan Lantari Jaya, Penyuluh Pertanian Kecamatan Poleang Barat, Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu Utara dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu serta petani plasma tebu yang ada di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya Plt. Kadis Pertanian Kabuapten Bombana Ir.Muhammad Siarah menjelaskan, bahwa potensi pengembangan tanaman tebu kedepan sangat strategis yang didukung dengan ketersediaan lahan yang cukup dan memenuhi syarat teknis untuk pengembangan tanaman tebu, sehingga sangat diharapkan para petani sebagai pelaku utama memiliki ketrampilan yang baik untuk membudidayakan tanaman tebu yang baik.

“Kami harapkan para penyuluh pertanian yang ada dilapangan lebih profesional dalam mengawal dan mendampingi petani di lapangan, “kata Siarah saat menyampaikan materi di sela kegiatan.

Kegiatan bimtek tanaman tebu dilakukan dalam bentuk penyajian materi Budidaya Tebu yang disajikan oleh peneliti dari BPTP Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. Agus Salim, M.P. Awal dari pemaparan materi beliau menjelakan betapa besarnya kapasitas produksi gula yang dibutuhkan oleh masyarakat setiap harinya.

Kata Agus, Dimana kebutuhan gula semakin hari semakin meningkat sekalipun di Kabupaten Bombana sebagian telah disuplai dari pihak perusahan PT. JBM, “tuturnya.

Oleh karenanya budidaya tanaman tebu hampir sebagian besar petani di kabupaten Bombana belum pernah ada diantara mereka yang sudah mengusahakan tanaman tebu.

Lanjut, dalam budidaya tanaman tebu dimulai dari persiapan lahan, perencanaan waktu tanam dan masa tebang, cara memupuk, pemilihan varietas dan pemilihan bahan bibit tanam, pengenalan hama dan penyakit, pengairan dan pemeliharaan tanaman, hingga panen dan penanganan pasca panen.

Untuk itu kata Agus, diharapkann setelah selesai kegiatan ini diharapkan petani tebu dapat memiliki kemampuan untuk membudidayakan tanaman tebu yang lebih baik lagi, “pintanya.

Saat ditemui diruang kerjanya Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Rimbu, SP Lebih lanjut menilai berpijak pada capaian tersebut, dapat menunjukkan bahwa sektor pertanian terutama petani plasma tebu terdampak dengan pandemi yang sedang terjadi sehingga ke depan dalam menggerakkan ekonomi sektor perkebunan perlu mendapatkan dukungan secara serius.

“Saat ini upaya pemerintah dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian dilakukan melalui percepatan bantuan pemerintah dan mengarahkan beberapa kegiatan Kementan dengan pola padat karya sehingga diharapkan petani harus kreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan dan mendukung program pemerintah. “jelasnya.

“Kepada pelaksana kegiatan di lapangan, lakukan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku dan jangan lakukan kesalahan sekecil apapun. Terus dampingi petani dalam program dan kawal sampai selesai, ”pungkas Rimbu. (ADV)




Dititip di Ponpes Sejak Usia 2 Tahun, Anak di Bombana 10 Tahun Tak Dikunjungi

Bombana, SultraNET. | Kunjungan Relawan Aku Sahabat Rakyat (ASR) dalam rangka Bakti Sosial dan penyerahan bantuan Sembako di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Kabupaten Bombana mendapati cerita pilu bocah laki laki bernama Najib (12) yang dititipkan sejak usia dua tahun yang hingga saat ini tidak pernah dikunjungi keluarga dan orang tuanya sudah tidak diketahui keberadaannya.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Bombana, Ustadz Sulaiman menceritakan sepuluh tahun lalu ada sepasang suami istri yang singgah di Ponpes Hidayatullah menitip seorang anak laki laki yang masih berumur dua tahun, bukannya kembali menjemput anak tersebut, mereka justru pergi dan tak kembali hingga saat ini.

“Najib saat itu berumur baru 2 tahun, ia dititip disini dan yang bawa kami tidak mengenalnya sama sekali, ia hanya menitipkan anak ini lalu pergi, tidak pernah ada kabar dari kedua orang tuanya dan kami sudah bingung mencari,” cerita Ustadz Sulaiman, Kamis (4/2/2021).

Foto Bersama di Area Ponpes Hidayatullah
Foto Bersama Relawan ASR di Area Ponpes Hidayatullah

Selama 10 tahun itu, Najib menghabiskan waktunya dengan segala rutinitas layaknya santri pada umumnya hingga saat ini ia duduk di kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (Setara Sekolah Dasar) Ponpes Hidayatullah Bombana.

” Dia satu satunya anak yang tidak pernah ada kunjungan orang tua maupun keluarga,” ujar Ustadz Sulaiman

Melalui Koordinator Relawan ASR Bombana, Muh. Anis yang hadir di Ponpes tersebut, ia berharap bantuan dari berbagai pihak ikut membantu mencari keberadaan kedua orang tua anak tersebut.

“Saya berharap kerendahan hati kiranya Bapak Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka bisa menjadi bapak angkat atau menfasitasi agar anak ini bisa dipertemukan dengan kedua orang tuanya,” harap Ustadz Sulaiman.

Najib (12) kepada awak media SultraNET., bercerita kendati belum bertemu secara langsung dengan kedua orang tuanya, namun di Ponpes Hidayatullah ini, ia menaruh harapan dapat terus belajar dan meraih cita citanya sebagai orang yang sukses dan dapat membahagiakan orang disekitarnya.

“Disini kami terus belajar, mudah mudahan bisa menjadi orang yang berhasil,” ujar Najib yang terlihat masih sangat  polos itu.

Pewarta : Efendi




Opini : Pantaskah Wonua Bombana Menjadi Tourist Destination ?

Oleh : Asbar *

Potensi Pariwisata Bombana

Bila kita bertanya tentang Gunung Bromo, maka semua akan menjawab kawasan itu adalah destinasi wisata gunung yang berada di daerah Malang, Jawa Timur, disaat kita menyebut wisata laut, maka Pulau Hoga di Kabupaten Wakatobi akan menjadi topik pembahasan. Daerah yang terkenal dengan surga di bawah lautnya adalah ikon kepariwisataan dunia yang mampu menarik pengunjung dari seluruh dunia. Wakatobi telah membuktikan diri mampu menyerap bukan hanya wisatawan lokal namun juga wisatawan mancanegara. Lalu bagaimana dengan Bombana ? potensi pariwisata apa yang dimikinya?

Secara administratif Bombana berbatasan dengan Kabupaten Muna Barat dan Kabupaten Buton dibagian Timur, Kabupaten Konsel dibagian Utaranya dan Kabupaten Kolaka pada batas barat. Dari letak geografis Bombana merupakan sebuah daerah yang strategis karena menjadi gerbang pelayaran dari Kabupaten Muna Barat dan menuju Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. dari akses itu, Wonua Bombana menjadi daerah transit dari kedua daerah tersebut. Bombana juga dapat dikatakan sebagai  melting pot tempat berbaur berbagai suku bangsa dan budaya, sehingga tidaklah berlebihan bila kita memberi predikat bahwa bombana adalah “replika Sulawesi”. Letaknya yang sangat strategis menjadikan Bombana sangat mudah dan murah untuk dikunjungi, baik untuk kegiatan perekonomian dan pariwisata atau tujuan lainnya.

Untuk dapat dinyatakan sebagai suatu daerah tujuan wisata, Bombana haruslah merupakan Kawasan atau area yang dipilih untuk dijual kepada wisatawan (actual maupun potensial) dengan sejumlah karakteristik yang menunjang, diantaranya : (1)Merupakan pilihan yang menarik bagi calon konsumennya; (2) tersedia fasilitas dan atraksi; (3)Memiliki lokasi geografis dan kondisi iklim yang menarik/menyenangkan;(4) Terdapat jalur transportasi;(5) Situasi politik yang stabil; dan (6) Lingkungan yang sehat. Dari keseluruhan persyaratan diatas, Bombana dianggap mampu memenuhi persyaratan tersebut. Bombana menawarkan banyak pilihan wisata yang membentang dari timur hingga baratnya, dari pilihan wisata laut, sejarah, budaya, dan wisata panorama alamnya.

Sejumlah faktor yang bisa menguatkan keberadaan Bombana sebagai tujuan wisata :

  1. Wisata Alam, tempat – tempat yang dapat dijadikan destinasi bisa dengan mudah dijumpai dan dikunjungi antara lain ; Pantai Tabako, Pantai Widodo yang berada dekat dengan ibu kota Bombana hanya berjarak kurang lebih 7 – 15 kilo meter dengan menggunakan tansportasi darat. Air terjun Sangkona juga bisa memberi suasana nyaman bagi pengunjungnya. Destinasi air terjun ini terletak di Kel. Doule Kecamatan Rumbia. Pantai Pulau Kondo dan Danau Laponu-ponu yang terdapat di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat, dapat dijangkau dengan transportasi darat antara 1-1,5 jam dari bandara Sangia Nibandera Kab. Kolaka.

Salah satu destinasi wisata alam yang juga sangat populer di Bombana ini adalah keberadaan Desa Tangkeno di Pulau Kabaena, Oleh sebahagian besar wisatawan lokal yang pernah menyambangi daerah tersebut akan berdecak kagum dengan keberadaan tempat tersebut karena selain kondisi alamnya yang sejuk nan asri juga para wisatawan akan disuguhkan dengan fenomana alam “Sun Set” dari puncak desa Tangkeno. pada waktu-waktu tertentu wisatawan juga akan merasakan sensasi diselimuti kabut tebal sehingga setiap pengunjung seakan berada di atas awan. Masih di Pulau Kabaena wisata alam laut bisa dijumpai di pulau Sagori, kepada para pengunjung bisa memanjakan diri dengan kegiatan snorkling untuk melihat secara langsung keindahan alam bawah lautnya atau bisa juga melakukan kegiatan memancing disekitar perarannya.

  1. Situs atau Tempat Bersejarah, yang dapat merefleksikan Bombana sebagai daerah yang bersejarah adalah keberadaan Bunker dan gua buatan tantara Jepang masih terjaga dan terawat dengan baik yang terdapat di desa waemputtang Kecamatan Poleang Selatan. Daerah yang lebih akrab disebut pajjongang itu merupakan basis pertahanan tantara Jepang dalam menghadapi tantara sekutu di tahun 1942-1945. Situs sejarah lain terdapatnya Benteng- benteng pertahanan di pulau Kabaena, Tuntuntari dan Tawulagi adalah ikon peradaban dan warisan Sejarah bagi masyarakat di bombana. Benteng tersebut merupakan benteng pertahanan dari serangan Bajak Laut negeri timur dan juga pertahanan dari serangan tantara Portugis.

Benteng Tutuntari sebagai benteng pertahanan dibuktikan dengan dengan dilengkapi dengan struktur bastion pada struktur tembok benteng. Benteng ini merupakan benteng alam terbuka yang dibuat dari susunan batu-batu alam tanpa plester yang dinding benteng berdiri pada ujung tebing gunung. Posisi struktur bastion pada benteng tutuntari terdapat pada sisi barat benteng yang berjumlahkan dua struktur bastion yang berposisikan agak berdekatan. Di sisi timur terdapat gerbang utama benteng yang di dilengkapi dengan tangga batu untuk naik keatas benteng. Di sisi barat benteng juga terdapat struktur menyerupai pintu gerbang benteng pada dinding benteng. Di dalam benteng juga terdapat satu makam kuno dengan struktur bangunan makam terbuat dari susunan batu alam berbentuk pipih yang saling tumpang tindih berbentuk persegi panjang. Orientasi dari makam kuno itu sendiri sudah berorientasi ke arah utara selatan yang menandakan makam kuno ini sudah mengenal prosesi penguburan secara islam, akan tetapi jika diliat dari segi pembangunan makamnya maka dapat disimpulkan bahwa makam tersebut merupakan hasil akluturasi budaya antara tradisi islam dan pra islam.

Benteng Tawulagi terletak pada jarak 2 kilometer arah utara Desa Tangkeno Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Benteng tersebut berbentuk trapesium. Desainnya mengikuti kontur puncak pegunungan yaitu miring dan pada sisi utara merupakan tebing batu kecuraman 30-50 meter.

Untuk memasuki kawasan Benteng Tawulagi di sisikiri jalan terdapat tumpukan batu yang diduga adalah 3 unit maqam tua dan pada sisi kanan adalah jalur pendakian sepanjang 30 meter menuju pintu utama. Di pintu utama benteng  memiliki ukuran setinggi 200 centimeter dan lebar 80 centimeter dengan posisi menghadap ke arah selatan. Secara menyeluruh, tinggi benteng bervariasi antara 150-180 centimeter dengan garis lingkar sepanjang 280 meter bujur sangkar.

Bangunan benteng Tawulagi itu sendiri memperlihatkan artifisial atau sengaja dibuat yang seluruh bahan batuannya diperoleh dari daerah sekitarnya, yang memiliki sumber batuan yang cukup memadai. Struktur bangunan merupakan bentuk bangunan dari susunan batu yang tiap sisinya memiliki ukuran tinggi yang berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh keadaan kontur tanah yang tidak rata. Didalam benteng tersebut tidak ditemukan tinggalan berupa fragmen ataupun artefak pada permukaan benteng, dikarenakan kondisi dalam benteng tawulagi sudah ditumbuhi tumbuhan liar yang menjulang tinggi hingga keatas permukaan dinding benteng. Selain warisan sejarah tersebut diatas, kita juga bisa menyempatkan diri untuk berkunjung di kel. Taubonto yang merupan pusat beradaban dan kerajaan Moronene.

  1. Kesenian Daerah, sepertihalnya daerah-daerah wisata lain yang berada diluar Sulawesi Tenggara, kesenian daerah adalah suatu hal yang bisa menjadikan motifasi pengunjung untuk melakukan perjalanan wisata. Bombana juga memiliki berbagai kesenian daerah yang tidak kalah unik dan menariknya bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Tarian khas pulau Kabaena Lumense, Momaani sebagai tari penyambutan tamu bisa disaksikan penampilannya pada setiap adanya hajatan budaya.
  2. Tradisi Ritual, beberapa tradisi adat kebiasaan yang secara teratur dan rutin dilakukan adalah pesta rakyat yang dilaksanakan di Kawasan desa adat hukaea lama. Dalam pelaksanaannya berbagai atraksi tradisi ritual bisa kita saksikan diantaranya adalah tradisi montasu, moncotu dan mooliwita.
  3. Benda Warisan Budaya, Sebagai pusat peradaban dan sejarah Kerajaan Moronene Kel. Taubonto, Kec. Rarowatu masih menyimpan berbagai barang warisan budaya diantaranya senjata tradisional, benda-benda kerajaan, replika rumah adat moronene dan kompleks pemakaman raja-raja moronene terdahulu.

Ancaman dan Peluang Pengembangan Pariwisata Bombana (Sebuah Kerangka Pikir)

Bombana adalah negeri masa depan, oleh kalanganterpelajarungkapan itu sangat tepat dan berdasar sebab Bombana dengan segala kekayaan sumberdaya laut dan daratnya hampir tidak kita jumpai didaerah lainnya. Namun kekayaan itu akan menjadi sia-sia bila kita tidak mampu mengambil peran secara optimal dalam pemanfaatannya. Dalam kondisi kekikinian sangat disadari dan dirasakan bahwa Bombana berada dalam kepungan aktifitas tambang, begitu banyak dan massivenya eksplorasi dan eksploitasi disetiap jengkal tanahnya yang secara perlahan dan bertahap  memberi dampak ekologis, sosial dan budaya yangpada akhirnya juga akan mengancam keberlangsungan pariwisata. Pada tataran kebijakan pemerintahan, dapat dilihat pada minimnya peran leading sektor untuk mempromosikan potensi pariwisata Bombana. Sinergitas instansi – instansi teknis seperti Dinas Pariwisata, Dinas PU dan Perindustrian Perdagangan dalam perbaikan dan pembenahan infrastruktur penunjang untuk mendukung pengembangan pariwisata belum maksimal.

Realistis dan objektif serta berkontribusi mencari dan menemukan alternatif penyangga negeri masa depan ini dalam bentuk dan wujud yang lainnya adalah keharusan bagi generasi untuk melakukan promosi dan mengampanyekan keelokan alamnya.Wonua Bombana secara sederhana dapat digambarkan sebagai sebuah daerah yang memiliki sejuta potensi pariwisata alam yang bila dieksplor dengan arif dan bijaksana dapat menjadi keunggulan utama daerah ini. walaupun sangat disadari bahwa pengembangan kepariwisataan Bombana saat ini belum optimal, tapi jika dilakukan tindakan rehabilitasi, koreksi maupun aplikasi model pengembangan yang tepat dengan komitmen dan konsistensi yang tinggi, sangat diyakini daerah ini akan mampu bersaing baik ditatanan lokal, nasional maupun internasional.

Sinergi dan Perencanaan dari semua elemen adalah hal vital dan urgent karena menjadi salah satu syarat keberhasilan pengembangan kepariwisataan suatu daerah. Oleh karena itu kontribusi pikir yang dapat ditawarkan adalah Tujuan Kepariwisataan dan Formulasi Kebijakannya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Tujuan haruslah ditentukan secara spesifik dan dinyatakan dalam istilah yang luas dan umum, dengan demikian dapat ditentukan elemen-elemen pendukung yang dibutuhkan untuk mendesain pembangunan kepariwisataan yang tepat untuk Kabupaten Bombana. Tujuan kepariwisataan umumnya selalu terkait dengan berbagai keuntungan ekonomi, ekologi maupun sosial. Orientasi peningkatan pendapatan daerah dan perlindungan/ pelestarian alam harus menjadi target utama dan lebih spesifik haruslah terukur dan terperinci dalam sebuah kebijakan daerah (PERDA) pariwisata.

Upaya lain yang juga dapat dilakukan adalah menggalakan ProgramKemitraan/partnership. Program ini penting diimplementasikan guna meminimalisir masalah yang dapat terjadi dikawasan pengembangan wisata. peningkatkan kapasitas dan menumbuhkan rasa memiliki kepada penggiat wisata (kelompok sadar wisata) Pelibatan masyrakat lokal yang berada dikawasan wisata adalah langkah konstruktif untuk mengurangi sikap apatis dan kurang peduli. Pelibatan secara langsung untuk menjadi bagian penyedia produk dan jasa kepariwisataan kepada mitra (penyedia jajanan dan kuliner, pengelola wahana bermain), mengintensifkan dialog tentang formulasi, regulasi dan mekanisme pengelolaan kawasan wisata dapat dilaksanakan secara partisipatif dan kolaboratif. Dengan cara demikian menumbuhkan kesadaran kolektif yang kuat bagi pihak-pihak mitra dapat diwujudkan secara maksimal.

Pilihan ada pada kita semua, menjadi bagian yang berkontribusi untuk penguatan potensi atau hanya menjadi “penikmat” pariwisata. Sebagai anak negeri saya mengajak kepada kita semua agar dapat mengambil peran yang maksimal. Bahwa kampanye danpromosi wisata bombanatidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi peran generasinya.Memantaskan wonua bombana sebagai TOURIST DESTINATION membutuhkan perhatian dan energi besar dari semua elemen anak negeri. Saya, anda dan kita semua.

 _________________________________________*pemerhati budaya dan  pariwisata bombana




Aksi Sosial Relawan ASR Bombana Sasar Pondok Pesantren

Bombana, SultraNET. | Setelah sebelumnya melakukan aksi sosial terhadap masyarakat pesisir di Kelurahan Lampopala dan Bakti Sosial di Masjid Al-Khairat Talabente beberapa waktu lalu, kali ini Relawan Aku Sahabat Rakyat (ASR) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menggelar aksi sosial di Pesantren Hidayatullah, Kecamatan Rumbia, Kamis (04/3/2021).

Aksi sosial Relawan ASR berupa pembagian masker, sosialisasi penegakan prokes, pemeriksaan kesehatan gratis, pembersihan lingkungan Ponpes yang meliputi masjid, tempat wudhu, kamar mandi para santri dan diakhiri dengan penyerahan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako).

Kordinator Relawan ASR Kabupaten Bombana, Muh Anis mengatakan aksi sosial relawan binaan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka itu bertujuan selain untuk mempererat silaturahmi juga sekaligus memberikan dukungan moril serta melihat secara langsung kondisi para santri yang berada di pesantren ditengah pandemi covid-19.

Ia menyebut bantuan yang diserahkan itu merupakan bantuan yayasan binaan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka yang disalurkan melalui relawan ASR Kabupaten Bombana.

“Semoga bantuan yang diberikan ini dapat diterima dengan baik dan dapat membantu atau meringankan beban adik-adik yang tengah menuntut ilmu di Pesantren Hidayatullah ini,” ujar Muh. Anis

Pada kesempatan tersebut Anis juga menyampaikan pesan Pangdam agar warga pondok pesantren Hidayatullah tetap disiplin dengan senangtiasa menjaga kesehatan, kebersihan diri dan lingkungan sehingga dapat membentengi diri serta mencegah penyebaran covid-19.

Ditempat yang sama, Pimpinan Pesantren Hidayatullah Cabang Bombana, Ustad Sulaeman menyambut baik kedatangan para relawan ASR Bombana dan menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang diberikan.

“Atas nama Pondok Pesantren Hidayatullah kami ucapkan terimakasih kepada Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, yang telah memberikan bantuan kepada santri, somoga bantuan ini menjadi amal ibadah di sisi Allah. SWT,” tuturnya.

Sulaeman berharap Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka dapat turun langsung dan melihat para santri di pondok Pesantren Hidayatullah itu dan kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut khususnya di Kabupaten Bombana.

“Saya juga berharap Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, dapat membantu kami, anak-anak disini masih kekurangan tempat tidur, kalau tidak bisa kasur paling tidak tikar, itu yang kami butuhkan saat ini,” harap Ustad Sulaeman.

Pewarta : Efendi