Jelang Ramadhan SI Dan SEMMI SULTRA Berbagi Ke Mualaf Centre Kendari

Kendari, SultraNET. |  Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1441 H/2020 M, Pengurus Wilayah Syarikat Islam (SI) dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Provinsi Sulawesi Tenggara berkunjung ke Kantor Mualaf Centre di Jl. Khairil Anwar Lorong Mandiri pada Rabu, 23/04/2020

Selain bersilaturahmi kepada saudara yang baru masuk Islam, Sekretaris Umum Syarikat Islam Sultra Dr. Ir. H. Ruksamin M.Si melalui Pengurus SEMMI juga mendistribusikan bantuan ke Mualaf Center yang langsung diterima oleh pimpinan Mualaf Center Dr. H. Wayan Wiana, SH., SE, MM.

Ketua Bidang Politik dan Sosial Budaya PW. SEMMI Sulawesi Tenggara Ulil Makhfud mengungkapkan bantuan yang didistribusikan tersebut merupakan bentuk dukungan bagi mualaf yang membutuhkan ditengah wabah covid- 19 dan Memasuki Bulan Suci Ramadhan.

” SEMMI terus membuka posko dan menyalurkan bantuan untuk berbagi kepada masyarakat yang terdampak wabah covid-19 sampai wabah covid 19 berakhir,” Imbuhnya

Ia menyebuh sebelumnya telah menyalurkan bantuan kepada Mahasiswa yang memilih menetap di Kost dan tidak pulang kekampung halaman.

Ditempat yang sama, Pimpinan Mualaf Center Dr. H. Wayan Wiana, SH., SE, MM merinci untuk Mualaf yang terdata oleh Mualaf Center berkisar 5.000 orang untuk seluruh wilayah Sulawesi Tenggara dan khusus di Kota Kendari berjumlah 421 orang.

“Mualaf yang terdata oleh Mualaf Center rata-rata berada dibawah angka kemiskinan, namun bantuan ini kita akan salurkan terlebih dahulu pada mualaf baru yang sangat membutuhkan.” Singkatnya.

Laporan : Asbar P




Jelang Ramadhan, Bulog Sultra Sebar Sembako Gratis

Kendari, SultraNET. | Kantor Wilayah Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Sulawesi Tenggara membagikan sebanyak 200 paket semboko gratis ke warga yang berprofesi sebagai pembersih kuburan di TPU Punggolaka dan pemulung sebagai upaya meminimalisir dampak wabah Corona virus disease (Covid-19) terhadap ekonomi mereka menjelang bulan suci Ramadhan, Rabu (22/4/2020).

Kepala Bidang Administrasi Keuangan Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Tenggara, Eko Setiahadi mengatakan aksi bagi sembako gratis ini dilakukan sebagai wujud kepedulian kepada kaum dhuafa di Kota Kendari yang akan menjalakan ibadah puasa Ramadhan dan pembagiannya dilakukan secara mobile .

“Saat kami berjalan melihat warga yang layak menerima maka kami langsung memberikan paket sembako agar paket sembako ini tepat pada sasaran,” katanya.

Eko Setiadi menambahkan setelah dilakukan pembagian sembako di TPU. Punggolaka, selanjutnya akan dilakukan pembagian langsung di daerah daerah perbatasan Kota Kendari.

“Kami akan mobile didaerah perbatasan kota Kendari karena informasi dari karyawan kami bahwa ada sebagian warga disana yang belum mendapat paket sembako sejak merebaknya wabah virus COVID-19,” ungkapnya.

Karyawan Perum Bulog saat membagikan Paket Sembako Gratis

Pantauan awak media ini, karyawan Bulog melakukan pembagian Paket sembako yang berisi beras, gula pasir, minyak kepala serta telur ayam, dengan mensasar jalan Made Sabara di Kelurahan Korumba, Mandonga yang biasa digunakan para pemulung beristirahat setelah mencari sampah plastik dan gardus dan dilanjutkan kepenjual Bunga musiman serta pekerja pembersih kubur di TPU Punggolaka. (Awal Kurniawan).

 

 

 




Anggota DPRD Bombana Ini Usulkan Pemkab Segera Gratiskan Air PDAM

Rumbia, SultraNET. | Anggota DPRD Bombana Asal Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Firman, mengusulkan agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dikelola perusahaan daerah agar segera  menggratiskan biaya penggunaan air kepada seluruh pelanggannya.

Usul tersebut dicetuskan mantan Ketua DPRD Bombana itu, Rabu (22/4/2020). Menurutnya saat ini seluruh elemen masyarakat Bombana merasakan dampak yang besar terhadap pandemi Covid-19 ini.

“Semua masyarakat kita terdampak, sehingga kita harap Pemkab Segera mengambil upaya meringankan beban mereka dengan menggratiskan biaya penggunaan air mereka,” Imbuhnya

Ia menilai penggratisan biaya air PDAM tidak ubahnya dengan penggratisan Biaya Listrik yang dilakukan pemerintah pusat yang tujuannya agar beban ekonomi masyarakat berkurang.

“Kita mendorong agar ini segera diterapkan dan DPRD siap membackup kebijakan itu,” Tuturnya

Dengan keresediaan anggaran tambahnya, sangat memungkinkan Pemkab mengambil kebijakan ini, tentu dengan memberikan subsidi kepada PDAM agar kegiatan operasional dan pelayanan tetap berjalan optimal.

“Skenarionya Pemkab bisa mengambil langkah subsidi ke PDAM apalagi PDAM kan perusaahaan milik daerah juga,” Pungkasnya (1sn)




“Konstruksi Sosial Perempuan Indonesia”

Penulis : Musriati Saidu / Ketua Umum KOHATI BADKO SULTRA

 

Kendari-Hari ini, Selasa 21 April adalah hari yang sangat dinanti-natikan oleh kaum perempuan di Indonesia, sejak ditetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini (hari nasional) oleh Presiden RI Pertama Ir. Soekarno sejak itu pula sosok Kartini banyak diidolakan bagi para perempuan di Indonesia sehingga diberbagai medya akan bermunculan pemberitaan tentang perayaan Hari Kartini.

Raden Adjeng Kartini adalah seorang tokoh jawa dan pahlawan Nasional Indonesia yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi, R.A. Kartini Lahir 21 April 1879 di Kabupaten Rembang. Kartini merupakan perempuan pertama Indonesia yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Seperti yang telah diketahui banyak orang bahwa yang diperjuangkan kartini adalah hak-hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan sebagaiamana seorang laki-laki bebas mengenyam pendidikan.

Kartini yang dikenal dengan “Emansispasi Wanita” aktif dalam menulis tentang  kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Kartini menulis ide dan ceritanya, seperti: Zelf Vertrouwen dan Zelf Werkzaamheid serta Solidariteit atas dasar Ketuhanan dan Kemanusiaan.

Pada zaman penjajahan kolonial Belanda perempuan tidak diizinkan untuk mengenyam pendidikan. Perempuan selalu diposisikan dibawa laki-laki artinya bahwa perempuan lebih rendah dibanding laki-laki secara kasta sosial.

Hal ini tidak bisa dipungkiri hingga saat ini masih ada beberapa dikalangan masyarakat yang mengatakan “percuma sekolah tinggi-tinggi toh juga nantinya berakhir didapur” ucapan seperti itulah yang membuat telinga kami dikalangan perempuan berdengung hingga membuat semangat kami berkobar untuk membuktikan ucapan tersebut bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam menentukan pilihannya apakah akan tetap didapur ataukah akan melahirkan gebrakan baru untuk tampil diranah public.

“Konstruksi Sosial Perempuan Indonesia” yang merupakan bangunan yang dibentuk masyarakat yang telah menjadi budaya. Konstruksi sosial untuk perempuan Indonesia memaksa perempuan agar selalu berada dibawa laki-laki dalam strata sosial. Disinilah perempuan selalu terkungkung dengan budaya patriarki.

Perempuan tidak boleh berpendidikan tinggi. Perempuan tidak boleh beraktifitas di luar rumah, perempuan hanya diizinkan beraktifitas dalam lingkungan saja, bahkan perempuan dipaksa menikah pada usia belia. Makadengan ini saya berpesan kepada semua pihak agar menyampaikan pesan ini pada generasi kita “Kokohkan dirimu sejak masa kecil dengan cara belajar agar masa muda hingga tua nanti tetap tegar dalam menghadapi ujian kehidupan”.

Ibarat sebuah pohon bila akarnya belum kuat untuk menopang beban pohon, tanpa hembusan anginpun pohon tersebut bias saja tumbang. Saya berpesan demikian dengan harapan agar generasi penerus bangsa dapat lebih berani menentukan pilihan hidupnya dan memperjuangkan pilihan tersebut tanpa mengabaikan nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan..

Selamat Hari Kartini 21 April 2020 semoga para perempuan dibumi pertiwi bisa memaknai peringatan hari bersejarah ini, mari saling mendukung dan saling menguatkan sesama perempuan untuk mengentaskan ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan yang setiap saat kita temukan dikalangan masyarakat.

Sebagai perempuan muda saya berterimakasih pada Ibu Kartini sebagai perempuan yang telah memperjuangkan hak perempuan untuk mengenyam pendidikan yang sama dengan laki-lak, meski perjuangan itu dilakukannya secara mandiri dan tidak sedikit yang menentangnya.

Perjuangan Kartini yang patut dicontoh oleh generasi hari ini adalah keberanian dalam menentukan pilihan lalu memperjuangkannya dengan gigih sehingga hasil perjuangan tersebut dapat dinikmati oleh perempuan-perempuan muda saat ini.

SALAM PERJUANGAN UNTUK PEREMPUAN INDONESIA




Putus Mata Rantai Covid-19, Pemerintah dan Pemuda Desa Mataiwoi Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Kendari, SultraNET. | Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah dan Pemuda Desa Mataiwoi, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa Fasilitas Umum , Minggu (19 April 2020).

Selain fasilitas layanan umum, penyemprotan desinfektan yang dipimpin langsung Kepala Desa Mataiwoi dan masing masing kepala dusun itu juga dilakukan pada Rumah warga dan disetiap kendaraan yang melintas masuk di desa.

Suheri, Kepala Desa Mataiwoi mengatakan Penyemprotan disinfektan tersebut merupakan upaya pencegahan dari pihak Desa Mataiwoi dan didukung antusias masyarakat, terbukti, warga khususnya para pemuda spontan ikut membantu proses penyemprotan pencegahan penyebaran Covid 19.

“Sejak Keluarnya himbuan dari pihak Kecamatan Terkait Pencegahan Covid-19 di seluruh wilayah Kecamatan Angata, kami langsung melakukan gerakan sosial yakni dengan melakukan penyemprotan desinfektan ke beberapa kawasan umum,” Sebutnya.

Dukungan yang diberikan masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid 19 tak hanya dukungan moral. Sejumlah warga juga Bersedia meminjamkan beberapa fasilitas penyemprotan di anataranya Tangki dan bantuan tenaga lainnya.

“Karena dalam pandemik covid 19 ini perlu adanya pencegahan, karena lebih baik mencegah daripada mengobati,” Singkatnya.

Sementara itu Sarman salah satu tokoh pemuda setempat mengaku sangat antusias dalam agenda pencegahan ini, Ia menyebut sebagai masyarakat sekaligus Anggota LPM ia berharap gerakan seperti ini  terus berlanjut guna memutus rantai penyebaran covid-19.

“Semoga kegiatan sosial ini terus berlanjut untuk memastikan virus itu tidak menular disini,” Tutur Sarman

Senada dengan Sarman, Kepala Dusun 4 Sailwan, mengaku sangat berterimah kasih kepada para pemuda yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyemprotan ini, ia berharap apa yang dilakukan itu dapat bernilai ibadah.

“Karena apa yang menjadi kegiatan hari ini murni untuk kemanusiaan dan kita berharap seluruh warga Desa Mataiwoi dapat aman dan bebas dari Virus Corona ini,” Pungkasnya (Awal Kurniawan)




Wujud Kebersamaan Atasi Covid-19, PT. Almharig Bombana Bantu Satgas Kabupaten

Rumbia, SultraNET |Pencegahan penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun penanganannya merupakan tanggung jawab semua pihak, baik masyarakat terlebih lagi perusahan.

Seperti halnya yang di lakukan oleh Perusahan Tambang Nikel asal Kabaena PT Almharig, Kamis (16/4/2020) di aula gedung serbaguna,perusahan tambang yang berkedudukan di desa Langkema Kecamatan Kabaena Selatan itu menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat pengukur suhu tubuh (Termogen)

Andri Ananta humas PT Almharig saat di konfirmasi pasca kegiatan tersebut menyebutkan bantuan yang di serahkan berupa Masker N 95 sebanyak 50 Pcs
Masker kain 252 Pcs, Masker 3ply (Masker Bedah) 700 Pcs, Dan Termogan (alat pengukur suhu tubuh) lima buah.

Andri menyebut penyerahan bantuan tersebut tidak hanya di tujukan pada posko induk satgas Covid saja, akan tetapi pihaknya juga menyerahkan bantuan di luar dari Posko seperti yang di serahkan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang mana bantuan tersebut berupa masker kain 100 Pcs

Tidak cuma itu saja, pria berkepala plontos itu menyampaikan kalau belum lama ini pihaknya juga memberikan bantuan pada pemerintah kecamatan Kabaena Selatan berupa sepatu boot sefty 6 pasang Termogan 1 buah

“Itu jenis bantuan yang kami berikan di kecamatan Kabaena Selatan, tetapi tidak cukup itu saja masih ada
Masker 100 Pcs yang akan menyusul dan sementara ini pesanan masker itu sementara dalam proses pengiriman ke perusahan untuk diserahkan ke kecamatan nantinya,”u

Rencananya bantuan akan di serahkan pula ke pemerintah Kecamatan Kabaena Induk berupa masker kain 50 Pcs
Masker 3 ply atau masker bedah 150 Pcs.

“bantuan tersebut akan kami serahkan setelah bantuan tiba di perusahan dan kemungkinan waktunya tidak akan lama lagi,” ungkapnya

Karena perusahaan tersebut berkedudukan di desa Langkema, perusahaan juga tidak lupa memberikan bantuan di desa tersebut seperti
Masker kain 50 Pcs, Masker 3 ply (masker bedah) 100 Pcs. (ZKR)




SK Satgas Rancu, LKPD Sultra Minta Bupati Tafdil Revisi !

Rumbia, SultraNET. | Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta Bupati Bombana, H. Tafdil segera merevisi Surat Keputusan Bupati Bombana Nomor 201 Tahun 2020.

Muh. Arham, Direktur Eksekutif LKPD Sultra menyebut keputusan Bupati tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Bombana Nomor 186 Tahun 2020 tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Bombana  dinilai Rancu.

Pasalnya dalam Surat Keputusan itu Memasukkan Unsur Pimpinan DPRD Setempat sebagai Wakil Ketua 4.

“SK itu rancu, kan lucu Pimpinan DPRD ditempatkan sebagai Bawahan Bupati padahal lembaga Eksekutif dan Legislatif adalah lembaga setara dengan fungsi berbeda dan tidak saling membawahi,” Tutur Arham.

Wakil Ketua KNPI Sultra itu menyebut, Produk hukum tersebut dikonsep oleh orang yang tidak paham terhadap Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Daerah.

“Di Surat Edaran itu tidak ada nomenklatur Pimpinan DPRD sebagai bagian dari Satgas karena fungsinya adalah pengawasan. Bagaimana DPRD bisa mengawasi Satgas jika ia adalah bagian dari Satgas, Bukankah itu Jeruk minum jeruk,” Cetusnya

Terlebih lagi lanjutnya, dalam keputusan tersebut tugas unsur Pimpinan DPRD selaku Wakil Ketua Satgas adalah mewakili Bupati dalam Melaksanakan tugas Ketua Gugus Tugas Tingkat Kabupaten.

“Ini adalah kerancuan berpikir dari konseptor SK yang dibuat secara amatiran,” Imbuhnya.

Untuk itu, mantan Ketua IKAMI Sulsel Cabang Ciputat itu meminta dengan tegas agar Kepala Bagian Hukum Pemkab Bombana segera memberikan klarifikasi kepada DPRD.

” Ini kesalahan yang tidak seharusnya terjadi jika Kabag Hukum cerdas,  SK harus direvisi secepatnya agar kita tidak larut dalam kesalahan,” Pungkasnya.(IS)

 




Yayasan Haji Maming Siapkan Makam untuk Perawat yang Gugur karena Corona

SultraNET. – BANJARMASIN | Peristiwa penolakan dari sebagian oknum masyarakat kepada jenazah perawat Covid-19 di sejumlah tempat di Indonesia memantik kepedulian dari Yayasan Haji Maming.

Menyikapi hal tersebut, Yayasan Haji Maming menyiapkan Komplek Pemakaman Alkah Haji Maming di Batulicin sebagai lokasi pemakaman jika ada dokter dan perawat pasien Corona asal Tanah Bumbu yang meninggal dunia.

Komplek pemakaman tersebut berada di kawasan Cappa Padang, Kelurahan Batulicin, Kecamatan Batulicin.

“Kalau ada warga Tanah Bumbu yang menolak, makam Haji Maming siap menerima untuk dokter dan perawat,” kata Mardani H. Maming yang mewakili pihak yayasan, Senin (13/4).

Peristiwa yang terjadi di sejumlah tempat di Pulau Jawa memang menciptakan keprihatinan di hati banyak orang, termasuk Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu. Karenanya, dia tidak ingin peristiwa serupa terjadi di kampung halamannya, Kabupaten Tanah Bumbu.

“Mereka yang meninggal dunia karena Corona itu bukan aib. Mestinya tidak perlu ada penolakan seperti itu,” sebut mantan Bupati Tanah Bumbu itu.

Selain mengizinkan Komplek Pemakaman Alkah Haji Maming menjadi tempat pemakaman tenaga medis yang gugur karena Corona, Mardani juga menyiapkan lokasi pemakaman umum untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Lokasinya berada di kawasan Desa Sungai Dua. Di sana, pihak Yayasan Haji Maming menyiapkan lahan seluas 2 hektare.

“Untuk yang umum di situ. Ada 2 hektare. 1 hektare untuk makam warga muslim, dan 1 hektare sisanya untuk warga Kristen dan Konghucu. Itu tanahnya hibah dari Yayasan Haji Maming,” kata Mardani.(*)




Forum Lintas Media Kembali Bagikan Sembako Gratis di Kolaka

Kolaka, SultraNET. | Forum Lintas Media (FLM) Sulawesi Tenggara kembali membagikan paket sembako gratis sebanyak 250 kantung di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/4/2020).

Selain tukang becak, pemulung dan ojek daring, pemberian sembako juga diberikan kepada warga yang masuk dalam kategori miskin yang terdampak ekonominya akibat wabah virus COVID-19.

Pembagian paket sembako gratis yang berisi diantaranya beras, minyak goreng, gula pasir, susu dan beberapa makan instan di sponsori oleh Forum Lintas Media Sulawesi Tenggara, PT Askrindo Cabang Kendari, AJI Kendari, IJTI Cabang Sulawesi Tenggara, Manggala Aqni Daerah Operasi Sulawesi Tenggara, Rektor USN Kolaka, PT Sino Indonikel Primaraya, PT Nabusa serta para donatur perorangan yang peduli dengan dampak virus corona.

Koordinator Forum Lintas Media Sulawesi Tenggara Suwarjono menjelaskan jika kegiatan pembagian paket sembako gratis tersebut merupakan aksi donasi kemanusianya kedua setelah sebelumnya dilakukan di kota Kendari.

“Kami melakukan kegiatan serupa di Kabupaten Kolaka karena aksi pemberian sembako gratis belum dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka. Kami berharap dengan kegiatan ini bisa berlanjut dilakukan oleh instansi pemerintah, perusahaan swasta dan perbankan serta pengusaha yang ada di Kabupaten Kolaka,” katanya, usai memberikan paket sembako gratis ke ojek daring.

Pada distribusi paket sembako gratis lanjut Suwarjono, untuk menghindari kerumunan besar maka mengunakan jasa ojek yang akan mengantarkan paket sembako sesuai dengan data warga yang telah disurvei. Para pengemudi ojek daring pun mendapatkan paket sembako gratis.

Paket Sembako saat akan dilakukan pengiriman kerumah penerima

Kepala PT Askrindo Cabang Kendari Syahruddin mengatakan kegiatan pemberian paket sembako gratis bagi warga yang terdampak dari virus COVID-19 merupakan wujud dari kepedulian sesama. Untuk memutus penyebaran virus sesuai instruksi pemerintah warga atau masyarakat harus berada di rumah dan dipastikan sebagian tidak bekerja dan tidak mendapatkan uang.

“Nah untuk itu dengan pemberikan sembako gratis ini bisa membantu meringankan para warga yang mengalami penurunan pendapatan ekonominya,” katanya.

Lanjut Syahruddin, ia berharap semoga dengan aksi bagi sembako ini bisa dilakukan oleh pihak lain yang peduli akibat dampak wabah virus COVID-19.

“Mari bersama melawan virus dan salah satu caranya yaitu tetap berada di rumah,” pungkasnya.

Laporan : Awal Kurniawan




Pemkab Bombana Siap Salurkan Bantuan Program Jaring Pengaman Sosial, Ini Kriterianya !

Rumbia, SultraNET – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bentukan Pemerintah Kabupaten Bombana rupaya tidak setengah setengah dalam upaya memastikan setiap warganya tidak merasakan dampak terlalu parah akibat wabah covid-19.

Satgas yang dipimpin langsung Bupati H. Tafdil itu, saat ini tengah merampungkan kesiapan menyalurkan Program Jaring Pengaman Sosial yang dananya bersumber dari dana daerah.

Heryanto A Nompa, SKM. Juru Bicara Satgas Covid-19 Bombana, Sabtu (11/4/2020) mengungkapkan saat ini proses pendataan sedang dilakukan dengan melibatkan beberapa instansi teknis daerah untuk memastikan warga yang tidak terdaftar dalam penerima program pemerintah pusat seperti rastra atau bantuan pangan non tunai dan program keluarga harapan dapat diakomodir di Program Jaring Pengaman Sosial ini.

“Ini kita lakukan setelah Pemda dibolehkan melakukan intervensi kegiatan Jaring Pengaman Sosial,” Tutur bung HAN sapaan akrab Heryanto.

Ia menyebut ada tiga kriteria yang ditetapkan bagi calon penerima Program Jaringan Pengaman Sosial itu yaitu pertama berasal dari Keluarga Rumah Tangga Miskin, kedua Para Pekerja Rentan dan Ketiga Rumah Tangga yang sedang menjalani karantina mandiri, menjalani isolasi diri dan pemeriksaan lanjutan.

” Dari tiga poin itu semua akan didata dan diberikan kepada mereka dengan catatan mereka tidak masuk dalam daftar penerima rastra atau bantuan pangan non tunai dan program keluarga harapan,” Pungkasnya (Idris)