BUMN PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Persero Cabang Kendari Bergerak Cepat Antisivasi Wabah Covid-19

Kendari, SultraNET. | Sebagai salah satu perusahaan BUMN PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Persero Cabang Kendari  bergerak cepat untuk membantu mengantisipasi penyebaran wabah virus COVID-19 di Kota Kendari dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

Adapun Sasaran penyemprotan cairan disinfektan untuk tahap awal, diantaranya menyasar seluruh kantor media cetak, media online dan televisi.

Pimpinan Askrindo Cabang Kendari, Syahruddin menegaskan penyemprotan desinfektan ini dilakukan sebagai upaya perlingdungan atau pencegahan meluasnya wabah penularan virus corona serta memberikan perlindungan kepada awak media serta masyarakat yang datang berkunjung ke kantor media agar tenang dalam bekerja dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tujuan dilakukan penyemprotan desinfektan ini juga sebagai langkah pencegahan mengantisipasi meluasnya virus corona dan juga usaha meningkatkan kebersihan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) yang ada di lingkungan kerja wartawan di Kota Kendari.

Ini adalah aksi PT Askrindo Peduli, semoga aksi ini bisa memberi keamanan masyarakat di Kota Kendari dan sekitarnya,” kata Syahruddin, Senin (23/3/2020).

Dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap mengikuti instruksi pemerintah agar penyebaran virus COVID-19 bisa ditekan.

“Ini merupakan tugas kita bersama antara pemerintah dan masyarakat serta para pekerja yang selalu berinteraksi dengan orang banyak dimana itu merupakan bagian dari pekerjaan mereka untuk sementara menjaga jarak dan patuhi himbauan pemerintah sampai wabah ini berakhir,” imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa penyebaran virus Covid-19 yang sudah sampai di Indonesia dan Sulawesi Tenggara merupakan daerah yang menjadi sangat rentan terlebih kota Kendari.

 ” Daerah kita ini menjadi sangat rentan karena menjadi daerah tujuan dan transit arus masuknya TKA Dari luar Sultra, jadi dibutuhkan kesadaran dari kita semua untuk menekan wabah ini terus berlanjut,” Tutupnya.

Laporan :Awal Kurniawan




HIPMALI-SULTRA : Langkah Yang Tepat Jika Kapolda Mundur

Kendari, SultraNET. | Tanggal 15 Maret 2020, Masyarakat Sulawesi Tenggara di gegerkan dengan Video yang memperlihatkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina baru tiba di bandara haluoleo yang direkam oleh seseorang.

Video tersebut langsung heboh dan diperbincangkan oleh masyarakat Sultra bahkan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Disaat seluruh dunia sedang gencarnya mengantisipasi virus Corona yang notabenenya berasal dari negeri tirai bambu tersebut, Sultra justru seolah menjadi tempat pelarian bagi WNA asal China

Menanggapi Hal Tersebut tak memakan waktu sehari, pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Sulawesi Tenggara bersama Ketua DPRD Provinsi Sulawesi tenggara dan Kapolda Sultra melakukan Konferensi pers dihadapan media.

Pada saat tersebut itu Kapolda Sultra mengatakan bahwa. 49 TKA asal China Tersebut merupakan pekerja yang memang telah lama berada di Sultra dan kemudian kejakarta untuk memperpanjang Visa lalu kembali ke Sultra.

Tetapi faktanya Penyampaian Kapolda Sultra justru bertolak belakang dangan apa yang di sampaikan Kepala Kantor Perwakilan kementerian Hukum dan Hak asasi manusia (Kemenkumham) Wilayah Sulawesi Tenggara yang mengatakan.

” TKA itu bukan dari Jakarta, Melainkan baru Dari Cina, yang Transit di Thailand dan kemudian terbang menuju Jakarta lalu ke sulwesi Tenggara,” Sebutnya kala itu.

Sehingga Hal tersebut mendapat kritikan keras dari berbagai kalangan.

Ketua Himpunan Mahasiswa Pecinta Literasi Indonesia Wilayah SULTRA (HIPMALI- SULTRA) , Enggi Indra Syahputra mengatakan Penyampaian Yang dilakukan Oleh Kapolda merupakan Hoax.

“Kapolda telah melakukan pembohongan publik yang justru membingungkan masyarakat” Sebutnya

Ditambah lagi lanjutnya, dengan penangkapan seseorang yang diduga sebagai penyebar video Kedatangan 49 TKA asal China tersebut yang dilakukan oleh Polda Sultra sangat tidak rasional

“Saya justru heran dengan pelaksanaan supermasi hukum saat ini terkhusus diwilayah kepolisian Sulawesi tenggara yang dipimpin oleh merdisyam. Menangkap rakyat yang menyebarkan video 49 TKA China Tersebut dengan dalil Hoax yang dapat meresahkan masyarakat Sultra. padahal video tersebut sangat membantu Masyarakat agar lebih waspada terhadap Corona tersebut. Tetapi kemudian ia Ditangkap dengan dalil Hoax. Sedangkan yang dilakukan oleh Kapolda merupakan Hoax yang betul betul Hoax”. Tegasnya .

Enggi Indra Syahputra yang juga Wakil Sekertaris Umum HMI Cabang Kendari juga menegaskan Bahwa dalam Hukum kita juga Tahu istilah “Equality Before The law yang berarti Semua Sama Dimata hukum”.

“Nah jika kemudian pelaku penyebar video tersebut ditangkap maka seharusnya Kapolda Sultra yang telah melakukan pembohongan publik juga harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang ada”. Imbuhnya

Sehingga menurutnya  Sangat tepat  jika kemudian banyak kalangan aktivis yang menyerukan Copot Kapolda Sultra dan akan bijak Kapolda memilih mundur atas kejadian tersebut.

“Dan saya rasa. KAPOLRI harus secepatnya mencopot KAPOLDA Sultra Agar hal ini tidak terjadi dikemudian hari, karena kita juga ingin menjaga nama baik POLRI sebagai pelaksana supermasi hukum. Tetapi jika KAPOLDA tak mendapatkan sanksi apapaun kami khawatir kepercayaan Masyarakat kepada instansi tersebut tidak ada lagi”. Ujarnya

Kemudian ketika ditanya apakah akan melakukan aksi atau tidak untuk mempresur hal ini. Aktivis ini juga mengatakan akan melakukan aksi dengan berkoalisi dengan beberapa lembaga yang ada diSultra

“kami jelas akan melakukan Aksi. Saya telah melakukan beberapa koordinasi dengan beberapa lembaga yang ada di Sulawesi Tenggara. Ini merupakan langkah konkret kami sebagai mahasiswa,” bebernya

Ia menyebut, sekalipun kewaspadaan  terhadap Corona sedang dalam vase siaga, namun persoalan ini tidak bisa pula didiamkan.

“seperti kata Lucius Capurnius Piso Caesoninus. “Fiat Justitia ruat caleum” yang artinya Hendaklah Keadilan Ditegakkan walaupun Langit akan runtuh”. Tutupnya

Pewarta : Awal Kurniawan




Kapolda dan Gubernur Sultra Dukung Terbentuknya Satgas Pemuda Covid 19

SultraNET., Kendari | Antisipasi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia terus dilakukan termasuk di Sulawesi Tenggara, pihak pemerintah daerah dan kepolisian serta mahasiswa ikut bergerak membantu pemerintah dalam melawan virus tersebut, salah satunya dengan terbentuknya Satgas Pemuda Covid-19 sebagai salah satu upaya membantu pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengatakan sangat mendukung dengan terbentuknya Satgas (Pemuda Covid-19) tersebut Karena membawa misi bersama yaitu tentang pencegahaan penyebaran virus Covid-19.

“Mereka anak-anak mahasiswa, ada dari Kedokteran, Farmasi, Teknik, dan beberapa fakultas lainnya, termasuk dari HMI, ingin membantu pemerintah atau negara dalam melawan virus corona atau Covid-19,” terang Gubernur Sultra Ali Mazi usai rapat dengan tim Satgas Pemuda Covid-19 Sultra, di Rujab Gubernur Sultra, Sabtu, 21 Maret 2020.

Dukungan serupa terhadap Satgas Pemuda Covid-19 Sultra juga disampaikan Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam.

Merdisyam mengatakan Satgas Pemuda Covid-19 Sultra ini  nantinya akan bertugas membantu pemerintah, terutama dalam mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penyebaran virus Korona di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sementara sistem edukasi yang akan dilakukan berdasarkan cara mereka sendiri dengan berkoordinasi dengan tim gugus tugas bentukan Pemprov Sultra yang saat ini telah berjalan.

Selain itu, kata Kapolda Sultra, Satgas Pemuda Covid-19 ini sesuai rapat juga akan membuat semacam produk yang dapat membantu mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami dari  kepolisian sangat mendukung inisiatif positif para mahasiswa untuk membentuk Satgas Pemuda Covid-19,” kata Mardisyam.

Kapolda Sultra menambahkan, Satgas Pemuda Covid-19 Sultra dibentuk atas kesadaran mahasiswa dalam membantu tim gugus tugas melawan Covid-19.

Satgas Pemuda Covid-19 merupakan bagian dari gugus tugas penanganan Covid-19 yang dibentuk oleh Pemprov Sultra.

Pihak kepolisian diseluruh kabupaten di Sulawesi Tenggara telah bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mengantipasi penyebaran virus Covid-19.

“Kami meminta dukungan masyarakat demi Sulawesi Tenggara dan Indonesia bebas dari virus Covid-19 ini,” pungkas Mardisyam.

Sementara itu, Ketua Satgas Pemuda Covid-19 Sultra, Andi Baso Amirul Haq, berterima kasih kepada Gubernur Sultra bersama Kapolda Sulawesi Tenggara telah menyabut dan mendukung pembentukan Satgas Pemuda Covid-19 ini.

Satgas Pemuda Covid-19 ini natinya akan masuk pada Gugus Tugas Satgas Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara.

Sekum Badko HMI Sultra ini menjelaskan, Covid-19 merupakan musuh bersama yang tak terlihat. Untuk itu Satgas Pemuda ini menyerukan pemuda untuk turut andil dalam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat Sulawesi Tenggara secara digital maupun langsung.

Peran pemuda, lanjut dia, sangat penting pada saat ini terkait Covid-19

“Karena dengan inisiatifnya dan ide-ide kreatifnya kita bisa membantu pencegahan Covid-19,” ujar mahasiswa Fakultas Farmasi UHO Kendari.

Laporan : Awal Kurniawan

 




Pasien Diduga Suspect Corona Bantah Lari, RSUD Bombana Siapkah ?

SultraNET., Bombana | Pasien terduga suspect corona warga Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara karena mengalami gejala mirip pengidap wabah mematikan itu dan memiliki riwayat perjalanan di Pulau Bali dua pekan lalu yang sebelumnya diberitakan oleh sejumlah media Kabur dari Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bombana membantah tudingan yang dialamatkan padanya.

Menurutnya, ia pulang meninggalkan RSUD Bombana karena perawat yang mengarahkan dirinya menunggu di Ruang Isolasi tidak kunjung datang dan ia menunggu sangat lama diruangan yang menurutnya berbau dan pengab.

“Karena terlalu lama menunggu dan tidak ada tindakan apa apa saya pamit pulang, jadi tidak benar saya lari karena yang namanya melarikan diri itu tanpa pamit, pertimbangannya ada anak dirumah,” Sebutnya

Ia juga meminta agar pemberitaan yang menyebutkan dirinya lari agar diluruskan karena ia juga memahami dan merasa perlu memastikan apakah gejala yang dialaminya itu adalah corona virus atau hanya merupakan deman biasa.

” Kalau ada cctv nya (RSUD) bagus dilihat apakah saya lari atau tidak, saya pulang karena lama sekali saya menunggu dan saya pamit,” bebernya.

Sebelumnya drg. Riswanto, Direktur RSUD Bombana menyebutkan salah satu pasien terduga suspect corona yang telah dimasukkan diruang isolasi memilih pulang meninggalkan RSUD, Selasa (17/3/2020) kemarin.

Saat itu Pihaknya tengah mempersiapkan Alat perlindungan Diri (APD) untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien terduga corona.

“Iya memang ada, jadi posisinya pasien sekarang sementara di observasi di rumahnya oleh petugas kesehatan, pasiennya sementara dikontrol, tapi kami sudah lakukan pemantauan,” Tutur Riswatu sebagaimana dilansir Detiksultra.com. (AB)

 

 

 




Polda Sultra Lepaskan Perekam Video 49 TKA China di Kendari

Kendari, SultraNET. | Harjono, perekam video viral 49 TKA China tiba di Kendari. Perekam video viral kedatangan 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Harjono (39 tahun), dilepas oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diketahui, Harjono adalah warga Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra. “Dia sudah dilepas, sudah dipulangkan juga, kemarin,” jelas Kepala Bidang Humas Polda Sultra, AKBP La Ode Proyek, saat dihubungi kendarinesia, Selasa pagi (17/3).

Menurut La Ode, Harjono hanya dikenakan wajib lapor di Polda Sultra sebagai bentuk kontrol dari kepolisian. “Yang jelas sudah dipulangkan, hanya wajib lapor saja,” ujarnya.

La Ode mengatakan alasan Polda melepas Harjono karena selama proses pemeriksaan tak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam perekaman video tersebut. “Kemarin itu kan tahapan pemeriksaan, setelah pemeriksaan, dipelajari motifnya, di situ kan tidak ada unsur kesengajaan, nah setelah itu kemudian di kembalikan oleh keluarganya,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, Harjono diamankan Polda Sultra pada Minggu malam (15/3), atau sesaat setelah video kedatangan TKA China di Bandara Kendari yang ia rekam viral di media sosial. Setelah diamankan, Harjono membuat video klarifikasi di Polda Sultra bahwa dia merekam video tersebut secara spontan, dan tanpa kesengajaan. Harjono dalam video klarifikasi itu juga meminta maaf kepada masyarakat Sultra telah membuat gaduh. (kumparan/Red)

Sebelumnya, Video puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tiba di Bandara Haluoleo Kendari, pada Minggu malam (15/3), viral di media sosial. Diketahui, puluhan TKA itu berkerja di perusahaan pemurnian nikel yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) yang ada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Eksternal Affairs Manager PT VDNI, Indrayanto, membenarkan bahwa TKA tersebut berkerja di PT VDNI, dan jumlah TKA yang tiba di Bandara itu sebanyak 49 orang. Indrayanto juga menegaskan bahwa puluhan TKA itu baru tiba dari Jakarta setelah mengurus perpanjangan visa kerja. Sebelum tiba di Kendari, lanjut dia, para TKA itu juga memiliki kondisi sehat dan bebas dari Virus Corona atau Covid-19 setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sesuai standar WHO di Jakarta.

Indrayanto menambahkan, puluhan warga Tiongkok itu juga sudah mengantongi surat keterangan sehat dari balai karantina kesehatan pelabuhan (KKP) di Jakarta. Meski begitu, kata Indra, setibanya di kawasan industri smelter di Morosi, mereka tak akan langsung bekerja. “Jumlahnya ada 49 orang. Setelah tiba di area perusahaan, mereka harus menjalani karantina selama 14 hari. Setelah itu baru bisa bekerja kembali,” jelas Indrayanto, Senin (16/3).

Jika selama masa karantina 14 hari ada yang dicurigai memiliki gejala COVID-19, maka pihaknya langsung membawa ke ruang isolasi di Rumah Sakit Bahteramas Kendari. “Mereka juga sudah membuat pernyataan, kalau merasa ada gejala klinis Virus Corona mereka akan dipulangkan, tentu sesuai dengan rekomendasi pemerintah,” katanya.

Saat ini, kata Indra, seluruh TKA itu sedang dikarantina di area perusahaan dengan pengawasan ketat dari tim dokter khusus dari RS Bhayangkara Kendari. (kumparan/red)




Tetapkan Status Keadaan Darurat, Bupati Ruksamin Bentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona

SultraNET., Wanggudu | Dengan menyebarnya secara cepat Corona virus desease 2019 atau virus corona dihampir seluruh belahan bumi bahkan di Indonesia telah menyebar hingga di beberapa kota, Bupati  Konawe Utara, H. Ruksamin mengambil langkah cepat dan antisipatif dengan menetapkan keadaan Tertentu Darurat  Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Korona di Konawe Utara.

Penetapan tersebut sesuai keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 125 Tahun 2020, Tanggal 16 Maret 2020 dan diberlakukan selama 14 hari yaitu dari Tanggal 17 Maret sampai dengan 30 Maret 2020.

Setelah menetapkan Keadaan Tertentu Darurat  Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Korona, Bupati Ruksamin juga membentuk Gugus tugas Percepatan Penanganan Virus Corona melalui surat keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 126 Tahun 2020 dimana ia sendiri bertindak selaku Komandan Gugus Tugas sedangkan Ketua Gugus Tugas diemban Kepala BPBD setempat.

Dikonfirmasi via telepon terkait surat keputusannya, Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin. M.Si., IPM., ASEAN Eng. menyebutkan bahwa dikeluarkannya keputusan tersebut sebagai bentuk upaya preventif oleh pemerintah daerah agar masyarakat Konawe Utara semaksimal mungkin dapat terlindungi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap dengan keluarnya surat keputusan ini seluruh stakeholder bekerjasama saling melindungi satu sama lain dan agar masyarakat Konawe Utara dapat terhindarkan dari ancaman Corona Virus Desease 2019,” Tutur Orang nomor satu Dibumi Oheo itu.

Dengan surat keputusan bupati ini pula lanjut Ruksamin, Pemerintah Daerah sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat telah melakukan upaya pencegahan agar seluruh masyarakat terhindar dari virus mematikan ini.

“Ini merupakan upaya pencegahan karena menyadari bahwa virus ini disamping mematikan juga penyebarannya sangat cepat,” Tutupnya

Sebagaimana diketahui, setelah dikeluarkannya pengumuman dari world health organization (WHO) pada tanggal 11 maret 2020 bahwa corona virus desease 2019 atau Covid 19 merupakan pendemic serta keputusan darurat kepala BNPB Pusat Terkait adanya bencana covid 19 di indonesia.

Corona virus desease 2019 atau virus corona merupakan virus yang berasal dari Kota Wuhan, Cina. Covid 19 ini telah menyerang dan menyebar hampir diseluruh negara didunia, termasuk indonesia. (Asbar)




V’s Boxing Promotions Gelar pertandingan tinju WO-MAN Infinite Fight, Fearless Soul 2020

JAKARTA, SultraNET. | Setelah sukses menggelar kejuaraan tinju profesional perdana “Magelang Big Fights 2018”, V’s Boxing Promotions dibawah kepemimpinan promotor wanita yang juga seorang low profile business woman yang sudah malang melintang di dunia perbankan dan di Fintech, Milasari Kusumo Anggraini, kembali akan meramaikan geliat tinju profesional di Tanah Air dengan menghadirkan pertandingan professional keduanya  yang di kolaborasi dengan musik entertainment yang bertajuk “WO-MAN Infinite Fight, Fearless Soul 2020” (enam partai), pada tanggal 19 April 2020, di The Pallas, SCBC, Jakarta, dalam rangka menyambut Hari Kartini sebagai salah satu ajang inspirasi a woman empowerment.

Menariknya, ajang tinju ini akan merupakan ajang tinju yang pertama di Indonesia sebagai Boxingtaiment, kolaborasi antara tinju dan pertunjukan entertainment, dimana Milasari akan mempertandingkan 2 partai utama yakni tinju wanita kelas Bantam Junior 52,2 KG (8 ronde), memperebutkan sabuk emas Kartini antara Felmi Sumahe (Nainggolan Gym Jakarta) versus Febriyanti Lubis (Amanatun So’e Depok) dan satu partai pria professional no 1 di Indonesia saat ini di kelas Ringan Junior 58,9 KG (10 Ronde) antara James Mokoginta, Juara WBC Asia (Nainggolan Gym, Jakarta) yang akan melawan Jason Butar Butar, Juara ATI Nasional (Kodam Jaya Jakarta) untuk memperebutkan Sabuk Emas GR (Goro) Tidak hanya itu, acara ini juga di sertai juga dengan hiburan musik kolaborasi musisi ternama Indonesia yakni Ari Lasso dan Paul Latumahina (T five). Ajang tinju ini juga menjadi debut profesional dua petinju amatir yakni Serda Abdul Sada dan Serda Ali Ridwam Songut, keduanya dari BPR 3/Kostrad Maros, Makassar.

“Latar belakangnya antara lain dalam rangka menyambut hari Kartini, selain itu kami ingin mencari potensi petinju profesional di Indonesia yang bisa berprestasi dunia. V’s Boxing Promotions juga ingin menggairahkan dan memajukan tinju profesional kedepannya. Konsepnya kami ingin mengangkat pertandingan tinju tidak hanya sebagai tontonan yang seru dan menarik, tapi juga ada unsur seninya. Jadi anak muda, orang tua atau keluarga bisa fun dan happy menyaksikan olahraga yang identik dengan image keras, diselingi dengan penampilan musik Paul Latumahina dan Ari Lasso. Untuk kali ini kami ingin sesuatu yang berbeda, diadakan didekat pusat perkantoran Jakarta dan juga tempat orang hangout di The Pallas SCBD, (19 April) ” jelas Milasari, dalam keterangan resminya Selasa (3/3/2020).

Berkecimpungnya Milasari di dunia tinju bermula terinspirasi oleh almarhum sang ayah dimasa kecilnya. Ditambah lagi, salah satu putranya yang bernama Verrel Dylastra juga menekuni dunia tinju amatir saat menempuh pendidikan di Amerika. Verrel bahkan menyabet prestasi terbaik salah satunya sebagai runner up Golden Gloves California, Negara Bagian Amerika dan beberapa pencapaian lainnya.

“Almarhum Papa saya yang memberikan influence awal. Idolanya adalah Muhammad Ali dan saya dulu suka menemaninya nonton tinju. Namun jujur saya makin jatuh cinta didunia tinju, setelah saya melihat perkembangan anak saya Verrel baik karakter keseharian maupun pendidikannya sangat bagus berkat kedisiplinan dalam latihan tinju. Nilai akademisnya bahkan naik, padahal latihan tinju itu berat dan menyita waktu. Jadi saya ingin image seorang petinju di Indonesia itu harus sukses dalam pendidikan dan mempunyai karakter atau attitude yang bagus juga” imbuh Milasari, yang juga seorang pebisnis.

Pemerhati tinju nasional Martinez dos Santos yang terlibat juga di tim V’s Boxing Promotions menambahkan, event tinju profesional WO-MAN Infinite Fearless Soul 2020 nanti tidak hanya berbicara menyuguhkan laga enam partai yang berkualitas semata. Tapi ia juga melihat potensi para petinju lainnya untuk bisa mencuat dan berprestasi dunia layaknya Ellyas Pical, Nico Thomas, Mohamad Rachman, Chris John, atau Daud Yordan.

“Saya pikir konsep promotor Milasari sudah tepat, melihat jauh ke depan bagaimana bisa mengangkat prestasi tinju Indonesia. Disamping menampilkan petinju-petinju berpengalaman yang sudah punya prestasi di nasional dan internasional, juga menampilkan dua petinju amatir yang baru masuk tinju pro: Abdul Sada (kelas welter), Ali Ridwan Songut (kelas bantam). Ini dua petinju yang punya masa depan cerah karena mereka punya prestasi bagus di amatir. Terpenting mereka terus diberi panggung untuk bertanding, dan diarahkan dengan baik dan profesional. Jika itu dilakukan, bukan tak mungkin akan seperti Ellyas Pical, Chris John, dan lain-lain. Juga partai utama James Mokoginta vs Jason Butar-Butar, serta Felmi Sumahe vs Febriyanti Lubis, dapat dipastikan menjadi daya tarik yang luar biasa. Mereka akan menyajikan pertarungan yang seru, menarik, dan menegangkan. Pun empat partai tambahan lainnya takkan kalah serunya. Saya optimistis dengan komitmen ibu Milasari, apalagi beliau punya relasi yang sangat luas, baik di tanah air dan luar negeri, terutama dengan dunia tinju di AS, seperti dengan promotor kondang Bob Arum,  pelatih kenamaan Freddie Roach, Mike Tyson, dan lain-lain, suatu saat impian Indonesia untuk melahirkan juara dunia lagi bisa terwujud,” pungkas Martinez, yang juga dikenal sebagai komentator tinju tersebut.

Penjualan tiket pertandingan tinju WO-MAN Infinite Fearless Soul 2020 yang merupakan kolaborasi pertandingan tinju dan pertunjukan musik Ari Lasso dan Paul Latumahina dapat di pesan melaui layanan tiket bookmyshow.

Susunan Partai WO-MAN Infinite Fearless Soul 2020

1. Kejuaraan memperebutkan Sabuk Emas GR Kelas Ringan Junior 58,9 KG (10 Ronde)
James Mokoginta (Nainggolan Gym Jakarta) v Jason Butar Butar (Kodam Jaya Jakarta)

2. Kejuaraan memperebutkan Sabuk Emas Kartini Kelas Ringan Junior 52,2 KG (8 Ronde)
Felmi Sumahe (Nainggolan Gym Jakarta) v Febriyanti Lubis (Amanatun So’e BC Depok)

Kejuaraan memperebutkan Sabuk Emas V’s Boxing Promotions
3 Kelas Bantam 53,5 KG (8 Ronde)
Flasidus Nuno, Juara Nasional ATI (Victory Target BC Jakarta) v Samuel Tehuayo Mantan Juara UBO (BSA Martial Arts Tangsel)

4.Kelas Ringan Junior 58,9 KG (8 Ronde)
Jufti Kakahue, Juara Nasional KTPI (Aquase Boxing Camp Tangsel) v Nur Ramajang Arkiang, Peringkat 4 Nasional (KPJ Bulungan BC Jakarta)

5. Kelas Welter 66,6 KG (6 Ronde)
Doni Sikumbang, Peringkat 6 Nasional (Nainggolan BC Jakartw) v Serda Abdul Sada (BPR 3/Kostrad Maros, Makassar)

6.Kelas Bantam 53,5 KG (6 Ronde)
Asyer Aluman, Peringkat 3 Nasional (Germindo BC Jakarta) v Serda Ali Ridwan Songut, Juara Amatir (BPR 3/Kostrad Maros, Makassar)

(rls)




Ruksamin Kukuhkan Tim Relawan Desa dan Kecamatan se Kecamatan Molawe

Wanggudu, SultraNET. – | Bupati  Konawe Utara DR.H.Ruksamin, mengukuhkan Tim Relawan Kecamatan dan Desa se Kecamatan Molawe, Di Molawe. Minggu (1/3/2020).

Tim Relawan yang dikukuhkan tersebut merupakan pendukung yang telah menyatakan dukungan serta kesiapannya secara penuh untuk mensukseskan majunya ia untuk periode kedua pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 ini.

Dalam sambutannya Ruksamin mengharapkan agar Tim Relawan yang terbentuk untuk mendukung dirinya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Konawe Utara Tahun 2020 ini dapat meniru sifat Lebah.

Sifat lebah yang ia maksud yaitu sifat hewan penghasil madu tersebut selalu berada dalam satu barisan, bersatu dan saling tolong menolong ia mengharapkan Tim relawan juga dapat saling membantu di masyarakat.

” Lebah juga selalu menghasilkan yang baik, dan sebagai Tim Relawan kita juga selalu mengedepankan kata kata dan perilaku yang baik di Masyarakat,” Tutur Ruksamin.

Setelah mengukuhkan Tim Relawan, Ruksamin juga sekaligus meresmikan Posko Tim Relawan yang bakal digunakan sebagai pusat kegiatan Tim menjelang Pilkada 2020.

Laporan : Asbar




WON Kembali Terpilih Pimpin Hanura Sultra

Wakatobi, SultraNET. | Wa Ode Nurhayati (WON) Kembali Terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pada Musyawarah Daerah III Partai Hanura Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berlangsung di Marina Togo Mowondu – Hotel Wisata Wakatobi, Minggu (23/2/2020).

Pada musda yang berlangsung meriah itu, WON mendapat dukungan penuh dari Seluruh DPC Kabupaten dan Kota se Sultra.

Samir, Ketua DPC Hanura Kabupaten Konawe Utara saat membacakan surat dukungan dari seluruh DPC menyebutkan, harapan diberikannya dukungan penuh tersebut kepada WON agar Mantan Anggota DPR-RI itu dapat membawa Hanura menjadi partai pemenang di Sultra pada pemilu mendatang.

“Seluruh DPC dari Kabupaten dan Kota se Sultra merekomendasikan Wa Ode Nurhayati untuk kembali memimpin Hanura di Sultra,” Tuturnya

Sementara itu, Wa Ode Nurhayati saat membawakan orasinya usai terpilih sebagai Ketua DPD Hanura  Sultra mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Partai Hanura yang telah  memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk mengemban amanah sebagai ketua DPD Hanura Sultra.

” Bagi saya jabatan ini bukan cuma kebanggaan tetapi juga menjadi pesan  untuk seluruh perempuan bahwa tidak perlu lahir dari elit politik agar dapat berkiprah di pentas politik,” tuturnya

“Insya Allah amanah ini saya akan jalankan sebaik baiknya,” Tambahnya

Ditemui disela sela kegiatan Musada, Suritman, Ketua DPC Hanura Bombana mengucapkan selamat atas terpilihnya WON kembali  sebagai ketua DPD Hanura Sultra

Menurut mantan anggota DPRD Bombana itu, WON dinilai sosok yang sangat tepat dapat membawa Hanura sebagai Partai Pemenang di Sultra.

“Kita yakin WON dapat membawa Hanura menjadi partai yang diperhitungkan di Sulawesi Tenggara,” Pungkasnya. (IS)




Pencabulan Terhadap Anak Di Bombana Kembali Terjadi, Pelaku Merupakan Ayah Tiri Korban

SultraNET. –  Bombana | Tindak Pidana Pencabulan terhadap Anak dibawah umur yang belakangan ini kerap terjadi di Kabupaten Bombana yang melibatkan orang terdekat korban kembali terjadi, kali ini korbannya adalah gadis belia yang baru berusia 12 Tahun.

Sebut saja bunga (12) tahun Warga yang beralamat di Desa Lamonggi Kecamatan Kabaena Tengah yang harus menanggung nasib malang mendapat perlakuan bejat dari orang yang seharusnya menjadi pelindungnya.

Kakak Korban FM (37) menguraikan kronologi kejadian bermula saat korban pada hari Kamis Tanggal 23 Januari 2020 sekitar jam 17.30 wita berada di rumah pelaku di Kelurahan Rahampuu, Kecamatan Kabaena.

Merasa curiga terhadap korban yang terlihat trauma dan takut terhadap pelaku, ia kemudian memintai keterangan terhadap beberapa orang dan juga terhadap korban.

Korban lalu menyebutkan bahwa ayah tirinya telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji terhadap dirinya.

” Saya curiga lalu saya minta keterangan dan korban membenarkan hal tersebut,” Bebernya.

Mendengar keterangan itu FM langsung mengambil tindakan dengan melaporkan perihal kejadian itu  ke Polsek Kabaena pada hari Rabu (19//2/2020).

Kapolsek Kabaena IPDA Andi Muh Taufan kepada awak media ini, Kamis (20/2/2020) membenarkan perihal dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut, ia menyebut bahwa pelaku pencabulan yaitu SYW (43) sesuai identitas beralamat di Desa Eemokolo, Kecamatan Kabaena Utara yang merupakan Ayah Tiri Korban.

“ Benar telah terjadi kasus pencabulan dimana korban merupakan anak di bawah umur, berusia 12 tahun yang diduga mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya oleh seorang ayah tiri,” Sebutnya.

Andi Muh. Taufan mengungkapkan bahwa Setelah menerima laoporan Pihaknya langsung mengambil tindakan penangkapan terhadap terduga pelaku.

“Saat ini Terduga Pelaku sudah kami amankan,” Tutur Taufan

Dari hasil pemeriksaan sementara, dalam melancarkan aksinya pelaku menjanjikan korban sejumlah uang kemudian menyuruh korban berbaring di atas kasur.

Pelaku membujuk korban untuk membuka celana kemudian pelaku mulai beraksi melakukan aksi bejatnya.

Laporan : Efendy