Promo Gebyar Akhir Tahun, Kumala Group Cabang Kendari Beri Hadiah Mobil dan Paket Liburan

Kendari, SultraNET. | Kumala Group bersama PT. Kumala Sejahtera Abadi selaku brand partner Hino memberikan kejutan besar bagi para pelanggan dengan menggelar promo gebyar akhir tahun yang berlangsung dari bulan November hingga bulan Desember 2019.

Selama periode tersebut pelanggan yang melakukan pembelian mobil merk Dutro atau ranger bakal mendapat kesempatan memenangkan 1 unit Mobil Wuling confero DB dan 10 Paket liburan ke Malaysia dan berbagai promo spesial lainnya.

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers yang digelar Kumala grup dengan mengundang beberapa media, bertempat di Hotel Claro Kendari Lt.15 ruangan Sky lounge, Kamis, (21/11/2019).

Melalui Promo ini, perusahaan berharap dapat menarik antusiasme dan memberikan nilai lebih bagi pelanggan, yang nantinya melengkapi pengalaman menyenangkan saat membeli maupun menggunakan Hino sebagai kendaraan Niaga, memberikan pelayanan terbaik dengan beragam hadiah dan promo menjadi prioritas utama.

” Menjelang akhir tahun, ini merupakan saat yang tepat membeli mobil Hino karena banyak hadiah dan promo spesial lainnya yang diberikan Hino kumala, khusus kepada pelanggan hingga Desember 2019 yakni memperoleh Gratis 1 Kali angsuran serta Gratis Check Up dan Service, layanan purna jual Hino kumala juga memberikan kejutan untuk pelanggan yakni ganti oli mesin Cuma Rp. 300.000, Gratis Check 10 Item dan Gratis konsultasi kendaraan.” Ujar Ivan Pudya Sumanta Selaku Marketing Manager Kumala Group Cabang Kendari.

Selama Periode berlangsung, Hino kumala bakal melakukan Roadshow Gathering ke Seluruh area operasional Dealer dengan tujuan membangun kedekatan dengan para pelanggan juga memastikan informasi mengenai promo sampai ke Pelanggan. Sehingga beraneka ragam hadiah dan promo yang memanjakan dapat dirasakan oleh pelanggan terkhusus pelanggan di area bumi anoa Sulawesi Tenggara.

Sebagaimana diketahui, Kumala Group berdiri pada tahun 1983, bermula dari perusahaan jual mobil bekas dan baru. Berawal dari Tujuh orang karyawan dan Saat ini Kumala Group semakin bertumbuh dan memiliki jaringan usaha di Indonesia Tengah dan Indonesia Timur.

Bisnis Kumala Group Sendiri meliputi : Bisnis Otomotif sebagai dealer resmi, bekerjasama dengan merek internasional seperti Hino, Wuling, Mazda dan Honda, Bisnis Property, Seperti Primewood Mansion Makassar, Pettarani Business Center Makassar Maupun rental Property.

Perusahaan ini juga merambah Bisnis Trading sebagai distributor resmi oli dan bank merek : Agip, Henkel, Funchs, Maxxis, Double coin, Continental dan dynacargo serta Bisnis tambang dan rental alat berat sehingga Menjadikan Kumala Group sebagai salah satu perusahaan dengan jaringan terbesar di Indonesia Tengah dan Timur.

Hino kumala memiliki 13 Dealer yang tersebar di Sulawesi dan Kalimantan antara lain di Jl. Ir Sutami Makassar, Jl. Kumala Makassar, Gowa, Sidrap, Bone, Palopo, Pare-Pare, Bulukumba, Kendari, Bau-Bau, Mamuju, Balikpapan dan Samarinda.

Pewarta : Awal Kurniawan




Ops Sikat Anoa, Polsek Rumbia Amankan Miras dari Warga

Rumbia, SultraNET. | Operasi dengan Sandi Sikat Anoa yang digelar oleh Anggota Polsek Rumbia, Kabupaten Bombana,  Rabu (20/11/2019) berhasil mengamankan berbagai jenis miras dari dua Rumah warga yang berbeda.

Berdasarkan rilis  yang diterima awak media ini, operasi dimulai Sekitar pukul 11.45 wita berhasil menyisir 2 rumah warga yang diduga kerap menjual miras.

Dirumah N (45) seorang Ibu Rumah Tangga warga Kel.  Lauru,   Kec. Rumbia Tengah , Kab. Bombana, polisi berhasil mengamankan (dua) botol  Miras Jenis  Jenever, 2 (dua) Botol Miras jenis Bir Bintang dan 1 ( satu) Botol Miras Jenis Anggur Merah

Sedangkan dikediaman  MY (50), warga, Kel.lauru ,   Kec. Rumbia Tengah , Kab. Bombana, polisi berhasil mengamankan 2 (dua) botol Miras Jenis miras  Bir Hitam, 2  (dua) Botol Miras jenis Bir Bintang.

Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Rumbia (IH)




Unit Kegiatan Mahasiswa Seni IAIN Kendari Bakal Gelar Temu Budaya Se-SULTRA

Kendari, SultraNET. | Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari bakal menggelar temu budaya Se Sulawesi Tenggara yang bakal melibatkan Sanggar Seni, Komunitas Seni, Tokoh budaya dan Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat yang akan dilaksanakan Pada Hari Rabu sampai Jumat tanggal 25 sampai dengan 27 desember 2019 mendatang bertempat di Auditorium IAIN Kendari.

Ketua Panitia Temu Budaya Se-SULTRA Beni Putra Lamangga kepada awak media SultraNET. Senin (18/11/2019) menyebutkan kegiatan ini dimaksudkan agar budaya yang telah terkikis dapat diangkat kembali. Selain itu, juga sebagai ajang sosialisasi dan silahturahmi sesama penggiat seni Se Sulawesi Tenggara

” Kegiatan yang dilaksanakan di bulan Desember nantinya akan dirangkaikan dengan dialog budaya, pameran lukisan, pembukuan naskah, dan pementasan budaya,” Tutur Beni Putra.

Kegiatan  itu lanjutnya bakal mengundang beberapa unsur untuk terlibat dialog dan bersosialisasi sekaligus untuk mengetahui kebudayaan apa yang mulai hilang serta mencari solusinya agar budaya tersebut dapat dilestarikan kembali.

” Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan efek dan outpot pemahaman terhadap generasi muda untuk selalu mencintai kebudayaannya dan selalu merawat budaya yang ada didaerahnya,” urainya

Pewarta : Awal kurniawan




Ketua DPRD Bombana Mengetahui PT. Panca Logam Kembali Menambang Dari Berita

Rumbia, SultraNET. | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, Arsyad, S.Pd mengaku  mengetahui bahwa PT. Panca Logam Makmur kembali melakukan aktivitas penambangan emas di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan informasi dari pemberitaan media online.

Pernyataan itu disampaikan Politisi Partai Nasdem itu saat dikonfirmasi awak media SultraNET., Senin (18/11/2019). menurutnya selaku Pimpinan DPRD ia berjanji bakal melakukan kordinasi sekaligus turun melihat langsung aktivitas perusahaan tersebut.

” Terus terang saja, saya baru mengetahui bahwa PT. Panca Logam sudah mulai bekerja kembali itupun dari pemberitaan media yang kami baca dan setahu saya perusahaan itu berhenti beraktivitas karena IUP nya mati dan beberapa kewajiban belum ditunaikan,” Bebernya

Kendati demikian Politisi sekaligus Ketua Partai Nasdem Bombana itu berjanji bakal mengkroscek langsung dan melakukan kordinasi dengan instansi terkait agar informasi yang diterima tidak simpang siur.

” Saya memang sudah mendengarkan tentang aktivitas perusahaan itu dari teman teman, tetapi tetap dalam waktu dekat ini akan melakukan kordinasi dengan instansi terkait khususnya Dinas Pertambangan dan Dinas Penanaman Modal Provinsi agar ini lebih jelas lagi,” Tutupnya (SN01)




Pemprop Sultra Rangkul Stakeholder Bangun Bumi Anoa

Kendari, SultraNET. | Untuk meningkatkan kordinasi dalam pembangunan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan stakeholder yaitu tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan serta pengurus Partai Politik se Sulawesi Tenggara (Sultra), Badan Kesatuan Bangsa Prov. Sultra menggelar Kegiatan Silaturahmi bertempat di Hotel Claro Kendari, Sabtu (16/11/2019).

Kegiatan tersebut mengangkat Tema “Melalui silahturahmi kita tingkatkan peran serta masyarakat untuk pencegahan gangguan keamanan dan memelihara situasi dan dan kondusif dimasyarakat guna mendukung kelancaran kegiatan pembangunan di Sulawesi Tenggara”.

Ketua Panitia Kegiatan. Parinringi, SE.,M.Si dalam sambutannya mengatakan Maksud diselenggarakan kegiatan silahturahmi tersebut yaitu untuk mempererat hubungan silaturahmi dan kerja sama antar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan serta pengurus parpol di Sulawesi Tenggara sebagai mitra pemerintah untuk menyikapi situasi dan kondisi yang terjadi dilingkungan masyarakat.

” Terutama dalam deteksi dini dan pencegahan secara dini gengguan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat. kemudian menciptakan dan memelihara situasi keamanan agar kondusif didaerah, sehingga pelaksanaan pembangunan yang diprogramkan oleh pemerintah berjalan lancar,” tutur Parinringi

Hasil dari kegiatan tersebut lanjutnya dapan memberikan rekomendasi sebagai salah satu bahan masukan kepada Pemerintah dalam pengambilan keputusan untuk mewujudkan stabilitas politik dan keamanan didaerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

” Hasil yang diharapkan bisa tercapai seperti terbangunnya silaturahmi, terciptanya kordinasi, serta hubungan sinergi antar pemerintah provinsi, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan serta pengurus Parpol yang ada di daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dan adanya masukan informasi serta saran pada pemerintah provinsi,” bebernya.

Pantauan awak media SultraNET. Nampak hadir sebagai Pemateri pada kegiatan tersebut, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Bapak Ali Mazi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Bapak AKBP La Ode Aries El Fathar mewakil Kapolda Sultra dan Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Prov. Sultra Brigjen TNI Aminullah serta yang bertindak sebagai moderator adalah Bapak Dr.H. Abdul Nasir A.Baso,M.Si beliau adalah Pensiunan ASN.

Pada Kegiatan Silahturahmi yang berlangsung secara berkelanjutan dalam model panel atau diskusi dan dialog itu, Gubernur Sulawesi Tenggara membawakan materinya yaitu Peran Pemerintah daerah mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan suasana kondusif di masyarakat guna mendukung kelancaran kegiatan pembangunan.

Sedangkan Kapolda Sultra yang diwakili Dirreskrimum membawakan materi Peran POLRI dengan Masyarakat dalam rangka mencegah segala bentuk gangguan keamanan Sulawesi Tenggara, Sedangkan Kabinda Sultra membawakan materi Membangun sinergitas TNI dan POLRI bersama masyarakat dalam rangka menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

Nampak hadir Para asisten, staf ahli, kepala biro, kepala badan dan kepala dinas lingkungan hidup lingkup Pemprov Sultra, tokoh masyarakat, tokoh agama,tokoh perempuan dan pengurus Parpol tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pewarta : Awal Kurniawan




Tagih Janji Bupati Konsel, KBPM Sebut Surunuddin Berbohong

Kendari, SultraNET. | Janji Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) untuk segera membangun Asrama untuk mahasiswa Konawe Selatan paling lambat tahun 2020 tak kunjung ditepati.

Sebagaimana diketahui, janji untuk membangun Asrama Mahasiswa Konsel tersebut tertuang dalam Berita Acara Kesepakatan yang dibubuhi tandatangan Surunuddin Dangga selaku Bupati Konsel, Irham Kalenggo selaku Ketua DPRD dan Jefri, Ketum Poros Muda perwakilan Mahasiswa yang ditandatangani saat Aksi mahasiswa Konawe Selatan yang digelar Senin, (2/9/2019) lalu di Gedung DPRD Konsel .

Menyikapi hal tersebut, Keluarga Besar Pemuda dan Mahasiswa (KBPM) Konawe Selatan menggelar Konferensi Pers dan Konsolidasi Gerakan Mahasiswa dengan mengangkat tema Melawan Kebohongan Pemkab, “Surunuddin Berbohong, Pemuda dan Mahasiswa Melawan” bertempat disalah satu Kedai Kopi di Kota Kendari, Jumat, (15/11/2019), Jam 15:30 WITA.

Salah satu penanggung jawab kegiatan. Aliyadin Koteo yang juga Pendiri Gerakan Mahasiswa Konsel Menginspirasi (GMKM) mengungkapkan bahwa Konsolidasi Aksi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Konawe Selatan itu, sama sekali tidak ditunggangi oleh elit politik dan juga tidak ada hubungannya dengan Pilkada 2020 mendatang.

Menurutnya Gerakan yang akan dilakukan oleh Pemuda dan Mahasiswa Konawe Selatan yang diagendakan Rabu, (20/11/2019) mendatang lahir atas amarah Pemuda dan Mahasiswa Konsel yang telah berjuang hingga berdarah-darah saat aksi lalu, namun yang dijanjikan juga tidak dipenuhi.

” Saya ingin mengaris bawahi, kita ingin melawan kebohongan ini dan tanpa kompromi dengan kebohongan Surunuddin. Kami benar-benar marah dan ini tidak ada hubungannya dengan politik dan ini murni karena dibohonggi oleh Surunuddin.” tuturnya

Hal senada disampaikan Ketua Tamalaki. Alfian Anas menurutnya Pemuda dan Mahasiswa Konsel marah menyikapi janji Bupati Konawe Selatan yang tidak ditepati tersebut dan mempertegas bahwa kegiatan tersebut tidak ada hubungannya dengan politik.

” Kalau saya pada intinya tidak bisa ditoleril lagi dan kemudian kita tidak ada pada kapasitas berpolitik, disini murni karena pemuda dan mahasiswa. Karena kita berpikir sudah cukup kita yang rasakan jangan sampai adik-adik kita, karena ini kepentingan semua mahasiswa Konawe Selatan dan saya harap Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga cepat merealisasikan janjinya,” Beber Alfian Anas.

Ketua Umum Poros Muda, Jefri menambahkan. Pemerintah harusnya segera merealisasikan janjinya terhadap pemuda dan mahasiswa Konawe Selatan agar segera mengadakan Asrama buat mahasiswa Konawe Selatan.

” Tidak ada alasan lagi dari pemerintah Konawe Selatan pokoknya 2019 Asrama harus ada, apalagi pada saat itu bupati sendiri yang menawarkan lahan sekitar satu hektar,” Pungkasnya.

 

Pewarta : Awal Kurniawan

 




Lomba Foto HALO SULTRA Tingkat Nasional 2019 Tuntas Digelar, Ini Juaranya

Kendari, SultraNET. | Meski perhelatan event Halo Sultra tahun 2019 telah berlalu sejak bulan april lalu, namun salah satu item kegiatan didalamnya ternyata barus saja menuntaskan puncak kegiatan pada hari ini, Rabu 13 November 2019.

Kegiatan yang baru tuntas penilaiaannya yaitu Lomba Foto Halo Sultra 2019, event yang diselenggarakan oleh Pemda Sulawesi Tenggara dibawah kendali Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara ini baru saja menyelesaikan proses lomba yang memang dikemas selama 6 bulan sejak dibukanya lomba pada saat event halo sultra 2019.

Ahmad Nizar, selaku koordinator teknis lomba yang dijadikan mitra dalam kegiatan ini saat dihubungi mengatakan. Bahwa lomba foto nasional dengan kemasan baru ini cukup menyita perhatian publik Fotografi di berbagai wilayah nusantara.

” Alhamdulillah kami selaku penyelenggara teknis yang dipercayakan oleh Dinas Pariwisata Sultra untuk menjalankan lomba ini merasa lega setelah puncak penganugerahan grand Final Lomba foto Halo Sultra 2019 selesai di helat pada malam 13 november 2019 di panggung wakatobi wave,” Tutur Ino sapaan akrab koordinator lomba ini.

Lebih lanjut Ino mengungkapkan bahwa pihaknya memang memiliki tantangan besar, dikarenakan konsep lomba seperti ini dimana peserta berkompetisi selama 6 bulan dan setiap bulan tetap memilih 3 foto terbaik, baru pertama kali diselenggarakan di sulawesi tenggara.

” Ya namanya konsep baru, tentu masih terdapat kekurangan pelaksanaan secara tekhnis dalam proses perjalannya. Namun komunikasi dan keterbukaan atas saran dan kritikan terhadap lomba ini menjadi modal kami untuk optimis bahwa konsep lomba yang kami buat bisa berjalan sebagaimana mestinya. Ditambah lagi profesionaltas peserta dan utamanya peserta asal sultra sendiri yang membantu kami memberikan saran agar lomba ini bisa berjalan lebih baik lagi,” Ungkapnya

Lomba foto halo sultra 2019 yang memperebutkan total hadiah sekitar 100 Juta rupiah ini, diikuti oleh 235 peserta dari berbagai wilayah di indonesia termasuk sultra, yang kemudian disaring sesuai persyaratan lomba dan menyisahkan 122 peserta.

Dalam malam puncak pengunguman grad final hadiah utama memutuskan 6 juara yaitu Juara 1 Korchnoi Pasaribu ( Kota Kendari ), Juara 2 Rustam Awat ( Bau Bau ), Juara 3 Habirun ( Bau Bau )

Untuk Kategori Favorite Destinasi : Abdul Rauf ( Kota Kendari ),Favorite Event : Sofyan Efendi ( Jakarta ), Favorite Tradisi Budaya : Guntur ( Wakatobi )

Sementara juri Nasional yang dilibatkan masing-masing Arbain Rambey, Afriadi Hikmal dan 1 juri sultra Arif Relano Oba.

Pengunguman Pemenang dan pameran foto para nominasi lomba foto halo sultra 2019 tingkat nasional sendiri di lakukan di panggung utama event wakatobi wave di wakatobi.

Melalui ajang ini selain menambah database bahan promosi pariwisata sultra, juga mampu membuat fotografer luar sultra untuk datang ke sultra selain menjadi wisatawan juga sembari mengabadikan keindahan dan keunikan pariwisata sulawesi tenggara.

” Dan hal itu terbukti dengan sejumlah foto yang masuk merupakan karya beberapa fotografer yang sengaja datang ke sultra untuk motret tidak hanya di wakatobi namun juga ada di beberapa destinasi lain,” Pungkasnya

Pewarta : Awal Kurniawan




KPI-LH Desak Kapolda dan DPRD Sultra Usut Dugaan Kejahatan Lingkungan dan Perizinan PT. Damai Jaya Lestari (DJL)

Kendari, SultaNET. | Konsorsium Pemerhati Investasi dan Lingkungan Hidup (KPI LH) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (12/11/19)

Dalam orasinya, puluhan massa aksi itu mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara dan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara agar mengusut dugaan kasus kejahatan perizinan yang dilakukan PT. Damai Jaya Lestari (DJL).

Sebagaimana diketahui, PT. Damai Jaya lestari (DJL) Merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan sawit yang beroperasi di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Orator Aksi menyebut, berdasarkan Surat Peringatan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara kepada direktur PT. Damai Jaya lestari (No.211/742/2014). Bahwasanya melalui kegiatan delmeasi terhadap tanaman kelapa sawit diindikasikan berada dalam kawasan hutan seluas kurang lebih 5.819,67 Ha

” Yang berada di Hutan Produksi Tetap (HP) Seluas 3.651,13 Ha dan area yang masuk Hutan yang dapat dikonversi (HPK) Seluas 2.168,54 Ha,” Sebut Orator.

Masuknya aktifitas PT. Damai Jaya Lestari didalam kawasan hutan diduga tidak memiliki izin pelepasan kawasan Hutan sesuai ketentuan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

PT. Damai Jaya Lestari diduga melakukan tindak kejahatan lingkungan dan pidana berdasarkan UUD RI No. 18 Tahun 2013 (Tanggal 6 Agustus 2013) pasal 17 ayat (2) huruf a dan huruf b. Pasal 92 ayat (1) dan (2) huruf a dan b tentang pengunaan alat berat yang diduga melakukan kegiatan perkebunan atau mengangkat hasil perkebunan tanpa izin menteri didalam kawasan hutan bagi orang perseorangan.

” Ini melanggar peraturan perundang-undangan tentang perizinan,” Bebernya.

Diakhir orasinya masa aksi mendesak agar Kapolda Sulawesi Tenggara segera menangkap owner PT. Damai Jaya lestari dan mengusut kasus dugaan kejahatan lingkungan atas aktivifitas perkebunan sawit tanpa mengantongi izin pelepasan kawasan hutan tersebut.

Pewarta : Awal kurniawan




Abdul Halim Iskandar : “Menteri Desa Boleh Berganti, tetapi Kemendesa Tetap Milik Prof. Erani Yustika”

Jakarta, SultraNET. |  “Menteri Desa boleh saja berganti tapi Kemendesa tetap milik Pak Erani Yustika,” guyonan ini diucapkan oleh Menteri Desa Pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, Drs. H. Abdul Halim Iskandar, MP, saat mengawali sambutanya pada acara workshop evaluasi Nasional Inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) pada Program Inovasi Desa (PID) bagi Tenaga Ahli P3MD Tingkat Provinsi /Kabupaten tahun 2019 yang digelar di Hotel Ciputra Grogol Jakarta Barat. Selasa, 12 Nopember 2019. Guyonan mantan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur itu sontak mengundang aplos tepuk tangan dari 612 peserta dari tenaga Ahli yang hadir.

Guyonan Orang Nomor satu di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi itu bukan tanpa alasan mengingat jejak rekam Staf Khusus Presiden Bidang Dana Desa itu dalam meletakkan pondasi dasar untuk melakukan akselerasi yang berkelanjutan dalam program Pembangunan Desa patut dibanggakan.

Pantauan media ini, saat acara Pembukaan Workshop itu di hadiri oleh Staf Khusus Presiden Bidang Dana Desa, Prof. Erani Yustika, Sekertaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, Anwar Sanusi, Phd, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Taufik Madjid, Sos, M,Si, Direktur Pemberdayaan masyarakat Desa, Muh.Fachri , S.STP,M,Si, Direktur Pelayanan Sosial Dasar, Bito Wikontose,SS,M,Hum.

Dalam Sambutanya, Drs, H. Abdul Halim Iskandar, MP, menyampaikan kesyukuranya atas adanya kesempatan untuk bertemu dengan Para Pahlawan Pejuang Desa karena melalui kerja kerja para Tenaga Ahli Pemberdayaan masyarakat beserta seluruh Tenaga Pendamping Desa dapat memberi kontribusi terhadap upaya Pembangunan Bangsa. oleh karena itu, Pihaknya berkelakar jika ada Tenaga Ahli yang meninggal akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan karena telah bekerja sekuat tenaga untuk mengawal Nawacita Presiden dalam membangun Indonesia dari Pinggiran atau Desa.

“ Saya sangat bersyukur karena pada malam ini, mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Para Pahlawan Pejuang Desa karena melalui kerja kerja para Tenaga Ahli Pemberdayaan masyarakat beserta seluruh Tenaga Pendamping Desa dapat memberi kontribusi terhadap upaya Pembangunan Bangsa. oleh karena itu, jika boleh saya ingin mengatakan bahwa jika ada Tenaga Ahli yang meninggal, sebaiknya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan karena paling tidak telah bekerja sekuat tenaga untuk mengawal Nawacita Presiden dalam membangun Indonesia dari Pinggiran atau Desa ,”Sebutnya

Ditempat yang sama, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Buton Selatan provinsi Sulawesi Tenggara, Abady makmur, mengapresiasi Program Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam mendorong Program Inovasi Desa demi terwujudnya Desa yang mandiri sesuai dengan mandat besar yang ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Mantan Sekretaris Desa yang juga pernah aktif sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi tenggara itu menyampaikan bahwa peran Pendamping Profesional mulai dari Konsultan Pendamping Tingkat Nasional hingga Pendamping lokal Desa telah mampu membawa Desa dalam mentransformasikan dirinya menjadi Desa yang lebih maju dan Mandiri.

” Untuk itu sekali lagi, Atas kinerja Pendamping utamanya Pendamping Lokal Desa, mengharapkan kepada Pak Menteri, agar dapat meningkatkan Honor dan Biaya Operasional bagi Pendamping Lokal Desa dan bagi Pendamping Desa yang bertugas pada Daerah Ekstrim seperti di Kecamatan Batu Atas, Kepulauan Binongko di Provinsi Sulawesi Tenggara serta beberapa Daerah ekstrim lainya di Provinsi lainya karena mereka adalah merupakan ujung tombak dalam mangawal Program pembangunan dan pemberdayaan Masyarakat Desa,“ Harapnya (AM)




Objek Wisata Climbing Sawapudo Diabaikan Pemkab, Jurnalis Ramah Pariwisata Adakan Liputan

Kendari, SultraNET. | Dihari ketiga Workshop Jurnalis Ramah Pariwisata yang di inisiasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Melakukan Liputan Ke objek wisata climbing Sawapudo, yang terletak di Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Rabu, (13/11/2019).

Turunnya para jurnalis ramah parawisata itu, diharapkan mampu mengangkat potensi wisata yang ada di Sulawesi Tenggara terutama terhadap objek wisata yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Ketua Panitia Jurnalis Ramah Pariwisata, La Ode Ali Ahmadi, S.S mengatakan Percepatan pembangunan sektor wisata daerah Provinsi Sulawesi Tenggara nantinya diharapkan menggunakan model Pentahelix dari 5 unsur yang saling berkolaborasi dan membangun sinegisitas.

Kelima unsur dimaksud yaitu Pemerintah itu sendiri, Akademisi, Masyarakat atau Komunitas, Pengusaha dan unsur Media atau Jurnalis.

” Ini sudah dibuktikan oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah bekerja sama dengan awak media baik itu media Tv, online, cetak maupun radio dan penggiat pariwisata lainnya,” Tuturnya.

Keseriusan pemerintah provinsi dalam hal ini dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara untuk Percepatan pembangunan sektor wisata daerah terlihat jelas dengan mengadakan Workshop dan pembentukan Asosiasi Forum Jurnalis Ramah Pariwisata yang akan membantu kerja-kerja Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata daerah Sulawesi Tenggara lewat berita-berita.

” Seperti saat ini, para jurnalis ramah pariwisata telah melihat kondisi, suasana tempat wisata climbing yang diabaikan oleh pemerintah Kabupaten Konawe. Padahal ini merupakan potensi pariwisata yang harusnya didukung oleh pemerintah,” Pungkasnya.

Pewarta : Awal kurniawan