Pemkab Bombana Siap Salurkan Bantuan Program Jaring Pengaman Sosial, Ini Kriterianya !

Rumbia, SultraNET – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bentukan Pemerintah Kabupaten Bombana rupaya tidak setengah setengah dalam upaya memastikan setiap warganya tidak merasakan dampak terlalu parah akibat wabah covid-19.

Satgas yang dipimpin langsung Bupati H. Tafdil itu, saat ini tengah merampungkan kesiapan menyalurkan Program Jaring Pengaman Sosial yang dananya bersumber dari dana daerah.

Heryanto A Nompa, SKM. Juru Bicara Satgas Covid-19 Bombana, Sabtu (11/4/2020) mengungkapkan saat ini proses pendataan sedang dilakukan dengan melibatkan beberapa instansi teknis daerah untuk memastikan warga yang tidak terdaftar dalam penerima program pemerintah pusat seperti rastra atau bantuan pangan non tunai dan program keluarga harapan dapat diakomodir di Program Jaring Pengaman Sosial ini.

“Ini kita lakukan setelah Pemda dibolehkan melakukan intervensi kegiatan Jaring Pengaman Sosial,” Tutur bung HAN sapaan akrab Heryanto.

Ia menyebut ada tiga kriteria yang ditetapkan bagi calon penerima Program Jaringan Pengaman Sosial itu yaitu pertama berasal dari Keluarga Rumah Tangga Miskin, kedua Para Pekerja Rentan dan Ketiga Rumah Tangga yang sedang menjalani karantina mandiri, menjalani isolasi diri dan pemeriksaan lanjutan.

” Dari tiga poin itu semua akan didata dan diberikan kepada mereka dengan catatan mereka tidak masuk dalam daftar penerima rastra atau bantuan pangan non tunai dan program keluarga harapan,” Pungkasnya (Idris)




TP-PKK Muna Sediakan 10 Ribu Masker Untuk Pencegahan Covid-19

MUNA, SultraNET. |  Sebagai upaya membantu Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid 19), Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyediakan sebanyak 10.000 lembar masker.

Ketua TP-PKK Muna Yanti Setiawati Rusman, pada awak media ini. Jumat (10/4/2020) mengatakan, masker yang berasal dana patungan pengurus dan anggota TP-PKK tersebut nantinya bakal dibagikan kepada masyarakat yang sehari-seharinya terpaksa harus bekerja diluar rumah.

“Misalnya, tukang ojek, sopir angkutan dan nelayan kalau ada lebihnya, baru kita bagi ke warga lain,” Kata Yanti.

Istri Bupati Muna itu menambahkan masker yang akan dibagikan itu adalah masker kain yang dipesan melalui penjahit yang ada di dalam Kota Raha yang dibuat sesuai standarisasi kesehatan.

“Satu masker dibeli dari penjahit dengan harga 5.000 rupiah, kita berdayakan pejahit untuk pembuatanya,” Imbuhnya

Walau sesuai rencana pembagian masker direncanakan bakal dilakukan langsung pengurus TP-PKK namun karena penyebaran virus ini semakin meningkat, sehingga masker tersebut diserahkan ke Satgas.

“Nanti mereka yang bagikan. Intinya, kami sudah ikut ambil bagian membantu pemerintah untuk memutus mata rantainya,” Tutupnya.

Pewarta : Borju




Sopir Angkot di Bombana Bakal Terima Bantuan Langsung Tunai

SultraNET., Bombana | Kabar gembira untuk para Sopir Angkutan Umum (angkot) yang beroperasi di Kabupaten Bombana pasalnya untuk sedikit meringankan beban mereka akibat dampak pencegahan wabah covid-19, Pemerintah Setempat bakal memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada mereka.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana, Heryanto, S.KM kepada awak media HarapanSultra.COM., Selasa (7/4/2020) mengatakan pemberian BLT itu sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemkab Bombana yang bakal melakukan pembatasan sementara arus masuk dan keluar penumpang kendaraan umum dari dan arah darat yaitu dari Kabupaten Kolaka dan Kota Kendari sedangkan jalur laut dilakukan diseluruh pelabuhan yang ada di Bombana.

“Karena Kota Kendari saat ini sudah ditetapkan sebagai daerah transminisi lokal, sehingga kita betul betul melakukan pembatasan terhadap arus masuk dan keluar orang dan ini sangat berdampak bagi mereka (Supir angkutan umum.red),” Tutur Heryanto

Disamping Sopir angkutan umum, saat ini Satgas Covid-19 tengah berkoordinasi dengan jajaran Pemerintahan untuk melakukan pendataan terhadap seluruh masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak terakomodir pada program pemerintah pusat seperti Program Keluarga Harapan agar dapat pula diberikan BLT tersebut.

“Seluruh masyarakat yang berpenghasilan rendah juga saat ini sedang kita data, bagi mereka yang tidak mendapat bantuan dari program pemerintah pusat kita akan diberikan BLT pula,” Bebernya

Terkait besaran BLT yang akan diterima Para Sopir angkutan umum tersebut lanjut Mantan Anggota DPRD Bombana itu, ia menyebut besarannya itu tidak bakal sebanding dengan kerugian akibat tidak beroperasinya mereka.

“Ini tujuannya hanya untuk sedikit meringankan beban mereka,” Pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, berdasarkan Keputusan Bupati Bombana Nomor 211 Tahun 2020, tentang Penetapan Penerima Bantuan Langsung Tunai kepada Pemilik dan Sopir Angkutan / Kendaraan Umum dalam rangka pencegahan dan penanganan covid-19 dalam wilayah kabupaten bombana para Pemilik Angkutan Kendaraan Umum bakal menerima BLT sebesar 50.000 rupiah perhari sedangkan Sopir Angkutan Umum bakal menerima sebesar 150.000 rupiah perharinya. (Idris)

 




Ketua IKA FKM Butur Kecam Keputusan Rektor UMI Lantik Dekan Peraih Suara Terkecil

Kendari, SultraNET. | Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Kabupaten Buton Utara mengecam  Rektor UMI atas keputusannya melantik Dekan FKM UMI Pada (Rabu 1/4).

Hasiruddin SKM, Mantan Aktivis Universitas Muslim Indonesia menilai keputusan Rektor UMI merupakan perilaku otoriter dan tidak mencerminkan nilai ukhuwah islamiah.

“Saya sangat menyayangkan Rektor UMI yang berperilaku seperti itu, tidak mencerminkan pemimpin yang demokratis, keputusannya tidak berpihak pada azas keinginan banyak pihak dalam hal ini orang-orang yang memiliki hak suara”. Ungkap Hasiruddin (7/4)

Ketua Bidang Kesehatan, Himpunan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (HIMASULTRA) untuk wilayah Jakarta ini menambahkan keputusan Rektor UMI dengan menunjuk Dekan FKM yang memiliki suara terkecil di penjaringan adalah hal yang memalukan institusi, baginya UMI tidak pantas dipimpin oleh Rektor semacam itu.

“Kami malu ketika ditanya orang lain, katanya kenapa Rektor UMI begitu, dia lebih memilih orang yang sedikit suaranya, itukan dinilai otoriter dan bikin malu institusi” ujarnya

Mantan Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Buton Utara (Hipma-Butur) Makassar ini juga memperoleh informasi bahwa mekanisme pemilihan Dekan model baru itu tidak pernah dibicarakan di rapat Senat Universitas. Padahal menurutnya pemilihan Dekan adalah hal penting dan strategis.

“Aneh betul ini Rektor UMI sekarang, model baru pemilihan dekan tidak dibicarakan di Senat Universitas, padahal kan hal semacam itu harusnya dibicarakan di Rapat Senat Universitas, bukan ambil kebijakan sendiri, kemana itu ukhuwah dan nilai nilai Islami dalam mengambil keputusan,” Tegasnya.

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) yang juga selaku Mantan Ketua umum HmI Komisariat FKM UMI Makassar menyebut Pihaknya bakal segera melayangkan surat kepada Ketua Umum IKA FKM dan Ketua Pengurus Pusat IKA UMI agar segera meminta kepada Pengurus Yayasan UMI untuk segera memecat Prof. Basri Modding sebagai Rektor UMI karena dinilai bersikap otoriter.

“Kami akan segera melayangkan surat pernyataan kepada Ketua IKA FKM dan Ketua Pengurus Pusat IKA UMI agar kiranya segera meminta kepada Pengurus Yayasan UMI untuk memecat Rektor UMI dari jabatannya karena sikapnya otoriter dan membuat malu institusi,” Tutupnya

Hingga berita ini dirilis, Rektor UMI Prof. Basri Modding belum terkonfirmasi.

Laporan : Awal Kurniawan




Ketum HIPMI Pinjamkan Satu, Hotel Tempat Isolasi dan Karantina

Kendari, SultraNET. | Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H. Maming, bersama Yayasan 69 meminjamkan Hotel Medina di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sebagai tempat isolasi dan karantina pasien Covid-19.

Hotel Medina merupakan salah satu hotel terbaik di Kabupaten Tanah Bumbu. Hotel yang berdiri di kawasan pesisir Pantai Pagatan itu memiliki 33 kamar ditambah beberapa ‘cotage’.

Mardani mengatakan hotel itu akan dipinjamkan selama masih dibutuhkan oleh pemerintah daerah dalam upaya penanganan Covid-19.

“Kami pinjamkan selama masih dibutuhkan. Mungkin sampai 3 bulan,” kata Mardani, Selasa (7/4).

Langkah Mardani untuk meminjamkan hotel tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus keprihatinan terhadap mewabahnya virus Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu.

Mantan Bupati Tanah Bumbu itu sudah melakukan pertemuan dengan jajaran pemerintah daerah. Pertemuan dilakukan di kediaman pribadinya di Jalan Manggis, Batulicin, Selasa (7/4) hari ini.

Pertemuan itu dihadiri anggota DPR RI Syafruddin H. Maming, Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor, Ketua DPRD Tanah Bumbu, Supiansyah, Kapolres Tanah Bumbu AKBP Sugianto Marweki, Sekda Rooswandi Salem dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Dalam pertemuan itu, Mardani dan sejumlah pejabat lainnya tampak mengenakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.

Mardani melanjutkan, saat ini juga Hotel Medina sedang dalam proses persiapan untuk disulap menjadi tempat isolasi dan karantina pasien Covid-19.

“Ini sedang dipersiapkan langsung dengan cepat dan mengikuti standart WHO dalam SOP nya supaya besok atau paling lambat lusa sudah bisa digunakan,” ungkapnya.

Ketua Harian Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, memberikan apresiasi yang besar kepada Ketua Umum HIPMI dan Yayasan Haji Maming yang telah bersedia meminjamkan Hotel Medina.

“Ini bantuan yg sangat strategis dan sangat diperlukan oleh pemerintah dalam menangani Covid-19. Kami atas nama pemerintah daeerah dan masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Rooswandi Salem.

Rooswandi yang juga menjabat sebagai Sekda Tanah Bumbu mengatakan setiap ruangan di hotel tersebut akan diubah menjadi tempat karantina warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

“Ini akan digunakan untuk isolasi atau karantina mandiri bagi masyarakat berstatus ODP sampai selesai masa isolasi 14 hari. Kalau dinyatakan negatif akan dipulangkan,” katanya.

Tak sampai di situ, Hotel Medina juga akan difungsikan sebagai tempat isolasi mandiri petugas medis yang harus dikarantina 14 hari setelah melakukan pemeriksaan pasien yang memiliki potensi terpapar virus.

Selain Hotel Medina, Pemkab Tanah Bumbu sudah menyiapkan rumah susun di Gunung Tinggi yang akan dijadikan sebagai ruang isolasi.

“Dengan di berikannya bantuan hotel ini tentu akan lebih baik lagi pelayanan terhadap para ODP. Kalau mereka diminta isolasi tentu harus kita berikan fasilitas yang terbaik,” tutup Rooswandi.

Laporan : Awal Kurniawan




LKPD Sultra Apresiasi Kinerja Satgas Covid-19 Bombana, Arham : Mereka Bekerja 24 Jam

Rumbia, SultraNET | Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara mengapresiasi kinarja Satuan Tugas Penanganan Corona Virus (Satgas Covid-19) Kabupaten Bombana yang dinilai telah melakukan kerja kerja nyata yang dibutuhkan masyarakat.

 

Muh. Arham, Direktur Eksekutif LKPD Sultra mengungkapkan Kinerja Satgas Covid-19 Bombana saat ini perlu diapresiasi.

 

Ia menyebutkan Satgas yang dipimpin langsung Bupati H. Tafdil itu telah melakukan kerja kerja nyata untuk memastikan virus Corona tidak masuk di Kabupaten Bombana.

 

“Kinerja Satgas Covid-19 Bombana saat ini kita perlu apresiasi, mereka telah bekerja 24 Jam,” Tutur Alumni UIN Syarif Hidayatullah itu, Senin (6/4/2020).

 

Arham merinci beberapa kegiatan yang dilakukan satgas saat ini telah berorientasi pada kebutuhan mendesak masyarakat.

 

“Mereka telah lakukan sosialisasi, menjaga pintu pintu masuk dan pembagian masker  pada masyarakat,” Beber Arham

 

Kendati demikian Wakil Ketua KNPI Sultra itu menyebut masih banyak pula persoalan yang perlu dimaksimalkan dalam bentuk kerja kerja nyata satgas.

 

“Seperti memastikan Area Pertambangan dan pekerjanya juga steril,” Imbuhnya

 

Ia menyebut area pertambangan menjadi tantangan tersendiri dari satgas karena para pekerja yang masuk ke daerah itu tidak melalui pintu pintu masuk komersil umum yang dijaga satgas.

 

“Mereka ini masuk melalui pelabuhan pelabuhan khusus milik perusahaan dan disitu tidak melalui pemeriksaan satgas,” Bebernya

 

Arham juga menyarankan agar Satgas segera melakukan operasi pasar terhadap kebutuhan pokok masyarakat yang mendesak.

 

“Masyarakat kita saat ini sudah mulai merasakan dampak Covid-19 ini, saya harap satgas segera lakukan Operasi pasar menyeluruh untuk memastikan masyarakat tidak menderita,” Pungkasnya. (Sn1)

 

 

 

 

 

 




Pj. Sekda apresiasi GERAK CEPAT Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Tes Dinkes Prov. Sultra.

Kendari, SultraNET. | Pj. Sekda Prov. Sultra, Laode Ahmad selaku sekertaris Gugus Tugas Covid 19 Prov. Sultra memberikan apresiasi tak terhingga kepada tim medis Surveilans dan Sampling Rapid Tes Dinad Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah bekerja caepat dan tak kenal lelah, Minggu 5 April 2020.

“Kita bayangkan saja saat ini hari minggu adalah hari libur atau istirahat bertemu keluarga, tapi tim satgas kesehatan khususnya tim sampling rapid tes mereka masih mengabdi dan bekerja untuk masyarakat dan daerahnya,” Tutur Laode Ahmad

Ia menyebut dedikasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan pengabdian sebagai garda terdepan menolong nyawa manusia.

“Menurut saya selaku Pj. Sekda sangat pantas mereka diberikan reward atau insentif yang Insya Allah menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) berdasarkan Permendagri yang kemarin telah terbit,” Bebernya.

Sebagaimana diketahui, hari ini Minggu 5 April 2020 Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Tes berjumlah 6 orang dari Dinkes Prov. Sultra dipimpin oleh ibu Kartina, SKM, M.Kes. menuju RT. 02 / RW. 03 masjid Nurul Yaqin Kel. Pondambea Kec. Kadia Kota Kendari, untuk segera melakukan Rapid Tes kepada warga sekitar rumah keluarga dekat yang telah kontak erat resiko tinggi yang 4 orang positif covid 19.

Salah satu tim medis yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan setelah melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 4 jam tim Surveilans dan Tim sampling Rapid Tes yang bekerja dengan melakukan Rapid Tes kepada 62 orang warga, terdapat 1 orang anak umur 1 tahun 4 bulan positif covid (hasil Rapid Tes) dan langsung di ambil Swab nya (air liur tenggorokan) untuk selanjutnya akan dikirim ke laboratorium makassar, sedangkan yang 61 orang dinyatakan negatif.

“Bahwa anak tersebut yang positif corona hasil Rapid Tes adalah keluarga dekat dari ke 4 orang yang sementara terpapar positif corona,” Singkatnya.

Laporan : Awal Kurniawan




Jurnalis Kendari Berbagi Sembako Gratis

Kendari, SultraNET. | Forum Lintas Media Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen Kota Kendari, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cabang Sulawesi Tenggara, Kanwil Bulog Sulawesi Tenggara, Geo Gea Mineralindo, Stiker Karya Kesehatan Kendari, Politeknik Bina Husada Kendari, PT Askrindo Cabang Kendari dan beberapa donator perorangan memberikan paket sembako gratis ke puluhan pemulung dan ojek online (Ojol) di Kendari, Jumat (3/4/2020).

Aksi pemberian donasi tersebut dilakukan untuk membantu meringgan kebutuhan rumah tangga bagi para penerima sembako yang berdampak turunnya pendapatan ekonomi akibat wabah virus Covid-19 .

Koordinator Forum Lintas Media, Suwarjono mengatakan aksi membagikan paket sembako tersebut bagian dari upaya membantu pemerintah dalam meringankan beban warga yang tidak mampu di masa tanggap bencana nasional penanggulangan wabah virus Covid-19.

“Kami berharap sembako yang berisi beras, gula pasir, minyak goring dan beberapa jenis bumbu dapur rumah tangga tersebut bisa membantu meringankan Ojol, pemulung dan beberapa pondok pesanteren di Kendari,” katannya.

Aksi bagi bagi sembako gratis ini lanjut Suwarjono, tidak mendatangkan penerima paket sembako melainkan mengunakan jasa Ojol. Bagi ojol yang menerima mendapatkan orderan pesanan maka dirinya berhak mendapatkan paket sembako dan berkewajiban mengantarkan satu paket ke lokasi yang telah ditentukan oleh pelaksana kegiatan berbagi sembako.

Hal itu sengaja dilakukan, untuk menghindari kumpul-kumpul warga dan mengikuti ajuran pemerintah setempat.

Untuk sumber dana lanjut Jojon sapaan akrab Suwarjono yang bekerja di Kantor Berita RI Antarafoto, berasal dari sumbangan dana jurnalis yang ada di Kendari, seperti AJI Kendari dan IJTI Cabang Sulawesi Tenggara. Sponsor lain juga ikut membantu, seperti PT Askrindo, Bulog Sultra, Geo Gea Mineralindo (GGM), Yayasan Politeknik Bina Husada, Stikes Karya Kesehatan Kendari serta sponsor perorangan.

“Kami akan selalu bersedia jika ada yang membutuhkan jasa kami (jurnalis) untuk mendistribusikan sembako ke warga yang sangat membutuhkan. Kami akan melakukan pembagian sembako tahap kedua minggu kedua di bulan April 2020,” terang Jojon sembari menambahkan jumlah penerima paket sembako sekitar 300 orang.

Ketua Yayasan Politeknik Bina Husada Kendari Tuti Dharmawaty mengatakan seharusnya kegiatan aksi sosial seperti pembagian sembako gratis bukan hanya dari Jurnalis di media cetak, televisi dan online saja yang bergerak namun alangka bagusnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Kendari atau di Sulawesi Tenggara.

“Kami salut dengan forum lintas media Kendari dan teman-teman wartawan telah mengajak kami Yayasan Politeknik Bina Husada Kendari dan Stikes Karya Kesehatan Kendari untuk andil dalam aksi kemanusian yang sebagian orang tidak ingin menyibukkan dirinya dengan berbuat kebaikan ke masyarakat yang memang sangat membutuhkan,” katanya.

Bagi sekolah perguruan tinggi atau universitas yang ada di Kendari lanjut Tuti, berharap bisa tergerak melakukan hal serupa yang dilakukan rekan-rekan jurnalis. Paling tidak kegiatan aksi bagi sembako ini bisa meringan beberapa pekan misal Ojol dan pemelung akibat wabah virus COVID-19.

“Ojol ini harusnya dimasa tanggap darurat virus berada di rumah namun karena kebutuhan ekonomi keluarga maka dengan berat dan takut terjangkit virus mereka tetap bekerja dan tentunya hasil mereka dimasa saat ini berkarung karena penumpang berkurang,” pungkas Tuti sembari berharap Ojol tetap menjaga kesehatan mengunakan masker dan sarung tangan.

Laporan : Awal Kurniawan




Distan Bombana Salurkan Ribuan Bibit Kopi Pada Kelompok Tani

Rumbia, SultraNET. | Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan bibit tanaman kopi jenis arabika pada kelompok tani Measa Mpoawa Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Selasa (31/3/2020)

Penyerahan ribuan bibit kopi dilakukan secara simbolis oleh Rimbu SP selaku Kepala Bidang Perkebunan, mewakili Kepala Dinas Pertanian  Kabupaten Bombana dan diterima langsung oleh Sukardin selaku Ketua Kelompok Tani Measa Mpoawa

Rimbu SP. kepada awak media ini mengatakan bahwa pengembangan komoditas kopi arabika di Bombana telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kelompok tani di beberapa Desa yang menggeluti pengembangan kopi tersebut.

“Sebenarnya sudah banyak kelompok yang mengembangkan usaha perkebunan kopi arabika ini karena jenis ini menjadi komoditas unggulan di berbagai daerah ,” Tutur Rimbu

Untuk itu, ia berharap agar kelompok tani yang dapat bantuan bibit kopi itu dapat memanfaatkan dengan baik sehingga kedepannya dapat meningkatkan ekonomi mereka.

“Pengembangan komoditas ini diharapkan memicu ekonomi para petani kopi membaik dan menggairahkan budaya minum kopi,” Harapnya.

Ketua Kelompok Tani Measa Mpoawa. Sukardin mengatakan bahwa dengan adanya bantuan bibit kopi arabika tersebut pihaknya betul betul bakal memanfaatkan sesuai harapan pemerintah.

“Saya akan kerahkan tenaga saya untuk mengontrol anggota saya agar betul betul bibit ini di manfaatkan dengan baik, jangan sampai barang yang sudah di datangkan pemerintah dari jauh jauh justru mubazir begitu saja,” Singkatnya

 

Laporan : Efendi




Polres Lakukan Penyemprotan Jalan dan Pemukiman Warga Bombana

Rumbia, SutraNET. | Kepolisian Resot Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penyemprotan disinfektan ke Jalan Poros dan Lorong setra Kawasan Pemukiman Warga Ibu Kota Rumbia Kabupaten Bombana.

Kapolres Bombana, AKBP Andi Herman mengatakan, penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di daerah itu.

Pada penyemprotan disinfektan yang melibatkan TNI  dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana. tersebut pihaknya mengerahkan Mobil Water Cenon milik Polres Bombana serta Mobil Pemadam Kebakaran Pemkab Bombana.

” Penyemprotan ini juga melibatkan traktor penyiraman milik salah satu perusahaan,“ Tutur Andi Herman.

Penyemprotan tersebut lanjut Andi Herman merupakan langkah menindak lanjuti intruksi Kapolri, yaitu pada 31 Maret 2020 ini, seluruh Polda dan Polres melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak.

 “Penyemprotan ini dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia,” Tutupnya