Bombana Terapkan Sistem Zonasi, Sekolah Favorit Belum Berlaku

Rumbia, SultraNET. | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bombana telah memberlakukan sistem zonasi untuk penerimaan peserta didik baru Tahun 2019 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Abdul Rauf Abidin, S.Pd, kepada awak media ini, selasa (2/7/2019) menuturkan bahwa dasar Penerapan itu berdasarkan Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019.

“Penerimaan saat ini kita suda berlakukan untuk tingkat Sekolah Dasar dan SMP,” Tutur Abdul Rauf.

Untuk sekolah tingkat TK tahun ini lanjut Abdul Rauf, belum diberlakukan sistem zonasi tersebut sedangkan tingkat SMA telah diberlakukan sistem zonasi namun pemberlakuan sistem zonasi nya merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sedangkan pembagian zonasi tersebut dibagi berdasarkan zona desa/kelurahan atau lokasi sekolah yang terdekat dengan alamat tempat tinggal calon peserta didik.

“Itu berlaku diseluruh SD dan SMP se Kabupaten Bombana, kita ambil contoh SMP 2 Rumbia zonasinya seperti Lauru, Doule, Kasipute, Lampopala, semua disini, sedangkan untuk kelurahan lameroro Zonasinya masuk ke SMP 29 Bombana,  jadi setelah penetapan zona ini harus daftar disana,” tegasnya.

Walaupun merujuk pada surat edaran perubahan yang mengatur tentang penerimaan kuota jalur prestasi sekolah favorit sebanyak 10% dan 5% untuk jalur perpindahan tugas orang tua/wali calon peserta didik yang berdomisili di luar zonasi sekolah, Kata Rauf, hal itu tidak diberlakukan dengan alasan Kabupaten Bombana belum ada pembagian dan penunjukan sekolah favorit.

“Kan ada surat edaran perubahan dari permen itu, sepuluh persen sekolah favorit dan lima persen yang orang tuanya pindah, tapikan kita disini belum ada kita tentukan yang mana sekolah favorit,” Tutupnya (Reksan)

 

Reksan / Kontributor SN Bombana




Putera Bombana ini Pimpin STIMIK Bina Bangsa Kendari

Kendari, SultraNET. | Kabar membanggakan datang dari Salah satu putera terbaik Bombana, Baco, S.Kom., MM, di usia 40 tahun, sukses terpilih sebagai Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Bina Bangsa Kendari setelah unggul dari 4 kandidat lainnya.

Saat ditemui awak media ini, Selasa (02/07/2019), Ayah dari 3 orang Putera tersebut mengungkapkan Optimismenya untuk menjadikan kampus STIMIK Bina Bangsa Kendari menjadi Kampus terbaik dibidang Ilmu Teknologi Informasi.

Untuk itu, berbagai langkah dan strategi mulai ia canangkan agar kampus dengan dua jurusan unggulan yaitu jurusan Sistem Informasi (S1) dan jurusan Sistem Komputer (S1) itu dapat menjadi kampus dengan lulusan terbaik dibidang IT khususnya menjelang era industri 4.0.

“Kami berharap kedepannya kampus ini dapat mencetak lebih banyak lagi lulusan lulusan handal dibidang IT apalagi saat ini kita telah memasuki revolusi industri 4.0, yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation,” Urainya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut lanjutnya, pengajaran di perguruan tinggi yang dipimpinnya itupun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan dosen dan fasilitas yang berkualitas bagi generasi masa depan bangsa.

“Untuk meningkatkan kualitas semua dosen kita, telah di programkan untuk disekolahkan hingga program Doktor dibidang IT disamping itu Faslitas ruang lab agar nyaman telah kami lengkapi dengan ruang yang full AC serta komputer terbaru.” Pungkasnya




Wakil Bupati Baca Raperda, Sejumlah Kepala OPD Justru Asyik “Main” HP

Rumbia, SultraNET. | Merasa tidak diperhatikan, Wakil Bupati Bombana, Johan Salim, SP geram pada para pejabat eselon dan Kepala OPD Kabupaten Bombana, pasalnya saat orang nomor 2 di Kabupaten Bombana itu membaca Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018, para pejabat Kabupaten Bombana itu justru asyik memainkan handphone.

” Saya membaca Raperda tapi justru mereka (kepala OPD) hanya sibuk main Hendphone (HP),” Tutur Mantan Wakil Ketua DPRD Bombana itu, Senin (1/7/2019).

Seharusnya lanjut Johan Salim, para Pimpinan OPD tersebut tidak menunjukkan sikap tak acuhnya saat pembacaan Raperda APBD 2018 tersebut karena yang dibacakan itu merupakan hasil kinerja OPD itu sendiri.

” Karena yang dibacakan itu hasil kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seharusnya mereka menyimak agar bisa memahami,” Keluhnya.

Atas kejadian tersebut tambah Johan Salim bakal dijadikan sebagai bahan Laporan Kepada Bupati Bombana H. Tafdil agar kejadian kejadian serupa tidak terulang kembali. (Efendi)




Hadiri Halal Bi Halal Di Desa Kondongia, LM Rajiun Tumada : “Muna dan Mubar Bersaudara, Tidak Ada Perbedaan”

MUNA, SultraNET. | Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan merupakan saudara yang tidak ada perbedaan sedikitpun, hal itu disampaikan Bupati Muna Barat (Mubar) Drs LM Rajiun saat menghadiri undangan halal bi halal 1440 H / 2019 M di Desa Kondongia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Pada hari Minggu (30/6/2019), pukul 13.50 wita bertempat di kediaman Bapak La Rono.

Mantan Kasat POl PP Provinsi Sulawesi Tenggara itu merasa tersanjung dan berterimakasih karena telah di undang ke Desa tersebut karena wilayah tersebut juga merupakan tempat ia semasih belum menjadi Bupati Muna barat.

Pada kesempatan itu juga ia sempat menyinggung adanya anggapan sebagian kalangan bahwa dalam memimpin Kabupaten Muna Barat, dirinya bersikap otoriter namun diakuinya bahwa sikap tersebut bukanlah sikap otoriter tetapi merupakan bentuk ketegasan kepada para pegawai Organisasi Perangkat Daerah agar dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kepentingan masyarakat

“Jadi saya sampaikan bahwa saya bukan otoriter, tetapi saya tegas kepada unsur OPD yang tidak bekerja untuk memberikan kontribusi kepentingan masyarakat.” Urainya

Ditempat yang sama, Drs La Ode Aho yang didaulat membuka kegiatan tersebut menyampaikan rasa trimakasih kepada bapak Bupati Muna Barat beserta Wakil Bupati yang telah hadir dalam acara yang selenggarakan itu dan berharap agar kegiatan tersebut tidak dikaitkan dengan kepentingan politik.

” Untuk kunjungan beliau jangan disalah tanggapi, beliau datang untuk memupuk tali silaturahmi persaudaraan sesama umat muslim,” ucapanya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bupati Muna Barat Drs. LM. Rajiun Tumada, Wakil Bupati Muna Barat Drs. Achmad Lamani, Sekda Muna Barat Husein Tali, Ust Abd Hak Idrus MH, Drs. La Ode Aho sanyala M.Si, Para Tokoh Adat, tokoh masyarakat dan masyarakat desa Kondongia kurang lebih 300 orang. (Borju)




Tunaikan Tri dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa STAI YPIQ Baubau Kunjungi Panti Asuhan

Baubau, SultraNET. | Puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YPIQ Baubau Sulawesi tenggara berkunjung ke panti asuhan Madin Al-Ikhlas kelurahan sorowolio kota Baubau, minggu (30/06/2019).

Dalam kunjungannya, mahasiswa yang terdiri dari tiga fakultas tersebut tidak hanya datang bersilaturahmi dengan pimpinan panti asuhan atau dengan anak-anak panti semata, akan tetapi juga hadir untuk memberi bantuan berupa makanan, pakaian dan alat tulis kepada anak-anak panti setempat.

Asrul Sany dalam sambutannya menyebut kunjungan mahasiswa STAI YPIQ Baubau merupakan bentuk pengabdian terhadap masyarakat kota Baubau dan sekitarnya khususnya anak-anak panti asuhan.

“Kegiatan yang kami lakukan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami terhadap masyarakat kota Baubau dan sekitarnya terkhusus kali ini anak-anak panti asuhan Madin Al-Ikhlas,” ucapnya.

Senada disampaikan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI YPIQ Baubau, Riswan bahwa bentuk pengabdian dimaksud merupakan bagian dari realisasi tri dharma perguruan tinggi dimana menjadi salah tujuan pengabdian kepada masyarakat.

Pimpinan panti asuhan, La Jamadi, menyambut baik sekaligus menyebut niat mahasiswa STAI YPIQ Baubau turut serta melibatkan diri ke panti asuhan yang menjadikan bentuk pengabdian dinilainya sangat mulia dan memiliki nilai ibadah.

“Kami sangat berterimakasih kepada seluruh jajaran pengelola kampus STAI YPIQ Baubau, beserta mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Pendidikan Agama Islam (PAI) dan juga progam studi Pendidikan Islam anak usia dini (PIAUD), karena pada hari ini berkesempatan mengunjungi dan berbagai dengan anak-anak panti asuhan Madin Al-Ikhlas, semoga kegiatan ini bernilai ibadah dan bukan awal sekaligus akhir untuk kita saling bersilaturahmi,”tutupnya.

Laporan ; Muh. Alwi




Operasi Kemanusiaan TNI di Konut Selesai

Konut, SultraNET. | Usai melaksanakan tugas bantuan kemanusiaan di Konawe Utara, Bupati Konut Ruksamin melepas Satgas Udara dan penanggulangan bencana banjir dari satuan TNI sebanyak 132 orang dari Korem 143/Ho dan 725/Woroagi, Sabtu (29/6/2019), di Kantor Bupati Konawe.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin menyampaikan terima kasihnya kepada pihak TNI khususnya Dandim 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya selaku Dansatgas Udara dan kepada pilot dan Copilot yang telah berbuat maksimal dalam tugasnya menyelesaikan misi kemanusiaan di Konawe Utara.

” Berkat operasi udara, masyarakat dapat tertolong dalam pendistribusian logistik dan evakuasi korban terdampak banjir, ” kata Ruksamin, Bupati Konut sembari menambahkan bahwasanya tanpa bantuan dari Skadron Udara yang ada saat sekarang ini membantu kami, maka saya yakin bukan hanya puluhan dan bahkan bisa ribuan jatuh korban karena terisolir.

Menanggapi hal itu, Dandim 1417/Kendari Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya mengatakan dalam menjalankan operasi penanganan bencana banjir merupakan wujud kehadiran negara dalam membantu rakyat yang terkena musibah/bencana banjir.

“Selama kurang lebih tiga pekan keberadaan helikopter BNPB Pusat sangat membantu mempercepat penyaluran bantuan logistik dan memudahkan evakuasi masyarakat yang sakit ke RSU Konut,” kata Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris.

Upacara pelepasan satgas berlangsung dengan penuh haru. Tampak keharuan tergambar nyata sebagai bentuk ucapan terimakasih dari kalangan masyarakat kabupaten Konawe dan pemerintah daerah kabupaten Konut.




KPK RI Turun Tangan Atasi Persoalan Aset Kota Baubau dan Pemkab Buton

Baubau, SultraNET. | Persoalan sengketa aset antara pemerintah kota Baubau dan Pemkab Buton kini picu KPK untuk bertindak tegas. Tim KPK RI, memanggil pemerintah kabupaten Buton, guna penyelesaian persoalan aset bak benang kusut tersebut.

Koordinator Wilayah (Korwil) Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK Wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sultra, Adlinsyah Nasution menuturkan, Persolaan aset daerah antara Pemerintah kota Baubau dan buton sudah seharusnya diselesaikan. Pasalnya, masalah tersebut sudah berlangsung dalam kurun waktu 18 tahun sejak Buton mekar menjadi daerah otonom.

“Saya mendengar ada banyak aset yang bersengketa dengan Pemkab Buton, padahal sengketa itu sudah sejak tahun 2001 dan sampai sekarang belum selesai,” beber Adlinsyah, usai rapat tertutup dengan Pemerintah Kota Baubau, Rabu (26/06/2019) kemarin.

Meski telah mengantongi berbagai jenis aset itu, Adlinsyah enggan menyebutnya secara terpirinci aset apa saja yang bakal dipersoalkan.

“Intinya banyak aset yang terbengkalai saat ini di Baubau makanya besok saya akan panggil pemkab Buton,” tandasnya.

Bukan hanya itu, Adlinsyah juga menyebut persoalan Aset yang bertahun-tahun belum dikembalikan oleh para mantan pejabat Kota Baubau.

“Pokoknya yang mobil di mantan pejabat itu, kembalikan,” tegasnya

“Aset ini harus dioptimalkan, kalau namanya aset kendaraaan harus digunakan oleh orang yang berhak, kalau orang tidak berhak menguasai aset itu, berarti ada apa”. Pungkasnya

Untuk diketahui agenda utama Kehadiran KPK RI di Kota Baubau pertama adalah terkait Monitoring Centre for Prevention (MCP), berupa fungsi Pencegahan yang harus diselesaikan serta terkait persoalan aset dan peningkatan hasil pajak daerah.

Laporan ; Muh. Alwi




Polres Muna Tangkap 2 Buron Pelaku Penyerangan Polisi Menggunakan Bom Ikan

MUNA, SultraNET. | Kepolisian Resort Muna bersama Polsek Tongkuno berhasil menangkap dua dari empat terduga pelaku penyerangan polisi saat berpatroli beberapa waktu lalu, keduanya adalah La Buhu (46) bersama anaknya La Ana (16) nelayan warga Kelurahan Bombonawulu, Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah.

Penangkapan terjadi pada Jumat (28/6/2019) sekitar pukul 04.30 wita bertempat di Desa Lowu-Lowu, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga saat menggelar jumpa pers di Polres Muna Jumat (28/6/2019) menerangkan Keduanya ditangkap atas dugaan percobaan pembunuhan terhadap dua anggota Polsek Tongkuno dan dua warga Desa Oempu, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna dengan cara melemparkan bahan peledak jenis bom ikan pada perahu tim satgas kala melakukan patroli di perairan pantai Walengkabola 30 Januari 2019 lalu.

“Saat itu petugas patroli gabungan polsek Tongkuno dan warga Desa Oempu sedang melakukan patroli terhadap para nelayan yang menggunakan bahan peledak, kemudian Tim patroli menemukan satu unit Perahu bermesin tempel yang sedang melakukan aktifitas mencari ikan mengggunakan bahan peledak,” Urai Kapolres

Namun ketika petugas patroli mendekati perahu tersangka, La Buhu telah berada di dalam air dan ketika petugas hendak mengambil tindakan penertiban dengan memukul, tiba-tiba La Buhu memerintahkan anaknya Tasmin alias La Edu, melempari petugas dengan sebuah bom rakitan dan meledak di sekitar speed petugas.

Petugas kemudian melakukan tembakan peringatan namun Tasmin tidak mengindahkan dan kembali melempari petugas dengan Bom rakitan sehingga mengenai Lambung Speed boad dan terjadi kebocoran, akhirnya speedboad petugas terendam air dan tenggelam. keempat tersangka berhasil melarikan diri menuju kecamatan gu kabupaten Buteng.

“Dari keempat tersangka baru dua orang berhasil dilakukan penangkapan, sementara Tasmin dan Ferli warga tolandona Buteng masih berstatus Buron,” ungkapnya Agung.

Untuk itu Kepolisian Resort Muna menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Muna, untuk tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak diwilayah hukum Polres Muna, sebab jika hal itu dilalkukan maka Pihak Kepolisian bakal melakukan tindakan tegas.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuataNnya, pelaku dijerat pasal berlapis percobaan pembunuhan dan UU darurat Ancaman pidananya 12 tahun penjara (Rustam)




Layanan PLN Bombana Kembali Normal, 3 Desa Lagi Tahun Ini Dapat Dialiri Listrik

Rumbia, SultraNET. | PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kabupaten Bombana memastikan layanan listrik kepada pelanggan didaerah yang terkenal sebagai penghasil emas itu telah berjalan normal.

Hal itu disampaikan M. Issam, Supervisor Pelayanan Pelanggan, ULP PLN Bombana kepada awak media SultraNET., Jumat (28/6/2019).

Diakuinya bahwa pelayanan listrik sempat mengalami gangguan pada pertengahan bulan mei 2019 lalu selama sepuluh hari, hal itu terjadi akibat adanya kerusakan pada salah satu mesin pembangkit ditambah lagi terjadi peningkatan konsumsi daya pelanggan karena bertepatan dengan bulan suci ramadhan 1440H.

“Memang sempat dilakukan pemadaman bergilir itu sekitar sepuluh hari karena mesin kami yang di Ladumpi sempat mengalami kerusakan,” Tutur M. Issam sembari menunjukkan kalender

Kerusakan pada mesin tersebut lanjut M. Issam, langsung dilakukan perbaikan saat itu juga sehingga saat ini pihaknya menjamin layanan pada pelanggan telah berjalan normal.

“Adapun jika sekarang ini terjadi pemadaman, bisa jadi karena ada gangguan atau perbaikan jaringan yang sifatnya sementara,” Bebernya

Ketika awak media ini mencoba menanyakan terkait Dua Kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana ini yang belum dialiri listrik PLN, yaitu Kecamatan Matausu dan Kecamatan Masaloka, M. Issam menjawab bahwa kewenangan dalam penambahan cakupan layanan tersebut menjadi kewenangan PLN Cabang Kendari namun pihaknya menjamin bakal terus mengusahakan agar daerah tersebut dapat dilayani seluruhnya.

Untuk Tahun ini tambah Issam, PT. PLN bakal melakukan penambahan jaringan terhadap tiga desa yang selama ini belum dialiri listrik PLN.

“Saat ini ada 3 desa yang telah diakomodir untuk dimasukkan jaringan baru yaitu Desa Pokorumba, Desa Analere dan Desa Tinabite,” Pungkasnya




Bertemu KPK di Baubau, Arhawi Singgung PAD Disektor Perikanan

Baubau, SultraNET. | Dalam Kunjungan Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Baubau sejumlah Kepala daerah turut menjadi tamu undangan. Tidak terkecuali bupati Wakatobi, Arhawi.

Agenda pertemuan bersama KPK yang membahas mengenai aset dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu, Arhawi sempat menyinggung soal sektor perikanan Daerah yang justru banyak mengalir kepada Pemerintah provinsi sulawesi tenggara.

Bupati Wakatobi, Arhawi menyebut hal itu sangat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ada potensi PAD yang sangat besar, yang hari ini oleh pemda tinggal menjadi penonton,” Ucapnya saat wawancara bersama awak media di Kantor walikota Baubau, Kamis (26/06/2019).

Ketua Koni Wakatobi itu menyebut, bahwa dengan lahirnya UU Nomor 23, pengawasan terhadap sektor perikanan, izinnya dikeluarkan oleh pemprov. Sehingga untuk membebankan retribusi kepada nelayan yang datang dari daerah lain akan sulit dilakukan.

“Kewenangan masalah pengawasan di sektor perikanan, ini izinnya sudah dikeluarkan oleh pemprov sultra, sehingga bisa saja hasil ikan kita ini diambil lalu kemudian tidak masuk di daerah dan dipungut retribusinya,”jelasnya.

Arhawi Melanjutkan, Bisa jadi Penangkapan ikan di Kalimantan, langsung dibawa ke Jawa atau Makassar, tidak singgah di sultra sebagai pemegang otoritas terhadap UU nomor 23 tersebut. Sehingga hal itu banyak merugikan daerah.

“Kita sudah sampaikan ke pihak KPK, dan mereka akan tindak lanjuti itu, sehingga kedepan ada solusi kira-kira hal yang penting untuk bisa kita maksimalkan,” Pungkasnya.

Laporan : Muh. Alwi