Tak Perhitungkan Rajiun Tumada di Pilkada Muna 2020, Rusman Emba : “Pembangunannya Tidak Nampak”

MUNA, HarapanSultra.COM | Bupati Muna, LM Rusman Emba mengaku sama sekali tidak memperhitungkan Bupati Muna Barat (Mubar), LM Rajiun Tumada bila benar-benar ingin maju bertarung di Pilkada Muna 2020 mendatang.

Bagi Rusman, Rajiun bukanlah lawan beratnya salah satu indikatornya karena Rajiun Tumada tidak memiliki angka dasar suara di Bumi Sowite itu.

“Rajiun belum teruji dalam pertarungan politik yang keras serta belum ada trackrecord yang baik,” tutur Rusman Emba kepada awak media, Jumat (14/6/2019) usai menerima penghargaan WTP.

Dirinya sama sekali tidak merasa panik kala mantan Kasat Pol PP Sultra itu gencar masuk di Bumi Sowite untuk melaksanakan buka puasa bersama saat bulan suci ramadhan dan halal bihalal yang mulai dilakukan saat ini.

“Sebagai politisi, saya tidak pernah gelisah atau panik,” Tegas Rusman.

Mantan senator DPD-RI itu lalu membandingkan pembangunan di Muna dan Mubar, selama dua tahun dia menjabat, memang masih banyak pembangunan yang belum terealisasi, namun tidak sedikit pula yang telah sudah selesai dikerjakan.

Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari terbatasnya kondisi keuangan daerah, apalagi  sekitar Rp 95 Milyar DAU Muna yang disedot Mubar hingga saat ini belum dikembalikan.

“Masa jabatan saya bersama Malik Ditu masih lama, insya Allah program yang tertuang dalam visi misi akan terealisasi. Beda dengan yang sudah menjabat kurang lebih 4 tahun, pembangunanya tidak nampak” Sindir Rusman

Konsolidasinya yang terbungkus dalam silaturahim politik yang dilakukan Rajiun Tumada di muna menurut rusman hanya untuk membaca keadaan di Muna, dilain sisi masyarakat juga menurutnya telah cerdas menilai pemimpin yang benar-benar mau mengabdi pada daerah atau tidak.

Mantan Anggota DPD RI itu mempersilahkan Rajiun bersosialisasi di Muna, namun dengan cara-cara yang santun, artinya jangan membuat gaduh. Apalagi dalam setiap kegiatan yang dibuat selalu mencatut nama masyarakat Muna dalam undangan.

“Lakukan dengan cara-cara elegan, jangan halalkan segala macam cara,”  tutupnya Rusman.




Surat Edaran Camat Wangi-Wangi, Wakatobi, Buat Gaduh Di Acara Joget Siap-Siap Bayar Denda

Wakatobi, SultraNET. | Bagi anda peminat acara joget di wilayah kecamatan Wangi-wangi, kabupaten Wakatobi nampaknya tidak perlu risau akan terjadi kegaduhan saat menggelar acara jogetan.

Pasalnya, kini pemerintah kecamatan Wangi-wangi mengeluarkan surat edaran mengenai petunjuk pelayanan izin dan pelaksanaan acara joget yang bakal membuat jera para pembuat gaduh.

Dalam isi surat, di point 6 tertulis, setiap orang/pihak yang membuat kegaduhan hingga menyebabkan pelaksanaan acara joget yang telah mengikuti ketentuan terhenti atau diberhentikan oleh aparat berwenang oleh karena perbuatannya maka yang bersangkutan didenda mengganti kerugian materil (sewa jasa hiburan) penyelenggara dan atau diproses secara hukum.

Langkah pemerintah kecamatan dengan membuat surat edaran itu bukan hanya membuat jera para pembuat gaduh acara joget. Pelaksana acara joget juga harus mengikuti ketentuan berupa membuat surat pernyataan bahwa sanggup mengikuti ketentuan tentang pelaksanaan acara keramaian.

membuat surat edaran seperti itu bukan tanpa alasan, Camat Wangi-wangi mengungkapkan alasan dibuatnya surat tersebut akibat maraknya kejadian perkelahian di acara joget yang bahkan menelan korban jiwa.

“Sebenarnya dari bulan dua kami sudah hentikan acara joget karena ada kegaduhan antara desa dan sempat ada korban. Saat itu kami mengadakan koordinasi dengan Muspika, Kelurahan dan desa serta TNI Polri untuk menhentikan acara joget sampai batas waktu yang tidak ditentukan,”beber, Sahibuddin, jumat (14/06/2019).

Tepatnya bulan 03 Mei 2019 lalu, pihaknya kembali mengadakan rapat bersama Muspika, Kelurahan dan Desa serta TNI Polri untuk membahas pemberian ijin acara joget. Dalam pertemuan itu disepakati bersama bahwa ijin acara joget akan diberikan.

“Kami putuskan untuk membuka kembali ijin acara joget namun harus ada poin poin yang harus dipenuhi,”ucapnya.

Meski sudah berlaku di Kecamatan yang pimpinnya, Sahibuddin berharap agar semua kecamatan dapat menerapkan aturan serupa agar dapat meminimalisir konflik diantara pemuda.

“Semoga dengan ini dapat membuat orangtua, semakin menjaga serta mendidik anak-anak agar tidak membuat kegaduhan saat menghadiri acara joget,”Pungkasnya.

Laporan ; Samidin




Dibawah Komando Rusman Emba, Pemkab Muna Raih WTP 3 Kali Berturut-Turut

Raha, SultraNET. | Dibawah Komando Kepemimpinan Bupati Muna Rusman Emba, Pemerintah Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali sukses meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK-RI), Jumat (14/06/2019).

Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Muna dibawah kendali Rusman Emba telah meraih penghargaan bergensi tersebut selama tiga tahun berturut-turut yaitu sejak tahun 2016 sampai dengan laporan periode 2018.

Penghargaan WTP itu diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan, Sulawesi Tenggara Ir. Hermanto pada LM Rusman Emba.

Bupati Muna, LM Rusman Emba usai menerima penghargaan kepada awak media mengatakan predikat opini WTP itu membuktikan bahwa laporan keuangan Pemkab telah memenuhi kaidah-kaidah akuntansi modern.

Namun dengan adanya penghargaan itu, Pemkab Muna tidak lantas berpuas diri akan tetapi, kinerja dalam tata pengelolaan keuangan akan terus ditingkatkan.

“Ke depan, apa yang menjadi saran dari BPK, akan cepat direspon dan ditindaklanjuti,” kata Rusman.

Mantan Ketua DPRD Sultra itu menjelaskan, banyak keuntungan didapat Pemkab dari raihan WTP itu, diantaranya mendapatkan dana segar hingga berpuluh-puluh miliar. Misalnya tahun lalu, Pemkab mendapat Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 20 Miliar. Dana itu selanjutnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Insya Allah dana yang didapat tahun ini, akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” terangnya.

Prestasi WTP tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat yang telah bersama-sama memotivasi Pemkab. Kemudian, berkat kerja keras Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengelola anggaran dengan baik.

“Kami ucapakan terima kasih pada teman-teman di OPD yang telah bekerja keras. Ini bukan bagian dari akhir, prestasi ini harus terus kita pertahankan,” pungkasnya




Longsor di Desa Tongkoseng, Pemkab Bombana Bergerak Cepat

Rumbia, SultraNET. | Tingginya intensitas Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tontununu, Kabupaten Bombana,  menyebabkan tanah longsor di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kamis (13/06/2019).

Hal itu disampaikan Harnoto Anas, S.TP, M.AP selaku Kepala Seksi Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana usai meninjau lokasi longsor.

Dari hasil identifikasi dan verifikasi pihak BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum, longsoran di area perkebunan warga tersebut terjadi sekitar pukul 2 dini hari dengan luas area longsoran lebih dari 1/2 Hektar.

“Yang longsor itu kebun warga, isinya tanaman coklat dan nilam,” Tuturnya

Akibat longsoran tersebut satu buah rumah warga yang berada diatas area perkebunan juga ikut tergerus sehingga di perkirakan kerugian materil yang dialami sekitar 70 juta rupiah.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” Bebernya.

Untuk itu lanjut Harnoto Anas, pihaknya menghimbau kepada warga yang bermukim disekitar lokasi untuk meninggalkan pemukiman mereka untuk sementara mengingat cuaca yang tidak menentu.

“Karena cuaca belum menentu terutama hujan, kami sudah meminta warga untuk menjauhi wilayah longsoran itu,” ucapnya.

Hingga saat ini, pihaknya terus bergerak cepat melakukan koordinasi bersama dinas PU Kabupaten Bombana untuk mencari jalan alternatif yang dapat dilalui warga, mengingat salah satu ruas jalan menuju pemukiman dan kebun warga tertimbun longsoran tanah.

“kami sedang mengupayakan jalan Alternatif untuk warga agar aktifitas mereka tidak terganggu.” pungkasnya. (IS)




Polres Bombana Berangkatkan Bantuan Korban Banjir di Konut

Rumbia, SultraNET | Kepolisian Resort Bombana memberangkatkan Lima unit Mobil dengan muatan berbagai jenis barang yang didominasi pasokan makanan, pakaian dan kebutuhan pokok lainnya  yang diperuntukkan bagi korban musibah banjir di Konawe Utara (Konut), Kamis (13/6/19).

Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan Syafruddin saat ditemui awak media ini mengungkapkan, pengiriman tersebut merupakan hasil penggalangan dana Polres Bombana dan berbagai elemen di bombana beberapa hari belakangan ini.

“Ini adalah partisipasi dari personil Polres bombana, rekan-rekan TNI dan seluruh masyarakat bombana, jadi dua truk dan 3 mobil patroli yang kami berangkatkan,” Sebutnya.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa rasa kepedulian yang tinggi merupakan bagian dalam kehidupan berbangsa yang harus dimiliki oleh setiap warga negara.

“Dengan begini satu yang terkena musibah semua merasakan yang tidak kena musibah membantu, sehingga persatuan dan kesatuan ini dapat kita jaga demi kemajuan bangsa,” Jelasnya

Dengan bantuan yang dikirim itu dirinya beraharap dapat meringankan beban korban yang yang tertimpa banjir.

Untuk itu pihaknya mengucapkan terimakasih terhadap seluruh masyarakat bombana yang telah berpartisipasi dan menyumbangkan sebagaian hartanya.

“Kita berharap ini menjadi amal jariah,” Tutupnya. (RF)




Orang Meninggal Dapat SK? Sekda Wakatobi ; Dibuat Sebelum Meninggal

Wakatobi, SultraNET. | Gunjang ganjing mengenai isu pemberian SK terhadap orang yang telah meninggal kini mendapat titik terang dari Pejabat Sekretaris Daerah Wakatobi La Jumadin.

Sekda mengatakan, tenaga penunjang yang dimaksud atas nama Wa Ode Neni dimana diketahui sehari-hari bertugas dibagian tata pemerintahan (Tapem) sekretariat daerah dan telah menjadi tenaga penunjang sejak beberapa tahun silam.

Jumadin yang juga sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia(BKSDM) Wakatobi ini menyebut, SK bernomor 86 tahun 2019 dibuat atas nama yang bersangkutan sebelum Almarhumah meninggal yakni pertanggal 4 Januari 2019.

“Perlu saya luruskan bahwa SK itu sejak januari sudah ada, tetapi saya sebagai pengendali administrasi kepegawaian di BKD menghendaki bahwa perlu ada telaah staf yang berkaitan dengan seberapa besar jumlah tenaga penunjang di OPD untuk direkrut. sehingga benar benar perekrutan itu tidak mubazir atau benar-benar memenuhi kuota, itulah alasan kenapa SK itu tertunda dibagikan,”jelasnya, Kamis (13/06/2019).

Selain itu, Pemda Wakatobi tidak serta merta menghentikan SK sebagai tenaga perbantuan itu mengingat hak-haknya mesti harus dibayarkan yang mana Almarhumah masih melaksanakan tugasnya hingga bulan April.

“Bahkan Almarhumah masih masuk kerja lima hari sebelum ia meninggal,”Ucapnya.

Jumadin melanjutkan, Setelah yang bersangkutan meninggal otomatis namanya tetap ada tetapi Gaji hanya terhitung saat dia bekerja setelah meninggal tidak lagi terhitung.

Untuk menghormati Jasa Almarhumah Wa Ode Neni, Jumadin atas nama pemerintah daerah kabupaten Wakatobi mengucapkan terima kasih atas pengabdian selama menjadi tenaga penunjang di daerah.

“Saya menghimbau Media agar beritikad baik untuk memberitakan almarhumah, kami sendiri di Pemda sangat menghargai jasa beliau sebab telah menjalankan tugas-tugasnya dengan baik”,Pungkasnya.




Tumpa Ruah, Ribuan Masyarakat Wakatobi Meriahkan Pesta Adat Karia’a

Wakatobi, SultraNET.| Pesta Adat Karia’a atau Sunatan yang digelar secara masal di desa Patuno, kecamatan Wangi-wangi, kabupaten Wakatobi, Sulawesi tenggara, tumpa ruah di hadiri ribuan masyarakat, Kamis (13/06/2019).

Kemeriahan pesta adat ini bahkan memadati kurang lebih satu kilometer jalan raya di desa tersebut. Sorak-sorakan dan suara musik turut menambah kemeriahan acara yang dihelat setahun sekali ini.

Anak anak yang baru masuk Usia Belia menggunakan pakaian adat yang berwarna terang dan bercorak diarak oleh keluarga mengelilingi kampung. terkhusus anak gadis ditandu menggunakan alat yang disebutnya Kansoda’a.

Kansoda’a di pikul oleh para lelaki dari keluarga si gadis sebagai tanda penghormatan kepada anak perempuan yang akan menginjak usia belia.

Salah seorang tokoh adat setempat, Jawarudin mengatakan, Kansoda’a yang diterjunkan untuk menandu para gadis-gadis di desa patuno kali ini capai 21 Kansoda’a. Anak anak Lelaki dan perempuan yang menjalani Kari’a berjumlah ratusan

“Kegiatan ini sengaja dilakasanakan menjelang hari raya sebab banyak masyarakat perantauan yang pulang kampung”tuturnya.

Kegiatan seperti yang dihelat di desa Patuno ini, rupa-rupanya sudah mendapatkan perhatian khusus pemerintah daerah kabupaten Wakatobi. Setiap tahun Pemda Wakatobi menggelar Iven nasional Wakatobi Wave yang menampilkan berbagai atraksi termasuk Kansoda’a.

“Ini sekaligus memberikan gambaran dam bukti tingginya semangat dan komitmen serta dukungan positif dari masyarakat Wakatobi untuk ikut mengambil bagian dalam upaya pembangunan kepariwisataan yang telah menjadi arus utama dari pembangunan daerah kabupaten Wakatobi,” kata Bupati Wakatobi, Arhawi belum lama ini.

Laporan ; Samidin




Ringankan Beban Korban Banjir Konut, Polres Bombana harap Rasa Empati dipertahankan.

Rumbia, SultraNET. | Untuk meringankan Beban warga yang tengah tertimpa musibah Banjir Bandang di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kapolres Bombana melepaskan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan Pokok yang diangkut menggunakan 5 Unit Mobil, Kamis (13/6/2019).

Dengan Bentuan Tersebut, AKBP Andi Adnan S. Mengharapkan bisa meringankan beban warga tengah berjuangan mempertahankan Hidup didi Lokasi pengungsian dari bencana Banjir.

“Hari ini kami kirim 5 Unit Mobil berisikan Sembako dan kebutuhan dasar untuk para saudara-saudara kita yang di Konawe Utara yang ditimpa bencana, semoga bisa diringankan bebannya”, terangnya kepada awak media.

Selain sebagai Amal Jariah Tambah dia, Pihaknya Berharap Rasa empati yang dimiliki sekarang untuk dipertahankan agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap terjaga.

“Rasa Empati ini adalag modal besar kita “Indonesia” jadi kami mengajak semua elemen untuk senantiasa menjaga persatuan kita”, harap Andi Adnan Syafruddin kepada warga Bombana.




Air Genangi Desa Pewutaa, Rawa Aopa, 5 Rumah warga Terendam

Konsel, SultraNET. | Intensitas curah hujan yang sangat tinggi mengguyur sulawesi tenggara menyebabkan banjir di beberapa wilayah diantaranya seperti Konut, Konawe, dan Kolaka timur, Konawe Kepulauan, Bombana juga Kanawe selatan.

Luapan air juga ikut di rasakan masyarakat sekitar Taman Nasional Watumohai Rawa Aopa khususnya di desa Pewutaa Kecamatan Angata hingga 5 rumah warga terendam air.

Ketua BPD Desa Pewutaa, Sandi.ST membeberkan bahwa bahwa daerah mereka yang dikelilingi oleh Taman Nasioanal itu merupan Langganan Banjir saat musim penghujan tiba, Rabu (12/6/2019).

“Ini bukan saja kali pertama, banjir sudah menjadi langganan di desa kami berhubung letak geografis desa pewutaa tepat di kelilingi Taman Nasional Rawa Aopa jadi kalau tanggul air di jembatan tetenggeuwai tidak bisa menampung debit air yang tinggi sehingga merembes ke rumah warga”, tugasnya.

Di prediksikan rembesan luapan air dijembatan Rawa Aopa akan semakin membuat debit air meninggi bilasepekan hujan terus mengguyur serta dapat mengakibatkan banyaknya lagi rumah yang akan di rendam banjir.

Pemerintah setempat telah melakukan langkah evakuasi terhadap beberapa rumah. Dan juga telah melaporkan kepada pemerintah kabupaten, Namun juga belum ada respon.

“Kami sudah laporkan di pemerintah kabupaten, hanya masih menunggu respon dari atas”, lanjutnya.

Akibatnya Terang Randi, aktivitas keseharian warga menjadi lumpuh total apalagi profesi warga desa pewutaa 40% sebagai nelayan akibatnya berdampak pada penghasilan nelayan yang menurun di karenakan luapan air.

Sementara itu, pengguna jalan, aswar sangat menyayangkan segala peristiwa alam yang melanda daerah kali ini, sebab tidak ada upaya lain yang harus dilakukan warga selain mengungsi serta mencari jalur perjalan antar kota.

“Kondisi daerah sangat memprihatinkan, segala upaya harus diterjang oleh warga”, ucapnya.

Diketahui Aswar merupakan salahsatu pengguna jalan pengendara roda dua asal Kolaka Timur yang mengambil jalan pintas melalui KONSEL akibat Jembatan Ameroro terputs, namun pihaknya juga tersentak kaget karena masih juga berpapasan dengan Antrian panjang dijembatan rawa aopa akibat genangan air. (M)




Tak Masuk Kerja Pasca Libur Idul Fitri, 64 ASN Muna Bakal Disanksi Tegas

Raha, SultraNET | Pemerintah Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tak main-main menjalankan surat edaran yang dikeluarkan Kemenpan-RB, bahwa cuti bersama dilakukan mulai tanggal 3 juni sampai tanggal 9 Juni 2019 sehingga ASN yang tidak masuk kerja mulai tanggal 10 Juni tanpa Alasan yang jelas bakal dikenakan sanksi tegas.

Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama asisten I, II dan staf ahli, Ortala serta staf BKD lainnya pada Senin, (10/6/2019) menemukan  dari 6.133 ASN terdapat 119 orang ASN yang tidak masuk kerja dengan berbagai alasan .

“Hari pertama kerja itu, kita langsung lakukan sidak disemua OPD dengan langsung mencek daftar hadir setiap pegawai” ungkap Rustam, Plt. Kadis BKPSDM saat ditemui di ruangan kerjanya oleh awak media ini, Selasa (11/7/2019)

Sidak itu dilakukan untuk melaksanakan perintah Surat Edaran Menpan-RB agar melaporkan jika ada ASN yg menambah cuti dihari pertama kerja pasca libur Hari raya Idul Fitri 1440 H sekaligus melampirkan paraf hadir setiap pegawai.

“Dari 119 pegawai yang tidak  berkantor terdapat 64 ASN yang yang tidak masuk kerja tanpa alasan jelas, sedangkan yang lain tidak masuk dengan alasan sakit dan izin” urainya mantan Sekretaris BPMD itu.

Bagi 64 ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan jelas lanjut Rustam bakal dikenakan sanksi tegas berupa penundaan KGB dan kenaikan pangkat, sanksi tersebut mengacu pada PP nomor 53 pasal 3 angka 13 tentang disiplin ASN.

“Sanksinya itu dapat berupa penundaan KGB dan penundaan kenaikan pangkat,” pungkasnya.

Pewarta : Borju