Tak Masuk Kerja Pasca Libur Idul Fitri, 64 ASN Muna Bakal Disanksi Tegas

Raha, SultraNET | Pemerintah Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tak main-main menjalankan surat edaran yang dikeluarkan Kemenpan-RB, bahwa cuti bersama dilakukan mulai tanggal 3 juni sampai tanggal 9 Juni 2019 sehingga ASN yang tidak masuk kerja mulai tanggal 10 Juni tanpa Alasan yang jelas bakal dikenakan sanksi tegas.

Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama asisten I, II dan staf ahli, Ortala serta staf BKD lainnya pada Senin, (10/6/2019) menemukan  dari 6.133 ASN terdapat 119 orang ASN yang tidak masuk kerja dengan berbagai alasan .

“Hari pertama kerja itu, kita langsung lakukan sidak disemua OPD dengan langsung mencek daftar hadir setiap pegawai” ungkap Rustam, Plt. Kadis BKPSDM saat ditemui di ruangan kerjanya oleh awak media ini, Selasa (11/7/2019)

Sidak itu dilakukan untuk melaksanakan perintah Surat Edaran Menpan-RB agar melaporkan jika ada ASN yg menambah cuti dihari pertama kerja pasca libur Hari raya Idul Fitri 1440 H sekaligus melampirkan paraf hadir setiap pegawai.

“Dari 119 pegawai yang tidak  berkantor terdapat 64 ASN yang yang tidak masuk kerja tanpa alasan jelas, sedangkan yang lain tidak masuk dengan alasan sakit dan izin” urainya mantan Sekretaris BPMD itu.

Bagi 64 ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan jelas lanjut Rustam bakal dikenakan sanksi tegas berupa penundaan KGB dan kenaikan pangkat, sanksi tersebut mengacu pada PP nomor 53 pasal 3 angka 13 tentang disiplin ASN.

“Sanksinya itu dapat berupa penundaan KGB dan penundaan kenaikan pangkat,” pungkasnya.

Pewarta : Borju




Komunitas Lorpek dan Insan Pers Muna Galang Dana Untuk Korban Banjir Konut Dan Konawe

MUNA, SultraNET. | Komunitas Lorong PK (Lorpek) dan Insan Pers Muna turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/6/2019).

Randy Yaddi Ketua pelaksana kegitan kepada awak media harapansultra.com mengatakan bahwa kegiatan tersebut berawal dari kumpul kumpul sesama warga Lorpek bersama sebagian insan PERS Muna.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir yang terjadi di Konut dan Konawe” Tutur Randy Yaddi yang juga Kontributor SuaraKPK.com

Pihaknya berharap agar warga yang berada dipengungsian dapat mendapatkan pelanayan yang baik sama halnya saat mereka tinggal dirumah sendiri.

Di tempat yang sama, Yafruddin Yaddi, Ketua Pers Muna berharap agar bantuan yang bakal diberikan nantinya, dapat berguna dan sedikit mengurangi beban para korban yang terkena musibah.

“Semoga bantuan itu dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang berduka di sana dan yang memberi sumbangan di berikan reski yang melimpah serta umur panjang,” bebernya.

Hingga saat ini, dana yang terkumpul berjumlah 3.612.000  rupiah dan bagi masyarakat muna yang mau menyumbangkan bantuan berupa pakaiyan layak pakai, mie instan siap saji dan lain-lain bisa datang langsung di Posko yang terletak di Jalan di Ponegoro atau hubungi langsung Nomor HP 0823-9634-4420 atau 0822-9257-0085.




Hantam Truck, Seorang Pemuda Asal Bombana alami Patah Kaki.

Bombana, SultraNET. | Seorang pemuda warga desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana terpaksa harus dilarikan dipuskesmas akibat patah kaki bagian kiri yang dideritanya usai menghantam Drum Truk yang tengah Parkir dibahu jalan pada Selasa (11/6/2019) Malam tadi sekira pukul 19.30 waktu setempat.

Kecalakaan lalulintas yang melibatkan motor jenis Satria dengan No.Pol. DT 4113 MB yang dikendarai Oleh Dahlan (43) bersama rekannya dengan sebuah truck No. Polisi DD 9964 WB yang dikendarai oleh Nasrullah yang merupakan warga desa Laboea, Poleang Tengah. Sementara lokasi tempat terjadinya Lakalantas adalah di jalan poros Bombana – Kolaka, tepatnya di desa Timbala Kecamatan Poleang Barat.

Dari keterangan Kasat Lantas Polres Bombana, Iptu Izak, diketahui kecelakaan terjadi saat pengendara motor Satria melaju dari arah Kolaka menuju Poleang.

“Tiba-tiba pendendara motor menabrak bagian depan dump truck yang sedang parkir di bahu jalan.” ungkap Iptu Izak

Akibatnya, lanjut Iptu Izak, pengendara motor yang saat itu juga berboncengan dengan rekannya mengalami patah kaki bagian kiri.

Sementara rekannya, Dahlan, yang juga warga desa Ranokomea mengalami luka robek pada dahi serta dikedua pelipisnya.

“Petugas yang mendatangi lokasi kecelakaan langsung membawa korban luka ke puskesmas Poleang Barat yang selanjutnya di rujuk ke rumah sakit di Kolaka” jelas Kasat Lantas Polres Bombana.

Petugas kemudian mengamankan supir dump truck ke kantor Polsek Poleang Barat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta Kedua kendaaraan tersebut ikut diamankan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.




KMP Bontoharu Docking, Rute Bira, Sikeli, Kasipute dan Tondasi dilayani Juli

Rumbia, SultraNET | Para pemudik yang berharap dapat menggunakan jasa penyeberangan KMP Bontoharu untuk kembali rute Bira Kabupaten Bulukumba, Sikeli Kabaena Barat, Kasipute Kabupaten Bombana dan Tondasi Kabupaten Muna Barat nampaknya musti bersabar.

Pasalnya setelah melayani arus Mudik dan Balik Lebaran 1440H / 2019 Masehi untuk rute diatas dilanjutkan dengan rute Kabupaten Selayar, KMP Bontoharu dipastikan harus menjalani Docking atau pemeliharaan berkala sehingga dipastikan pelayanan penyeberangan penumpang terganggu.

Hal itu disampaikan Rahman, SH., MM, Pelaksana Kepala Seksi Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana kepada awak media ini, Selasa (11/06/2019).

“Perlu kami sampaikan bahwa KMP Bontoharu tidak beroperasi untuk bulan Juni ini” ucap mantan Aktifis CDI itu.

Hal itu perlu disampaikan agar masyarakat yang kerap menggunakan jasa KMP Bontoharu dapat menggunakan alternatif penyeberangan lain sehingga rencana balik lebaran tidak terganggu.

“Ini kami informasikan agar masyarakat yang hendak balik atau arus balik lebaran dapat menggunakan jasa penyeberangan lainnya” Beber Rahman

Kendati demikian lanjutnya dari hasil konsultasi yang dilakukannya terhadap pengelola KMP Bontoharu, diperkirakan bulan juli 2019 sudah dapat beroperasi melayani rute rutin seperti semula.

“Kalo perbaikannya cepat diperkirakan bulan depan (juli.red) sudah bisa beroperasi normal kembali” Pungkasnya (is)




Luapan Sungai Poleang rendam Puluhan Rumah dan Ratusan Hektar Sawah

Rumbia, SultraNET | Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Bombana beberapa hari belakangan ini membuat Sungai Poleang Meluap, Akibatnya ratusan hektar sawah dan puluhan rumah yang berada di desa tongkoseng, kecamatan Tontonunu Terendam Banjir (9/6/2019).

Disamping itu akses jalan yang kerap digunakan sebagai jalur alternatif untuk menuju ke kabupaten kolaka dan sebaliknya sudah tidak dapat dilalui karena ketinggian air disalah satu titik di perbatasan Desa Tongkoseng dan Desa karya baru terendam air hingga ketinggian lebih dari satu meter.

“Kalo mobil sudah tidak bisa lolos pak, cuma motor saja itupun harus bayar rakit yang disediakan warga sekitar” Tutur EM warga Desa Tongoseng kepada awak media ini (10/6/2019)

Sejauh ini lanjut EM, belum nampak penanganan serius dari Pemkab Bombana untuk menangani permasalahan yang sudah menjadi langganan masyarakat Desa Tongkoseng disetiap musim penghujan tiba.

“Kami harap Pemkab Bombana dapat memberikan solusi jangka panjang agar persoalan air meluap ini dapat diatasi, apalagi kejadian ini terus berulang setiap musim hujan tiba” harap EM (is)




Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Rabu, 5 Juni 2019

Jakarta, HarapanSultra.COM | Untuk menetapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, Departemen Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Bimas Islam menggelar Sidang Isbat, Hari ini (03/06/2019) bertempat di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifudin saat mengumumkan hasil Isbat bahwa berdasarkan hasil pemantauan diberbagai wilayah di seluruh Indonesia, hingga pukul 18.45 WITA, pantauan di beberapa titik di Indonesia Bagian Timur, Hilal terlihat belum sampai dua derajat atau baru berada diangka 1,75 derajat sehingga dapat dilakukan penetapan bahwa puasa ramadhan kali ini genap 30 hari.

“Dengan begitu maka puasa akan digenapkan 30 hari hingga Selasa besok dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019” Ucap Menteri yang juga mantan Anggota DPR-RI dari Partai PPP Tersebut

Dalam sidang isbat kali ini, turut dihadiri Duta Besar Negara Sahabat,Pakar Falak dari Ormas Ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kemenag RI, Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

Di lain pihak, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah terlebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019 sehingga penetapan pemerintah kali ini sesuai dengan apa yang ditetapkan PP Muhammadiyah sebelumnya. (IS)




Hasil Sidang Isbat, Hari Raya Idul Fitri 1440 H ditetapkan Rabu, 5 Juni 2019

Jakarta, SultraNET. | Untuk menetapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, Departemen Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Bimas Islam menggelar Sidang Isbat, Hari ini (03/06/2019) bertempat di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifudin saat mengumumkan hasil Isbat bahwa berdasarkan hasil pemantauan diberbagai wilayah di seluruh Indonesia, hingga pukul 18.45 WITA, pantauan di beberapa titik di Indonesia Bagian Timur, Hilal terlihat belum sampai dua derajat atau baru berada diangka 1,75 derajat sehingga dapat dilakukan penetapan bahwa puasa ramadhan kali ini genap 30 hari.

“Dengan begitu maka puasa akan digenapkan 30 hari hingga Selasa besok dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019” Ucap Menteri yang juga mantan Anggota DPR-RI dari Partai PPP Tersebut

Dalam sidang isbat kali ini, turut dihadiri Duta Besar Negara Sahabat,Pakar Falak dari Ormas Ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kemenag RI, Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

Di lain pihak, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah terlebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019 sehingga penetapan pemerintah kali ini sesuai dengan apa yang ditetapkan PP Muhammadiyah sebelumnya. (IS)




Peringati Hari Lahir Pancasila, Rusman Emba : “Dalam Perbedaan Kita Dipersatukan”

MUNA, SultraNET. | Pemerintah Daerah Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila bertempat di Lapangan Kantor Bupati Muna, Sabtu (1/6/2019).

Bupati Muna, LM Rusman Emba ST, kepada awak media usai memimpin upacara menuturkan bahwa pelaksaan peringatan hari lahir Pancasila yang baru saja digelar dengan upacara bendera tersebut bertujuan agar selalu mengingatkan kita bahwa Pancasila itu merupakan perjanjian luhur bangsa Indonesia

“Pancasila itu Sekaligus sebagai dasar negara, yang merupakan jiwa dan falsafah hidup dalam berbangsa serta sumber hukum sebagai cita-cita rakyat dan Bangsa Indonesia,” Ucapnya

Mantan senator DPD-RI itu mengutarakan bahwa Memperingati hari lahir Pancasila itu berati sama dengan memperingati semangat persatuan dan kesatuan kita, bahwa walaupun berbeda suku dan agama tetapi mempunyai satu komitmen yang di bangun melalui pancasila.

Sehinga perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan tempat dapat di satukan oleh komitmen berpancasila

“Jadi semangat memperingati hari kelahiran pancasila hari ini kembali kejati diri kita bahwa dalam perbedaan-perbedaan itu kita di persatukan,” urai Rusman Emba

Disinggung Mengenai ASN yang tidak sempat hadir dalam upacara hari lahir pancasila ini, Rusman Emba menyampaikan bahwa hal  itu merupakan tindakan ketidak kedisiplinan ASN.

“Saya akan memerintahkan sekda untuk mendata yang tidak hadir dan diberikan peringatan” pungkasnya




Pantau Arus Mudik Lebaran, Kapolsek Kabaena Timur Harap Utamakan Keselamatan

Kabaena, SultraNET. | Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H yang tinggal menghitung hari lagi, Pelabuhan Very Kabaena Timur, Kabupaten Bombana mengalami puncak kepadatan oleh Para pemudik dari luar daerah khususnya dari Pelabuhan Kasipute Ibu kota Kabupaten Bombana.

Kapolsek Kabaena Timur IPDA Bastian Hamsa saat memantau arus mudik lebaran (2/6/2019) kepada awak media ini mengatakan, padatnya penumpang kapal yang berasal dari pelabuhan Kasipute itu disebabkan karena hari ini merupakan jadwal terakhir kalinya kapal tersebut beroperasi hingga hari raya idul Fitri nanti.

“Penumpang yang datang dari kasipute ini yang sangat padat, apalagi kapal very ini adalah operasi terakhirnya sampe Hari Raya”, jelasnya.

Disamping itu, pihaknya terus memastikan agar dengan padatnya arus mudik ini kondisi tetap kondusif dan aman.

“Kami bersama Aparat TNI, ASDP, Syahbandar serta petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana terus melakukan upaya agar para penumpang kapal bisa naik dan turun dari kapal dengan selamat”, urai Bastian.

Bastian berharap Kepada para Penumpang Kapal, ABK Kapal, Tukang Ojek dan Sanak Keluarga yang datang menjemput saudaranya agar lebih mengutamakan keselamatan Bersama.

“Saya harap semua dapat tertib sehingga keselamatan bersama dapat tercipta” Pungkasnya




Peringati Hari Lahir Pancasila, Rusman Emba : Dalam Perbedaan Kita Dipersatukan

SultraNET, Raha | Pemerintah Daerah Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila bertempat di Lapangan Kantor Bupati Muna, Sabtu (1/6/2019).

Bupati Muna, LM Rusman Emba ST, kepada awak media usai memimpin upacara menuturkan bahwa pelaksaan peringatan hari lahir Pancasila yang baru saja digelar dengan upacara bendera tersebut bertujuan agar selalu mengingatkan kita bahwa Pancasila itu merupakan perjanjian luhur bangsa Indonesia

“Pancasila itu Sekaligus sebagai dasar negara, yang merupakan jiwa dan falsafah hidup dalam berbangsa serta sumber hukum sebagai cita-cita rakyat dan Bangsa Indonesia” Ucapnya

Mantan senator DPD-RI itu mengutarakan bahwa Memperingati hari lahir Pancasila itu berati sama dengan memperingati semangat persatuan dan kesatuan kita, bahwa walaupun berbeda suku dan agama tetapi mempunyai satu komitmen yang di bangun melalui pancasila.

Sehinga perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan tempat dapat di satukan oleh komitmen berpancasila

“Jadi semangat memperingati hari kelahiran pancasila hari ini kembali kejati diri kita bahwa dalam perbedaan-perbedaan itu kita di persatukan” urai Rusman Emba

Disinggung Mengenai ASN yang tidak sempat hadir dalam upacara hari lahir pancasila ini, Rusman Emba menyampaikan bahwa hal  itu merupakan tindakan ketidak kedisiplinan ASN.

“Saya akan memerintahkan sekda untuk mendata yang tidak hadir dan diberikan peringatan” pungkasnya (BORJU)