Polisi Amankan Anggota BPN Mustofa Nahrawardaya atas Dugaan Sebarkan Berita Hoaks

sultraNET.com, Jakarta | Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya diamankan jajaran Bareskrim Polri, dini hari. Dia diamankan di kediamanya di kawasan Jakarta Selatan atas dugaan menyebarkan berita bohong alias hoaks dan ujaran kebencian berbau SARA

“Sudah jadi tersangka,” kata Kasubdit 3 Siber Bareskrim Polri Rickynaldo Chairul saat dikonfirmasi, Minggu (26/5).

Dalam surat penangkapan yang sebagaimana dilansir merdeka.com, Mustofa diamankan berdasarkan laporan polisi LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019. Dalam penangkapan itu, Mustafa diduga telah mengunggah di media sosial Twitter pribadinya berbau hoaks dan ujaran kebencian SARA pada 24 Mei.

Dalam surat penangkapan, Mustofa diduga melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946.

Penangkapan itu pun telah dibenarkan juga oleh istrinya bernama Cathy. Anggota polisi bersama Ketua RT setempat mendatangi kediamannya sekitar pukul 03.00 WIB.

“(Diamankannya) Sebelum sahur. Kita baru mau bangun sahur,” ujar Cathy. (Sumber Merdeka.Com)




Alumni SMAN 2 Raha Gelar Baksos Sunatan Massal

MUNA, SultraNET.COM | Alumni SMA Negeri 2 Raha atau kerap disingkat SMANDARA Angkatan 2005 menggelar Bakti Sosial Sekaligus dirangkaikan dengan Kegiatan Sunatan Massal bertempat di Desa Liabalano Kecamatan Kontunaga, kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Sabtu  (25/5/2019).

Wa Ode Apriliastuti, Koordinator kegiatan Baksos tersebut saat di temui awak media HarapanSultra.COM mengungkapkan bahwa kegiatan Bakti Sosial sekaligus Sunatan masal ini digelar sebagai bentuk Kepedulian Alumni SMAN 2 Raha Angkatan 2005 dalam mengisi Kegiatan di Bulan suci Ramadhan sekaligus berbagi kepada sesama ummat dan sekaligus sebagai agenda rutin yang digelar disetiap tahunnya dalam berbagai bentuk kegiatan.

“Kita memilih kegiatan ini disebabkan alumni 2005 memiliki cukup tenaga teknis kesehatan untuk bisa melakukan sunatan massal, sehingga kita berdayakan sebagai bentuk sumbangsih angkatan 2005 SMANDARA kepada daerah Kabupaten Muna yang kita cintai bersama ini” Ucap Wanita yang kerap disapa Tuti itu

Lanjut Wa Ode Apriliastuti yang juga berprofesi sebagai Apoteker itu, Kegiatan sunatan masal tersebut diprioritaskan kepada anak dengan kategori berasal dari keluarga yang penghasilan rendah sehingga dapat menciptakan generasi sehat untuk saat ini dan yang akan datang.

“Usai kegiatan sunnatan ini, kami tetap memberikan perawatan hingga dinyatakan sembuh oleh dokter,” bebernya

Pada kesempatan tersebut Wa Ode Apriliastuti mewakili rekan rekan Alumni SMA 2 Raha Angkatan 2005 menghaturkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan kabupaten Muna berkat bantuan yang disalurkan melalui Intalasi Farmasi berupa bahan habis pakai dan obat obatan serta kepada dr. Ruth Damayanti yang bersedia menjadi dokter penanggung jawab, sehingga kegiatan Baksos dapat terlaksana dengan baik.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya kegiatan ini, khusunya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Muna dan Kepada Ibu dr. Ruth Damayanti” Tutupnya

Dari Pantauan Awak Media ini, Usai dilakukan kegiatan sunatan massal, anak anak yang telah disunnat langsung diberikan bingkisan berupa sarung dan uang tunai. (Br)




Alumni SMAN 2 Raha Angkatan 2005 Gelar Baksos dan Sunatan Massal

MUNA, SultraNET. | Alumni SMA Negeri 2 Raha atau kerap disingkat SMANDARA Angkatan 2005 menggelar Bakti Sosial Sekaligus dirangkaikan dengan Kegiatan Sunatan Massal bertempat di Desa Liabalano Kecamatan Kontunaga, kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Sabtu  (25/5/2019).

Wa Ode Apriliastuti, Koordinator kegiatan Baksos tersebut saat di temui awak media ini mengungkapkan bahwa kegiatan Bakti Sosial sekaligus Sunatan masal ini digelar sebagai bentuk Kepedulian Alumni SMAN 2 Raha Angkatan 2005 dalam mengisi Kegiatan di Bulan suci Ramadhan sekaligus berbagi kepada sesama ummat dan sekaligus sebagai agenda rutin yang digelar disetiap tahunnya dalam berbagai bentuk kegiatan.

“Kita memilih kegiatan ini disebabkan alumni 2005 memiliki cukup tenaga teknis kesehatan untuk bisa melakukan sunatan massal, sehingga kita berdayakan sebagai bentuk sumbangsih angkatan 2005 SMANDARA kepada daerah Kabupaten Muna yang kita cintai bersama ini” Ucap Wanita yang kerap disapa Tuti itu

Lanjut Wa Ode Apriliastuti yang juga berprofesi sebagai Apoteker itu, Kegiatan sunatan masal tersebut diprioritaskan kepada anak dengan kategori berasal dari keluarga yang penghasilan rendah sehingga dapat menciptakan generasi sehat untuk saat ini dan yang akan datang.

“Usai kegiatan sunnatan ini, kami tetap memberikan perawatan hingga dinyatakan sembuh oleh dokter,” bebernya

Pada kesempatan tersebut Wa Ode Apriliastuti mewakili rekan rekan Alumni SMA 2 Raha Angkatan 2005 menghaturkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan kabupaten Muna berkat bantuan yang disalurkan melalui Intalasi Farmasi berupa bahan habis pakai dan obat obatan serta kepada dr. Ruth Damayanti yang bersedia menjadi dokter penanggung jawab, sehingga kegiatan Baksos dapat terlaksana dengan baik.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya kegiatan ini, khusunya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Muna dan Kepada Ibu dr. Ruth Damayanti” Tutupnya

Dari Pantauan Awak Media ini, Usai dilakukan kegiatan sunatan massal, anak anak yang telah disunnat langsung diberikan bingkisan berupa sarung dan uang tunai. (Borju)




Putera Asal Bombana Pimpin BEM Fekon Unsultra

Sultranet.com, Kendari | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), kini resmi diketuai Agil Saputra asal Kabaena Kabupaten Bombana.

Hal itu di benarkan oleh mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Unsultra periode 2018-1019, Arham, (25/05/2019), terpilihnya ketua Bem Fekon tersebut berdasarkan keputusan musyawah bersama sesuai mekanisme yang dilaksanakan dengan cara aklamasi pada Kamis, 23 mei 2019 lalu.

“ia benar, Agil Saputra telah resmi menjadi Ketua BEM Fakultas Ekonomi Unsultra Periode 2019-2020. Penetapannya kemarin, dihadiri oleh Ibu Suyuti, selaku Wakil Dekan FEKON serta perwakilan Mahasisiwa lainnya.” Kata Arham lewat telepon selulernya

Mewakili Mahasiswa lainnya, Arham, menekankan kepada Ketua BEM Fekon terpilih tersebut untuk dapat melakukan inovasi di tubuh HMJ serta menghidupkan sinergitas semua jurusan Khusunya Fakultas Ekonomi Unsultra.

“Dengan adanya sinergitas mahasiswa, saya yakin, kinerja kedepan bisa baik, Semoga amanah yang diberikan kepada beliau, dapat memberikan perubahan untuk fakultas ekonomi,” Harapnya.

Terpisah, sebagai Ketua dan BEM Fekon terpilih, Agil Saputra mengatakan, pihaknya bakal lebih progresif serta fokus menjadi Gubernur mahasiswa yang progresif, sehingga dapat menjadi simbol prestasi dan aksi mahasiswa Ekonomi Unsultra.

“Target ke depan, jadikan Fakultas Ekonomi sebagai simbol yang mengsinkronkan antara prestasi dan pergerakan mahasiswa Unsultra. Serta persatuan mahasiswa Fekon dan mengawal aspirasi Mahasiswa,” ujar kepadaAwak media ini.

Lelaki berambut cepak dengan sapaan akrapnya Agil menghaturkan terimakasihnya kepada seluruh Mahasiswa Fekon yang telah mempercayakan dirinya sebagai Ketua BEM Fakultas Ekonomi Unsultra.

“Terimakasih banyak atas amanah ini sebagai harapan besar dari teman teman Mahasiswa kepada saya yang harus dilaksanakan sebagamana mestinya,” Tutunya.

Untuk diketahui pelaksanaan pemilihan BEM Fakultas Ekonomi Unsultra dilakukan dengan cara Aklamasi pada hari Kamis, 23 mei 2019, selain Agil Saputra tak satupun Mahasiswa yang siap memegang Amanah tersebut. (Zulkarnain)




Polres Muna Berhasil Tangkap 7 Pengedar Narkoba

sultraNET, Raha, Satuan Reserse Narkoba Polres Muna, berhasil mengungkap peredaran narkoba dan menangkap tujuh orang tersangka di lokasi dan waktu yang berbeda.

Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga menerangkan, penangkapan terhadap tujuh tersangka ini berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba. Setelah menerima laporan tersebut, dilakukan penyelidikan dan pada akhirnya berhasil menangkap para tersangka.

“Untuk ketujuh tersangka ini perannya berbeda-beda. Ada sebagai bandar, kurir dan pengguna,” kata Agung didampingi Kasat Narkoba, AKP Syarifuddin pada saat konferensi Pers di Mako Polres Muna dengan sejumlah awak media kamis 23 Mei 2019.

Agung menjelaskan untuk penangkapan pertama terjadi pada 15 Mei 2019 di Jalan Kancil, Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu, Polisi menangkap tiga orang tersangka yakni, RS, DA dan IQ. Dari tangan para tersangka, diamankan barang bukti (BB) berupa dua sachet yang diduga narkoba jenis sabu seberat 0,5 gram, uang tunai Rp2,1 juta dan 179 sachet kosong.

Tidak sampai di situ, Polisi kembali melakukan pengembangan yang pada akhirnya pada 16 Mei, kembali dilakukan penangkapan terhadap AS, di Jalan Ir Juanda dengan BB satu sachet sabu seberat 0,51 gram.

Kemudian di jari yang sama dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap tiga tersangka di sebuah rumah di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangga Kuning, Kecamatan Katobu. Ketiga tersangka yakni, AF, JU dan MA. BB yang didapat berupa tiga sachet sabu seberat 0,43 gram, tiga sachet kosong, sendok takar, alat hisap (bong) dan telepon genggam.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, ketujuh tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 subsider pasal 127 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.

“Ketujuh tersangka sudah dilakukan penahanan dan akan diproses sesuai perannya masing-masing,” bebernya.

Untuk di ketahui jaringan para tersangka berbeda-beda dalam mendapatkan barang haram itu. Untuk tersangka, RS, DA dan IQ, menggunakan jaringan Lapas Kendari. Sementara empat tersangka lainnya jaringannya seputar Kota Raha,” pungkasnya. (Borju)




Jelang Hari Raya Idul Fitri 1440H, TP PKK Muna Gelar Pasar Murah

sultraNET, Raha |Dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang hari Raya Idul Fitri 1440H, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muna bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Setempat menggelar Pasar Murah di 5 Kecamatan sejak tanggal 20 Sampai dengan 24 Mei 2019.

Pasar Murah tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok  seperti beras, gula, minyak goreng, telur, bahan kue dan pakaian.

Adapun ke lima  Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Maligano, Kecamatan Kabangka, Kecamatan Marobo, Kecamatan Watoputeh dan terakhir di Alun-alun Kota Raha, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua TP PKK Muna, Yanti Setiawati saat ditemui awak media harapansultra.com di Alun-Alun Kota Raha Jumat 24 Mei 2019 mengatakan bahwa selama pelaksanaan pasar murah berlangsung, antusias masyarakat sangat besar.

Hal tersebut menurutnya dikarenakan barang-barang kebutuhan pokok yang dijual dipasar murah itu harganya dibawah harga pasaran.

“Masyarakat sangat antusias karena kita jual sesuai dengan harga distributor,” kata Yanti.

Istri Bupati Muna itu menambahkan adapun barang yang dijual dibawah harga pasar tersebut antara lain telur, harga di pasaran 50 ribu rupiah sampai dengan 58 ribu per Rak, di pasar murah ini dijual dengan harga hanya 45 Ribu rupiah / Rak.

Bawang putih dijual 65 ribu rupiah per kilogram, bawang merah 30 ribu rupiah per kilogram, dan minyak goreng Rp.25 ribu per 2 liter.

Menurutnya, tidak jauh berbeda dengan kegiatan sebelumnnya. Antusias masyarakat membludak untuk belanja berbagai kebutuhan pokok yang disediakan itu. Namun, yang paling diserbu warga adalah beras, minyak, telur dan bahan kue.

“ saya harap kegiatan pasar murah kedepannya mendapat subsidi dari Pemkab Muna, sehingga bisa meringankan beban ekonomi masyarakat khususnya para ibu rumah tangga” pungkasnya. (BR)




Partisipasi Pemilih di Bombana Meningkat Capai 82 Persen

sultraNET, Rumbia | Kesadaran berdemokrasi warga Bombana ternyata cukup tinggi. Buktinya, saat Pemilu 2019, April lalu digelar, ada 82 persen pemilih yang tercatat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyalurkan hak suaranya. Angka ini naik signifikan dari partisipasi saat Pilgub Sultra, Juni 2018 silam yang hanya mencapai 70 persen.

Untuk diketahui, Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bombana untuk Pemilu 2019 adalah 100.439. “Dalam catatan kami, sesuai hasil pleno berjenjang, total ada 82.512 ribu pemilih yang datang ke TPS, 17 April lalu. Jika dikonversi maka ini mencapai 82,15 persen partisipasi,” kata Abdi Mahatma, anggota KPU Kabupaten Bombana, Kamis (23/5).

Angka tersebut, menurut Kordiv SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) tidak saja melebihi target nasional yang hanya mencanangkan 77 persen, tapi juga sudah melebii angka partisipasi dari pemilihan terdekat, yakni Pilgub yang hanya mencapai 70,68 persen.

“Saya kira ini capaian membanggakan. Waktu Pilgub, dari 96.192 warga dalam DPT, hanya 67.984 yang tertarik ke TPS menyalurkan hak suaranya memilih gubernur dan wakik gubernur. Artinya, lepas dari adanya beberapa TPS di Bombana yang harus menggelar PSU, tapi secara umum kesadaran elektoral di daerah ini ternyata cukup tinggi,” tandas Abdi.

Menurutnya, tingginya angka partisipasi pemilih di Pemilu kali ini tidak lepas dari berbagai upaya KPU menggelar sosialisasi ke basis-basih pemilih, mengajarkan masyarakat tentang pentingnya memilih termasuk tata cara mencoblos. Tidak hanya itu, tingginya partisipasi ini sekaligus membantah kekhawatiran beberapa pihak yang ragu akibat metode pemilihan yang dianggap rumit bisa membuat pemilih enggan ke TPS.

“Kami merekrut 55 orang relawan demokrasi. Mereka bekerja di lima daerah pemilihan. Nyaris tiap hari, sejak Februari-April mereka keluar masuk kampung dan pemukiman di Bombana, mengedukasi warga soal Pemilu. Dan hasilnya kita sama sama tahu,” tambah mantan jurnalis ini.

Tidak hanya itu, KPU Bombana secara khusus juga melakukan sosialisasi ke berbagai titik. Setidaknya, sejak Januari ada 30 lokasi yang didatangi tim dari komisioner KPU guna mengajarkan warga soal Pemilu. KPU juga sempat menggelar iven seperti lomba pentas seni, konser musik, Pemilu Run hingga lomba selfie di TPS. Semuanya bertujuan mendorong partipasi warga ke TPS.

“Mewakili kawan-kawan komisioner dan jajaran KPU Bombana, saya menyampaikan terima kasih kepada warga Bombana yang sudah berpartisipasi di Pemilu 2019 ini. Apresiasi juga kami berikan kepada para relawan demokrasi yang sudah bekerja keras mensosialisasikan Pemilu. Termasuk tentu saja jajaran badan adhoc yang tangguh mengerjakan semua tahapan Pemilu hingga pleno,” tambah Abdi.

Kata Abdi, jika ditracking lebih detail ke tingkat kecamatan maka Lantari Jaya menjadi wilayah dengan partisipasi tinggi hingga mencapai 89 persen. Sedangka yang terkecil adalah Masaloka Raya, yanga hanya mencapai 58 persen. Angka di Masaloka ini sudah naik 7 persen dari partisipasi di Pilgub yang hanya mencapai 51 persen.

“DI Masaloka itu, banya warganya yang tidak di tempat. Mereka merantau mencari nafkah di negeri orang, tapi identitas kependudukannya masih Bombana. Sedangkan di Lantari, sebelumnya hanya 77 persen partisipasinya,” pungkas komisioner KPU Bombana ini. (h)




45 TENAGA AHLI P3MD IKUT PELATIHAN INOVASI PSDM

Seiring dengan arah kebijakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang telah menetapkan bahwa penggunaan Dana Desa Tahun 2019 diprioritaskan salah satunya untuk pencegahan stunting. Serta dengan ditetapkanya Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi  Nomor 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, khususnya pada Pasal 6 diatur bahwa Dana Desa diprioritaskan untuk kegiatan pelayanan gizi dan pencegahan anak kerdil (stunting).

Kebijakan ini, diharapkan akan turut berkontribusi dalam pencapaian target RPJMN 2015-2019 yakni menurunkan prevalensi stunting dari 37,2% (Data Riskesdas 2013) menjadi 28% di Tahun 2019.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) mengamanatkan bahwa masyarakat harus berperan aktif dalam pembangunan desa. Intervensi pencegahan stunting harus melalui konvergensi program yang melibatkan pelaku lintas sektor di tingkat Pusat, Daerah, dan Desa. Untuk itu maka dibutuhkan kesiapan dan kapasitas yang memadai oleh masyarakat dan pemerintah desa selaku pelaku pembangunan yang bersentuhan langsung dengan sasaran, khususnya kepada rumah tanggga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Untuk mendukung Program Pemerintah tersebut, Sebanyak 45 Orang Tenaga Ahli P3MD dari 15 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara mengikuti kegitan Pelatihan Inovasi PSDM Tenaga Ahli P3Md Tingkat Kabupaten Tahun Anggaran 2019 yang berlangsung dari Tanggal 1 s/d 5 Mei 2019 di Hotel Horison Ultima, Bandung, Jawa Barat.

Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para Pendamping Desa tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas dari Kepala Dinas PMD Provinsi Sulawesi tenggara Nomor 090/622/DPMD tanggal 26 April 2019.

Salah satu peserta Pelatihan dari Abady Makmur ( Tenaga Ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa ) Kabupaten Buton Selatan menjelaskan bahwa Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 diperoleh fakta bahwa bayi usia di bawah lima tahun (balita) yang menderita stunting mencapai 30,8%. Artinya, sebanyak 7 juta balita di Indonesia saat ini yang merupakan generasi bangsa terancam kurang memiliki daya saing di masa depan. Untuk itu, TA PMD yang pernah menjabat sebagai Legialator ini menuturkan jika upaya Pencegahan dan penanganan stunting sangat dibutuhkanmelelui konvergensi untuk memastikan generasi muda Indonesia memiliki masa depan yang cerah.

Adapun kegiatan pelayanan gizi dan pencegahan anak kerdil (stunting) yang meliputi:

  1. penyediaan air bersih dan sanitasi;
  2. pemberian makanan tambahan dan bergizi untuk balita;
  3. pelatihan pemantauan perkembangan kesehatan ibu hamil atau ibu menyusui;
  4. bantuan Posyandu untuk mendukung kegiatan pemeriksaan berkala kesehatan ibu hamil atau ibu menyusui;
  5. pengembangan apotik hidup Desa dan produk hotikultura untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil atau ibu menyusui;
  6. pengembangan ketahanan pangan di Desa; dan
  7. kegiatan penanganan kualitas hidup lainnya yang sesuai dengan kewenangan Desa dan diputuskan dalam musyawarah Desa.

Masih lanjut Tenaga Ahli yang akrab disapa dengan Panggilan Bang AM menuturkan bahwa pencegahan stunting di Desa meliputi Fasilitasi konvergensi .Fasilitasi konvergensi dimaksud berupa pendampingan kepada Pemerintahan Desa dan masyarakat Desa untuk mengarahkan pilihan penggunaan Dana Desa kepada kegiatan-kegiatan pembangunan Desa yang berdampak langsung pada percepatan pencegahan stunting yang dikelola secara terpadu dengan sumber-sumber pembiayaan pembangunan lainnya.

Pendampingan dalam pencegahan stunting di Desa dilakukan oleh tenaga pendamping masyarakat Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Namun demikian kegiatan pendampingan dimaksud juga dimungkinkan dilakukan oleh berbagai pegiat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.

“Untuk mempermudah kerja KPM dalam konvergensi pencegahan stunting di Desa, maka selaku Tenaga Ahli akan segera berkoordinasi dengan Pihak Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dalam rangka memastikan tersedianya regulasi berupa Perbup Penanganan Stunting”, pungkasnya.

Laporan : Hir

Sumber: https://www.harapansultra.com/45-tenaga-ahli-p3md-ikut-pelatihan-inovasi-psdm/




KONASARA Laporkan Dugaan Ilegal Mining PT. DAKA Group Dan PT. KMS 27 Di KPK RI dan ESDM RI

Konsorsium Nasional Aktivis Agraria (KONASARA) resmi melaporkan Perusahaan Tambang PT. DAKA Group dan PT. Karya Murni Sejati ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI

Koordinator Presidium Konsorsium Nasional Aktivis Agraria (KONASARA), Muhamad Ikram Pelesa mengatakan bahwa pelaporan PT. DAKA Group kementerian ESDM RI dan KPK RI karena dalam Aktivitas Pelabuhan Jetty nya diduga belum mengantongi Izin sementara itu PT. Karya Murni Sejati (KMS) 27 ke diduga masih menjalankan aktivitasnya pasca surat pemberhentian dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Pelaporan tersebut karena Hasil penelusuran kami ternyata Pelabuhan PT. DAKA Group diduga belum punya izin sementara PT. Karya Murni Sejati Masih Beraktivitas, Padahal Telah diberhentikan oleh Dinas ESDM Sultra, Tiga Kali lagi Double surat penghentiannya”, Ungkapnya melalui rilis (2/5/2019).

Menurut Ikram lokasi Pelabuhan Jetty PT. DAKA Group telah menyalahi aturan, sebab membangun dalam kawasan sekolah sementara PT. Karya Murni Sejati (KMS) 27 tidak lagi mempunyai hak untuk melakukan aktivitas penambangan sebab lahan yang dikuasainya adalah milik PT. Antam Tbk sebagai mana dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 225 K/TUN/2014 bahwa lahan tersebut milik PT. Antam.

“Jadi kalau pelabuhan jetty PT. DAKA Group mestinya tidak boleh diberikan izin sementara PT. KMS 27 tidak lagi mempunyai hak untuk melakukan aktivitas penambangan sebab lahan yang dikuasainya adalah milik PT. Antam Tbk, sejak 17 April 2014 sampai saat ini aktivitas yang dilakukan PT. Karya Murni Sejati adalah ilegal dan harus dipertanggung jawabkan secara hukum atas pelanggaran hukum dan kerugian Negara yang ditimbulkan” Terangnya



Sementara itu, Biro KLIK Kementerian ESDM RI, Odung menyampaikan bahwa pihaknya akan mendalami terlebih dahulu persoalan PT. DAKA Group dan PT. KMS 27. Ia berjanji persoalan tersebut akan segera disampaikan kepada Menteri ESDM RI Ignasius Jonan

“Kami telaah dulu persoalan kedua perusahaan ini, setelah itu jika pak menteri sudah ditempat (kantor) saya akan menyampaikan langsung ke beliau”, ucapnya

Sementara itu Biro Humas KPK RI, Birgita saat menerima masa aksi mengatakan bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat klarfikasi kepada pihak PT. DAKA Group dan PT. Karya Murni Sejati (KMS) 27 dan beberapa intansi terkait serta Berkoordinasi Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara terkait penyelidikan Dugaan Ilegal Mining Perusahaan Pertambangan tersebut.

“Kami akan segera melayangkan surat klarifikasi kepada Perusahaan tersebut dan instansi terkait. Selebihnya kami juga minta kepada rekan-rekan mahasiswa dari forsemesta sultra untuk bersedia membantu kami dalam menangani persoalan ini”, cetusnya (**)

Sumber: https://www.harapansultra.com/konasara-laporkan-dugaan-ilegal-mining-pt-daka-group-dan-pt-kms-27-di-kpk-ri-dan-esdm-ri/




GARBI Resmi Bentuk Pengurus Wilayah di Sultra

Menghadapi Era Kemajuan dunia 4.0, Gerakan Arah Baru Indonesia ( GARBI) yang di gagas oleh Anis Matta, Fahri Hamsah, dkk, resmi menampakan dirinya diberbagai daerah kabupaten kota di Indonesia. Terbukti, usai terbentuknya Pengurus Wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan, kini organisasi kebangsaan yang menghimpun Generasi muda itu di Deklarasikan di Sulawesi Tenggara, Kendari pada Selasa (2/4/2019) malam ini.

Di acara yang digelar disalah satu Kadai Vestifal ( K_Toz) itu dihadiri langsung Dewan Pengurung GARBI Pusat, H. Ahmad Zainuddin.lc MM dan menyerahkan langsung PATAKA Organisasi Perangkul Generasi muda kepada Timaruddin, S. Si., Apt sebagai ketua DPW Sultra Tahun 2019-2021.

Dikesempatan itu, Anggota DPR RI KOMISI VIII itu mengaharapkan PETAKA itu bisa di kibarkan oleh Gerasi Muda Se-Sultra.

Usai dikukuhkan, Ketua DPW GARBI Sultra, Tumaruddin langsung berpidato dihadapan ratusan masyarakat yang hadir memeriahkan Deklarasi itu.

“Wadah ini adalah wadah bagi kita semua untuk menyatukan ide-ide arah baru pemuda dan generasi Bangsa Menuju 5 Besar dunia”, Sambutnya

Tantangan yang dihadapi Bangsa kedepannya lanjutnya, sangat mendukung Kehadiran Garbi.
Maka dikesempatan itu, pihaknya mengajak seluruh pemuda dan generasi muda agar semua bersama bergabung dan memikirkan akan kemana arah indonesia nantinya.

“Garbi menjadi sarana mencetak pemimpin Negeri kedepan, karena selama ini kita tidak pernah berfikir sejak dini untuk melahirkan calon pemimpin”, lanjut ketua perdana Garbi sulta.

Hal senada juga datang dari Ketua Dewan Pembina DPW Sultra, Dr. H. Amirudin Rahim juga turut mengharap melalui Gerakan Arah Baru Indonesia yang di Bentuk di Bumi Ano bisa menjadi langkah awal untuk darah juang generasi Muda indonesia khususnya Sultra.

“Kita ini membutuhkan gerasi yang cerdas-cerdas dan inovasif dan Kreatif”, tututnya. (Hir)

Sumber: https://www.harapansultra.com/garbi-resmi-bentuk-pengurus-wilayah-di-sultra/