Tumpa Ruah, Ribuan Masyarakat Wakatobi Meriahkan Pesta Adat Karia’a

Wakatobi, SultraNET.| Pesta Adat Karia’a atau Sunatan yang digelar secara masal di desa Patuno, kecamatan Wangi-wangi, kabupaten Wakatobi, Sulawesi tenggara, tumpa ruah di hadiri ribuan masyarakat, Kamis (13/06/2019).

Kemeriahan pesta adat ini bahkan memadati kurang lebih satu kilometer jalan raya di desa tersebut. Sorak-sorakan dan suara musik turut menambah kemeriahan acara yang dihelat setahun sekali ini.

Anak anak yang baru masuk Usia Belia menggunakan pakaian adat yang berwarna terang dan bercorak diarak oleh keluarga mengelilingi kampung. terkhusus anak gadis ditandu menggunakan alat yang disebutnya Kansoda’a.

Kansoda’a di pikul oleh para lelaki dari keluarga si gadis sebagai tanda penghormatan kepada anak perempuan yang akan menginjak usia belia.

Salah seorang tokoh adat setempat, Jawarudin mengatakan, Kansoda’a yang diterjunkan untuk menandu para gadis-gadis di desa patuno kali ini capai 21 Kansoda’a. Anak anak Lelaki dan perempuan yang menjalani Kari’a berjumlah ratusan

“Kegiatan ini sengaja dilakasanakan menjelang hari raya sebab banyak masyarakat perantauan yang pulang kampung”tuturnya.

Kegiatan seperti yang dihelat di desa Patuno ini, rupa-rupanya sudah mendapatkan perhatian khusus pemerintah daerah kabupaten Wakatobi. Setiap tahun Pemda Wakatobi menggelar Iven nasional Wakatobi Wave yang menampilkan berbagai atraksi termasuk Kansoda’a.

“Ini sekaligus memberikan gambaran dam bukti tingginya semangat dan komitmen serta dukungan positif dari masyarakat Wakatobi untuk ikut mengambil bagian dalam upaya pembangunan kepariwisataan yang telah menjadi arus utama dari pembangunan daerah kabupaten Wakatobi,” kata Bupati Wakatobi, Arhawi belum lama ini.

Laporan ; Samidin




Ringankan Beban Korban Banjir Konut, Polres Bombana harap Rasa Empati dipertahankan.

Rumbia, SultraNET. | Untuk meringankan Beban warga yang tengah tertimpa musibah Banjir Bandang di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kapolres Bombana melepaskan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan Pokok yang diangkut menggunakan 5 Unit Mobil, Kamis (13/6/2019).

Dengan Bentuan Tersebut, AKBP Andi Adnan S. Mengharapkan bisa meringankan beban warga tengah berjuangan mempertahankan Hidup didi Lokasi pengungsian dari bencana Banjir.

“Hari ini kami kirim 5 Unit Mobil berisikan Sembako dan kebutuhan dasar untuk para saudara-saudara kita yang di Konawe Utara yang ditimpa bencana, semoga bisa diringankan bebannya”, terangnya kepada awak media.

Selain sebagai Amal Jariah Tambah dia, Pihaknya Berharap Rasa empati yang dimiliki sekarang untuk dipertahankan agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap terjaga.

“Rasa Empati ini adalag modal besar kita “Indonesia” jadi kami mengajak semua elemen untuk senantiasa menjaga persatuan kita”, harap Andi Adnan Syafruddin kepada warga Bombana.




Air Genangi Desa Pewutaa, Rawa Aopa, 5 Rumah warga Terendam

Konsel, SultraNET. | Intensitas curah hujan yang sangat tinggi mengguyur sulawesi tenggara menyebabkan banjir di beberapa wilayah diantaranya seperti Konut, Konawe, dan Kolaka timur, Konawe Kepulauan, Bombana juga Kanawe selatan.

Luapan air juga ikut di rasakan masyarakat sekitar Taman Nasional Watumohai Rawa Aopa khususnya di desa Pewutaa Kecamatan Angata hingga 5 rumah warga terendam air.

Ketua BPD Desa Pewutaa, Sandi.ST membeberkan bahwa bahwa daerah mereka yang dikelilingi oleh Taman Nasioanal itu merupan Langganan Banjir saat musim penghujan tiba, Rabu (12/6/2019).

“Ini bukan saja kali pertama, banjir sudah menjadi langganan di desa kami berhubung letak geografis desa pewutaa tepat di kelilingi Taman Nasional Rawa Aopa jadi kalau tanggul air di jembatan tetenggeuwai tidak bisa menampung debit air yang tinggi sehingga merembes ke rumah warga”, tugasnya.

Di prediksikan rembesan luapan air dijembatan Rawa Aopa akan semakin membuat debit air meninggi bilasepekan hujan terus mengguyur serta dapat mengakibatkan banyaknya lagi rumah yang akan di rendam banjir.

Pemerintah setempat telah melakukan langkah evakuasi terhadap beberapa rumah. Dan juga telah melaporkan kepada pemerintah kabupaten, Namun juga belum ada respon.

“Kami sudah laporkan di pemerintah kabupaten, hanya masih menunggu respon dari atas”, lanjutnya.

Akibatnya Terang Randi, aktivitas keseharian warga menjadi lumpuh total apalagi profesi warga desa pewutaa 40% sebagai nelayan akibatnya berdampak pada penghasilan nelayan yang menurun di karenakan luapan air.

Sementara itu, pengguna jalan, aswar sangat menyayangkan segala peristiwa alam yang melanda daerah kali ini, sebab tidak ada upaya lain yang harus dilakukan warga selain mengungsi serta mencari jalur perjalan antar kota.

“Kondisi daerah sangat memprihatinkan, segala upaya harus diterjang oleh warga”, ucapnya.

Diketahui Aswar merupakan salahsatu pengguna jalan pengendara roda dua asal Kolaka Timur yang mengambil jalan pintas melalui KONSEL akibat Jembatan Ameroro terputs, namun pihaknya juga tersentak kaget karena masih juga berpapasan dengan Antrian panjang dijembatan rawa aopa akibat genangan air. (M)




Tak Masuk Kerja Pasca Libur Idul Fitri, 64 ASN Muna Bakal Disanksi Tegas

Raha, SultraNET | Pemerintah Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tak main-main menjalankan surat edaran yang dikeluarkan Kemenpan-RB, bahwa cuti bersama dilakukan mulai tanggal 3 juni sampai tanggal 9 Juni 2019 sehingga ASN yang tidak masuk kerja mulai tanggal 10 Juni tanpa Alasan yang jelas bakal dikenakan sanksi tegas.

Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama asisten I, II dan staf ahli, Ortala serta staf BKD lainnya pada Senin, (10/6/2019) menemukan  dari 6.133 ASN terdapat 119 orang ASN yang tidak masuk kerja dengan berbagai alasan .

“Hari pertama kerja itu, kita langsung lakukan sidak disemua OPD dengan langsung mencek daftar hadir setiap pegawai” ungkap Rustam, Plt. Kadis BKPSDM saat ditemui di ruangan kerjanya oleh awak media ini, Selasa (11/7/2019)

Sidak itu dilakukan untuk melaksanakan perintah Surat Edaran Menpan-RB agar melaporkan jika ada ASN yg menambah cuti dihari pertama kerja pasca libur Hari raya Idul Fitri 1440 H sekaligus melampirkan paraf hadir setiap pegawai.

“Dari 119 pegawai yang tidak  berkantor terdapat 64 ASN yang yang tidak masuk kerja tanpa alasan jelas, sedangkan yang lain tidak masuk dengan alasan sakit dan izin” urainya mantan Sekretaris BPMD itu.

Bagi 64 ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan jelas lanjut Rustam bakal dikenakan sanksi tegas berupa penundaan KGB dan kenaikan pangkat, sanksi tersebut mengacu pada PP nomor 53 pasal 3 angka 13 tentang disiplin ASN.

“Sanksinya itu dapat berupa penundaan KGB dan penundaan kenaikan pangkat,” pungkasnya.

Pewarta : Borju




Komunitas Lorpek dan Insan Pers Muna Galang Dana Untuk Korban Banjir Konut Dan Konawe

MUNA, SultraNET. | Komunitas Lorong PK (Lorpek) dan Insan Pers Muna turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/6/2019).

Randy Yaddi Ketua pelaksana kegitan kepada awak media harapansultra.com mengatakan bahwa kegiatan tersebut berawal dari kumpul kumpul sesama warga Lorpek bersama sebagian insan PERS Muna.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir yang terjadi di Konut dan Konawe” Tutur Randy Yaddi yang juga Kontributor SuaraKPK.com

Pihaknya berharap agar warga yang berada dipengungsian dapat mendapatkan pelanayan yang baik sama halnya saat mereka tinggal dirumah sendiri.

Di tempat yang sama, Yafruddin Yaddi, Ketua Pers Muna berharap agar bantuan yang bakal diberikan nantinya, dapat berguna dan sedikit mengurangi beban para korban yang terkena musibah.

“Semoga bantuan itu dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang berduka di sana dan yang memberi sumbangan di berikan reski yang melimpah serta umur panjang,” bebernya.

Hingga saat ini, dana yang terkumpul berjumlah 3.612.000  rupiah dan bagi masyarakat muna yang mau menyumbangkan bantuan berupa pakaiyan layak pakai, mie instan siap saji dan lain-lain bisa datang langsung di Posko yang terletak di Jalan di Ponegoro atau hubungi langsung Nomor HP 0823-9634-4420 atau 0822-9257-0085.




Hantam Truck, Seorang Pemuda Asal Bombana alami Patah Kaki.

Bombana, SultraNET. | Seorang pemuda warga desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat Kabupaten Bombana terpaksa harus dilarikan dipuskesmas akibat patah kaki bagian kiri yang dideritanya usai menghantam Drum Truk yang tengah Parkir dibahu jalan pada Selasa (11/6/2019) Malam tadi sekira pukul 19.30 waktu setempat.

Kecalakaan lalulintas yang melibatkan motor jenis Satria dengan No.Pol. DT 4113 MB yang dikendarai Oleh Dahlan (43) bersama rekannya dengan sebuah truck No. Polisi DD 9964 WB yang dikendarai oleh Nasrullah yang merupakan warga desa Laboea, Poleang Tengah. Sementara lokasi tempat terjadinya Lakalantas adalah di jalan poros Bombana – Kolaka, tepatnya di desa Timbala Kecamatan Poleang Barat.

Dari keterangan Kasat Lantas Polres Bombana, Iptu Izak, diketahui kecelakaan terjadi saat pengendara motor Satria melaju dari arah Kolaka menuju Poleang.

“Tiba-tiba pendendara motor menabrak bagian depan dump truck yang sedang parkir di bahu jalan.” ungkap Iptu Izak

Akibatnya, lanjut Iptu Izak, pengendara motor yang saat itu juga berboncengan dengan rekannya mengalami patah kaki bagian kiri.

Sementara rekannya, Dahlan, yang juga warga desa Ranokomea mengalami luka robek pada dahi serta dikedua pelipisnya.

“Petugas yang mendatangi lokasi kecelakaan langsung membawa korban luka ke puskesmas Poleang Barat yang selanjutnya di rujuk ke rumah sakit di Kolaka” jelas Kasat Lantas Polres Bombana.

Petugas kemudian mengamankan supir dump truck ke kantor Polsek Poleang Barat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta Kedua kendaaraan tersebut ikut diamankan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.




KMP Bontoharu Docking, Rute Bira, Sikeli, Kasipute dan Tondasi dilayani Juli

Rumbia, SultraNET | Para pemudik yang berharap dapat menggunakan jasa penyeberangan KMP Bontoharu untuk kembali rute Bira Kabupaten Bulukumba, Sikeli Kabaena Barat, Kasipute Kabupaten Bombana dan Tondasi Kabupaten Muna Barat nampaknya musti bersabar.

Pasalnya setelah melayani arus Mudik dan Balik Lebaran 1440H / 2019 Masehi untuk rute diatas dilanjutkan dengan rute Kabupaten Selayar, KMP Bontoharu dipastikan harus menjalani Docking atau pemeliharaan berkala sehingga dipastikan pelayanan penyeberangan penumpang terganggu.

Hal itu disampaikan Rahman, SH., MM, Pelaksana Kepala Seksi Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana kepada awak media ini, Selasa (11/06/2019).

“Perlu kami sampaikan bahwa KMP Bontoharu tidak beroperasi untuk bulan Juni ini” ucap mantan Aktifis CDI itu.

Hal itu perlu disampaikan agar masyarakat yang kerap menggunakan jasa KMP Bontoharu dapat menggunakan alternatif penyeberangan lain sehingga rencana balik lebaran tidak terganggu.

“Ini kami informasikan agar masyarakat yang hendak balik atau arus balik lebaran dapat menggunakan jasa penyeberangan lainnya” Beber Rahman

Kendati demikian lanjutnya dari hasil konsultasi yang dilakukannya terhadap pengelola KMP Bontoharu, diperkirakan bulan juli 2019 sudah dapat beroperasi melayani rute rutin seperti semula.

“Kalo perbaikannya cepat diperkirakan bulan depan (juli.red) sudah bisa beroperasi normal kembali” Pungkasnya (is)




Luapan Sungai Poleang rendam Puluhan Rumah dan Ratusan Hektar Sawah

Rumbia, SultraNET | Tingginya intensitas hujan di Kabupaten Bombana beberapa hari belakangan ini membuat Sungai Poleang Meluap, Akibatnya ratusan hektar sawah dan puluhan rumah yang berada di desa tongkoseng, kecamatan Tontonunu Terendam Banjir (9/6/2019).

Disamping itu akses jalan yang kerap digunakan sebagai jalur alternatif untuk menuju ke kabupaten kolaka dan sebaliknya sudah tidak dapat dilalui karena ketinggian air disalah satu titik di perbatasan Desa Tongkoseng dan Desa karya baru terendam air hingga ketinggian lebih dari satu meter.

“Kalo mobil sudah tidak bisa lolos pak, cuma motor saja itupun harus bayar rakit yang disediakan warga sekitar” Tutur EM warga Desa Tongoseng kepada awak media ini (10/6/2019)

Sejauh ini lanjut EM, belum nampak penanganan serius dari Pemkab Bombana untuk menangani permasalahan yang sudah menjadi langganan masyarakat Desa Tongkoseng disetiap musim penghujan tiba.

“Kami harap Pemkab Bombana dapat memberikan solusi jangka panjang agar persoalan air meluap ini dapat diatasi, apalagi kejadian ini terus berulang setiap musim hujan tiba” harap EM (is)




Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Rabu, 5 Juni 2019

Jakarta, HarapanSultra.COM | Untuk menetapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, Departemen Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Bimas Islam menggelar Sidang Isbat, Hari ini (03/06/2019) bertempat di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifudin saat mengumumkan hasil Isbat bahwa berdasarkan hasil pemantauan diberbagai wilayah di seluruh Indonesia, hingga pukul 18.45 WITA, pantauan di beberapa titik di Indonesia Bagian Timur, Hilal terlihat belum sampai dua derajat atau baru berada diangka 1,75 derajat sehingga dapat dilakukan penetapan bahwa puasa ramadhan kali ini genap 30 hari.

“Dengan begitu maka puasa akan digenapkan 30 hari hingga Selasa besok dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019” Ucap Menteri yang juga mantan Anggota DPR-RI dari Partai PPP Tersebut

Dalam sidang isbat kali ini, turut dihadiri Duta Besar Negara Sahabat,Pakar Falak dari Ormas Ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kemenag RI, Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

Di lain pihak, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah terlebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019 sehingga penetapan pemerintah kali ini sesuai dengan apa yang ditetapkan PP Muhammadiyah sebelumnya. (IS)




Hasil Sidang Isbat, Hari Raya Idul Fitri 1440 H ditetapkan Rabu, 5 Juni 2019

Jakarta, SultraNET. | Untuk menetapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, Departemen Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Bimas Islam menggelar Sidang Isbat, Hari ini (03/06/2019) bertempat di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifudin saat mengumumkan hasil Isbat bahwa berdasarkan hasil pemantauan diberbagai wilayah di seluruh Indonesia, hingga pukul 18.45 WITA, pantauan di beberapa titik di Indonesia Bagian Timur, Hilal terlihat belum sampai dua derajat atau baru berada diangka 1,75 derajat sehingga dapat dilakukan penetapan bahwa puasa ramadhan kali ini genap 30 hari.

“Dengan begitu maka puasa akan digenapkan 30 hari hingga Selasa besok dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019” Ucap Menteri yang juga mantan Anggota DPR-RI dari Partai PPP Tersebut

Dalam sidang isbat kali ini, turut dihadiri Duta Besar Negara Sahabat,Pakar Falak dari Ormas Ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kemenag RI, Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

Di lain pihak, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah terlebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019 sehingga penetapan pemerintah kali ini sesuai dengan apa yang ditetapkan PP Muhammadiyah sebelumnya. (IS)