BRMP Sultra Bentuk Brigade Pangan di Bombana Dorong Kedaulatan Pangan Daerah

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sultra mulai membentuk Brigade Pangan (BP) di Kabupaten Bombana sebagai langkah percepatan kedaulatan pangan daerah. Pendampingan dilakukan sejak 21–24 Oktober 2025.

Program ini merupakan bagian dari agenda nasional penumbuhkembangan Brigade Pangan Lahan Rawa dan CSR sesuai Petunjuk Teknis Kementerian Pertanian. Di Bombana, BRMP Sultra berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra serta KJF Dinas Pertanian Bombana sebagai pelaksana lapangan.

Secara keseluruhan, Sulawesi Tenggara menargetkan pembentukan 35 Brigade Pangan di enam kabupaten. Bombana mendapat alokasi empat BP dengan total lahan CSR seluas 755 hektare. Hasil pendampingan tahap awal telah membentuk dua BP, yaitu Brigade Pangan Mataoleo dengan wilayah kelola 192 hektare dan Brigade Pangan Wumbubangka seluas 168 hektare. Tahapan pendampingan dimulai dari Kecamatan Mataoleo dan dilanjutkan ke Kecamatan Rarowatu Utara.

Brigade Pangan didefinisikan sebagai kelompok petani muda milenial beranggotakan 15 orang yang memiliki semangat kewirausahaan, berbasis keterampilan teknis, dan berorientasi pada bisnis pertanian modern. Anggota direkrut dari petani lokal berusia 17–39 tahun, berpendidikan minimal SD, dan terbuka bagi lulusan pertanian dari luar daerah bila kuota belum terpenuhi.

“Brigade Pangan hadir untuk memperkuat regenerasi petani dan menjadikan pertanian sektor yang menarik dan menguntungkan bagi anak muda,” ujar salah satu pendamping teknis BRMP Sultra di Bombana.

Program ini menekankan sistem pertanian maju, mandiri, dan modern melalui kemitraan antara Brigade Pangan dan kelembagaan ekonomi petani. BP berperan sebagai integrator dalam manajemen usaha tani mulai dari perencanaan, produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Di Bombana, BP akan mengelola kawasan Oplah dan CSR dengan sistem Indeks Pertanaman (IP) 300.

“Dengan IP 300, tanah diolah tiga kali dalam setahun. Ini akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani,” kata perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra.

Untuk menjamin keberlanjutan usaha, Kementerian Pertanian memberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, benih unggul, dolomit, pupuk NPK, pestisida, dan sarana produksi lainnya. Brigade Pangan juga diarahkan untuk membangun jejaring kemitraan dengan off-taker dan lembaga keuangan.

Pemerintah berharap program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga melahirkan petani-pengusaha muda yang mampu menggerakkan rantai pasok pangan daerah.Jika seluruh target terpenuhi, Bombana diharapkan menjadi salah satu daerah lumbung pangan berbasis anak muda di Sulawesi Tenggara.




Wabup Ahmad Yani Buka Seminar Awal Naskah Akademik Raperda Perumahan dan Permukiman di Bombana

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus berupaya mewujudkan tata kelola pembangunan yang terarah, termasuk dalam bidang perumahan dan kawasan permukiman. Sebagai langkah awal menuju lahirnya regulasi yang komprehensif, digelar Seminar Awal Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, serta Raperda tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP).

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, yang hadir mewakili Bupati Bombana, di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Bombana, Senin (20/10/2025).

Seminar tersebut menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi dan memberikan masukan dalam penyusunan naskah akademik dua Raperda penting tersebut. Dengan adanya diskusi akademis di tahap awal ini, diharapkan lahir produk hukum daerah yang lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan Bombana.

Foto Bersama usai pembukaan Kegiatan Seminar Awal Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, serta Raperda tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP).
Foto Bersama usai pembukaan Kegiatan Seminar Awal Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, serta Raperda tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP).

Dalam sambutannya, Ahmad Yani menyampaikan pesan dan harapan Bupati Bombana agar kegiatan ini dapat menjadi fondasi kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan perumahan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menyusun peraturan daerah yang solutif.

“Melalui seminar awal ini, kita bisa bekerja sama secara maksimal agar lahir naskah akademik dan peraturan daerah yang benar-benar dibutuhkan untuk kemajuan Bombana,” ujar Ahmad Yani.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bombana, bersama seluruh tim penyusun dan pihak terkait yang telah memprakarsai terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian aparatur dalam mendukung pembangunan daerah.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang telah berikhtiar hingga terlaksananya seminar awal ini. Ini bagian dari dedikasi kita semua untuk daerah,” tuturnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Pj. Sekda Bombana, Pimpinan Bapemperda DPRD Bombana, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sultra, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Sultra, serta Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kemenkumham Sultra. Hadir pula Asisten dan Staf Ahli Setda Bombana, para kepala perangkat daerah, serta peserta seminar dari berbagai unsur pemerintahan dan akademisi.

Kehadiran para pemangku kepentingan dari berbagai lembaga ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun sinergi lintas sektor untuk menghasilkan regulasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

Seminar awal ini menjadi langkah penting bagi Kabupaten Bombana dalam merancang kebijakan yang berpihak pada penataan kawasan perumahan yang sehat, tertib, dan layak huni. Melalui peraturan yang tepat, pemerintah berharap dapat mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah.

Lebih dari sekadar agenda formal, kegiatan ini juga menggambarkan tekad pemerintah daerah untuk terus memperbaiki tata kelola pembangunan berbasis data, kajian ilmiah, dan partisipasi publik — menuju Bombana yang lebih maju, nyaman, dan berdaya saing.




Wakil Bupati Ahmad Yani Buka Pelatihan Kewirausahaan: Dorong Masyarakat Bombana Mandiri dan Kreatif

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan Pelatihan Kewirausahaan dan Keterampilan Masyarakat, pemerintah membuka ruang bagi warga untuk mengasah keterampilan praktis yang bernilai ekonomi. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, di Aula Kantor Camat Rumbia Tengah, Senin (20/10/2025).

Pelatihan ini diikuti sebanyak 64 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Bombana. Selama sepuluh hari, mulai 21 hingga 31 Oktober, mereka akan dibimbing oleh para instruktur profesional dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari dan pelaku usaha lokal berpengalaman. Materi yang diberikan meliputi pembuatan jajanan pasar, peracikan minuman kopi untuk kafe, keterampilan office perkantoran, hingga budidaya hidroponik.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BPVP Kendari Amran, ST, Staf Ahli Bupati, sejumlah kepala OPD, camat Rumbia dan Rumbia Tengah, serta para narasumber pelatihan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahmad Yani menegaskan bahwa pelatihan seperti ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan baru di Bombana. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat kita,” ujar Ahmad Yani.

Ia berharap, pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran semata, tetapi juga menjadi langkah awal lahirnya inovasi dan usaha-usaha baru yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Pemerintah, katanya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi masyarakat agar dapat menciptakan lapangan kerja mandiri.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi juga berlanjut dengan pendampingan, kolaborasi, dan pemasaran produk, agar benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bombana,” pungkasnya.

Usai membuka acara, Ahmad Yani secara simbolis mengalungkan kartu peserta pelatihan kepada perwakilan peserta. Suasana hangat dan penuh semangat terlihat di antara para peserta yang tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Pelatihan kewirausahaan ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan melahirkan pelaku usaha baru yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.

Bagi banyak warga, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang belajar keterampilan, tetapi juga tentang membangun harapan baru — harapan untuk hidup lebih mandiri, produktif, dan berdaya di tanah kelahiran mereka sendiri.




KKKB serahkan Pernyataan Sikap Kepada Bupati, Tegas Motif Rapa Dara adalah Simbol Budaya Moronene

Bombana, sultranet.com – Kerukunan Keluarga Kabaena Bombana (KKKB) menyerahkan pernyataan sikap resmi langsung kepada Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si sebagai betuk sikap terhadap dinamika penggunaan motif Rapa Dara yang sempat menjadi polemik di sebagian masyarakat Bombana, Minggu (19/10) malam

Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung di Rujab Bupati Bombana, yang terletak di Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah.

Kehadiran para tokoh asal Pulau Kabaena sebagai bentuk dukungan terhadap motif Rapa Dara sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Moronene.

Ketua KKKB Bombana, Drs. Mohamad Subur, M.Si, menjelaskan pernyataan sikap tersebut merupakan hasil musyawarah para tokoh masyarakat, budayawan, dan intelektual muda asal Kabaena di Rumbia, Kamis (15/10/2025) lalu.

Dalam pernyataannya, KKKB menilai motif Rapa Dara bukan sekadar corak kain, melainkan simbol yang sarat makna dan mencerminkan ketangguhan, kepekaan, serta nilai-nilai luhur budaya Moronene, khususnya di Pulau Kabaena.

“Motif Rapa Dara adalah simbol sarat makna yang layak dikembangkan dan dilestarikan sebagai karya budaya kontemporer. Ia mencerminkan identitas serta nilai luhur masyarakat Moronene Pulau Kabaena,” ujar Ketua KKKB, Drs. Mohamad Subur, M.Si.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan sikap ini lahir dari keinginan menjaga persatuan di tengah dinamika perbedaan pendapat mengenai motif Rapa Dara. Ia menegaskan, masyarakat Moronene jangan mudah terpecah hanya karena pandangan segelintir pihak.

 “Pernyataan ini lahir karena kita menginginkan agar suku Moronene jangan karena segelintir orang yang mau memecah belah kita. Kita sudah suku yang kecil, jangan sampai menjadi lebih kecil lagi. Bagaimana dengan Kabaena kalau kita terus terpecah?” ungkapnya.

Subur juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Kabaena, untuk tidak mudah berasumsi tanpa memahami sejarah dan makna budaya. Ia menilai generasi 1980-an ke atas banyak yang belum mengenal langsung nilai-nilai tradisi masa lampau, sehingga penting untuk berdialog dengan para penyintas budaya yang masih hidup.

“Bagi keluarga yang tidak paham, berdiskusilah dan bertanyalah kepada penyintas budaya yang masih melewati masa-masa itu. Kita berharap lahir generasi milenial Moronene yang bisa mengangkat kearifan lokal agar menjadi referensi bagi generasi mendatang,” harapnya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya membutuhkan bukti dan catatan sejarah yang kuat. Karena itu, KKKB mengapresiasi tumbuhnya penulis-penulis Moronene yang berani menulis tentang warisan budaya leluhur sebagai rujukan generasi berikutnya.

“Kita ingin suasana tetap sejuk boleh berbeda pendapat, tetapi tidak boleh berbeda dalam tujuan,” tegasnya.

Dalam Pernyataan Sikapnya, KKKB juga menegaskan bahwa motif Rapa Dara telah memiliki hak kekayaan intelektual (HAKI) yang diakui secara sah oleh negara. Motif ini dinilai sejalan dengan visi-misi Bupati Bombana dalam pengembangan kebudayaan daerah, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Melalui surat resmi tertanggal 17 Oktober 2025 yang ditujukan kepada Bupati Bombana, KKKB meminta pemerintah daerah dan DPRD agar bersikap arif dan bijak dalam menilai motif Rapa Dara sebagai karya budaya yang memperkaya keberagaman Bombana, bukan sumber perpecahan.

Dalam kesempatan itu, para tokoh Kabaena juga menyesalkan adanya larangan terhadap penggunaan motif Rapa Dara dalam kehidupan sosial masyarakat. Mereka menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan semangat falsafah adat Moronene yang menjunjung tinggi persaudaraan dan saling menghormati.

Mereka mengingatkan kembali pesan leluhur Moronene:

 “Meka to Towaani” (saling menghargai), “Meka ma Masiako” (saling menyayangi), “Mekasuu Suungi” (saling bahu membahu), dan “Mekauda Udaniako” (saling mengingatkan).

Pernyataan sikap itu ditutup dengan doa dan pesan damai agar seluruh masyarakat Moronene tetap menjaga kebersamaan dan memperkuat persaudaraan.

“Semoga pernyataan ini menjadi penyejuk dan perekat bagi seluruh To Moronene dalam bersikap dan bertindak. Kabaena juga Moronene,” demikian bunyi penutup dalam pernyataan sikap tersebut.

Pernyataan Sikap lengkap dapat di unduh dibawah ini.

PEDRNYATAAN SIKAP KKKB




Pisah Sambut Dandim 1431/Bombana, Bupati Burhanuddin Harap Sinergi TNI dan Pemda Terus Terjaga

Bombana, sultranet.com – Suasana penuh keakraban dan kehangatan menyelimuti acara pisah sambut serta ramah tamah Komandan Kodim 1431/Bombana yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bombana, Minggu (19/10/2025). Momen ini menjadi tanda berakhirnya masa tugas Letkol Inf. Andi Irfandi, S.IP yang kini digantikan oleh Letkol Inf. Mulyadi, SH sebagai Dandim Bombana yang baru.

Kehadiran keduanya bersama istri, Ny. Fika Irfandi dan Ny. Teti Mulyadi, menambah suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan. Sejumlah pejabat dan tokoh daerah turut hadir memberikan penghormatan dan dukungan atas pergantian kepemimpinan di jajaran TNI AD wilayah Bombana tersebut.

Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Ketua TP PKK Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, Kepala Instansi Vertikal, Camat, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dedikasi Letkol Inf. Andi Irfandi selama bertugas di Bombana. Ia menilai, di bawah kepemimpinannya, Kodim 1431/Bombana telah menunjukkan kerja sama yang baik dalam mendukung program pembangunan daerah serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah.

“Terima kasih atas pengabdian dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah telah menjadi kekuatan penting bagi kemajuan Bombana,” ujar Burhanuddin.

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Letkol Inf. Mulyadi, SH, yang kini resmi memimpin Kodim 1431/Bombana. Ia berharap, kehadiran Dandim yang baru dapat melanjutkan semangat kebersamaan yang telah dibangun selama ini.

“Kami menyambut hangat Dandim baru dan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah,” tambahnya.

 

Sementara itu, Letkol Inf. Mulyadi, SH dalam sambutannya menyampaikan tekad untuk melanjutkan kerja sama yang baik antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bombana. Ia menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

“Kami mohon dukungan dari pemerintah daerah, rekan TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat agar bisa bersama-sama menjaga stabilitas dan memberi manfaat nyata bagi warga Bombana,” ucapnya singkat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari Bupati dan Wakil Bupati Bombana, para kepala OPD, serta para camat kepada kedua perwira TNI tersebut sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan atas dedikasi dan pengabdian mereka.

Suasana malam itu terasa penuh kekeluargaan. Para tamu undangan tampak saling bertegur sapa, berbagi cerita, dan mengabadikan momen kebersamaan lewat sesi foto bersama. Tak hanya menjadi seremoni pergantian jabatan, acara ini juga mencerminkan semangat kebersamaan antara unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat Bombana.

Pisah sambut ini menjadi bukti bahwa hubungan sinergis antara pemerintah daerah dan TNI tidak sekadar simbol kerja sama, melainkan juga wujud nyata dari komitmen bersama dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bombana.




Bupati Burhanuddin Buka Jalan Santai Expo UMKM Poleang: Dorong Kreativitas Anak Muda dan Kebangkitan Ekonomi Lokal

Bombana, sultranet.com – Suasana penuh semangat menyelimuti Kecamatan Poleang pada Minggu (19/10/2025). Ratusan warga, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta anak-anak muda kreatif tumpah ruah di jalanan mengikuti kegiatan Jalan Santai Expo UMKM yang dibuka langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Didampingi Ibu Bupati, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, Burhanuddin secara resmi melepas peserta dengan pengibaran bendera start, menandai dimulainya kegiatan yang sarat makna tersebut.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga bersama, melainkan bentuk nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Bombana terhadap kemajuan UMKM. Beragam produk lokal turut ditampilkan—mulai dari makanan khas daerah, hasil kerajinan tangan, hingga karya-karya kreatif anak muda Poleang yang memamerkan inovasi mereka di hadapan masyarakat.

Expo UMKM ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus menjalin interaksi langsung dengan konsumen. Tidak hanya menumbuhkan semangat berwirausaha, kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga serta mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada para pemuda yang telah berinisiatif menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara generasi muda dan pelaku UMKM merupakan kunci keberhasilan dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Ini ide yang brilian dan patut kita hargai bersama,” ujar Burhanuddin. “Anak-anak muda kita sudah menunjukkan keseriusannya dalam membantu pemerintah mengangkat UMKM di Bombana,” tambahnya dengan penuh semangat.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi para pelaku usaha kecil untuk berkembang. Melalui kegiatan seperti ini, Bupati berharap semangat kebersamaan dan gotong royong dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat.

“Membangun Bombana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya. “Saya berkomitmen untuk selalu hadir bersama masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan memberikan solusi atas setiap persoalan yang ada,” pungkasnya.

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti Jalan Santai Expo UMKM menjadi bukti nyata bahwa semangat membangun daerah tidak hanya datang dari kebijakan, tetapi juga dari partisipasi dan kreativitas warga. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Bombana perlahan meneguhkan langkah menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Kegiatan yang berlangsung meriah itu ditutup dengan pembagian doorprize dan sesi foto bersama Bupati Bombana bersama para pelaku UMKM serta peserta jalan santai. Senyum dan tawa lepas warga menandai keberhasilan acara yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi.




Lepas Sambut Dandim 1431/Bombana, Wujud Kebersamaan dan Semangat Pengabdian

Bombana, SultraNET.com – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai acara lepas sambut Komandan Kodim 1431/Bombana yang digelar di Aula Serbaguna Kodim 1431/Bombana, Minggu (19/10/2025) Acara ini menandai pergantian kepemimpinan dari Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P kepada Letkol Arm Mulyadi, S.H, sekaligus peralihan peran Ketua Persit KCK Cabang LXIV dari Ny. Rafika Andi Irfandi kepada Ny. Teti Mulyadi.

Acara berlangsung khidmat di tengah kebersamaan personel jajaran Kodim 1431/Bombana dan Persit KCK Cabang LXIV. Turut hadir pula para perwira di jajaran Kodim, antara lain Mayor Arm Bambang Wardiyanto (Kasdim 1431/Bombana), Kapten Inf Nyoman Admika (Pasi Ops), Kapten Inf Mustafa (Pasi Pers), Kapten Cba Heri Iswanto (Pasi Log), Kapten Inf Sulistianto (Pasi Ter), Kapten Inf Syafaruddin (Danramil 01/Rumbia), Kapten Inf Efendi (Danramil 02/Kabaena), Kapten Inf Dahlan (Danramil 03/Poleang), dan Letda Inf Muslimin (Pa Sandi).

Dalam sambutannya, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh personel atas kerja sama dan dedikasi selama dirinya menjabat.

“Sampai detik ini kita masih bisa bersama dalam kebersamaan dan kekompakan. Meski banyak keterbatasan, kita mampu melewatinya dengan semangat dan tekad yang kuat, sesuai denganmotto “Inai Wonua Sipurennu Ri Dewata, Cinta Tanah Air, Bersatu dalam Kebersamaan” ujarnya dengan nada haru.

 

Ia juga berpesan agar segala hal baik yang telah dibangun selama kepemimpinannya dapat diteruskan oleh prajurit dan anggota Persit.

“Apa yang baik dilanjutkan, dan yang kurang baik tidak perlu diteruskan. Kepada seluruh anggota, saya berharap teruslah mendukung Dandim dan Ketua Persit yang baru dalam menjalankan tugas ke depan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Letkol Andi Irfandi mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Bombana yang selama ini telah memberikan dukungan dan kerja sama yang baik terhadap Kodim 1431/Bombana.

“Pemerintah daerah selalu memberikan perhatian yang luar biasa. Kami sangat berterima kasih atas sinergi yang terjalin selama ini,” tuturnya.

 

Menutup sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dan doa restu untuk melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru.

“Secara pribadi dan keluarga, saya mohon maaf apabila selama dua tahun kurang sebelas hari ada kekhilafan. Mohon doa agar kami bisa melanjutkan tugas dengan baik di tempat yang baru,” katanya menutup sambutan dengan senyum hangat.

Sementara itu, pejabat baru Dandim 1431/Bombana, Letkol Arm Mulyadi, S.H, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan kepadanya dan keluarga. 

“Kami berterima kasih telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kodim 1431/Bombana. Semoga kami bisa beradaptasi dengan cepat dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Letkol Mulyadi juga menyampaikan apresiasi kepada Letkol Inf Andi Irfandi dan istri atas dedikasi selama menjabat.

“Kami ucapkan selamat bertugas di tempat baru, semoga senantiasa diberi kesehatan dan kesuksesan. Mari kita lanjutkan semangat dan kebersamaan yang sudah terbangun di satuan ini,” tutupnya dengan penuh semangat dan harapan.




Bupati Burhanuddin Tuntaskan Kunker di Kabaena: Tegaskan Komitmen Layani Warga Pulau dan Perkuat Peran Posyandu

Bombana, sultranet.com – Kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana di Pulau Kabaena resmi berakhir pada Sabtu (18/10/2025). Rangkaian kunjungan selama empat hari itu ditutup di Desa Tedubara, Kecamatan Kabaena Utara, dengan agenda peninjauan pemeriksaan kesehatan gratis serta pembukaan kegiatan Sosialisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat Kabupaten Bombana Tahun 2025.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, didampingi Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, serta rombongan pemerintah daerah, tampak menyapa warga dengan penuh kehangatan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan di Puskesmas Desa Tedubara menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah kepulauan.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menjelaskan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendeteksi dini potensi penyakit. Ia menilai, kesehatan menjadi modal utama dalam mewujudkan kesejahteraan.

“Kegiatan ini penting agar kita dapat mengetahui sedini mungkin apa yang terjadi dalam tubuh kita,” ujar Burhanuddin. “Dengan begitu, kita bisa segera mengantisipasi dan mengobatinya sebelum mengganggu kenyamanan,” tambahnya.

Lebih jauh, Burhanuddin menegaskan komitmennya untuk terus memperhatikan pembangunan Pulau Kabaena, termasuk sektor infrastruktur jalan, meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Menurutnya, kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat menjadi bukti keseriusan untuk memastikan setiap kebijakan menyentuh kebutuhan warga.

“Walau dengan keterbatasan, kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabaena,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran vital sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Ia menekankan bahwa kegiatan sosialisasi Posyandu dengan enam bidang SPM menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan dasar dapat diterima secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Enam bidang SPM ini menjadi tolok ukur pemerintah dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang layak dan merata,” jelas Fatmawati. Ia menyebutkan enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.

Menurutnya, keberhasilan program Posyandu tak lepas dari sinergitas antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, dan masyarakat. Kolaborasi semua pihak diyakini menjadi kunci terwujudnya masyarakat Bombana yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

“Para kader adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” ungkap Fatmawati. “Peran mereka sangat vital bagi keberhasilan program Posyandu di tingkat desa,” tambahnya dengan penuh apresiasi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu, karena keterlibatan masyarakat menjadi kunci menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.

Kegiatan di Desa Tedubara juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari Pemerintah Kabupaten Bombana kepada masyarakat kurang mampu, kelompok tani, dan kelompok nelayan. Suasana haru dan bahagia mewarnai penutupan kunjungan kerja tersebut, menandai sinergi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Bombana.




Danrem 143/HO Pimpin Sertijab Dua Dandim, Tekankan Pentingnya Regenerasi dan Pengabdian Prajurit

Kendari, Sultranet.com – Suasana khidmat menyelimuti Makorem 143/HO di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sabtu pagi. Dalam upacara yang berlangsung penuh wibawa dan kebersamaan itu, dilaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dua Komandan Kodim di jajaran Korem 143/HO, yakni Dandim 1417/Kendari dan Dandim 1431/Bombana. Sabtu, (18/10/2025).

Upacara tersebut menandai beralihnya jabatan Dandim 1417/Kendari dari Kolonel Inf Herry Indrianto, S.I.P. kepada Letkol Arm Danny Arianto Pardamean Girsang, S.Sos., M.Han., serta jabatan Dandim 1431/Bombana dari Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P. kepada Letkol Arm Mulyadi, S.H. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 143/HO Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, S.I.P., M.Han. dan dihadiri sekitar 100 personel jajaran Korem 143/HO serta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD XIV/Hasanuddin.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ny. Emma R. Wahyu Sugiarto selaku Ketua Persit Korcab KCK Korem 143/HO PD XIV/Hasanuddin, Kolonel Czi Lukman Nurhakim, S.Sos., M.M. (Kasiren), Kolonel Inf Erwinsyah Taupan, S.H., M.Si. (Kasiops), Kolonel Inf Octavian Englala, P. (Kasi Intel), serta para Dandim jajaran Korem 143/HO dan Komandan Satuan Balak Rem. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan dan kebersamaan antar satuan dalam proses regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Darat.

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas terlaksananya kegiatan Sertijab yang berjalan tertib dan penuh kekeluargaan.

“Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat-Nya, kita dapat melaksanakan serah terima jabatan ini dalam suasana tertib dan penuh kekeluargaan,” ucapnya.

Danrem 143/Ho Serahkan Tongkat Komando Kodim 1431/Bombana Letkol Arm Mulyadi, SH.
Danrem 143/Ho Serahkan Tongkat Komando Kodim 1431/Bombana Kepada Letkol Arm Mulyadi, SH.

Danrem menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD yang bertujuan untuk penyegaran dan pembinaan karier prajurit.

“Alih tugas dan mutasi jabatan adalah hal yang biasa dalam organisasi. Tujuannya untuk penyegaran dan kesinambungan kaderisasi agar pengabdian tetap terjaga dengan optimal,” jelas Brigjen Wahyu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, atas dedikasi dan tanggung jawabnya selama menjabat Dandim 1431/Bombana. Menurutnya, keberhasilan satuan Korem 143/HO selama ini tidak lepas dari kinerja para Dansat di bawah komandonya.

“Keberhasilan Korem 143/HO tidak terlepas dari kerja keras Dansat jajarannya. Saya ucapkan terima kasih kepada Letkol Andi Irfandi atas pengabdian dan prestasinya selama ini,” tutur Danrem.

Kepada pejabat baru, Letkol Arm Mulyadi, S.H., Danrem berpesan agar terus menjaga kepercayaan pimpinan dan meningkatkan sinergi bersama pemerintah daerah serta masyarakat.

“Jabatan Dandim adalah jabatan strategis yang memiliki peran penting dalam pembinaan wilayah dan pemberdayaan potensi masyarakat. Gunakan pengalaman Anda untuk membawa Kodim Bombana semakin baik,” pesannya.

Brigjen Wahyu juga menyampaikan penghargaan kepada Ny. Rafika Andi Irfandi atas kesetiaan dan perannya dalam mendukung tugas suami, serta menyambut Ny. Tety Mulyadi untuk melanjutkan pembinaan di jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 1431/Bombana.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ny. Rafika atas kesetiaannya mendampingi suami, dan kepada Ny. Mulyadi, selamat bergabung dan lanjutkan pembinaan yang sudah berjalan baik,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Danrem menegaskan bahwa jabatan Dandim memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan wilayah melalui pembinaan teritorial dan pemberdayaan potensi daerah. Ia juga menyampaikan selamat bertugas kepada pejabat baru.

“Kepada Letkol Arm Mulyadi, saya ucapkan selamat bertugas di jajaran Korem 143/HO. Saya percaya Anda mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Dandim 1431/Bombana dengan baik dan penuh dedikasi,” pungkasnya.

Upacara diakhiri dengan tradisi satuan dan ramah tamah, menandai momen kebersamaan antara pejabat lama dan baru, serta seluruh personel jajaran Korem 143/HO. Momen ini bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan simbol regenerasi, pengabdian, dan komitmen TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan semangat profesional dan humanis. (Pendim)




Inspektorat Bombana Dampingi Pasar Murah di Kabaena, Wujud Kepedulian Pemerintah Bantu Rakyat

Bombana, sultranet.com — Dalam upaya memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan, Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana melakukan pendampingan pada kegiatan pasar murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Bombana. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16–17 Oktober 2025 ini, digelar di dua lokasi berbeda, yakni Gedung Serbaguna Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan, serta Halaman Terminal Pelabuhan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat.

Pasar murah ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bombana dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga pasar. Melalui program ini, pemerintah berupaya meringankan beban ekonomi warga, khususnya keluarga berpenghasilan rendah yang terdampak kenaikan harga bahan pokok.

Berbagai komoditas pokok dijual dengan harga di bawah pasar. Di antaranya, beras premium Rp110.000 per karung (10 kg), minyak goreng Bimoli Rp20.000 per liter, gula pasir Rp15.000 per kilogram, daging ayam Rp50.000 per ekor, bawang merah Rp30.000 per kilogram, dan telur ayam Rp45.000 per rak. Potongan harga yang signifikan membuat warga memadati dua lokasi tersebut sejak pagi hari. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, sebab pasar murah dianggap sangat membantu memenuhi kebutuhan dapur dengan biaya yang lebih ringan.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Bombana Ir. Burhanuddin, M.Si, Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, serta jajaran Forkopimda, para Kepala Dinas, Camat, Lurah, dan Kepala Desa di wilayah Kabaena Kepulauan. Suasana pasar murah menjadi semarak ketika masyarakat berinteraksi langsung dengan para pejabat daerah yang ikut memantau jalannya kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Ir. Burhanuddin, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Pasar murah ini adalah upaya pemerintah untuk membantu rakyat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, sekaligus menekan inflasi daerah. Ini wujud kepedulian kami terhadap warga, khususnya di Pulau Kabaena,” ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, Ridwan, S.Sos., M.P.W., menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan pihaknya bukan sekadar pengawasan formal, melainkan juga bagian dari pembinaan terhadap pelaksana kegiatan agar program benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Pendampingan ini kami lakukan agar pelaksanaan pasar murah berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Kami ingin memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga yang membutuhkan,” ungkap Ridwan.

Ia menambahkan, Inspektorat berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan seluruh perangkat daerah agar setiap program pemerintah daerah dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Pendampingan juga menjadi bagian dari strategi pembinaan agar perangkat daerah semakin memahami pentingnya prinsip good governance dalam setiap kegiatan publik.

Melalui kerja sama antara Inspektorat, Disperindagkop UKM, dan seluruh unsur pemerintah daerah, pelaksanaan pasar murah di dua kecamatan tersebut berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari warga. Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat Bombana.

Program pasar murah ini tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat jalinan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Semangat gotong royong serta rasa kepedulian sosial yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi cerminan nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk selalu hadir dan bekerja demi kesejahteraan rakyatnya.