Panitia Pelaksana mulai Verifikasi Berkas Pendaftar Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi Tahun 2025

Bombana, Sultranet.com – Ribuan harapan mahasiswa Bombana kini tertuju pada meja verifikasi. Pemerintah Kabupaten Bombana resmi memulai tahap verifikasi berkas Program Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi Tahun 2025 mulai 22 hingga 26 September 2025. Tahapan ini menjadi pintu penting dalam menentukan siapa saja yang layak melanjutkan ke proses berikutnya.

Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Bombana, Hj. Suarni, ST., MP., menegaskan bahwa tahap verifikasi berkas dilakukan dengan teliti agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama. Menurutnya, proses ini bukan sekadar administratif, melainkan juga penguatan kepercayaan publik terhadap program beasiswa unggulan daerah.

“Verifikasi ini penting untuk memastikan data peserta benar, sesuai, dan layak. Kami ingin semua berjalan transparan dan akuntabel,” tegas Suarni saat ditemui di ruang kerjanya.

Tahap verifikasi berkas merupakan kelanjutan dari pendaftaran online dan penyetoran berkas yang berlangsung sejak 25 Agustus hingga 19 September 2025. Dari ribuan mahasiswa yang telah mendaftar, seluruh dokumen kini diperiksa satu per satu untuk melihat kelengkapan dan kebenarannya.

Setelah verifikasi, panitia akan menggelar rapat penentuan lulus berkas pada 30 September 2025. Selanjutnya, hasil sementara diumumkan pada 2 Oktober 2025, yang diikuti dengan masa sanggah hingga 4 Oktober. Proses berlanjut dengan pengumuman final pada 6 Oktober, lalu peserta yang dinyatakan lolos wajib melengkapi administrasi verifikasi faktual mulai 7 hingga 8 Oktober 2025.

Suarni menjelaskan, pemerintah daerah ingin menjaga agar tidak ada mahasiswa yang merasa dirugikan. Karena itu, seluruh tahapan dilengkapi dengan masa sanggah, sehingga peserta memiliki ruang untuk mengajukan klarifikasi jika terdapat kekeliruan.

“Kami membuka ruang sanggah supaya semua bisa merasa adil. Kalau ada kekurangan atau perbedaan data, peserta bisa segera memperbaiki. Jadi ini bukan untuk mempersulit, tapi untuk memberi kepastian,” tambahnya.

Tahapan program ini memang panjang. Usai verifikasi faktual yang berlangsung 9 hingga 24 Oktober, peserta masih akan menghadapi pengurusan MoU dan PKS pada 27 Oktober hingga 27 November, validasi perguruan tinggi pada 24 November hingga 5 Desember, serta rapat penentuan penerima pada 8 Desember 2025.

Pengumuman penerima sementara akan disampaikan pada hari yang sama, dilanjutkan dengan masa sanggah hingga 10 Desember, dan pengumuman penerima final pada 11 Desember 2025. Adapun proses administrasi pencairan dijadwalkan berlangsung 12 hingga 19 Desember 2025.

Di balik seluruh tahapan itu, semangat pemerintah Bombana tetap sama: menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Program Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi dirancang untuk menjangkau mahasiswa yang berprestasi sekaligus mereka yang memiliki semangat belajar tinggi namun terbatas secara finansial.

“Tidak boleh ada anak Bombana yang berhenti kuliah hanya karena biaya. Beasiswa ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda,” pungkas Suarni.

Dengan jadwal yang telah diumumkan secara terbuka, diharapkan mahasiswa peserta beasiswa dapat lebih siap mengikuti setiap proses. Program ini bukan hanya sekadar bantuan biaya kuliah, melainkan juga bentuk kepercayaan pemerintah kepada putra-putri Bombana sebagai generasi penerus yang akan membawa daerah ke arah lebih maju. (adv)




Tidak Transparan Soal Keuangan hingga Dugaan Pelanggaran HAM Pengurus Lama STAI Wakatobi

Wakatobi, sultranet.com | Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi baru saja mengalami pergantian kepengurusan. Pengurus lama yang dipimpin oleh Dr. Suruddin, M.Pd resmi dicopot dan digantikan oleh pengurus baru di bawah kepemimpinan Dr. H. La Rudi, S.Pd.I., M.Pd.

Pergantian ini memicu reaksi beragam dari mahasiswa hingga masyarakat luas. Banyak pihak mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di kampus tersebut dan mengapa yayasan tiba-tiba mengambil langkah drastis mengganti pengurus lama.

Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan ketidaktransparanan pengelolaan keuangan. Suhardin, anak dari pendiri yayasan sekaligus mantan ketua yayasan, mengungkapkan bahwa selama pengurus lama menjabat, laporan keuangan kampus tidak pernah disampaikan kepada yayasan.

Hal ini menimbulkan dugaan adanya penyelewengan dana, terutama karena mahasiswa tetap membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan biaya wisuda yang dinilai tidak wajar, tanpa adanya rincian penggunaan dana.

Sekretaris Yayasan, La Umuri, turut menyoroti dugaan penyimpangan tersebut. Ia mencontohkan, potensi dana SPP yang diperkirakan mencapai Rp800 juta per tahun tidak pernah dipertanggungjawabkan secara jelas.

“Kalau data mahasiswa, dosen, dan pembayaran jelas, maka aliran dana juga bisa dihitung. Semestinya masuk ke rekening yayasan,” tegasnya.

Untuk menindaklanjuti dugaan itu, pengurus baru bersama penasihat hukum STAI Wakatobi, Dr. Sarni, SH, MH, C.Med, menegaskan akan melibatkan auditor independen.

“Jika ada temuan kerugian, kami siap menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Selain persoalan keuangan, pengurus lama juga dituding melakukan pembatasan terhadap mahasiswa yang bergabung dengan organisasi ekstra kampus serta bersikap anti kritik. Mahasiswa yang diketahui aktif di organisasi ekstra disebut kerap mendapat perlakuan diskriminatif.

Salah seorang eks mahasiswa STAI Wakatobi, Ramli mengaku pernah mengalami tekanan bahkan kekerasan fisik. Hingga saat ini, Ia juga tidak bisa menyelesaikan studinya di STAI Wakatobi.

“Bahkan kami sampai mengalami pemukulan saat melakukan aksi unjuk rasa,” ungkapnya.

Selain Ramli, mahasiswa lain yang juga aktif di berbagai kegiatan sosial juga mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari pihak kampus, beberapa mahasiswa bahkan tidak bisa menyelesaikan studinya di kampus tersebut.

“Bukan dalam situasi sedang ujian dan bahkan Ketua Stai saat bukan menjadi pembimbingku, tapi skripsi yang saya perlihatkan ke dia, dicoret dan kemudian disobek dan disuruh untuk ikut seminar ulang judul,”ungkapnya, Sandri

“Hal itu dia lakukan karena diduga ada sentimen pribadi karena saya ikut organisasi ekstra kampus,”tutupnya.

Praktik tersebut dinilai melanggar hak asasi manusia, khususnya hak kebebasan berkumpul dan berserikat yang dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28 serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.(ADM)




Sinergi Babinsa Rumbia dan Warga Lantowua Gelar Patroli Siskamling demi Keamanan Desa

Bombana, Sultranet.com – Suasana malam di Desa Lantowua, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana terasa berbeda ketika Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia turun langsung bersama Linmas dan warga melaksanakan patroli dan sistem keamanan lingkungan (siskamling). Sabtu, (20/09). Kegiatan sederhana namun penuh makna ini dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya.

Dalam kesempatan itu, Babinsa menekankan pentingnya keterlibatan warga secara aktif. Ia mengajak masyarakat untuk membuat jadwal piket ronda yang jelas, agar semua bisa ikut serta menjaga desa secara bergiliran.

“Dengan jadwal yang teratur, keamanan bisa lebih terjamin dan kebersamaan tetap terjaga,” ujarnya.

Babinsa juga mengingatkan bahwa patroli rutin menjadi kunci dalam mencegah gangguan keamanan. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan.

“Kalau kita rajin berpatroli, desa akan lebih kondusif dan masyarakat bisa beristirahat dengan tenang,” tambahnya.

Selain itu, ia meminta warga untuk segera melaporkan hal-hal mencurigakan kepada Babinsa atau aparat terkait.

“Jangan menunggu sampai terjadi masalah besar. Bila ada yang mencurigakan, laporkan segera agar bisa ditangani lebih cepat,” tegasnya.

Kegiatan patroli malam itu berlangsung hangat. Warga terlihat antusias, bahkan beberapa di antaranya menyampaikan rasa bangga karena TNI hadir langsung mendampingi mereka.

“Kami ingin keamanan di desa ini terjaga dengan baik. Patroli ini adalah bentuk kebersamaan antara TNI dan rakyat,” pungkas Babinsa.

Bagi masyarakat Lantowua, kegiatan ini bukan sekadar ronda malam biasa. Lebih dari itu, siskamling bersama Babinsa telah menjadi ruang kebersamaan, tempat masyarakat belajar menjaga desa, saling menguatkan, dan membangun rasa aman bersama-sama.




Kodim Bombana Bagikan Makanan Bergizi, Senyum Anak SD Warnai HUT ke-80 TNI

Bombana, Sultranet.com – Suasana penuh keceriaan menyelimuti SDN 08 Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Jumat (19/9/2025). Ratusan siswa tersenyum gembira ketika jajaran Kodim 1431/Bombana bersama Koramil 1431-01/Rumbia hadir membagikan makanan gratis dalam rangkaian Bakti Ter Prima TNI memperingati HUT ke-80 TNI tahun 2025.

Kegiatan sederhana namun penuh makna itu berlangsung hangat. Para prajurit TNI dengan ramah menyapa dan menyerahkan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah, yang tampak antusias dan senang bisa berinteraksi langsung dengan sosok yang mereka kagumi.

Pasi Teritorial Kodim 1431/Bombana, Kapten Inf Sulistianto, mengatakan bahwa pembagian makanan ini adalah wujud kepedulian TNI terhadap generasi penerus bangsa.

“Kami ingin anak-anak tumbuh sehat, semangat, dan terus berprestasi. Kehadiran TNI di sini adalah untuk mendukung dan memberi motivasi, sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menegaskan bahwa HUT TNI ke-80 tahun ini menjadi momentum untuk semakin dekat dengan rakyat.

“Selain pembagian makanan bergizi, kami juga menggelar karya bakti dan pembagian bantuan sosial. Semua kegiatan ini dilakukan oleh jajaran Koramil sebagai bukti nyata TNI hadir untuk masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan sosial ini adalah bentuk pengabdian yang tulus.

“TNI tidak pernah lepas dari rakyat. Dari rakyat TNI lahir, bersama rakyat TNI kuat, dan untuk rakyat TNI berjuang,” ungkap Letkol Andi Irfandi.

Sementara itu, Kepala SDN 08 Kasipute, Hj. Rosmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.

“Kegiatan ini membawa kebahagiaan bagi siswa kami. Mereka bukan hanya mendapat makanan sehat, tetapi juga pengalaman berharga bisa bersama TNI. Ini tentu menjadi motivasi positif bagi anak-anak,” katanya.

Tawa riang anak-anak yang menikmati santapan bergizi bersama prajurit TNI menjadi penutup manis acara tersebut. Di balik kesederhanaannya, kegiatan ini meninggalkan pesan mendalam: TNI dan rakyat adalah satu, berjalan bersama dalam suka maupun duka demi masa depan bangsa. (Pendim)




Peringati HUT ke-80 TNI, Koramil 01/Rumbia Gelar Bhakti Ter Prima Bersihkan Pasar Tadoha Mapaccing

Bombana, SultraNET.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Koramil 1431-01/Rumbia menggelar kegiatan Bhakti Ter Prima berupa kerja bakti pembersihan Pasar Central Tadoha Mapacci, Desa Tapuhahi, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Jumat, (19/9). Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat, pelajar, hingga aparat pemerintah.

Kerja bakti dipimpin langsung oleh Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin. Turut hadir mendukung kegiatan ini, Kepala Dinas Perindag Kabupaten Bombana, Azis Fair, S.Sos, Camat Rumbia Tengah Yusuf Alison, S.Sos., M.M bersama jajaran, Kapolsek Rumbia Ipda Rais Saini beserta anggota, Danposal Letda Laut (E) Firman Afianto, Kepala Seksi Operasi Satpol PP Suriadi, bersama Anggotanya, serta Kepala Desa Tapuhahi Sulfandi, SKM bersama aparat desa.

Selain aparat, kegiatan ini juga diikuti siswa-siswi dari SMKN 2 Bombana dan MAN 1 Bombana, serta masyarakat Desa Tapuahi dan pedangan Sekitar 100 orang bahu membahu membersihkan area pasar, mulai dari drainase, halaman, hingga los-los pedagang yang tampak kotor. Suasana kebersamaan tampak jelas ketika aparat, pelajar, dan masyarakat saling bergotong royong.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, mengatakan bahwa kegiatan Bhakti Ter Prima ini menjadi bentuk nyata kedekatan TNI dengan masyarakat.

“Kami ingin momentum HUT TNI ke-80 ini diisi dengan kegiatan yang bermanfaat langsung untuk masyarakat. Pembersihan pasar ini agar lingkungan lebih sehat dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” ujarnya.

Camat Rumbia Tengah, Yusuf Alison, juga mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam kerja bakti ini sangat penting. Pasar bersih akan menciptakan lingkungan yang sehat, dan tentunya mendukung aktivitas ekonomi warga,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan Bhakti Ter Prima dilakukan serentak di beberapa wilayah.

“Bukan hanya di Rumbia, Koramil Poleang juga melaksanakan kegiatan serupa dengan sasaran membersihkan Pantai Bambaea. Ini adalah wujud komitmen TNI untuk hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan karya bakti akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama seperti ini semakin memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.




Polres Bombana Ajak Mahasiswa Lawan Narkoba

Bombana, sultranet.com – Polres Bombana terus gencar mengkampanyekan gerakan hidup sehat tanpa narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan yang digelar di Kampus Politeknik Bombana, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Kamis (18/9/2025).

Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 hingga 12.00 Wita itu dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Bombana, AKP Muh. Arman, S.H., M.H. Di hadapan mahasiswa, ia memaparkan materi dengan tema “Membentuk Generasi Emas Tanpa Narkoba di Lingkungan Perguruan Tinggi Politeknik Bombana.”

Suasana penyuluhan berlangsung serius namun tetap interaktif. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti jalannya paparan. Bagi aparat kepolisian, mahasiswa adalah bagian penting dalam upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba. Sebab, mereka dianggap sebagai garda depan yang akan menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

AKP Muh. Arman menegaskan bahwa dunia kampus harus menjadi benteng pertama dalam melawan bahaya narkoba. Ia mengingatkan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga masa depan generasi muda.

“Narkoba bisa menghancurkan hidup, merusak cita-cita, bahkan merenggut masa depan. Karena itu, saya mengajak seluruh mahasiswa untuk bersama-sama membantu mencegah peredaran narkoba,” ujarnya.

Ia menambahkan, generasi emas yang diharapkan pemerintah dan masyarakat hanya bisa terwujud jika mahasiswa terbebas dari pengaruh narkoba. Menurutnya, menjaga diri dari narkoba sama artinya dengan menjaga keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Selain itu, ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau bujukan untuk mencoba narkoba, baik melalui pergaulan maupun tawaran yang tampak menggiurkan. Dalam penyampaiannya, AKP Muh. Arman menekankan bahwa langkah pencegahan harus dimulai dari kesadaran pribadi.

“Awalnya mungkin coba-coba, tapi lama-lama bisa ketergantungan. Karena itu, jangan pernah memberi ruang sedikitpun untuk narkoba masuk dalam kehidupan kita,” katanya.

Penyuluhan ini menjadi bagian dari strategi Polres Bombana untuk memperkuat edukasi pencegahan di lingkungan pendidikan. Dengan pendekatan humanis, kepolisian berharap mahasiswa bisa menjadi teladan di tengah masyarakat.

Mahasiswa Politeknik Bombana yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik penyuluhan ini. Bagi mereka, pesan yang disampaikan bukan hanya sekadar ajakan, tetapi juga sebuah tanggung jawab moral sebagai generasi penerus bangsa.

Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama untuk membangun komitmen menjadikan kampus sebagai zona bebas narkoba. Semangat itu diharapkan tidak berhenti pada acara ini saja, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa.

Dengan demikian, Polres Bombana berharap penyuluhan ini bisa melahirkan kesadaran kolektif bahwa melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tugas seluruh masyarakat, terutama generasi muda yang tengah menempuh pendidikan tinggi.




Inspektorat Bombana Perkuat Tata Kelola Desa Lewat Pendampingan Keuangan

Bombana, sultranet.com – Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana terus memperkuat tata kelola pemerintahan desa melalui kegiatan pendampingan yang digelar sepanjang September 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Inspektur Pembantu Wilayah III, H. Akhmad Amin, S.Pd., M.Pd., bersama staf dan auditor, dengan melibatkan camat, kepala desa, dan kaur keuangan desa.

Pendampingan awal dilaksanakan di Kecamatan Rumbia dan Kecamatan Rarowatu. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan keuangan desa sesuai Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, tata cara pemungutan dan pembayaran pajak, serta mekanisme belanja modal yang melibatkan masyarakat. Selain itu, aturan pengadaan barang dan jasa desa juga dipaparkan sesuai Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2019 serta Peraturan Bupati Bombana Nomor 9 Tahun 2020.

Inspektur Pembantu Wilayah III, H. Akhmad Amin, mengatakan pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Regulasi tersebut menegaskan bahwa bupati atau wali kota dibantu oleh camat dan inspektorat dalam melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap desa.

“Pendampingan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan keuangan desa. Kami ingin memastikan laporan pertanggungjawaban dan pelaksanaan tugas lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Akhmad Amin.

Ia menambahkan, setelah Kecamatan Rumbia dan Rarowatu, kegiatan serupa akan digelar di kecamatan lain di Bombana. Tujuannya agar seluruh desa memiliki pemahaman yang sama dalam tata kelola keuangan sehingga potensi masalah dapat ditekan sejak dini.

Sementara itu, Ketua Tim, Indra Jaya, S.IP., menuturkan bahwa kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para kepala desa. Menurutnya, banyak peserta yang merasa pendampingan ini memberi manfaat nyata dalam memperkuat pemahaman mereka terhadap regulasi.

“Pendampingan dari Inspektorat sangat membantu kami memahami aturan yang sebelumnya masih kurang dipahami. Dengan adanya kegiatan ini, kami semakin mengerti regulasi terkait pengelolaan keuangan desa, sehingga potensi masalah di kemudian hari dapat diminimalisir,” ungkap salah seorang kepala desa yang ikut dalam pendampingan.

Inspektorat Bombana menegaskan, pendampingan desa bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata dalam membangun kepercayaan publik melalui pengelolaan keuangan yang transparan. Kehadiran camat, kepala desa, hingga perangkat desa dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antarpemangku kepentingan sangat penting demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.

Lebih jauh, kegiatan ini juga meneguhkan peran Inspektorat sebagai mitra strategis desa. Dengan mengedepankan pendekatan persuasif, Inspektorat berupaya agar kepala desa tidak melihat pengawasan sebagai beban, melainkan sebagai ruang belajar untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

“Intinya, kami tidak ingin kepala desa merasa diawasi dalam arti sempit. Kami hadir untuk mendampingi, memberikan pemahaman, dan memastikan regulasi dijalankan secara tepat. Karena pada akhirnya, desa yang kuat akan membuat daerah semakin maju,” tutur Akhmad Amin menutup.

Kegiatan pendampingan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan tata kelola desa di Bombana. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan keterlibatan aktif perangkat desa, harapan untuk mewujudkan desa yang mandiri, akuntabel, dan transparan kian terbuka lebar.




Sinergi Babinsa, Komponen Pendukung, dan Warga Wujudkan Keamanan Lingkungan di Rumbia

Bombana, Sultranet.com – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama komponen pendukung dan Warga melaksanakan patroli malam atau siskamling di Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan rasa aman di tengah warga. Rabu, (17/09/2025)

Dalam patroli tersebut, hadir tiga personel Koramil dipimpin Sertu Juni, satu anggota FKPPI, satu anggota Satpol PP, serta lima orang masyarakat. Mereka menyusuri beberapa titik rawan di lingkungan 1, lingkungan 2, dan lingkungan 3.

Sertu Juni menjelaskan, patroli ini tidak hanya sebagai langkah pencegahan tindak kriminalitas, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan antara aparat dan masyarakat.

“Kami mengajak warga agar ikut aktif menjaga lingkungan dengan membuat jadwal piket yang jelas dan melakukan patroli secara rutin,” ujarnya.

Selain itu, Babinsa juga memberikan pesan agar masyarakat tidak segan melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan.

“Apabila ada hal yang dianggap berpotensi mengganggu ketertiban, segera laporkan kepada Babinsa atau pihak berwajib agar cepat ditindaklanjuti,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Danramil 1431-03/Poleang, Kapten Inf Syafaruddin, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Patroli yang dilakukan Babinsa bersama warga Lampopala ini merupakan bentuk sinergi yang baik. Kehadiran masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan keamanan,” katanya.

Lebih lanjut, Kapten Syafaruddin menegaskan bahwa kebersamaan aparat dan masyarakat adalah modal penting dalam menjaga stabilitas lingkungan.
“Kalau semua komponen bersatu, maka potensi gangguan bisa ditekan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman di wilayah Rumbia,” pungkasnya. (Pendim)




Bupati Bombana Ajak Teladani Akhlak Rasulullah di Peringatan Maulid Nabi

Bombana, sultranet.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Bombana berlangsung khidmat dengan menghadirkan nuansa kebersamaan dan penuh makna. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bombana ini dihadiri langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, Senin (15/09/2025).

Dalam acara bertema “Ciptakan Generasi Berilmu, Berkarakter, dan Berbudaya untuk Kabupaten Bombana” tersebut, Bupati menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam membangun generasi yang berilmu dan berkarakter.

“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, mari kita jadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman. Dengan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berbudaya, InsyaAllah Bombana akan semakin maju dan sejahtera,” ujar Bupati Burhanuddin dalam sambutannya.

Acara yang dipusatkan di lingkungan Dinas Dikbud Bombana itu juga dihadiri Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, kepala sekolah, guru, serta peserta didik dari berbagai satuan pendidikan. Kehadiran mereka mempertegas bahwa momentum peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, melainkan ajang memperkuat nilai moral dan spiritual di tengah masyarakat, khususnya dunia pendidikan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat, tausiyah agama, hingga doa bersama. Suasana khidmat tercipta saat jamaah larut dalam lantunan shalawat yang menggema. Tausiyah yang disampaikan para ulama juga menekankan pentingnya meneladani sikap Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

Selain bernuansa religius, peringatan Maulid Nabi di Dinas Dikbud Bombana juga menghadirkan kepedulian sosial. Panitia menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim piatu. Bantuan itu diharapkan tidak hanya meringankan beban mereka, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus menuntut ilmu dan menggapai cita-cita.

“Anak-anak yatim piatu ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Kami ingin mereka merasakan bahwa pemerintah hadir untuk memberi semangat dan dukungan, terutama dalam pendidikan mereka,” kata salah seorang panitia pelaksana.

Di sela acara, para guru dan tenaga pendidik menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pemerintah daerah yang menjadikan Maulid Nabi sebagai ruang pembelajaran nilai-nilai keteladanan. Para peserta didik tampak antusias mengikuti kegiatan, seakan mendapat energi baru untuk terus belajar dan berbuat baik.

Bupati Burhanuddin dalam kesempatan itu juga menegaskan bahwa pendidikan di Bombana harus terus diarahkan pada pembentukan karakter. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur atau ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral generasi mudanya.

“Bombana membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. Karena sejatinya, kemajuan daerah akan bertahan lama jika dibangun di atas fondasi nilai-nilai moral dan spiritual,” tambahnya.

Dengan terselenggaranya peringatan Maulid Nabi ini, diharapkan seluruh peserta, baik dari kalangan pendidik, pelajar, maupun masyarakat umum, dapat meneladani Rasulullah SAW dan mengimplementasikan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan refleksi bersama, bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga penanaman nilai dan budaya luhur.

Acara ditutup dengan doa bersama, penuh harap agar Kabupaten Bombana semakin diberkahi, damai, dan sejahtera. Nuansa kebersamaan terasa kental, mempertegas bahwa semangat meneladani Rasulullah dapat menjadi pengikat harmoni sosial dan pendorong kemajuan daerah.




Perkuat Tata Kelola Keuangan Desa, Inspektorat Bombana Gelar Pendampingan di Rumbia dan Rarowatu

Bombana, sultranet.com – Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa terus dilakukan Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana. Melalui Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah III, tim auditor turun langsung memberikan pendampingan kepada pemerintah desa di Kecamatan Rumbia dan Kecamatan Rarowatu sepanjang September 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang akuntabel dan transparan.

Pendampingan dipimpin oleh Irban Wilayah III, H. Akhmad Amin, S.Pd., M.Pd., bersama staf dan auditor. Camat, kepala desa, hingga kaur keuangan desa turut hadir mengikuti jalannya pendampingan. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan keseriusan pemerintah desa dalam memperbaiki tata kelola dan memahami aturan yang berlaku.

Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan desa sesuai Permendagri Nomor 20 Tahun 2018, tata cara pemungutan dan pembayaran pajak, serta mekanisme belanja modal yang diserahkan kepada masyarakat. Selain itu, tim juga membedah regulasi pengadaan barang dan jasa sesuai Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2019 dan Peraturan Bupati Bombana Nomor 9 Tahun 2020.

Menurut H. Akhmad Amin, pendampingan ini sejalan dengan amanat PP Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Regulasi tersebut menegaskan peran bupati, camat, dan inspektorat dalam melakukan pembinaan dan pengawasan desa.

“Pendampingan ini bertujuan menjaga akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan keuangan desa. Kami ingin memastikan bahwa laporan pertanggungjawaban dan pelaksanaan tugas lainnya berjalan sesuai peraturan,” ungkap Akhmad Amin. (17/9)

Ia menambahkan, setelah Kecamatan Rumbia dan Rarowatu, program serupa akan dilanjutkan ke kecamatan lain di Bombana. Harapannya, seluruh desa dapat memiliki pemahaman yang sama dalam mengelola keuangan secara tertib dan transparan.

Sambutan positif datang dari para kepala desa yang mengikuti kegiatan. Mereka mengaku pendampingan ini membuka wawasan baru, terutama terkait regulasi yang sebelumnya belum sepenuhnya dipahami.

“Pendampingan dari Inspektorat sangat membantu kami memahami aturan. Sekarang kami semakin mengerti bagaimana mengelola keuangan desa agar potensi masalah bisa diminimalisir,” ujar salah seorang kepala desa.

Ketua tim pendampingan, Indra Jaya, S.IP., menambahkan bahwa partisipasi aktif dari para kepala desa menjadi tanda kesadaran yang terus tumbuh dalam pengelolaan keuangan desa. Menurutnya, sinergi antara Inspektorat dan pemerintah desa akan memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan desa di Bombana.

Dengan pendampingan berkelanjutan, pemerintah daerah berharap desa-desa di Bombana tidak hanya mampu mengelola dana secara transparan, tetapi juga menjadikannya sebagai instrumen pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.