Gelar Syukuran HUT RI KE 80, Kodim Bombana serahkan Hadiah Pemenang Lomba

Bombana, Sultranet.com – Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan terasa di Aula Serbaguna Makodim 1431/Bombana, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, saat Kodim 1431/Bombana menggelar syukuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Selasa, (19/08/2025). Acara tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba tujuhbelasan yang sebelumnya digelar Kodim Bombana.

Acara syukuran ini dihadiri jajaran perwira, personel TNI, hingga Persit KCK Cabang LXIV Dim Bombana. Hadir pula Ketua Persit KCK Cabang LXIV Dim Bombana, Ny. Rafika Andi Irfandi, Kapten Inf Mustapa (Pasi Pers Kodim 1431/Bombana), Kapten Cba Heri Iswanto (Pasi Log Kodim 1431/Bombana), Kapten Inf Syafaruddin (Danramil 1431-01/Rumbia), serta para pengurus dan anggota Persit.

Dandim 1431/Bombana yang diwakil Kasdim 1431/Bombana, Mayor Arm Bambang Wardiyanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memaknai peringatan HUT RI sebagai momentum untuk terus menyalakan semangat perjuangan.

“Kita berkumpul di tempat ini dalam acara syukuran memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80. Semangat kemerdekaan yang berkobar di dada para pahlawan, semoga terus menyala dalam setiap langkah kita membangun bangsa,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan. Menurutnya, perlombaan tujuhbelasan bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga wahana memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan jiwa juang generasi penerus.

“Terima kasih kepada panitia dan peserta lomba. Semangat kalian adalah cermin dari tekad bangsa untuk terus maju,” tambahnya.

Momen yang paling ditunggu-tunggu adalah penyerahan hadiah bagi pemenang lomba. Para peserta yang meraih juara tampak bahagia menerima apresiasi tersebut. Mayor Bambang menegaskan, kemenangan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk meraih prestasi yang lebih besar.

“Kemenangan ini bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi awal dari tantangan yang lebih besar untuk terus berprestasi demi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Mayor Bambang juga memberi semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih juara. “Kepada para pemenang, saya ucapkan selamat. Jadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Ingatlah, kegagalan adalah awal dari keberhasilan,” katanya penuh motivasi.

Acara ditutup dengan doa bersama, meneguhkan harapan agar semangat kemerdekaan tetap menyala di setiap langkah. Kodim 1431/Bombana berharap momentum ini dapat menjadi inspirasi untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara. (Pendim)




Gunakan Material Ilegal, Proyek 3,2 Miliar di Pengadilan Agama Wangi-wangi Terindikasi Sarat Korupsi

Wakatobi, sultranet.com | Larangan tambang ilegal terus digaungkan pemerintah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih ada pihak yang bermain-main dengan aturan. Salah satunya terindikasi dalam proyek pembangunan sarana lingkungan Kantor Pengadilan Agama Wangi-wangi yang dikerjakan oleh CV Pelangi.

Hasil penelusuran media ini menemukan, material galian bebatuan yang dipakai dalam proyek tersebut kuat diduga berasal dari tambang ilegal yang beroperasi di sejumlah titik di Wangi-wangi. Dugaan itu semakin menguat setelah pelaksana kontraktor sendiri mengaku tidak tahu asal-usul material yang dipakai.

“Kami juga tidak tahu, jadi kami hanya menerima dari konsultan pengawas,”ujar Didin, pelaksana kontraktor, Senin (11/11/25).

Pernyataan serupa juga dilontarkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pengadilan Agama Wangi-wangi. Ia menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR sebelum proyek berjalan.

“Kalau di RAB-nya itu menggunakan tanah uruk,” ungkapnya.

Pernyataan yang saling lempar tanggung jawab ini justru menimbulkan kecurigaan publik. Sebab, jika material yang digunakan benar berasal dari tambang ilegal, maka kontraktor terindikasi telah membeli material yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Material ilegal umumnya dibeli dengan harga lebih murah, sehingga membuka peluang adanya penyimpangan anggaran bahkan korupsi.

Secara hukum, penggunaan material tersebut juga berpotensi menjerat banyak pihak:

Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Pasal 480 KUHP tentang penadahan, dengan ancaman hukuman penjara hingga 4 tahun.

Lebih jauh, hasil penelusuran media mendapati bahwa pemasok material galian ilegal untuk proyek ini diduga seorang pegawai bank Himbara yang bertugas di Wakatobi.

Tak berhenti di situ, proyek bernilai Rp3,2 miliar ini juga disorot karena penggunaan paving block yang diduga tidak memiliki legalitas resmi. Sejumlah aktivis lokal kini mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan, mengingat kasus ini tidak hanya menyangkut pelanggaran administrasi, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara.




Bupati Burhanuddin Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-80 di Bombana

Bombana, sultranet.com – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bombana resmi ditutup dengan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat di Lapangan Eks MTQ/RTH Rumbia Tengah, Minggu sore (17/8/2025).

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dengan penuh wibawa, ia memimpin jalannya prosesi penurunan bendera yang menjadi penutup dari seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan di daerah tersebut.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kembali menunjukkan disiplin dan kekompakan saat menurunkan Sang Merah Putih. Setelah pada pagi hari sukses mengibarkan bendera, sore itu mereka menuntaskan tugas mulia dengan langkah tegap, teratur, dan penuh kehormatan.

Suasana sore yang teduh menambah kekhidmatan upacara. Ratusan masyarakat tetap bertahan menyaksikan prosesi hingga akhir, bergabung bersama jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Bombana, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, pejabat pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, organisasi masyarakat, serta tokoh-tokoh yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat aktif menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Bombana. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam membangun daerah.

“Momentum kemerdekaan ini harus menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan Bombana. Semangat persatuan dan gotong royong adalah kunci menuju kemajuan daerah kita tercinta,” ujar Bupati Burhanuddin.

Peringatan HUT ke-80 RI di Bombana diawali dengan apel kehormatan, dilanjutkan upacara detik-detik proklamasi, pesta rakyat, hingga penurunan bendera. Semua rangkaian berjalan tertib dan penuh rasa nasionalisme. Kehadiran masyarakat yang tetap antusias mengikuti setiap kegiatan menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup dalam kebersamaan warga Bombana.

Selain menjadi agenda kenegaraan, upacara tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Bupati Burhanuddin menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan para pendiri bangsa dengan menghadirkan karya nyata dalam pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Ia berharap, semangat peringatan HUT ke-80 RI dapat menjadi energi baru dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, hingga generasi muda. “Dengan kebersamaan, kita bisa melangkah lebih jauh dan menghadirkan Bombana yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” tambahnya.

Masyarakat yang hadir pun merasakan kebanggaan tersendiri. Kehadiran Bupati, Wakil Bupati, hingga tokoh-tokoh daerah memberi makna lebih dalam terhadap prosesi penurunan bendera, yang bukan hanya seremoni tahunan, melainkan juga momentum membangun optimisme bersama.

Upacara penurunan bendera Merah Putih tahun ini menjadi penutup penuh makna dari peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Bombana. Dengan khidmat, tertib, dan penuh rasa nasionalisme, prosesi tersebut meninggalkan pesan bahwa semangat persatuan tetap menjadi fondasi penting untuk mewujudkan cita-cita pembangunan daerah.




Bupati Burhanuddin: HUT RI Momentum Membangun Bombana Berdaya Saing

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Malam Ramah Tamah dan Pesta Rakyat Berani Merdeka sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Kasipute, Minggu malam, 17 Agustus 2025. Acara berlangsung meriah dengan suasana penuh kebahagiaan dan kebersamaan warga.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bombana. Turut mendampingi Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, Ketua DPRD Bombana Iskandar, S.P, jajaran Forkopimda, Pj Sekretaris Daerah Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, serta kepala OPD, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang antusias meramaikan alun-alun.

Dalam sambutannya, Burhanuddin menegaskan bahwa peringatan HUT RI harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni. “Tema HUT RI tahun ini sejalan dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Bombana, yaitu Bombana Berdaya Saing Agrominapolitan. Melalui program pembangunan yang efektif dan pengelolaan potensi daerah secara berkelanjutan, kita optimis Bombana akan semakin maju dan berdaya saing di masa depan. Saya juga memberikan apresiasi khusus kepada anak-anak Paskibraka 2025 yang telah sukses melaksanakan tugas mulia dengan penuh disiplin dan semangat,” ujarnya.

Foto bersama Forkopimda Kabupaten Bombana
Foto bersama Forkopimda Kabupaten Bombana

Rangkaian acara diwarnai penampilan tari kreasi daerah, musik dari Vanilla Stage, lantunan suara Amira Julan, serta petikan gitar khas musisi lokal Indra, gitaris Rain. Suasana menjadi semakin akrab ketika Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda ikut bernyanyi dan berjoget bersama masyarakat, memperlihatkan eratnya hubungan pemerintah dan rakyat.

Malam ramah tamah juga menjadi ajang penyerahan hadiah bagi pemenang lomba yang digelar sebelumnya, seperti Defile, Kebersihan Kantor, Kuliner, Mini Soccer antar OPD, serta gerak jalan antar sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA. Tepuk tangan, sorak-sorai, dan tawa warga mewarnai suasana hingga akhir acara.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi simbolis penekanan lima jari pada layar LED oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua TP PKK, Wakil Ketua TP PKK, dan Forkopimda Bombana sebagai tanda ditutupnya seluruh rangkaian peringatan HUT RI ke-80.

Perayaan ini meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Bombana sekaligus menumbuhkan semangat baru untuk bersama-sama membangun daerah menuju Bombana Berdaya Saing Agrominapolitan.




Paskibraka Bombana Tetap Tegap Turunkan Merah Putih di Tengah Hujan Deras

Bombana, sultranet.com — Hujan deras yang mengguyur halaman eks MTQ Kabupaten Bombana sore tadi tidak menyurutkan semangat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam melaksanakan upacara penurunan bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan langkah tegap dan formasi yang terjaga rapi, Pasukan 8 tampil penuh dedikasi dalam menjalankan tugasnya. Meski seragam basah kuyup dan Sang Merah Putih terasa berat karena air hujan, mereka tetap disiplin hingga prosesi berakhir khidmat.

Komandan Pleton 8, Anas, siswa dari SMAN 10 Bombana, memimpin jalannya upacara dengan ketenangan dan ketegasan. Penampilannya mencerminkan hasil pembinaan intensif selama satu bulan penuh dalam pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka.

Pada barisan inti, Bayu Adha Pratama dari SMAN 03 Bombana dipercaya sebagai pembentang bendera. Ia bekerja sama dengan Muhammad Dewa dari SMKN 05 Bombana yang bertugas menurunkan Sang Merah Putih. Sementara itu, Ajeng Dwi Musti Kusmadi dari SMAN 03 Bombana didaulat sebagai pembawa baki. Ketiganya berhasil menuntaskan tugas meski cuaca menjadi tantangan besar.

Proses penurunan bendera berlangsung dengan penuh presisi. Tepuk tangan dari para tamu undangan dan peserta upacara yang bertahan di tengah guyuran hujan menjadi bentuk apresiasi nyata. Momentum itu sekaligus menegaskan makna pengabdian generasi muda terhadap simbol negara.

“Kami diajarkan bahwa disiplin dan tanggung jawab adalah harga mati. Hujan bukan alasan untuk mundur dari tugas negara,” ungkap salah seorang anggota Paskibraka usai prosesi.

Bagi masyarakat yang menyaksikan, keberanian dan keteguhan para pelajar Bombana ini menjadi cermin semangat kebangsaan yang tak lekang oleh cuaca. Mereka memperlihatkan bahwa mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih bukan sekadar seremonial, melainkan kehormatan yang dijunjung tinggi.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama jajaran Forkopimda, turut menyaksikan prosesi tersebut. Kehadiran para pemimpin daerah di tengah hujan deras menambah khidmat suasana dan memperlihatkan dukungan penuh kepada generasi penerus bangsa.

Rangkaian upacara penurunan bendera ini menjadi penutup peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bombana. Momen itu meninggalkan kesan mendalam sekaligus menumbuhkan rasa bangga atas dedikasi Paskibraka.

Di tengah derasnya hujan, semangat para pelajar yang tergabung dalam pasukan pengibar bendera seakan menjadi simbol bahwa estafet perjuangan bangsa tetap terjaga. Generasi muda Bombana menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap Merah Putih akan selalu dipegang teguh, apapun tantangannya.

Dengan semangat patriotisme yang menyala, upacara penurunan bendera di Bombana bukan hanya menutup rangkaian peringatan kemerdekaan, tetapi juga meneguhkan keyakinan bahwa nilai kebangsaan tetap hidup di hati generasi muda.




Pawai Merah Putih di Laut Bombana Jadi Tradisi Baru Peringatan HUT RI

Bombana, sultraneet.com — Laut pesisir Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, berubah menjadi lautan merah putih saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025). Sebanyak 110 perahu nelayan berlayar dengan hiasan bendera merah putih, menciptakan panorama spektakuler di tengah semangat kebersamaan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini lahir dari ide sederhana seorang Babinsa, Sertu Amiruddin Abdul Madjid Way, yang sehari-hari bertugas mendampingi warga di Desa Lampata. Setelah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bombana menyalurkan bendera merah putih sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera, Amiruddin mengajak masyarakat untuk mengibarkannya di laut. Mengingat sebagian besar warga desa berprofesi sebagai nelayan, ajakan itu langsung disambut hangat dan berkembang menjadi sebuah pawai laut.

“Inilah cara sederhana kita mengisi kemerdekaan. Kita tidak lagi berperang, kita hanya diminta meluangkan waktu untuk merayakan kemerdekaan dengan cara kita. Mari kita semarakkan HUT RI ke-80 dengan pawai merah putih di laut,” kata Amiruddin kepada warga saat mempersiapkan kegiatan.

Gagasan itu kemudian dikomunikasikan ke Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, yang segera membawa ide tersebut kepada Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Dukungan penuh pun diberikan, termasuk dari Camat Rumbia Tengah, Yusuf Alison, S.Sos., MM, bersama pemerintah kecamatan, stakeholder terkait, dan tentu saja masyarakat pesisir yang dengan gotong royong menghias perahu mereka.

Hasilnya, Minggu siang ratusan perahu berlayar dari berbagai desa di Rumbia Tengah. Bendera merah putih berkibar gagah di tengah laut, menebarkan suasana haru sekaligus kebanggaan. Panorama itu bukan hanya sekadar hiasan, melainkan simbol semangat juang dan cinta tanah air yang tetap hidup di hati masyarakat Bombana.

Bupati Burhanuddin yang membuka resmi kegiatan itu usai memimpin upacara pengibaran bendera di Lapangan eks MTQ Bombana, menyampaikan apresiasi tinggi. “Semangat nasionalisme tidak hanya berkibar di daratan, tetapi juga bergelora dari laut. Ini adalah simbol bahwa seluruh elemen masyarakat Bombana, dari pegunungan hingga pesisir, turut menjaga dan merayakan kemerdekaan bangsa,” ujarnya.

Bupati menegaskan, pawai merah putih di laut akan dijadikan agenda tahunan perayaan HUT RI di Bombana. “Ini bukan sekadar pawai, tapi simbol kuat persatuan dari laut untuk Indonesia. Tahun depan dan seterusnya, kita akan lanjutkan tradisi ini,” tegasnya.

Masyarakat pun antusias. Banyak di antara mereka yang merasa bangga dapat memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan cara yang khas dan menyentuh hati. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat nasionalisme masyarakat Bombana tetap terjaga, hanya saja perlu dorongan dan ruang untuk mengekspresikannya.

Pawai laut yang lahir dari ide sederhana seorang Babinsa dan dukungan berbagai pihak itu kini menjadi ikon baru peringatan kemerdekaan di Bombana. Lebih dari sekadar konvoi perahu, kegiatan tersebut adalah pesan persatuan yang lahir dari laut untuk Indonesia.




Meriah dan Khidmat, Upacara HUT ke-80 RI di Bombana Berlangsung Penuh Makna

Bombana, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dengan khidmat di Lapangan RTH/Ex MTQ Bombana, Sabtu (17/8/2025). Sejak pagi, ratusan peserta telah memadati lapangan untuk mengikuti jalannya upacara penuh makna ini.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bertindak sebagai inspektur upacara didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bombana. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat semangat persatuan dan kerja bersama. “Hari ini kita bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk membangun Bombana yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Pasukan Paskibraka yang berjumlah 74 orang putra-putri terbaik dari seluruh kecamatan di Bombana berhasil mengibarkan Sang Merah Putih dengan sempurna. Prosesi ini diiringi lantunan Lagu Indonesia Raya oleh Korsik Pemda Bombana. Suasana semakin khidmat ketika paduan suara Wonuaku Bombana menyanyikan lagu kebangsaan dan hymne perjuangan.

Pembacaan naskah proklamasi oleh Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Iskandar, SP, menjadi momen yang membuat seluruh peserta upacara larut dalam rasa haru dan kebanggaan. Peserta upacara tampak khusyuk, mulai dari jajaran pejabat daerah hingga masyarakat umum.

Sejumlah tokoh hadir dalam upacara ini, di antaranya Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, bersama Wakil Ketua TP PKK, jajaran Forkopimda, Pj. Sekda, Asisten/Staf Ahli Bupati, kepala OPD, camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Bombana, unsur TNI/Polri, pelajar, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum termasuk para orang tua anggota Paskibraka. Kehadiran mereka menambah suasana kebersamaan dalam memperingati hari bersejarah ini.

Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan berbagai penghargaan dan bantuan sosial. Bupati Bombana menyerahkan piagam penghargaan lomba inovasi OPD, bantuan sosial dari Baznas Bombana, santunan JKM Non ASN Non Kategori dari Dinas Kesehatan, serta penyerahan Jaminan Hari Tua dari PT. Tonia Mitra Sejahtera. “Ini adalah wujud kepedulian pemerintah daerah bersama mitra dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Burhanuddin.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, peserta Paskibraka, dan seluruh tamu undangan. Senyum bangga para peserta Paskibraka dan orang tua mereka menjadi penanda bahwa perayaan HUT RI ke-80 di Bombana meninggalkan kesan mendalam.

Peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum kebersamaan dan harapan baru bagi seluruh masyarakat Bombana. Dengan semangat gotong royong dan komitmen untuk maju bersama, upacara ini diharapkan menjadi inspirasi dalam mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.




Disdukcapil Bombana Gelar Family Gathering Meriah untuk Perkuat Kekompakan ASN

Bombana, sultranet.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dengan menggelar Family Gathering selama dua hari, 13–14 Agustus 2025. Acara yang berlangsung di halaman kantor Disdukcapil Bombana itu dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Firdaus, S.Pd., MM, dan diikuti seluruh ASN lintas bidang.

Kegiatan bertema “Membangun Semangat Melayani dan Mempererat Kebersamaan” ini menghadirkan berbagai perlombaan antarbidang yang berlangsung meriah. Lomba jalan sendok dan kelereng, lari karung, estafet kardus, bola gotong, tarik tambang, hingga menggiring bola menggunakan terong menjadi hiburan tersendiri bagi peserta. Meski suasana dipenuhi tawa, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Seluruh lomba dijadwalkan tanpa mengganggu rutinitas pelayanan publik.

Firdaus mengatakan kegiatan ini digelar untuk memperkuat hubungan kerja antarpegawai dan memberikan ruang penyegaran di tengah kesibukan melayani masyarakat. “Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tapi juga membangun semangat kekeluargaan dan mempererat komunikasi lintas bidang. Saya berharap semangat seperti ini terus menyala dalam setiap tugas pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Sekretaris Disdukcapil menambahkan bahwa suasana kerja yang sehat dibangun dari interaksi positif antarpegawai. “Lewat Family Gathering ini, energi positif bisa menyebar ke seluruh lini,” katanya.

Seluruh kepala bidang turut ambil bagian dalam lomba, memberi warna tersendiri pada acara tersebut. Kabid Dafduk mengenang keseruan lomba kardus. “Lomba estafet kardus bikin saya nostalgia masa kecil. Tapi yang lebih penting, kami jadi makin solid antar bidang,” ucapnya.

Sementara Kabid Capil menilai kegiatan ini membuka ruang komunikasi yang lebih cair. “Senang sekali bisa ikut lomba bersama staf. Hubungan jadi lebih cair, kekompakan meningkat,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan Kabid PDIP. Menurutnya, kegiatan ini efektif melepas penat dan memperkuat kerja sama untuk menghadapi tugas ke depan. “Ternyata menggiring bola pakai terong itu susah, tapi bikin ngakak. Tapi justru dari sini semangat tim terbentuk,” katanya.

Pihak Disdukcapil berharap kegiatan Family Gathering dapat menjadi agenda rutin tahunan, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai langkah memperkokoh budaya kerja yang harmonis, melayani dengan hati, dan menjaga semangat kebersamaan dalam pelayanan administrasi kependudukan.

Acara dua hari ini menjadi momentum bagi jajaran Disdukcapil Bombana untuk memperbarui komitmen dalam memberi layanan optimal kepada masyarakat, sejalan dengan semangat kemerdekaan yang selalu menginspirasi. Bombana, 13–14 Agustus 2025.




Upacara HUT ke-80 RI di Bombana Berlangsung Khidmat

Bombana, sultranet.com – Upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Bombana berlangsung khidmat di Lapangan RTH/Ex MTQ Bombana, Sabtu (17/8/2025). Sejak pagi, ratusan peserta telah memadati area upacara untuk mengikuti prosesi resmi yang dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si.

Sebagai inspektur upacara, Bupati Burhanuddin memimpin jalannya peringatan secara tegas dan tertib. Pasukan Paskibraka yang beranggotakan 74 putra-putri terbaik dari seluruh kecamatan di Bombana berhasil mengibarkan Sang Merah Putih dengan sempurna. Pengibaran bendera berlangsung diiringi korsik Pemerintah Daerah Bombana, sementara Paduan Suara Wonuaku Bombana memperkuat suasana dengan lagu kebangsaan dan hymne perjuangan. Ketua DPRD Bombana Iskandar, SP membacakan naskah proklamasi dengan lantang di hadapan seluruh peserta upacara.

Sejumlah pejabat turut hadir, termasuk Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si bersama Wakil Ketua TP PKK Bombana, jajaran Forkopimda, Pj. Sekda Bombana, Asisten dan Staf Ahli Bupati, para kepala OPD, camat, lurah dan kepala desa. Hadir pula personel TNI/Polri, pelajar, organisasi kepemudaan, serta masyarakat umum yang didominasi orang tua anggota Paskibraka 2025.

Usai upacara, pemerintah daerah menyerahkan sejumlah penghargaan dan bantuan. Agenda tersebut meliputi penyerahan piagam inovasi OPD, bantuan sosial dari Baznas Bombana, santunan JKM Non ASN Non Kategori dari Dinas Kesehatan Bombana, serta penyerahan Jaminan Hari Tua oleh PT Tonia Mitra Sejahtera. Momen kebersamaan kemudian ditutup dengan sesi foto antara Bupati dan Wakil Bupati Bombana bersama seluruh peserta upacara.

Upacara HUT RI ke-80 ini menjadi refleksi nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas masyarakat Bombana dalam merayakan kemerdekaan, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong partisipasi dan inovasi di berbagai sektor.




Upacara Penurunan Bendera Tutup Rangkaian HUT ke-80 RI di Bombana

Bombana, sultranet.com – Upacara Penurunan Bendera Merah Putih menandai berakhirnya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bombana. Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Eks MTQ/RTH Rumbia Tengah, dipimpin langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si sebagai Inspektur Upacara, Minggu sore (17/8/2025).

Dalam suasana sore yang teduh, prosesi penurunan bendera berjalan tertib. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kembali menjalankan tugas mulia setelah pada pagi hari sukses mengibarkan Sang Merah Putih. Langkah tegap dan disiplin para anggota Paskibraka mengiringi turunnya bendera negara, disaksikan ratusan masyarakat yang masih antusias memadati area upacara.

Hadir pula Wakil Bupati Bombana, jajaran Forkopimda, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, pejabat pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, hingga para undangan resmi. Keikutsertaan berbagai unsur ini memperkuat makna kebersamaan dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.

Bupati Burhanuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian peringatan HUT RI, mulai dari apel kehormatan, upacara detik-detik proklamasi, hingga prosesi penurunan bendera.

“Momentum kemerdekaan ini harus menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan Bombana. Semangat persatuan dan gotong royong adalah kunci menuju kemajuan daerah kita tercinta,” ujar Bupati.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap momen peringatan kemerdekaan menunjukkan kuatnya semangat kebangsaan di Bombana. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong partisipasi publik dalam pembangunan dan kegiatan sosial yang memperkuat solidaritas warga.

Upacara penurunan bendera menjadi penutup bermakna dari seluruh rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Bombana. Prosesi yang berlangsung sederhana namun penuh nasionalisme ini menegaskan komitmen daerah untuk menjaga semangat kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.