Pancasila Rumah Bersama Bangsa

Bombana, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dengan khidmat di halaman Kantor Bupati Bombana, Senin, 2 Juni 2025. Mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya,” kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, dan diikuti oleh unsur Forkopimda, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), serta personel TNI dan Polri.

Upacara berlangsung dalam suasana penuh semangat kebangsaan. Dalam kesempatan itu, Bupati Burhanuddin membacakan sambutan resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Prof. Yudian Wahyudi.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif dalam Pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup, sekaligus bintang panutan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia,” ucap Bupati Burhanuddin dengan lantang di hadapan peserta upacara.

Menurut sambutan tersebut, Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi momen mengenang sejarah, tetapi juga sarana memperkuat komitmen kolektif seluruh elemen bangsa terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong royong,” ujarnya menambahkan.

Peringatan ini juga menjadi refleksi bahwa Indonesia dibangun atas dasar kebinekaan. Bupati Burhanuddin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sebagai pondasi bersama dalam membangun masa depan bangsa yang berdaulat dan berkeadilan.

“Peringatan Hari Pancasila harus jadi pengingat bahwa masa depan bangsa ada di tangan warga Indonesia. Jika ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan Pancasila adalah jiwa di setiap denyut nadi pembangunan,” katanya dengan penuh penekanan.

Ia juga menambahkan bahwa gotong royong, penghargaan atas perbedaan, dan semangat persatuan adalah nilai-nilai utama yang harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, keutuhan dan kemajuan Indonesia sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat mampu memegang teguh nilai-nilai dasar Pancasila.

“Pancasila bukan milik satu kelompok, bukan milik satu agama atau suku. Pancasila adalah milik semua anak bangsa, tanpa terkecuali. Ia adalah tali pengikat, penopang persatuan, sekaligus cahaya bagi arah pembangunan kita ke depan,” tuturnya.

Sebagai penutup, Burhanuddin berharap momentum Hari Lahir Pancasila dapat menjadi penggerak semangat kolektif untuk terus membangun Indonesia dari daerah, dengan menempatkan ideologi Pancasila sebagai roh di setiap langkah kebijakan, pelayanan publik, serta hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Kita harus menjaga Pancasila, tidak hanya dalam pidato, tetapi dalam tindakan nyata. Kita buktikan bahwa nilai-nilai gotong royong, keadilan, dan kemanusiaan hidup di tengah kita, dalam sikap dan kerja kita sehari-hari,” pungkasnya.

Upacara tersebut menjadi simbol penguatan komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian nilai-nilai dasar kebangsaan, sekaligus mendorong generasi muda untuk tidak melupakan jati diri bangsa di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.




Wagub Hugua: ASN Harus Pahami Makna Pancasila

Kendari, sultranet.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) bukan sekadar pengelola administrasi, tetapi penggerak pembangunan bangsa. Hal itu ia sampaikan saat memimpin apel gabungan ASN lingkup Pemerintah Provinsi Sultra di Lapangan Kantor Gubernur, Senin (2/6/2025).

Apel diikuti oleh seluruh pejabat struktural, fungsional, dan ribuan ASN dari berbagai instansi. Dalam arahannya, Hugua menyampaikan bahwa apel gabungan adalah momentum penting untuk memperkuat semangat kebangsaan serta menyamakan persepsi dalam pembangunan.

“Apel seperti ini bukan hanya sekadar berkumpul, tapi sarana menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dan arah pembangunan. Ini bukan rutinitas, ini momen yang bermakna,” ujar Hugua di hadapan peserta apel.

Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, menurut Hugua, harus menjadi pengingat bagi ASN akan pentingnya memahami sejarah dan dasar ideologi bangsa. Ia menyebut momen bersejarah ketika Bung Karno memperkenalkan Pancasila dalam sidang BPUPKI pada 1945 sebagai titik awal yang harus selalu dikenang.

“Kalau kita tidak paham sejarah, kita hanya akan kerja administrasi tanpa ruh kebangsaan. ASN itu bukan hanya pekerja kantor, tapi bagian dari pembangunan bangsa,” tegasnya.

Hugua juga menekankan pentingnya seluruh ASN memahami visi dan misi kepemimpinan daerah saat ini, yakni ASR-Hugua. Menurutnya, pembangunan daerah harus berpijak pada arah yang jelas agar tidak berjalan tanpa tujuan.

“Mulai dari kepala OPD sampai petugas kebersihan, semua harus tahu visi ASR-Hugua. Kalau tidak, kita hanya sibuk kerja tapi tidak tahu arahnya ke mana,” ucapnya.

Menyoroti kinerja anggaran, Hugua mengaku prihatin dengan rendahnya realisasi anggaran bulan lalu yang baru mencapai 9 persen. Ia meminta seluruh OPD bergerak cepat mengeksekusi program dan tidak terjebak pada teori.

“Pemerintahan itu bukan soal teori, tapi soal eksekusi. APBD itu harus menggerakkan ekonomi masyarakat. Kalau uangnya hanya disimpan di bank, pasar kita lesu, konsumsi juga menurun,” katanya.

Ia menargetkan serapan anggaran bisa mencapai 20 hingga 30 persen pada evaluasi bulan Juni mendatang. Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya menunggu, tetapi harus proaktif dalam menjalankan program.

“Kepala OPD harus segera evaluasi dan jalankan program yang bisa dieksekusi. Masyarakat butuh kita bergerak cepat,” ujarnya menekankan.

Di akhir sambutannya, Hugua berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi diterjemahkan dalam kerja nyata. Ia ingin seluruh ASN bekerja dengan hati dan rasa tanggung jawab demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.




Rasa Haru selimuti Keluarga Salmawati, RTLH-nya Rampung 100 Persen dan Siap Ditempati

Bombana, Sultranet.com – Kebahagiaan tak terbendung dirasakan keluarga Salmawati, warga Desa Wia-wia, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya yang selama ini ia tempati bertahun-tahun kini telah rampung direnovasi dan siap dihuni. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana yang pengerjaannya telah mencapai 100 persen, Senin (2/6/2025).

Dansatgas TMMD ke-124, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama solid antara Satgas TMMD dan masyarakat.

“Pada hari ke-27 pelaksanaan TMMD, kami berhasil menyelesaikan pembangunan RTLH secara keseluruhan. Ini tidak lepas dari semangat gotong royong yang luar biasa,” ujar Letkol Andi Irfandi.

Pembangunan RTLH menjadi salah satu fokus kegiatan fisik TMMD di wilayah Kodim 1431/Bombana. Proyek ini ditujukan untuk membantu warga kurang mampu agar dapat memiliki hunian yang layak, sehat, dan aman. Rumah Salmawati menjadi simbol nyata keberhasilan program tersebut.

“Semangat dan kebersamaan antara prajurit dan masyarakat sangat terlihat selama pelaksanaan. Pekerjaan berjalan lancar, tanpa hambatan, dan rumah pun bisa langsung ditempati,” tambahnya.

Salmawati, penerima manfaat program TMMD, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. Air mata haru mengiringi saat ia melihat rumah barunya berdiri kokoh menggantikan bangunan lamanya yang sudah rapuh dan tak layak huni.

“Kami sangat bersyukur. Sudah lama tinggal di rumah yang hampir roboh, tapi tidak punya biaya untuk memperbaikinya,” ucap Salmawati.

Ia mengungkapkan bahwa bantuan dari TNI bagaikan jawaban atas doa-doa panjang keluarganya.

“Begitu dapat kabar rumah kami akan diperbaiki oleh bapak-bapak TNI, kami langsung sujud syukur. Ini berkah yang tak ternilai,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.

Program TMMD ke-124 bukan sekadar pembangunan fisik, namun juga menjadi bentuk kepedulian nyata TNI terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga ke pelosok desa, menyentuh hati dan mengubah kehidupan warga yang membutuhkan.




Suasana Kehangatan Saat Satgas TMMD ke-124 Nikmati Makan Siang Bersama Keluarga Asuh di Hari Perpisahan

Bombana, Sultranet.com — Mengakhiri rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, anggota Satgas TMMD Kodim 1431/Bombana menikmati momen perpisahan yang penuh kehangatan dengan menyantap makan siang sederhana bersama keluarga asuh mereka, Sabtu (31/05/2025). Kegiatan ini menjadi penutup manis setelah satu bulan penuh para prajurit bergelut dengan pembangunan fisik dan interaksi sosial di tengah masyarakat.

Suasana kekeluargaan sangat terasa di rumah bapak Juma warga yang menjadi tempat bermalam para personel. Meski hanya dengan menu sederhana berupa nasi hangat, sayur Lodeh, ikan bakar, ayam goreng, dan sambal pedas, momen makan siang tersebut terasa istimewa karena diiringi tawa, canda, dan perasaan haru.

Sertu Syamsudin, salah satu anggota Satgas TMMD ke-124, menyampaikan rasa syukurnya atas kebersamaan yang terjalin.

“Makan siang bersama keluarga asuh ini sungguh nikmat. Bukan hanya karena makanannya, tapi karena kebersamaan dan perhatian tulus dari mereka selama kami tinggal di sini,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Kebersamaan dalam makan siang ini mencerminkan eratnya hubungan emosional antara Satgas TMMD dan warga desa. Selama kegiatan berlangsung, para prajurit tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun hubungan kekeluargaan yang tulus dan mendalam dengan masyarakat setempat.

Program TMMD ke-124 tidak hanya memberi dampak fisik berupa perbaikan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga memperkuat jalinan sosial antara TNI dan rakyat. Momen seperti makan siang perpisahan ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan dan perhatian dari keluarga asuh telah menjadi penopang semangat para prajurit dalam menjalankan tugas di lapangan. Kehangatan suasana rumah yang mereka rasakan selama berminggu-minggu menjadi pelipur rindu dari hiruk-pikuk kehidupan militer.

Dengan berakhirnya TMMD ke-124, diharapkan keakraban dan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat dapat terus terjaga. Meski tugas telah usai, kenangan akan kebersamaan ini akan selalu melekat di hati para prajurit dan warga sebagai bukti bahwa TMMD adalah jembatan kemanusiaan yang mempererat persatuan bangsa.




Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemkab Kolut usung Semangat Memperkokoh Ideologi Bangsa

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Lapangan Aspirasi Pemda Kolaka Utara, Kecamatan Lasusua, Minggu (1/6/2025). Upacara yang mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” ini berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir Ketua DPRD Kolaka Utara Fitra Yudi, Wakil Ketua I DPRD Muh. Sair, Kapolres Kolaka Utara AKBP R. Todoan A. Gultom, Danyon 3 Pelopor Brimob Polda Sultra Kompol Bahtiar, Danramil Lasusua Kapten Inf Sudirman, serta sejumlah unsur forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, insan pers, dan tamu undangan lainnya. Tercatat sekitar 450 orang mengikuti jalannya upacara.

Dalam amanatnya, H. Jumarding membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ia menegaskan pentingnya menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar negara yang telah mempersatukan bangsa Indonesia dalam keberagaman.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis, tetapi jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, dan bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujar Jumarding saat menyampaikan amanat.

Ia juga menekankan pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan melalui delapan agenda prioritas nasional atau Asta Cita, khususnya dalam pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital. Dalam pidato itu, Pancasila juga disebut sebagai fondasi penting dalam melawan paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga penyebaran disinformasi di tengah kemajuan teknologi.

Foto bersama usai pelaksanaan upacara
Foto bersama usai pelaksanaan upacara

Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH, yang turut hadir menyaksikan jalannya upacara, mengungkapkan bahwa pelaksanaan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini berjalan sukses dan penuh makna.

“Upacara ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat bahwa Pancasila harus terus hidup dalam setiap tindakan dan kebijakan, baik di tingkat pemerintahan maupun masyarakat,” ujar Syahlan.

Ia juga menambahkan bahwa semangat Pancasila harus terus digaungkan, terutama di era digital saat ini yang rawan dengan pengaruh-pengaruh negatif.

“Melalui momentum ini, mari kita bersama menjaga ruang publik dari hoaks dan ujaran kebencian, serta terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dengan susunan pasukan yang terdiri dari satu SST TNI, dua SST Polri, tiga SST gabungan Satpol PP, Damkar, dan Dishub, tiga SST ASN, serta tiga SST siswa SMP dan SMA.




Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemkab Kolut usung Semangat Memperkokoh Ideologi Bangsa

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2025 di Lapangan Aspirasi Pemda Kolaka Utara, Kecamatan Lasusua, Minggu (1/6/2025). Upacara yang mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya” ini berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir Ketua DPRD Kolaka Utara Fitra Yudi, Wakil Ketua I DPRD Muh. Sair, Kapolres Kolaka Utara AKBP R. Todoan A. Gultom, Danyon 3 Pelopor Brimob Polda Sultra Kompol Bahtiar, Danramil Lasusua Kapten Inf Sudirman, serta sejumlah unsur forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, insan pers, dan tamu undangan lainnya. Tercatat sekitar 450 orang mengikuti jalannya upacara.

Dalam amanatnya, H. Jumarding membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ia menegaskan pentingnya menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar negara yang telah mempersatukan bangsa Indonesia dalam keberagaman.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis, tetapi jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, dan bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujar Jumarding saat menyampaikan amanat.

Ia juga menekankan pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan melalui delapan agenda prioritas nasional atau Asta Cita, khususnya dalam pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital. Dalam pidato itu, Pancasila juga disebut sebagai fondasi penting dalam melawan paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga penyebaran disinformasi di tengah kemajuan teknologi.

Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH, yang turut hadir menyaksikan jalannya upacara, mengungkapkan bahwa pelaksanaan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini berjalan sukses dan penuh makna.

“Upacara ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat bahwa Pancasila harus terus hidup dalam setiap tindakan dan kebijakan, baik di tingkat pemerintahan maupun masyarakat,” ujar Syahlan.

Ia juga menambahkan bahwa semangat Pancasila harus terus digaungkan, terutama di era digital saat ini yang rawan dengan pengaruh-pengaruh negatif.

“Melalui momentum ini, mari kita bersama menjaga ruang publik dari hoaks dan ujaran kebencian, serta terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dengan susunan pasukan yang terdiri dari satu SST TNI, dua SST Polri, tiga SST gabungan Satpol PP, Damkar, dan Dishub, tiga SST ASN, serta tiga SST siswa SMP dan SMA.




Tanam Pohon, Upaya Babinsa Kembalikan Fungsi Alam Cegah Banjir di Poleang Barat

Bombana, Sultranet.com – Dalam rangka mengantisipasi banjir dan mengurangi polusi udara, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Desa Pabiring, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Minggu (01/05/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan.

Kegiatan penanaman pohon tersebut dipimpin oleh Serda Ali Jamal bersama sejumlah anggota Koramil lainnya, yakni Serda Paulus P, Serda Susanto, dan Kopda Muh. Faisal. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dusun Tomi serta sekitar 15 warga masyarakat yang ikut secara aktif dalam proses penanaman pohon. Total sebanyak 40 bibit pohon ditanam, terdiri dari pohon jati dan trembesi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap kelestarian lingkungan. Dengan menanam pohon, kami berharap dapat mengurangi risiko banjir dan menjaga kualitas udara di wilayah Poleang Barat,” ujar Serda Ali Jamal, mewakili Babinsa Koramil 1431-03/Poleang.

Danramil 1431-03/Poleang, Kapten Inf Dahlan, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program pembinaan teritorial untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan sehat. “Kami ingin menumbuhkan rasa cinta lingkungan di tengah masyarakat melalui aksi nyata seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Pabiring, Tomi, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Babinsa dan seluruh pihak yang terlibat. “Penanaman pohon ini sangat penting, apalagi desa kami rawan banjir saat musim hujan. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana dan pelestarian lingkungan di wilayah Poleang Barat dan sekitarnya.




Guna Kenyamanan Jama’ah, Satgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana Pasang Kloset dan Lantai MCK Masjid Al-Mukmin 

Bombana, Sultranet.com – Dalam rangka memberikan kenyamanan bagi para jama’ah, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana melaksanakan renovasi fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Masjid Al-Mukmin, Desa Totole, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Minggu (01/06/2025). Kegiatan ini meliputi pemasangan kloset dan lantai baru guna memperbaiki fasilitas yang sebelumnya rusak dan tidak layak pakai.

Serma Iwan Salasi, personel Satgas TMMD ke-124, menjelaskan bahwa renovasi ini meliputi berbagai aspek penting. “Sebelumnya MCK ini sudah rusak dan tidak berfungsi. Kami melakukan perbaikan mulai dari atap, pemasangan kloset baru, dan penggantian lantai agar lebih bersih dan nyaman digunakan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, untuk menunjang kelayakan fasilitas tersebut, Satgas TMMD juga telah menyelesaikan pemasangan sumur bor.

“Kami juga telah memasang sumur bor agar suplai air lebih lancar dan memadai, mengingat kebutuhan air bersih sangat penting untuk fasilitas ibadah,” tambah Serma Iwan.

Sakrudin, S.IP, salah satu pegawai Kecamatan Matausu yang hadir di lokasi, mengapresiasi inisiatif dari Satgas TMMD.

“Ini adalah bentuk perhatian nyata dari TNI terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan fasilitas MCK yang baru, jama’ah bisa beribadah dengan lebih tenang dan nyaman,” ucapnya.

Dandim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-124 menyampaikan harapannya.

“Kami berharap pembangunan MCK ini dapat menunjang kenyamanan jama’ah Masjid Al-Mukmin serta menjadi contoh kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa,” tutup Letkol Andi Irfandi




Rampungkan Pembangunan Jembatan, Satgas TMMD ke-124 Gunakan Alat Berat Bongkar dan Rapikan Jembatan Alternatif

Bombana, Sultranet.com  – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana merampungkan pembangunan jembatan utama di Desa Kolombi Kecamatan Matausu Kabupaten Bombana. Minggu (01/06/2025). Sebagai langkah akhir, Satgas TMMD menggunakan alat berat untuk membongkar dan merapikan jembatan alternatif yang sebelumnya digunakan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu sasaran fisik prioritas dalam program TMMD ke-124 dan kini telah rampung 100 persen, termasuk tahap pengecatan yang dilakukan pada akhir Mei lalu. Jembatan baru ini diharapkan mampu mendukung aktivitas warga secara optimal, terutama dalam aspek transportasi, ekonomi, dan sosial.

Koordinator wilayah TMMD di Desa Akolombi, Lettu Inf Nyoman Admika, menyampaikan bahwa perapian jembatan alternatif menjadi langkah terakhir sebelum jembatan utama difungsikan sepenuhnya.

“Pengerjaan ini merupakan bagian akhir. Setelah dirapikan, masyarakat sudah bisa melewati jembatan utama dengan nyaman dan aman,” ujarnya.

Dansatgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., mengapresiasi kerja keras seluruh personel di lapangan. Ia menyebut semangat dan kerja tulus para anggota Satgas menjadi kunci terselesaikannya pembangunan jembatan sebelum penutupan TMMD.

“Semua dikerjakan dengan hati dan penuh semangat pengabdian,” pungkasnya.

Jembatan Desa kolombi menjadi simbol keberhasilan TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana dalam mendukung pembangunan desa. Diharapkan, infrastruktur ini membawa manfaat jangka panjang bagi warga, serta mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah yang lebih maju.




Koperasi Merah Putih Watonea Terbentuk, Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Warga

MUNA, Sultranet.com – Masyarakat Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, resmi membentuk Koperasi Kelurahan Merah Putih melalui Musyawarah Kelurahan Khusus yang digelar pada Jumat, 30 Mei 2025.

Musyawarah yang berlangsung penuh semangat gotong royong itu dipimpin langsung oleh Lurah Watonea, Hamsin, dan dihadiri oleh tokoh masyarakat serta perwakilan warga. Dalam forum tersebut, seluruh peserta secara bulat menyepakati pendirian koperasi sebagai langkah awal mendorong kemandirian ekonomi di tingkat kelurahan.

Struktur organisasi koperasi juga telah dibentuk dan disepakati bersama. Faisal, S.IP. dipercaya sebagai Ketua Koperasi, dengan Nita Aprilia, S.Pd. sebagai Wakil Ketua Bidang Usaha dan Harsilam sebagai Wakil Ketua Bidang Keanggotaan. Posisi Sekretaris dijabat oleh Hardiman Ndikade, ST. dan Bendahara dipegang oleh Indra, Amd. Kep. Sementara itu, jajaran pengawas terdiri atas Hamsin, S.Pi (Lurah Watonea), La Ode Muhajirin Sahida, S.Sos., dan Waode Rabiah, SH.

Lurah Watonea, Hamsin, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan partisipasi aktif warga yang telah melahirkan koperasi sebagai wadah penguatan ekonomi bersama.

“Semoga koperasi ini menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mandiri, inklusif, dan transparan,” ujar Hamsin dalam sambutannya.

Ketua terpilih Koperasi Kelurahan Merah Putih, Faisal, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan kesiapannya untuk bekerja secara total demi kemajuan masyarakat Watonea.

“Kami akan mengelola koperasi ini dengan maksimal. Ini bukan hanya organisasi, tapi harapan bersama untuk kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Dengan terbentuknya koperasi ini, masyarakat Watonea berharap dapat menciptakan ruang usaha baru yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam pembangunan kelurahan.