Penggalian Pembuatan Dekker di Desa Wia-wia Dilanjutkan Personel Satgas TMMD dan Masyarakat

Bombana, Sultranet.com – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 bersama warga Desa Wia-wia, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, kembali melanjutkan kegiatan penggalian tempat pembangunan dekker di jalan penghubung desa tersebut, Senin (12/5/2025). Pembangunan dekker ini menjadi bagian penting dari sasaran fisik dalam program TMMD tahun ini.

Dengan semangat gotong royong, personel Satgas TMMD Kodim 1431/Bombana dan masyarakat bergantian menggali pondasi untuk pembangunan plat dekker. Infrastruktur ini ditargetkan dapat meningkatkan akses jalan dan memperlancar mobilitas warga, terutama saat musim hujan.

Jafar, salah satu warga yang ikut dalam kegiatan ini, menyatakan rasa antusiasnya terhadap program TMMD.

“Kami sangat senang bisa bekerja bersama TNI. Ini sangat bermanfaat bagi warga, khususnya dalam memperbaiki akses jalan desa kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kapten Inf Syafarudin selaku Dan SSK TMMD ke-124 mengatakan bahwa progres pembangunan dekker terus berjalan sesuai rencana. “Kegiatan ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan semua sasaran fisik dengan maksimal,” ungkap Kapten Syafarudin.




TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana Bangun Sumur Bor untuk Sarana MCK di Desa Morengke

Bombana, Sultranet.com – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun Anggaran 2025 Kodim 1431/Bombana melaksanakan pembangunan sumur bor sebagai sarana pendukung mandi, cuci, dan kakus (MCK) di Desa Morengke, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, pada Senin (12/05).

Pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu program fisik TMMD yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar akan air bersih, khususnya di dusun-dusun yang masih mengalami keterbatasan sumber air.

Pasi Teritorial Kodim 1431/Bombana, Kapten Inf Sulistianto, menjelaskan bahwa sumur bor yang tengah dibangun tersebut akan menjadi fasilitas penting sebagai pendukung MCK.

“Sumur ini kami kerjakan bersama Satgas TMMD dan dirancang agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi warga,” ujarnya.

Komandan Satgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menyatakan bahwa penyediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan mendasar masyarakat yang perlu menjadi prioritas utama. Menurutnya, pembangunan MCK dan sumur bor merupakan target penting dalam kegiatan TMMD kali ini.

“Kita tahu kebutuhan air bersih ini sangat penting bagi masyarakat. Pembuatan MCK dan sumur bor merupakan salah satu sasaran program TMMD ke-124 TA. 2025 Kodim 1431/Bombana,” kata Letkol Andi Irfandi.

Dansatgas berharap, dengan adanya fasilitas ini, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari serta merawatnya agar dapat berfungsi dalam jangka waktu panjang.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu contoh nyata dari upaya TMMD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya Andi Irfandi.




Hari ke Enam Satgas TMMD 124, Pasang Pondasi Jembatan Kolombi Dibantu Masyarakat

Bombana, Sultranet.com – Memasuki hari keenam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, Satgas Kodim 1431/Bombana bersama masyarakat setempat melaksanakan pemasangan pondasi jembatan di Desa Kolombi, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Senin (12/05/2025). Pekerjaan ini menjadi bagian penting dari program fisik TMMD yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas antarwilayah.

Koordinator pembangunan jembatan, Lettu Inf Nyoman Admika, menjelaskan bahwa pemasangan pondasi merupakan tahapan krusial untuk menjamin kekuatan dan keamanan struktur jembatan.

“Kami pastikan material yang digunakan sesuai standar agar jembatan ini bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Jusman, salah satu warga Kolombi yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam pembangunan di desanya.

“Ini bukan hanya soal jembatan, tapi tentang semangat gotong royong. Kami merasa dihargai karena dilibatkan dalam proses ini,” ucapnya.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-124 Tahun Anggaran 2025 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, menekankan bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“TMMD bukan hanya membangun secara fisik, tapi juga memperkuat hubungan sosial dan semangat kebersamaan,” pungkasnya.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas warga serta mempermudah akses distribusi hasil pertanian, yang selama ini menjadi tantangan utama di Desa Kolombi.




Temu Ceria Siaga Lasusua, Ajang Pramuka Tumbuhkan Karakter ASIK

Lasusua, sultranet.com – Sebanyak 400 anggota Pramuka Siaga tingkat SD/MI se-Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka mengikuti kegiatan Temu Ceria Siaga II Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Aspirasi, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 11 Januari 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Aktif, Santun, Inovatif & Kreatif” (ASIK) ini berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Ketua Kwartir Ranting Lasusua, Hj. Hasrayani, SP., yang akrab disapa Kak Ani, didaulat menjadi pembina upacara pembukaan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan Ceria Siaga bukan sekadar ajang berkumpul dan bermain, tetapi merupakan ruang edukatif untuk menumbuhkan karakter positif dan semangat kemandirian sejak dini.

“Kegiatan ini menjadi media yang tepat bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat dan hobi mereka. Selain itu, ini juga merupakan ajang silaturahmi antarpeserta serta sarana untuk berlatih mandiri dalam menghadapi kehidupan sesungguhnya,” ujar Kak Ani di hadapan para peserta dan pembina yang hadir.

Kak Ani juga menitipkan pesan khusus kepada seluruh peserta untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah awal menjadi pribadi yang lebih baik. “Saya berharap anak-anak semua bisa tampil lebih disiplin, lebih berani, lebih mandiri, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan Ceria Siaga II ini diisi dengan berbagai perlombaan dan permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kerja sama, tanggung jawab, serta kreativitas para peserta. Beberapa pos kegiatan menampilkan tantangan yang harus diselesaikan secara kelompok, sementara yang lain mengasah kemampuan individu dalam berpikir cepat dan bertindak tepat.

Suasana di Lapangan Aspirasi tampak semarak. Anak-anak yang mengenakan seragam Pramuka Siaga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Tawa, sorak-sorai, dan semangat pantang menyerah menghiasi tiap sudut lapangan. Tak sedikit peserta yang menunjukkan keterampilan istimewa seperti mendongeng, membaca puisi, atau menampilkan yel-yel yang mengundang tepuk tangan meriah dari para pembina dan orang tua yang turut menyaksikan.

“Anak-anak ini luar biasa. Mereka tidak hanya menunjukkan semangat, tapi juga nilai-nilai kebersamaan dan keberanian untuk tampil,” jelasnya

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kwartir Ranting Lasusua dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan. Mengacu pada visi besar Gerakan Pramuka, kegiatan ini diarahkan untuk menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045.

Menurut Kak Ani, pembinaan karakter anak tidak bisa dilakukan secara instan. Maka dari itu, kegiatan semacam ini menjadi sangat penting karena memberikan ruang belajar yang menyenangkan namun tetap membangun nilai-nilai dasar yang kuat.

“Kita ingin anak-anak ini tumbuh dengan semangat gotong royong, kedisiplinan, dan keberanian menghadapi tantangan. Jika sejak dini mereka sudah terbiasa dengan hal-hal positif, maka kelak mereka akan menjadi generasi yang kuat dan membanggakan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi semangat para pembina dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan hanya dilihat dari jumlah peserta, tapi dari bagaimana peserta bisa tumbuh dan belajar dari setiap proses yang dilalui.

“Terima kasih untuk seluruh pembina, panitia, dan juga orang tua yang terus mendukung kegiatan kepramukaan. Tanpa peran bersama, tidak mungkin kegiatan sebesar ini bisa berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Dengan semangat ASIK, Ceria Siaga II Tahun 2025 diharapkan mampu membekali anak-anak Lasusua dengan nilai-nilai kehidupan yang kuat, kreatif dalam berpikir, inovatif dalam bertindak, serta santun dalam berinteraksi.




Satgas TMMD ke-124, Lanjutkan Pengerjaan Rehap Masjid Al-Mujahidin Desa Morengke

Satgas TMMD ke-124, Lanjutkan Pengerjaan Rehap Masjid Al-Mujahidin Desa Morengke
Satgas TMMD ke-124, Lanjutkan Pengerjaan Rehap Masjid Al-Mujahidin Desa Morengke

Bombana, Sultranet.com  – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana melanjutkan pengerjaan rehab Masjid Al-Mujahidin yang berlokasi di Desa Morengke, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Minggu (11/5/2025). Kegiatan fisik ini difokuskan pada proses pemelasteran dinding masjid, yang dilakukan secara bergotong royong bersama masyarakat setempat.

Salah satu personel Satgas TMMD, Sertu Syamsudin mengatakan bahwa pelaksanaan pengerjaan dilakukan secara bertahap dan penuh semangat kebersamaan. “Kami terus bekerja dengan mengutamakan kualitas, karena kami sadar bahwa masjid ini akan menjadi tempat ibadah masyarakat yang harus nyaman dan layak,” ujarnya.

Kepala Desa Morengke, Abd Kadir, menyambut baik kegiatan ini dan mengaku sangat bersyukur atas kehadiran Satgas TMMD di desanya. “Rehab masjid ini sangat kami nantikan. Masyarakat juga sangat antusias membantu karena mereka merasa memiliki,” ungkapnya.

Komandan Satgas TMMD ke-124, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menjelaskan bahwa rehabilitasi Masjid Al-Mujahidin merupakan bagian dari sasaran fisik program TMMD tahun anggaran 2025. “Melalui TMMD, TNI hadir tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kebersamaan dengan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan rehab masjid ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan sarana ibadah yang layak dan representatif di wilayah pedesaan.




Laksanakan Sholat Magrib Berjamaah, Langkah Personel Satgas TMMD Manunggal dengan Masyarakat

Bombana, Sultranet.com – Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 Kodim 1431/Bombana melaksanakan sholat Magrib berjamaah bersama warga di Masjid Al-Ikhlas, Desa Kolombi, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sabtu petang (10/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik TMMD untuk mempererat hubungan sosial serta meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat disambut hangat oleh warga setempat. Baharuddin, Imam Masjid Al-Ikhlas, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran para personel TNI yang turut meramaikan masjid. “Dengan adanya Satgas, jamaah masjid semakin ramai, suasana ibadah menjadi lebih hidup,” ujar Baharuddin.

Sertu Lambintara, salah satu personel Satgas dari Kodim 1431/Bombana, mengatakan bahwa kegiatan sholat berjamaah ini menjadi momen penting untuk membangun komunikasi dan memperkuat kedekatan antara TNI dan masyarakat.

“Kami ingin hadir bukan hanya untuk membangun secara fisik, tapi juga hadir dalam aktivitas spiritual masyarakat,” ungkapnya.

Komandan Satgas TMMD ke-124, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap kegiatan TMMD.

“Kegiatan seperti ini mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain tugas pembangunan, kami juga berupaya mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat,” pungkas Andi Irfandi.

Program TMMD ke-124 di Kabupaten Bombana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga menjalin keharmonisan melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat terus dibangun dari berbagai aspek kehidupan.




Lanjutkan Penggalian Tempat Pembuatan Dekker, Personel Satgas TMMD dan Masyarakat Bahu Membahu

Personel Satgas TMMD ke 124 Bersama Masyarakat melaksanakan penggalian pembangunan Dekker
Personel Satgas TMMD ke 124 Bersama Masyarakat melaksanakan penggalian pembangunan Dekker

Bombana, Sultranet.com – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana bersama warga Desa Lamuru, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, melanjutkan kegiatan penggalian tempat pembuatan dekker. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya antisipasi terhadap genangan dan luapan air saat musim penghujan, Minggu (11/5/2025).

Semangat gotong royong antara TNI- Polri dan masyarakat tampak begitu kental dalam pelaksanaan program TMMD ini. Penggalian jalan dilakukan sebagai tahap awal pembangunan pondasi plat dekker yang menjadi sasaran fisik dalam kegiatan TMMD di Desa Lamuru.

Kapten Cba Heri Iswanto, selaku Koordinator di Sektor Desa Lamuru menyampaikan bahwa kolaborasi antara personel Satgas dan masyarakat menjadi kunci kelancaran kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang ikut serta tanpa kenal lelah. Pembangunan dekker ini sangat penting untuk menunjang akses jalan dan mencegah banjir,” ungkap Kapten Heri.

Haris, Kepala Desa Lamuru, turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian TNI terhadap infrastruktur desa. “Kami bangga dan bersyukur atas kehadiran TMMD di desa kami. Pembuatan dekker ini sudah lama kami dambakan karena sangat dibutuhkan warga, terutama saat musim hujan,” pungkas Haris.

Kegiatan TMMD ke-124 di Kabupaten Bombana ini terus berjalan dengan penuh semangat kebersamaan dan diharapkan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat Desa Lamuru dan sekitarnya.




Kompak dan Solid, TNI-POLRI Satgas TMMD ke 124, Kebut Pembuatan MCK di Desa Morengke 

Kompak dan Solid, TNI-POLRI Satgas TMMD ke 124, Kebut Pembuatan MCK di Desa Morengke 
Kompak dan Solid, TNI-POLRI Satgas TMMD ke 124, Kebut Pembuatan MCK di Desa Morengke

Bombana, Sultranet.com – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 yang melibatkan unsur TNI-POLRI terus menunjukkan kekompakan dalam percepatan pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) di Desa Morengke, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana. Proyek MCK yang tengah dikebut itu kini memasuki tahap pemasangan batako. Minggu, (11/05)

Pembangunan MCK berukuran panjang 3 meter dan lebar 1,5 meter di atas lahan seluas 450 meter persegi ini bertujuan untuk meningkatkan sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat. MCK ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar secara umum sebagai fasilitas publik yang bersih dan layak.

Bripka Erwin, salah satu personel Satgas TMMD dari unsur Polri, menyampaikan bahwa kolaborasi antara TNI dan Polri di lapangan berjalan dengan penuh semangat dan kekompakan.

“Kami saling bahu membahu agar proses pembangunan MCK ini selesai tepat waktu dan bisa segera digunakan masyarakat,” ujarnya.

Kapten Inf Sulistianto selaku Pasi Teritorial Kodim 1431/Bombana menambahkan bahwa pembangunan MCK ini merupakan salah satu wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat dalam mendukung program TMMD.

“Kami tidak hanya membangun fisik, tetapi juga berupaya mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat,” ucapnya.

Kepala Desa Morengke, Abd Kadir, sangat mengapresiasi kehadiran Satgas TMMD dan berharap pembangunan MCK ini bisa memberikan dampak positif bagi seluruh warga desa.

“Semoga sarana ini bermanfaat besar dan dirawat bersama agar bisa digunakan dalam jangka panjang,” tutupnya.




Hari Kelima TMMD, Satgas Kerjakan Ramuan RTLH Milik Ibu Husneni 

Personel Satgas dan Masyarakat Merakit Ramuan Rumah Ibu Husneni
Personel Satgas dan Masyarakat Merakit Ramuan Rumah Ibu Husneni

Bombana, Sultranet.com – Memasuki hari kelima pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, Satgas TMMD bersama masyarakat mulai mengerjakan pembuatan ramuan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ibu Husneni di Dusun 1, Desa Wia-wia, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Minggu (11/05/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang ditargetkan rampung tepat waktu.

Serda Irfan, salah satu personel Satgas TMMD, mengatakan bahwa proses pembuatan ramuan melibatkan semangat gotong royong antara TNI dan warga sekitar. “Kami terus bekerja maksimal dari pagi hingga sore hari. Semoga rumah ini bisa segera berdiri kokoh dan layak ditempati oleh Ibu Husneni,” ujarnya penuh semangat.

Kepala Dusun 1 Desa Wia-wia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh TNI melalui program TMMD. Menurutnya, kehadiran TMMD menjadi berkah bagi warganya. “Kami sangat bersyukur, apalagi rumah Bu Husneni sudah lama membutuhkan perbaikan. Ini bentuk nyata kepedulian negara,” ungkapnya.

Danramil 1431-01/ Rumbia Kapten Inf Syafarudin, menjelaskan bahwa sasaran RTLH menjadi prioritas karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami ingin program ini tidak hanya membangun fisik, tapi juga memperkuat semangat kebersamaan. Inilah inti dari TMMD, manunggal bersama rakyat,” tegasnya.

Kegiatan TMMD ke-124 di Kabupaten Bombana akan berlangsung selama sebulan penuh dan menargetkan berbagai pembangunan fisik seperti jalan, rumah layak huni, dan fasilitas umum lainnya, serta kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan pelayanan kesehatan bagi warga desa.




WKRI Sultra Gelar Konferda V, Pemprov Dorong Perempuan Katolik Perkuat Peran Sosial

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan peran organisasi perempuan Katolik dalam pembangunan sosial di daerah. Hal itu disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sultra, Iwan Susanto, mewakili Gubernur Sultra, saat menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) V Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Sultra, Sabtu, 10 Mei 2025, di Hotel Zenith Kendari.

Kegiatan lima tahunan yang digelar WKRI Sultra ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal dan refleksi perjalanan organisasi yang telah berusia seabad lebih. Tema yang diangkat, “Peran Wanita Katolik RI pada Usia Seabad dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dan Kesadaran Ekologis,” dinilai sejalan dengan nilai-nilai pelayanan dan penguatan peran perempuan di ruang publik.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Konferda ini sebagai forum strategis memperkuat eksistensi organisasi masyarakat sipil, khususnya WKRI, di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi,” kata Iwan saat membacakan sambutan Gubernur.

Menurutnya, setidaknya ada tiga pesan moral dari tema Konferda kali ini. “Pertama, refleksi dan evaluasi perjalanan organisasi selama lebih dari seabad. Kedua, pengembangan program yang berdampak bagi masyarakat. Ketiga, penguatan kolaborasi lintas organisasi agar program-program yang dijalankan lebih efektif,” ujar Iwan.

Ia juga menekankan agar WKRI terus menjadi pelopor dalam membumikan nilai-nilai cinta kasih di tengah kehidupan sosial, serta aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Konferda V WKRI Sultra turut dihadiri Ketua Presidium DPP WKRI, Lusia Willar, Penasehat Rohani WKRI DPD Sultra Pastor Leonardo Kelvin Tandiayu, Ketua Presidium WKRI DPD Sultra Rita Pirade, Ketua Barisan Ansor Sultra, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Sultra atau yang mewakili, serta para sesepuh dan anggota WKRI dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi, Lusia Willar menegaskan pentingnya Konferda sebagai forum evaluasi dan penetapan arah gerak organisasi ke depan. “Ini bukan hanya seremoni lima tahunan, tapi momentum memperkuat semangat pelayanan yang menjadi roh dari WKRI,” kata Lusia.

Ia juga menyoroti peran WKRI dalam menjaga keberagaman, menangkal radikalisme, serta membangun solidaritas sosial berbasis cinta kasih dan nilai-nilai demokrasi. “WKRI harus menjadi pelita yang membawa harapan, memperkuat jejaring lintas agama dan budaya, serta merangkul generasi muda, terutama remaja putri, agar aktif dalam organisasi,” ujarnya.

Saat ini, WKRI tercatat memiliki 37 DPD, 783 DPC, dan lebih dari 105 ribu anggota di seluruh Indonesia. Dengan jaringan luas tersebut, WKRI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua Presidium WKRI DPD Sultra, Rita Pirade, menyampaikan bahwa Konferda kali ini akan melahirkan kepengurusan baru serta merumuskan berbagai kebijakan yang berdampak nyata. “Kita berharap hasil Konferda bisa menjadi langkah maju bagi WKRI Sultra dalam menjalankan misi sosial dan kemasyarakatan,” kata Rita.

Ia juga mengajak seluruh anggota WKRI untuk terus menjaga semangat pelayanan, mengembangkan program-program pemberdayaan berbasis komunitas, serta memperkuat kehadiran organisasi di tengah masyarakat.

WKRI sebagai organisasi perempuan Katolik non-partisan, telah berkontribusi selama lebih dari satu abad dalam bidang sosial, pendidikan, advokasi perempuan, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Melalui Konferda ini, organisasi tersebut ingin memastikan bahwa warisan nilai pelayanan tetap hidup dan relevan dengan tantangan zaman.

Kegiatan Konferda V WKRI DPD Sultra berlangsung dalam suasana akrab, khidmat, dan penuh semangat persaudaraan. Diharapkan, hasil dari forum ini tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang lebih inklusif.