Bupati Muna Barat Audiensi ke Komdigi, Dorong Internet Gratis untuk Sekolah dan Pembangunan BTS di Wilayah Terpencil

Jakarta, sultranet.com – Dalam upaya mempercepat transformasi digital di daerahnya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI pada Rabu, 7 Mei 2025. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Staf Khusus Menteri Kominfo, Arnanto Nurprabowo.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Darwin secara resmi menyerahkan proposal pembangunan Base Transceiver Station (BTS) serta penyediaan layanan internet gratis bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Muna Barat.

“Peningkatan infrastruktur komunikasi, terutama pembangunan BTS dan penyediaan internet gratis di sekolah-sekolah, adalah langkah penting dalam mewujudkan pemerataan akses informasi dan layanan pendidikan yang lebih baik,” tegas La Ode Darwin.

Ia menjelaskan, keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah, khususnya di pulau-pulau dan daerah pedalaman, sangat menghambat perkembangan pendidikan, ekonomi, dan sektor-sektor lainnya. Oleh karena itu, usulan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk mengatasi kesenjangan digital.

Lebih lanjut, Darwin menyebutkan bahwa program ini juga merupakan bagian dari visi “Liwu Mokesa” – kampung yang keren – di mana teknologi menjadi motor penggerak kemajuan masyarakat Muna Barat.

Turut hadir dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas Kominfo Muna Barat, Al Rahman. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak sekolah di Muna Barat yang belum mendapatkan layanan internet memadai.

“Dengan internet yang stabil dan cepat, anak-anak di daerah terpencil dapat mengakses sumber belajar global. Ini akan menjadi lompatan besar dalam pemerataan pendidikan di daerah kami,” ujar Al Rahman.

Menanggapi usulan tersebut, Staf Khusus Menteri Kominfo, Arnanto Nurprabowo, menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk menindaklanjuti permintaan tersebut.

“Kami menyambut baik usulan dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Kami akan melihat lebih lanjut potensi dan kebutuhan daerah, dan tentu saja mendukung upaya percepatan akses komunikasi dan informasi di wilayah yang membutuhkan,” jelas Arnanto.

Usulan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan transformasi digital di Muna Barat, membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi digital, serta layanan publik berbasis teknologi.




Burhanuddin Tegaskan Komitmen Perkuat BUMD dan BLUD Bombana

Kendari, Sultranet.com — Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Kabupaten Bombana. Hal ini disampaikan Burhanuddin saat menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Kendari, dalam rangka pengawasan pelaksanaan dan penyelenggaraan BUMD dan BLUD di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra pada Rabu, 7 Mei 2025.

Acara tersebut menjadi bagian dari agenda Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024–2025. Dihadiri oleh jajaran kepala daerah se-Sulawesi Tenggara, pejabat dari kementerian terkait, dan para anggota Komisi II DPR RI, kegiatan ini bertujuan memperkuat fungsi pengawasan legislatif terhadap BUMD dan BLUD sebagai instrumen penting dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, menyampaikan apresiasi kepada Komisi II DPR RI dan seluruh kepala daerah atas partisipasinya dalam penguatan peran BUMD dan BLUD. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta perlunya dukungan regulasi untuk meningkatkan kinerja dua badan strategis tersebut.

“BUMD dan BLUD punya peran strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Pemerintah provinsi terus mendorong pengelolaan yang profesional, adaptif, dan transparan. Sinergi dengan DPR RI ini jadi momentum penting untuk memperbaiki sistem dan memperkuat arah kebijakan kita ke depan,” kata Hugua di hadapan para peserta.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, dalam sesi dialog menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana menyambut baik kegiatan pengawasan ini sebagai ajang evaluasi dan refleksi bersama. Ia menyebut bahwa BUMD dan BLUD di Bombana akan terus didorong menjadi institusi yang tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah.

“Kami terus berkomitmen memperkuat kinerja BUMD dan BLUD melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akuntabilitas anggaran, dan efisiensi layanan. Tujuannya adalah agar lembaga ini benar-benar memberi dampak nyata, baik bagi masyarakat maupun untuk keuangan daerah,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan ke depan adalah membangun sistem kelembagaan yang solid, serta mendorong transparansi dalam tata kelola. Baginya, BUMD dan BLUD harus menjadi entitas yang mampu bersaing secara sehat dan memiliki standar pelayanan yang tinggi.

Kegiatan ini juga diisi dengan paparan dari Komisi II DPR RI terkait hasil pengawasan dan temuan strategis di sejumlah daerah. Komisi menyampaikan sejumlah rekomendasi awal yang diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan nasional yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah, khususnya dalam sektor pelayanan publik dan tata kelola keuangan daerah.

Diskusi berjalan konstruktif dan terbuka, mencerminkan semangat kolaboratif antara lembaga legislatif dan pemerintah daerah. Komisi II menekankan bahwa pembenahan BUMD dan BLUD tidak cukup hanya pada sisi teknis, melainkan juga menyentuh aspek kelembagaan, regulasi, serta penguatan integritas pengelolanya.

Melalui forum ini, para kepala daerah diberi ruang untuk menyampaikan kondisi riil di wilayahnya masing-masing, termasuk tantangan yang dihadapi dalam mengelola BUMD dan BLUD secara efektif. Bupati Bombana termasuk salah satu yang secara aktif menyampaikan pandangan dan strategi pembangunan kelembagaan yang sedang ditempuh di daerahnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat daerah, sekaligus memperkuat peran pemerintah daerah dalam pembangunan ekonomi lokal dan penyediaan layanan publik yang inklusif.




Satgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana Mulai Bongkar Jembatan di Desa Kolombi

Bombana, Sultranet.com – Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana mulai membongkar jembatan lama yang menghubungkan Dusun 1 dan Dusun 2 di Desa Kolombi, Kabupaten Bombana, Rabu (07/05/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran fisik utama dalam program TMMD Tahun Anggaran 2025.

Jembatan tersebut sebelumnya menjadi akses vital bagi masyarakat antar dusun. Kini, demi meningkatkan konektivitas dan keamanan transportasi, Satgas TMMD melakukan pembongkaran untuk digantikan dengan struktur yang lebih kokoh dan layak.

Kepala Desa Kolombi, Risrahayu, S.Kom., menyambut baik kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas pelaksanaan TMMD ini, khususnya pembangunan jembatan yang sudah lama dinantikan warga. Semoga hasilnya nanti benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan pembongkaran dilakukan secara gotong-royong oleh personel TNI bersama warga setempat, sebagai bentuk sinergi antara aparat dan masyarakat dalam membangun desa. Proses ini dilakukan dengan penuh semangat dan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Pasiter Kodim 1431/Bombana, Kapten Inf Sulistianto, menjelaskan bahwa jembatan tersebut termasuk dalam daftar prioritas karena perannya yang strategis. “Pembongkaran ini adalah langkah awal untuk membangun jembatan yang lebih kuat. Kami menargetkan seluruh pekerjaan fisik TMMD selesai tepat waktu dan tepat mutu,” pungkasnya.

Program TMMD ke-124 ini tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kegiatan non-fisik seperti penyuluhan dan pelayanan kesehatan, sebagai upaya memperkuat ketahanan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.




Satgas TMMD ke-124 Bongkar Rumah Warga Sasaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 

Bombana, Sultranet.com- TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim Kodim 1431/Bombana Tahun Anggaran 2025, merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi salah satu sasaran fisik dalam program tersebut, hari ini mulai dikerjakan personil Satgas TMMD, yang berlokasi di Desa Wia-wia Kecamatan Matausu Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. (07/05/2025).

Ibu Hasnaeni Salah satu warga yang mendapat renovasi RTLH, warga Desa Wia-wia Kecamatan Matausu Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara ini sangat bersyukur dan tidak menyangka akan mendapat bantuan perbaikan rumah miliknya.

“Saya bersama keluarga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI yang telah membantu memperbaiki rumah saya yang memang sudah tidak layak huni,” ucapnya.

Perwira Seksi Teritorial Kodim 1431/Bombana Kapten Inf Sulistianto menjelaskan bahwa program rehab RTLH ini bertujuan untuk meningkatkan kelayakan hidup bagi masyarakat yang kurang mampu di wilayah TMMD.

“Setelah TMMD usai nantinya tidak ada lagi warga yang atap rumahnya bocor, kita akan pastikan semua masyarakat harus menikmati rumah layak huni,” jelasnya.

Ia juga berharap selama pengerjaan tentu harus ada dukungan dan kerja sama yang baik antara satgas TMMD dengan masyarakat dan pemerintah setempat dengan tujuan hasil lebih maksimal nantinya dapat digunakan dalam waktu yang lama.

“Hari ini Kita sudah mulai melakukan pembongkaran rumah, sesuai dengan rencana program TMMD rumah tidak layak huni yang dibangun harus diselesaikan dengan cepat sesuai dengan waktu yang telah disediakan yaitu sebelum dilaksanakannya penutupan TMMD,” pungkasnya.




Buka TMMD ke-124, Bupati Burhanuddin Tegaskan Komitmen Bangun Desa

Bombana, sultranet.com  –  Pemerintah Kabupaten Bombana bersama TNI terus memperkuat sinergi dalam mendorong percepatan pembangunan desa. Hal ini kembali ditegaskan Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, saat membuka secara resmi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana yang dipusatkan di Desa Wia-Wia, Kecamatan Matausu, Selasa, 6 Mei 2025.

Dalam upacara pembukaan, Bupati Burhanuddin bertindak sebagai inspektur upacara. Ia hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, dan jajaran Forkopimda, serta disambut antusias masyarakat dan tokoh lokal.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa program TMMD merupakan bagian dari 100 hari kerja dirinya bersama Wakil Bupati Bombana. Program ini selaras dengan visi misi daerah, yakni “Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan.”

“TMMD ini adalah wujud nyata semangat gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Ini bagian dari komitmen kami untuk membuka konektivitas antarwilayah, memperluas akses ekonomi, dan memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1431/Bombana atas kontribusi aktif dan konsistennya dalam mendukung pembangunan di wilayah terpencil. Bupati mengajak seluruh elemen—pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga masyarakat—untuk bersama-sama mensukseskan program tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga membangun nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat kohesi sosial masyarakat desa. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan.

“Saya berharap TMMD tidak hanya menyentuh jalan atau bangunan, tapi juga menyentuh hati masyarakat. Nilai gotong royong dan solidaritas sosial harus tumbuh bersama infrastruktur,” tambahnya.

Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-124, menjelaskan bahwa program ini akan menyasar pembangunan fisik dan nonfisik yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Selain membuka akses jalan dan memperbaiki sarana umum, kami juga menyelenggarakan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan narkoba, bela negara, wawasan kebangsaan, lingkungan hidup, hingga layanan kesehatan keluarga,” kata Letkol Andi.

Ia menekankan bahwa seluruh kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi infrastruktur tapi juga kesadaran sosial dan wawasan kebangsaan.

Pembukaan TMMD ke-124 turut dihadiri Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, Camat Matausu, kepala sekolah, siswa-siswi, dan tokoh masyarakat setempat. Suasana upacara berlangsung khidmat namun penuh semangat, menandai dimulainya kerja bersama antara TNI dan Pemkab Bombana untuk membangun dari desa.

TMMD ke-124 di Desa Wia-Wia diharapkan menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Dengan fokus pada sektor pertanian, kelautan, dan penguatan desa, Pemerintah Kabupaten Bombana optimistis bisa mendorong daerah menjadi lebih berdaya saing dan mandiri.

Langkah nyata ini menjadi cermin dari komitmen Burhanuddin yang tidak hanya fokus pada pembangunan kota, tetapi juga memprioritaskan desa sebagai poros utama pembangunan berkelanjutan. Ke depan, sinergi seperti TMMD diharapkan dapat terus berlanjut di wilayah lain di Bombana.




Sopir Angkutan Tewas Ditikam di Terminal Baruga, LKPD Desak Kapolda Sultra Tangkap Pelaku

Kendari, sultranet.com – Seorang sopir angkutan umum rute Kendari–Bombana, Dedy Wahyudi (54), meninggal dunia usai menjadi korban penikaman brutal oleh calon penumpangnya. Ia mengembuskan napas terakhir di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Sulawesi Tenggara, Senin, 5 Mei 2025, setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.

Peristiwa tragis ini terjadi di Terminal Baruga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sabtu dini hari, 3 Mei 2025, sekitar pukul 03.20 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami empat luka tusuk di bagian dada, satu luka di perut, serta luka sobek di kepala akibat hantaman benda keras yang diduga batu.

Kematian tragis Dedy Wahyudi menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas sopir angkutan umum yang sehari-hari menggantungkan hidup dari roda transportasi antarwilayah. Aksi kekerasan yang terjadi di tempat umum seperti terminal ini pun memantik reaksi keras dari berbagai pihak.

Lembaga Kajian dan Perlindungan Demokrasi (LKPD) Sulawesi Tenggara mengecam keras tindakan keji tersebut. Direktur LKPD Sultra menyebut peristiwa ini sebagai kejahatan biadab yang tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja.

“Tindakan pelaku yang telah menikam sopir bernama Dedy Wahyudi di Terminal Baruga pada subuh hari, Sabtu, 3 Mei 2025, lalu menyebabkan kematian korban pada Senin adalah tindakan biadab dan harus ditindak tegas,” tegas Ketua LKPD Sultra kepada wartawan, Senin malam.

Menurutnya, upaya pelaku melarikan diri setelah melakukan penikaman menunjukkan bentuk perlawanan terhadap hukum, yang tidak bisa ditoleransi. Karena itu, ia mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara untuk segera bergerak cepat menangkap pelaku.

“Kami mendesak Kapolda Sultra segera memerintahkan seluruh jajarannya untuk bertindak cepat dan tegas agar pelaku ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Ini penting agar wibawa dan kehormatan hukum tetap terjaga,” lanjutnya.

Selain itu, LKPD juga menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan dan keamanan di area publik seperti terminal, pelabuhan, dan bandara. Menurutnya, lokasi-lokasi tersebut harus steril dari senjata tajam dan potensi ancaman kriminal agar masyarakat, khususnya pelaku jasa transportasi, dapat merasa aman dalam bekerja.

“Ini jadi catatan penting bagi aparat penegak hukum dan pemerintah. Sterilisasi senjata tajam di objek vital seperti terminal adalah kebutuhan mendesak demi menjamin rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait pelaku untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Duka atas meninggalnya Dedy Wahyudi menyelimuti sesama sopir angkutan di Kota Kendari dan Bombana. Sosoknya dikenal sebagai pekerja keras dan tidak memiliki masalah dengan sesama rekan kerja. Rekan-rekan seprofesi berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya peningkatan keamanan dan pengawasan di titik-titik transportasi publik yang selama ini kerap luput dari perhatian serius. Rasa aman bukan hanya tanggung jawab individu, tapi juga tanggung jawab negara untuk menjamin hak warganya dalam bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang.




Menteri PU Komitmen Bangun Irigasi dan Sekolah Rakyat di Muna Barat

JAKARTA, sultranet.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo menyatakan komitmennya untuk membangun jaringan irigasi dan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Dody saat menerima kunjungan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, di Kantor Kementerian PUPR, Selasa (6/5). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas rencana dukungan infrastruktur untuk percepatan pembangunan daerah.

“Insya Allah kami akan mendukung pembangunan infrastruktur di Muna Barat. Pekerjaan yang paling cepat bisa dimulai adalah irigasi karena sudah ada Instruksi Presiden-nya,” ujar Dody.

Menurutnya, pembangunan jalan di wilayah tersebut juga direncanakan melalui skema Inpres Infrastruktur Daerah, meski masih dalam tahap awal pembahasan.

Selain irigasi, Kementerian PUPR juga akan membangun Sekolah Rakyat sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan. Sekolah ini akan menyediakan pendidikan gratis dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

“Saya minta Pak Bupati menyiapkan lahan untuk pembangunan SR tahap 2A. Kita akan sekolahkan anak-anak Muna Barat,” tegas Dody.

Menanggapi hal tersebut, Bupati La Ode Darwin menyatakan kesiapannya mendukung penuh program Kementerian PUPR. Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 8 hektare dan seluruh dokumen pendukung pembangunan Sekolah Rakyat telah lengkap.

“Kami berharap pembangunan ini segera terealisasi, karena Muna Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, namun masih kekurangan infrastruktur,” jelas Darwin.

Darwin menambahkan, potensi lahan sawah di Muna Barat mencapai 5.000 hektare, namun belum memiliki sistem irigasi teknis. Beberapa desa bahkan kekurangan air dan terpaksa mengalihkan tanamannya ke nilam, yang berisiko merusak kesuburan tanah dalam waktu 2–3 tahun ke depan.

Kementerian PUPR menegaskan bahwa pembangunan irigasi merupakan bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Sementara pembangunan Sekolah Rakyat menjadi langkah nyata untuk meningkatkan akses pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.




Pemkab Bombana dan TNI Bersinergi Bangun Desa Lewat TMMD ke-124

Bombana, Sultranet.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mempercepat pembangunan desa kembali ditegaskan melalui sinergi bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI). Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 resmi dimulai di Desa Wia-Wia, Kecamatan Matausu, Selasa, 6 Mei 2025.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si membuka langsung kegiatan ini dan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., Bupati menyampaikan bahwa TMMD merupakan bagian dari program prioritas 100 hari kerja dirinya bersama Wakil Bupati Bombana.

“TMMD ini adalah wujud nyata semangat gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Program ini juga bagian dari upaya kami untuk membuka akses wilayah pedesaan, memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal, serta mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi rakyat,” ujar Bupati Burhanuddin di hadapan peserta upacara.

Bupati menegaskan bahwa program TMMD sejalan dengan visi misi daerah “Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan”, di mana pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat desa.

Ia pun mengapresiasi jajaran TNI, khususnya Kodim 1431/Bombana, atas sinergi dan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah. Bupati juga menyerukan agar semua pihak, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga masyarakat, bergandengan tangan menyukseskan TMMD sebagai bagian dari gerakan bersama membangun desa.

“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya memberikan dampak nyata dalam bentuk fisik, tetapi juga mampu memperkuat kesadaran kebangsaan, solidaritas sosial, serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1431/Bombana Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., yang juga bertindak sebagai Dansatgas TMMD ke-124, menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup dua fokus utama, yakni pembangunan fisik dan non-fisik.

“Pembangunan fisik meliputi perbaikan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat seperti jalan desa, drainase, dan fasilitas umum lainnya. Sedangkan kegiatan non-fisik melibatkan penyuluhan tentang narkoba, bela negara, wawasan kebangsaan, penyuluhan lingkungan, hingga program kesehatan keluarga,” jelasnya.

TMMD menurutnya bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga media untuk membangun karakter masyarakat desa agar lebih tangguh, berwawasan kebangsaan, dan sehat secara sosial maupun lingkungan.

Suasana semarak dan penuh kebersamaan menyelimuti pembukaan kegiatan TMMD. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, Camat Matausu, Kepala Desa, Kepala Sekolah, para guru, siswa-siswi serta tokoh masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat jelas saat mengikuti jalannya upacara yang juga menandai dimulainya kerja kolaboratif antara TNI dan Pemkab Bombana.

Program TMMD ke-124 ini diharapkan menjadi titik tolak pembangunan berkelanjutan di desa-desa Kabupaten Bombana. Tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang memadai, namun juga membangun ketahanan sosial masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup warga desa secara menyeluruh.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI, pembangunan desa diharapkan menjadi lebih terarah dan berdaya guna, menciptakan Bombana sebagai daerah yang tangguh, berdaya saing, dan berakar kuat pada nilai-nilai gotong royong.

Pemerintah Kabupaten Bombana terus menegaskan komitmennya untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus fondasi utama pembangunan daerah ke depan. Program TMMD menjadi salah satu bukti nyata bahwa pembangunan harus dimulai dari desa, oleh dan untuk masyarakat desa itu sendiri.




UHO Sosialisasikan Pemanfaatan Bahan Laut untuk Kulit Sehat dan Glowing

Kendari, sultranet.com – Tim Magister Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi bertema “Dari Laut ke Wajah: Manfaat Bahan Laut untuk Kulit Sehat dan Glowing” di Balai Desa Soropia, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sabtu, 26 April 2025. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi warga pesisir tentang potensi bahan laut sebagai bahan dasar kosmetik alami yang aman, sehat, dan bernilai ekonomi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan kekayaan laut non-pangan untuk mendukung kesehatan kulit dan peluang usaha lokal.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dr.rer.nat. Adryan Fristiohady, S.Farm., M.Sc., Apt., menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat pesisir yang belum mengetahui manfaat bahan laut seperti rumput laut dan alga sebagai bahan dasar kosmetik.

“Selama ini bahan laut hanya dikenal sebagai sumber pangan. Padahal, kandungan bioaktif di dalamnya sangat baik untuk kesehatan kulit dan bisa diolah menjadi produk kosmetik alami yang aman,” ujar Dr. Adryan di sela-sela kegiatan.

Ia mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan pelatihan langsung tentang cara pengolahan sederhana bahan laut menjadi produk perawatan kulit. Hal ini diharapkan bisa memantik semangat masyarakat, terutama pelaku UMKM, untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Melalui metode penyuluhan, pembagian materi edukatif, dan diskusi interaktif, tim menyampaikan pentingnya mengenal kandungan alami bahan laut, manfaatnya bagi kulit, serta peluang usaha yang bisa dikembangkan dari bahan-bahan tersebut.

“Kami ingin masyarakat bisa memproduksi sendiri kosmetik yang aman dan sehat, dari bahan yang tersedia di sekitar mereka. Ini bisa menjadi peluang ekonomi baru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sasaran utama dari kegiatan ini adalah perempuan pesisir dan pelaku usaha kecil yang memiliki ketertarikan pada perawatan kulit alami. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan mereka dalam sesi praktik pembuatan masker wajah berbahan dasar rumput laut.

Salah satu warga, Nurhayati, mengaku senang bisa belajar langsung cara mengolah bahan laut menjadi kosmetik. “Ternyata bisa buat sendiri dari bahan yang gampang didapat. Kalau rutin dilatih, bisa juga jadi usaha kecil-kecilan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan produk perawatan kulit yang aman dan ramah lingkungan. Di tengah maraknya produk berbahan kimia, kehadiran alternatif alami dari sumber daya lokal menjadi pilihan yang tidak hanya sehat, tapi juga memberdayakan.

Dr. Adryan berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak desa pesisir. “Harapan kami, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga produsen produk alami yang berkualitas. Ini bagian dari misi kami sebagai kampus untuk hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan pendekatan ilmiah dan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari. Tim pengabdian ini juga melibatkan dosen anggota Prof. Dr. Sahidin, M.Si., Prof. Dr. Ruslin, M.Si., Dr. Irnawati, S.Si., M.Sc., Dr. Nasrudin, S.Pd., M.Si., dan Dr. Hasnawati, S.Si., M.Sc., serta lima mahasiswa Magister Farmasi yakni Ayu Wulandari, S.Farm., Apt., Novita Sari Syukur, S.Farm., Apt., Hariana, S.Farm., Apt., Retno Cicilia, S.Farm., Apt., dan Wa Ode Fitri Amaliah, S.Farm., Apt.

 

Pewarta  : Azuli




Bupati Bombana Ir. Burhanuddin Buka TMMD Ke 124 TA. 2025 Kodim 1431/Bombana di Kecamatan Matausu

Bombana, Sultranet.com – Upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun Anggaran 2025 resmi digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Wia-wia, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Selasa (6/5/2025). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si membuka kegiatan ini yang mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, terpencil, dan tertinggal.

“Ini bukan hanya pembangunan infrastruktur, tapi juga mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Burhanudin menambahkan bahwa program TMMD selaras dengan visi pembangunan daerah yang mengedepankan pemerataan hingga ke pelosok desa. Ia menyebutkan TMMD adalah mitra strategis dalam mencapai tujuan pembangunan Bombana yang berdaya saing berbasis agrominapolitan.

TMMD ke-124 di Kecamatan Matausu kali ini akan difokuskan pada pembangunan fisik seperti perbaikan jalan, jembatan, rehab Masjid, jalan usaha Tani, rumah tidak layak huni, serta kegiatan non-fisik berupa penyuluhan kebangsaan, kesehatan, penanggulangan stunting, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini sejalan dengan program 100 hari kerja kami yang menekankan kolaborasi lintas sektor, efisiensi anggaran, dan pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Bupati Bombana Ir. Burhanudin juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1431/Bombana atas komitmen dan dedikasi dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyerukan agar seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga masyarakat, bergotong royong menyukseskan program ini.

Sementara itu Dandim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, selaku Dansatgas TMMD 124, menegaskan bahwa TMMD adalah program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik dan non-fisik.

Adapun sasaran fisik TMMD 124 meliputi: Perbaikan Jalan Usaha Tani di Desa Wia-wia, Jalan Usaha Tani di Desa Lamuru, Perbaikan Jembatan Desa Morengke, Jembatan Desa Kolombi, Rehab RTLH di Desa Totole dan Wia-wia, Pembangunan dan rehab deucker jembatan di beberapa desa, Rehab tribun desa di Wia-wia dan Morengke, Rehab masjid di Desa Totole dan Morengke.

“Selain sasaran fisik, TMMD juga menyasar kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan narkoba, bela negara, wawasan kebangsaan, penyuluhan lingkungan, dan KB kesehatan,” jelasnya.

Lebih Lanjut Dandim menjelaskan bahwa Dalam kegiatan TMMD ini akan dilaksanakan juga program unggulan Bapak Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

“TMMD 124 juga mengadakan kegiatan tambahan seperti rehab RTLH, pembangunan dan rehab sumur bor, penanaman 100 bibit pohon di lima desa, pemberian sembako dan makanan bergizi kepada 100 orang anak Sekolah” Pungkas Andi Irfandi.