LKPD Sultra Apresiasi Tabligh Akbar UAS di PESRI Kendari

KENDARI, sultranet.com – Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Sulawesi Tenggara mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar Pesantren Ummusshabri (PESRI) Kendari dengan menghadirkan dai kondang Ustadz Dr. H. Abdul Somad, Lc., MA (UAS). Jumat (2/5/2025/

Direktur Eksekutif LKPD Sultra, Muh. Arham, yang juga alumni PESRI angkatan 2000, mengungkapkan kekagumannya atas keberhasilan pihak pesantren menghadirkan UAS, sosok pendakwah nasional yang sangat dinanti-nanti masyarakat.

“Informasi dari panitia, upaya menghadirkan UAS ini sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Dan hari ini, bertepatan dengan Hardiknas, akhirnya terealisasi. Ini pencapaian luar biasa,” ujar Arham saat ditemui di Bandara Haluoleo, Sabtu (3/5/2025) pagi.

Direktur Eksekutif LKPD Sultra, Muh. Arham
Direktur Eksekutif LKPD Sultra, Muh. Arham

Menurut Arham, momen spesial ini membuat UAS memberikan durasi ceramah lebih lama dari biasanya.

“Kalau di tempat lain biasanya hanya satu jam, tadi malam di PESRI beliau ceramah sampai satu setengah jam sebagai bentuk penghargaan atas penantian panjang civitas akademika Ummusshabri,” tambahnya.

Tabligh Akbar yang berlangsung meriah ini dihadiri ribuan jamaah dari berbagai penjuru kota yang memadati kompleks Pesantren Ummusshabri Kendari sejak sore hari.

Antusiasme warga begitu tinggi menyambut kehadiran sang ustadz yang selama ini hanya mereka saksikan lewat media sosial dan tayangan TV.

Sejumlah pejabat penting tampak hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Sultra, Kapolda Sultra, Danrem 143/Haluoleo, Kepala Kejaksaan Tinggi, dan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pimpinan Pesantren Ummusshabri Kendari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan ini.

“Ini adalah hadiah Hardiknas untuk santri dan masyarakat Sultra,” ungkap salah satu pengurus pesantren.

Tabligh Akbar bersama UAS ini bukan hanya menjadi momen religius, tetapi juga simbol penguatan pendidikan karakter dan spiritual di lingkungan pesantren dan masyarakat luas.




Pendidikan spiritual, Pendidikan modern

Kendar,Sultranet.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025 dengan cara yang penuh makna melalui pelaksanaan Tabligh Akbar di Kompleks Pesantren Ummusshabri Kendari, Jumat malam, 2 Mei 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua, M.Ling., dan menghadirkan Da’i Nasional Prof. KH. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (UAS) sebagai penceramah utama.

Mengusung tema “Mendidik dengan Hati, Mencerahkan dengan Ilmu,” kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi dan motivasi bagi dunia pendidikan, khususnya di Sulawesi Tenggara. Hadir pula dalam acara ini jajaran pimpinan Yayasan Ummusshabri, Ketua dan Anggota DPRD Sultra, Forkopimda, Kanwil Kemenag Sultra, Ketua MUI Sultra, pimpinan ormas Islam se-Sultra, serta para anggota BKMT Sultra.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Ir. Hugua menyampaikan bahwa pemerintah daerah menempatkan pendidikan sebagai kunci strategis untuk mewujudkan Sultra yang maju, sejahtera, aman, dan religius. Ia menyambut hangat kehadiran UAS sebagai bentuk apresiasi Pemprov Sultra terhadap nilai-nilai spiritual dalam pendidikan.

“Malam hari ini sangat relevan karena bertepatan dengan peringatan ulang tahun Sulawesi Tenggara dan Hari Pendidikan Nasional. Ini adalah amanat konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami harap tausiah dari Pak Kiai dapat memberi pencerahan, membentuk masyarakat Sultra yang terdidik dan tercerahkan,” ujar Hugua.

Hugua juga menanggapi kekhawatiran yang disampaikan pimpinan Ummusshabri tentang pendidikan masa kini yang kerap mengabaikan nilai-nilai emosional dan etika. Ia menilai, pendidikan berbasis hati dan akhlak adalah elemen yang tak boleh terabaikan dalam pembangunan sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Dr. H. Supriyanto, MA, menekankan pentingnya pendidikan yang menyentuh dimensi spiritual dan emosional anak. Ia menyoroti kecenderungan orang tua yang lebih memilih pendekatan material dalam mendidik anak-anak mereka.

“Sekarang ini, banyak orang tua mendidik anak dengan materi. Dikasih HP supaya tenang, dibelikan kue agar tidak menangis. Tapi itu perlahan menjauh dari esensi pendidikan yang sesungguhnya: mendidik dengan hati,” ujar Supriyanto.

Ia menjelaskan bahwa Ummusshabri membangun model pendidikan yang mempertemukan peradaban Barat dan Timur. Di satu sisi, ilmu sains dan teknologi diperkenalkan dalam kelas internasional dan digital yang menggunakan Bahasa Inggris dan kurikulum Cambridge. Di sisi lain, pendidikan Islam dengan Bahasa Arab tetap menjadi fondasi utama.

“Di Ummusshabri, kami punya kelas kebrit yang full English, kelas Cambridge yang dievaluasi langsung oleh lembaga Cambridge, dan kelas digital AI untuk anak-anak belajar coding dan berpikir komputasional. Tapi semua itu berdiri kokoh di atas spiritualitas, dengan hafalan dan pendidikan agama sebagai dasar,” terangnya.

Ia menyebut model pendidikan Ummusshabri sebagai “pertemuan dua peradaban yang diislamkan,” karena keberhasilan teknologi dan ilmu pengetahuan tetap dibingkai dalam nilai-nilai keimanan.

Kegiatan Tabligh Akbar ini berlangsung khidmat dan hangat, dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati area pesantren. Tausiah Ustadz Abdul Somad menjadi puncak acara yang ditunggu-tunggu, menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan pentingnya menyeimbangkan ilmu dunia dan akhirat dalam pendidikan anak.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sulawesi Tenggara tahun ini bukan hanya seremoni, tetapi juga menjadi ajakan kolektif untuk membangun pendidikan yang lebih utuh — yang menyentuh akal, hati, dan jiwa.




Sultra Gelar Upacara Hardiknas, Sekda Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 di Lapangan Kantor Gubernur Sultra pada Jumat pagi. Upacara yang mengangkat tema nasional “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Gubernur Sultra yang sedang mendampingi Menteri Kesehatan dalam agenda pembangunan rumah sakit di empat kabupaten.

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua DPRD Sultra, Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, pejabat eselon III dan IV, serta para guru dan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang dibacakan Sekda Asrun Lio, ditegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pendidikan adalah hak asasi yang tidak boleh diskriminatif. Setiap warga negara berhak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, tanpa memandang latar belakang agama, suku, ekonomi, ataupun kondisi fisik,” kata Menteri Mu’ti.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam membangun karakter, peradaban, dan mobilitas sosial. Pemerintah, kata dia, telah menempuh langkah strategis sejak Oktober 2024, termasuk perbaikan tata kelola, peningkatan kompetensi guru, kurikulum berbasis deep learning, hingga penguasaan teknologi seperti koding dan kecerdasan buatan.

“Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas nasional, sesuai Asta Cita keempat: membangun SDM unggul sebagai agen perubahan menuju Indonesia yang adil dan makmur,” tambahnya.

Melanjutkan amanat itu, Sekda Asrun Lio menyampaikan sambutan Gubernur Sultra yang berhalangan hadir. Ia menekankan bahwa Pemprov Sultra berkomitmen penuh dalam mendukung pendidikan inklusif dan bermutu. Salah satu program prioritas dalam 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra adalah penyediaan pakaian sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB.

“Tidak boleh ada anak Sultra yang putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi. Untuk itu, Pemprov telah menyiapkan dua skema beasiswa, yakni beasiswa berprestasi dan beasiswa reguler untuk siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Asrun Lio kepada peserta upacara.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan beasiswa simbolis kepada siswa-siswi yang lolos seleksi, termasuk yang mendapat kesempatan melanjutkan studi ke Universitas Sampoerna. Penyerahan dilakukan oleh Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sultra, didampingi Sekda, Ketua DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Biro Kesra.

“Kerja sama dengan pihak swasta terus diperkuat. Beasiswa ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan akses pendidikan tinggi,” ujar Kadis Pendidikan Sultra di sela kegiatan.

Selain bantuan beasiswa, Pemprov Sultra juga berkomitmen memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan laboratorium dan ruang kelas baru di sekolah-sekolah yang masih kekurangan fasilitas.

Upacara Hardiknas 2025 di Sultra ditutup dengan penampilan tari tradisional Lulo yang melibatkan siswa, guru, dan seluruh tamu undangan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mengiringi akhir acara, mencerminkan semangat gotong royong dalam memajukan pendidikan.

Dengan tema yang menekankan partisipasi semesta, peringatan Hardiknas di Sultra menjadi bukti bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dituntut bekerja bergandengan tangan untuk menjamin setiap anak mendapatkan haknya atas pendidikan yang layak.




Wagub Hugua Hadiri Tabligh Akbar Hardiknas Bersama UAS di Ummusshabri Kendari

Kendari, Sultranet.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diselenggarakan di Kompleks Pesantren Ummusshabri Kendari, Jumat malam. Acara yang mengangkat tema “Mendidik dengan Hati, Mencerahkan dengan Ilmu” ini menghadirkan Da’i Nasional Prof. KH. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., sebagai penceramah utama. (02/mei/2025)

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya pimpinan Pesantren Ummusshabri, Ketua dan anggota DPRD Sultra, unsur Forkopimda, Kepala Kanwil Kemenag Sultra atau yang mewakili, Ketua MUI Sultra, pimpinan ormas Islam se-Sultra, Ketua dan keluarga besar Yayasan Ummusshabri, serta Ketua dan anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sultra.

Dalam sambutannya, Wagub Hugua menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga menyentuh aspek moral dan spiritual.

“Visi kita lima tahun ke depan adalah mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Malam ini sangat relevan dengan beberapa momentum, mulai dari ulang tahun Sulawesi Tenggara yang baru saja kita rayakan, hingga peringatan Hari Pendidikan Nasional. Ini semua bagian dari amanat konstitusi: mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Hugua.

Ia juga menanggapi pernyataan pimpinan Ummusshabri yang menyoroti tantangan pendidikan saat ini, di mana kemajuan teknologi kerap menggeser nilai-nilai etika dan kearifan lokal. Menurut Hugua, kehadiran Ustadz Abdul Somad di momen Hardiknas menjadi bentuk apresiasi atas upaya pendidikan berbasis nilai spiritual yang ditanamkan oleh lembaga-lembaga keagamaan.

“Mudah-mudahan tausiah Pak Kiai bisa memberi pencerahan bagi kita semua dalam membentuk masyarakat Sultra yang tidak hanya cerdas, tapi juga tercerahkan,” tambahnya.

Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Dr. H. Supriyanto, MA., menjelaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari fenomena pendidikan yang cenderung mengabaikan sentuhan emosional.

“Sekarang banyak orang tua lebih memilih memberikan anak HP atau makanan agar diam. Ini bukan mendidik dengan hati. Pendidikan yang baik adalah yang menyentuh nurani dan membentuk karakter,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

Ia juga menekankan bahwa Ummusshabri berkomitmen menggabungkan dua kekuatan peradaban, yakni sains modern dari Barat dan nilai-nilai keislaman dari Timur. Menurutnya, perpaduan ini tercermin dalam berbagai program unggulan di lembaga tersebut.

“Di sini ada kelas kebrit atau kelas internasional full English. Bahkan sebulan lalu, Menteri Pendidikan hadir mengajar di kelas 2 SD full English. Kita punya kelas Cambridge yang evaluasinya langsung dari Cambridge, serta kelas digital Artificial Intelligence (AI) untuk melatih anak-anak berpikir komputasional dan belajar coding,” jelas Supriyanto.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan internasionalisasi kurikulum tidak menjauhkan Ummusshabri dari spiritualitas.

“Kelas internasional dan AI tetap kokoh spiritualnya. Tetap ada target hafalan Al-Qur’an dan pelajaran agama. Maka saya menyebut pendidikan di Ummusshabri sebagai pertemuan peradaban Barat yang diislamkan,” ungkapnya.

Acara Tabligh Akbar ini menjadi penegasan bahwa pendidikan yang menyentuh hati dan berlandaskan nilai-nilai spiritual mampu bersanding dengan kemajuan teknologi. Tausiah Ustadz Abdul Somad diharapkan menjadi penyegar spiritual yang mampu menginspirasi dan memperkuat semangat kebangsaan dalam mendidik generasi muda.

Tabligh Akbar ini ditutup dengan doa bersama dan tausiah dari UAS yang mengajak seluruh jamaah untuk kembali merefleksikan makna pendidikan dalam Islam, serta pentingnya peran orang tua, guru, dan lingkungan dalam membentuk karakter anak.




Bupati H. Burhanuddin Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan Bombana

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan khidmat di halaman Kantor Bupati Bombana, Jumat (2/5/2025). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si dengan mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Hadir dalam kegiatan ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Tim Penggerak PKK Bombana, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga pendidik, pelajar, ASN dan non-ASN, serta tokoh masyarakat yang turut menyemarakkan peringatan hari bersejarah di sektor pendidikan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan hanya seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat dedikasi dan komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat konstitusi. Ia menyampaikan pesan Menteri Pendidikan yang menyebut bahwa seluruh elemen bangsa memiliki peran penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.

“Hardiknas bukan hanya acara tahunan. Ini saatnya kita meneguhkan kembali komitmen kita untuk memberi pendidikan terbaik bagi seluruh anak bangsa. Ini adalah tugas kita bersama,” kata Bupati Burhanuddin di hadapan peserta upacara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan melalui penguatan sektor pendidikan.

“Presiden Prabowo sangat tegas bahwa pendidikan harus menjadi senjata utama untuk memajukan bangsa. Kita dorong revitalisasi sarana pendidikan, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas guru, baik dari sisi kompetensi maupun kesejahteraan,” jelasnya.

Bupati Burhanuddin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi mencapai tujuan besar pendidikan. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh peran orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga media. Semua harus ambil bagian agar anak-anak Bombana tumbuh menjadi generasi hebat dan kuat,” ujarnya.

Dalam momen yang sama, Bupati secara simbolis menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun tanpa cela. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan integritas ASN, khususnya mereka yang berperan dalam dunia pendidikan.

Sebagai wujud nyata komitmen mendukung pendidikan yang inklusif dan merata, Pemerintah Kabupaten Bombana juga meluncurkan program Angkutan Gratis Khusus Pelajar di wilayah Kecamatan Poleang. Program ini diharapkan dapat menjawab persoalan akses transportasi yang selama ini menjadi kendala bagi sebagian pelajar di daerah terpencil.

“Kita ingin pastikan tidak ada anak-anak kita yang putus sekolah hanya karena tidak bisa menjangkau sekolah. Program angkutan gratis ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” tegas Burhanuddin.

Ia menambahkan bahwa kendaraan pelajar tersebut akan mulai beroperasi secara bertahap dan ditargetkan menjangkau seluruh wilayah yang memiliki keterbatasan transportasi. “Ini bukan hanya tentang kendaraan, ini tentang memastikan masa depan anak-anak kita tetap berjalan,” imbuhnya.

Upacara Hardiknas 2025 di Kabupaten Bombana pun menjadi ruang refleksi bersama, menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam menumbuhkan semangat gotong royong membangun pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Dua agenda hari ini, pemberian penghargaan kepada ASN dan peluncuran kendaraan pelajar gratis, adalah bentuk nyata dari komitmen kami. Kami ingin setiap anak Bombana punya kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya,” tutup Burhanuddin.




Tanam Bibit Pohon Jati dan Trembesi sebagai Upaya Penghijauan yang Dilakukan Babinsa Koramil 1431-03/Poleang

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-03/Poleang bersama masyarakat Desa Lameo-meong, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon jati dan trembesi sebagai langkah konkret dalam upaya penghijauan lingkungan, Jumat (2/5/2025). Kegiatan ini bertujuan mencegah banjir serta mengurangi polusi udara di wilayah tersebut.

Sertu Djuharis selaku Babinsa Poleang Barat mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan. “Menanam pohon bukan hanya untuk penghijauan, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga alam. Ini juga bagian dari antisipasi bencana banjir di musim hujan,” ujarnya.

Kepala Dusun Lameo-meong, Busran, menyambut baik kegiatan ini dan berharap menjadi contoh bagi masyarakat luas. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Semoga menjadi awal yang baik untuk menciptakan desa yang hijau, sehat, dan sejuk,” pungkasnya.

Danramil 1431-03/Poleang, Kapten Inf Dahlah, juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat gotong royong warga dan anggotanya. “Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman bagi masyarakat. Sinergi seperti ini harus terus dipelihara,” katanya.

Dengan adanya kegiatan penanaman pohon ini, diharapkan masyarakat Desa Lameo-meong semakin sadar pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.




Pemprov Sultra Tunjukkan Komitmen Inklusivitas Pendidikan 

Kendari,Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Jumat, 2 Mei 2025. Upacara yang mengusung tema nasional “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D.

Upacara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Prov. Sultra, Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Sultra, Forkopimda, para Kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, serta siswa-siswi dan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Sambutan tertulis dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menjadi pengantar utama dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pendidikan adalah hak asasi yang tidak boleh diskriminatif. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan bermutu, tanpa memandang latar belakang agama, suku, ekonomi, maupun kondisi fisik,” ujar Menteri Mu’ti.

Ia juga menyoroti bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai pilar pembangunan karakter, peradaban, serta mobilitas sosial. Komitmen Presiden Prabowo dalam pembangunan SDM unggul pun ditegaskan melalui Asta Cita keempat, yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan nasional.

Sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meluncurkan berbagai inisiatif pembaruan, mulai dari peningkatan kualitas guru, kurikulum berbasis deep learning, hingga pelatihan teknologi seperti coding dan kecerdasan buatan. Program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dan “Pagi Ceria” juga digulirkan untuk menguatkan pendidikan karakter sejak dini.

Usai membacakan sambutan Menteri, Sekda Asrun Lio menyampaikan amanat Gubernur Sultra yang berhalangan hadir karena mendampingi Menteri Kesehatan dalam agenda pembangunan rumah sakit di empat kabupaten. Dalam arahannya, Sekda menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas partisipasi semua pihak dalam membangun pendidikan di Bumi Anoa.

Ia juga menyoroti program prioritas 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk penyediaan seragam sekolah gratis untuk siswa SMA, SMK, dan SLB sebagai langkah awal pemerataan akses pendidikan. “Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra berkomitmen memastikan tidak ada anak Sultra yang tidak bersekolah hanya karena faktor ekonomi,” ujar Asrun Lio.

Pemprov Sultra juga telah mengalokasikan beasiswa dalam dua kategori, yaitu beasiswa berprestasi dan beasiswa reguler bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Tak hanya itu, kerja sama dengan Universitas Sampoerna dalam pemberian beasiswa turut menunjukkan sinergi lintas sektor untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi.

Penyerahan simbolis beasiswa S1, S2, dan S3, termasuk beasiswa ke Universitas Sampoerna, dilakukan dalam upacara tersebut oleh Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sultra didampingi oleh Sekda Sultra, Ketua DPRD, Kadis Pendidikan, dan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi.

Sebagai penutup, seluruh peserta upacara larut dalam kebersamaan melalui tarian tradisional Lulo, yang melibatkan siswa, guru, dan tamu undangan. Semangat gotong royong dan kekeluargaan menjadi penanda akhir yang menggugah dari peringatan Hardiknas tahun ini.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama semua pihak, pendidikan yang inklusif, bermutu, dan menjangkau semua lapisan masyarakat bukan sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang tengah dibangun dari hati.




Bombana Cup 2025 Resmi Dibuka, Bupati Burhanuddin Dorong Pembinaan Atlet Muda

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, secara resmi membuka Turnamen Sepakbola Mini Bombana Cup 2025 yang mempertemukan para pemain muda dari tiga kategori usia, yakni U-12, U-14, dan U-17. Pembukaan turnamen berlangsung meriah di Lapangan A.A Rifai, Kecamatan Rumbia, Kamis, 1 Mei 2025, dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Bombana, Pimpinan Bank Sultra, Kepala OPD, pelatih, serta ratusan masyarakat dari berbagai wilayah. (1/5)

Turnamen ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana yang fokus pada penguatan sektor kepemudaan dan olahraga. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan pengembangan potensi generasi muda sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat nyata dalam masa 100 hari kerja pertama bersama Wakil Bupati Ahmad Yani. Menurutnya, pembangunan di Bombana harus dimulai dari hal-hal mendasar yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk melalui kegiatan olahraga.

“Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa tanggung jawab yang diberikan kepada saya dan Pak Ahmad Yani harus segera dirasakan manfaatnya. Turnamen ini menjadi salah satu bentuk implementasi program 100 hari kerja kami,” ujar Bupati Burhanuddin.

Ia juga menekankan bahwa turnamen ini bukan semata-mata soal kemenangan, melainkan bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda Bombana. “Kami ingin menjadikan olahraga sebagai media pendidikan yang menyenangkan dan membangun semangat kebersamaan. Harapan kami bukan hanya jangka pendek, tapi jangka panjang. Dari turnamen ini, kita berharap muncul bibit-bibit atlet masa depan,” katanya.

Sebanyak 53 tim dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara ikut ambil bagian dalam Bombana Cup 2025. Turnamen ini digelar di tiga lapangan berbeda dan akan berlangsung hingga 4 Mei mendatang. Pemerintah Kabupaten Bombana menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti tim medis, wasit berlisensi, hingga pengamanan dari pihak kepolisian dan Satpol PP demi memastikan jalannya pertandingan berlangsung tertib dan aman.

Bupati Burhanuddin optimistis Bombana bisa menjadi pusat lahirnya atlet berprestasi. Ia bahkan membayangkan suatu hari nanti ada pemain nasional atau pemimpin daerah yang berasal dari para peserta turnamen ini. “Tidak menutup kemungkinan, anak-anak yang hari ini bermain di lapangan suatu saat nanti bisa menjadi atlet nasional atau bahkan pemimpin daerah. Kita harus mulai dari sekarang,” tambahnya.

Turnamen ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sejak pagi hari, lapangan sudah dipadati penonton. Orang tua, pelatih, dan warga dari berbagai desa dan kecamatan datang memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka yang bertanding. Kemeriahan terasa tidak hanya di dalam lapangan, tetapi juga di sekitarnya, menciptakan suasana yang akrab dan penuh semangat.

Selain sebagai sarana kompetisi, turnamen ini juga menjadi ruang produktif bagi anak-anak dan remaja Bombana untuk menyalurkan energi positif. Pemerintah berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju pembinaan atlet yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di masa mendatang.

Bombana Cup 2025 adalah satu dari sekian banyak program prioritas dalam agenda kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana yang bertujuan mendekatkan pelayanan dan program kepada masyarakat. Lewat pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan dan minat warga, pemerintah ingin menciptakan suasana Bombana yang aktif, sehat, dan harmonis melalui olahraga.




Bupati Burhanuddin Hadiri Tahlilan Mantan Sekda Bombana

Bombana, sultranet.com – Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Drs. Man Arfa, M.Si di Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Kamis malam, 1 Mei 2025. Ratusan warga, kerabat, dan para pejabat pemerintah daerah memadati rumah duka untuk mengikuti acara tahlilan atas wafatnya mantan Sekretaris Daerah Bombana tersebut.

Tampak hadir secara langsung Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, yang datang memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang berdedikasi, jujur, dan penuh komitmen selama mengabdi sebagai birokrat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana.

“Beliau adalah orang baik, penuh komitmen dalam menjalankan amanah. Kita semua merasa sangat kehilangan,” ujar Bupati Burhanuddin dengan suara bergetar menahan haru. “Mari kita bersama-sama mendoakan almarhum. Semoga seluruh dosa-dosanya diampuni dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.”

Kehadiran orang nomor satu di Bombana ini menjadi bentuk nyata penghormatan kepada sosok almarhum yang telah banyak berjasa dalam roda pemerintahan. Drs. Man Arfa diketahui merupakan figur birokrat senior yang telah malang melintang di dunia pemerintahan daerah dan dikenal luas sebagai pribadi sederhana dan bersahaja.

Acara tahlilan juga dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, hingga warga sekitar yang mengenal baik sosok almarhum. Mereka larut dalam doa bersama, memohonkan ampunan dan tempat terbaik bagi almarhum di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Bagi para kolega dan bawahannya, Drs. Man Arfa adalah pemimpin yang tenang, visioner, dan selalu memberikan keteladanan dalam setiap langkahnya. Tak heran jika kepergiannya menyisakan kesedihan mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak pihak yang pernah bekerja bersama dirinya.

“Beliau bukan hanya atasan, tapi juga teladan bagi kami. Selalu mendengarkan, membimbing, dan tidak pernah meninggikan suara. Sosok seperti beliau sangat sulit ditemukan lagi,” tutur salah satu staf senior yang turut hadir malam itu.

Semasa menjabat sebagai Sekretaris Daerah Bombana, almarhum dikenal sangat aktif dalam berbagai perumusan kebijakan pembangunan daerah. Ia tak hanya bekerja dari balik meja, tapi juga sering turun langsung ke lapangan, memastikan program berjalan sesuai harapan masyarakat.

Tahlilan malam itu berjalan penuh khidmat, dengan suasana yang sarat akan kehangatan dan kekeluargaan. Doa-doa mengalir dari mulut para pelayat, mengiringi kepergian sang birokrat sejati yang telah memberikan sebagian besar hidupnya untuk pengabdian di tanah Bombana.

Kehadiran para pejabat daerah dalam kegiatan ini menjadi simbol kuat solidaritas dan penghargaan terhadap pengabdian almarhum. Ini juga mencerminkan bahwa jasa seseorang tidak pernah dilupakan, meski telah berpulang ke pangkuan Ilahi.

Masyarakat setempat pun mengapresiasi kehadiran Bupati Burhanuddin dan jajaran pemerintah daerah lainnya, yang dianggap sebagai bentuk empati dan kedekatan emosional antara pemimpin dan warganya. “Kami merasa bangga karena pemimpin kami datang langsung. Ini menunjukkan bahwa Pak Burhanuddin sangat menghargai jasa almarhum,” ujar seorang tokoh masyarakat Lameroro.

Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana haru masih menyelimuti, namun terasa juga kehangatan kebersamaan dan ketulusan hati yang ditinggalkan oleh almarhum selama hidupnya.




Bupati Burhanuddin Resmi Buka Turnamen Sepakbola Mini Bombana Cup 2025

Bombana, Sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si secara resmi membuka Turnamen Sepakbola Mini Bombana Cup 2025 di Lapangan A.A Rifai Kecamatan Rumbia, Kamis (1/5/2025). Turnamen ini menghadirkan pemain muda dari tiga kategori usia, yaitu U-12, U-14, dan U-17. Hadir dalam acara pembukaan jajaran Forkopimda, Ketua dan Wakil Tim Penggerak PKK Bombana, Pimpinan Bank Sultra, Kepala OPD, pelatih, serta masyarakat setempat.

Turnamen sepakbola ini menjadi bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana, yang menitikberatkan pada penguatan sektor kepemudaan dan olahraga. Program ini bertujuan membina atlet usia dini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan potensi generasi muda melalui jalur olahraga.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan target Quick Win 100 hari yang sudah disepakati bersama. “Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa tanggung jawab yang diberikan kepada saya dan Pak Ahmad Yani harus segera memberikan manfaat, salah satunya melalui event olahraga,” ujarnya.

Bupati Burhanuddin menambahkan, “Harapan kami dalam event sepakbola ini bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Turnamen ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter anak-anak. Olahraga diharapkan menjadi sarana pendidikan yang menyenangkan dan membangun semangat kebersamaan.”

Turnamen yang berlangsung hingga 4 Mei ini diikuti oleh 53 tim dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Pertandingan digelar di tiga lapangan dengan harapan tidak hanya mencetak prestasi lokal, tetapi juga menjadi bagian proses seleksi dan pembinaan atlet menuju tingkat provinsi dan nasional.

“Harapan saya, Bombana akan menjadi lumbung atlet yang mampu berkiprah di tingkat nasional. Tidak menutup kemungkinan di antara peserta yang hadir hari ini kelak akan menjadi atlet sepakbola nasional atau bahkan pemimpin daerah Bombana,” tambah Bupati Burhanuddin optimis.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak pagi hari, dengan padatnya area sekitar lapangan. Orang tua, pelatih, dan warga dari berbagai desa dan kecamatan hadir memberikan dukungan penuh. Pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti tim medis, wasit berlisensi, dan pengamanan dari kepolisian serta Satpol PP agar turnamen berjalan aman dan tertib.

Turnamen Sepakbola Mini Bombana Cup ini merupakan salah satu dari banyak program prioritas dalam agenda 100 hari kerja yang secara langsung menyasar kebutuhan dan minat masyarakat. Fokus utamanya adalah membangun ruang-ruang produktif untuk menyalurkan energi positif anak-anak dan remaja Bombana melalui kegiatan olahraga.

Penyelenggaraan turnamen ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang olahraga. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan ajang ini mampu menghasilkan bibit-bibit atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama Bombana di kancah regional hingga nasional.