Warga Kelurahan Teomokole dan Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena Kerja Bakti di Pembersihan Bahu Jalan

Bombana, Sultranet.com – Warga Kelurahan Teomokole bersama Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena melaksanakan kerja bakti membersihkan bahu jalan yang dipenuhi rumput liar di sepanjang Jalan Poros Teomokole – Rahadopi, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Peltu Muh. Haris, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Peltu Muh. Haris Bati Tuud Koramil 1431-02/Kabaena menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. “Melalui kegiatan karya bakti ini, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Oplus_131072

Sementara itu, Kasi Trantib Kelurahan Teomokole, Bapak Azis Dahlan, mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut. “Kehadiran Babinsa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar,” katanya.

Danramil 1431-02/Kabaena, Kapten Inf Efendi, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. “Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjaga demi mendukung kenyamanan pengguna jalan dan warga sekitar,” tutupnya.




Kesbangpol Bombana Rutin Perdengarkan Panca Prasetya Korpri

Bombana, sultranet.com – Dalam upaya memperkuat semangat nasionalisme dan loyalitas aparatur sipil negara (ASN), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana secara konsisten melaksanakan kegiatan mendengarkan pembacaan naskah Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) setiap hari Rabu. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 10.00 WITA dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Badan Kesbangpol, Drs. Budiman, MM. (30/4)

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia Nomor B-32/KSN/S/TU.00/01/2025 tertanggal 20 Januari 2025. Surat edaran itu menginstruksikan pemutaran Lagu Kebangsaan Indonesia Raya setiap Senin dan Kamis, pembacaan Naskah Pancasila setiap Selasa dan Jumat, serta mendengarkan Panca Prasetya Korpri setiap Rabu di seluruh instansi pemerintahan.

Menurut Budiman, kegiatan yang telah rutin digelar sejak awal Maret 2025 ini bukan sekadar seremonial semata. “Ini bukan hanya kegiatan simbolis. Ini adalah bagian dari upaya untuk menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air, nasionalisme, dan loyalitas ASN terhadap Pancasila dan UUD 1945,” ujar Budiman saat memberikan arahan kepada seluruh ASN di lingkup Badan Kesbangpol.

Dalam pelaksanaannya, para ASN berdiri dengan tertib layaknya upacara apel. Suasana berlangsung khidmat ketika naskah Panca Prasetya Korpri diperdengarkan. Semua peserta terlihat menyimak dengan penuh keseriusan, seolah menggenggam kembali semangat pengabdian yang menjadi inti dari nilai-nilai Korps Pegawai Republik Indonesia.

Budiman menegaskan bahwa pembacaan Panca Prasetya Korpri memiliki makna penting dalam membangun karakter ASN yang berintegritas dan memiliki etos kerja tinggi. Ia menekankan bahwa seluruh isi dari Panca Prasetya tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap tugas pelayanan publik yang dijalankan.

“Pelayanan publik yang cepat, tepat, dan mengutamakan kepentingan bangsa harus menjadi komitmen kita bersama. Salah satu bentuk pengamalan dari semangat itu adalah dengan disiplin hadir di kantor dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” kata Budiman dengan penuh semangat.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum dalam memperbaiki pola kerja dan meningkatkan profesionalisme. Baginya, loyalitas kepada bangsa dan negara tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam setiap lini pelayanan publik.

Budiman berharap, rutinitas ini dapat menjadi contoh yang baik bagi perangkat daerah lainnya. Dengan membudayakan kebiasaan mendengarkan dan menghayati Panca Prasetya Korpri, semangat pengabdian dan tanggung jawab ASN terhadap masyarakat dan negara akan terus terjaga dan berkembang.

“ASN harus menjadi teladan, baik dalam kedisiplinan, etika kerja, maupun dalam pelayanan. Mari kita jadikan Panca Prasetya Korpri sebagai cermin sikap dan perilaku kita dalam mengabdi,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari seluruh jajaran pegawai di lingkup Kesbangpol Bombana. Mereka menilai bahwa kegiatan tersebut mampu membangkitkan kembali semangat kolektif sebagai abdi negara dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari Korps Pegawai Republik Indonesia.

Ke depan, Kesbangpol Bombana berkomitmen untuk terus menghidupkan nilai-nilai nasionalisme dalam setiap aktivitas kelembagaan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa semangat melayani, mengabdi, dan mencintai tanah air harus senantiasa tertanam dalam hati setiap ASN.




DPPKB Bombana Gelar Bimbingan Terpadu, Perkuat Implementasi Bangga Kencana 2025

Bombana, sultranet.com – Dalam upaya memperkuat pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana menyelenggarakan Pertemuan Bimbingan Terpadu Gelombang I Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Rahmat dan diikuti oleh seluruh Kepala UPTD Balai Penyuluh KB dari 22 kecamatan se-Kabupaten Bombana, masing-masing didampingi oleh satu staf. (30/4)

Kepala DPPKB Kabupaten Bombana, Drs. H. Abdul Azis, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh tambahan beberapa kegiatan strategis, termasuk program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsyat). Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap kebijakan Bangga Kencana serta penguatan peran UPTD sebagai ujung tombak pelaksanaan program di tingkat kecamatan.

“Penyaluran Dana BOKB untuk kali ini mungkin tidak seperti tahun kemarin, yang langsung bisa digunakan setelah pertemuan. Tahun ini, kita menunggu proses pencairan dana dari pusat terlebih dahulu sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan,” jelas Abdul Azis.

Pertemuan ini juga menjadi ajang pembekalan bagi para peserta terkait petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan yang dibiayai BOKB, khususnya kegiatan Dahsyat. Dalam juknisnya, kegiatan Dahsyat bertujuan untuk mengajarkan keluarga sasaran, seperti ibu hamil, ibu dengan balita, calon pengantin, dan balita usia 0–23 bulan, untuk mengolah makanan bergizi dengan memanfaatkan sumber pangan lokal.

DPPKB menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan Dahsyat, terutama koordinasi dengan petugas gizi di lapangan untuk memastikan jenis pangan yang sesuai dan layak di masing-masing wilayah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh lini pelaksana di lapangan memahami arah dan strategi pelaksanaan Program Bangga Kencana di tahun 2025, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal dan tepat sasaran,” tambah Irna Rochatiningrum, S.TP., MM.

Kegiatan bimbingan ini juga diisi dengan penyampaian materi dari masing-masing bidang di DPPKB Kabupaten Bombana. Setiap bidang memberikan penjelasan teknis terkait pelaksanaan program, strategi operasional, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi forum koordinasi yang efektif dan menjadi pemacu semangat seluruh penyuluh KB dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan kesejahteraan masyarakat Bombana melalui program Bangga Kencana.




Bersama Perangkat Desa, Guru dan Siswa, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Kerja Bakti di Pembersihan Bahu Jalan

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia yang dipimpin Sertu Amiruddin bersama Kepala Desa, perangkat desa, guru dan siswa-siswi SDN Tapuahi melaksanakan kerja bakti membersihkan drainase dan Bahu jalan di Desa Tapuahi, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Rabu, (30/04/2025). Kegiatan ini bertujuan menjaga kebersihan lingkungan dan menumbuhkan kepedulian sejak dini terhadap kebersihan.

Sertu Amiruddin menyampaikan bahwa kerja bakti ini merupakan upaya menjaga kebersihan lingkungan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini,” ungkap Amiruddin.

Senada dengan itu, Danramil 1431-01/Rumbia melalui Bati Tuud-nya, Pelda La Ulo mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana edukasi penting bagi generasi muda.

“Kerja bakti ini bukan hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tapi juga membentuk karakter siswa agar peduli terhadap kebersihan sejak kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tapuahi, Sulfandi, S.Kom menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut.

“Kebersihan adalah tanggung jawab bersama, dan kegiatan seperti ini harus terus digalakkan di desa dengan melibatkan seluruh elemen Masyarakat,” pungkas Sulfandi.




Turnamen Voli Bombana Resmi Bergulir, Dorong Olahraga dan UMKM Tumbuh Bersama

Bombana, Sultranet.com – Open Turnamen Bola Voli resmi digelar oleh Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bombana di Gedung Olahraga (GOR) Rumbia, Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia, Sulawesi Tenggara. Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini dibuka langsung oleh Ketua DPRD Bombana yang juga menjabat sebagai Ketua PBVSI Bombana, Selasa, 29 April 2025.

Turnamen ini menjadi momen penting dalam menggerakkan semangat olahraga di kalangan generasi muda, sekaligus menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat sekitar. Antusiasme tampak sejak awal acara. GOR Rumbia dipadati ratusan warga, atlet, hingga pelaku usaha mikro yang meramaikan suasana dengan berbagai produk makanan, minuman, dan kerajinan.

Ketua PBVSI Bombana, dalam sambutannya, menekankan bahwa olahraga bukan semata-mata tentang hasil akhir di lapangan.

“Turnamen ini bukan soal menang atau kalah, tapi tentang semangat, kebersamaan, dan mimpi. Kami ingin anak-anak muda Bombana melihat olahraga, khususnya voli, sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik,” kata Ketua PBVSI Bombana saat membuka turnamen.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin turut hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat perangkat daerah, serta tokoh-tokoh masyarakat. Dalam keterangannya usai acara, Burhanuddin menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam membangun sektor olahraga dan ekonomi secara simultan.

“Kami berkomitmen mendukung seluruh cabang olahraga. Turnamen ini penting untuk membangkitkan semangat kompetitif, memperkuat rasa persatuan, dan tentu saja mendorong geliat ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Burhanuddin.

Ia juga mengungkapkan optimismenya agar Kabupaten Bombana bisa dipercaya sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara pada masa mendatang. Menurutnya, kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan masyarakat sudah sangat memadai.

“Insyaallah kami siap jika diberi kepercayaan menjadi tuan rumah Porprov Sultra ke depan,” tegasnya.

Turnamen ini diikuti oleh tujuh tim dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara. Pertandingan akan berlangsung selama beberapa pekan, dengan jadwal yang disusun secara berjenjang hingga menuju partai final yang direncanakan akan kembali dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah.

Ketua Panitia Pelaksana menyebut bahwa kegiatan ini tidak hanya menargetkan capaian prestasi semata, namun juga berorientasi pada manfaat sosial dan ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

“Kami ingin turnamen ini menjadi pesta rakyat. Selain memberikan ruang bagi atlet untuk bertanding, kami juga ingin UMKM mendapat manfaat langsung. Kegiatan ini menggeliatkan kembali roda ekonomi, dari penjaja makanan, minuman, hingga penjual cendera mata,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana yang meriah dan penuh semangat. Tribun GOR Rumbia dipenuhi penonton yang bersorak memberi dukungan kepada tim-tim yang bertanding. Riuhnya tepuk tangan dan yel-yel pendukung menambah semarak atmosfer pertandingan.

Turnamen ini juga mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan masyarakat dalam membentuk ekosistem olahraga yang sehat dan inklusif. PBVSI Bombana menunjukkan komitmen dalam membina talenta muda, membangun kebanggaan daerah, serta menghadirkan ruang positif bagi anak-anak muda untuk bertumbuh melalui jalur olahraga.

Dengan semangat gotong royong yang terpancar dari semua elemen yang terlibat, turnamen ini tidak hanya menyajikan kompetisi bola voli, tetapi juga menjadi simbol bahwa olahraga bisa menjadi wahana membangun harapan dan masa depan daerah yang lebih baik.




Pemda Kolut Fokus Benahi Tata Kelola Aset Daerah

Lasusua, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan aset daerah. Bupati Kolaka Utara, Drs. Nur Rahman Umar, MH., memimpin rapat penting yang membahas secara khusus upaya inventarisasi aset milik pemerintah daerah. Rapat ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Selasa, 29 April 2025.

Dalam rapat yang berlangsung dinamis tersebut, Bupati Nur Rahman menekankan pentingnya kesadaran dan kolaborasi semua pihak untuk memastikan bahwa seluruh aset milik pemerintah daerah dapat tercatat dengan baik, tertata rapi, serta dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

“Kita perlu memastikan bahwa seluruh aset daerah tercatat dan dikelola dengan baik, karena hal ini sangat penting untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan publik,” tegas Bupati dalam arahannya di hadapan para peserta rapat.

Ia menyampaikan, inventarisasi aset bukan hanya soal pendataan semata, namun juga menyangkut upaya menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, tata kelola aset yang baik adalah fondasi penting bagi efektivitas pelaksanaan program pembangunan daerah ke depan.

Rapat ini juga menjadi wadah strategis untuk menghimpun masukan dari Forkopimda dan perangkat daerah, yang selama ini berperan langsung dalam pengelolaan serta pengawasan aset pemerintah. Dalam forum tersebut, sejumlah kepala OPD turut memberikan pandangan, saran, dan evaluasi terhadap kondisi aset yang dikelola masing-masing instansi.

Salah satu poin yang disoroti dalam rapat tersebut adalah pentingnya sinkronisasi data aset antar OPD. Bupati meminta agar setiap perangkat daerah memastikan validitas dan pembaruan data aset secara berkala, guna menghindari tumpang tindih atau kehilangan informasi penting.

“Kita tidak ingin ada aset daerah yang tidak jelas keberadaannya, atau tidak termanfaatkan dengan baik. Semua harus tercatat dan termonitor secara sistematis,” ujar Bupati menambahkan.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan agar ke depan, pemerintah daerah membangun sistem informasi yang terintegrasi, sehingga proses pelacakan, pemanfaatan, dan pemeliharaan aset dapat dilakukan secara lebih efisien dan transparan. Hal ini dinilai penting untuk mendukung semangat reformasi birokrasi yang sedang dijalankan di lingkungan Pemda Kolaka Utara.

Seluruh peserta rapat menyambut baik gagasan tersebut. Beberapa perwakilan Forkopimda menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bupati dalam mendorong keterbukaan dan efisiensi dalam pengelolaan aset daerah. Mereka juga berkomitmen untuk turut serta mengawasi dan memberikan dukungan demi terwujudnya tata kelola aset yang lebih baik.

Rapat juga membahas langkah-langkah taktis jangka pendek dan jangka panjang dalam proses inventarisasi dan sertifikasi aset, khususnya aset berupa tanah dan bangunan milik pemerintah. Beberapa OPD terkait diberi tugas untuk segera menyelesaikan verifikasi dan pembenahan dokumen aset yang masih belum lengkap atau belum terdokumentasi secara digital.

Menurut Bupati Nur Rahman, langkah ini penting agar pemerintah daerah memiliki pijakan yang kuat dalam perencanaan pembangunan, termasuk dalam aspek legalitas penggunaan lahan dan bangunan untuk fasilitas publik.

“Aset daerah adalah sumber daya strategis yang harus kita kelola secara profesional. Jangan sampai kita kehilangan aset karena kelalaian administratif atau pengelolaan yang tidak tertib,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Bupati berharap agar seluruh perangkat daerah bekerja lebih cepat dan lebih terukur, serta menjaga koordinasi lintas sektor agar pengelolaan aset daerah benar-benar dapat menjadi pilar penguatan pelayanan kepada masyarakat.

Rapat yang berlangsung selama beberapa jam itu diharapkan menjadi tonggak awal pembenahan serius terhadap sistem inventarisasi dan manajemen aset di Kabupaten Kolaka Utara. Pemerintah daerah menargetkan hasil nyata dari proses ini dapat dirasakan dalam waktu dekat, khususnya dalam mendukung efisiensi anggaran, optimalisasi pemanfaatan aset, serta penguatan pelayanan publik yang berbasis data dan transparansi.




Bombana Siapkan 5 Siswa Hadapi Seleksi Paskibraka Provinsi

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memfasilitasi latihan intensif bagi lima siswa-siswi terbaik untuk menghadapi Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2025. Persiapan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM Kes, yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Bombana. (29/4)

Kelima peserta terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai SMA dan SMK di Bombana, yakni Rayn Samudera (SMAN 14 Bombana), Muh. Reza Aris (SMAN 03 Bombana), Muh. Dewa (SMKN 05 Bombana), Farel (SMKN 03 Bombana), dan satu-satunya peserta putri, Reski Aulia (SMAN 09 Bombana).

Awalnya, panitia seleksi merencanakan pengiriman dua putra dan dua putri. Namun, tiga peserta putri harus dikembalikan ke tingkat kabupaten karena belum memenuhi syarat usia minimal 16 tahun. Hal ini mendorong panitia untuk melakukan evaluasi ulang dan akhirnya memutuskan memberangkatkan empat putra dan satu putri ke tingkat provinsi, dengan satu di antaranya disiapkan sebagai cadangan.

“Anak-anak ini adalah putra-putri terbaik yang telah lolos seleksi kabupaten. Kami siapkan mereka semaksimal mungkin agar bisa bersaing di provinsi, bahkan jika mungkin, tembus ke tingkat nasional,” ujar dr. Sunandar.

Latihan digelar selama sepekan, dari 21 hingga 28 April 2025, dengan melibatkan tim pelatih berpengalaman. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan fisik, kedisiplinan, serta mental peserta. Pelatihan meliputi peraturan baris-berbaris (PBB), lari, push-up, sit-up, back-up, hingga pembinaan karakter dan motivasi.

Menurut panitia pelatih, latihan ini tidak hanya ditujukan untuk menguji kemampuan fisik para peserta, tetapi juga untuk membentuk jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi. Seluruh aspek pembinaan disesuaikan dengan standar seleksi Paskibraka di tingkat provinsi dan nasional.

“Kami tidak hanya melatih gerakan mereka, tapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, dan semangat juang yang tinggi. Ini penting agar mereka tampil optimal di hadapan tim seleksi provinsi nanti,” ujar salah satu pelatih.

Pemkab Bombana memberikan perhatian penuh terhadap kegiatan ini. Selain dukungan moral dan fasilitas latihan, para peserta juga mendapat dukungan dari pihak sekolah dan orang tua. Kolaborasi ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menumbuhkan motivasi peserta.

Latihan yang berlangsung di Rumbia ini berjalan dengan intens dan penuh semangat. Para siswa terlihat antusias dan bersungguh-sungguh mengikuti setiap sesi latihan. Mereka menyadari bahwa kesempatan ini sangat berharga dan bisa menjadi awal dari perjalanan prestasi mereka di level yang lebih tinggi.

Harapan besar disematkan pada lima peserta ini agar mampu membawa nama Kabupaten Bombana bersinar di ajang seleksi tingkat provinsi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika mereka lolos ke tingkat nasional dan menjadi bagian dari Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera di Istana Negara.

“Doakan kami, semoga salah satu dari kami bisa mengangkat nama Bombana di tingkat nasional,” ujar Rayn Samudera penuh harap.

Dengan semangat dan persiapan yang matang, Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda berprestasi dan berkarakter. Melalui seleksi Paskibraka ini, nilai-nilai nasionalisme dan kepemimpinan ditanamkan sejak dini, demi mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh dan membanggakan.




Bupati Cup III Resmi Dibuka, Bombana Siap Cetak Atlet Berprestasi

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan olahraga daerah melalui pembukaan Open Turnamen Bola Voli Bupati Cup III yang digelar di Sarana Olahraga Rumbia (SOR), Selasa 29 April 2025.

Turnamen tahunan yang telah memasuki edisi ketiga ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda, Ketua PBVSI Bombana Iskandar, S.P., Ketua KONI Bombana, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan sportif. Ia juga menegaskan kesiapan Bombana menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026.

“Turnamen ini bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persatuan, membangun mental juara, dan membina potensi atlet daerah. Kami berharap dari sini lahir atlet-atlet berbakat yang mampu bersaing pada Porprov nanti, yang insyaallah kita akan menjadi tuan rumah,” kata Burhanuddin di hadapan peserta dan penonton.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, dirinya berkomitmen mendukung kegiatan olahraga dari berbagai cabang, dengan harapan bisa melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat lokal, tetapi juga nasional.

Turnamen Bupati Cup III diikuti oleh 13 tim voli, terdiri dari 7 tim putra dan 6 tim putri yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bombana, serta tim-tim tamu dari luar daerah. Pertandingan dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 29 April hingga 5 Mei 2025, setiap pukul 15.00 hingga 22.00 WITA.

Ketua PBVSI Bombana, Iskandar, mengungkapkan bahwa kualitas turnamen tahun ini meningkat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari kehadiran peserta dari berbagai klub nasional, termasuk dari Bank Jawa Barat, klub-klub di Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, hingga Sulawesi Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah daerah dan sponsor lokal. Komitmen kami adalah menjaga kualitas kompetisi ini dengan menjunjung tinggi fair play. Seluruh wasit yang bertugas adalah wasit bersertifikat dari PBVSI,” jelas Iskandar.

Ia juga menambahkan bahwa Bupati Cup pertama kali digelar pada tahun 2023 saat Ir. Burhanuddin masih menjabat sebagai Pj. Bupati. Turnamen berlanjut pada tahun 2024 di masa kepemimpinan Pj. Bupati Edy Suharmanto, dan kembali digelar tahun ini di bawah kepemimpinan definitif Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si.

Acara pembukaan berlangsung semarak. Selain parade peserta dan sambutan para pejabat, penonton juga disuguhkan dengan penampilan tari tradisional khas Bombana. Pertandingan ekshibisi antara tim voli Putri Utama Bombana dan tim voli Dua La Ode menjadi penutup yang menghibur, disambut antusias dan sorakan penonton yang memadati area pertandingan.

Bupati Cup III menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bombana untuk mendorong generasi muda agar aktif dalam kegiatan positif, menjauhi hal-hal negatif, dan terus mengembangkan potensi diri melalui olahraga. Pemerintah berharap, dari ajang seperti ini akan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Turnamen ini sekaligus menjadi cerminan bahwa olahraga bukan sekadar ajang meraih medali, tetapi juga media pembangunan karakter, wadah menjalin persaudaraan, serta sarana membangun rasa cinta terhadap daerah. Pemerintah daerah pun optimistis, dengan dukungan penuh masyarakat dan stakeholder, cita-cita menjadikan Bombana sebagai pusat olahraga prestasi di Sulawesi Tenggara dapat terwujud.




Sultra Dorong Transformasi Digital Lewat E-Katalog 6.0

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat komitmennya dalam reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan bersih dengan mendorong transformasi digital pengadaan barang dan jasa melalui peluncuran E-Katalog versi 6.0. Kegiatan sosialisasi sistem digital ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Ling., di Hotel Claro Kendari, Selasa, 29 April 2025.

Acara dihadiri oleh perwakilan Direktur Pasar Digital Pengadaan LKPP, Business Development Manager BenQ Indonesia, jajaran PT Datascrip, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Wagub Hugua menekankan bahwa E-Katalog versi 6.0 merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden yang termuat dalam Asta Cita, khususnya pada poin ketujuh tentang reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, dan penguatan sistem pemerintahan yang akuntabel.

“Transformasi dari versi 5 ke versi 6 ini bukan sekadar pembaruan teknis, tapi merupakan lompatan besar dalam upaya kita membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan efisien,” ujar Hugua.

Ia menyampaikan bahwa sistem terbaru ini menghadirkan mekanisme baru yang lebih ketat dan transparan, karena pembayaran hanya dilakukan setelah barang benar-benar diterima, bukan hanya berdasarkan dokumen administratif.

“Digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, tapi komitmen moral kita. Ini cara kita menutup ruang penyimpangan dan memastikan anggaran daerah digunakan tepat sasaran,” tegasnya.

Wagub juga mengajak seluruh OPD agar menjalankan tugas dengan integritas dan hati yang bersih. Ia menekankan bahwa sebesar apa pun sistem diperbaiki, tidak akan berdampak jika tidak ditopang oleh niat baik dan moralitas aparatur.

“APBD itu bukan untuk elite, tapi untuk masyarakat kecil. Jika niat di hati para kepala OPD salah, maka tujuan pembangunan pun akan meleset,” katanya.

Lebih jauh, Hugua mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap regulasi seperti Undang-Undang Nomor 23 dan 20 Tahun 2023. Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi kunci bagi ASN dalam mengelola tiga elemen utama sistem bernegara: rakyat, wilayah, dan sumber daya.

“Kita ini ditugaskan negara untuk mengelola kekayaan bangsa, baik hayati maupun non-hayati, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Maka dari itu, ASN harus cakap, efisien, dan tahu tanggung jawab,” ujarnya.

Ia pun menegaskan tiga nilai utama yang harus dipegang oleh OPD agar mampu beradaptasi dengan perubahan sistem pengadaan digital, yakni:

Disiplin dalam menjalankan tugas dan anggaran,
Integritas yang tercermin dalam transparansi dan akuntabilitas,
Adaptif terhadap teknologi dan perubahan regulasi.

“Pemerintah tidak butuh orang paling pintar, tapi orang yang bisa bekerja sama, jujur, dan mampu menjaga integritas. Tugas saya sebagai Wakil Gubernur adalah memastikan sistem ini dijalankan dengan hati yang bersih,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Hugua mengingatkan bahwa Gubernur adalah representasi pemerintah pusat di daerah yang bertanggung jawab atas kontrol, fasilitasi, dan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan. Karena itu, para OPD diminta menjadi cerminan tata kelola yang baik agar reputasi pemerintah pusat tidak tercoreng.

“Digitalisasi ini bukan sekadar proyek pengadaan, tapi misi besar dalam memberantas korupsi dan mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. Mari kita tunaikan amanat ini dengan sepenuh hati,” pungkasnya.




Gub Sultra ASR Raih Penghargaan TOP Pembina BUMD 2025

Jakarta, Sultranet.com– Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), menerima penghargaan TOP Pembina BUMD 2025 dalam ajang bergengsi nasional TOP BUMD Awards yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Senin, 28 April 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam membina dan mendorong kemajuan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah Sulawesi Tenggara.

Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness bekerja sama dengan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), serta sejumlah konsultan independen ini menjadi barometer prestasi dan tata kelola terbaik bagi BUMD se-Indonesia.

“Penghargaan ini adalah buah dari kerja kolektif dan komitmen semua pihak di Sulawesi Tenggara untuk membangun ekonomi daerah melalui BUMD yang sehat, profesional, dan adaptif,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka usai menerima penghargaan.

Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan keberhasilan Pemprov Sultra dalam membina lima BPR Bahteramas yang tahun ini meraih kategori prestisius dalam TOP BUMD Awards 2025. BPR Bahteramas Konawe bahkan kembali mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih TOP BUMD Bintang 5, penghargaan tertinggi yang diberikan hanya kepada BUMD dengan performa luar biasa secara berkelanjutan dalam aspek keuangan, tata kelola, pelayanan publik, inovasi, dan daya saing.

Empat BPR Bahteramas lainnya — dari Kabupaten Kolaka, Konawe Selatan, Bombana, dan Kota Kendari — turut mengukir prestasi dengan mendapatkan predikat TOP BUMD Bintang 4. Kenaikan signifikan juga ditunjukkan oleh BPR Bahteramas Kolaka, yang pada 2024 hanya meraih Bintang 3, dan kini berhasil naik ke Bintang 4 berkat peningkatan nyata dalam manajemen dan operasional.

Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa TOP Pembina BUMD diberikan kepada kepala daerah yang mampu menunjukkan komitmen tinggi dalam mendorong BUMD di wilayahnya menjadi institusi yang sehat, efisien, dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

“TOP Pembina BUMD bukan hanya soal simbol, tetapi mencerminkan peran nyata kepala daerah dalam membimbing dan memastikan BUMD-nya berfungsi optimal sebagai penggerak ekonomi,” ujar Ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards, M. Lutfi Handayani.

Selain Gubernur Sultra, penghargaan Pembina BUMD juga diberikan kepada kepala daerah lainnya, termasuk Bupati Konawe, Bupati Kolaka, Bupati Konawe Selatan, Bupati Bombana, dan Wali Kota Kendari. Daerah-daerah ini terbukti konsisten dalam mendukung pengembangan BPR Bahteramas masing-masing hingga mampu tampil dan bersaing di level nasional.

TOP BUMD Awards sendiri dikenal sebagai salah satu ajang penghargaan paling kredibel di bidang tata kelola perusahaan milik daerah. Penilaian dilakukan secara objektif oleh tim juri independen yang berasal dari kalangan pakar keuangan, hukum, pelayanan publik, dan pengembangan bisnis.

Sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Sultra, pemerintah kabupaten/kota, serta pengelola BUMD menjadi kunci keberhasilan Sultra dalam menciptakan ekosistem BUMD yang sehat dan kompetitif. Prestasi lima BPR Bahteramas ini juga menunjukkan bahwa model pembinaan dan tata kelola yang diterapkan di Sultra layak menjadi contoh bagi daerah lain.

“Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus mendorong BUMD agar menjadi lokomotif pembangunan ekonomi daerah, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada rakyat,” tutup Gubernur.

Dengan capaian ini, Sulawesi Tenggara semakin memperkuat posisinya sebagai provinsi yang tidak hanya unggul dalam sumber daya alam, tetapi juga dalam pengelolaan ekonomi lokal yang berbasis pada institusi daerah yang profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat.