HUT ke-61 Pemprov Usung Tema Harmoni Sultra

Kolaka, Sultranet.com – Dalam suasana khidmat dan penuh makna, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Alun-Alun 19 November Kolaka, Minggu 27 April 2025. Peringatan ini dirangkaikan pula dengan Hari Otonomi Daerah ke-29 tahun 2025, menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan daerah yang penuh dinamika dan harapan ke depan.

Upacara dihadiri oleh berbagai elemen strategis, mulai dari keluarga tokoh pendiri Sultra, anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Sultra, pimpinan DPRD Sultra, Forkopimda, para kepala daerah se-Sultra, hingga para Raja dan Sultan, tokoh adat, akademisi, instansi vertikal, serta masyarakat umum.

Dalam amanatnya, Gubernur menyampaikan rasa syukur atas usia Sulawesi Tenggara yang kini memasuki tahun ke-61 sejak terbentuk sebagai provinsi. Ia menegaskan bahwa capaian dan keberadaan Sultra saat ini tak lepas dari perjuangan para tokoh pejuang serta kerja keras para pemimpin terdahulu.

“Sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendiri Sultra dan para pemimpin sebelumnya. Semoga segala amal dan jasa mereka diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Andi Sumangerukka.

Mengangkat tema “Harmoni Sultra”, Gubernur menekankan pentingnya menjadikan keberagaman budaya, suku, bahasa, dan adat istiadat sebagai kekuatan kolektif dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa harmoni bukan hanya semboyan, tetapi semangat dasar dalam menjaga kesatuan dan kolaborasi untuk kemajuan daerah.

“Perbedaan adalah keindahan yang harus dikelola dengan bijak. Karena itu saya memilih ‘Harmoni Sultra’ sebagai semangat pembangunan kita. Mari kita terus bersatu dan membangun Sultra dengan hati dan semangat kolaborasi,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga otonomi daerah yang bertanggung jawab dan produktif. Ia mendorong agar setiap elemen daerah mengembangkan potensi secara optimal dan bertanggung jawab demi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, diberikan sejumlah penghargaan kepada daerah dan perangkat kerja terbaik. Kabupaten Muna Barat meraih nilai kategori A untuk klaster fiskal sedang, Kabupaten Konawe mendapat nilai kategori B untuk klaster fiskal rendah, dan Kabupaten Konawe Kepulauan meraih nilai kategori B untuk klaster fiskal tinggi.

Sementara itu, Innovation Governor Award Provinsi Sultra tahun 2025 diberikan kepada lima perangkat daerah atas kontribusi inovatif dalam tata kelola pemerintahan. Di antaranya adalah BRIDA dengan aplikasi “Adinda”, BKD dengan sistem pengelolaan ASN, Dinas Lingkungan Hidup melalui Klinik Ecobrick Lestari, Dinas Koperasi dan UMKM dengan Klingterasi UMKM dan Nomor Induk Usaha, serta Biro Administrasi Pembangunan dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa melalui inovasi E-Pengendalian dan Bosara.

Tak hanya penghargaan, Gubernur juga menyerahkan bantuan simbolis berupa seragam sekolah untuk siswa SMA, SMK, dan SLB di Kolaka. Ia juga menyerahkan lima kartu “Beramal” sebagai bentuk dukungan sosial dari Pemprov Sultra kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menutup upacara, Andi Sumangerukka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kedamaian dan semangat kekeluargaan dalam membangun Bumi Anoa.

“Dirgahayu ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara. Harmoni Sultra untuk Indonesia,” ujar Gubernur disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta upacara.

Semangat yang ditunjukkan dalam peringatan ini menegaskan komitmen Pemprov Sultra dalam melanjutkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pada nilai-nilai lokal yang kuat. Dengan kerja sama semua pihak, Sulawesi Tenggara optimis melangkah menuju masa depan yang lebih baik, mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.




Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Pimpin Gotong Royong Pembersihan Kanan Kiri Jalan

Bombana, SultraNET. | — Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama aparat Kelurahan dan masyarakat menggelar kegiatan kerja bakti pembersihan kanan kiri jalan di Kelurahan Aneka Marga, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Minggu (27/4/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Lingkungan 1 Toni Sriwidodo, Kepala Lingkungan 2 Bambang Ismoro, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Serda M. Kosim, serta sekitar 15 orang masyarakat Kelurahan Aneka Marga. Mereka bekerja sama membersihkan sampah dan endapan lumpur di sepanjang drainase utama.

Babinsa Serda M. Kosim mengungkapkan, kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Gotong royong ini menjadi salah satu upaya kami bersama masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, juga mengapresiasi semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

“Kami dari Koramil sangat mendukung kerja bakti seperti ini karena mampu mempererat hubungan antara TNI, aparat kelurahan, dan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan 1, Toni Sriwidodo, menyampaikan rasa terima kasih kepada Babinsa dan seluruh masyarakat yang turut berpartisipasi.

“Semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan agar lingkungan kita tetap terjaga kebersihannya,” pungkasnya.




Pemprov Sultra Dukung Pelestarian Budaya

Kolaka, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan lembaga adat dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka melalui Sekretaris Daerah Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kabupaten Kolaka masa bhakti 2025–2030 yang digelar di Kolaka, Sabtu, 26 April 2025.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan selamat kepada pengurus baru MAKN Kolaka dan menegaskan pentingnya peran MAKN sebagai benteng terakhir pelestarian nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang diwariskan oleh kerajaan-kerajaan Nusantara.

“Selamat kepada Ketua DPD MAKN Kolaka dan seluruh jajaran. Amanah ini adalah panggilan untuk menjaga kelestarian budaya sebagai identitas luhur bangsa,” kata Asrun Lio mewakili Gubernur.

Ia mengingatkan, kemajuan teknologi digital membawa tantangan besar berupa krisis identitas budaya, terutama di kalangan generasi muda. Budaya global yang masif masuk lewat dunia digital sering membuat generasi saat ini mulai melupakan akar budayanya.

“Kita menyaksikan makin pudar pemahaman terhadap adat istiadat, bahasa daerah, hingga sejarah kerajaan dan tokoh lokal. Jika ini tidak segera disikapi, maka kita akan kehilangan jati diri,” ujarnya.

Sekda menegaskan pentingnya kehadiran MAKN dalam menjawab tantangan tersebut. MAKN dinilai sangat strategis karena mampu menjadi ruang edukasi dan dokumentasi budaya lokal, bahkan mendorong warisan budaya agar diakui secara nasional.

“Melalui MAKN, kita berharap lahir gerakan pelestarian dan pembaruan budaya yang lebih kontekstual. Budaya lokal kita perlu didokumentasikan secara serius agar tidak punah. Dari tarian, bahasa, hingga ritual adat—semuanya adalah kekayaan yang harus kita rawat,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar MAKN turut aktif dalam menginisiasi proses pendaftaran warisan budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) ke tingkat nasional. Menurutnya, pengakuan tersebut penting untuk memberi perlindungan hukum dan memperkuat eksistensi budaya lokal.

“Jika budaya kita diakui secara nasional, maka akan terbuka ruang lebih luas untuk pembinaan, promosi, hingga penguatan ekonomi berbasis budaya,” tambahnya.

Gubernur juga menitipkan pesan agar pengurus baru MAKN Kolaka menjadikan pelestarian budaya sebagai gerakan yang hidup, membangkitkan semangat generasi muda agar kembali mencintai jati diri budaya mereka.

“Mari jadikan amanah ini sebagai panggilan perjuangan. Bangkitkan kembali kebanggaan terhadap budaya lokal, dan jadilah penggerak utama dalam pelestarian dan promosi budaya Sulawesi Tenggara,” ucapnya.

Pelantikan DPD MAKN Kolaka dihadiri sejumlah tokoh penting dan pemangku adat dari berbagai kerajaan. Di antaranya Bhontona Marusu selaku Bendahara DPW MAKN Sultra, YM. HJ. Wa Ode R.AY Yani Kusdidjoyo dari Kesultanan Sumenep, Dewan Pakar DPP MAKN Mayjen (Purn) H. Munif Prasodjo, Wakil Bupati Kolaka Anakia Husmaluddin yang juga Ketua MAKN Kolaka, serta Ketua DPRD Kolaka.

Selain itu, hadir pula PYM Bokeo Raja Mekongga XX Drs. H. Khaerun Dachlan, perwakilan Sultan Buton, Raja Laiwoi, Raja Poleang Moronene, Raja Muna, Datu Luwu, dan Karaeng Rumbia dari Jeneponto. Para tokoh adat, perangkat kerajaan, hingga Forkopimda Kabupaten Kolaka turut memberikan dukungan penuh atas pelantikan tersebut.

Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebudayaan, menandai sinergi kuat antara pemerintah dan lembaga adat untuk membangun Sultra yang berakar pada nilai-nilai lokal namun adaptif terhadap masa depan.




Gubernur Sultra Lepas Fun Run Harmoni, Ajak Warga Hidup Sehat

Kolaka, Sultranet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara resmi melepas kegiatan Fun Run Harmoni Sultra yang berlangsung di Kabupaten Kolaka, Sabtu, 26 April 2025. Event lari santai ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara, yang tahun ini mengusung tema “Harmoni Sultra”.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 2.000 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, yang turut memeriahkan suasana pagi di Kolaka. Ribuan warga terlihat antusias menyambut kegiatan yang tidak hanya bertujuan membangun kebugaran fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan antarmasyarakat Sultra.

Dalam sambutannya sebelum melepas peserta lari, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai investasi utama dalam hidup.

“Saya selalu katakan, sehat itu adalah investasi. Kalau kita sehat, kita bisa menikmati hidup. Tapi kalau kita tidak sehat, semua itu bisa habis,” ujarnya di hadapan peserta dan tamu undangan.

Menurutnya, gaya hidup sehat tidak hanya datang dari olahraga, tapi juga berpijak dari pikiran yang tenang dan pola makan yang seimbang. Pemerintah Provinsi Sultra, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur olahraga di seluruh wilayah kabupaten/kota, guna memperkuat fondasi pembinaan atlet dan menciptakan prestasi olahraga yang lebih baik.

“Ke depan, kita akan mulai menata venue olahraga di masing-masing daerah. Karena tanpa fasilitas, pembinaan sulit dilakukan. Dan dari sana pula lahir prestasi,” tambah Gubernur.

Acara ini juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sultra, Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, unsur Forkopimda, Kepala BIN Daerah dan Komandan Lanud, para bupati, wali kota, wakil bupati serta wakil wali kota se-Sulawesi Tenggara. Turut hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sultra dan tokoh-tokoh masyarakat Kolaka.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka yang hadir mewakili Pemerintah Daerah setempat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah Fun Run tahun ini.

“Kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan dan semangat sportivitas masyarakat Sultra. Kami senang bisa menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini menjadi indikator kuat bahwa olahraga bisa menjadi perekat sosial yang efektif di tengah kehidupan masyarakat. Ia pun mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kolaka telah merancang agenda tahunan untuk menggelar lomba lari maraton.

“Untuk tahun ini, lomba maraton akan digelar pada 13 Juli 2025. Kami harap event ini bisa diikuti lebih banyak masyarakat dari seluruh penjuru Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Fun Run Harmoni Sultra menjadi penanda bahwa pembangunan daerah tidak semata soal infrastruktur fisik, namun juga pembangunan manusia yang sehat secara fisik dan mental. Semangat kolaboratif dan kebersamaan yang tercipta dari kegiatan ini sejalan dengan tema besar peringatan Hari Jadi ke-61, yakni “Harmoni Sultra”, yang ingin menguatkan persatuan dalam keragaman.

Pemerintah Provinsi Sultra juga menegaskan akan terus menjadikan olahraga sebagai bagian dari strategi pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat. Dukungan penuh terhadap kegiatan seperti ini akan terus diberikan agar gaya hidup aktif menjadi budaya masyarakat Sultra.




Secara Berkelanjutan, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang Gotong Royong Bersihkan Pasar Boepinang Barat

Bombana, SultraNET. | – Sebagai salah satu langkah upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta mencegah terjadinya penumpukan sampah, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan Pasar Sore di Kelurahan Boepinang Barat, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sabtu (26/4). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap kebersihan lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Serma Ismet M, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.

“Kerja bakti seperti ini penting untuk menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Danramil 1431-03/Poleang, Kapten Inf Dahlah, menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan pasar akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari dukungan TNI terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan membantu menciptakan lingkungan yang layak huni,” katanya.

Kepala Lingkungan 2, Bapak Ridwan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan dukungan dari Babinsa dan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas keterlibatan Babinsa Koramil Poleang dalam kegiatan ini. Dengan kebersamaan seperti ini, semoga kebersihan lingkungan dapat terus terjaga,” pungkasnya.




Sekda Sultra Kick Off Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025

Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara resmi memulai kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025. Kegiatan ini ditandai dengan pelepasan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, mewakili Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, bertempat di Dermaga Pelabuhan Lanal Kendari, Jumat, 25 April 2025.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia serta TNI Angkatan Laut atas sinergi dalam pelaksanaan ekspedisi yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sultra. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi hingga ke pelosok negeri, khususnya wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).

“Dengan pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini, kita tentu berharap kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik mengedarkan uang layak edar kepada masyarakat, tetapi juga menjadi perjalanan nilai-nilai kedaulatan Rupiah,” ujar Asrun Lio.

Ia menegaskan, Rupiah bukan hanya alat tukar, melainkan simbol kepercayaan dan pondasi ekonomi nasional. Melalui ekspedisi ini, pemerintah ingin memastikan setiap warga negara, termasuk di wilayah terpencil seperti Wakatobi, mendapatkan hak yang sama terhadap akses uang yang berkualitas dan layak edar.

“Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki wilayah laut yang sangat luas, sekitar 110.000 km². Tantangan geografis seperti ini tidak menyurutkan semangat untuk menjangkau masyarakat di daerah 3T,” tambahnya.

Sekda juga menyebutkan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun ini akan menyasar lima pulau utama di Wakatobi, yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma. Dalam ekspedisi tersebut, layanan kas keliling akan digelar untuk mendistribusikan uang baru sekaligus mendukung kebijakan clean money policy dari Bank Indonesia.

Selain layanan peredaran uang, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi bertema Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelayakan fisik uang, sekaligus menanamkan nilai nasionalisme melalui mata uang negara.

“Kegiatan ini adalah wujud bela negara tanpa senjata. Tim ekspedisi membawa misi penting untuk memastikan masyarakat mengenal, menggunakan, dan mencintai Rupiah sebagai bagian dari identitas bangsa,” tegasnya.

 

Asrun Lio juga menjelaskan bahwa Pemprov Sultra dan Bank Indonesia akan terus mengeksplorasi peluang kerja sama strategis untuk mendorong potensi ekonomi daerah. Ia mencontohkan upaya yang telah dilakukan tahun ini, seperti digitalisasi transaksi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dan pengolahan rumput laut di Kabupaten Wakatobi.

“Melalui sinergi seperti ini, kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat eksistensi Rupiah di tengah masyarakat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Sekda mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh tim ekspedisi yang terdiri dari personel gabungan Bank Indonesia dan TNI AL.

“Kami yakin masyarakat Wakatobi akan menyambut tim ekspedisi dengan suka cita. Teruslah menebarkan semangat cinta pada Rupiah dan jadikan perjalanan ini sebagai pengabdian terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.

Kegiatan kick off tersebut turut dihadiri Direktur Eksekutif Pengedaran Uang Rupiah Bank Indonesia, M. Anwar Bashori, Paban II Ops Sopsal Kolonel Laut (P) Andri Kristanto MHan, serta jajaran Forkopimda Sultra. Hadir pula pimpinan perbankan, Otoritas Jasa Keuangan, perwakilan media, serta tim onboard dari berbagai Kantor Perwakilan Bank Indonesia.




Bupati Bombana Meriahkan Fun Run Kolaka Harmoni Sultra 61

KOLAKA, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si tampil menonjol dalam gelaran Fun Run Kolaka Harmoni Sultra 61 yang digelar Sabtu pagi, 26 April 2025. Didampingi sejumlah jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana, Burhanuddin berbaur bersama ribuan peserta dari berbagai daerah se-Sulawesi Tenggara, memeriahkan kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dengan mengenakan pakaian olahraga bernuansa daerah, Burhanuddin memimpin langsung rombongan peserta dari Bombana menyusuri rute lari yang melintasi jantung Kota Kolaka. Antusiasme masyarakat menyambut kehadiran orang nomor satu di Bombana itu terlihat dari banyaknya warga yang menyapa dan berfoto di sepanjang rute.

“Ini adalah momentum kebersamaan yang luar biasa. Saya sangat bangga bisa hadir dan ikut merayakan semangat HUT Sultra bersama masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Burhanuddin saat ditemui usai kegiatan.

Menurutnya, partisipasi aktif dalam agenda seperti ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat hubungan antardaerah serta membangun semangat persaudaraan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Burhanuddin menekankan pentingnya membina solidaritas antar kabupaten/kota dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

Kegiatan yang mengangkat tema harmoni ini dihadiri pula oleh Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, seluruh kepala daerah, jajaran pemerintah provinsi, tokoh masyarakat, dan ribuan warga. Fun Run menjadi ajang kolaboratif yang tak hanya menghadirkan olahraga massal, tapi juga ruang kebersamaan dan ekspresi budaya.

Sebagai kepala daerah yang dikenal aktif mendukung kegiatan sosial dan budaya, kehadiran Burhanuddin memberi warna tersendiri. Ia bahkan sempat menyapa peserta dari daerah lain dan mengajak untuk terus menjaga semangat kekeluargaan.

“Semangat Sultra itu bukan hanya ada dalam pidato, tapi juga dalam langkah kita bersama hari ini. Kita jaga terus rasa persatuan ini demi Sulawesi Tenggara yang lebih baik,” ucap Burhanuddin.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini turut diramaikan dengan berbagai atraksi hiburan, panggung budaya, hingga pembagian doorprize menarik seperti sepeda, perlengkapan elektronik, hingga hadiah utama berupa paket umrah. Kehadiran ribuan peserta menambah semarak suasana dan menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu momen paling meriah dalam rangkaian peringatan HUT Sultra tahun ini.

Tidak hanya sekadar olahraga, Fun Run juga menjadi media promosi daerah, di mana masing-masing kabupaten/kota menampilkan kekhasan budayanya. Kabupaten Bombana, melalui rombongan peserta yang dipimpin langsung oleh Bupati, juga memperlihatkan kekompakan dan antusiasme tinggi dalam memeriahkan acara.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT Sultra ke-61, Fun Run Kolaka Harmoni memberi ruang inklusif bagi seluruh kalangan, mulai dari pelajar, pegawai, komunitas, hingga keluarga. Rute yang dilalui peserta pun menyuguhkan sisi ikonik Kota Kolaka, sekaligus menjadi sarana interaksi yang hangat antara masyarakat dan para pemimpinnya.

Dengan berakhirnya kegiatan di titik finish, para peserta menikmati hiburan rakyat sambil menantikan pengundian hadiah. Kegiatan ini tak hanya menjadi bentuk perayaan, tapi juga penguat semangat kebersamaan yang dibawa pulang ke daerah masing-masing.




Stand Bombana Pikat Gubernur Sultra di Expo HUT ke-61

KOLAKA, sultranet.com — Stand pameran milik Kabupaten Bombana menyita perhatian dalam gelaran Expo Produk Unggulan Daerah yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang berlangsung di Stadion Gelora Kolaka, Jumat, 25 April 2025, menjadi ajang unjuk potensi daerah, di mana Bombana tampil memikat dengan ragam kekayaan lokal yang ditampilkan secara atraktif dan ramah.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yang akrab disapa ASR, didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sultra Arinta Nila Hapsari dan Ibu Wakil Gubernur Sultra Ratna Lada Hugua, menyempatkan diri mengunjungi stand Kabupaten Bombana. Dalam kunjungannya, ASR memberikan apresiasi atas penataan stand dan kekayaan produk lokal yang ditampilkan.

“Saya sangat bangga melihat antusias dan semangat dari Kabupaten Bombana. Produk-produk yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa potensi lokal kita memiliki kualitas yang mampu bersaing, bahkan untuk pasar nasional dan internasional,” ujar ASR.

Stand Bombana menampilkan berbagai produk unggulan yang mencerminkan kekayaan alam sekaligus kreativitas masyarakatnya. Di antaranya hasil pertanian seperti kakao dan jagung, produk perikanan olahan, kerajinan tangan khas daerah, hingga kuliner tradisional dari pelaku UMKM lokal yang dikemas menarik.

Keberagaman produk ini menjadi cerminan dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Tak hanya sebagai ajang promosi, Expo ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah, serta peluang jejaring bisnis dengan berbagai pihak.

ASR menekankan pentingnya menjadikan momentum HUT Sultra ke-61 ini sebagai titik tolak memperkuat sinergi antar daerah untuk membangun ekonomi yang berakar dari budaya dan kearifan lokal. Ia berharap stand Bombana dan kabupaten lain dapat terus berkembang dan mendorong kualitas produk menuju pasar ekspor.

Pameran yang melibatkan seluruh kabupaten/kota di Sultra ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Stand Bombana tercatat sebagai salah satu yang paling ramai dikunjungi. Suasana semakin hidup dengan keramahan para pelaku usaha Bombana yang hadir langsung menyambut pengunjung serta memberi penjelasan tentang keunggulan produk yang mereka bawa.

Tidak hanya menarik secara visual, stand ini juga menyuguhkan cita rasa khas Bombana lewat kuliner lokal seperti sinonggi, bagea, dan olahan hasil laut yang mampu menggugah selera. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen kunjungan mereka dan membagikannya melalui media sosial.

Melalui partisipasi aktif di kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan keseriusan dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan membuka akses promosi yang lebih luas bagi produk lokal. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan wajah Bombana yang kreatif, ramah, dan kompetitif.




HUT OTODA di Bombana Momentum Perkuat Kolaborasi Pusat dan Daerah

BOMBANA, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana memperingati Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-29 dengan penuh khidmat melalui pelaksanaan upacara yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bombana, Jumat, 25 April 2025. Upacara ini dipimpin langsung oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Syukri Kasim, S.IP., yang hadir mewakili Bupati Bombana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Bombana, jajaran Forkopimda, para pimpinan OPD, aparat TNI-Polri, ASN, serta sejumlah tokoh masyarakat, menandai keseriusan Pemkab Bombana dalam memperingati momen penting bagi penguatan pemerintahan daerah ini.

Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema nasional “Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini menjadi refleksi sekaligus ajakan agar seluruh elemen pemerintahan, baik pusat maupun daerah, dapat membangun hubungan kerja yang harmonis dan produktif dalam rangka mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.

Dalam amanatnya saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, M. Syukri Kasim mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjadikan otonomi daerah sebagai sarana mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat integrasi nasional.

“Mari kita jadikan otonomi daerah sebagai sarana untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat integrasi nasional, serta meningkatkan daya saing daerah,” tegas Syukri.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci keberhasilan arah pembangunan nasional. Menurutnya, sinergi yang efektif membutuhkan pemahaman bersama terhadap prioritas pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Penting bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam merancang kebijakan yang relevan dengan kondisi dan potensi lokal agar Indonesia dapat berkembang secara adil dan merata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syukri menyampaikan bahwa efektivitas pelaksanaan otonomi daerah sangat ditentukan oleh kapasitas masing-masing tingkatan pemerintahan. Karena itu, peningkatan kapasitas daerah menjadi hal yang sangat prioritas.

Ia merinci tiga fokus utama dalam memperkuat kapasitas daerah. Pertama, penguatan sumber daya manusia aparatur melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, kerjasama dengan perguruan tinggi, dan pemberian beasiswa. Kedua, peningkatan kapasitas keuangan daerah lewat optimalisasi pendapatan asli daerah, perencanaan APBD berbasis kinerja, serta perluasan akses pembiayaan melalui kerjasama dengan perbankan. Ketiga, penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan melalui reformasi birokrasi, digitalisasi layanan publik, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas.

“Otonomi daerah bukan semata-mata tentang kewenangan, tetapi tentang tanggung jawab untuk menghadirkan pemerintahan yang responsif, adaptif, dan inklusif,” jelasnya.

Upacara ini menjadi pengingat akan pentingnya komitmen bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan daerah yang profesional dan berintegritas. Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan akan terus berupaya memperkuat struktur birokrasi dan pelayanan publik demi tercapainya tujuan pembangunan nasional.

Peringatan Otoda juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan reformasi birokrasi yang sudah ditempuh selama hampir tiga dekade terakhir. Pemerintah daerah didorong untuk terus melakukan pembaruan kebijakan dan pelayanan agar sejalan dengan dinamika kebutuhan masyarakat serta visi besar Indonesia Emas 2045.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap momentum ini bisa semakin mempererat sinergi antara pusat dan daerah, serta menumbuhkan semangat gotong royong untuk membangun daerah yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.




Tarian Lulo Alu Bombana Memikat Penonton di HUT Sultra ke-61

Kolaka, sultranet.com – Komitmen Kabupaten Bombana dalam melestarikan budaya lokal kembali mendapat sorotan dalam ajang lomba tarian tradisional yang digelar di GOR Kolaka, Jumat (25/4/2025). Ketua Dekranasda Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada para peserta dari Bombana yang membawakan tarian khas daerah, Lulo Alu.

Kehadiran Ketua Dekranasda menjadi penyemangat tersendiri bagi peserta asal Bombana. Tarian Lulo Alu tampil menawan dengan gerakan yang ritmis dan penuh semangat gotong royong, mencerminkan kekayaan tradisi serta nilai-nilai sosial masyarakat Bombana.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah, khususnya tarian tradisional Bombana kepada khalayak yang lebih luas,” ujar Hj. Fatmawati Kasim Marewa usai menyaksikan penampilan tim Bombana.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada para penari dan pelatih yang telah berlatih keras demi membawa nama baik daerah ke panggung provinsi. “Semangat dan kerja keras mereka layak diapresiasi. Ini adalah bentuk nyata dari cinta terhadap budaya kita sendiri,” tambahnya.

Lomba tarian tradisional ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara. Perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota ikut ambil bagian, menampilkan berbagai tarian khas yang mencerminkan identitas budaya masing-masing daerah.

Partisipasi aktif Kabupaten Bombana melalui penampilan Lulo Alu memperkuat peran daerah dalam menjaga warisan budaya. Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga mempererat hubungan antardaerah dan menghidupkan semangat kolaborasi dalam pelestarian budaya lokal.

Dengan balutan kostum tradisional dan iringan musik khas, para penari Bombana berhasil memukau penonton yang memenuhi area GOR Kolaka. Riuh tepuk tangan mengiringi penampilan mereka hingga usai, menandakan sambutan hangat masyarakat terhadap kekayaan budaya yang dibawakan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda Bombana untuk menunjukkan kebanggaan terhadap akar budaya mereka. Hal ini sejalan dengan misi Dekranasda Bombana dalam mendukung pelestarian budaya melalui berbagai program yang melibatkan komunitas kreatif dan pelaku seni lokal.

Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dekranasda terus mendorong berbagai kegiatan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah berbasis kearifan lokal. Tak hanya sebatas tampil di panggung, tapi juga dalam pembinaan berkelanjutan untuk memastikan tradisi seperti Lulo Alu tetap hidup dan berkembang.

Perayaan HUT Sultra ke-61 tahun ini tidak hanya menjadi ajang selebrasi, namun juga ruang inklusif bagi seluruh kabupaten/kota untuk menampilkan keunikan dan kekayaan daerahnya masing-masing. Bombana hadir sebagai salah satu peserta yang menunjukkan bahwa budaya adalah kekuatan besar dalam mempererat persatuan dan identitas daerah.