Hari ke Enam Satgas TMMD 124, Pasang Pondasi Jembatan Kolombi Dibantu Masyarakat

Bombana, Sultranet.com – Memasuki hari keenam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, Satgas Kodim 1431/Bombana bersama masyarakat setempat melaksanakan pemasangan pondasi jembatan di Desa Kolombi, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Senin (12/05/2025). Pekerjaan ini menjadi bagian penting dari program fisik TMMD yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas antarwilayah.

Koordinator pembangunan jembatan, Lettu Inf Nyoman Admika, menjelaskan bahwa pemasangan pondasi merupakan tahapan krusial untuk menjamin kekuatan dan keamanan struktur jembatan.

“Kami pastikan material yang digunakan sesuai standar agar jembatan ini bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Jusman, salah satu warga Kolombi yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam pembangunan di desanya.

“Ini bukan hanya soal jembatan, tapi tentang semangat gotong royong. Kami merasa dihargai karena dilibatkan dalam proses ini,” ucapnya.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-124 Tahun Anggaran 2025 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, menekankan bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

“TMMD bukan hanya membangun secara fisik, tapi juga memperkuat hubungan sosial dan semangat kebersamaan,” pungkasnya.

Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas warga serta mempermudah akses distribusi hasil pertanian, yang selama ini menjadi tantangan utama di Desa Kolombi.




Temu Ceria Siaga Lasusua, Ajang Pramuka Tumbuhkan Karakter ASIK

Lasusua, sultranet.com – Sebanyak 400 anggota Pramuka Siaga tingkat SD/MI se-Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka mengikuti kegiatan Temu Ceria Siaga II Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Aspirasi, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 11 Januari 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Aktif, Santun, Inovatif & Kreatif” (ASIK) ini berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Ketua Kwartir Ranting Lasusua, Hj. Hasrayani, SP., yang akrab disapa Kak Ani, didaulat menjadi pembina upacara pembukaan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan Ceria Siaga bukan sekadar ajang berkumpul dan bermain, tetapi merupakan ruang edukatif untuk menumbuhkan karakter positif dan semangat kemandirian sejak dini.

“Kegiatan ini menjadi media yang tepat bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat dan hobi mereka. Selain itu, ini juga merupakan ajang silaturahmi antarpeserta serta sarana untuk berlatih mandiri dalam menghadapi kehidupan sesungguhnya,” ujar Kak Ani di hadapan para peserta dan pembina yang hadir.

Kak Ani juga menitipkan pesan khusus kepada seluruh peserta untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah awal menjadi pribadi yang lebih baik. “Saya berharap anak-anak semua bisa tampil lebih disiplin, lebih berani, lebih mandiri, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan Ceria Siaga II ini diisi dengan berbagai perlombaan dan permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kerja sama, tanggung jawab, serta kreativitas para peserta. Beberapa pos kegiatan menampilkan tantangan yang harus diselesaikan secara kelompok, sementara yang lain mengasah kemampuan individu dalam berpikir cepat dan bertindak tepat.

Suasana di Lapangan Aspirasi tampak semarak. Anak-anak yang mengenakan seragam Pramuka Siaga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Tawa, sorak-sorai, dan semangat pantang menyerah menghiasi tiap sudut lapangan. Tak sedikit peserta yang menunjukkan keterampilan istimewa seperti mendongeng, membaca puisi, atau menampilkan yel-yel yang mengundang tepuk tangan meriah dari para pembina dan orang tua yang turut menyaksikan.

“Anak-anak ini luar biasa. Mereka tidak hanya menunjukkan semangat, tapi juga nilai-nilai kebersamaan dan keberanian untuk tampil,” jelasnya

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kwartir Ranting Lasusua dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan. Mengacu pada visi besar Gerakan Pramuka, kegiatan ini diarahkan untuk menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045.

Menurut Kak Ani, pembinaan karakter anak tidak bisa dilakukan secara instan. Maka dari itu, kegiatan semacam ini menjadi sangat penting karena memberikan ruang belajar yang menyenangkan namun tetap membangun nilai-nilai dasar yang kuat.

“Kita ingin anak-anak ini tumbuh dengan semangat gotong royong, kedisiplinan, dan keberanian menghadapi tantangan. Jika sejak dini mereka sudah terbiasa dengan hal-hal positif, maka kelak mereka akan menjadi generasi yang kuat dan membanggakan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi semangat para pembina dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan hanya dilihat dari jumlah peserta, tapi dari bagaimana peserta bisa tumbuh dan belajar dari setiap proses yang dilalui.

“Terima kasih untuk seluruh pembina, panitia, dan juga orang tua yang terus mendukung kegiatan kepramukaan. Tanpa peran bersama, tidak mungkin kegiatan sebesar ini bisa berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Dengan semangat ASIK, Ceria Siaga II Tahun 2025 diharapkan mampu membekali anak-anak Lasusua dengan nilai-nilai kehidupan yang kuat, kreatif dalam berpikir, inovatif dalam bertindak, serta santun dalam berinteraksi.




Satgas TMMD ke-124, Lanjutkan Pengerjaan Rehap Masjid Al-Mujahidin Desa Morengke

Satgas TMMD ke-124, Lanjutkan Pengerjaan Rehap Masjid Al-Mujahidin Desa Morengke
Satgas TMMD ke-124, Lanjutkan Pengerjaan Rehap Masjid Al-Mujahidin Desa Morengke

Bombana, Sultranet.com  – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana melanjutkan pengerjaan rehab Masjid Al-Mujahidin yang berlokasi di Desa Morengke, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Minggu (11/5/2025). Kegiatan fisik ini difokuskan pada proses pemelasteran dinding masjid, yang dilakukan secara bergotong royong bersama masyarakat setempat.

Salah satu personel Satgas TMMD, Sertu Syamsudin mengatakan bahwa pelaksanaan pengerjaan dilakukan secara bertahap dan penuh semangat kebersamaan. “Kami terus bekerja dengan mengutamakan kualitas, karena kami sadar bahwa masjid ini akan menjadi tempat ibadah masyarakat yang harus nyaman dan layak,” ujarnya.

Kepala Desa Morengke, Abd Kadir, menyambut baik kegiatan ini dan mengaku sangat bersyukur atas kehadiran Satgas TMMD di desanya. “Rehab masjid ini sangat kami nantikan. Masyarakat juga sangat antusias membantu karena mereka merasa memiliki,” ungkapnya.

Komandan Satgas TMMD ke-124, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menjelaskan bahwa rehabilitasi Masjid Al-Mujahidin merupakan bagian dari sasaran fisik program TMMD tahun anggaran 2025. “Melalui TMMD, TNI hadir tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kebersamaan dengan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan rehab masjid ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan sarana ibadah yang layak dan representatif di wilayah pedesaan.




Laksanakan Sholat Magrib Berjamaah, Langkah Personel Satgas TMMD Manunggal dengan Masyarakat

Bombana, Sultranet.com – Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 Kodim 1431/Bombana melaksanakan sholat Magrib berjamaah bersama warga di Masjid Al-Ikhlas, Desa Kolombi, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sabtu petang (10/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik TMMD untuk mempererat hubungan sosial serta meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat disambut hangat oleh warga setempat. Baharuddin, Imam Masjid Al-Ikhlas, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran para personel TNI yang turut meramaikan masjid. “Dengan adanya Satgas, jamaah masjid semakin ramai, suasana ibadah menjadi lebih hidup,” ujar Baharuddin.

Sertu Lambintara, salah satu personel Satgas dari Kodim 1431/Bombana, mengatakan bahwa kegiatan sholat berjamaah ini menjadi momen penting untuk membangun komunikasi dan memperkuat kedekatan antara TNI dan masyarakat.

“Kami ingin hadir bukan hanya untuk membangun secara fisik, tapi juga hadir dalam aktivitas spiritual masyarakat,” ungkapnya.

Komandan Satgas TMMD ke-124, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap kegiatan TMMD.

“Kegiatan seperti ini mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain tugas pembangunan, kami juga berupaya mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat,” pungkas Andi Irfandi.

Program TMMD ke-124 di Kabupaten Bombana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga menjalin keharmonisan melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat terus dibangun dari berbagai aspek kehidupan.




Lanjutkan Penggalian Tempat Pembuatan Dekker, Personel Satgas TMMD dan Masyarakat Bahu Membahu

Personel Satgas TMMD ke 124 Bersama Masyarakat melaksanakan penggalian pembangunan Dekker
Personel Satgas TMMD ke 124 Bersama Masyarakat melaksanakan penggalian pembangunan Dekker

Bombana, Sultranet.com – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana bersama warga Desa Lamuru, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, melanjutkan kegiatan penggalian tempat pembuatan dekker. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya antisipasi terhadap genangan dan luapan air saat musim penghujan, Minggu (11/5/2025).

Semangat gotong royong antara TNI- Polri dan masyarakat tampak begitu kental dalam pelaksanaan program TMMD ini. Penggalian jalan dilakukan sebagai tahap awal pembangunan pondasi plat dekker yang menjadi sasaran fisik dalam kegiatan TMMD di Desa Lamuru.

Kapten Cba Heri Iswanto, selaku Koordinator di Sektor Desa Lamuru menyampaikan bahwa kolaborasi antara personel Satgas dan masyarakat menjadi kunci kelancaran kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang ikut serta tanpa kenal lelah. Pembangunan dekker ini sangat penting untuk menunjang akses jalan dan mencegah banjir,” ungkap Kapten Heri.

Haris, Kepala Desa Lamuru, turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian TNI terhadap infrastruktur desa. “Kami bangga dan bersyukur atas kehadiran TMMD di desa kami. Pembuatan dekker ini sudah lama kami dambakan karena sangat dibutuhkan warga, terutama saat musim hujan,” pungkas Haris.

Kegiatan TMMD ke-124 di Kabupaten Bombana ini terus berjalan dengan penuh semangat kebersamaan dan diharapkan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat Desa Lamuru dan sekitarnya.




Kompak dan Solid, TNI-POLRI Satgas TMMD ke 124, Kebut Pembuatan MCK di Desa Morengke 

Kompak dan Solid, TNI-POLRI Satgas TMMD ke 124, Kebut Pembuatan MCK di Desa Morengke 
Kompak dan Solid, TNI-POLRI Satgas TMMD ke 124, Kebut Pembuatan MCK di Desa Morengke

Bombana, Sultranet.com – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 yang melibatkan unsur TNI-POLRI terus menunjukkan kekompakan dalam percepatan pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) di Desa Morengke, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana. Proyek MCK yang tengah dikebut itu kini memasuki tahap pemasangan batako. Minggu, (11/05)

Pembangunan MCK berukuran panjang 3 meter dan lebar 1,5 meter di atas lahan seluas 450 meter persegi ini bertujuan untuk meningkatkan sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat. MCK ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar secara umum sebagai fasilitas publik yang bersih dan layak.

Bripka Erwin, salah satu personel Satgas TMMD dari unsur Polri, menyampaikan bahwa kolaborasi antara TNI dan Polri di lapangan berjalan dengan penuh semangat dan kekompakan.

“Kami saling bahu membahu agar proses pembangunan MCK ini selesai tepat waktu dan bisa segera digunakan masyarakat,” ujarnya.

Kapten Inf Sulistianto selaku Pasi Teritorial Kodim 1431/Bombana menambahkan bahwa pembangunan MCK ini merupakan salah satu wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat dalam mendukung program TMMD.

“Kami tidak hanya membangun fisik, tetapi juga berupaya mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat,” ucapnya.

Kepala Desa Morengke, Abd Kadir, sangat mengapresiasi kehadiran Satgas TMMD dan berharap pembangunan MCK ini bisa memberikan dampak positif bagi seluruh warga desa.

“Semoga sarana ini bermanfaat besar dan dirawat bersama agar bisa digunakan dalam jangka panjang,” tutupnya.




Hari Kelima TMMD, Satgas Kerjakan Ramuan RTLH Milik Ibu Husneni 

Personel Satgas dan Masyarakat Merakit Ramuan Rumah Ibu Husneni
Personel Satgas dan Masyarakat Merakit Ramuan Rumah Ibu Husneni

Bombana, Sultranet.com – Memasuki hari kelima pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, Satgas TMMD bersama masyarakat mulai mengerjakan pembuatan ramuan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ibu Husneni di Dusun 1, Desa Wia-wia, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Minggu (11/05/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang ditargetkan rampung tepat waktu.

Serda Irfan, salah satu personel Satgas TMMD, mengatakan bahwa proses pembuatan ramuan melibatkan semangat gotong royong antara TNI dan warga sekitar. “Kami terus bekerja maksimal dari pagi hingga sore hari. Semoga rumah ini bisa segera berdiri kokoh dan layak ditempati oleh Ibu Husneni,” ujarnya penuh semangat.

Kepala Dusun 1 Desa Wia-wia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh TNI melalui program TMMD. Menurutnya, kehadiran TMMD menjadi berkah bagi warganya. “Kami sangat bersyukur, apalagi rumah Bu Husneni sudah lama membutuhkan perbaikan. Ini bentuk nyata kepedulian negara,” ungkapnya.

Danramil 1431-01/ Rumbia Kapten Inf Syafarudin, menjelaskan bahwa sasaran RTLH menjadi prioritas karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami ingin program ini tidak hanya membangun fisik, tapi juga memperkuat semangat kebersamaan. Inilah inti dari TMMD, manunggal bersama rakyat,” tegasnya.

Kegiatan TMMD ke-124 di Kabupaten Bombana akan berlangsung selama sebulan penuh dan menargetkan berbagai pembangunan fisik seperti jalan, rumah layak huni, dan fasilitas umum lainnya, serta kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan pelayanan kesehatan bagi warga desa.




WKRI Sultra Gelar Konferda V, Pemprov Dorong Perempuan Katolik Perkuat Peran Sosial

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan peran organisasi perempuan Katolik dalam pembangunan sosial di daerah. Hal itu disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Sultra, Iwan Susanto, mewakili Gubernur Sultra, saat menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) V Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD Sultra, Sabtu, 10 Mei 2025, di Hotel Zenith Kendari.

Kegiatan lima tahunan yang digelar WKRI Sultra ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi internal dan refleksi perjalanan organisasi yang telah berusia seabad lebih. Tema yang diangkat, “Peran Wanita Katolik RI pada Usia Seabad dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bersama dan Kesadaran Ekologis,” dinilai sejalan dengan nilai-nilai pelayanan dan penguatan peran perempuan di ruang publik.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Konferda ini sebagai forum strategis memperkuat eksistensi organisasi masyarakat sipil, khususnya WKRI, di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi,” kata Iwan saat membacakan sambutan Gubernur.

Menurutnya, setidaknya ada tiga pesan moral dari tema Konferda kali ini. “Pertama, refleksi dan evaluasi perjalanan organisasi selama lebih dari seabad. Kedua, pengembangan program yang berdampak bagi masyarakat. Ketiga, penguatan kolaborasi lintas organisasi agar program-program yang dijalankan lebih efektif,” ujar Iwan.

Ia juga menekankan agar WKRI terus menjadi pelopor dalam membumikan nilai-nilai cinta kasih di tengah kehidupan sosial, serta aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Konferda V WKRI Sultra turut dihadiri Ketua Presidium DPP WKRI, Lusia Willar, Penasehat Rohani WKRI DPD Sultra Pastor Leonardo Kelvin Tandiayu, Ketua Presidium WKRI DPD Sultra Rita Pirade, Ketua Barisan Ansor Sultra, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Sultra atau yang mewakili, serta para sesepuh dan anggota WKRI dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi, Lusia Willar menegaskan pentingnya Konferda sebagai forum evaluasi dan penetapan arah gerak organisasi ke depan. “Ini bukan hanya seremoni lima tahunan, tapi momentum memperkuat semangat pelayanan yang menjadi roh dari WKRI,” kata Lusia.

Ia juga menyoroti peran WKRI dalam menjaga keberagaman, menangkal radikalisme, serta membangun solidaritas sosial berbasis cinta kasih dan nilai-nilai demokrasi. “WKRI harus menjadi pelita yang membawa harapan, memperkuat jejaring lintas agama dan budaya, serta merangkul generasi muda, terutama remaja putri, agar aktif dalam organisasi,” ujarnya.

Saat ini, WKRI tercatat memiliki 37 DPD, 783 DPC, dan lebih dari 105 ribu anggota di seluruh Indonesia. Dengan jaringan luas tersebut, WKRI diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Ketua Presidium WKRI DPD Sultra, Rita Pirade, menyampaikan bahwa Konferda kali ini akan melahirkan kepengurusan baru serta merumuskan berbagai kebijakan yang berdampak nyata. “Kita berharap hasil Konferda bisa menjadi langkah maju bagi WKRI Sultra dalam menjalankan misi sosial dan kemasyarakatan,” kata Rita.

Ia juga mengajak seluruh anggota WKRI untuk terus menjaga semangat pelayanan, mengembangkan program-program pemberdayaan berbasis komunitas, serta memperkuat kehadiran organisasi di tengah masyarakat.

WKRI sebagai organisasi perempuan Katolik non-partisan, telah berkontribusi selama lebih dari satu abad dalam bidang sosial, pendidikan, advokasi perempuan, dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Melalui Konferda ini, organisasi tersebut ingin memastikan bahwa warisan nilai pelayanan tetap hidup dan relevan dengan tantangan zaman.

Kegiatan Konferda V WKRI DPD Sultra berlangsung dalam suasana akrab, khidmat, dan penuh semangat persaudaraan. Diharapkan, hasil dari forum ini tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang lebih inklusif.




Pepadi Sultra Dikukuhkan, Pemprov Komitmen Jaga Seni Wayang di Tengah Arus Globalisasi

Kendari, Sultranet.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan dukungan penuh terhadap peran strategis Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) dalam melestarikan seni budaya wayang sebagai warisan luhur bangsa. Hal ini ditegaskan saat acara pengukuhan Pengurus Daerah Pepadi Sultra masa bakti 2024–2029 yang digelar di Ballroom Sahid Azizah Syariah Kendari, Sabtu malam, 10 Mei 2025.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tenggara, Adrian Nursalam, hadir mewakili Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka yang berhalangan hadir karena menghadiri agenda lain yang tidak dapat diwakilkan. Dalam sambutannya, Adrian membacakan pesan Gubernur kepada pengurus yang baru saja dikukuhkan agar bekerja dengan penuh tanggung jawab, semangat kebersamaan, dan dedikasi tinggi.

“Saya menyampaikan selamat atas pengukuhan seluruh jajaran Pengurus Daerah Pepadi Sultra masa bakti 2024–2029. Pemerintah Provinsi berharap agar Pepadi semakin aktif dalam pelestarian seni budaya, khususnya seni pedalangan, di tengah gempuran budaya asing yang mempengaruhi generasi muda,” kata Adrian.

Menurutnya, dalang bukan hanya sekadar seniman, tetapi juga agen transformasi budaya yang mampu menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat melalui media pertunjukan wayang. Ia juga menekankan bahwa agenda pengukuhan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat eksistensi Pepadi Sultra sebagai organisasi seni budaya.

Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh penting daerah, termasuk Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, akademisi, ketua organisasi masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga perempuan. Turut hadir pula Sekretaris Jenderal DPP Pepadi Pusat, Ragil Radyo, bersama jajaran pengurus pusat.

Dalam sambutannya, Ragil menyebut bahwa seni wayang kini telah menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia di dunia internasional. “Di Amerika Serikat, gamelan dan wayang bahkan telah diajarkan sebagai mata kuliah di sejumlah universitas,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa UNESCO telah menetapkan wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 2003. Karena itu, Pepadi diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi dan budaya digital.

“Regenerasi dalang adalah kunci. Kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membentuk identitas kebangsaan yang kuat di tengah era globalisasi,” ujar Ragil.

Mendukung hal itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa pelestarian budaya telah menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan daerah periode 2025–2030. Visi pembangunan “Sulawesi Tenggara yang Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius menuju Indonesia Emas 2045” menempatkan seni dan budaya sebagai pilar penting dalam pembangunan karakter masyarakat.

Gubernur juga mendorong agar Pepadi Sultra menjadi wadah pembinaan bagi calon dalang dari kalangan milenial dan Gen Z. “Wayang bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan. Cerita-ceritanya mengandung nilai moral, sosial, bahkan spiritual yang penting bagi generasi muda,” ucap Adrian.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menjaga seni pedalangan sebagai identitas budaya yang tidak ternilai harganya. Pemprov Sultra, lanjutnya, siap memfasilitasi pagelaran wayang sebagai media sosialisasi program pembangunan agar lebih dekat dengan masyarakat.

Acara pengukuhan ditandai dengan pembacaan SK Ketua Umum DPP Pepadi Pusat Nomor 006/SK/DPP-PEPADI/X/2024 tentang Pengangkatan Pengurus Pepadi Provinsi Sulawesi Tenggara Masa Bakti 2024–2029. Dengan kepengurusan baru ini, diharapkan gairah seni pedalangan di Sultra semakin hidup dan mampu memberi kontribusi nyata dalam pembangunan kebudayaan nasional.

Pepadi sendiri merupakan organisasi profesi seni pedalangan yang didirikan pada 14 April 1971 oleh Suryono. Pada tahun 1975, Pepadi resmi menjadi organisasi nasional tunggal bagi para dalang di Indonesia.

Melalui semangat kolaboratif antara pemerintah dan komunitas budaya, masa depan wayang di Sulawesi Tenggara diyakini akan tetap terjaga dan terus berkembang. Seni pedalangan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga bagian dari narasi kebangsaan yang terus relevan hingga masa depan.




Bupati Bombana Kukuhkan Pengurus Kerukunan Keluarga Wuna Periode 2025–2028

Bombana, Sultranet.com — Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si secara resmi mengukuhkan Pengurus Kerukunan Keluarga Wuna (KKW) Kabupaten Bombana untuk masa bakti 2025–2028. Pengukuhan berlangsung di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana pada Sabtu, 10 Mei 2025, menjadi momen penting dalam memperkuat jalinan sosial dan budaya masyarakat Wuna yang merantau di Kabupaten Bombana.

Acara pengukuhan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Anggota DPR RI Komisi IV Jaelani, S.IP., M.Si, Anggota DPD RI La Ode Umar Bonte, SH., Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, Bupati Muna Barat, Wakil Bupati Bombana, jajaran Forkopimda dan OPD Kabupaten Bombana, serta Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Bombana.

Bupati Bombana dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai momentum penting untuk membangun sinergi dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Hari ini saya merasa bangga dapat mengukuhkan langsung saudara-saudara saya sebagai pengurus baru Kerukunan Keluarga Wuna Bombana. Saya yakin, di bawah kepemimpinan yang baru ini, KKW akan menjadi motor penggerak persatuan, pelestarian budaya, serta menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana senantiasa membuka ruang untuk kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, khususnya yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan gotong royong.

“Pemerintah daerah selalu hadir mendukung upaya pelestarian budaya. KKW ini adalah bagian dari kekuatan sosial yang tak ternilai dalam membangun peradaban lokal,” tambahnya.

Anggota DPR RI Komisi IV, Jaelani, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kekeluargaan yang ditunjukkan oleh masyarakat Wuna di Bombana. Menurutnya, organisasi kekerabatan seperti KKW memiliki peran yang strategis dalam menjaga solidaritas dan membangun daerah.

“Solidaritas seperti ini adalah fondasi kuat bangsa. KKW tidak hanya menjaga hubungan kekeluargaan, tapi juga bisa menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam menyampaikan aspirasi masyarakat,” kata Jaelani.

Senada dengan itu, La Ode Umar Bonte yang merupakan anggota DPD RI dan juga putra daerah Wuna, mengajak seluruh pengurus KKW untuk terus menjaga dan merawat budaya di tengah tantangan modernisasi.

“Budaya Wuna adalah kekayaan yang harus kita jaga bersama. Organisasi ini punya peran penting dalam merawat nilai-nilai luhur sekaligus menyatukan semangat masyarakat Wuna yang tersebar di berbagai wilayah,” ucap Umar Bonte.

Bupati Muna yang turut hadir dalam acara tersebut juga memberikan apresiasi terhadap kekompakan dan semangat masyarakat Wuna di Bombana. Ia berharap kebersamaan itu bisa menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antarwilayah.

“Kami sangat bangga melihat masyarakat Wuna tetap menjaga budaya dan kebersamaan meski berada di luar kampung halaman. Mari terus jalin sinergi lintas daerah untuk membangun daerah kita bersama,” ungkap Bupati Muna.

Sementara itu, Ketua KKW Bombana terpilih menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjadikan KKW sebagai wadah silaturahmi yang aktif, solid, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah.

“Kami siap bekerja, melayani, dan menjaga kehormatan organisasi ini. Bersama-sama, mari kita jadikan KKW sebagai kekuatan sosial yang aktif membangun dan menjadi mitra pemerintah,” kata Ketua KKW.

Acara pengukuhan ditutup dengan penampilan seni budaya khas Wuna yang memukau para tamu undangan. Momen ramah tamah antarwarga dan tokoh yang hadir turut menambah kehangatan suasana, memperlihatkan betapa kuatnya ikatan kekeluargaan masyarakat Wuna meski berada di tanah rantau.

Kehadiran para tokoh penting dan suasana penuh kekeluargaan dalam acara ini mempertegas bahwa Kerukunan Keluarga Wuna bukan sekadar organisasi, melainkan rumah bersama untuk menjaga jati diri, merawat budaya, dan memperkuat solidaritas antardaerah. Pemerintah dan masyarakat sepakat, sinergi lintas sektor inilah yang akan menjadi modal sosial dalam membangun daerah yang lebih maju dan berbudaya.