Bersama Tomas, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang Karya Bakti Penanaman Pohon di Lahan Kosong

Bombana, Sultranet.com – Babinsa Koramil 1431-03/Poleang bersama warga dan tokoh masyarakat menggelar kegiatan karya bakti penanaman pohon di lahan kosong yang terletak di Dusun Polewali, Desa Paria, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Minggu (20/04). Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan sekaligus menciptakan suasana yang sejuk dan asri di kawasan tersebut.

Dipimpin oleh Sertu Andi Tassaka, penanaman pohon ini melibatkan sejumlah personel Koramil 1431-03/Poleang, di antaranya Sertu Nurbais, Koptu Ardiyanto, dan Serda Fardin. Mereka bekerja bersama warga dan pemuda dari Dusun Salolemo, serta didampingi oleh tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan aparat setempat.

Tokoh masyarakat H. Lukman menyambut baik inisiatif ini. Ia mengatakan, “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan dan kelestarian alam di sekitar desa. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan,” ujarnya.

 

Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Sertu Andi Tasakka mengungkapkan bahwa karya bakti penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk terus hadir dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. “Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ucapnya.

Sementara itu, Danramil 1431-03/Poleang, Kapten Inf Dahlan menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga dalam kegiatan tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih atas semangat gotong royong masyarakat Desa Paria. Semoga penanaman pohon ini menjadi awal dari kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan,” tutup Danramil.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mempererat hubungan sosial antara aparat dengan warga desa. Diharapkan, lahan kosong yang kini ditanami pohon akan menjadi ruang hijau yang bermanfaat bagi generasi mendatang.




Bupati Muna Barat Realisasikan Janji Politik: Listrik Masuk Pulau Dimulai 2025

LAWORO, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) di bawah kepemimpinan Bupati La Ode Darwin dan Wakil Bupati Ali Basa kembali menunjukkan komitmen kuat dalam membangun daerah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satu bukti nyatanya adalah realisasi janji politik terkait pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah kepulauan.

Kepastian pembangunan jaringan listrik di pulau-pulau terpencil diperoleh setelah pertemuan Bupati Mubar La Ode Darwin dengan Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Tenggara, Joni Sitorus, yang turut didampingi Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Baubau, Bagus Cahyadi, pada 14 April 2025.

“Kesimpulan dari hasil pertemuan kami, pihak PLN akan mulai membangun jaringan listrik tahun 2025 ini dan akan berlanjut hingga 2027. Dengan begitu, Insya Allah dalam waktu dekat masyarakat desa yang ada di wilayah kepulauan akan segera menikmati listrik,” ujar Bupati Darwin, Sabtu (19/4/2025).

Menurut Darwin, percepatan pemenuhan kebutuhan listrik di pulau-pulau berpenghuni ini merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Muna Barat.

“Listrik bukan hanya soal penerangan. Ini juga membuka akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat. Kita ingin tidak ada kesenjangan pelayanan hanya karena kendala geografis. Masyarakat di pulau-pulau juga berhak mendapat layanan yang sama seperti di daratan,” tegasnya.

Pembangunan jaringan listrik ini akan menyasar 11 desa yang tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Maginti, terdapat empat desa yaitu Desa Pasidangan, Gala, Maginti, dan Kangkunawe. Selanjutnya di Kecamatan Tiworo Utara mencakup enam desa yakni Santiri, Mandike, Tasipi, Bero, Tiga, dan Santigi. Sementara di Kecamatan Tiworo Kepulauan, pembangunan difokuskan di Desa Katela.

Darwin juga mengakui, selain listrik, persoalan utama lain yang dihadapi masyarakat di pulau-pulau adalah air bersih.

“Untuk air bersih, kami sedang mencari formulasi terbaik agar masyarakat di pulau-pulau juga bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya.




BKMT Sultra Resmi Dilantik, Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan Umat

Kendari, Sultranet.com – Pengurus Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (PW BKMT) Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah acara khidmat yang berlangsung di Hotel Sahid Azizah Syahriah, Kendari, Sabtu, 19 April 2025. Gubernur Sultra diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setda Provinsi Sultra, Iwan Susanto, hadir memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi pelantikan.

Pelantikan kali ini mengusung tema “BKMT Kita Bangun Pendidikan Karakter Mandiri untuk Memperkokoh Persatuan dalam Meraih Ridho Allah SWT Demi Mewujudkan Sultra Aman, Sejahtera, dan Religius.” Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Gubernur Sultra Arinta Andi Sumangerukka dan Ibu Wakil Gubernur Ratna Lada Hugua yang juga bertindak sebagai penasehat organisasi, serta Ketua Umum BKMT Pusat Dr. Hj. Syifa Fauziah, tokoh agama, tokoh perempuan, dan perwakilan BKMT dari seluruh kabupaten/kota di Sultra.

Dalam sambutan Gubernur Sultra yang dibacakan Iwan Susanto, disampaikan bahwa BKMT memiliki peran strategis dalam pembangunan spiritual dan karakter masyarakat, khususnya perempuan. “BKMT bukan sekadar ruang silaturahmi, tetapi wadah penguatan karakter, pendidikan akhlak, dan peningkatan kualitas SDM umat. Peran perempuan di organisasi ini sangat besar, bahkan bisa dikatakan sebagai tiang negara,” ujarnya.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Pusat BKMT Nomor: 002/SK/PP.BKMT/I/2025 oleh Sekretaris Umum BKMT, Hj. Andalusia Eka Setiawati, dan dilanjutkan dengan pelantikan resmi oleh Ketua Umum BKMT Pusat. Prosesi sakral tersebut disaksikan langsung oleh para tamu kehormatan, termasuk Ibu Gubernur dan Ibu Wagub.

Ir. Rachmawati Badallah resmi dilantik sebagai Ketua PW BKMT Sultra periode 2025–2030. Dalam sambutannya, Rachmawati menyatakan komitmennya untuk membawa BKMT lebih aktif dalam pemberdayaan perempuan lintas profesi. “Kami ingin menjadikan BKMT sebagai rumah bersama bagi perempuan dari berbagai latar—ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga akademisi. Kami akan hadir di seluruh 17 kabupaten/kota di Sultra dengan menjalin sinergi bersama pemerintah daerah,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, BKMT memberikan penghargaan khusus (Special Awards) kepada lima tokoh perempuan Sultra yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam perkembangan organisasi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum BKMT Pusat kepada Hj. Nurlin Surunuddin, Hj. Muniarty M. Ridwan, Ir. Hj. Masyhura Ilah Ladamay, Nurponirah Ruksamin, dan Nani Indriyanti Ningsih.

Ketua Umum BKMT Pusat, Dr. Hj. Syifa Fauziah, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa BKMT telah menjangkau lebih dari 400 ribu majelis taklim di Indonesia dengan jutaan anggota aktif. Ia menyebut pentingnya menjaga semangat gotong royong dan inklusivitas dalam pengembangan organisasi. “BKMT berdiri sejak 1 Januari 1981 dan kini berusia 44 tahun. Ini bukti bahwa BKMT adalah kekuatan sosial yang perlu terus berkembang, menyesuaikan kebutuhan umat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan BKMT sebagai mitra aktif pemerintah dalam pembangunan, tidak hanya di bidang spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi, khususnya melalui penguatan peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Acara pelantikan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi dan penguatan jaringan antarpengurus wilayah dan daerah. Atmosfer kebersamaan dan semangat perubahan terasa hangat di sepanjang rangkaian acara yang ditutup dengan doa bersama.

PW BKMT Sultra kini memasuki babak baru dengan kepengurusan yang lebih solid dan visi yang lebih luas. Sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat ikhtiar mewujudkan masyarakat Sulawesi Tenggara yang aman, sejahtera, dan religius.




Batuud Koramil 1431-02/Kabaena Pimpin Gotong Royong Pembersihan Parit

Bombana,Sultranet.com – Batuud Koramil 1431-02/Kabaena, Peltu Muh. Haris memimpin langsung kegiatan gotong royong pembersihan parit di Lingkungan 2, Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana. Sabtu, (19/04). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif mencegah terjadinya banjir akibat penyumbatan drainase di kawasan pemukiman warga.

Karya bakti tersebut melibatkan Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena bersama warga Kelurahan Teomokole yang dipimpin oleh Lurah Teomokole, Bapak Gazali, S.Si. Kolaborasi antara aparat TNI dan masyarakat ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Lurah Teomokole, Bpk. Gazali, S.Si mengapresiasi semangat gotong royong warga bersama Babinsa. “Kegiatan ini sangat positif dan kami berharap dapat menjadi contoh untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin,” ujar Gazali.

Sementara itu, Peltu Muh. Haris menyampaikan bahwa pembersihan parit merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi lingkungan masyarakat. “Ini adalah upaya konkret kami bersama warga untuk mencegah banjir dan penyakit akibat genangan air,” ucapnya.

Danramil 1431-02/Kabaena, Kapten Inf Efendi juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. “Kami selalu mendorong para Babinsa untuk aktif di wilayah binaannya, terlebih dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Kapten Efendi.




Libatkan Masyarakat, Babinsa Laksanakan Karya Bakti Pembersihan Drainase

Bombana, Sultranet.com – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir saat musim hujan, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama aparat desa dan masyarakat Desa Toli-toli melaksanakan karya bakti pembersihan drainase, Jumat (18/4/2025). Kegiatan ini berlangsung di Dusun 3, Desa Toli-toli, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana.

Kepala Desa Toli-toli, Mursalim, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi warga dan Babinsa dalam kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian TNI, khususnya Babinsa, yang senantiasa mendukung program desa dalam menjaga lingkungan. Semoga kegiatan ini menjadi contoh bagi dusun lainnya,” ujar Kades.

Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, Sertu Sukmar, mengatakan bahwa kegiatan karya bakti ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial serta mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.

“Melalui kerja bakti ini, kami ingin mendorong kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan drainase untuk mencegah banjir dan penyakit,” ucapnya.

Senada dengan itu, Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Toli-toli.

“Karya bakti ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat,” tutup Danramil.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat. Harapannya, kebersihan lingkungan Desa Toli-toli dapat terus terjaga dan menjadi contoh positif bagi desa-desa lainnya di wilayah Kabupaten Bombana.




Musypimwil Muhammadiyah Sultra, Menteri Mu’ti: Jadilah Gerakan Peradaban

Kendari, Sultranet.com – Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Sulawesi Tenggara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam suasana khidmat di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kamis malam, 17 April 2025.

Acara ini menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah dalam memperkuat peran strategisnya sebagai mitra pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah sosial. Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir, termasuk Sekretaris Jenderal Kementerian Dikdasmen, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, hingga Ketua DPRD Kota Kendari.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang telah konsisten dalam membangun daerah, bahkan jauh sebelum kepemimpinan saat ini.

“Pemerintah memandang Muhammadiyah sebagai pilar pembangunan. Kami mengajak Muhammadiyah terus menjadi mitra dalam pemberdayaan ekonomi, menjaga kerukunan sosial, dan memperkuat peran di sektor pendidikan serta kesehatan,” ujar Asrun Lio.

Ketua PWM Sultra, H. Akhmad Aljufri, menegaskan bahwa Muhammadiyah selalu bergerak untuk umat. Ia menyoroti perkembangan pesat sektor pendidikan Muhammadiyah di wilayah Sultra. Saat ini terdapat delapan perguruan tinggi Muhammadiyah, tiga di antaranya berstatus universitas.

“Universitas Muhammadiyah Kendari sedang bersiap membuka Fakultas Kedokteran secara mandiri. Gedung dan fasilitasnya telah siap. Semuanya dibangun murni dari kekuatan persyarikatan Muhammadiyah,” kata Aljufri.

Ia juga menyampaikan rencana hibah dari Bupati Buton Tengah berupa sarana pendidikan dan sepuluh bidang tanah kepada Muhammadiyah. Di saat yang sama, pembangunan Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kendari akan dimulai pada bulan Juni, berbarengan dengan peresmian gedung delapan lantai Universitas Muhammadiyah Kendari oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir.

Dukungan masyarakat juga tampak dalam penyerahan sertifikat tanah wakaf kepada Ketua PWM Sultra sebagai simbol kepercayaan dan partisipasi dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.

Menteri Abdul Mu’ti dalam sambutannya mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali hadir di Kendari setelah satu dekade. “Saya atur jadwal sepadat apa pun karena kecintaan dan tanggung jawab saya terhadap Muhammadiyah,” ungkapnya.

Dalam pesannya, Prof. Mu’ti mengajak peserta Musypimwil untuk tetap menjaga semangat ibadah meski Ramadhan telah usai. Ia menyelipkan pesan melalui pantun:

“Bunga flamboyan berwarna merah,
Jatuh di rumput tanah yang basah,
Walaupun Ramadhan paripurna sudah,
Jangan berhenti beramal ibadah.”

Ia juga menegaskan bahwa tema Musypimwil “Bersama Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua” sejalan dengan semangat Tanwir Muhammadiyah yang belum lama digelar di Kupang dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Dalam konteks kepemimpinan, Menteri Mu’ti mengangkat kisah Nabi Shalih dari Al-Qur’an sebagai teladan pemimpin yang hidup dekat dengan rakyatnya. “Pemimpin tidak boleh berjarak dengan masyarakat yang dipimpinnya,” tegasnya.

Ia menutup sambutannya dengan menyerukan agar Muhammadiyah terus berperan aktif dalam membangun peradaban melalui pendidikan, dakwah, dan kontribusi nyata untuk umat dan bangsa.

Musypimwil Muhammadiyah Sultra tahun ini menjadi simbol sinergi kuat antara kekuatan keumatan dan komitmen kebangsaan. Kehadiran tokoh-tokoh nasional dan daerah memperkuat harapan agar Muhammadiyah terus menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam membentuk masyarakat yang adil, makmur, dan berkemajuan.




Bombana Dorong Penyusunan GDPK 5 Pilar untuk Pembangunan Berbasis Data

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Pendampingan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 5 Pilar yang diikuti oleh seluruh tim penyusun GDPK tingkat kabupaten. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor DPPKB Bombana, Kamis, 17 April 2025.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 378/PD.03.01/J26/2025 tertanggal 14 April 2025, yang meminta fasilitasi pertemuan GDPK 5 Pilar. Penyusunan GDPK sendiri mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang menekankan pentingnya pengaturan kelahiran, jarak, dan usia ideal melahirkan sebagai bagian dari upaya menciptakan keluarga berkualitas.

Kepala DPPKB Kabupaten Bombana, Drs. H. Abdul Azis, M.Si secara resmi membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati Bombana. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembangunan berbasis data dan sinergi lintas sektor dalam merancang kebijakan kependudukan yang tepat sasaran.

“Pembangunan kependudukan tidak bisa lepas dari kebutuhan akan data dan informasi berkualitas, khususnya dalam program Bangga Kencana. Data ini penting sebagai dasar penyusunan dokumen pembangunan seperti RPJMD, RKPD, Renstrada, hingga Renja OPD,” ujar H. Abdul Azis.

Ia juga menambahkan bahwa penyusunan GDPK merupakan langkah strategis yang akan menjadi acuan pembangunan jangka panjang. Menurutnya, dokumen ini perlu disusun secara komprehensif agar dapat menjawab tantangan kependudukan yang terus berkembang.

Hal senada disampaikan oleh Irna Rochatiningrum, S.TP., MM., salah satu pejabat struktural DPPKB Bombana yang turut mendampingi kegiatan. Ia mengatakan, “Kami harap seluruh tim penyusun dapat bekerja sama dan serius dalam menyusun dokumen ini, karena GDPK akan menjadi panduan utama dalam penentuan arah pembangunan penduduk Bombana ke depan.”

Kegiatan pendampingan GDPK 5 Pilar ini menghadirkan narasumber utama dari BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Harun Hiban, SE., MM., yang menjelaskan konsep dasar dan urgensi penyusunan GDPK. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa dokumen GDPK bukan hanya sebatas formalitas administratif, tetapi harus menjadi dokumen hidup yang terus diperbarui sesuai dinamika dan kondisi daerah.

“Pembangunan yang tidak berbasis data penduduk akan menghasilkan kebijakan yang tidak efektif. Karena itu, GDPK hadir sebagai solusi perencanaan pembangunan jangka panjang berbasis data yang akurat dan mutakhir,” kata Harun Hiban.

GDPK 5 Pilar mencakup lima dimensi utama yaitu pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan persebaran penduduk, serta penataan administrasi kependudukan. Kelima pilar ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan masyarakat Bombana yang sejahtera dan berdaya saing.

DPPKB Bombana berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil kegiatan ini dengan menyusun dokumen GDPK secara terstruktur dan terukur. Setelah pendampingan ini, proses penyusunan akan dilanjutkan dengan validasi data dan integrasi lintas sektor, sebelum akhirnya ditetapkan dalam kebijakan daerah.

Dengan semangat kolaboratif, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah yang berpihak pada data dan kebutuhan riil masyarakat. Diharapkan GDPK Bombana nantinya bisa menjadi model perencanaan kependudukan yang relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman.




Empat Pelajar Bombana Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Sultra

Bombana, sultranet.com – Empat siswa terbaik resmi terpilih mewakili Kabupaten Bombana untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengumuman ini menandai berakhirnya rangkaian seleksi Paskibraka tingkat kabupaten yang digelar sejak 14 April dan ditutup pada Kamis, 17 April 2025.

Keempat pelajar tersebut adalah Rayn Samudera dari SMAN 14 Bombana dengan tinggi badan 177,5 cm, Dilan Ramadan dari SMAN 01 Bombana (174 cm), serta dua siswi dari SMAN 03 Bombana, yakni Marsha Desmarani dan Dwi Novianti Elsa yang masing-masing memiliki tinggi 168 cm.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, memimpin langsung penutupan seleksi yang berlangsung ketat dan objektif. Rangkaian tes meliputi wawasan kebangsaan, Pancasila, intelegensia umum, parade, PBB, kesamaptaan hingga kepribadian. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Saya berharap adik-adik yang terpilih bisa mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi seleksi tingkat provinsi. Masih ada waktu hingga awal Mei, gunakan itu untuk latihan dan belajar. Mari kita bawa nama baik Bombana ke tingkat provinsi bahkan nasional,” kata Sunandar saat memberikan motivasi kepada siswa yang terpilih.

Ia juga mengajak seluruh panitia seleksi, khususnya dari unsur TNI dan Polri, untuk turut membimbing para siswa dalam proses pelatihan selanjutnya. Menanggapi hal itu, Sertu Amiruddin Abdul Majdid Way dari Kodim dan Aiptu Prana Dharma dari Polres Bombana menyatakan kesiapannya.

“Insya Allah kami siap melatih adik-adik ini, supaya secara pengetahuan, keterampilan, fisik, dan mental benar-benar siap bersaing dengan peserta dari kabupaten/kota lain,” ujar keduanya.

Dukungan juga datang dari Hj. Suarni, SP., MP selaku Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa pada Badan Kesbangpol Bombana. Ia menegaskan bahwa keempat siswa tersebut memang layak melaju ke seleksi provinsi karena selama seleksi menunjukkan kemampuan dan semangat luar biasa. Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya pembinaan mental.

“Keempat siswa ini punya potensi besar, tapi tetap perlu bimbingan, khususnya dalam kesiapan mental menghadapi seleksi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain mengumumkan peserta yang lolos ke tingkat provinsi, Suarni juga menjelaskan bahwa pengumuman resmi untuk kelulusan calon Paskibraka tingkat Kabupaten Bombana masih menunggu hasil penginputan nilai. Total 76 siswa — terdiri dari 47 putra dan 29 putri — akan diumumkan setelah hasil seleksi tingkat provinsi selesai diumumkan.

Kegiatan seleksi tahun ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan cinta tanah air. Melalui Paskibraka, nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan kepemimpinan ditanamkan sejak dini kepada pelajar sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Rangkaian seleksi Paskibraka ini juga menjadi ajang penjaringan talenta muda terbaik daerah, yang nantinya akan tampil di upacara kenegaraan sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.

Bombana berharap, tahun ini ada wakil yang berhasil lolos hingga tingkat nasional dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.




RKPD 2026 Bombana Fokus Agrominapolitan dan SDM Unggul

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana secara resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si di Aula Tanduale, Kamis (17/4/2025). Musrenbang ini mengangkat tema “Peningkatan Ekonomi Berbasis Agrominapolitan, Infrastruktur dan SDM Berkualitas.”

Kegiatan strategis tahunan ini menjadi ajang untuk menyelaraskan rencana pembangunan daerah dengan kebutuhan riil masyarakat.

Dalam sambutannya, Ahmad Yani menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dan partisipatif agar pembangunan daerah berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Tahun 2026 adalah momentum penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Kita harus fokus pada pendekatan agrominapolitan yang menyeluruh, mulai dari produksi hingga pemasaran, dibarengi pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Ahmad Yani juga mengajak semua pemangku kepentingan agar bersinergi dalam merancang program pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat. “Kita tidak boleh lagi berpikir sektoral. Agrominapolitan bukan hanya pertanian dan perikanan, tapi juga mencakup pengolahan, distribusi, dan promosi produk lokal agar memiliki daya saing,” tambahnya.

Kepala Bappeda Bombana, Husrifnah Rahim, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa RKPD 2026 akan difokuskan pada lima pilar utama: Pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan daya saing SDM, peningkatan infrastruktur dan konektivitas, daya saing budaya dan ekologi, serta birokrasi yang efisien, akuntabel, dan transparan.

“Dari seluruh tahapan Musrenbang yang telah dilalui, kami mencatat ada 2.430 usulan program yang masuk dalam aplikasi SIPD-RI. Sebanyak 615 berasal dari pokok-pokok pikiran DPRD dan 1.815 lainnya dari Musrenbang desa, kelurahan, dan kecamatan,” jelas Husrifnah.

Musrenbang RKPD tahun ini diikuti oleh 150 peserta, terdiri dari unsur DPRD, Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, perempuan, organisasi kepemudaan, hingga akademisi. Kehadiran mereka mencerminkan keterlibatan aktif seluruh elemen dalam merancang masa depan pembangunan Bombana.

Tak hanya paparan teknis, Musrenbang juga dirangkaikan dengan diskusi kelompok terarah (FGD) untuk menggali isu-isu strategis dari berbagai sektor. Forum ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan masukan langsung agar perencanaan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Musrenbang RKPD 2026 diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan yang aplikatif dan program-program unggulan yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen menjadikan pembangunan yang partisipatif sebagai budaya kerja dalam menciptakan daerah yang tangguh, berdaya saing, dan inklusif.

 

Pewarta : Abdul Muis




Musim Panen Padi, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang Lakukan Pendampingan Serapan Gabah

Bombana, Sultranet.com – Memasuki musim panen padi, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Koptu Beny Mugiarso, melakukan pendampingan serapan dan pembelian gabah petani di Desa Teppoe, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Rabu, (16/04/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Koptu Beny mendampingi proses serapan gabah milik petani bernama Andi Kahar yang memiliki lahan seluas 2 hektare. Dari lahan tersebut berhasil dipanen sebanyak 4.907 kilogram gabah kering panen (GKP) yang langsung diangkut ke penggilingan mitra Bulog dengan harga jual Rp 6.500 per kilogram.

Babinsa menyampaikan pesan kepada para petani agar memastikan usia padi sebelum dipanen guna memperoleh hasil yang maksimal. “Panen yang tepat waktu akan memberikan hasil optimal dan mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia juga mengimbau bahwa harga gabah saat ini telah sesuai dengan ketentuan Bulog maupun mitra Bulog. “Harga pembelian GKP Rp 6.500/Kg merupakan bentuk dukungan kepada petani agar hasil pertaniannya terserap dengan baik,” ungkap Koptu Beny.

Pemilik lahan, Andi Kahar, menyambut baik pendampingan dari Babinsa dan mengapresiasi kehadiran TNI di tengah masyarakat.

“Kami Masyarakat sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa, ini memberi semangat dan kepastian hasil panen kami terserap dengan harga yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” pungkasnya.