Pemda Sultra Siapkan Aset dan Program Strategis Bangun Pramuka

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan Gerakan Pramuka melalui sejumlah langkah strategis. Hal itu disampaikan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Sultra yang digelar di Kendari, Minggu, 4 Mei 2025.

Asrun Lio yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sultra menyebutkan, pemerintah daerah akan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan karakter generasi muda melalui penguatan kelembagaan Gerakan Pramuka. Menurutnya, Pramuka memiliki posisi strategis sebagai elemen pembina generasi yang unggul dan berkarakter.

“Sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah terhadap pembinaan dan pengembangan organisasi Gerakan Pramuka di Sultra, maka Pemda akan menempuh beberapa langkah strategis ke depan. Di antaranya terkait legalitas aset kantor, penyediaan bumi perkemahan, dan peningkatan kegiatan kesakaan,” ujar Asrun Lio dalam sambutannya.

Tiga fokus utama yang disiapkan Pemprov Sultra meliputi penataan aset kantor Kwarda, pembangunan fasilitas bumi perkemahan, serta penguatan satuan karya Pramuka atau saka.

Pertama, pemerintah akan menyelesaikan legalitas aset tanah dan bangunan kantor Kwarda Sultra yang saat ini belum memiliki akta hibah. “Kami akan menghibahkan secara resmi aset tersebut untuk dikelola sepenuhnya oleh Kwarda Pramuka Sultra,” jelasnya.

Kedua, Pemda berkomitmen menyediakan areal khusus untuk bumi perkemahan. Fasilitas ini menjadi sarana utama bagi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepramukaan serta mendukung keberlanjutan pembinaan generasi muda di wilayah Sulawesi Tenggara.

Ketiga, Pemda akan mendorong kembali peran satuan karya Pramuka (saka) di berbagai instansi dan lembaga teknis. Menurut Asrun Lio, kehadiran saka sangat penting untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah cepat.

“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar mengambil langkah sinergis guna membangkitkan keberadaan saka di berbagai dinas dan instansi, mulai dari Saka Bhayangkara, Saka Wira Kartika, hingga Saka Kalpataru,” katanya.

Berikut daftar saka yang akan diperkuat ke depannya:

  • Saka Bhayangkara (Kepolisian)
  • Saka Bahari (Angkatan Laut)
  • Saka Dirgantara (Angkatan Udara)
  • Saka Wira Kartika (Angkatan Darat)
  • Saka Wana Bhakti (Dinas Kehutanan)
  • Saka Taruna Bumi (Dinas Pertanian dan Hortikultura)
  • Saka Bakti Husada (Dinas Kesehatan)
  • Saka Kencana (BKKBN)
  • Saka Widya Budaya Bakti (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Saka Pariwisata (Dinas Pariwisata)
  • Saka Kalpataru (Dinas Lingkungan Hidup)

Ia juga menekankan bahwa Gerakan Pramuka adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia, karena selama ini terbukti mampu membentuk karakter dan keterampilan generasi muda melalui sistem pendidikan khas Pramuka, yaitu sistem among, prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.

“Gerakan Pramuka telah memberikan bukti nyata bagaimana organisasi ini tetap berdiri kokoh dalam pengabdiannya kepada bangsa dan tanah air,” ujarnya.

Asrun Lio meyakini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka akan menciptakan sinergi kuat dalam mendukung pembangunan Sulawesi Tenggara yang berkelanjutan. Ia menyebut sinergi ini sebagai modal sosial yang sangat berharga bagi daerah.

“Demikian pokok-pokok pikiran ini kami sampaikan sebagai gambaran arah dan kebijakan Kwartir Daerah Sultra terhadap pengembangan potensi Gerakan Pramuka di seluruh wilayah Sultra,” pungkasnya.

Pembukaan Rakerda tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan andalan Kwarda Gerakan Pramuka Sultra, Kepala Pusdiklatda dan Puslitbangda, para Ketua dan Pimpinan Kwartir Cabang, Kepala Pusdiklatcab, Dewan Kerja Daerah, Dewan Kerja Cabang, serta seluruh peserta Rakerda Gerakan Pramuka Sultra 2025.




Bupati Cup 2025 Tutup Meriah, Burhanuddin: Ini Pembinaan Karakter Generasi Muda

Bombana, Sultranet.com – Sorak sorai penonton menggemuruh di Lapangan A. Arifai, Kecamatan Rumbia, saat laga final Turnamen Sepakbola Mini Bupati Cup 2025 digelar, Minggu sore, 4 Mei 2025. Pertandingan penutup yang mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tenggara itu berlangsung penuh semangat dan menjadi penanda berakhirnya turnamen yang diselenggarakan oleh Askab PSSI Bombana.

Penutupan turnamen makin semarak dengan kehadiran langsung Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si. Keduanya hadir didampingi jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Bombana, Ketua KONI, Ketua Askab PSSI Bombana, serta sejumlah pejabat eselon II dan III lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana.

Turnamen yang berlangsung selama beberapa pekan ini mempertandingkan tiga kategori usia, yakni U12, U14, dan U17. Seluruh laga digelar dengan semangat tinggi dan menampilkan potensi luar biasa dari para pemain muda Sulawesi Tenggara.

Berikut daftar lengkap para juara Turnamen Sepakbola Mini Bupati Cup 2025:

Kategori U12
Juara 1: AS 10 Konawe
Juara 2: Wonua Bombana
Juara 3: Garuda Barometer Konsel
Juara 4: YOMFA Kolaka
Top Scorer: Rey (AS 10 Konawe)

Kategori U14
Juara 1: Tenggara Utama Kendari
Juara 2: Tongkuno Muna
Juara 3: AS Konawe A
Juara 4: Garuda Anamolero Konawe
Top Scorer: Hijra Harlima (Tongkuno Muna)

Kategori U17
Juara 1: Pada Idi FC
Juara 2: Wonua Bombana
Juara 3: Hery Boys
Juara 4: PULTAM FC
Top Scorer: Kamal (PULTAM FC)

Bupati Burhanuddin dalam sambutannya mengapresiasi kinerja panitia, para pelatih, ofisial tim, serta seluruh peserta yang telah menunjukkan dedikasi tinggi selama turnamen berlangsung.

“Ini bukan sekadar pertandingan, tapi juga bagian dari pembinaan karakter dan potensi generasi muda kita. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini,” kata Burhanuddin usai menyerahkan trofi juara kepada para pemenang.

Ia juga menyampaikan bahwa turnamen ini diharapkan menjadi pemicu semangat para atlet muda untuk terus berlatih dan berprestasi di bidang olahraga, khususnya sepakbola. Menurutnya, ajang seperti ini perlu terus diadakan untuk menjaring bibit unggul yang kelak dapat mengharumkan nama daerah.

“Bupati Cup ini bukan hanya kompetisi, tapi juga ajang silaturahmi dan wadah pembinaan. Kita ingin olahraga menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan positif bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Sepanjang turnamen, Lapangan A. Arifai selalu dipadati penonton yang datang dari berbagai penjuru Bombana dan sekitarnya. Antusiasme warga menjadi bukti bahwa olahraga masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Ketua Askab PSSI Bombana juga menyampaikan rasa bangganya terhadap pelaksanaan turnamen. Ia menilai gelaran Bupati Cup 2025 sukses membangun atmosfer positif dan menunjukkan bahwa pembinaan sepakbola usia dini di Bombana dan sekitarnya mengalami kemajuan signifikan.

Turnamen ini juga turut memberi ruang ekspresi bagi para atlet muda untuk menunjukkan bakat mereka. Banyak pertandingan berlangsung dramatis dan memacu adrenalin, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Sorak-sorai dan dukungan dari para penonton menjadi energi tambahan bagi setiap tim yang berlaga.

Dalam penutupan, para pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak dari setiap kategori juga diberikan penghargaan khusus. Hal ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka selama turnamen.

Bupati Cup 2025 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan prestasi olahraga di Bombana. Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen terus mendukung kegiatan pembinaan dan kompetisi olahraga yang menyentuh langsung anak-anak muda di daerah.

Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas yang terpancar selama turnamen, ajang ini telah menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Ia menjelma menjadi ruang pembinaan karakter, pemersatu generasi, sekaligus etalase prestasi masa depan.




Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena Kerja Bakti di Desa Liwu Bersama Aparat Kecamatan Talaga Raya

Buteng, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena yang dipimpin oleh Sertu Rahimudin menggelar kerja bakti bersama masyarakat dan aparat Kecamatan Talaga Raya di Jalan Poros Desa Liwu Lompona, Kecamatan Talaga Raya, Kabupaten Buton Tengah. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan bahu jalan dan pengangkutan sampah yang menumpuk di sepanjang jalan poros desa. Minggu, (04/05)

Kerja bakti ini melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Sekretaris Camat Talaga Raya Azia, S.Pd, Kepala Desa Liwu Lompona Irwansyah Wawan, S.Kom, Kasi Pemerintahan Kecamatan Talaga Raya Amzon, ST, serta masyarakat setempat yang turut antusias mendukung kegiatan tersebut.

Sertu Rahimudin menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap lingkungan masyarakat.

“Ini adalah upaya kami untuk membantu menciptakan lingkungan bersih dan sehat, serta mempererat hubungan antara Babinsa dengan masyarakat,” ucapnya.

Sekcam Talaga Raya Azia, S.Pd mengapresiasi sinergi antara Babinsa dan pemerintah kecamatan dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif Babinsa dalam menggugah semangat gotong royong masyarakat, ini bentuk kolaborasi yang baik,” ujarnya.

Danramil 1431-02/Kabaena, Kapten Inf Efendi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen TNI dalam menjaga lingkungan.

“Kerja bakti ini untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, sekaligus membangun kedekatan antara aparat dan warga,” tutup Kapten Efendi.

Kegiatan kerja bakti ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang berharap kegiatan serupa terus dilakukan guna meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah Talaga Raya.




Skandal 8 Kontainer Limbah Kabel Diduga Diselundupkan dari Kawasan Berikat PT VDNI

Kendari, Sultranet.com – Dugaan penyelundupan limbah kabel produksi dalam jumlah besar dari kawasan berikat PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) kembali mencuat. Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap bahwa sedikitnya delapan kontainer limbah kabel diduga kuat telah dikeluarkan tanpa dokumen resmi dari kawasan Tempat Penimbunan Berikat (TPB) milik perusahaan tersebut.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo yang akrab disapa Egis menyebut praktik pengeluaran barang ini dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif. Ia menyoroti bahwa barang-barang yang keluar tidak dilengkapi dengan dokumen penting seperti Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) TPB atau SPPB BC 2.3, yang wajib berdasarkan ketentuan kepabeanan.

“Kegiatan ini dilakukan dengan sangat masif, dan data yang kami peroleh menyebutkan bahwa jumlahnya mencapai delapan kontainer. Ini bukan sekadar kelalaian, ini indikasi pelanggaran serius,” ungkapnya dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (3/5).

Lebih lanjut, Egis mengkritik sikap Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) yang dianggap abai dalam menjalankan fungsi pengawasan di kawasan berikat. Padahal, menurutnya, instansi tersebut seharusnya memiliki kontrol penuh terhadap aktivitas keluar-masuk barang dari dan ke dalam kawasan TPB.

“Jika pengawasan lemah, ini membuka ruang bagi praktik penyelundupan, perdagangan ilegal, bahkan korupsi. Negara bisa mengalami kerugian besar,” tegas mahasiswa S2 Ilmu Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta ini.

Ampuh Sultra juga mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan pelanggaran ini. Hendro meminta agar pimpinan Bea Cukai, termasuk Kepala Bea Cukai Kendari dan Kepala KPPBC, diperiksa atas dugaan kelalaian atau kemungkinan keterlibatan.

“Harus ada kejelasan. Apakah ini murni karena lemahnya pengawasan, atau justru ada kepentingan lain di balik pembiaran ini?” ujarnya.

Ia menambahkan, praktik pengeluaran barang tanpa dokumen resmi jelas melanggar ketentuan Peraturan Dirjen Bea Cukai Nomor PER-7/BC/2021 yang telah diubah dengan PER-30/BC/2024, serta Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan PMK 131/PMK.04/2018 tentang Kawasan Berikat.

“Jika hal ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk bagi sistem pengelolaan kawasan berikat di Sultra dan mencoreng integritas aparat penegak hukum,” tutupnya.




Kwarda Pramuka Sultra Resmi Dilantik, Komitmen Bangun Generasi Muda Tangguh

Kendari, Sultranet.com — Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara memasuki babak baru dalam perjalanannya setelah pelantikan Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan masa bakti 2024–2029. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra ini menjadi momen penting dalam memperkuat peran Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembentukan karakter generasi muda. Acara ini digelar pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Budi Waseso. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran Kwarda Sultra sebagai garda terdepan dalam membina generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

“Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah wadah pendidikan nonformal yang sangat penting untuk membentuk karakter, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan mengembangkan kepemimpinan pemuda. Di tengah arus perubahan global, Pramuka harus adaptif dan mengambil peran strategis,” ujar Budi Waseso.

Ia menegaskan bahwa pengurus baru harus bekerja dengan semangat kebersamaan, penuh tanggung jawab, dan pengabdian. “Pramuka harus tetap relevan di tengah tantangan zaman. Saya dorong Kwarda Sultra menghadirkan program-program nyata yang menyentuh kebutuhan generasi muda, terutama dalam era digital,” tegasnya.

Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua, M.Ling, yang hadir sebagai Wakil Ketua Mabida Pramuka Sultra dan membacakan sambutan Gubernur Sultra, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Andi Sumangerukka. Dalam sambutan tersebut, Pemprov Sultra menegaskan dukungan penuhnya terhadap seluruh program kepramukaan yang fokus pada pembangunan sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

“Pramuka harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi pembentukan karakter generasi cinta tanah air, tangguh menghadapi tantangan, dan siap jadi pemimpin masa depan. Pemerintah siap bersinergi dengan seluruh jajaran Pramuka untuk mewujudkannya,” kata Hugua.

Ketua Kwarda Sultra yang baru dilantik, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan. Ia menyatakan komitmennya untuk membawa Pramuka Sultra menjadi organisasi yang dinamis dan inovatif.

“Kami akan segera menyusun langkah strategis yang selaras dengan kebutuhan generasi muda hari ini. Pramuka tidak boleh tertinggal. Kegiatan harus edukatif, partisipatif, dan mendukung literasi digital serta kepemimpinan berwawasan global,” ujar Asrun Lio.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pengurus sebelumnya, yakni Drs. H. Masyhur Masie Abunawas (periode 2001–2012) dan H. Irawan Laliasa, SE., M.Si (periode 2013–2023), atas kontribusi mereka dalam memperkuat fondasi organisasi.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Jenderal Kwarnas, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Bachtiar, S.I.P., M.A.P.; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sultra; para bupati dan wali kota se-Sultra selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab); kepala OPD lingkup Pemprov Sultra; serta para pembina, pelatih, pamong, dan Dewan Kerja Daerah dan Cabang.

Pelantikan ini menjadi simbol kesiapan Kwarda Pramuka Sultra untuk melangkah maju, memperkuat barisan, dan bersatu dalam semangat pengabdian membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, siap menghadapi tantangan zaman, dan memiliki daya saing global.




Asrun Lio Resmi Pimpin Pramuka Sultra, Komitmen Bangun Generasi Tangguh dan Inovatif

Kendari, Sultranet.com – Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara resmi memasuki babak baru dengan dilantiknya Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan untuk masa bakti 2024–2029. Pelantikan ini berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Jumat (3/5/2025), menandai semangat baru dalam pembinaan generasi muda di Bumi Anoa.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Budi Waseso. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran Pramuka sebagai ujung tombak pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda di era yang penuh tantangan ini.

“Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah ruang pendidikan nonformal yang membentuk karakter, menumbuhkan nasionalisme, dan menyiapkan pemimpin masa depan. Pramuka harus adaptif dan relevan dengan tantangan zaman,” tegas Budi Waseso di hadapan ratusan undangan.

Ia juga mendorong pengurus baru untuk bekerja dengan semangat kebersamaan dan rasa pengabdian tinggi. Menurutnya, sinergi antara Pramuka dan pemerintah daerah sangat penting untuk menciptakan program yang menjawab kebutuhan generasi muda, terutama di era digital saat ini.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Mabida, hadir mewakili Gubernur Sultra, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Andi Sumangerukka. Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, Hugua menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi dalam mendukung program kepramukaan sebagai bagian dari upaya strategis membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Pramuka harus menjadi solusi dalam pembentukan karakter generasi yang cinta tanah air, tangguh, dan siap menghadapi masa depan. Pemprov Sultra siap bersinergi dalam setiap langkah,” ucap Hugua.

Ketua Kwarda Sultra yang baru, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa Gerakan Pramuka Sultra menjadi lebih profesional dan inovatif.

“Kami akan menyusun program strategis berbasis kebutuhan generasi muda hari ini. Pramuka harus hadir dengan kegiatan yang edukatif, partisipatif, dan mendorong literasi digital serta kepemimpinan global,” kata Asrun Lio dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi pengurus sebelumnya yang telah meletakkan fondasi organisasi dengan baik. Asrun berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan sekaligus mengembangkan capaian yang telah dirintis.

Acara pelantikan ini turut dihadiri tokoh nasional dan daerah, seperti Sekretaris Jenderal Kwarnas, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Bachtiar, S.I.P., M.A.P.; unsur Forkopimda Sultra seperti Kapolda, Danrem, Danlanal, dan Danlanud; para kepala daerah se-Sultra sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab); serta mantan Ketua Kwarda Sultra Drs. H. Masyhur Masie Abunawas, M.Si (periode 2001–2012) dan H. Irawan Laliasa, SE., M.Si (periode 2013–2023).

Hadir pula jajaran Mabida, pengurus Kwarda, Ketua Kwartir Cabang se-Sultra, para pembina, pelatih, pamong, serta Dewan Kerja Daerah dan Cabang yang menjadi bagian penting dalam struktur organisasi Gerakan Pramuka di daerah.

Momentum pelantikan ini tidak hanya menjadi prosesi seremonial, tetapi juga penanda kesiapan Pramuka Sultra dalam memperkuat barisan dan bersatu dalam semangat pengabdian. Semangat ini diarahkan untuk melahirkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menyambut tantangan zaman dengan jiwa kepemimpinan yang kokoh.

Dengan kepemimpinan baru yang berkomitmen pada inovasi dan kolaborasi, Gerakan Pramuka Sultra diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membina generasi penerus bangsa di Sulawesi Tenggara.




Masyarakat Desa Pangkuri Gelar Pembersihan Parit bersama Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia

Bombana, SultraNET. | – Masyarakat Desa Pangkuri, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, yang dipimpin Kades Bapak Herdin bersama Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia melaksanakan kerja bakti pembersihan parit. Sabtu (03/05). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi musim hujan dan mencegah potensi banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Pembersihan parit dilakukan secara gotong royong oleh warga dan aparat desa, dibantu oleh tiga personel Babinsa. Mereka menyisir area saluran air yang tersumbat oleh sampah dan sedimen tanah. Kehadiran Babinsa menambah semangat masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: Kepala Desa Pangkuri Herdin, Kepala Dusun 1 Rusman, Kepala Dusun 2 Jasman, serta personel Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia yaitu Serka La Ari, Serka M. Saleh, dan Sertu Juni, dengan dukungan dari 15 warga setempat.

Serka La Ari, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi TNI dengan masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Kegiatan ini merupakan upaya kami bersama warga untuk mencegah banjir dan menjaga kelancaran saluran air di desa,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pangkuri Herdin menyambut positif partisipasi Babinsa dalam kegiatan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Babinsa. Ini membuktikan bahwa kerja sama antara aparat desa dan TNI sangat penting demi kebersihan dan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Danramil 1431-01/Rumbia Kapten Inf Syafaruddin menambahkan, kerja bakti ini adalah bagian dari upaya pembinaan teritorial. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan terhindar dari bencana akibat saluran air tersumbat,” Pungkas Kapten Syafaruddin.




LKPD Sultra Apresiasi Tabligh Akbar UAS di PESRI Kendari

KENDARI, sultranet.com – Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Sulawesi Tenggara mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar Pesantren Ummusshabri (PESRI) Kendari dengan menghadirkan dai kondang Ustadz Dr. H. Abdul Somad, Lc., MA (UAS). Jumat (2/5/2025/

Direktur Eksekutif LKPD Sultra, Muh. Arham, yang juga alumni PESRI angkatan 2000, mengungkapkan kekagumannya atas keberhasilan pihak pesantren menghadirkan UAS, sosok pendakwah nasional yang sangat dinanti-nanti masyarakat.

“Informasi dari panitia, upaya menghadirkan UAS ini sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Dan hari ini, bertepatan dengan Hardiknas, akhirnya terealisasi. Ini pencapaian luar biasa,” ujar Arham saat ditemui di Bandara Haluoleo, Sabtu (3/5/2025) pagi.

Direktur Eksekutif LKPD Sultra, Muh. Arham
Direktur Eksekutif LKPD Sultra, Muh. Arham

Menurut Arham, momen spesial ini membuat UAS memberikan durasi ceramah lebih lama dari biasanya.

“Kalau di tempat lain biasanya hanya satu jam, tadi malam di PESRI beliau ceramah sampai satu setengah jam sebagai bentuk penghargaan atas penantian panjang civitas akademika Ummusshabri,” tambahnya.

Tabligh Akbar yang berlangsung meriah ini dihadiri ribuan jamaah dari berbagai penjuru kota yang memadati kompleks Pesantren Ummusshabri Kendari sejak sore hari.

Antusiasme warga begitu tinggi menyambut kehadiran sang ustadz yang selama ini hanya mereka saksikan lewat media sosial dan tayangan TV.

Sejumlah pejabat penting tampak hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Sultra, Kapolda Sultra, Danrem 143/Haluoleo, Kepala Kejaksaan Tinggi, dan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pimpinan Pesantren Ummusshabri Kendari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan ini.

“Ini adalah hadiah Hardiknas untuk santri dan masyarakat Sultra,” ungkap salah satu pengurus pesantren.

Tabligh Akbar bersama UAS ini bukan hanya menjadi momen religius, tetapi juga simbol penguatan pendidikan karakter dan spiritual di lingkungan pesantren dan masyarakat luas.




Pendidikan spiritual, Pendidikan modern

Kendar,Sultranet.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025 dengan cara yang penuh makna melalui pelaksanaan Tabligh Akbar di Kompleks Pesantren Ummusshabri Kendari, Jumat malam, 2 Mei 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua, M.Ling., dan menghadirkan Da’i Nasional Prof. KH. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (UAS) sebagai penceramah utama.

Mengusung tema “Mendidik dengan Hati, Mencerahkan dengan Ilmu,” kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi dan motivasi bagi dunia pendidikan, khususnya di Sulawesi Tenggara. Hadir pula dalam acara ini jajaran pimpinan Yayasan Ummusshabri, Ketua dan Anggota DPRD Sultra, Forkopimda, Kanwil Kemenag Sultra, Ketua MUI Sultra, pimpinan ormas Islam se-Sultra, serta para anggota BKMT Sultra.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Ir. Hugua menyampaikan bahwa pemerintah daerah menempatkan pendidikan sebagai kunci strategis untuk mewujudkan Sultra yang maju, sejahtera, aman, dan religius. Ia menyambut hangat kehadiran UAS sebagai bentuk apresiasi Pemprov Sultra terhadap nilai-nilai spiritual dalam pendidikan.

“Malam hari ini sangat relevan karena bertepatan dengan peringatan ulang tahun Sulawesi Tenggara dan Hari Pendidikan Nasional. Ini adalah amanat konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami harap tausiah dari Pak Kiai dapat memberi pencerahan, membentuk masyarakat Sultra yang terdidik dan tercerahkan,” ujar Hugua.

Hugua juga menanggapi kekhawatiran yang disampaikan pimpinan Ummusshabri tentang pendidikan masa kini yang kerap mengabaikan nilai-nilai emosional dan etika. Ia menilai, pendidikan berbasis hati dan akhlak adalah elemen yang tak boleh terabaikan dalam pembangunan sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Dr. H. Supriyanto, MA, menekankan pentingnya pendidikan yang menyentuh dimensi spiritual dan emosional anak. Ia menyoroti kecenderungan orang tua yang lebih memilih pendekatan material dalam mendidik anak-anak mereka.

“Sekarang ini, banyak orang tua mendidik anak dengan materi. Dikasih HP supaya tenang, dibelikan kue agar tidak menangis. Tapi itu perlahan menjauh dari esensi pendidikan yang sesungguhnya: mendidik dengan hati,” ujar Supriyanto.

Ia menjelaskan bahwa Ummusshabri membangun model pendidikan yang mempertemukan peradaban Barat dan Timur. Di satu sisi, ilmu sains dan teknologi diperkenalkan dalam kelas internasional dan digital yang menggunakan Bahasa Inggris dan kurikulum Cambridge. Di sisi lain, pendidikan Islam dengan Bahasa Arab tetap menjadi fondasi utama.

“Di Ummusshabri, kami punya kelas kebrit yang full English, kelas Cambridge yang dievaluasi langsung oleh lembaga Cambridge, dan kelas digital AI untuk anak-anak belajar coding dan berpikir komputasional. Tapi semua itu berdiri kokoh di atas spiritualitas, dengan hafalan dan pendidikan agama sebagai dasar,” terangnya.

Ia menyebut model pendidikan Ummusshabri sebagai “pertemuan dua peradaban yang diislamkan,” karena keberhasilan teknologi dan ilmu pengetahuan tetap dibingkai dalam nilai-nilai keimanan.

Kegiatan Tabligh Akbar ini berlangsung khidmat dan hangat, dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati area pesantren. Tausiah Ustadz Abdul Somad menjadi puncak acara yang ditunggu-tunggu, menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan pentingnya menyeimbangkan ilmu dunia dan akhirat dalam pendidikan anak.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sulawesi Tenggara tahun ini bukan hanya seremoni, tetapi juga menjadi ajakan kolektif untuk membangun pendidikan yang lebih utuh — yang menyentuh akal, hati, dan jiwa.




Sultra Gelar Upacara Hardiknas, Sekda Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 di Lapangan Kantor Gubernur Sultra pada Jumat pagi. Upacara yang mengangkat tema nasional “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Gubernur Sultra yang sedang mendampingi Menteri Kesehatan dalam agenda pembangunan rumah sakit di empat kabupaten.

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua DPRD Sultra, Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, pejabat eselon III dan IV, serta para guru dan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang dibacakan Sekda Asrun Lio, ditegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pendidikan adalah hak asasi yang tidak boleh diskriminatif. Setiap warga negara berhak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, tanpa memandang latar belakang agama, suku, ekonomi, ataupun kondisi fisik,” kata Menteri Mu’ti.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam membangun karakter, peradaban, dan mobilitas sosial. Pemerintah, kata dia, telah menempuh langkah strategis sejak Oktober 2024, termasuk perbaikan tata kelola, peningkatan kompetensi guru, kurikulum berbasis deep learning, hingga penguasaan teknologi seperti koding dan kecerdasan buatan.

“Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas nasional, sesuai Asta Cita keempat: membangun SDM unggul sebagai agen perubahan menuju Indonesia yang adil dan makmur,” tambahnya.

Melanjutkan amanat itu, Sekda Asrun Lio menyampaikan sambutan Gubernur Sultra yang berhalangan hadir. Ia menekankan bahwa Pemprov Sultra berkomitmen penuh dalam mendukung pendidikan inklusif dan bermutu. Salah satu program prioritas dalam 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra adalah penyediaan pakaian sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB.

“Tidak boleh ada anak Sultra yang putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi. Untuk itu, Pemprov telah menyiapkan dua skema beasiswa, yakni beasiswa berprestasi dan beasiswa reguler untuk siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Asrun Lio kepada peserta upacara.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan beasiswa simbolis kepada siswa-siswi yang lolos seleksi, termasuk yang mendapat kesempatan melanjutkan studi ke Universitas Sampoerna. Penyerahan dilakukan oleh Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sultra, didampingi Sekda, Ketua DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Biro Kesra.

“Kerja sama dengan pihak swasta terus diperkuat. Beasiswa ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan akses pendidikan tinggi,” ujar Kadis Pendidikan Sultra di sela kegiatan.

Selain bantuan beasiswa, Pemprov Sultra juga berkomitmen memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan laboratorium dan ruang kelas baru di sekolah-sekolah yang masih kekurangan fasilitas.

Upacara Hardiknas 2025 di Sultra ditutup dengan penampilan tari tradisional Lulo yang melibatkan siswa, guru, dan seluruh tamu undangan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mengiringi akhir acara, mencerminkan semangat gotong royong dalam memajukan pendidikan.

Dengan tema yang menekankan partisipasi semesta, peringatan Hardiknas di Sultra menjadi bukti bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dituntut bekerja bergandengan tangan untuk menjamin setiap anak mendapatkan haknya atas pendidikan yang layak.