Pendamping PKH Lakukan Verifikasi Komitmen Pendidikan KPM di Sekolah, Pastikan Anak Tetap Aktif Belajar
Bombana, sultranet.com — Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melakukan kunjungan ke sejumlah satuan pendidikan untuk memverifikasi komitmen pendidikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Langkah ini dilakukan guna memastikan anak-anak dari keluarga penerima bantuan sosial tersebut benar-benar terdaftar di sekolah serta aktif mengikuti proses pembelajaran sebagai bagian dari kewajiban dalam program PKH, di sejumlah sekolah di Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Senin (10/3/2026).
Kegiatan verifikasi ini merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan, khususnya pada komponen pendidikan. Pemerintah melalui pendamping PKH berupaya memastikan bahwa bantuan sosial yang diberikan kepada keluarga kurang mampu benar-benar berkontribusi pada peningkatan akses dan keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka.
Dalam pelaksanaannya, para pendamping PKH mendatangi langsung pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan guru serta petugas administrasi sekolah. Melalui koordinasi tersebut, dilakukan pencocokan data antara daftar penerima manfaat dengan data kehadiran serta status pendidikan siswa yang berasal dari keluarga penerima PKH.
Proses ini penting untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga penerima bantuan tidak hanya terdaftar secara administratif, tetapi juga aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Pendamping PKH Kecamatan Kabaena Utara, Masrudin, menjelaskan bahwa verifikasi komitmen pendidikan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan secara berkala guna memastikan program bantuan sosial tersebut berjalan sesuai tujuan.
“Melalui kunjungan langsung ke satuan pendidikan, kami memastikan anak-anak dari KPM PKH tetap aktif bersekolah. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami memastikan komitmen pendidikan yang menjadi syarat dalam program PKH dapat dipenuhi dengan baik,” ujar Masrudin.
Ia menjelaskan bahwa dalam program PKH, terdapat sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi oleh keluarga penerima manfaat, salah satunya adalah memastikan anak-anak mereka mengikuti pendidikan sesuai dengan jenjang yang berlaku.
Oleh karena itu, verifikasi langsung ke sekolah menjadi langkah penting untuk memastikan komitmen tersebut benar-benar dijalankan.
Selain melakukan verifikasi data, pendamping PKH juga memberikan penguatan kepada keluarga penerima manfaat agar terus mendorong anak-anak mereka untuk disiplin hadir di sekolah serta menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Menurut Masrudin, pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui pendidikan yang baik, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup di masa depan.
“Pendamping PKH tidak hanya melakukan verifikasi data, tetapi juga memberikan motivasi kepada keluarga agar tetap mendukung pendidikan anak-anak mereka. Kami ingin memastikan bahwa bantuan sosial yang diberikan pemerintah benar-benar memberikan dampak positif bagi masa depan anak-anak,” katanya.
Masrudin juga menekankan pentingnya kerja sama antara pendamping PKH, pihak sekolah, serta keluarga penerima manfaat dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Ia menilai bahwa kolaborasi yang baik antara ketiga pihak tersebut akan membantu memastikan anak-anak dari keluarga penerima manfaat tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
“Kerja sama antara pendamping PKH, pihak sekolah, dan keluarga penerima manfaat sangat penting. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama memastikan anak-anak tetap bersekolah dan memperoleh pendidikan yang mereka butuhkan,” tambahnya.
Program Keluarga Harapan sendiri merupakan salah satu program bantuan sosial pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga kurang mampu melalui dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
Dalam komponen pendidikan, keluarga penerima manfaat diwajibkan memastikan anak-anak mereka tetap mengikuti pendidikan formal sesuai dengan jenjang usia sekolah. Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, maka bantuan yang diterima dapat dievaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan verifikasi komitmen pendidikan ini, pemerintah berharap bantuan sosial PKH dapat benar-benar mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pendamping PKH di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Kabaena Utara, terus berupaya memastikan bahwa setiap keluarga penerima manfaat memahami kewajiban yang harus dipenuhi serta memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah secara optimal.
Dengan adanya pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan program PKH dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan akses pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, serta membantu menciptakan generasi muda yang lebih berdaya saing di masa depan.