Jangan PHK Guru PPPK Paruh Waktu, Kemendikdasmen Buka Keran BOSP untuk Talangi Gaji

JAKARTA, sultranet.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan pemerintah daerah (pemda) dilarang memberhentikan guru dan tenaga kependidikan (tendik) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW).

Penegasan itu disertai kebijakan relaksasi anggaran dari pemerintah pusat untuk membantu pembayaran gaji, terutama bagi daerah yang mengalami keterbatasan fiskal.

“Guru-guru PPPK dan PPPK paruh waktu tidak boleh diberhentikan. Sudah jelas aturannya,” tegas Mu’ti usai mencanangkan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rawamangun, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Ia meminta kontrak kerja PPPK paruh waktu tetap dipertahankan setidaknya hingga akhir 2026. Selama masa tersebut, pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen siap memberikan dukungan pendanaan sebagai solusi sementara atas kendala anggaran di daerah.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang mengatur relaksasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membayar honor guru, tenaga tata usaha, dan tendik non-ASN yang diangkat menjadi PPPK paruh waktu pada 2026.

Dalam aturan tersebut, penggunaan dana BOSP dibatasi maksimal 20 persen untuk sekolah negeri dan 40 persen untuk sekolah swasta. Relaksasi ini juga disertai sejumlah persyaratan.

Pemda wajib mengajukan permohonan resmi kepada Kemendikdasmen dengan melampirkan kondisi fiskal daerah serta rencana penguatan anggaran melalui APBD. Selain itu, kebijakan ini bersifat sementara dan hanya berlaku untuk Tahun Anggaran 2026.

Adapun penerima manfaat merupakan guru dan tendik yang diangkat berdasarkan Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 16 Tahun 2025 tentang PPPK Paruh Waktu.

Mu’ti menegaskan, kebijakan ini diambil untuk memastikan keberlangsungan layanan pendidikan di daerah tetap berjalan, sekaligus menjaga kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan sebagai garda terdepan pendidikan nasional. (PJS)

Pewarta: Hardyawan




Yudi Utama Arsyad Apresiasi Kesuksesan PGRI dan Pemkab Bombana Gelar Puncak HUT ke-80 PGRI se-Sultra

Bombana, Sultranet.com – Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bombana yang juga anggota DPRD Bombana sekaligus Divisi Advokasi PGRI Bombana, Yudi Utama Arsyad (YUA), menyampaikan apresiasi tinggi atas kesuksesan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam menyelenggarakan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Bombana.

Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) eks MTQ Bombana, Rabu (5/11/2025), berlangsung meriah dan khidmat. Ribuan guru dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara hadir dalam suasana penuh semangat kebersamaan, sekaligus mengikuti penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PGRI Sultra.

Yudi menilai, keberhasilan Bombana menjadi tuan rumah kegiatan tingkat provinsi ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan organisasi profesi guru.

“PGRI dan Pemkab Bombana telah membuktikan bahwa kerja sama yang solid dapat melahirkan kegiatan besar yang membawa dampak positif bagi dunia pendidikan,” ujarnya dengan penuh bangga.

Ia menambahkan, peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat solidaritas antarpendidik dan meningkatkan semangat pengabdian dalam mencetak generasi bangsa yang berkarakter.

Pada kesempatan itu, Ia juga memuji kepemimpinan Ketua PGRI Bombana, H. Kandamang, S.Pd., M.Pd, yang ia nilai mampu mensolidkan para guru di wonua Bombana dalam mensukseskan ivent akbar ini.

“Guru bukan hanya pengajar, tapi pembentuk masa depan. Kita semua berutang kepada jasa mereka,” tambah Yudi.

Upacara puncak HUT PGRI dan HGN ini dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tenggara, La Ode Fasikin, S.Pi., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Sultra. Tahun ini, peringatan mengusung tema HUT PGRI “Guru Bermutu, Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas” serta tema HGN “Guru Hebat, Indonesia Kuat.”

Dalam sambutannya, La Ode Fasikin menegaskan bahwa guru adalah ujung tombak pembangunan pendidikan nasional.
“Guru adalah penggerak perubahan. Dari ruang kelas, mereka menyalakan masa depan bangsa,” katanya.

Ia juga menyoroti tiga program prioritas nasional di bidang pendidikan, yakni Program Makan Bergizi Gratis, penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), serta penguatan literasi digital melalui koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).

“Saya berharap ketiga program ini dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, modern, dan berkeadilan, dengan guru sebagai pelaksana utamanya,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., Ketua TP PKK Hj. Fatmawati Kasim Marewa, Wakil Ketua TP PKK Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM, jajaran Forkopimda, Pj. Sekda, Asisten, Staf Ahli, kepala OPD, serta ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Acara ditutup dengan sejumlah kegiatan apresiasi, di antaranya penobatan Ibunda Guru Kabupaten Bombana kepada Hj. Fatmawati Kasim Marewa, penyematan Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun, penyerahan piala bergilir Porseni, parade fashion show daur ulang, senam massal PGRI, serta penampilan musik bambu dari SMPN 2 Rumbia. (IS)




Mahasiswa KKN UHO Desa Watunggarandu Meriahkan Defile dan Pembukaan Porseni Lalonggasumeeto

Konawe, sultranet.com – Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Watunggarandu ikut memeriahkan Defile dan Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kecamatan Lalonggasumeeto. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan mahasiswa terhadap kegiatan masyarakat setempat. Acara berlangsung meriah dan resmi dibuka oleh Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si, pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Porseni Kecamatan Lalonggasumeeto diawali dengan parade defile yang melibatkan perwakilan desa, lembaga, dan organisasi masyarakat. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan jalannya parade yang penuh warna. Mahasiswa KKN UHO Desa Watunggarandu tampil berbaur dengan masyarakat, berjalan dalam barisan sambil menampilkan kekompakan dan semangat kebersamaan.

Koordinator KKN UHO Desa Watunggarandu, Kristian Abil Kornelis, mengatakan keterlibatan mahasiswa KKN bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya integrasi dengan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat desa dengan mendukung kegiatan sosial, budaya, olahraga, dan seni yang diadakan di wilayah ini,” ujarnya.

Kristian menambahkan, Porseni menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan sosial. Kehadiran mahasiswa di arena kegiatan masyarakat, kata dia, memperlihatkan bahwa proses belajar tidak hanya sebatas di ruang kuliah, melainkan juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini kami bisa lebih dekat dengan warga, merasakan kebersamaan, sekaligus belajar nilai gotong royong yang menjadi kekuatan desa,” tuturnya.

Porseni Kecamatan Lalonggasumeeto tahun ini mengangkat semangat kebersamaan dalam keberagaman. Berbagai cabang olahraga dan kesenian dipertandingkan, mulai dari sepak bola, bola voli, hingga lomba seni tari dan musik tradisional. Setiap desa menampilkan potensi terbaiknya, menjadikan Porseni bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga.

Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan mereka dalam defile sekaligus pembukaan Porseni memberikan pengalaman yang berharga. Mereka bisa menyaksikan langsung bagaimana masyarakat desa menyalurkan energi positif melalui olahraga dan seni. Antusiasme warga, baik yang menjadi peserta maupun penonton, memberikan suasana hangat yang dirasakan juga oleh para mahasiswa.

Foto Bersama Wakil Bupati Konawe Seusai Kegiatan
Foto Bersama Wakil Bupati Konawe Seusai Kegiatan

Kehadiran Wakil Bupati Konawe menambah semarak pembukaan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran mahasiswa KKN yang hadir sebagai bagian dari kegiatan masyarakat. “Mahasiswa adalah agen perubahan yang bisa memberi semangat baru. Kehadiran mereka di tengah-tengah masyarakat harus menjadi energi positif untuk mendukung pembangunan desa,” kata Syamsul Ibrahim di hadapan peserta.

Masyarakat Desa Watunggarandu sendiri menyambut baik keterlibatan mahasiswa KKN. Kehadiran mereka tidak hanya dirasakan dalam kegiatan formal program kerja, tetapi juga dalam aktivitas sosial yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warga. Bagi warga, mahasiswa yang ikut defile dan meramaikan Porseni menjadi simbol kedekatan emosional antara dunia akademik dan kehidupan desa.

Porseni di Kecamatan Lalonggasumeeto bukan sekadar ajang tahunan, melainkan perayaan kebersamaan. Di situlah mahasiswa KKN menemukan ruang untuk berbaur, belajar, dan mendukung masyarakat. Dukungan moral yang mereka berikan melalui keterlibatan di defile dan pembukaan kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan mahasiswa dengan masyarakat, sekaligus memberi kontribusi nyata dalam pengembangan olahraga dan seni di wilayah tersebut.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan, mahasiswa KKN UHO Desa Watunggarandu membuktikan bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam program kerja, tetapi juga dalam dukungan penuh terhadap kegiatan masyarakat. Dari Porseni, mereka belajar bahwa kebersamaan dan solidaritas adalah pondasi penting bagi pembangunan desa.

Pewarta: Azuli




Mahasiswa UHO Edukasi Gaya Hidup Sehat untuk Remaja SMP di Lalonggasumeeto

Konawe, sultranet.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) Desa Watunggarandu menggagas inovasi bertajuk “Edukasi Gaya Hidup Sehat” yang menyasar pelajar SMPN 1 Lalonggasumeeto. Program ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat, pilar ketiga perguruan tinggi, dengan tujuan menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini. Watunggarandu, 19 Agustus 2025.

Kegiatan edukasi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan gangguan jantung yang banyak dipicu pola hidup kurang sehat. Mahasiswa KKN UHO menilai, generasi muda perlu mendapat bekal agar terbiasa menjaga kesehatan melalui pola makan bergizi, aktivitas fisik, kebersihan diri dan lingkungan, serta menjauhi rokok, alkohol, dan narkoba.

Kepala SMPN 1 Lalonggasumeeto, Yusran S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kontribusi mahasiswa UHO. Edukasi ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami sebagai bekal menjaga kesehatan di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Desa Watunggarandu KKN Reguler Batch II UHO, Kristian Abil Kornelis, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, terutama generasi muda. “Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini, agar adik-adik SMPN 1 Lalonggasumeeto terbiasa menjalani pola hidup sehat yang akan berdampak positif bagi prestasi dan masa depan mereka,” katanya.

Mahasiswa KKN UHO menyusun materi dengan pendekatan yang sederhana dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh siswa. Beberapa poin utama yang disampaikan adalah pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, menjaga kebersihan diri serta lingkungan sekitar, dan membentengi diri dari gaya hidup tidak sehat yang merugikan.

Respon siswa SMPN 1 Lalonggasumeeto terlihat antusias. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi mengenai kebiasaan sehari-hari. Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti di ruang kelas, melainkan dapat dipraktikkan dalam kehidupan mereka sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.

Program pengabdian ini juga sejalan dengan visi UHO dalam mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, memberi solusi, dan mengembangkan potensi desa. Inovasi bertema kesehatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN UHO berharap siswa dapat memahami bahwa gaya hidup sehat bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang membentuk karakter dan kebiasaan positif. Pola makan sehat, olahraga teratur, kebersihan, serta menjauhi perilaku berisiko diharapkan menjadi fondasi yang akan memperkuat generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dengan adanya program ini, masyarakat desa dan pihak sekolah berharap terjalin kerja sama berkelanjutan antara mahasiswa UHO dan lingkungan pendidikan setempat. Langkah kecil seperti edukasi gaya hidup sehat diyakini dapat memberikan dampak besar dalam mencetak generasi yang sehat, berprestasi, dan siap berkontribusi untuk bangsa.




MAHASISWA POLITEKNIK BOMBANA GELAR SOSIALISASI GEMAR MENABUNG

Bontomatinggi sultranet.com – Mahasiswa Politeknik Bombana yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan ke-XIII melaksanakan kegiatan sosialisasi dan implementasi program “Gemar Menabung” di Dusun Pattenea, Desa Bontomatinggi, Kaupaten Maros 29 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama yang dirancang oleh mahasiswa sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan sejak usia dini. Sosialisasi diikuti dengan antusias oleh anak-anak Dusun Pattenea yang tampak semangat dan aktif selama kegiatan berlangsung.

Dengan mengusung tema “Menanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini, Membangun Masa Depan yang Lebih Baik”, para mahasiswa memperkenalkan konsep dasar menabung melalui metode interaktif seperti permainan edukatif, kuis, serta kegiatan mewarnai celengan dari bahan daur ulang.

“Kami ingin menumbuhkan kesadaran kepada anak-anak bahwa menabung itu penting, bukan hanya untuk membeli sesuatu, tapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dan perencanaan masa depan,” ungkap Sri Kustia, salah satu mahasiswa Politeknik Bombana yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selain sosialisasi, mahasiswa juga membagikan celengan kreatif kepada peserta sebagai media praktik menabung di rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal kebiasaan baik yang terus dilanjutkan oleh anak-anak dan didukung oleh orang tua di rumah.

Program ini mendapat sambutan positif dari aparat dusun dan masyarakat sekitar. “Kami sangat senang dan bangga anak-anak kami bisa belajar menabung. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih bijak dalam menggunakan uang sejak kecil,” ujar salah satu warga setempat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kebangsaan tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan sosial, tetapi juga membawa semangat perubahan positif dalam masyarakat, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda yang hemat, disiplin, dan berorientasi masa depan.




Politeknik Bombana dan Pengadilan Tinggi Sultra Jalin Kerja Sama Strategis

Kendari, sultranet.com – Politeknik Bombana (POLINA) resmi menjalin kerja sama dengan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur POLINA, Sainal Abidin, S.Si., M.M., dan Ketua Pengadilan Tinggi Sultra, Roki Panjaitan, S.H., bertempat di Kantor Pengadilan Tinggi Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari. Selasa (24/9/2024).

Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas wawasan praktis mengenai penerapan hukum di peradilan dan memperkuat keterkaitan antara akademisi dan lembaga hukum.

Dalam sambutannya, Sainal Abidin menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan mendukung pengembangan kurikulum berbasis praktik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman langsung dari dunia peradilan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi institusi pendidikan, khususnya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ini juga akan menjadi sarana pendampingan hukum yang lebih kuat bagi dosen dan mahasiswa,” jelas Sainal Abidin.

Foto bersama usai penandatanganan MoU
Foto bersama usai penandatanganan MoU

Sementara itu, Ketua Pengadilan Tinggi Sultra, Roki Panjaitan, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan merupakan bagian dari misi Pengadilan Tinggi untuk mendekatkan hukum kepada masyarakat.

“Sinergi antara pengadilan dan lembaga pendidikan seperti POLINA akan mendukung terciptanya generasi yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam penegakan hukum,” kata Roki.

Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan berbagai program pengembangan kelembagaan, pelatihan, dan penelitian yang akan memperkuat kualitas SDM baik di POLINA maupun Pengadilan Tinggi Sultra.




Bina Generasi Muda sejak Dini: Babinsa Koramil Rumbia Giatkan Binwanwil di SDN Lampata.

Bombana, SultraNET. | Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Kodim 1431/Bombana Serma Abd Hafid, mengambil peran aktif dalam membina generasi muda dengan melaksanakan kegiatan Binwanwil di SDN Lampata, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana.

Dalam kegiatan tersebut, Serma Abd Hafid menyampaikan berbagai pesan positif kepada siswa-siswi. Pertama, dia menghimbau agar mereka selalu rajin belajar dan menjaga disiplin sebagai kunci keberhasilan masa depan.

Selain itu, Serma Abd Hafid juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan berolahraga secara teratur. Beliau mengingatkan bahwa tubuh yang sehat merupakan landasan bagi jiwa yang kuat, sehingga siswa dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.

Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Kodim 1431/Bombana memberikan arahan kepada siswa-siswi SDN Lampata
Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Kodim 1431/Bombana memberikan arahan kepada siswa-siswi SDN Lampata

Dalam konteks kebersihan lingkungan, Babinsa mengajak siswa untuk tidak membakar sampah di pekarangan sekolah. Mengingat cuaca yang sangat panas, tindakan ini dapat menimbulkan risiko kebakaran yang berbahaya. Serma Abd Hafid berharap siswa-siswi dapat menjaga lingkungan sekitar untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Dengan kegiatan ini, Babinsa Koramil Rumbia turut berkontribusi dalam pembinaan ketahanan wilayah melalui pendekatan positif terhadap generasi muda, memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang cerdas, sehat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.




PKBM Solusi Tingkatkan SDM Masyarakat Bombana

Bombana, SultraNET. | Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya diyakini sebagai solusi meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Bombana.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kedudayaan Kabupaten Bombana, Andi Muh. Arsyad mengatakan pendidikan kesetaraan telah menduduki posisi strategis seiring munculnya kebijakan pemerintah yang akan melayani semua anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

“Dua puluh tahun mendatang, anak-anak berusia 7-21 tahun itu adalah calon pemimpin bangsa, jika tidak disiapkan mulai dari sekarang maka bangsa ini yang akan rugi,” Ujar Andi Muh. Arsyad, Jumat (03/12/2021).

Ia menyebut program-program yang diselenggarakan di PKBM dapat sangat beragam dan dapat juga tak terbatas, namun harus sesuai dengan kondisi, potensi dan kebutuhan masyarakat di mana PKBM itu berada atau dikatakan yang relevan, serta program-program itu harus bermakna dan bermanfaat. Program-program tersebut antara lain Pendidikan Kesetaraan (A,B dan C), Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Kewarganegaraan, Kerumahtanggaan, dan lain-lainnya.

“Saat ini sudah ada 68 PKBM yang tersebar di 22 Kecamatan se Kabupaten Bombana,” bebernya.

Ia meyakini bahwa pendidikan kesetaraan bukan lagi dianggap sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal, melainkan sebagai pilihan pendidikan masyarakat.

“Alhamdulillah di periode kedua Bupati Bombana ini semenjak tahun 2017 sampai dengan 2021 jumlah penduduk yang mendapatkan ijazah paket A,B,C melalui PKBM sebanyak 7.054 dengan rincian untuk paket A sebanyak 1.682, paket B sebanyak 2.567 dan paket C sebanyak 2.805,” tutupnya.




Bombana Terapkan Sistem Zonasi, Sekolah Favorit Belum Berlaku

Rumbia, SultraNET. | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bombana telah memberlakukan sistem zonasi untuk penerimaan peserta didik baru Tahun 2019 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Abdul Rauf Abidin, S.Pd, kepada awak media ini, selasa (2/7/2019) menuturkan bahwa dasar Penerapan itu berdasarkan Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019.

“Penerimaan saat ini kita suda berlakukan untuk tingkat Sekolah Dasar dan SMP,” Tutur Abdul Rauf.

Untuk sekolah tingkat TK tahun ini lanjut Abdul Rauf, belum diberlakukan sistem zonasi tersebut sedangkan tingkat SMA telah diberlakukan sistem zonasi namun pemberlakuan sistem zonasi nya merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sedangkan pembagian zonasi tersebut dibagi berdasarkan zona desa/kelurahan atau lokasi sekolah yang terdekat dengan alamat tempat tinggal calon peserta didik.

“Itu berlaku diseluruh SD dan SMP se Kabupaten Bombana, kita ambil contoh SMP 2 Rumbia zonasinya seperti Lauru, Doule, Kasipute, Lampopala, semua disini, sedangkan untuk kelurahan lameroro Zonasinya masuk ke SMP 29 Bombana,  jadi setelah penetapan zona ini harus daftar disana,” tegasnya.

Walaupun merujuk pada surat edaran perubahan yang mengatur tentang penerimaan kuota jalur prestasi sekolah favorit sebanyak 10% dan 5% untuk jalur perpindahan tugas orang tua/wali calon peserta didik yang berdomisili di luar zonasi sekolah, Kata Rauf, hal itu tidak diberlakukan dengan alasan Kabupaten Bombana belum ada pembagian dan penunjukan sekolah favorit.

“Kan ada surat edaran perubahan dari permen itu, sepuluh persen sekolah favorit dan lima persen yang orang tuanya pindah, tapikan kita disini belum ada kita tentukan yang mana sekolah favorit,” Tutupnya (Reksan)

 

Reksan / Kontributor SN Bombana




Putera Bombana ini Pimpin STIMIK Bina Bangsa Kendari

Kendari, SultraNET. | Kabar membanggakan datang dari Salah satu putera terbaik Bombana, Baco, S.Kom., MM, di usia 40 tahun, sukses terpilih sebagai Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Bina Bangsa Kendari setelah unggul dari 4 kandidat lainnya.

Saat ditemui awak media ini, Selasa (02/07/2019), Ayah dari 3 orang Putera tersebut mengungkapkan Optimismenya untuk menjadikan kampus STIMIK Bina Bangsa Kendari menjadi Kampus terbaik dibidang Ilmu Teknologi Informasi.

Untuk itu, berbagai langkah dan strategi mulai ia canangkan agar kampus dengan dua jurusan unggulan yaitu jurusan Sistem Informasi (S1) dan jurusan Sistem Komputer (S1) itu dapat menjadi kampus dengan lulusan terbaik dibidang IT khususnya menjelang era industri 4.0.

“Kami berharap kedepannya kampus ini dapat mencetak lebih banyak lagi lulusan lulusan handal dibidang IT apalagi saat ini kita telah memasuki revolusi industri 4.0, yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation,” Urainya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut lanjutnya, pengajaran di perguruan tinggi yang dipimpinnya itupun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan dosen dan fasilitas yang berkualitas bagi generasi masa depan bangsa.

“Untuk meningkatkan kualitas semua dosen kita, telah di programkan untuk disekolahkan hingga program Doktor dibidang IT disamping itu Faslitas ruang lab agar nyaman telah kami lengkapi dengan ruang yang full AC serta komputer terbaru.” Pungkasnya