Jelang Pilkada Konsel 2020, Partai Hanura Siapkan 2 Kader Terbaik

Andoolo, SultraNET. | Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 mendatang, Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Konawe Selatan mempersiapkan dua kader terbaiknya untuk maju sebagai Bakal Calon Kepala Daerah Kabupaten Konawe Selatan.

Kedua kader terbaik yang di tawarkan itu adalah Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Konawe Selatan, Nurmantasia dan Sekretaris DPD Partai Hanura Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhlis, S.Si.

Hal itu disampaikan Muhamad Rum, Sekretaris DPC Hanura, Kabupaten Konawe Selatan kepada awak Media SultraNET. Kamis (04/07/2019), menurutnya berbekal dua kursi Perolehan Partai Hanura pada Pemilu 2019 lalu di Konawe Selatan mendorong Partai Besutan Dr. Oesman Sapta itu untuk mempersiapkan kadernya memimpin daerah itu untuk periode 2020-2026.

“Kader yang di tawarkan oleh Partai Hanura, akan selalu sejalan dengan apa yang menjadi kriteria pemimpin yang di butuhkan Konsel saat ini,” Tutur Rum sapaan akrabnya.

Adapun sosok kader Hanura yang coba di tawarkan lanjut Muhamad Rum, seperti Nurmantasia merupakan sosok yang mengayomi, konsisten, mau berbaur dengan masyarakat tanpa membedakan status serta selalu berorientasi kearah kepentingan masyarakat. hal ini telah dibuktikan Nurmantasia saat menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan.

Muhamad Rum, Sekretaris DPC Partai Hanura Kaupaten Konawe Selatan

Disamping itu Lanjut Rum, Partai Hanura mencoba membuat sejarah dalam Pilkada Konsel yaitu dengan menawarkan Calon Gender sebagai Kontestan.

“Mengingat sejarah Pilkada di Konsel belum pernah ada partai politik yang melirik GENDER sebagai Kontestan, padahal kalau di hitung suara kaum gender atau perempuan di Konsel lebih dari 50% suara yang ada,” Bebernya

Sedangkan kelebihan Muhlis, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Sulawesi Tenggara itu dinilai mempunyai jaringan yang cukup luas, pekerja keras dan juga selalu berorientasi untuk kepentingan masyarakat luas.

“Insya Allah kader Hanura akan solid dan all-out dalam memenangkan calon yang akan di usung oleh partai hanura dalam Pilkada 2020 nanti,” Imbuhnya

Namun mengingat untuk mengusung pasangan calon dibutuhkan minimal tujuh kursi, Partai Hanura bakal melakukan komunikasi politik pada partai partai politik yang ada di Konawe Selatan untuk bersama sama menyandingkan dengan salah satu kader partai Hanura yang dipersiapkan itu.

“Tentu dalam menyandingkan itu mengutamakan kesamaan visi dan misi dalam membangun Konawe Selatan yang lebih baik.” Pungkasnya




Hadiri Halal bi Halal Dikbud Muna, Rusman Emba tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Ahlak

MUNA, SultraNET. | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar acara Halal Bi Halal Tahun 1440 H / 2019 M bertempat di gedung SOR La ode Pandu, Rabu (3/7/2019)

Kegiatan itu mengangkat tema “Membersihkan Hati, Merajut Ukhuwah Membangun Muna Bermartabat”.

Bupati Muna LM Rusman Emba ST dalam sambutannya menyampaikan dihadapan para guru, pengawas dan jajaran pegawai serta tamu undangan yang hadir di tempat itu permohonan maaf nya jika selama dirinya memimpin ada kebijakan yang kurang berkenan di hati baik kekhilafan secara pribadi maupun secara kelembagaan.

“Dan biasanya silaturahim seperti ini itu amalnya berlipat ganda karena kita bicara habluminannas dan ini adalah bagian dari perintah Allah. Bahwa barang siapa yang memperpanjang silaturahim akan dipanjangkan umurnya,” ucap Rusman.

Lanjut mantan ketua DPRD provinsi Sultra ini, menyebut bahwa akhlak merupakan bagian terpenting dalam dunia Pendidikan. Karenanya Bupati merasa bersyukur selama mengenyam pendidikan dari SD sampai SMA pendidikan akhlak didapat dengan baik.

“Terima kasih kepada guru yang telah mentransferkan nilai mulia sebuah akhlak. dari situ diajarkan toleransi. Kalau dalam politik menurutnya adalah politik yang santun, tidak kasar serta saling menghormati dan menghargai,” Pungkasnya.

Di tempat yang sama Saat membuka kegiatan tersebut, Kepala Dinas Dikbud Muna, Ashar Dulu mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegitatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

” Alhamdulillah kegiatan kali ini juga bertepatan telah selesainya pelaksanaan ujian, pelaksanaan ujian penamatan dan ujian penaikan kelas,” Bebernya.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut lanjutnya diharapkan dapat menjadikan kita sebagai ummat yang selalu  menjaga kebersihan hati apalagi telah menjalani penggemblengan selama bulan suci ramadhan.

“Sehingga pada akhirnya terjalin ukhuwah di antara kita semuanya sehingga bisa menjadi modal untuk bergerak di dunia pendidikan,”Urainya

Sehingga pada akhirnya dapat membantu pemerintah daerah mewujudkan visi misi yaitu masyarakat muna yang kuat, mendiri, berdaya saing dan bermatabat.

Ashar Dulu berharap dengan terselenggaranya kegiatan  halal bi halal  tersebut dapat menjalin silaturrahim sesama umat muslim dan non muslim sehingga pelaksanaan yang dilakukan itu dapat berjalan dengan sesuai yang diharapkan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Muna, Ketua TP PKK Muna, Wakapolres Muna, Ketua DPRD Muna, Kejaksaan Muna, Pengadilan Muna, Forum kombinasi Pimpinan Daerah, Para Asisten staf ali, Para Kepala UPD kepala bagian Seketarit Dearah Kabupaten Muna, Seluruh SKPD Kabupaten Muna, Para camat, Tokoh Agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Para Kepala Sekolah dan guru-guru sekolah. (Borju)




Bertemu KPK di Baubau, Arhawi Singgung PAD Disektor Perikanan

Baubau, SultraNET. | Dalam Kunjungan Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Baubau sejumlah Kepala daerah turut menjadi tamu undangan. Tidak terkecuali bupati Wakatobi, Arhawi.

Agenda pertemuan bersama KPK yang membahas mengenai aset dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu, Arhawi sempat menyinggung soal sektor perikanan Daerah yang justru banyak mengalir kepada Pemerintah provinsi sulawesi tenggara.

Bupati Wakatobi, Arhawi menyebut hal itu sangat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ada potensi PAD yang sangat besar, yang hari ini oleh pemda tinggal menjadi penonton,” Ucapnya saat wawancara bersama awak media di Kantor walikota Baubau, Kamis (26/06/2019).

Ketua Koni Wakatobi itu menyebut, bahwa dengan lahirnya UU Nomor 23, pengawasan terhadap sektor perikanan, izinnya dikeluarkan oleh pemprov. Sehingga untuk membebankan retribusi kepada nelayan yang datang dari daerah lain akan sulit dilakukan.

“Kewenangan masalah pengawasan di sektor perikanan, ini izinnya sudah dikeluarkan oleh pemprov sultra, sehingga bisa saja hasil ikan kita ini diambil lalu kemudian tidak masuk di daerah dan dipungut retribusinya,”jelasnya.

Arhawi Melanjutkan, Bisa jadi Penangkapan ikan di Kalimantan, langsung dibawa ke Jawa atau Makassar, tidak singgah di sultra sebagai pemegang otoritas terhadap UU nomor 23 tersebut. Sehingga hal itu banyak merugikan daerah.

“Kita sudah sampaikan ke pihak KPK, dan mereka akan tindak lanjuti itu, sehingga kedepan ada solusi kira-kira hal yang penting untuk bisa kita maksimalkan,” Pungkasnya.

Laporan : Muh. Alwi




La Ode Muhammad Aswin Siap Maju di Pilkada Muna 2020

Raha, SultraNET. | Nilai pembangunan Kabupaten Muna berjalan Kurang Efektif, La Ode Muhammad Aswin salah satu putra asli Muna yang meniti karir di Jakarta dan saat ini menjabat sebagai manager di salah satu perusahaan swasta di ibukota itu bakal turut meramaikan perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muna tahun 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Aswin saat menggelar jumpa Pers, Kamis (27/6/2019) malam.

“Landasan saya maju dalam Pilkada Muna, berangkat dari niat membangun, dimana saya melihat, pola pembangunan Muna yang kurang efektif,” terangnya.

Untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Muna ditengah APBD yang terkuras untuk belanja pegawai yang telah mencapai angka diatas 50 persen, perlu melibatkan Investor untuk bersama membangun daerah tersebut.

Namun untuk mendatangkan investor tersebut, dibutuhkan dua hal penting yaitu keamanan investasi dan kenyamanan investasi.

“Jadi ketika saya bisa dikasih kesempatan untuk menjadi Bupati Muna kedepan, saya bakal mendatangkan invertor dengan menyediakan dua syarat kebutuhannya,” Ucap pria yang akrab disapa Amal itu.

Menurutnya untuk membangun Kabupaten Muna, perlu dikelola seperti mengelola perusahaan, sehingga tiap tahunnya terjadi peningkatan.

“Sehingga kita tidak hanya berpikir untuk menghabiskan APBD, akan tetapi kita harus berpikir bagaimana APBD kita bertambah,” Bebernya

Untuk saat ini, dirinya belum berpikir untuk mengalahkan petahana atau mengalahkan calon yang lain, diakuinya tengah fokus untuk menaikan elektabilatas.

“Nanti setelah naik elektabilitas, baru kita berpikir lagi bagaimana tahapan selenjutnya,” Urainya.

Untuk itu dirinya tengah fokus melakukan konsolidasi, pemasangan baliho, kunjungan keluarga yang berada dikampung kampung, dan daerah daerah.

“Sebab sayakan besar dijakarta, jadi perlu banyak konsolidasi dan kunjungan kedesa desa,” Tuturnya.

Untuk saat ini tambahnya, jika ada penawaran menjadi dari pihak lain untuk menjadi 02 Muna, dirinya belum mau melakukan penolakan, namun saat ini tetap fokus untuk menjadi calon orang nomor didaerah itu.

“Supaya bisa berbuat banyak untuk demi kemajuan daerah,” Ucapnya.

Sebagai masyarakat Muna, Ia berharap agar politik kedepannya jangan tidak diselesaikan dengan cara kekerasan, namun baiknya dilakukan dengan kepala dingin agar selalu tercipta suasana kondusif.

Sedangkan untuk partai pengusung diakui Amal telah melakukan komunikasi dengan beberapa partai yang berada dilevel pusat dan membangun komunikasi terhadap pengurus ditingkat daerah.

“Kita akan menyesuaikan dengan prosedur yang ada, melalui pendaftaran dipartai politik didaerah, Partai politik yang sudah saya komunikasikan, sejauh ini PPP, Gerindra, Demokrat dan Nasdem,”Pungkasnya (Rustam)




Tak Perhitungkan Rajiun Tumada di Pilkada Muna 2020, Rusman Emba : “Pembangunannya Tidak Nampak”

MUNA, HarapanSultra.COM | Bupati Muna, LM Rusman Emba mengaku sama sekali tidak memperhitungkan Bupati Muna Barat (Mubar), LM Rajiun Tumada bila benar-benar ingin maju bertarung di Pilkada Muna 2020 mendatang.

Bagi Rusman, Rajiun bukanlah lawan beratnya salah satu indikatornya karena Rajiun Tumada tidak memiliki angka dasar suara di Bumi Sowite itu.

“Rajiun belum teruji dalam pertarungan politik yang keras serta belum ada trackrecord yang baik,” tutur Rusman Emba kepada awak media, Jumat (14/6/2019) usai menerima penghargaan WTP.

Dirinya sama sekali tidak merasa panik kala mantan Kasat Pol PP Sultra itu gencar masuk di Bumi Sowite untuk melaksanakan buka puasa bersama saat bulan suci ramadhan dan halal bihalal yang mulai dilakukan saat ini.

“Sebagai politisi, saya tidak pernah gelisah atau panik,” Tegas Rusman.

Mantan senator DPD-RI itu lalu membandingkan pembangunan di Muna dan Mubar, selama dua tahun dia menjabat, memang masih banyak pembangunan yang belum terealisasi, namun tidak sedikit pula yang telah sudah selesai dikerjakan.

Hal tersebut tentunya tidak terlepas dari terbatasnya kondisi keuangan daerah, apalagi  sekitar Rp 95 Milyar DAU Muna yang disedot Mubar hingga saat ini belum dikembalikan.

“Masa jabatan saya bersama Malik Ditu masih lama, insya Allah program yang tertuang dalam visi misi akan terealisasi. Beda dengan yang sudah menjabat kurang lebih 4 tahun, pembangunanya tidak nampak” Sindir Rusman

Konsolidasinya yang terbungkus dalam silaturahim politik yang dilakukan Rajiun Tumada di muna menurut rusman hanya untuk membaca keadaan di Muna, dilain sisi masyarakat juga menurutnya telah cerdas menilai pemimpin yang benar-benar mau mengabdi pada daerah atau tidak.

Mantan Anggota DPD RI itu mempersilahkan Rajiun bersosialisasi di Muna, namun dengan cara-cara yang santun, artinya jangan membuat gaduh. Apalagi dalam setiap kegiatan yang dibuat selalu mencatut nama masyarakat Muna dalam undangan.

“Lakukan dengan cara-cara elegan, jangan halalkan segala macam cara,”  tutupnya Rusman.




Dibawah Komando Rusman Emba, Pemkab Muna Raih WTP 3 Kali Berturut-Turut

Raha, SultraNET. | Dibawah Komando Kepemimpinan Bupati Muna Rusman Emba, Pemerintah Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali sukses meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK-RI), Jumat (14/06/2019).

Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Muna dibawah kendali Rusman Emba telah meraih penghargaan bergensi tersebut selama tiga tahun berturut-turut yaitu sejak tahun 2016 sampai dengan laporan periode 2018.

Penghargaan WTP itu diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan, Sulawesi Tenggara Ir. Hermanto pada LM Rusman Emba.

Bupati Muna, LM Rusman Emba usai menerima penghargaan kepada awak media mengatakan predikat opini WTP itu membuktikan bahwa laporan keuangan Pemkab telah memenuhi kaidah-kaidah akuntansi modern.

Namun dengan adanya penghargaan itu, Pemkab Muna tidak lantas berpuas diri akan tetapi, kinerja dalam tata pengelolaan keuangan akan terus ditingkatkan.

“Ke depan, apa yang menjadi saran dari BPK, akan cepat direspon dan ditindaklanjuti,” kata Rusman.

Mantan Ketua DPRD Sultra itu menjelaskan, banyak keuntungan didapat Pemkab dari raihan WTP itu, diantaranya mendapatkan dana segar hingga berpuluh-puluh miliar. Misalnya tahun lalu, Pemkab mendapat Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 20 Miliar. Dana itu selanjutnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Insya Allah dana yang didapat tahun ini, akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” terangnya.

Prestasi WTP tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat yang telah bersama-sama memotivasi Pemkab. Kemudian, berkat kerja keras Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengelola anggaran dengan baik.

“Kami ucapakan terima kasih pada teman-teman di OPD yang telah bekerja keras. Ini bukan bagian dari akhir, prestasi ini harus terus kita pertahankan,” pungkasnya




Golkar Wakatobi Peroleh 9 Kursi, Ini Sosok Cabub Dan Cawabub 2020 Yang Diusung

Wakatobi, SultraNET. | Pada pemilihan anggota legislatif 17 april lalu, Partai Golongan Karya sukses merebut sembilan kursi di dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Wakatobi. Capaian ini menghantarkan DPD II Partai Golkar Wakatobi sebagai partai dengan perolehan kursi terbanyak.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (BAPILU) partai Golkar kabupaten Wakatobi Muhamad Ali, mengatakan perolehan ini adalah sebuah hasil kerja bersama seluruh struktur partai dari tingkat pusat, DPD provinsi dan DPD tingkat dua sampai ditingkat bawah.

“Juga terima kasih kepada seluruh simpatisan yang telah memberikan dukungan serta memberikan pilihan kepada Partai Golkar,”Ucapnya, Selasa (28/05/2019).

Pencapaian 9 kursi ini menurutnya merupakan pencapaian yang sangat luar biasa dan diharapkan dapat dipertanggungjawabkan dalam kerja-kerja ril, kerja-kerja kekaryaan pada pembangunan kabupaten Wakatobi kedepan yang lebih baik.

“Ini adalah kemenangan rakyat kabupaten Wakatobi dengan memberikan kepercayaan kepada Partai Golkar,” ujarnya

Kesuksesaan mendulang 9 kursi di Pilcaleg menjadi estafet partai berlambangkan pohon beringin ini menuju kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada tahun 2020 mendatang.

Muhamad Ali menyampaikan bahwa untuk 01 sudah pasti partai Golkar kabupaten Wakatobi meletakkan satu nama yakni Arhawi dan untuk 02 nya, partai akan buka penjaringan. Sebagai partai yang terbuka kata dia, diharapkan bisa mengakomodir semua kepentingan dan dapat menjadi jawaban percepatan pembangunan pada masa-masa yang akan datang.

” Proses yang terjadi dalam proses pemenangan ini semuanya terintegrasi baik itu elit partai, relawan dan semuanya adalah salah satu kesatuan gerak yang tentu dalam menghadapi kontentasi Pilkada Wakatobi 2020 dapat dilihat celah-celah lemahnya, sisi kosong mana yang belum itu dapat dimuktahirkan dan roda organisasi atau roda pemenangan yang sudah dimaknai dengan bagus agar lebih dipertahankan dan ditingkatkan lagi sehingga kita bisa lebih solid lagi menjelang kontelasi Pilbub 2020 dengan kerja-kerja kebersamaan itu adalah sesuatu target kita selanjutnya,” Pungkasnya.




Partisipasi Pemilih di Bombana Meningkat Capai 82 Persen

sultraNET, Rumbia | Kesadaran berdemokrasi warga Bombana ternyata cukup tinggi. Buktinya, saat Pemilu 2019, April lalu digelar, ada 82 persen pemilih yang tercatat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyalurkan hak suaranya. Angka ini naik signifikan dari partisipasi saat Pilgub Sultra, Juni 2018 silam yang hanya mencapai 70 persen.

Untuk diketahui, Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Bombana untuk Pemilu 2019 adalah 100.439. “Dalam catatan kami, sesuai hasil pleno berjenjang, total ada 82.512 ribu pemilih yang datang ke TPS, 17 April lalu. Jika dikonversi maka ini mencapai 82,15 persen partisipasi,” kata Abdi Mahatma, anggota KPU Kabupaten Bombana, Kamis (23/5).

Angka tersebut, menurut Kordiv SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) tidak saja melebihi target nasional yang hanya mencanangkan 77 persen, tapi juga sudah melebii angka partisipasi dari pemilihan terdekat, yakni Pilgub yang hanya mencapai 70,68 persen.

“Saya kira ini capaian membanggakan. Waktu Pilgub, dari 96.192 warga dalam DPT, hanya 67.984 yang tertarik ke TPS menyalurkan hak suaranya memilih gubernur dan wakik gubernur. Artinya, lepas dari adanya beberapa TPS di Bombana yang harus menggelar PSU, tapi secara umum kesadaran elektoral di daerah ini ternyata cukup tinggi,” tandas Abdi.

Menurutnya, tingginya angka partisipasi pemilih di Pemilu kali ini tidak lepas dari berbagai upaya KPU menggelar sosialisasi ke basis-basih pemilih, mengajarkan masyarakat tentang pentingnya memilih termasuk tata cara mencoblos. Tidak hanya itu, tingginya partisipasi ini sekaligus membantah kekhawatiran beberapa pihak yang ragu akibat metode pemilihan yang dianggap rumit bisa membuat pemilih enggan ke TPS.

“Kami merekrut 55 orang relawan demokrasi. Mereka bekerja di lima daerah pemilihan. Nyaris tiap hari, sejak Februari-April mereka keluar masuk kampung dan pemukiman di Bombana, mengedukasi warga soal Pemilu. Dan hasilnya kita sama sama tahu,” tambah mantan jurnalis ini.

Tidak hanya itu, KPU Bombana secara khusus juga melakukan sosialisasi ke berbagai titik. Setidaknya, sejak Januari ada 30 lokasi yang didatangi tim dari komisioner KPU guna mengajarkan warga soal Pemilu. KPU juga sempat menggelar iven seperti lomba pentas seni, konser musik, Pemilu Run hingga lomba selfie di TPS. Semuanya bertujuan mendorong partipasi warga ke TPS.

“Mewakili kawan-kawan komisioner dan jajaran KPU Bombana, saya menyampaikan terima kasih kepada warga Bombana yang sudah berpartisipasi di Pemilu 2019 ini. Apresiasi juga kami berikan kepada para relawan demokrasi yang sudah bekerja keras mensosialisasikan Pemilu. Termasuk tentu saja jajaran badan adhoc yang tangguh mengerjakan semua tahapan Pemilu hingga pleno,” tambah Abdi.

Kata Abdi, jika ditracking lebih detail ke tingkat kecamatan maka Lantari Jaya menjadi wilayah dengan partisipasi tinggi hingga mencapai 89 persen. Sedangka yang terkecil adalah Masaloka Raya, yanga hanya mencapai 58 persen. Angka di Masaloka ini sudah naik 7 persen dari partisipasi di Pilgub yang hanya mencapai 51 persen.

“DI Masaloka itu, banya warganya yang tidak di tempat. Mereka merantau mencari nafkah di negeri orang, tapi identitas kependudukannya masih Bombana. Sedangkan di Lantari, sebelumnya hanya 77 persen partisipasinya,” pungkas komisioner KPU Bombana ini. (h)




Perolehan Suara Andi Nirwana Tafdil “Perkasa” di Bombana

Rumbia, SultraNET. | Dari hasil pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Umum Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Bombana yang berakhir hari ini, Minggu (05/05/2019) Calon Anggota Dewan Perwakilan  Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Nomor Urut 25 Hj. Andi Nirwana Tafdil, SP., MM sukses meraih suara mayoritas pemilih di Daerah yang terkenal sebagai penghasil emas itu.

Dari hasil penghitungan Calon dengan tag line Pinkers itu meraih 68 persen suara atau sebanyak 53.646 suara jauh unggul dari perolehan suara calon lain, menyusul calon nomor urut 26 Andi Sahibuddin yang memperoleh suara sebanyak 2.039 suara kemudian disusul calon nomor urut 28 Darwis, SE yang meraih 1.803 suara, diposisi selanjutnya calon nomor urut 61 Marsekal Muda TNI (Purn). H. Supomo, S.IP., M. Sc  meraih 1.400 selanjutnya calon nomor urut 31 Fatmayani Harli Tombili yang meraih 1.090 suara dan calon lainnya hanya memperoleh suara rata-rata dibawah 1.000 suara.

Muh. Adnan yang bertindak sebagai LO sekaligus Saksi Tingkat Kabupaten Bombana saat ditemui awak media ini dilokasi Pleno yang bertempat disalah satu Hotel diwilayah Rumbia Tengah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang disampaikan kepada seluruh masyarakat Bombana atas doa dan dukungan yang diberikan kepada Hj. Andi Nirwana Tafdil, SP., MM yang juga ketua TP PKK Kabupaten Bombana.

“Atas hasil yang diraih ini, kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Bombana atas kepercayaan yang diberikan” Ucap Adnan

Dari data yang diperolehnya lanjut Adnan secara keseluruhan Calon DPD RI Nomor Urut 25 itu telah meraup suara diatas 126 ribu sehingga hampir dipastikan dapat lolos sebagai Anggota DPD RI utusan Sulawesi Tenggara.

“Insya Allah Ibu Lolos dan urutan pertama” Singkatnya (IS)




Tiga PAW Anggota DPRD Wakatobi Resmi Dilantik

Wakatobi, SultraNET. | Dihadiri para anggota DPRD dan Kepala OPD serta Pimpinan Instansi vertikal, tiga Orang Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota Dewan Perwaklian Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tengggara (Sultra) kini resmi dilantik, Rabu (27/02/2019).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nomor 97 tahun 2019 tentang pemberhentian dan pengangkatan Pengganti Antar Waktu anggota DPRD Wakatobi. Tiga PAW anggota DPRD Sisa Masa jabatan 2014-2019 yang dilantik yaitu Kamania, menggantikan rival politiknya Muh. Ali, La Ode Sarimin menggantikan Sutomo Hadi, dan Safiu menggantikan Almarhum Madi Yusuf.

Sambutan Gubernur Sulawesi tenggara, Alimazi yang dibacakan Ilmiati Daud Mengatakan, Pergantian anggota Dalam sebuah organisasi adalah hal yang lumrah. begitu juga dengan pergantian anggota DPRD.

“Namun Pergantian tersebut harus sesuai mekanisme dan peraturan perundang undangan yang berlaku serta tetap mengutamakan kepentingan masyarakat yang diwakilinya dan harus bersinergi dengan sesama anggota serta mitra kerjanya,” Ucapnya.

Kepada Tiga PAW Alimazi Berharap agar mereka segera melakukan penyesuaikan diri untuk mengemban amanah rakyat

“Begitupun dengan tugas dan tanggung jawab agar segera dilaksakaan,” tambahnya.

Selain itu, sebagai pimpinan DPRD, Sudirman A. Hamid dalam penutupan kegiatan pelantikan, mengucapkan terima kasih kepada tiga anggota DPRD Wakatobi sebelumnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Muhamad Ali, Sutomo Hadi, Serta Almarhum Madi Yusuf yang telah memberikan kontribusi serta pemikirannya untuk membangun daerah ini,” ujarnya.