Sempat Buron, Kejari Bombana Tangkap Dirut PT. CMI, Kasus Penipuan Pengurusan Dokumen Tambang

  • Whatsapp
Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Negeri Bombana, Siswanto, SH.,MH
Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Negeri Bombana, Siswanto, SH.,MH

Rumbia, SultraNET.COM | Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana akhirnya berhasil menangkap Raymond Siregar selaku Direktur Utama PT. Cipta Mineral Indonesia (CMI) salah satu perusahaan pertambangan nikel yang beroperasi di Pulau Kabaena.

Penangkapan Raymond dilakukan oleh Tim yang terdiri dari 2 orang personil Kejari Bombana dan Enam Anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara di Salah satu Apartemen yang berada di Bilangan Jakarta Selatan.

Raymond Siregar sempat buron menyusul putusan Mahkama Agung Republik Indonesia nomor:267/K/Pid/2021 tanggal 07 April 2021 dimana ia dinyatakan terbukti melanggar pasal 378 KUHP atas kasus penipuan pengurusan dokumen tambang nikel terhadap Suhari Djaya Wijaya pihak PT. Bumi Kasi Putra Nusantara (BKPN).

Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Negeri Bombana, Siswanto, SH.,MH, Kamis (7/10/2021) mengatakan Raymond Siregar melakukan penipuan terhadap Suhari Djaya Wijaya terkait pengurusan Dokumen IUP dan RKAB Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPKH), dimana terpidana telah meminta uang sejumlah Rp 1.500.000.000,00 (Satu milyar lima ratus juta rupiah) kepada Suhari Djaya Wijaya dengan alasan untuk keperluan pengurusan dokumen tersebut.

Mantan Koordinator Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Tenggara itu menjelaskan kronologi kasus bahwa untuk meyakinkan korban Raymond berdalih sebagai pemilik 60 Persen saham di PT. Surya Saga Utama (SSU) dan seluruh areal tambang PT. SSU telah dikuasakan kepadanya untuk dikelola.

“Karena ada beberapa dokumen PT. SSU yang masih membutuhkan biaya pengurusan dan biaya koordinasi sehingga Raymond meminta dana kepada Suhari Djaya Wijaya,” Ujar Siswanto.

Raymond Siregar (Kemeja Putih) saat dimasukkan ke Rumah Tahanan Kelas 2 - A Kendari
Raymond Siregar (Kemeja Putih) saat dimasukkan ke Rumah Tahanan Kelas 2 – A Kendari

Setelah melakukan penanandatanganan kontrak antara terdakwa atas nama PT. Cipta Mineral Indonesia (CMI) dan Suhari Djaya Wijaya atas nama PT. Bumi Kasi Putra Nusantara (BKPN) transaksi pengiriman dana dilakukan, selanjutnya PT. BKPN memobilisasi alatnya ke Pulau Kabaena untuk melakukan penambangan.

“Setelah PT. BKPN mulai bekerja melakukan penambangan, pihaknya mendapat surat peringatan dari PT. SSU serta pemberhentian sementara operasi produksi dari Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara karena bekerja tanpa memiliki izin,” bebernya.

PT. BKPN kembali berkoordinasi dengan terdakwa agar dapat kembali bekerja, namun penghentian sementara izin operasi produksi dari Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tenggara tak kunjung dicabut sehingga Suhari Djaya Wijaya membawa persoalan ini ke jalur hukum.

Untuk diketahui, penangkapan dilakukan oleh Tim yang dipimpin Jaksa Aditya Boding Bua, SH, Kepala Seksi Barang Bukti dan Saidin Staff Bagian Pidana Umum Kejari Bombana bekerjasama dengan Polda Sulawesi Tenggara.

Pewarta : Idris Hayang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *