SMA Negeri 4 Bombana Semarakkan Hari Batik Nasional 2026 dengan Pawai dan Fashion Show
Bombana, Sultranet.com – SMA Negeri 4 Bombana memeriahkan peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2026 melalui pawai dan lomba fashion show batik yang melibatkan seluruh warga sekolah. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal dan mencintai batik sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan diawali dengan pawai batik yang diikuti para siswa dengan mengenakan beragam kreasi busana bernuansa batik. Para peserta tampil dengan gaya masing-masing, memadukan motif dan model busana batik yang tetap mencerminkan suasana kegiatan sekolah.
Pawai tersebut berlangsung meriah. Siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga pelaksanaan lomba fashion show. Suasana semakin semarak ketika para peserta dari setiap kelas mulai menampilkan kreasi busana mereka di hadapan guru, siswa, dan tamu undangan.
Lomba fashion show batik diikuti oleh 13 kelas. Setiap kelas mengirimkan perwakilan untuk menampilkan busana yang telah dipersiapkan dengan kreativitas masing-masing.
Para peserta tidak hanya menampilkan busana batik dalam bentuk pakaian yang dikenakan sehari-hari. Mereka juga berusaha mengembangkan cara penyajian agar penampilan terlihat menarik dan memiliki ciri khas. Kreativitas tersebut terlihat dari cara siswa memadukan busana, motif batik, serta gaya penampilan di hadapan para penonton.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Poleang Timur Hj. Ishusminnisa Rahim, M.Kes, perwakilan Polsek Poleang Timur, Babinsa Kelurahan Bambaea, jajaran guru dan staf SMA Negeri 4 Bombana, serta seluruh siswa.
Kehadiran unsur pemerintah dan aparat wilayah turut memberikan dukungan terhadap kegiatan sekolah yang mengangkat tema pelestarian budaya nasional. Kegiatan ini juga menunjukkan keterlibatan lingkungan sekolah dan pemerintah wilayah dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya Indonesia melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif.
Camat Poleang Timur Hj. Ishusminnisa Rahim, M.Kes, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Batik Nasional tidak hanya dapat dilakukan melalui penggunaan batik, tetapi juga melalui kegiatan yang mendorong siswa memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga dan menghargai budaya bangsa,” ujar Hj. Ishusminnisa Rahim dalam sambutannya.
Ia menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan budaya menjadi bagian penting dalam menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya Indonesia. Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk mengenal budaya nasional melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Pawai dan fashion show juga dinilai mampu memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Selain belajar tentang batik, mereka mendapat kesempatan untuk tampil di depan orang lain, bekerja sama dengan teman sekelas, serta mempersiapkan penampilan secara bersama-sama.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Bombana yang diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Hasdar, S.Pd, mengatakan peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum bagi sekolah untuk mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik.
Menurut Hasdar, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemeriahan peringatan Hari Batik Nasional. Sekolah juga ingin memberikan pengalaman kepada siswa agar mampu mengekspresikan kemampuan mereka melalui kegiatan yang positif.
“Selain sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya nasional, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mereka,” ungkap Hasdar.
Ia menjelaskan, kegiatan pawai dan fashion show dapat menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri siswa. Para peserta dituntut untuk berani tampil di hadapan banyak orang sekaligus belajar menghargai penampilan dan kreativitas peserta lainnya.
Selain itu, persiapan kegiatan juga mendorong siswa untuk membangun kerja sama di dalam kelas. Setiap kelas perlu menentukan perwakilan, menyiapkan busana, mengatur penampilan, serta mendukung peserta yang tampil dalam lomba.
Hal tersebut membuat kegiatan Hari Batik Nasional tidak hanya berlangsung sebagai acara seremonial. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kelas yang menggabungkan unsur budaya, kreativitas, kerja sama, dan pengembangan karakter siswa.
Bagi para siswa, fashion show batik menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa batik dapat dikenakan dengan berbagai gaya. Kreativitas yang ditampilkan setiap kelas memperlihatkan adanya upaya siswa untuk mengembangkan busana batik sesuai karakter dan ide masing-masing.
Batik sendiri memiliki posisi penting dalam kehidupan budaya masyarakat Indonesia. Karena itu, pengenalan batik kepada generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui lingkungan sekolah.
Sekolah memiliki peran strategis dalam memperkenalkan nilai budaya kepada peserta didik. Pengenalan tersebut tidak harus selalu dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dapat dikembangkan melalui kegiatan seni, budaya, perlombaan, dan aktivitas kreatif lainnya.
Peringatan Hari Batik Nasional di SMA Negeri 4 Bombana menjadi salah satu bentuk kegiatan yang menggabungkan pendidikan budaya dengan kreativitas siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengenakan batik, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk memahami pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.
Antusiasme siswa dalam mengikuti pawai dan fashion show menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya dapat dikemas secara menarik bagi generasi muda. Kreativitas yang ditampilkan juga memberikan warna tersendiri dalam peringatan Hari Batik Nasional di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah, pemerintah wilayah, aparat, guru, dan siswa dalam mendukung aktivitas pendidikan yang positif. Dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendorong siswa untuk aktif dan percaya diri.
Pelaksanaan peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2026 di SMA Negeri 4 Bombana berlangsung dengan penuh antusiasme. Sekolah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi dapat menumbuhkan kebiasaan siswa untuk menghargai dan melestarikan budaya Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan pawai dan fashion show batik, semangat mencintai budaya bangsa diharapkan terus tumbuh di kalangan peserta didik. Kreativitas, rasa percaya diri, dan kebersamaan yang dibangun selama kegiatan juga diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa SMA Negeri 4 Bombana.