Suasana Kehangatan Saat Satgas TMMD ke-124 Nikmati Makan Siang Bersama Keluarga Asuh di Hari Perpisahan

Bombana, Sultranet.com — Mengakhiri rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, anggota Satgas TMMD Kodim 1431/Bombana menikmati momen perpisahan yang penuh kehangatan dengan menyantap makan siang sederhana bersama keluarga asuh mereka, Sabtu (31/05/2025). Kegiatan ini menjadi penutup manis setelah satu bulan penuh para prajurit bergelut dengan pembangunan fisik dan interaksi sosial di tengah masyarakat.

Suasana kekeluargaan sangat terasa di rumah bapak Juma warga yang menjadi tempat bermalam para personel. Meski hanya dengan menu sederhana berupa nasi hangat, sayur Lodeh, ikan bakar, ayam goreng, dan sambal pedas, momen makan siang tersebut terasa istimewa karena diiringi tawa, canda, dan perasaan haru.

Sertu Syamsudin, salah satu anggota Satgas TMMD ke-124, menyampaikan rasa syukurnya atas kebersamaan yang terjalin.

“Makan siang bersama keluarga asuh ini sungguh nikmat. Bukan hanya karena makanannya, tapi karena kebersamaan dan perhatian tulus dari mereka selama kami tinggal di sini,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Kebersamaan dalam makan siang ini mencerminkan eratnya hubungan emosional antara Satgas TMMD dan warga desa. Selama kegiatan berlangsung, para prajurit tak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun hubungan kekeluargaan yang tulus dan mendalam dengan masyarakat setempat.

Program TMMD ke-124 tidak hanya memberi dampak fisik berupa perbaikan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga memperkuat jalinan sosial antara TNI dan rakyat. Momen seperti makan siang perpisahan ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan dan perhatian dari keluarga asuh telah menjadi penopang semangat para prajurit dalam menjalankan tugas di lapangan. Kehangatan suasana rumah yang mereka rasakan selama berminggu-minggu menjadi pelipur rindu dari hiruk-pikuk kehidupan militer.

Dengan berakhirnya TMMD ke-124, diharapkan keakraban dan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat dapat terus terjaga. Meski tugas telah usai, kenangan akan kebersamaan ini akan selalu melekat di hati para prajurit dan warga sebagai bukti bahwa TMMD adalah jembatan kemanusiaan yang mempererat persatuan bangsa.




Tanam Pohon, Upaya Babinsa Kembalikan Fungsi Alam Cegah Banjir di Poleang Barat

Bombana, Sultranet.com – Dalam rangka mengantisipasi banjir dan mengurangi polusi udara, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Desa Pabiring, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Minggu (01/05/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan.

Kegiatan penanaman pohon tersebut dipimpin oleh Serda Ali Jamal bersama sejumlah anggota Koramil lainnya, yakni Serda Paulus P, Serda Susanto, dan Kopda Muh. Faisal. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dusun Tomi serta sekitar 15 warga masyarakat yang ikut secara aktif dalam proses penanaman pohon. Total sebanyak 40 bibit pohon ditanam, terdiri dari pohon jati dan trembesi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap kelestarian lingkungan. Dengan menanam pohon, kami berharap dapat mengurangi risiko banjir dan menjaga kualitas udara di wilayah Poleang Barat,” ujar Serda Ali Jamal, mewakili Babinsa Koramil 1431-03/Poleang.

Danramil 1431-03/Poleang, Kapten Inf Dahlan, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program pembinaan teritorial untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan sehat. “Kami ingin menumbuhkan rasa cinta lingkungan di tengah masyarakat melalui aksi nyata seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Pabiring, Tomi, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Babinsa dan seluruh pihak yang terlibat. “Penanaman pohon ini sangat penting, apalagi desa kami rawan banjir saat musim hujan. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana dan pelestarian lingkungan di wilayah Poleang Barat dan sekitarnya.




Guna Kenyamanan Jama’ah, Satgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana Pasang Kloset dan Lantai MCK Masjid Al-Mukmin 

Bombana, Sultranet.com – Dalam rangka memberikan kenyamanan bagi para jama’ah, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana melaksanakan renovasi fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Masjid Al-Mukmin, Desa Totole, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Minggu (01/06/2025). Kegiatan ini meliputi pemasangan kloset dan lantai baru guna memperbaiki fasilitas yang sebelumnya rusak dan tidak layak pakai.

Serma Iwan Salasi, personel Satgas TMMD ke-124, menjelaskan bahwa renovasi ini meliputi berbagai aspek penting. “Sebelumnya MCK ini sudah rusak dan tidak berfungsi. Kami melakukan perbaikan mulai dari atap, pemasangan kloset baru, dan penggantian lantai agar lebih bersih dan nyaman digunakan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, untuk menunjang kelayakan fasilitas tersebut, Satgas TMMD juga telah menyelesaikan pemasangan sumur bor.

“Kami juga telah memasang sumur bor agar suplai air lebih lancar dan memadai, mengingat kebutuhan air bersih sangat penting untuk fasilitas ibadah,” tambah Serma Iwan.

Sakrudin, S.IP, salah satu pegawai Kecamatan Matausu yang hadir di lokasi, mengapresiasi inisiatif dari Satgas TMMD.

“Ini adalah bentuk perhatian nyata dari TNI terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan fasilitas MCK yang baru, jama’ah bisa beribadah dengan lebih tenang dan nyaman,” ucapnya.

Dandim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-124 menyampaikan harapannya.

“Kami berharap pembangunan MCK ini dapat menunjang kenyamanan jama’ah Masjid Al-Mukmin serta menjadi contoh kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa,” tutup Letkol Andi Irfandi




Rampungkan Pembangunan Jembatan, Satgas TMMD ke-124 Gunakan Alat Berat Bongkar dan Rapikan Jembatan Alternatif

Bombana, Sultranet.com  – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana merampungkan pembangunan jembatan utama di Desa Kolombi Kecamatan Matausu Kabupaten Bombana. Minggu (01/06/2025). Sebagai langkah akhir, Satgas TMMD menggunakan alat berat untuk membongkar dan merapikan jembatan alternatif yang sebelumnya digunakan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu sasaran fisik prioritas dalam program TMMD ke-124 dan kini telah rampung 100 persen, termasuk tahap pengecatan yang dilakukan pada akhir Mei lalu. Jembatan baru ini diharapkan mampu mendukung aktivitas warga secara optimal, terutama dalam aspek transportasi, ekonomi, dan sosial.

Koordinator wilayah TMMD di Desa Akolombi, Lettu Inf Nyoman Admika, menyampaikan bahwa perapian jembatan alternatif menjadi langkah terakhir sebelum jembatan utama difungsikan sepenuhnya.

“Pengerjaan ini merupakan bagian akhir. Setelah dirapikan, masyarakat sudah bisa melewati jembatan utama dengan nyaman dan aman,” ujarnya.

Dansatgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., mengapresiasi kerja keras seluruh personel di lapangan. Ia menyebut semangat dan kerja tulus para anggota Satgas menjadi kunci terselesaikannya pembangunan jembatan sebelum penutupan TMMD.

“Semua dikerjakan dengan hati dan penuh semangat pengabdian,” pungkasnya.

Jembatan Desa kolombi menjadi simbol keberhasilan TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana dalam mendukung pembangunan desa. Diharapkan, infrastruktur ini membawa manfaat jangka panjang bagi warga, serta mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah yang lebih maju.




Tampak Lebih Cerah dan Terang, Setelah di Rehab satgas TMMD, Masjid Al-Mukmin Siap Sambut Hari Raya Idul Adha

Bombana, Sultranet.com  – Masjid Al-Mukmin di Desa Totole, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, kini tampil lebih cerah dan terang setelah rampung direhabilitasi oleh Satgas TMMD Reguler ke-124 Kodim 1431/Bombana bersama warga setempat. Proses pengecatan dan pemasangan tehel lantai selesai. Sabtu (31/5/2025), menjadikan masjid siap menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H.

Kegiatan renovasi ini merupakan salah satu sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar tahun 2025. Masjid Al-Mukmin tak hanya menjadi sarana ibadah utama bagi warga Desa Totole, tetapi juga simbol kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas fasilitas umum.

Serda Haruna, personel Satgas TMMD, mengungkapkan bahwa pengerjaan masjid melibatkan semangat gotong royong yang tinggi antara anggota TNI dan masyarakat.

“Kami merasa bangga bisa ambil bagian dalam mempercantik rumah ibadah ini. Hasilnya bisa langsung dirasakan oleh warga dalam momen besar seperti Idul Adha,” ujarnya.

Kepala Desa Totole, Rauke, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan penuh Satgas TMMD dalam mendukung pembangunan desa.

“Masjid Al-Mukmin kini jauh lebih nyaman. Ini menunjukkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan hanya slogan, tapi nyata dan bermanfaat,” ungkapnya.

Kapten Inf Bahar selaku Koordinator Wilayah TMMD di Desa Totole menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata perbaikan bangunan, melainkan juga bentuk kepedulian sosial.

“Kami hadir untuk membantu masyarakat, bukan hanya membangun fisik, tapi juga membangun hubungan dan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menyatakan bahwa rehabilitasi masjid adalah bagian dari komitmen TNI dalam mendukung kehidupan keagamaan masyarakat.

“Pekerjaan telah rampung dan hasilnya sangat memuaskan. Semoga masjid ini memberi kenyamanan bagi umat dalam beribadah, khususnya di Hari Raya Idul Adha mendatang,” tutupnya.




Fokus Tambang, Janji Bangun Smelter Terbaik, Ampuh Sultra Kritik PT.SCM

KENDARI,sultranet.com – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara kembali menyoroti sejumlah persoalan yang menyelimuti aktivitas PT. Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.

Sorotan tajam kali ini mengarah pada kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT. SCM yang mencapai angka fantastis, yakni 19 juta metrik ton.

Menurut Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, angka ini sangat janggal untuk sebuah perusahaan yang diklaim sebagai pengelola kawasan mega industri.

“Sejak kapan pengelola kawasan industri membutuhkan kuota RKAB sebesar itu?” ujar Hendro saat ditemui media ini pada Rabu (28/5/2025).

Padahal, lanjut Hendro, PT. SCM sebelumnya telah menyampaikan rencana ambisius kepada Pemerintah Daerah Konawe, termasuk pembangunan dua smelter serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kecamatan Routa.

Rencana tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan resmi yang dipimpin oleh Sekda Konawe.

Dalam presentasinya, manajemen PT. SCM menjabarkan rencana pembangunan smelter untuk pengolahan limonit dan saprolit di Desa Lalomerui, serta proyek pembangunan PLTS dan smelter milik PT. Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP) di kawasan Matabuangga.

Namun hingga kini, realisasi dari rencana tersebut tak kunjung terlihat.

“Di mana smelter itu? Mana PLTS yang dijanjikan? Semua belum terealisasi,” kata Hendro yang juga dikenal dengan sapaan Egis.

Ia menilai, janji-janji pembangunan tersebut akan sulit terealisasi selama PT. SCM hanya fokus pada kegiatan penambangan dan penjualan ore nikel mentah, tanpa ada progres nyata terhadap pengembangan infrastruktur industri yang dijanjikan.

Lebih lanjut, Hendro menyebut masyarakat Konawe dan Sulawesi Tenggara secara umum sangat menantikan pengembangan kawasan industri di Routa. Selain membuka lapangan kerja bagi puluhan ribu orang, kehadiran smelter juga akan memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Kalau benar dibangun, ini bisa jadi peluang besar untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” katanya.

Sayangnya, harapan tersebut justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. PT. SCM disebut lebih fokus pada penjualan ore nikel mentah, bahkan hingga ke Morowali, Sulawesi Tengah.

Aktivitas pengiriman dilakukan melalui dua metode: hauling darat dan pipa besar.

“Ini menunjukkan bahwa orientasi perusahaan lebih ke eksploitasi tambang daripada pengembangan kawasan industri,” ujar Hendro.

Ia juga menyinggung dampak lingkungan yang ditimbulkan, seperti banjir yang sempat melanda Kelurahan Routa, yang diduga kuat sebagai akibat dari aktivitas tambang PT. SCM.

“Kalau seperti ini, masyarakat yang dirugikan. Smelter tidak ada, banjir pun datang,” keluhnya.

Atas dasar itu, Ampuh Sultra mendesak PT. SCM untuk menghentikan praktik yang mereka sebut sebagai “simbiosis parasitisme” di Kecamatan Routa.

“PT. SCM jangan hanya mengambil manfaat, sementara masyarakat menanggung dampaknya. Jangan hanya perusahaan yang merdeka, sementara masyarakat berduka,” tegas Hendro.

Sebagai penutup, pihaknya meminta agar pemerintah mengevaluasi ulang pemberian kuota RKAB yang dinilai tidak masuk akal bagi perusahaan yang disebut sebagai pengelola kawasan industri. Ia juga mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memperjelas status PT. SCM.

“Pemerintah harus memastikan, apakah PT. SCM ini perusahaan tambang biasa atau benar-benar pengelola kawasan industri. Ini menyangkut nasib ribuan tenaga kerja yang berharap pada pembangunan smelter di Routa,” tutup Hendro.




Dansatgas TMMD ke-124 Tinjau Pemasangan Plafon Tribun Lapangan Sepak Bola Desa Morengke

Bombana, Sultranet.com – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, meninjau langsung proses pemasangan plafon tribun lapangan sepak bola di Desa Morengke, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Jumat (23/5/2025). Pemasangan plafon ini merupakan bagian dari sasaran fisik utama TMMD yang akan digunakan sebagai lokasi upacara penutupan program tersebut.

Dansatgas mengatakan bahwa peninjauan dilakukan guna memastikan proses pemasangan berjalan sesuai perencanaan teknis.

“Kami ingin memastikan setiap tahapan pengerjaan sesuai standar dan waktu yang telah ditetapkan, mengingat lapangan ini akan menjadi titik penting saat penutupan nanti,” ujarnya saat berada di lokasi.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tribun merupakan bentuk nyata dari sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan di daerah. Keberadaan tribun yang layak diharapkan dapat menunjang aktivitas olahraga dan kegiatan sosial lainnya bagi warga Desa Morengke.

“Lapangan ini nantinya bukan hanya menjadi lokasi penutupan TMMD, tapi juga akan menjadi sarana utama warga untuk berbagai kegiatan. Kami ingin memastikan kualitas bangunan benar-benar maksimal,” terang Dansatgas TMMD ke-124 itu.

Selain Pemasangan Plafon Tribun Dansatgas juga meninjau Jembatan, Pembangunan MCK dan Sumur bor serta menyerahkan Kaca yang akan di pasang pada Masjid Al Mujahidin dimana semua sasaran tersebut berbeda di Desa Morengke.

Program TMMD ke-124 di Kabupaten Bombana sendiri telah menyasar berbagai pembangunan fisik dan non-fisik, seperti pembukaan jalan, Rehab rumah tidak layak Huni, pembuatan Jembatan, perbaikan fasilitas umum, serta penyuluhan bagi masyarakat. Peninjauan ini menjadi salah satu bentuk pengawasan dan evaluasi terhadap progres pembangunan yang dilakukan oleh TNI bersama masyarakat.




Bahu Membahu Warga dan Satgas TMMD ke 124 Kodim 1431/Bombana Tuangkan Material Cor ke Jembatan Kolombi

Bombana, Sultranet.com – Warga Desa Kolombi bersama Satgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana tampak antusias dan kompak saat melaksanakan pengecoran Jembatan Kolombi di Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Kamis (22/5/2025). Kegiatan ini menandai progres penting pembangunan infrastruktur dalam program TMMD yang memasuki pekan ketiga pelaksanaan.

Dengan penuh semangat gotong royong, warga dan personel TNI saling bahu membahu mengangkat serta menuangkan material cor ke konstruksi jembatan yang sudah disiapkan. Suasana keceriaan dan semangat kebersamaan begitu terasa di lokasi kegiatan.

Kepala Desa Kolombi, Risrahayu, S.Kom, yang turut hadir langsung di tengah kegiatan, menyampaikan apresiasi atas semangat warganya dan kekompakan yang terjalin bersama Satgas. “Saya sangat mengapresiasi partisipasi aktif warga dan prajurit. Ini bukan sekadar pengecoran, tapi simbol persatuan dan kemajuan desa,” ungkapnya.

Koordinator pembangunan jembatan, Lettu Inf Nyoman Admika, menegaskan pentingnya tahap pengecoran ini sebagai kunci keberhasilan struktur jembatan. “Kami memastikan kualitas material dan pelaksanaan teknisnya agar jembatan ini bisa bertahan lama dan bermanfaat besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Dansatgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menyampaikan rasa bangganya atas sinergi yang terjalin. “Kegiatan ini menjadi cerminan semangat kolektif yang luar biasa. Sasaran ini diharapkan menjadi akses strategis bagi kegiatan warga sehari-hari, baik sosial maupun ekonomi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, program TMMD tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Pengecoran Jembatan Kolombi menjadi simbol nyata kerja sama demi kemajuan desa.




Pekan ke tiga Satgas TMMD ke-124, Rampungkan Pembuatan Mal Cor Jembatan Kolombi

Bombana, Sultranet.com Memasuki pekan ketiga, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana terus menggenjot progres pembangunan infrastruktur. Kali ini, tim bersama masyarakat berhasil merampungkan pembuatan mal cor jembatan penghubung antar dusun di Desa Kolombi, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu (21/5/2025).

Fokus utama pekerjaan hari ini adalah pembuatan mal cor plat jembatan serta pemasangan besi sebagai tahap akhir sebelum dilakukan pengecoran. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong, melibatkan personel TNI dan warga setempat yang saling bahu-membahu demi percepatan pembangunan.

“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa ikut membantu pembangunan jembatan ini. Kami warga sudah lama menantikan akses yang layak untuk memudahkan mobilitas,” ujar Syamsuddin, salah satu warga Desa Kolombi yang aktif terlibat dalam kegiatan tersebut.

Koptu Beny Mugiarso, salah satu personel Satgas TMMD, mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melihat semangat warga membuat kami semakin termotivasi menyelesaikan pembangunan jembatan ini tepat waktu,” ucapnya.

Sementara itu, Lettu Inf Nyoman selaku Koordinator Pembangunan Jembatan menyampaikan bahwa pekerjaan hari ini sangat krusial.

“Kami fokus menyelesaikan mal cor dan pemasangan besi agar tahap pengecoran bisa segera dilakukan. Semua berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Dansatgas TMMD ke-124 Tahun 2025, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menegaskan bahwa jembatan Kolombi merupakan salah satu sasaran fisik prioritas yang dikebut pengerjaannya.

“Kami berkomitmen menyelesaikan infrastruktur ini secepat mungkin agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” pungkasnya.




Dengan Semangat Gotong Royong, Warga dan Satgas TMMD ke-124 Lakukan Pengecoran Jembatan Morengke

Satgas TMMD ke 124 Kodim 1431 Bombana dibantu Masyarakat melaksanakan Pengecoran Jembatan di Desa Morengke
Satgas TMMD ke 124 Kodim 1431 Bombana dibantu Masyarakat melaksanakan Pengecoran Jembatan di Desa Morengke

Bombana, Sultranet.com – Warga Desa Morengke bersama Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana bergotong royong melakukan pengecoran Jembatan Morengke, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Selasa (20/5/2025). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program fisik TMMD ke-124 yang menyasar peningkatan infrastruktur desa.

Semangat kebersamaan terlihat jelas saat warga dan anggota Satgas TMMD secara bergantian mengangkut serta menuangkan material cor ke dalam konstruksi jembatan yang telah disiapkan sebelumnya. Cuaca yang terik tak menyurutkan semangat para peserta untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi akses vital bagi masyarakat setempat.

Satgas TMMD ke 124 Kodim 1431 Bombana dibantu Masyarakat melaksanakan Pengecoran Jembatan di Desa Morengke
Satgas TMMD ke 124 Kodim 1431 Bombana dibantu Masyarakat melaksanakan Pengecoran Jembatan di Desa Morengke

Kepala Desa Morengke, Abd. Kadir, yang turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara warga dan TNI.

“Saya sangat bersyukur dan bangga melihat kekompakan ini. Pengecoran jembatan ini sangat penting untuk memperlancar akses warga dalam beraktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial Kodim 1431/Bombana, Kapten Inf Sulistianto, mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan cerminan dari semangat TMMD.

“Gotong royong ini adalah kekuatan utama pembangunan desa. Kami ingin membangun tidak hanya fisik, tapi juga kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” jelasnya.

Satgas TMMD ke 124 Kodim 1431 Bombana dibantu Masyarakat melaksanakan Pengecoran Jembatan di Desa Morengke
Satgas TMMD ke 124 Kodim 1431 Bombana dibantu Masyarakat melaksanakan Pengecoran Jembatan di Desa Morengke

Komandan Satgas TMMD ke-124, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang turut membantu kelancaran program ini.

“Semangat warga Morengke sangat luar biasa. Sasaran fisik berupa jembatan ini akan menjadi akses penting yang menghubungkan antarwilayah dan mendukung perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Pengecoran Jembatan Morengke ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam membangun desa melalui program TMMD. Selain kegiatan fisik, Satgas TMMD juga melaksanakan penyuluhan dan kegiatan sosial lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah terpencil.