Satgas TMMD ke 124 Kodim 1431/Bombana dan Masyarakat Berjibaku Laksanakan Pengecoran Dekker

Bombana, Sultranet.com – Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 bersama masyarakat berjibaku melaksanakan pengecoran dekker di jalan penghubung Desa Lamuru, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Jumat (16/5/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari sasaran fisik utama dalam program TMMD tahun ini.

Semangat gotong royong tampak jelas antara Satgas TMMD dan warga setempat. Mereka bekerja sama dengan penuh antusias di bawah koordinasi langsung dari Kodim 1431/Bombana. Pengecoran dekker ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat desa yang selama ini terkendala akibat kondisi jalan yang rusak.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah masuk tahap pengecoran. Semoga cuaca terus mendukung agar pekerjaan ini bisa cepat rampung,” ujar Serda Yasin, salah satu personel Satgas TMMD ke-124, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Salah satu warga, Aksan, mengungkapkan rasa senangnya bisa terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan ini.

“Kami sangat bersyukur dan bangga bisa ikut membantu TNI. Jalan ini sangat penting bagi kami,” katanya.

Sementara itu, Kapten Cba Heri Iswanto selaku Koordinator Lapangan TMMD menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat sangat membantu dalam mempercepat pekerjaan. “Sinergi antara TNI dan warga sangat luar biasa. Semoga semua target bisa tercapai tepat waktu,” ungkapnya.




Maksimalkan Program Ketahanan Pangan, Bupati Muna Barat Launching Petani Keren dan Tanam Jagung Serentak

Muna Barat, sultanet.com – Bupati Muna Barat La Ode Darwin resmi me-launcing program petani keren sekaligus penanaman jagung secara serentak di lahan 1500 hektare, di Desa Marobea Kecamatan Sawerigadi, Kamis (15 5/2025).

Langkah ini dilakukan sebagai salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat di bawah kepemimpinan La Ode Darwin-Ali Basa, untuk mensejehaterakan masyarakan dan menyukseskan program ketahanan pangan yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Darwin menyampaikan, pihaknya akan terus mendampingi dan memperkuat peran petani, yang mencakup pemberian bantuan bantuan bibit dan pupuk, bantuan sarana produksi pertanian serta kemudahan akses pasar terhadap hasil panen.

Untuk memaksimalkan program penanaman jagung, pihaknya telah menyiapkan bibit jagung berkualitas jenis bisi dua sebanyak 22,5 ton, untuk dibagikan secara gratis kepada seluruh petani.

Selain itu, Darwin juga bakal memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani jagung, seperti konser dan mesin pengering.

“Salah satu kendala yang dialami para petani jagung kita selama ini adalah tidak adanya mesin pengering. Mesin pengering jagung ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas jagung dan efisiensi proses pasca panen,” ujarnya.

Darwin bilang, mesin pengering jagung ini akan diupayakan tahun ini atau paling lambat tahun depan. Mesin yang akan diadakan nanti berkapasitas 10 ton dengan harga per unitnya sekitar Rp600 juta hingga Rp700 juta.

“Untuk untuk kesejahteraan para petani, saya siap mengorbankan anggaran perjalanan dinas saya dan anggaran rumah tangga untuk mengadakan mesin pengering jagung,” katanya.

Darwin meyakini, program ketahanan pangan di Muna Barat akan berjalan sukses dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, Muna Barat memiliki potensi pertanian yang sangat besar.

“Dengan komitmen dan perhatian kami yang begitu besar kepada petani, saya berharap program ketahanan pangan ini dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Muna Barat, dalam masa kepemimpinan kami selama lima tahun ke depan,” tuturnya.

Darwin juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan yang maksimal dalam mewujudkan program ketahanan pangan di Muna Barat.

Sementara itu, Kepala Desa Marobea Muslimin Salim menyambut baik dan mengapresiasi langkah Bupati La Ode Darwin yang terus berkomitmen memberikan perhatian kepada para petani.

Menurutnya, selama kurang lebih 11 tahun Muna Barat mekar, baru kali ini para petani mendapat perhatian khusus dari Bupati.

“Selama ini bantuan yang diterima para petani, khususnya di desa kami ini hanya bersumber dari APBN. Tidak ada dari APBD kabupaten,” tandasnya.

Pada kesempatan ini juga, Muslimin menyampaikan beberapa keluhan para petani petani jagung selama ini. Salah satunya adalah tidak adanya bantuan alat pertanian, seperti jonder serta tidak adanya bantuan bibit jagung berkualitas.

“Di masa pak bipati kita bapak La Ode Darwin, alhamdulillah para petani selalu mendapatkan perhatian yang maksimal,” tuntasnya. (*)




Tim Wasev Mabesad Kunjungi Lokasi TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana

Bombana, Sultranet.com — Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) mengunjungi lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 di wilayah Kodim 1431/Bombana, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Kamis (15/05/2025).

Rombongan Tim Wasev dipimpin oleh Kolonel Inf Marthen Pasunda, S.Sos, M.H. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung progres dan efektivitas pelaksanaan program TMMD yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Kolonel Marthen Pasunda mengungkapkan bahwa hasil paparan dari Dansatgas TMMD serta temuan di lapangan menunjukkan pelaksanaan TMMD ke-124 oleh Kodim 1431/Bombana sudah berjalan sangat baik dan maksimal. Ia menekankan pentingnya kesinambungan dan perawatan hasil pembangunan.

“Kami berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Kolonel Marthen yang kini menjabat Irut-VI/Wanwil Itter Itum Itjenad.

Adapun sasaran fisik TMMD di Bombana meliputi pembangunan dan perbaikan badan jalan usaha tani di Desa Wia-wia dan Desa Lamuru, rehabilitasi jembatan di Desa Morengke dan Kolombi, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Totole dan Wia-wia, pembangunan serta rehab duiker jembatan, rehab tribun desa, hingga renovasi masjid di dua desa.

Selain sasaran fisik, program TMMD juga mencakup kegiatan nonfisik seperti penyuluhan tentang bahaya narkoba, bela negara, wawasan kebangsaan, penyuluhan lingkungan hidup, dan kesehatan keluarga berencana (KB).

Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan TMMD di Kecamatan Matausu juga diapresiasi oleh tim. Warga ikut bergotong-royong dalam pengerjaan sasaran fisik, mencerminkan semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan masyarakat. Semoga hasil dari program ini bisa mendorong kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di wilayah ini,” tambah Kolonel Marthen.

Pihak Mabesad juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bombana yang tetap menganggarkan dana untuk pelaksanaan TMMD, meski dalam situasi efisiensi anggaran.

“Dukungan pemerintah daerah sangat penting agar masyarakat Bombana makin maju. Kami berharap program TMMD dapat terus hadir setiap tahun,” pungkasnya.

Dalam kunjungan ini, Tim Wasev turut didampingi sejumlah pejabat daerah dan TNI di antaranya Kasi Teritorial Korem 143/HO, Letkol Inf Muhammad Jafar, Ketua DPRD Bombana, Iskandar, S.P, Pj. Sekda Bombana, dr. H. Sunandar, M.MKes, yang mewakili Kapolres Bombana AKP Nur Sultan, SH, Danpos TNI AL Bombana, Letda Laut (E) Firman Afianto, Camat Matausu, Rimbu, S.P, serta Para Kepala Desa se-Kecamatan Matausu

Kegiatan kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam memastikan program TMMD berjalan sesuai tujuan, yakni membantu percepatan pembangunan desa serta mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.




Sinergitas TNI-POLRI, Satgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana dalam Merehab Masjid Al-Mujahidin

Bombana, Sultranet. – Sinergitas antara TNI dan POLRI terlihat nyata dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana, yang tengah merehab Masjid Al-Mujahidin di Desa Morengke, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Kamis (15/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan sarana ibadah dan mempererat kemanunggalan dengan masyarakat.

Pekerjaan hari ini difokuskan pada plesteran dinding masjid, yang menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam pelaksanaan TMMD reguler tahun anggaran 2025. Seluruh proses berlangsung dengan semangat gotong royong, melibatkan TNI, POLRI, serta warga setempat secara langsung.

Serda Heriyanto Tondo, personel Satgas TMMD dari unsur TNI, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menyukseskan program ini.

“Kami selalu bersinergi dengan Polri dan masyarakat demi kelancaran dan keberhasilan pembangunan,” ujarnya di sela kegiatan.

Sementara itu, Imam Masjid Al-Mujahidin, Ustaz Muh. Umar, mengapresiasi peran Satgas TMMD dalam membantu proses rehabilitasi rumah ibadah tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan merasa terbantu. Kehadiran TNI dan POLRI sangat memotivasi warga untuk ikut berpartisipasi,” ungkapnya.

Dansatgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menjelaskan bahwa keterlibatan semua pihak merupakan kunci utama suksesnya kegiatan.

“Satgas TMMD selalu melibatkan TNI, Kepolisian, dan masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan. Ini adalah bentuk nyata kemanunggalan,” pungkasnya.




Pemasangan Atap RTLH Selesai, Satgas TMMD ke 124 Kodim 1431/Bombana Lanjutkan Pemasangan Batu Bata

Bombana, Sultranet.com – Memasuki pekan kedua pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, personel Satgas TMMD Kodim 1431/Bombana bersama warga Desa Totole, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, melanjutkan pekerjaan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Tina dengan pemasangan batu bata, Rabu (14/5/2025). Sebelumnya, proses pemasangan atap telah rampung dikerjakan.

Kegiatan hari ini difokuskan pada penyusunan dinding menggunakan material batu bata untuk mempercepat tahapan pembangunan RTLH. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-124 yang bertujuan meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu di wilayah pedesaan.

Saat dikonfirmasi, Serma Salasi menyampaikan bahwa progres pembangunan RTLH terus menunjukkan hasil signifikan berkat semangat gotong-royong antara TNI, Polri dan warga.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Totole yang terus membantu tanpa kenal lelah dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Kepala Desa Totole, Bapak Rauke, turut menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program TMMD ini. Kehadiran Satgas TNI benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga kami,” tuturnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-124 Tahun Anggaran 2025, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, berharap semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dapat terus terjaga hingga seluruh program rampung. “Kami akan terus berupaya menyelesaikan seluruh sasaran fisik dan non-fisik tepat waktu, dengan kualitas yang baik dan manfaat jangka panjang bagi warga,” tutup Andi Irfandi.




Program RTLH Satgas TMMD ke 124 Kodim 1431/Bombana, Pasang Ring Balok dan Kuda-Kuda Rumah Ibu Hasneni

Bombana, Sultranet.com — Program Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi salah satu sasaran fisik Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana di Dusun 1, Desa Wia-wia, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, hari ini Satgas TMMD bersama masyarakat setempat mulai memasang ring balok dan kuda-kuda rumah milik Ibu Hasneni. Rabu (14/5/2025).

Kegiatan ini merupakan salah satu sasaran utama TMMD ke-124 yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu di wilayah terisolir. Progres pembangunan rumah Ibu Hasneni menunjukkan sinergi nyata antara TNI dan warga demi menciptakan kehidupan yang lebih layak dan sehat.

Salah seorang personel Satgas TMMD, Serda Nursan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari warga sekitar.

“Kami bersama masyarakat saling bahu-membahu. Gotong royong seperti ini adalah cerminan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, menjelaskan bahwa pembangunan RTLH ini ditargetkan selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam program TMMD.

“Kami memprioritaskan kualitas bangunan agar benar-benar layak huni dan tahan lama. Proses pengerjaan dilakukan dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Dansatgas TMMD ke-124, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., mengungkapkan harapannya agar program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap program ini tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga memberikan semangat baru bagi warga untuk lebih maju dan mandiri,” harapnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Dandim 1431/Bombana ini menambahkan bahwa pelaksanaan TMMD bukan sekadar pembangunan infrastruktur.

“TMMD adalah bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kami ingin membangun wilayah dari pinggiran, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara aparat dan warga,” pungkas Dandim.

Program TMMD ke-124 di Bombana ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Wia-wia. Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan menunjukkan kesadaran kolektif untuk menciptakan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.




Masuk Pekan Kedua, Satgas TMMD ke 124 Kebut Pembuatan Pondasi Jembatan Desa Kolombi

Bombana, Sultranet.com – Memasuki pekan kedua pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, Satgas TMMD Kodim 1431/Bombana mempercepat pengerjaan pondasi jembatan yang berada di Desa Kolombi, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu (14/05/2025). Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD demi menunjang akses masyarakat.

Koordinator pembangunan jembatan Kolombi, Lettu Inf Nyoman Admika, mengatakan bahwa percepatan pekerjaan dilakukan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi.

“Kami menargetkan pondasi jembatan ini selesai sesuai jadwal agar tahap selanjutnya bisa segera dilakukan. Ini juga bagian dari bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat,” ujarnya.

Warga setempat turut dilibatkan dalam pengerjaan. Usman, salah satu warga Desa Morengke yang ikut dalam kegiatan tersebut, mengaku senang bisa ambil bagian.

“Kami merasa terbantu dengan adanya TMMD ini. Selain membuka akses desa, kami juga jadi belajar teknik membangun yang baik,” ucapnya.

Dansatgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menjelaskan bahwa pembangunan jembatan di Kolombi merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan infrastruktur pedesaan. “Jembatan ini nantinya akan menghubungkan beberapa dusun, mempermudah mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian,” terangnya.

Lebih lanjut, Letkol Andi menyebut bahwa sinergi antara TNI dan warga sangat penting dalam menyukseskan program ini

“Semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama. Kita harap jembatan ini segera rampung agar manfaatnya cepat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan keterlibatan aktif prajurit dan warga, pembangunan pondasi jembatan Kolombi diproyeksikan selesai tepat waktu. TMMD ke-124 ini diharapkan membawa dampak positif, tak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.




Timbun Galian Pondasi Jembatan Morengke, Satgas TMMD Kerahkan Alat Berat

Bombana, Sultranet.com – Memasuki hari ketujuh pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun Anggaran 2025, Satgas TMMD Kodim 1431/Bombana mengerahkan alat berat untuk melakukan penimbunan galian pondasi Jembatan Morengke di Desa Morengke, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Selasa (13/5/2025). Langkah ini dilakukan guna mempercepat proses pembangunan infrastruktur yang menjadi program utama TMMD di wilayah tersebut.

Koordinator pembangunan Jembatan Kolombi, Kapten Inf Sulistianto, menjelaskan bahwa pengerahan alat berat merupakan solusi tepat dalam mengefisienkan pekerjaan di medan yang cukup berat.

“Tanpa alat berat, penimbunan pondasi akan memakan waktu lebih lama dan tenaga lebih banyak. Ini adalah bentuk keseriusan Satgas TMMD dalam menyelesaikan target tepat waktu,” ujarnya.

Munir, salah seorang warga Desa Morengke yang ikut dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat langsung dalam pembangunan.

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan TNI. Selain membantu desa, kegiatan ini juga mengajarkan semangat gotong royong yang mulai luntur,” ucapnya.

Dansatgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, menyatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu sasaran fisik prioritas untuk membuka akses antarwilayah.

“Jembatan Morengke sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi desa. Oleh karena itu, Satgas TMMD akan terus mengawal proses pembangunannya hingga selesai,” pungkasnya.




Personel Satgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana Ramaikan Sholat Berjamaah di Masjid Al-Mukmin

Personel Satgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana Ramaikan Sholat Berjamaah di Masjid Al-Mukmin
Personel Satgas TMMD ke-124 Kodim 1431/Bombana Ramaikan Sholat Berjamaah di Masjid Al-Mukmin

Bombana, Sultranet.com – Dalam rangka membangun kebersamaan dengan warga, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 turut meramaikan sholat berjamaah di Masjid Al-Mukmin, Desa Totole, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana. Senin petang (12/05). Kegiatan ibadah ini menjadi salah satu sasaran nonfisik dalam program TMMD, yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat setempat.

Kegiatan keagamaan ini digelar memasuki hari keenam pelaksanaan TMMD. Tidak hanya melaksanakan pembangunan infrastruktur, para personel Satgas juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan religius guna meningkatkan keharmonisan dan kebersamaan dengan warga sekitar. Sholat berjamaah dilaksanakan lima waktu secara rutin bersama masyarakat di masjid.

Ustadz Darwan, Imam Masjid Al-Mukmin, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan personel TNI dalam kegiatan keagamaan tersebut.

“Kehadiran TNI membawa semangat baru bagi jamaah. Selain mempererat silaturahmi, ini juga menunjukkan teladan baik bagi generasi muda,” ungkap Ustadz Darwan.

Sementara itu, Kapten Inf Bahar selaku Koordinator Wilayah Desa Totole yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-124 mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi sosial dengan masyarakat.

“Sholat berjamaah menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan emosional dengan warga, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan persatuan,” ujarnya.




Kuda-Kuda Rumah Ibu Salmawati Mulai Dirakit Satgas TMMD Ke-124 Kodim 1431/Bombana

Personel Satgas TMMD ke 124 Mulai merakit Kuda² RTLH milik ibu Salmawati
Personel Satgas TMMD ke 124 Mulai merakit Kuda² RTLH milik ibu Salmawati

Bombana, Sultranet.com – Pengerjaan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ibu Salmawati, salah satu sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana, mulai dirakit oleh Satgas TMMD dibantu masyarakat setempat. Pembangunan rumah yang terletak di Dusun 1, Desa Wia-wia, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara ini dikebut agar dapat selesai tepat waktu. Selasa (13/05/2025).

Serda Nasution, salah satu personel yang terlibat dalam Satgas, mengatakan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam proses pembangunan RTLH ini.

“Kami bersama masyarakat terus bekerja keras. Harapannya, rumah ini bisa segera rampung dan layak dihuni oleh Bu Salmawati bersama keluarganya, hari ini kami sudah mi mulai merakit Kuda-Kudanya” ujarnya.

Kepala Dusun 1 Desa Wia-wia juga mengungkapkan rasa syukur dan antusiasme warga atas kehadiran TMMD di wilayah mereka.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program TMMD ini. Bukan hanya mempercepat pembangunan, tapi juga mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat,” tuturnya.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafarudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan rakyat di Kecamatan Matausu.

“Kami berharap pembangunan RTLH ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kebersamaan dalam lingkungan mereka,” pungkasnya.