Polres Bombana Dukung Ketahanan Pangan Lewat Program P2L

Bombana, sultranet.com – Polres Bombana mengikuti peluncuran program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang digelar oleh Mabes Polri secara virtual. Kegiatan ini berlangsung di Kebun Sayur Bhayangkari Polres Bombana dan bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendukung program Makan Bergizi Gratis. Acara ini digelar pada Senin (24/2/2025).

Setelah mengikuti peluncuran secara daring, Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K. bersama Ketua Bhayangkari dan jajaran pengurus Bhayangkari, Pejabat Utama (PJU) Polres Bombana, serta sejumlah kepala dinas terkait melaksanakan kegiatan nyata di lapangan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Sarif, S.H., Kepala Dinas Perikanan Ir. Muhammada Siarah, M.Si., serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Binnuraeni, S.Pd., bersama para kepala bidang masing-masing.

Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi menegaskan bahwa program P2L merupakan bagian dari upaya Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan sehat dan bergizi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Bombana, Sarif, S.H., mengapresiasi inisiatif Polres Bombana dalam mendukung program ini. “Kami berterima kasih kepada Polres Bombana dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat serta mendukung program Makan Bergizi Gratis bagi warga yang membutuhkan,” katanya.

Program P2L yang diinisiasi oleh Polri ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam memperkuat ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga, khususnya di Kabupaten Bombana




Agar Kebersihan Pasar Tetap Terjaga, Babinsa Koramil 03/Poleang Rutin Melaksanakan Gotong Royong

Bombana, SultraNET. | –  Personel Babinsa Koramil 1431-03/Poleang bersama masyarakat Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, melaksanakan kerja bakti pembersihan Pasar Rakyat Desa Toburi, Senin, (24/02). Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta mencegah terjadinya banjir akibat penyumbatan saluran air oleh Sampah.

Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Sertu Sinda Matana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam membantu masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

“Gotong royong ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan pasar, tetapi juga mempererat kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Toburi, Rahman, mengapresiasi inisiatif Babinsa dalam menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Kami sangat berterima kasih atas peran serta Babinsa dalam kegiatan ini. Semoga kebersamaan ini terus terjaga demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” katanya.

Sementara itu, Danramil 1431-03/Poleang melalui Batuud Serka Zainal menegaskan bahwa kegiatan gotong royong seperti ini akan terus dilakukan secara rutin.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, terutama di fasilitas umum seperti pasar. Sinergi antara TNI dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman,” pungkasnya.




Babinsa Koramil 03/Poleang Dampingi Warga Desa Binaannya Laksanakan Panen

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Serda Asmin Amini, mendampingi warga Desa Tampabulu, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, dalam pelaksanaan panen padi. Kegiatan ini berlangsung di lahan milik H. Mardani, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah Binaannya. Minggu, (23/02)

Panen dilakukan di lahan seluas 1 hektare dengan varietas padi Empari 42. Berdasarkan hasil ubinan, perhitungan produksi menunjukkan hasil yang cukup baik. Ubinan pertama mencatat 4,8 kg, sementara ubinan kedua mencapai 6,7 kg, dengan rata-rata 5,775 kg. Dari hasil tersebut, dugaan produksi mencapai 9,24 ton per hektare.

H. Mardani, Pemilik sawah, sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa dalam mendampingi petani.

“Kehadiran Babinsa sangat membantu kami, tidak hanya dalam panen, tetapi juga dalam memberikan motivasi dan pendampingan teknis pertanian,” ujarnya.

Serda Asmin Amini menegaskan bahwa TNI selalu siap mendukung masyarakat, terutama dalam sektor pertanian.

“Kami berharap hasil panen ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong mereka untuk terus mengembangkan pertanian secara mandiri,” katanya.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Marga Jaya semakin meningkat, serta dapat berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan daerah. (Pendim)

 




Bersama aparat pemerintah desa dan Masyarakat, Babinsa Koramil 01/Rumbia laksanakan kerja bakti pembersihan parit.

Bombana, Sultranet.com – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama Kepala Desa, aparat, dan masyarakat Desa Batusempe melaksanakan kerja bakti pembersihan parit di Dusun 2 Desa Batusempe Indah, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan. Sabtu, (22/02)

Sertu Sukmar, yang memimpin kegiatan tersebut, menyatakan bahwa pembersihan parit ini merupakan langkah preventif untuk menghindari genangan air yang dapat menyebabkan banjir.

“Kami bersama masyarakat berinisiatif membersihkan drainase agar aliran air tetap lancar, terutama saat musim hujan,” ungkapnya.

 

Kepala Desa Batusempe, Sarman S, Ak, mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini.

“Kerja bakti ini menunjukkan semangat gotong royong yang masih kuat di desa kita. Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafarudin, juga mendukung penuh inisiatif tersebut.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu terus dilaksanakan. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” pungkasnya.

Melalui kerja bakti ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sehingga potensi bencana seperti banjir dapat diminimalisir. (Pendim)




Pemerintah Pastikan Petani Bombana Nikmati Harga Gabah Sesuai HPP

Bombana, sultranet.com – Pemerintah terus mengawal kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar petani dapat menjual gabahnya dengan harga layak. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Jumat (21/2).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Bombana, Hasriani Husain, SP., Kepala UPTD Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian Bombana, Heriyani, SP., M.Si., Koordinator Jabatan Fungsional, Koordinator BPP Lantari Jaya, Edi Winoto, SP., serta para penyuluh pertanian se-Lantari Jaya. Selain itu, hadir pula perwakilan Bulog Bombana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perwakilan kelompok tani.

Dalam sosialisasi tersebut, Hasriani Husain menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan HPP gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani. Harga ini bertujuan untuk memastikan petani memperoleh keuntungan yang layak dari hasil panennya.

“Pemerintah tidak hanya menetapkan harga, tetapi juga mengawal pelaksanaannya di lapangan agar petani benar-benar menikmati harga tersebut. Kami juga meminta petani untuk menjaga kualitas panennya agar program ini tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu,” kata Hasriani.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan serapan gabah petani oleh Bulog. Dengan adanya harga yang telah ditetapkan, diharapkan petani tidak mengalami kerugian akibat fluktuasi pasar.

Heriyani, SP., M.Si., menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga gabah agar petani tidak dirugikan. Menurutnya, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian dan Bulog, menjadi langkah penting dalam mewujudkan kebijakan ini secara optimal.

“Kami berharap program serapan gabah ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi petani. Jika petani menjual gabah dengan kualitas yang baik, maka harga yang diperoleh juga akan lebih stabil,” ujar Heriyani.

Sementara itu, perwakilan Bulog Bombana menyampaikan komitmennya dalam menyerap gabah petani sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, Bulog, dan petani, diharapkan kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Bombana.

Program ini juga mendapat dukungan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang hadir dalam sosialisasi. Mereka siap membantu memastikan kebijakan ini berjalan dengan baik serta mencegah adanya praktik yang merugikan petani, seperti permainan harga oleh tengkulak.

Dengan adanya sosialisasi ini, pemerintah berharap petani semakin paham mengenai mekanisme penjualan gabah sesuai HPP. Selain itu, mereka juga diimbau untuk terus meningkatkan kualitas hasil panennya agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik di Kabupaten Bombana.




Lakukan Penghijauan di Wilayah Binaan, Babinsa Koramil 03/Poleang Bersama Warga Tanam Puluhan Pohon Bitti

Bombana, Sultranet.com – Sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang bersama warga Dusun Salolemo, Desa Paria, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana, melaksanakan penanaman pohon bitti. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko tanah longsor, meningkatkan daerah resapan air, menekan polusi udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar. Jumat, (21/02)

Sebanyak 50 pohon bitti ditanam dalam kegiatan tersebut. Turut hadir dalam aksi penghijauan ini Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, yaitu Serda Justang, Serda Sholikin, Koptu Ardiyanto, dan Serda Fardin, bersama tokoh pemuda setempat, Jusman, serta para pemuda Dusun Salolemo yang berpartisipasi aktif dalam penanaman pohon.

Serda Sholikin, yang memimpin kegiatan ini, menyatakan bahwa penghijauan adalah langkah konkret dalam melestarikan alam dan meningkatkan kualitas lingkungan.

“Dengan menanam pohon bitti, kami berharap dapat mencegah bencana seperti tanah longsor serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Jusman, selaku tokoh pemuda, juga menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian alam.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap dapat menjadi gerakan berkelanjutan. Lingkungan hijau akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan kita dan generasi mendatang,” katanya.

Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, mengapresiasi antusiasme warga dalam kegiatan penghijauan ini.

“Sinergi antara TNI dan masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian alam. Kami berharap kesadaran lingkungan ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya masyarakat dalam menjaga ekosistem yang lebih baik,” pungkasnya.




PKB Bombana Ucapkan Selamat kepada Burhanuddin-Yani, Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan

Jakarta, sultranet.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bombana secara resmi mengucapkan selamat kepada Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si atas pelantikannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bombana periode 2024-2029. Sebagai partai pengusung utama sekaligus pemenang Pemilu 2024 di Kabupaten Bombana, PKB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemerintahan yang baru, terutama dalam merealisasikan program 100 hari kerja pasca pelantikan. Jumat (21/2)

Ketua DPC PKB Bombana, Iskandar, S.P., yang juga merupakan Ketua DPRD Bombana periode 2024-2029, menyatakan bahwa PKB akan berperan aktif dalam memastikan kebijakan yang diambil oleh Burhanuddin-Yani berjalan sesuai visi-misi yang telah dicanangkan sejak awal pencalonan. Menurutnya, kemenangan pasangan ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim dan dukungan penuh masyarakat Bombana yang menginginkan perubahan.

“Kami mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Bombana yang baru dilantik. Ini adalah kemenangan rakyat Bombana yang menginginkan perubahan dan kemajuan daerah. Sebagai partai pengusung utama, PKB akan terus berkomitmen membantu merealisasikan program-program strategis, terutama dalam 100 hari kerja pertama pasca pelantikan,” ujar Iskandar, yang juga merupakan anggota DPRD Bombana dari daerah pemilihan (Dapil) Kabaena.

Pasangan Burhanuddin-Yani mencatat kemenangan signifikan dalam Pilkada Bombana 2024 dengan meraih suara terbanyak, mengungguli kandidat lain yang juga bersaing ketat dalam kontestasi politik daerah. Sejak awal, PKB memainkan peran kunci dalam mengusung dan mengawal pasangan ini, baik dalam proses pencalonan, strategi kampanye, hingga pengawalan suara di tingkat KPU. Dengan basis suara yang kuat dan mesin politik yang solid, PKB menjadi salah satu faktor utama yang membawa pasangan Burhanuddin-Yani meraih kemenangan mutlak.

Selain PKB, pasangan Burhanuddin-Yani juga diusung oleh Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Ummat, dan Partai Garuda. Gabungan kekuatan politik dari sembilan partai pengusung ini menjadi fondasi utama dalam pemenangan, yang terlihat dari solidnya dukungan di berbagai kecamatan selama masa kampanye.

Setelah melalui tahapan Pilkada yang panjang, KPU Bombana akhirnya menetapkan Burhanuddin-Yani sebagai pemenang Pilkada 2024. Momentum ini kemudian disusul dengan pelantikan resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Jakarta serentak dengan ratusan kepala daerah lainnya di Indonesia, menandai dimulainya era baru kepemimpinan di Bombana.

Sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak di Bombana, PKB menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif akan terus diperkuat guna memastikan program-program pembangunan berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Iskandar menekankan bahwa PKB akan tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak kepada rakyat.

“Sebagai Ketua DPRD Bombana, saya pastikan bahwa seluruh kebijakan yang diambil harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Kami akan mengawal setiap program pembangunan agar berjalan sesuai visi-misi yang telah disusun sejak awal,” tambahnya.

PKB juga menegaskan komitmennya dalam membantu pemerintah daerah mencapai target-target pembangunan, terutama dalam 100 hari pertama pasca pelantikan. Program-program prioritas seperti peningkatan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan kesehatan akan menjadi fokus utama yang akan dikawal oleh PKB bersama eksekutif.

Dengan dukungan penuh dari PKB dan partai-partai pengusung lainnya, serta sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif, diharapkan kepemimpinan Burhanuddin-Yani mampu membawa perubahan positif dan kemajuan yang signifikan bagi Kabupaten Bombana dalam lima tahun ke depan.




Pro Kontra Revisi UU Kejaksaan Soal Penerapan Asas Dominus Litis

Opini : Sumardin.S.H (Praktisi Hukum Wakatobi)

Wakatobi, Sultranet.com – Penerapan asas Dominus Litis dalam hukum pidana Indonesia terdapat beberapa persoalan jika asas ini di terapkan dalam sistem hukum pidana Indonesia :

1. Dapat menciptakan tumpang tindih antara kewenangan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.

2. Asas dominus litis dalam revisi UU Kejaksaan dianggap bertentangan dengan asas diferensiasi fungsional dalam hukum acara pidana

3. Ketidaksingkronan APH dalam penegakan hukum baik itu pihak . kepolisian jaksa dan hakim lebih lebih lembaga rasua (KPK)

4. Asas ini dapat merusak integritas kejaksaan dalam pelaksananya karna dapat melakukan penyalahgunaan wewenang atau/(kejahatan dalam jabatan

Dalam sistem ini, masing-masing lembaga memiliki kewenangan tersendiri yang tidak dapat saling tumpang tindih.

Meskipun dalam kasus tertentu, seperti tindak pidana korupsi, kejaksaan diberikan kewenangan untuk melakukan penyidikan, tetapi secara umum, penyidikan adalah tugas dan kewenangan kepolisian.

Penerapan asas dDominus Litis dalam revisi UU Kejaksaan dianggap bertentangan dengan asas diferensiasi fungsional dalam hukum acara pidana.

Asas ini menegaskan bahwa setiap aparat penegak hukum memiliki tugas dan fungsi yang terpisah antara satu dengan yang lain.

Dalam paradigma Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang diatur dalam UU No. 8 Tahun 1981, kewenangan polisi, jaksa, dan hakim sudah ditetapkan secara tegas.

Jika kejaksaan diberikan wewenang untuk mengintervensi penyelidikan dan penyidikan, hal ini berpotensi mengurangi kewenangan kepolisian sebagai penyidik utama dalam sistem peradilan pidana.

Asas ini juga telah dianut pada pasal 107 UU No 5 Tahun 2009 kemudian dibatasi dengan ketentuan pasal UU No. 5 Tahun 2009 3.

Asas hakim aktif (dominus Litis), keaktifan hakim ditunjukkan untuk mengimbangi kedudukan para pihak

Dengan adanya pro-kontra dalam persoalan ini penting bagi para stekholder untuk mempertimbangkan kembali penerapan asas DOMINUS LITIS Pada revisi uu kejaksaan, keselarasan sistem penegakan hukum Indonesia juga pembagian kewenangan harus tetap di jaga demi tegak dan tercapainya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia




Pelatihan Ketahanan Pangan, Polres Bombana Siap Dukung Budidaya Jagung

Bombana, sultranet.com – Polres Bombana menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan bagi Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas dalam mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini berlangsung di Cafe Grand Lampusui, Kasipute, pada Kamis, 20 Februari 2025.

Pelatihan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan Bombana, Hasbi, SP., M.M., sebagai narasumber utama. Acara dibuka langsung oleh Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., serta dihadiri oleh Wakapolres, para kabag, kasat, kanit, dan personel Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah Polsek Bombana.

Dalam pemaparannya, Hasbi menekankan pentingnya keterlibatan aparat kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya dalam budidaya tanaman jagung. “Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, tetapi juga perlu didukung oleh semua pihak, termasuk kepolisian sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Materi yang disampaikan mencakup tahapan budidaya jagung, mulai dari pemilihan varietas unggul, persiapan lahan, teknik penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen yang optimal. Menurut Hasbi, pemilihan varietas sangat menentukan hasil panen, sehingga diperlukan seleksi yang cermat berdasarkan ketahanan terhadap hama, penyakit, serta kondisi tanah dan cuaca.

“Dalam menyiapkan lahan, kita bisa menggunakan dua metode, yaitu olah tanah sempurna (OTS) untuk tanah dengan kadar liat tinggi dan tanpa olah tanah (TOT) bagi lahan yang lebih gembur. Pemupukan organik juga penting untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen,” jelasnya.

Selain itu, Hasbi juga menjelaskan strategi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan penggunaan herbisida yang tepat serta teknik penyemprotan yang aman. Penyakit utama yang sering menyerang tanaman jagung, seperti bulai dan jamur fusarium, dapat dicegah dengan perlakuan benih menggunakan pestisida khusus serta aplikasi fungisida pada waktu yang tepat.

Pada sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait tantangan yang dihadapi petani di wilayah Bombana, termasuk kendala cuaca dan ketersediaan pupuk. Salah satu peserta, Bripka Andi, Bhabinkamtibmas dari Polsek Rumbia, menanyakan solusi terhadap serangan hama penggerek batang yang kerap mengurangi hasil panen.

“Serangan penggerek batang dapat dikendalikan dengan pemberian insektisida jenis carbofuran pada pucuk tanaman. Selain itu, pemantauan rutin juga diperlukan untuk memastikan tidak ada penyebaran hama dalam skala luas,” jawab Hasbi.

Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pelatihan ini. Menurutnya, program ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap setelah pelatihan ini, Bhabinkamtibmas dapat menjadi penggerak dan pendamping bagi para petani dalam mengembangkan usaha pertanian, khususnya jagung, yang menjadi salah satu komoditas andalan di Bombana,” kata Kapolres.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Polres Bombana dapat semakin aktif dalam mendukung sektor pertanian melalui peran Bhabinkamtibmas di setiap wilayah binaannya. Sinergi antara kepolisian dan petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.




Kodim 1431/Bombana Gelar Sosialisasi Serapan Gabah Kepada Babinsa Kerja sama dengan Perum Bulog.

Bombana, Sultranet.com – Kodim 1431/Bombana bekerja sama dengan Bulog menggelar sosialisasi serapan gabah guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini berlangsung di Makodim 1431/Bombana, Jl. Poros Kendari – Bombana, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana. Sosialisasi dipimpin oleh Kepala Bulog Cabang Bombana, Aang Fahri Hajad, SE., dan dihadiri oleh Kapten Inf Sulistianto selaku Pasi Ter Kodim 1431/Bombana, serta sekitar 45 Babinsa jajaran Kodim 1431/Bombana. Kamis, (20/02).

Dalam sambutannya, Kapten Inf Sulistianto menjelaskan bahwa program Asta Cita telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan Perum Bulog.

“Perubahan ini mencakup koordinasi lebih erat dengan pemerintah daerah dan pendampingan khusus dari Babinsa,” ujarnya.

Menurutnya, peran Babinsa menjadi strategis dalam mendukung Bulog yang memiliki keterbatasan tenaga kerja di kantor cabangnya, terutama di Sulawesi Tenggara.

Lebih lanjut, Kapten Inf Sulistianto menekankan bahwa dengan wilayah kerja yang luas dan tugas yang kompleks, Babinsa berperan dalam memastikan kelancaran distribusi dan pengawasan serapan gabah.

“Selain distribusi beras, kami juga berkoordinasi dengan kepolisian dalam program jagung agar ketahanan pangan tetap terjaga,” tambahnya.

Kepala Cabang Perum Bulog Bombana, Aang Fahri Hajad, SE., menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara petani dan Bulog.

“Masa panen mendatang sangat krusial, oleh karena itu kami berharap informasi jadwal panen dapat kami terima minimal satu hingga dua minggu sebelumnya,” jelasnya. Menurutnya, hal ini diperlukan agar Bulog dapat mengatur distribusi gabah ke 14 penggilingan mitra dan memastikan kualitas gabah sesuai standar.

Ia juga menegaskan pentingnya pendampingan dari masa tanam hingga panen untuk menghindari masalah kualitas gabah, seperti gabah hitam, berjamur, atau terserang hama semut.

“Tanpa pengawasan yang ketat, kualitas gabah bisa turun drastis dan merugikan petani,” kata Aang Fahri Hajad. Oleh karena itu, kolaborasi antara Babinsa, penyuluh pertanian, dan dinas terkait sangat diperlukan.

Selain itu, Aang Fahri Hajad menekankan upaya Bulog dalam menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil di angka Rp6.500 per kilogram.

“Kami mencatat adanya penurunan harga di beberapa lokasi akibat pedagang yang telah memberikan modal kepada petani lebih awal. Ini yang harus kita awasi bersama agar petani tetap mendapatkan harga yang layak,” katanya.

Ia juga yakin bahwa kerja sama yang solid antara penyuluh, Bulog, Babinsa, dan dinas pertanian akan memastikan panen gabah berkualitas tinggi, harga yang stabil, dan distribusi yang lancar.

“Kami ingin memastikan petani tidak dirugikan dan produksi gabah nasional tetap terjaga,” tutupnya. (Pendim)