PBVSI Bombana Siapkan Pelatihan Wasit dan Pelatih Bersertifikasi Nasional, Perkuat SDM Voli Menuju Porprov 2026

Bombana, sultranet.com – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bombana kembali memperkuat komitmennya dalam membangun prestasi olahraga daerah dengan menyiapkan pelatihan wasit dan pelatih bola voli bersertifikasi nasional. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan untuk mencetak sumber daya manusia olahraga yang kompeten sekaligus memperkuat kesiapan Kabupaten Bombana menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026. Rencana pelaksanaan kegiatan itu disampaikan Ketua PBVSI Bombana, Iskandar, SP, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Sabtu (10/5/2025).

Program pelatihan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah suksesnya penyelenggaraan Open Turnamen Bola Voli Bupati Cup III yang sebelumnya menghadirkan atlet-atlet dan pemain profesional dari berbagai daerah. Ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi atlet-atlet lokal untuk memperoleh pengalaman bertanding bersama pemain berlevel nasional.

Melihat antusiasme masyarakat dan perkembangan olahraga bola voli yang semakin pesat di Bombana, PBVSI menilai penguatan kualitas atlet harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas wasit dan pelatih. Keberadaan tenaga olahraga yang profesional dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berstandar nasional.

Ketua PBVSI Bombana, Iskandar, mengatakan pembangunan olahraga tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan turnamen atau kompetisi semata. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pembinaan juga harus terus ditingkatkan agar mampu mengikuti perkembangan olahraga modern.

“Setelah sukses menjaring bibit-bibit atlet lokal pada Bupati Cup III yang menghadirkan pemain-pemain Pro Liga, kami melihat pentingnya meningkatkan kualitas para wasit dan pelatih agar mereka juga bisa berkiprah di level yang lebih tinggi,” ujar Iskandar.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut akan menghadirkan instruktur dan pemateri bersertifikasi nasional yang memiliki pengalaman dalam pembinaan dan pengembangan olahraga bola voli di Indonesia. Dengan keterlibatan narasumber yang kompeten, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan teknis, pemahaman regulasi terbaru, serta kemampuan praktis yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai wasit maupun pelatih.

Menurut Iskandar, langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang PBVSI Bombana untuk membangun ekosistem bola voli yang kuat dan berkelanjutan. Pembinaan tidak hanya difokuskan pada atlet, tetapi juga mencakup seluruh unsur pendukung yang berperan dalam menciptakan prestasi olahraga.

“Dengan wasit dan pelatih bersertifikasi serta atlet-atlet hasil pembinaan berjenjang, kami optimis Bombana akan tampil maksimal di Porprov nanti,” katanya.

Persiapan menuju Porprov Sulawesi Tenggara 2026 menjadi salah satu alasan utama pentingnya pelatihan tersebut. PBVSI Bombana ingin memastikan bahwa seluruh perangkat pembinaan olahraga telah dipersiapkan secara matang, mulai dari atlet, pelatih, hingga perangkat pertandingan yang memiliki kompetensi sesuai standar.

Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga bola voli di Kabupaten Bombana menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Berbagai turnamen yang digelar secara rutin berhasil meningkatkan minat masyarakat terhadap cabang olahraga ini sekaligus melahirkan banyak atlet potensial dari berbagai kecamatan.

PBVSI Bombana juga dikenal sebagai salah satu organisasi cabang olahraga yang aktif menyelenggarakan kompetisi berskala besar di wilayah Indonesia Timur. Berbagai turnamen yang digelar tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas olahraga masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pendukung kegiatan olahraga.

Keberhasilan menyelenggarakan Open Turnamen Bola Voli Bupati Cup III menjadi salah satu bukti keseriusan organisasi dalam mengembangkan olahraga bola voli di daerah. Turnamen tersebut menghadirkan atmosfer kompetisi yang berkualitas sekaligus memberikan kesempatan kepada atlet lokal untuk mengukur kemampuan mereka menghadapi pemain yang lebih berpengalaman.

Bagi PBVSI Bombana, keberhasilan sebuah organisasi olahraga tidak hanya diukur dari jumlah event yang diselenggarakan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet, pelatih, dan wasit berkualitas.

Karena itu, pelatihan yang akan digelar dalam waktu dekat tersebut dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan olahraga Bombana. Kehadiran wasit dan pelatih bersertifikasi nasional diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet sejak usia dini hingga level kompetisi yang lebih tinggi.

Komitmen tersebut juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan yang menilai langkah PBVSI Bombana sebagai bentuk keseriusan dalam membangun fondasi olahraga yang berkelanjutan. Fokus pada pengembangan SDM dianggap sebagai strategi yang tepat untuk menciptakan prestasi yang tidak hanya bersifat sesaat, tetapi mampu bertahan dalam jangka panjang.

Menutup keterangannya, Iskandar menegaskan bahwa Bombana memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu daerah penghasil talenta olahraga terbaik di Sulawesi Tenggara. Dengan dukungan pembinaan yang terstruktur dan peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan, ia optimistis cita-cita tersebut dapat diwujudkan.

“Kita ingin Bombana tidak hanya dikenal sebagai penyelenggara event besar, tetapi juga sebagai daerah penghasil atlet, wasit, dan pelatih berkelas nasional,” tutupnya.

Melalui program pelatihan ini, PBVSI Bombana kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak pengembangan olahraga bola voli di daerah. Tidak hanya menghadirkan kompetisi berkualitas, organisasi ini juga terus membangun fondasi pembinaan yang kuat demi melahirkan generasi olahraga Bombana yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Sumber: Kibar News




Hardiknas 2026 di Bombana, Wakil Bupati Ahmad Yani Tekankan Pendidikan Berkarakter dan Berkeadilan

BOMBANA, Sultranet.com – Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Bombana. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh elemen daerah dalam membangun pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan merata bagi seluruh masyarakat, Sabtu (2/5/2026).

Upacara Hardiknas itu diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga pendidik, hingga para pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Bombana. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan semangat bersama dalam mendukung kemajuan pendidikan di daerah.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Ahmad Yani membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Dalam amanatnya, ditegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional bukan hanya agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan pendidikan yang memanusiakan manusia.

“Pendidikan adalah proses membangun manusia seutuhnya. Pendidikan harus dilaksanakan dengan ketulusan, kasih sayang, dan upaya untuk menumbuhkan potensi terbaik setiap anak bangsa,” ujar Ahmad Yani saat membacakan amanat Mendikdasmen RI.

Dalam pidato tersebut, nilai-nilai pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara kembali ditekankan sebagai fondasi utama dalam dunia pendidikan nasional. Konsep asah, asih, dan asuh dinilai tetap relevan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak mulia.

Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai kebijakan strategis yang menyentuh aspek pembelajaran, infrastruktur, hingga transformasi digital. Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah penerapan program Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pemahaman peserta didik.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Digitalisasi pendidikan turut menjadi perhatian serius guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern dan efisien.

“Transformasi pendidikan harus terus berjalan. Sekolah harus mampu menjadi ruang yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal,” lanjut Ahmad Yani dalam amanat tersebut.

Perhatian terhadap kesejahteraan dan kualitas guru juga menjadi bagian penting dalam arah kebijakan pendidikan nasional. Guru disebut sebagai aktor utama dalam keberhasilan pendidikan sehingga peningkatan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, hingga dukungan kesejahteraan menjadi prioritas pemerintah.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan karakter peserta didik melalui berbagai program pendukung, seperti gerakan literasi dan numerasi, pengembangan pembelajaran berbasis STEM, serta aktivitas ekstrakurikuler yang mendorong kreativitas dan daya saing generasi muda.

Tidak hanya itu, pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat turut menjadi perhatian utama. Pemerintah berupaya memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan, termasuk melalui pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, dan layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

“Pendidikan bermutu harus dapat dirasakan oleh semua anak Indonesia tanpa terkecuali. Karena pendidikan adalah hak seluruh warga negara,” tegasnya.

Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme. Para peserta tampak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan khusyuk sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dunia pendidikan di Indonesia.

Peringatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Bombana kemudian ditutup dengan doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan sebagai harapan agar pendidikan Indonesia terus berkembang, semakin maju, dan mampu melahirkan generasi unggul yang berdaya saing menuju Indonesia yang makmur dan bermartabat.

Momentum Hardiknas tahun ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial agar cita-cita menciptakan sumber daya manusia unggul dapat benar-benar terwujud.

Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap seluruh pemangku kepentingan terus menjaga sinergi dan konsistensi dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkualitas, serta mampu menjawab tantangan masa depan.




PKB Bombana Gelar Muscab 2026, DPP Soroti Keberhasilan Konsolidasi Politik hingga Raih Kursi Ketua DPRD dan Bupati

Kendari, sultranet.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bombana menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Tahun 2026 sebagai bagian dari agenda konsolidasi organisasi dan penataan kepengurusan partai untuk periode 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Phinisi Ballroom Hotel Kendari dan menjadi bagian dari Muscab serentak DPC PKB se-Sulawesi Tenggara zona daratan yang diinisiasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Tenggara, Minggu (20/4/2026).

Muscab tersebut menjadi momentum penting bagi PKB Bombana dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus menyusun strategi politik menghadapi berbagai agenda demokrasi pada periode mendatang.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sekaligus anggota DPR RI, Jazilul Fawaid, Ketua DPW PKB Sulawesi Tenggara yang juga anggota DPR RI Komisi IV, serta unsur pimpinan daerah dan kader partai dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Jazilul Fawaid menegaskan bahwa Muscab PKB Bombana memiliki arti strategis bagi partai. Menurutnya, kehadirannya di Sulawesi Tenggara bukan sekadar menghadiri agenda organisasi rutin, melainkan menjalankan mandat langsung dari DPP PKB untuk memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan partai di Kabupaten Bombana.

“Ini bukan agenda biasa. Saya datang ke sini karena diperintahkan langsung oleh DPP, khusus untuk Bombana,” kata Jazilul Fawaid di hadapan peserta Muscab.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian peserta karena menunjukkan besarnya apresiasi DPP terhadap capaian politik yang berhasil diraih PKB Bombana dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam perjalanan politiknya, PKB Bombana dinilai berhasil mencatat pertumbuhan signifikan. Jika pada Pemilu 2014 partai tersebut belum memiliki keterwakilan di DPRD Kabupaten Bombana, kondisi itu berubah secara bertahap melalui proses konsolidasi internal dan penguatan basis dukungan masyarakat.

Pada Pemilu 2019, PKB Bombana berhasil meraih tiga kursi DPRD dan menempatkan salah satu kadernya sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bombana. Capaian tersebut menjadi tonggak awal kebangkitan partai di daerah yang dikenal memiliki dinamika politik cukup kompetitif itu.

Keberhasilan tersebut berlanjut pada Pemilu 2024. PKB Bombana meningkatkan perolehan kursinya menjadi empat kursi di DPRD dan berhasil mengantarkan kader partai menduduki jabatan Ketua DPRD Kabupaten Bombana.

Tidak hanya di jalur legislatif, pengaruh politik PKB Bombana juga terlihat dalam kontestasi pemilihan kepala daerah. Pada Pilkada 2024, kader yang berasal dari unsur Dewan Syura PKB berhasil memenangkan pemilihan dan kini menjabat sebagai Bupati Bombana.

Rangkaian capaian itu menjadikan Bombana sebagai salah satu daerah dengan perkembangan politik PKB yang paling menonjol di Sulawesi Tenggara. Keberhasilan mempertahankan tren elektoral serta menempatkan kader pada posisi strategis dinilai sebagai hasil dari kerja organisasi yang terbangun secara berjenjang, mulai dari tingkat cabang hingga akar rumput.

Muscab 2026 karena itu tidak hanya dipandang sebagai forum pergantian kepengurusan semata. Agenda ini juga menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan langkah-langkah strategis partai dalam memperkuat pelayanan politik kepada masyarakat.

Para peserta Muscab diharapkan mampu menghasilkan kepengurusan yang solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan politik yang semakin dinamis. Regenerasi kepemimpinan, penguatan struktur partai, peningkatan kapasitas kader, serta perluasan basis dukungan masyarakat menjadi beberapa isu utama yang mengemuka dalam forum tersebut.

Di sisi lain, keberhasilan yang telah diraih PKB Bombana juga membawa tanggung jawab yang lebih besar. Dengan kader yang kini menduduki posisi Ketua DPRD dan Bupati, ekspektasi publik terhadap kontribusi partai dalam pembangunan daerah semakin tinggi.

Kondisi tersebut menuntut partai untuk terus menjaga soliditas internal serta memastikan seluruh kader mampu menjalankan amanah politik secara konsisten dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bagi PKB, Bombana kini tidak lagi sekadar menjadi salah satu wilayah kepengurusan di Sulawesi Tenggara. Daerah ini telah berkembang menjadi salah satu contoh keberhasilan konsolidasi politik yang mampu mengubah posisi partai dari tanpa kursi legislatif menjadi kekuatan politik yang memegang peran penting dalam pemerintahan daerah.

Melalui Muscab 2026, PKB Bombana berupaya memperkuat fondasi tersebut agar tetap berkelanjutan. Konsolidasi organisasi yang kuat, kaderisasi yang berkesinambungan, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi modal utama untuk menjaga tren positif yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade terakhir.

Sumber: Kibar News




Kodim Bombana Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, Dandim: Ini Amanah Besar Prajurit

Bombana, Sultranet.com – Kodim 1431/Bombana menggelar upacara kenaikan pangkat (Korp Raport) Periode 1 April 2026 di Lapangan Upacara Arupadatu Makodim 1431/Bombana, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian prajurit dalam menjalankan tugas negara.

Upacara dipimpin langsung oleh Dandim 1431/Bombana, Letkol Arm Mulyadi, S.H., di hadiri Kasdim, Para Perwira Kodim 1431/Bombana, Ketua Persit KCK Cabang LXIV Dim Bombana, Suasana berlangsung khidmat, diiringi rasa bangga para prajurit yang menerima kenaikan pangkat.

Dalam amanatnya, Dandim menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hal yang diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh dedikasi dan loyalitas.

“Kenaikan pangkat bukanlah hal yang datang dengan sendirinya, tetapi merupakan penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pangkat yang disandang merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Pangkat adalah amanah. Jadikan kenaikan pangkat ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik, jaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan, serta tingkatkan profesionalisme dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Dandim menyampaikan apresiasi kepada keluarga prajurit atas dukungan yang diberikan, serta mengucapkan selamat kepada seluruh personel yang naik pangkat.

“Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan rasa syukur. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam setiap pengabdian,” pungkasnya.




Puskesmas Polara “Melayani Sepenuh Hati” Bukan Sekadar Slogan, Tapi Budaya Pelayanan

Konkep, sultranet.com – Di tengah upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Puskesmas Polara hadir sebagai contoh nyata dengan mengusung moto “Melayani Sepenuh Hati”.

Moto tersebut tidak sekadar menjadi pajangan, melainkan telah menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh tenaga kesehatan dan staf administrasi di fasilitas kesehatan yang berada di pelosok Pulau Wawonii itu.

Sejak pertama memasuki area Puskesmas Polara, masyarakat langsung merasakan suasana pelayanan yang hangat dan ramah. Petugas kesehatan tampak sigap melayani, sementara perawat dengan penuh perhatian mendengarkan setiap keluhan pasien.

Selain pelayanan yang humanis, Puskesmas Polara juga memperhatikan kenyamanan fisik pasien. Kebersihan lingkungan dijaga dengan baik, serta penataan ruang dibuat lebih rapi dan ramah bagi pengunjung.

Kepala Puskesmas Polara, Harmina Syahrir, SKM, menegaskan bahwa komitmen pelayanan sepenuh hati menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

“Pendekatan berbasis empati dan pelayanan sepenuh hati adalah fondasi kami dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Rabu (25/3)

Ia menambahkan, pihaknya tidak ingin berpuas diri dengan capaian yang ada. Ke depan, Puskesmas Polara akan terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta mengembangkan berbagai program kesehatan yang inovatif dan lebih dekat dengan masyarakat.

“Ini bukan karena kami berada di pelosok Pulau Wawonii, tetapi karena kecintaan kami terhadap daerah ini. Karena itu, moto melayani sepenuh hati benar-benar kami terapkan dalam setiap pelayanan,” imbuhnya.

Dengan semangat tersebut, Puskesmas Polara membuktikan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh ketulusan dan komitmen dalam melayani masyarakat.

Laporan: Aldi Dermawan




Sambut Idul Fitri, Kodim 1431/Bombana Gelar Bazar Pangan Murah untuk Warga

Bombana, Sultranet.com – Kodim 1431/Bombana berkolaborasi dengan Bulog dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana menggelar kegiatan Bazar Pangan Murah di halaman Makodim 1431/Bombana, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Jumat (13/03/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Bazar pangan murah tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang biasanya terjadi menjelang hari raya. Melalui kegiatan ini, warga dapat membeli berbagai bahan pangan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Arm Mulyadi, SH mengatakan bahwa kegiatan bazar ini merupakan bentuk kepedulian TNI bersama pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Diharapkan dengan bazar pangan murah ini benar-benar menjadi terobosan yang dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Dandim.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di daerah.

Masyarakat yang hadir terlihat antusias memanfaatkan bazar tersebut untuk membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan bahan pangan lainnya dengan harga yang lebih murah, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Kabupaten Bombana dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.




Pemkab Bombana Terima 610 Mahasiswa KKN UHO 2026, Fokus Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan

Bombana, sultranet.com — Pemerintah Kabupaten Bombana secara resmi menerima 610 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch 1 Tahun 2026 dari Universitas Halu Oleo (UHO) untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di berbagai wilayah daerah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat. Kegiatan penerimaan berlangsung di Aula Kantor Bupati Bombana, Senin (2/2/2026).

Acara penerimaan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana, pimpinan Universitas Halu Oleo, para dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa yang akan melaksanakan program KKN di sejumlah desa dan kecamatan di wilayah Bombana.

Program KKN Reguler Berdampak ini merupakan bagian dari agenda pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Halu Oleo sebagai salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Ir. Syahrun, M.P.W.K., yang mewakili Bupati Bombana dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan daerah.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang dapat membawa gagasan baru serta inovasi dalam mendukung berbagai sektor pembangunan di daerah.

“Kami berharap program KKN Reguler Berdampak Universitas Halu Oleo ini dapat selaras dengan peningkatan kualitas pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong sektor pertanian, perikanan, pendidikan, kesehatan masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat pesisir,” ujar Syahrun.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan mampu menghadirkan pendekatan baru dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan inovatif.

“Dengan semangat menumbuhkan keterampilan inovatif mahasiswa, baik melalui edukasi, pendampingan, penerapan teknologi tepat guna, penguatan literasi, maupun pemberdayaan masyarakat, kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bombana,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Rektor Universitas Halu Oleo Dr. Herman, S.H., LL.M., menjelaskan bahwa KKN Reguler Berdampak Batch 1 Tahun 2026 mengangkat tema “Keberdayaan Masyarakat dan Keberlanjutan Lingkungan.”

Tema tersebut dipilih karena sejalan dengan arah pembangunan global yang berfokus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami mengupayakan agar program KKN ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam aspek keberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Isu ini juga menjadi perhatian utama Universitas Halu Oleo dan sejalan dengan 17 tujuan SDGs,” jelas Herman.

Ia menambahkan bahwa program KKN tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat.

Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat sehingga program yang dilaksanakan benar-benar relevan dan bermanfaat.

“Mahasiswa KKN reguler kali ini akan mencoba mengimplementasikan ilmu yang dimiliki sekaligus menunjukkan kontribusi nyata bagi keberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Selanjutnya, kami akan melakukan pemantauan untuk melihat dampak yang dapat dihasilkan dari program tersebut,” ujarnya.

Selama masa pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari edukasi kesehatan, penguatan literasi pendidikan, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, hingga program yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

Program-program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong pengembangan potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah.

Pemerintah Kabupaten Bombana menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Universitas Halu Oleo karena dinilai dapat memberikan dukungan tambahan bagi berbagai program pembangunan daerah yang sedang berjalan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah juga dipandang sebagai salah satu strategi penting dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Melalui pelaksanaan KKN Reguler Berdampak ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Universitas Halu Oleo dan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung dalam pembangunan daerah sekaligus memperkaya pengalaman sosial dan profesional mereka di tengah masyarakat.




Jam Komandan, Dandim Tekankan Sinergitas, Humanisme dan Disiplin Prajurit

Bombana, Sultranet.com – Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Arm Mulyadi, SH., memberikan penekanan tegas kepada seluruh jajaran dalam kegiatan Jam Komandan yang digelar di Makodim 1431/Bombana, Jalan Poros Kendari–Bombana, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Senin (02/03/2026). Kegiatan tersebut diikuti para Perwira Staf, Danramil jajaran serta sekitar 70 personel sebagai bagian dari pembinaan rutin dan penguatan soliditas satuan.

Dalam arahannya, Dandim menegaskan pentingnya meningkatkan sinergitas antara TNI dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Bombana.

“Tingkatkan sinergitas dengan seluruh instansi. Kita tidak bisa bekerja sendiri, kebersamaan adalah kekuatan utama dalam menjaga kondusivitas wilayah,” tegasnya.

Letkol Mulyadi juga mengingatkan seluruh prajurit agar bijak dalam menggunakan media sosial. Dandim menekankan bahwa setiap unggahan harus mencerminkan kedewasaan dan tanggung jawab sebagai aparat negara.

“Waspadai dan bijak dalam bermedia sosial. Jangan sampai karena kelalaian kita, citra TNI yang sudah baik menjadi tercoreng,” ujarnya di hadapan peserta Jam Komandan.




Dinsos Bombana Perkuat Verifikasi Komitmen KPM PKH

Bombana, sultranet.com – Dinas Sosial Kabupaten Bombana bersama para ASN PPPK Kementerian Sosial RI yang bertugas sebagai pendamping sosial mengikuti rapat koordinasi daring terkait penguatan verifikasi komitmen Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Rapat yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia tersebut dipusatkan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bombana dan diikuti melalui Zoom Meeting, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini digelar untuk memperkuat pemahaman dan menyamakan persepsi antara Kementerian Sosial, pemerintah daerah, serta para pendamping sosial dalam pelaksanaan verifikasi komitmen di lapangan. Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan Program Keluarga Harapan berjalan sesuai ketentuan dan pedoman yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Dalam rapat tersebut, peserta membahas secara mendalam berbagai aspek terkait verifikasi komitmen KPM PKH. Verifikasi ini merupakan bagian dari kewajiban keluarga penerima bantuan untuk memenuhi persyaratan program pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Melalui mekanisme verifikasi, pendamping sosial memastikan bahwa anak-anak dari keluarga penerima manfaat tetap bersekolah dengan tingkat kehadiran yang memadai. Selain itu, ibu hamil dan balita dipastikan memperoleh layanan kesehatan secara rutin di fasilitas kesehatan, sementara lansia serta penyandang disabilitas berat mendapatkan perawatan yang layak.

Koordinator Kabupaten Bombana Program PKH, Laode Ahmad Bachrun, menegaskan bahwa verifikasi komitmen merupakan salah satu kunci keberhasilan program bantuan sosial bersyarat tersebut.

“Verifikasi komitmen ini bukan untuk mempersulit KPM, tetapi untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan tujuan program,” kata Bachrun.

Ia menjelaskan, pendamping sosial memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan. Para pendamping tidak hanya melakukan verifikasi, tetapi juga memberikan pendampingan, pemantauan, serta pelaporan secara objektif dan akurat kepada pemerintah.

“Pendamping sosial memiliki peran strategis dalam melakukan pendampingan, pemantauan, dan pelaporan secara objektif serta akurat di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bachrun menambahkan bahwa hasil verifikasi komitmen menjadi salah satu dasar dalam evaluasi keberlanjutan kepesertaan keluarga dalam program PKH. Data tersebut juga menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan lanjutan agar bantuan sosial tetap tepat sasaran.

Menurutnya, dengan sistem verifikasi yang berjalan baik, pemerintah dapat memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Bombana menegaskan bahwa verifikasi komitmen tidak semata-mata berfungsi sebagai alat pengendalian program bantuan sosial. Lebih dari itu, proses tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan bagi keluarga penerima manfaat.

Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, KPM diharapkan semakin sadar akan pentingnya pendidikan anak, layanan kesehatan keluarga, serta peningkatan kualitas hidup secara bertahap.

Pemerintah daerah berharap melalui rapat koordinasi ini, seluruh pendamping sosial PKH di Kabupaten Bombana dapat melaksanakan tugas verifikasi komitmen secara optimal, profesional, dan berintegritas. Dengan demikian, pelaksanaan Program Keluarga Harapan di daerah tersebut dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Program PKH sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Melalui pendekatan bantuan sosial bersyarat, program ini tidak hanya memberikan bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku keluarga penerima manfaat agar lebih memperhatikan aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Dengan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pendamping sosial, Program Keluarga Harapan diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Bombana.




Pohon Tumbang Hadang Jalan, Kebersamaan Babinsa dan Warga Jadi Solusi

Bombana, Sultranet.com – Akses jalan Utama di Desa Tembe, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, sempat tertutup akibat pohon tumbang yang dipicu angin kencang dan kondisi tanah yang Labil, Senin (09/02/2026). Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa Desa Tembe Sertu Musriadi bersama Kepala Desa dan warga bergerak cepat melakukan pembersihan.

Babinsa Desa Tembe Sertu Musriadi bersama aparat desa dan masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti membersihkan ranting serta batang pohon yang melintang di jalan. Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan menggunakan mesin senso milik warga.

“Begitu mendapat laporan dari warga, kami langsung turun ke lokasi bersama aparat desa untuk memastikan akses jalan segera terbuka dan tidak membahayakan pengguna jalan,” kata Sertu Musriadi di sela kegiatan.

Ia menambahkan, kerja sama antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan kejadian darurat di wilayah binaan. “Gotong royong seperti ini harus terus kita jaga, karena sangat membantu dalam situasi mendesak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tembe mengapresiasi respon cepat Babinsa dan partisipasi aktif warga dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi yang terbangun menunjukkan kepedulian bersama terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Babinsa dan seluruh warga yang langsung bergerak. Berkat kebersamaan ini, jalan bisa segera dibersihkan dan aktivitas warga kembali normal,” ungkap Kepala Desa.

Melalui kejadian ini, aparat desa bersama Babinsa mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kejadian yang dapat mengganggu keselamatan dan kepentingan umum.