Kerja Bakti di Desa Batuawu Wujudkan Lingkungan Bersih dan Kebersamaan Warga

Bombana, SultraNET.com – Suasana gotong royong tampak kuat di Desa Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana. Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena bersama masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti yang difokuskan pada pembersihan lingkungan desa, termasuk pembersihan lapangan sepak bola yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga.

Kerja bakti tersebut turut dihadiri Camat Kabaena Selatan, Syamsul Hidayat, yang datang bersama jajarannya untuk memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan pentingnya menjaga fasilitas umum.

“Lapangan sepak bola adalah tempat berkumpul warga, jadi sudah seharusnya kita rawat bersama. Gotong royong seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Danramil 1431-02/Kabaena, yang diwakili Peltu Muh. Haris, memimpin anggota dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pembersihan lapangan maupun fasilitas desa lainnya merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial.

“Kami selalu siap berada bersama warga untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Desa Batuawu, Syafruddin, juga hadir bersama perangkat desa sebagai bentuk komitmen membangun desa melalui kegiatan swadaya. Ia memberi apresiasi kepada semua peserta gotong royong.

“Terima kasih kepada Koramil dan seluruh warga. Lapangan sepak bola yang bersih akan membuat anak-anak dan pemuda lebih nyaman berolahraga,” tuturnya.

Kegiatan yang melibatkan warga Desa Batuawu ini berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Pembersihan lapangan sepak bola serta area desa lainnya menunjukkan kuatnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Kerja bakti seperti ini diharapkan terus berlanjut agar fasilitas desa tetap terawat dan hubungan sosial antarwarga semakin erat.




Kodim 1431/Bombana Gelar Penyuluhan Hukum Bagi Prajurit dan Persit

Bombana, SultraNET.com – Kodim 1431/Bombana menggelar kegiatan penyuluhan hukum bagi prajurit, PNS, dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana di Aula Serbaguna Makodim 1431/Bombana, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Jumat (14/11/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Kesadaran Hukum Bagi Prajurit TNI AD, PNS, dan Keluarganya Guna Mendukung Tupok TNI AD.”

Kegiatan penyuluhan dipimpin langsung oleh Kakumdam XIV/Hasanuddin, Kolonel Chk Achmad Sholihien, S.H., M.H., bersama tim hukum di antaranya Kapten Chk Pratiwi Uloli, S.H., Letda Chk Ahmad Yusuf, S.H., dan Sertu Fahmi. Hadir pula Kasdim 1431/Bombana Mayor Arm Bambang Wardiyanto, para perwira staf, Danramil jajaran, personel Kodim, serta pengurus dan anggota Persit.

Dalam sambutannya, Kasdim 1431/Bombana, Mayor Arm Bambang Wardiyanto menekankan pentingnya pemahaman hukum bagi seluruh prajurit.

“Banyak pelanggaran terjadi bukan semata-mata karena niat, tetapi karena kurangnya pemahaman terhadap aturan hukum,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa memahami hukum bermanfaat untuk mencegah pelanggaran sekaligus mengetahui langkah penyelesaian jika masalah terjadi.

Mayor Bambang berharap penyuluhan ini dapat memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh peserta.

“Materi dari tim nantinya menjadi bekal penting untuk meningkatkan kedisiplinan, profesionalitas, dan pemahaman kita dalam menjalankan tugas,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dan memperbaiki diri.

Sementara itu, Kakumdam XIV/Hasanuddin, Kolonel Chk Achmad Sholihien menyoroti pentingnya setiap prajurit dan keluarga memahami batasan hukum dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak harus menjadi sarjana hukum, yang penting tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, pelanggaran sering terjadi karena ketidaktahuan, tekanan ekonomi, hingga ajakan pihak lain” Ungkap Kakumdam

Kolonel Achmad lebih jauh menjelaskan berbagai dampak pelanggaran, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun institusi.

“Pelanggaran itu merugikan semuanya. Mulai dari proses hukum, hilangnya penghasilan, rusaknya nama baik keluarga, hingga tercorengnya citra satuan,” tegasnya.

Di akhir penyampaian, Kolonel Achmad menekankan peran penting istri prajurit dalam menjaga kehormatan dan keharmonisan keluarga.

“Banyak keberhasilan seorang anak berasal dari keteladanan ibunya. Keluarga yang harmonis membuat prajurit lebih kuat dan terhindar dari pelanggaran,” pungkasnya.

Penyuluhan hukum ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun prajurit yang lebih disiplin, cerdas hukum, dan bertanggung jawab. (Pendim)




Dinas Koperasi, UKM dan Ketenagakerjaan Wakatobi Sukses Gelar Pelatihan Pengurus Koperasi Desa Merah Putih

Wakatobi, sultranet.com — Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Wakatobi bekerja sama dengan perwakilan Dinas Koperasi Provinsi Sulawesi Tenggara sukses menggelar pelatihan peningkatan kapasitas pengurus Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 November 2025, di Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi.

Pelatihan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kemampuan pengurus koperasi dalam mengelola organisasi secara profesional. Materi yang disampaikan meliputi strategi bisnis koperasi, pengelolaan keanggotaan, administrasi kelembagaan, penyusunan rencana bisnis, hingga mitigasi risiko usaha.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Wakatobi, Haswan Rahim, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendorong koperasi di Wakatobi agar tumbuh mandiri dan berdaya saing.

“Ilmu yang diberikan selama tiga hari ini sangat penting, mulai dari teknis perkoperasian hingga penyusunan rencana bisnis dan proposal usaha. Semua dibahas secara tuntas, tinggal bagaimana para peserta mempraktikkannya di lapangan,” ujar Haswan.

Selain menjadi ajang pembelajaran, pelatihan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum mempererat silaturahmi antar-pengurus koperasi di wilayah Wakatobi. Para peserta saling bertukar pengalaman, berbagi ide, dan mendiskusikan berbagai kendala teknis yang dihadapi di lapangan, khususnya oleh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menariknya, kegiatan tidak hanya berisi sesi teori. Peserta juga dilatih secara langsung melalui praktik pembuatan model pembukuan keuangan koperasi, sehingga mereka dapat memahami cara mengelola laporan keuangan secara transparan dan akuntabel.

Kegiatan ini telah diikuti oleh 84   peserta dipulau Wangi-wangi dan Runduma, yang terdiri dari 2 orang dari masing-masing KDKMP  secara umum 2 orang per KDKMP. Panitia kegiatan juga menyisir empat pulau lainnya untuk dilakukan kegiatan yang sama.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan para pengurus Koperasi Desa Merah Putih dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dan menjadikannya pondasi awal untuk mengembangkan koperasi yang lebih maju, modern, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan anggota serta masyarakat sekitar.




Linmas Toburi Dan Babinsa Koramil 1431-03/Poleang Kompak Jaga Keamanan Desa

Bombana, Sultranet.com – Untuk menjaga situasi aman dan kondusif di wilayahnya, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang bersama anggota Linmas Desa Toburi melaksanakan patroli keamanan dan siskamling di Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Kamis malam (6/11). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Patroli tersebut menyasar dua dusun, yaitu Dusun Rarongkoku dan Dusun Tumbuh Subur. Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Serka Zainal, mengatakan bahwa patroli rutin ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah.

“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman beraktivitas, terutama pada malam hari. Kehadiran Babinsa di lapangan juga untuk mempererat silaturahmi dengan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Sertu Sinda menjelaskan bahwa kegiatan patroli tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan kebersamaan dengan masyarakat.

“Melalui patroli, kami bisa berdialog langsung dengan warga, mendengar masukan mereka, serta mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan bersama,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Serda Muliadi menambahkan bahwa sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman di desa.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tugas bersama seluruh warga. Dengan bergotong royong, kita bisa mencegah potensi gangguan sejak dini,” ungkapnya.

Satu orang anggota Linmas Desa Toburi, Andi Amir, yang mengapresiasi langkah Babinsa.

“Kami merasa senang dan lebih tenang dengan adanya patroli bersama ini. Kehadiran Babinsa menambah semangat kami untuk menjaga keamanan desa,”* pungkasnya.




Pemkab dan Forkopimda Bombana Gelar Apel Siaga Bencana 2025

Bombana, sultranet.com — Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Pemerintah Kabupaten Bombana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025, Selasa (4/11/2025), di halaman Kantor Polres Bombana.

Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut diikuti oleh personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, serta perwakilan dari Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Kabupaten Bombana.

Apel siaga ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan Bombana tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana, baik alam maupun non-alam.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Bombana, menyampaikan bahwa apel ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penting untuk memastikan seluruh elemen daerah siap bergerak cepat jika bencana terjadi.
“Bencana bisa datang kapan saja. Karena itu, kesiapsiagaan, sinergi, dan koordinasi lintas instansi harus selalu kita perkuat,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama Forkopimda memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi masyarakat dari berbagai ancaman bencana, terutama menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang kian tak menentu. Ia menegaskan pentingnya pelatihan rutin dan peningkatan kemampuan personel di lapangan.
“Kita tidak boleh lengah. Tugas utama kita adalah memastikan keselamatan masyarakat melalui langkah antisipatif dan respon cepat,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi dalam arahannya menekankan pentingnya keterpaduan lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat. Ia menyebut bahwa kekompakan antarinstansi menjadi faktor utama keberhasilan dalam penanggulangan bencana.
“Kolaborasi menjadi kunci. Kita harus bergerak bersama, cepat, dan tepat agar penanganan bencana berjalan efektif,” tegasnya.

Wisnu juga menekankan perlunya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana, seperti menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, dan berhati-hati dalam aktivitas di daerah rawan banjir dan longsor.

Kegiatan apel ini turut diisi dengan pengecekan langsung kesiapan personel, peralatan tanggap darurat, kendaraan operasional, serta simulasi penanganan bencana. Langkah ini menjadi bentuk konkret kesiapan pemerintah dan aparat dalam menghadapi musim hujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Selain jajaran Forkopimda, apel juga diikuti oleh sejumlah kepala OPD, camat, serta unsur masyarakat dan relawan kebencanaan. Semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab sosial tampak kuat dalam kegiatan tersebut, mencerminkan tekad bersama mewujudkan Bombana yang aman, tangguh, dan siap siaga menghadapi setiap situasi darurat.

Apel kesiapsiagaan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk menciptakan sistem tanggap darurat yang cepat, terukur, dan efektif, sekaligus membangun budaya sadar bencana di Kabupaten Bombana.

Wabup Ahmad Yani: “Bencana bisa datang kapan saja, kesiapsiagaan harus jadi budaya.”
Pemkab dan Forkopimda Bombana gelar apel siaga bencana 2025 di halaman Polres Bombana, wujud nyata komitmen bersama untuk mewujudkan Bombana yang tangguh dan aman dari bencana.




KKKB serahkan Pernyataan Sikap Kepada Bupati, Tegas Motif Rapa Dara adalah Simbol Budaya Moronene

Bombana, sultranet.com – Kerukunan Keluarga Kabaena Bombana (KKKB) menyerahkan pernyataan sikap resmi langsung kepada Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si sebagai betuk sikap terhadap dinamika penggunaan motif Rapa Dara yang sempat menjadi polemik di sebagian masyarakat Bombana, Minggu (19/10) malam

Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung di Rujab Bupati Bombana, yang terletak di Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah.

Kehadiran para tokoh asal Pulau Kabaena sebagai bentuk dukungan terhadap motif Rapa Dara sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Moronene.

Ketua KKKB Bombana, Drs. Mohamad Subur, M.Si, menjelaskan pernyataan sikap tersebut merupakan hasil musyawarah para tokoh masyarakat, budayawan, dan intelektual muda asal Kabaena di Rumbia, Kamis (15/10/2025) lalu.

Dalam pernyataannya, KKKB menilai motif Rapa Dara bukan sekadar corak kain, melainkan simbol yang sarat makna dan mencerminkan ketangguhan, kepekaan, serta nilai-nilai luhur budaya Moronene, khususnya di Pulau Kabaena.

“Motif Rapa Dara adalah simbol sarat makna yang layak dikembangkan dan dilestarikan sebagai karya budaya kontemporer. Ia mencerminkan identitas serta nilai luhur masyarakat Moronene Pulau Kabaena,” ujar Ketua KKKB, Drs. Mohamad Subur, M.Si.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan sikap ini lahir dari keinginan menjaga persatuan di tengah dinamika perbedaan pendapat mengenai motif Rapa Dara. Ia menegaskan, masyarakat Moronene jangan mudah terpecah hanya karena pandangan segelintir pihak.

 “Pernyataan ini lahir karena kita menginginkan agar suku Moronene jangan karena segelintir orang yang mau memecah belah kita. Kita sudah suku yang kecil, jangan sampai menjadi lebih kecil lagi. Bagaimana dengan Kabaena kalau kita terus terpecah?” ungkapnya.

Subur juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Kabaena, untuk tidak mudah berasumsi tanpa memahami sejarah dan makna budaya. Ia menilai generasi 1980-an ke atas banyak yang belum mengenal langsung nilai-nilai tradisi masa lampau, sehingga penting untuk berdialog dengan para penyintas budaya yang masih hidup.

“Bagi keluarga yang tidak paham, berdiskusilah dan bertanyalah kepada penyintas budaya yang masih melewati masa-masa itu. Kita berharap lahir generasi milenial Moronene yang bisa mengangkat kearifan lokal agar menjadi referensi bagi generasi mendatang,” harapnya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya membutuhkan bukti dan catatan sejarah yang kuat. Karena itu, KKKB mengapresiasi tumbuhnya penulis-penulis Moronene yang berani menulis tentang warisan budaya leluhur sebagai rujukan generasi berikutnya.

“Kita ingin suasana tetap sejuk boleh berbeda pendapat, tetapi tidak boleh berbeda dalam tujuan,” tegasnya.

Dalam Pernyataan Sikapnya, KKKB juga menegaskan bahwa motif Rapa Dara telah memiliki hak kekayaan intelektual (HAKI) yang diakui secara sah oleh negara. Motif ini dinilai sejalan dengan visi-misi Bupati Bombana dalam pengembangan kebudayaan daerah, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Melalui surat resmi tertanggal 17 Oktober 2025 yang ditujukan kepada Bupati Bombana, KKKB meminta pemerintah daerah dan DPRD agar bersikap arif dan bijak dalam menilai motif Rapa Dara sebagai karya budaya yang memperkaya keberagaman Bombana, bukan sumber perpecahan.

Dalam kesempatan itu, para tokoh Kabaena juga menyesalkan adanya larangan terhadap penggunaan motif Rapa Dara dalam kehidupan sosial masyarakat. Mereka menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan semangat falsafah adat Moronene yang menjunjung tinggi persaudaraan dan saling menghormati.

Mereka mengingatkan kembali pesan leluhur Moronene:

 “Meka to Towaani” (saling menghargai), “Meka ma Masiako” (saling menyayangi), “Mekasuu Suungi” (saling bahu membahu), dan “Mekauda Udaniako” (saling mengingatkan).

Pernyataan sikap itu ditutup dengan doa dan pesan damai agar seluruh masyarakat Moronene tetap menjaga kebersamaan dan memperkuat persaudaraan.

“Semoga pernyataan ini menjadi penyejuk dan perekat bagi seluruh To Moronene dalam bersikap dan bertindak. Kabaena juga Moronene,” demikian bunyi penutup dalam pernyataan sikap tersebut.

Pernyataan Sikap lengkap dapat di unduh dibawah ini.

PEDRNYATAAN SIKAP KKKB




Lepas Sambut Dandim 1431/Bombana, Wujud Kebersamaan dan Semangat Pengabdian

Bombana, SultraNET.com – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai acara lepas sambut Komandan Kodim 1431/Bombana yang digelar di Aula Serbaguna Kodim 1431/Bombana, Minggu (19/10/2025) Acara ini menandai pergantian kepemimpinan dari Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P kepada Letkol Arm Mulyadi, S.H, sekaligus peralihan peran Ketua Persit KCK Cabang LXIV dari Ny. Rafika Andi Irfandi kepada Ny. Teti Mulyadi.

Acara berlangsung khidmat di tengah kebersamaan personel jajaran Kodim 1431/Bombana dan Persit KCK Cabang LXIV. Turut hadir pula para perwira di jajaran Kodim, antara lain Mayor Arm Bambang Wardiyanto (Kasdim 1431/Bombana), Kapten Inf Nyoman Admika (Pasi Ops), Kapten Inf Mustafa (Pasi Pers), Kapten Cba Heri Iswanto (Pasi Log), Kapten Inf Sulistianto (Pasi Ter), Kapten Inf Syafaruddin (Danramil 01/Rumbia), Kapten Inf Efendi (Danramil 02/Kabaena), Kapten Inf Dahlan (Danramil 03/Poleang), dan Letda Inf Muslimin (Pa Sandi).

Dalam sambutannya, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh personel atas kerja sama dan dedikasi selama dirinya menjabat.

“Sampai detik ini kita masih bisa bersama dalam kebersamaan dan kekompakan. Meski banyak keterbatasan, kita mampu melewatinya dengan semangat dan tekad yang kuat, sesuai denganmotto “Inai Wonua Sipurennu Ri Dewata, Cinta Tanah Air, Bersatu dalam Kebersamaan” ujarnya dengan nada haru.

 

Ia juga berpesan agar segala hal baik yang telah dibangun selama kepemimpinannya dapat diteruskan oleh prajurit dan anggota Persit.

“Apa yang baik dilanjutkan, dan yang kurang baik tidak perlu diteruskan. Kepada seluruh anggota, saya berharap teruslah mendukung Dandim dan Ketua Persit yang baru dalam menjalankan tugas ke depan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Letkol Andi Irfandi mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Bombana yang selama ini telah memberikan dukungan dan kerja sama yang baik terhadap Kodim 1431/Bombana.

“Pemerintah daerah selalu memberikan perhatian yang luar biasa. Kami sangat berterima kasih atas sinergi yang terjalin selama ini,” tuturnya.

 

Menutup sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dan doa restu untuk melanjutkan pengabdian di tempat tugas yang baru.

“Secara pribadi dan keluarga, saya mohon maaf apabila selama dua tahun kurang sebelas hari ada kekhilafan. Mohon doa agar kami bisa melanjutkan tugas dengan baik di tempat yang baru,” katanya menutup sambutan dengan senyum hangat.

Sementara itu, pejabat baru Dandim 1431/Bombana, Letkol Arm Mulyadi, S.H, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan kepadanya dan keluarga. 

“Kami berterima kasih telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kodim 1431/Bombana. Semoga kami bisa beradaptasi dengan cepat dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Letkol Mulyadi juga menyampaikan apresiasi kepada Letkol Inf Andi Irfandi dan istri atas dedikasi selama menjabat.

“Kami ucapkan selamat bertugas di tempat baru, semoga senantiasa diberi kesehatan dan kesuksesan. Mari kita lanjutkan semangat dan kebersamaan yang sudah terbangun di satuan ini,” tutupnya dengan penuh semangat dan harapan.




Danrem 143/HO Pimpin Sertijab Dua Dandim, Tekankan Pentingnya Regenerasi dan Pengabdian Prajurit

Kendari, Sultranet.com – Suasana khidmat menyelimuti Makorem 143/HO di Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sabtu pagi. Dalam upacara yang berlangsung penuh wibawa dan kebersamaan itu, dilaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dua Komandan Kodim di jajaran Korem 143/HO, yakni Dandim 1417/Kendari dan Dandim 1431/Bombana. Sabtu, (18/10/2025).

Upacara tersebut menandai beralihnya jabatan Dandim 1417/Kendari dari Kolonel Inf Herry Indrianto, S.I.P. kepada Letkol Arm Danny Arianto Pardamean Girsang, S.Sos., M.Han., serta jabatan Dandim 1431/Bombana dari Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P. kepada Letkol Arm Mulyadi, S.H. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 143/HO Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, S.I.P., M.Han. dan dihadiri sekitar 100 personel jajaran Korem 143/HO serta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD XIV/Hasanuddin.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ny. Emma R. Wahyu Sugiarto selaku Ketua Persit Korcab KCK Korem 143/HO PD XIV/Hasanuddin, Kolonel Czi Lukman Nurhakim, S.Sos., M.M. (Kasiren), Kolonel Inf Erwinsyah Taupan, S.H., M.Si. (Kasiops), Kolonel Inf Octavian Englala, P. (Kasi Intel), serta para Dandim jajaran Korem 143/HO dan Komandan Satuan Balak Rem. Kehadiran mereka menjadi wujud dukungan dan kebersamaan antar satuan dalam proses regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Darat.

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas terlaksananya kegiatan Sertijab yang berjalan tertib dan penuh kekeluargaan.

“Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat-Nya, kita dapat melaksanakan serah terima jabatan ini dalam suasana tertib dan penuh kekeluargaan,” ucapnya.

Danrem 143/Ho Serahkan Tongkat Komando Kodim 1431/Bombana Letkol Arm Mulyadi, SH.
Danrem 143/Ho Serahkan Tongkat Komando Kodim 1431/Bombana Kepada Letkol Arm Mulyadi, SH.

Danrem menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD yang bertujuan untuk penyegaran dan pembinaan karier prajurit.

“Alih tugas dan mutasi jabatan adalah hal yang biasa dalam organisasi. Tujuannya untuk penyegaran dan kesinambungan kaderisasi agar pengabdian tetap terjaga dengan optimal,” jelas Brigjen Wahyu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, atas dedikasi dan tanggung jawabnya selama menjabat Dandim 1431/Bombana. Menurutnya, keberhasilan satuan Korem 143/HO selama ini tidak lepas dari kinerja para Dansat di bawah komandonya.

“Keberhasilan Korem 143/HO tidak terlepas dari kerja keras Dansat jajarannya. Saya ucapkan terima kasih kepada Letkol Andi Irfandi atas pengabdian dan prestasinya selama ini,” tutur Danrem.

Kepada pejabat baru, Letkol Arm Mulyadi, S.H., Danrem berpesan agar terus menjaga kepercayaan pimpinan dan meningkatkan sinergi bersama pemerintah daerah serta masyarakat.

“Jabatan Dandim adalah jabatan strategis yang memiliki peran penting dalam pembinaan wilayah dan pemberdayaan potensi masyarakat. Gunakan pengalaman Anda untuk membawa Kodim Bombana semakin baik,” pesannya.

Brigjen Wahyu juga menyampaikan penghargaan kepada Ny. Rafika Andi Irfandi atas kesetiaan dan perannya dalam mendukung tugas suami, serta menyambut Ny. Tety Mulyadi untuk melanjutkan pembinaan di jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 1431/Bombana.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ny. Rafika atas kesetiaannya mendampingi suami, dan kepada Ny. Mulyadi, selamat bergabung dan lanjutkan pembinaan yang sudah berjalan baik,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Danrem menegaskan bahwa jabatan Dandim memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan wilayah melalui pembinaan teritorial dan pemberdayaan potensi daerah. Ia juga menyampaikan selamat bertugas kepada pejabat baru.

“Kepada Letkol Arm Mulyadi, saya ucapkan selamat bertugas di jajaran Korem 143/HO. Saya percaya Anda mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Dandim 1431/Bombana dengan baik dan penuh dedikasi,” pungkasnya.

Upacara diakhiri dengan tradisi satuan dan ramah tamah, menandai momen kebersamaan antara pejabat lama dan baru, serta seluruh personel jajaran Korem 143/HO. Momen ini bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan simbol regenerasi, pengabdian, dan komitmen TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan semangat profesional dan humanis. (Pendim)




Bupati Burhanuddin Tinjau Peningkatan Jalan Batuawu–Olondoro, Tegaskan Komitmen Percepatan Infrastruktur Kabaena

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan. Kamis (16/10/2025), Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Wakil Bupati, H. Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., meninjau langsung progres pekerjaan peningkatan jalan Batuawu–Olondoro di Kecamatan Kabaena Selatan. Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kualitas pekerjaan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pulau Kabaena.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati turut didampingi sejumlah kepala perangkat daerah yang berhubungan langsung dengan sektor infrastruktur dan pembangunan. Cuaca cerah dan sambutan hangat masyarakat setempat menambah semangat rombongan untuk melihat dari dekat perkembangan proyek jalan yang menjadi salah satu urat nadi transportasi di wilayah Kabaena Selatan.

Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di Kabaena menjadi prioritas utama pemerintah daerah, mengingat perannya yang sangat vital bagi pergerakan ekonomi dan mobilitas warga. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pengusaha yang telah turut serta membantu pemerintah dalam memperbaiki dan memperkuat konektivitas di Pulau Kabaena.
“Kami memberikan penghargaan kepada para pengusaha yang ikut berkontribusi memperbaiki infrastruktur jalan di Pulau Kabaena,” ujar Bupati.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta merupakan kunci utama dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan. Ia menyebutkan beberapa perusahaan yang telah terlibat langsung dalam membantu peningkatan akses jalan di Kabaena Selatan.
“Saat ini sudah ada tiga perusahaan yang berpartisipasi aktif, yakni PT Tekonindo, PT TBS, dan PT Almharig. Mereka turut berperan dalam pembenahan jalan di wilayah ini,” jelasnya.

Peningkatan ruas jalan Batuawu–Olondoro dinilai strategis karena menjadi jalur utama yang menghubungkan antarwilayah di Pulau Kabaena. Jalan ini tak hanya mempermudah distribusi barang dan hasil pertanian masyarakat, tetapi juga membuka akses lebih luas bagi pelayanan publik dan kegiatan ekonomi lokal.

Bupati Burhanuddin menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan agar seluruh jalan di Pulau Kabaena dapat selesai diperbaiki dan layak dilalui pada tahun 2025. Ia menekankan bahwa kerja sama lintas sektor akan terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Kami menargetkan pada tahun 2025 tidak ada lagi jalan yang berlubang di Pulau Kabaena. Pemerintah daerah bersama pihak swasta akan terus berkoordinasi agar akses jalan semakin baik dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya.

Peninjauan lapangan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana di Pulau Kabaena yang berlangsung selama beberapa hari. Kunjungan ini difokuskan pada penguatan pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, serta pengendalian harga bahan pokok melalui kegiatan pasar murah dan pelayanan kesehatan gratis.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap pembangunan di Pulau Kabaena dapat berjalan merata dan seimbang dengan wilayah daratan. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh warga, tanpa terkecuali, merasakan manfaat langsung dari pembangunan yang terus digalakkan.

Komitmen Bupati Burhanuddin terhadap pemerataan pembangunan menjadi cerminan tekad pemerintah daerah untuk menghadirkan Bombana yang maju, sejahtera, dan berdaya saing hingga ke pelosok pulau.




Kepala Kemenag Wakatobi Tengahi Polemik STAI: Yang Lama Legowo, yang Baru Silakan Mengabdi

Wakatobi, sultranet.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wakatobi, Rahman Ngkaali, turun tangan menengahi persoalan internal yang terjadi di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi. Langkah ini diambil untuk memastikan agar polemik pergantian pimpinan kampus tidak menimbulkan konflik di antara pegawai Kemenag yang turut terlibat dalam pengelolaan kampus tersebut.

Rahman Ngkaali mengungkapkan, dirinya telah memanggil kedua belah pihak untuk duduk bersama membicarakan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

“Karena di dalamnya ada pegawai Kemenag, maka saya panggil untuk membicarakan hal itu secara baik-baik. Tujuannya agar tidak ada kesalahpahaman,” ujarnya.

Ia menegaskan, kedua belah pihak telah sepakat untuk mengakhiri polemik dan menjaga situasi tetap kondusif. Namun, apabila permasalahan terus berlanjut, pihaknya tak segan mengambil langkah tegas.

“Saya sudah sampaikan, yang lama sebaiknya legowo, dan yang baru silakan saja kalau mau mengabdi. Jangan sampai masalah ini mengorbankan nasib mahasiswa,” tegasnya.

Terkait persoalan izin pegawai Kemenag yang turut mengelola kampus, Rahman menilai hal tersebut bukanlah masalah utama selama tanggung jawab kedinasan tetap dijalankan dengan baik.

“Baik pengelola lama maupun baru, selama tugasnya sebagai pegawai Kemenag tetap dijalankan dengan baik, saya kira itu tidak menjadi persoalan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada para pegawai Kemenag yang turut berkontribusi dalam dunia pendidikan di Wakatobi.

“Saya bangga, karena itu langkah positif untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul di daerah ini,” tutup Rahman. (ADM)