Bersama Masyarakat dan Pedagang, Babinsa Koramil 02/Kabaena Gelar Karya Bakti Bersihkan Pasar Sikeli

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena melaksanakan kegiatan karya bakti pembersihan Pasar Sikeli yang berlokasi di Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Senin (6/1). Kegiatan yang dipimpin Serka Jaelani ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus meningkatkan kenyamanan para pengunjung pasar saat berbelanja.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Koramil 02/Kabaena, dipimpin langsung oleh Serka Jaelani, Bhabinkamtibmas Polsek Kabaena Barat yang dipimpin Aipda Rahmat, serta para pedagang pasar yang dikoordinasi oleh Kepala Lingkungan (Kaling), Bapak Daeng Masiga. Seluruh peserta bergotong-royong membersihkan area pasar dari sampah dan kotoran yang dapat mengganggu aktivitas jual-beli.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Pasar Sikeli adalah salah satu pusat aktivitas ekonomi, sehingga penting untuk menjaga kebersihannya agar tetap nyaman bagi semua,” ujar Serka Jaelani.

Daeng Masiga, Kepala Lingkungan yang turut memimpin para pedagang dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selalu mendukung masyarakat. Bersama-sama, kita dapat menciptakan pasar yang bersih dan nyaman,” ucapnya.

Sementara itu, Danramil 1431-02/Kabaena melalui Batuudnya, Peltu Muh. Haris, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kerja bakti ini menunjukkan sinergi yang baik antara TNI, masyarakat, dan aparat terkait. Semoga kegiatan serupa terus berlanjut untuk kebaikan bersama,” tutup Haris.




Personel Babinsa Koramil 03/Poleang Pimpin Karya Bakti Penghijauan di Desa Teppoe

Bombana, Sultranet.com – Personel Koramil 1431-03/Poleang yang dipimpin Pelda Adri menggelar karya bakti penanaman pohon di Dusun Gersamata, Desa Teppoe, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Sabtu (04/01). Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian dan upaya menciptakan lingkungan yang hijau dan bebas polusi, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat.

Aksi penghijauan ini melibatkan Babinsa Koramil 1431-03, termasuk Serma Adri, Sertu Wahid, Koptu Beny Mugiarso, Sertu Jusman, Praka Akmal, dan Kopda Dedi. Kepala Dusun Gersamata, Bapak Suparman, beserta warga desa juga turut berpartisipasi. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat mereka bergotong-royong menanam berbagai jenis pohon yang bermanfaat bagi lingkungan.

 

“Penanaman pohon ini merupakan langkah nyata kami untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan udara yang lebih bersih. Kolaborasi dengan masyarakat adalah kunci suksesnya kegiatan ini,” Ujar Pelda Adri.

Kepala Dusun Gersamata, Bapak Suparman, menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh anak cucu kita di masa depan. Semoga kegiatan seperti ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” ungkapnya penuh harapan.

Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, mengapresiasi semangat masyarakat dalam kegiatan ini.

“Karya bakti seperti ini mencerminkan nilai gotong-royong yang harus terus dijaga. Selain untuk penghijauan, ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” tutupnya dengan penuh optimisme.




Cegah Parit Tersumbat dan Air Menggenang, Babinsa Koramil 02/Kabaena dan Masyarakat Gotong Royong

Bombana, Sultranet.com – Dalam upaya mencegah banjir akibat penyumbatan drainase, Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena yang dipimpin oleh Sertu Baharuddin bersama warga melaksanakan gotong royong pembersihan parit di Lingkungan Tanjung Perak, Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Jumat (3/1). Kegiatan ini bertujuan mengantisipasi genangan air yang dapat merusak lingkungan sekitar.

Sertu Baharuddin menyampaikan bahwa gotong royong ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Pembersihan parit ini sangat penting untuk mencegah penyumbatan yang bisa menyebabkan banjir, terutama di musim hujan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Baharuddin.

 

 

Kepala Lingkungan Tanjung Perak, Bapak Surdin, mengapresiasi inisiatif Babinsa dalam memotivasi warga untuk bergotong royong.

Kegiatan seperti ini sangat membantu kami dalam mengatasi masalah drainase. Kerja sama ini juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ungkap Surdin.

Danramil 1431-02/Kabaena, Kapten Inf Efendi, turut memberikan pandangannya terkait pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik,” tutup Kapten Efendi.

Kegiatan gotong royong ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari warga. Kerja sama antara Babinsa dan masyarakat Lingkungan Tanjung Perak diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari genangan air.




Babinsa Koramil 01/Rumbia dan Masyarakat Kerja Bakti Bersihkan Drainase Cegah Luapan Air

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia yang dipimpin oleh Serda M. Kosim bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti pembersihan drainase di Dusun 2 Desa Tembe, Kec. Rarowatu Utara, Kab. Bombana, Kamis (2/1). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyumbatan saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir, terutama di musim penghujan ini.

Serda M. Kosim menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami bersama masyarakat bergotong royong membersihkan drainase agar aliran air tetap lancar. Hal ini penting untuk menghindari luapan air yang dapat merugikan warga,” ujarnya.

 

Kepala Dusun Tamsir juga memberikan apresiasi atas inisiatif Babinsa dalam mempelopori kerja bakti ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa atas dukungannya. Kebersamaan seperti ini memberikan semangat bagi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ungkap Tamsir.

Sementara itu, Danramil 1431-01/Rumbia Kapten Inf Syafaruddin menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara TNI dan masyarakat.

“TNI hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi permasalahan lingkungan. Kami berharap kerja bakti ini dapat menjadi kebiasaan positif yang terus dilakukan,” tutup Syafaruddin.

Dengan pembersihan drainase tersebut, warga Desa Tembe berharap lingkungan mereka tetap aman dari banjir, sekaligus menciptakan suasana desa yang lebih bersih dan sehat.




Ciptakan Pasar yang Bersih dan Sehat, Babinsa Jajaran Koramil 02/Kabaena Bersihkan Pasar Desa Toli-Toli

Bombana, SutraNET. | – Dalam upaya menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan sehat, Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena bersama masyarakat menggelar kegiatan Karya Bakti di Pasar Desa Toli-Toli, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Selasa (31/12). Dipimpin oleh Peltu Arlaan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan bagi para pedagang dan pengunjung pasar.

Peltu Arlaan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Babinsa dan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

“Karya Bakti ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga menjadi bentuk sinergi kami dengan masyarakat untuk menjaga kenyamanan pengunjung pasar,” ujarnya.

Kepala Dusun Bahari 1, Akbar, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Kolaborasi antara masyarakat dan Babinsa sangat penting untuk menciptakan pasar yang bersih dan nyaman. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap Akbar.

Sementara itu, Danramil 1431-02/Kabaena melalui Batuud Peltu Muh. Haris menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta.

“Kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Semoga menjadi contoh bagi wilayah lain,” kata Peltu Haris.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Toli-Toli diharapkan semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di tempat-tempat umum seperti pasar, demi mendukung kesehatan dan kenyamanan bersama. (PEN)




Begini Sikap Kejari Wakatobi Soal Beredarnya Rekaman Dugaan Pemerasan

Wakatobi, Sultranet.com – Rekaman dugaan pemerasan oleh oknum anggota Polres Wakatobi terhadap saksi dalam Pemilu 2024 kini menjadi perbincangan hangat. Rekaman tersebut bahkan mencatut nama Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi, yang kini turut bersikap atas kabar ini.

Melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Deni Mulyawan, Kejari Wakatobi menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui adanya rekaman tersebut.

“Menyikapi rekaman yang diduga melibatkan Insan Adhyaksa dari Wakatobi, kami menanganinya sesuai SOP. Kami telah melaporkan secara lisan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan tinggal menunggu arahan lebih lanjut,” ujar Deni, Senin (30/12/2024).

Deni menjelaskan, pihaknya akan menunggu keputusan dari Kejati terkait apakah rekaman yang menghebohkan publik itu akan dilaporkan secara resmi atau tidak. Jika diperlukan, Kejari Wakatobi siap membuat laporan khusus dan mengklarifikasi pihak-pihak terkait.

“Waktunya belum jelas, yang jelasnya akan dimintai klarifikasi,  bukan hanya oknum yang disebutkan disitu tetapi tim Gakumdu pasti diklarifikasi terkait apakah tim Gukumdu ini tau atau tidak peristiwa itu atau hanya dibawa bawa saja, kan kami nda tau,” ungkapnya.

Meski merasa kaget dengan mencuatnya kasus ini, Deni menegaskan bahwa asas praduga tak bersalah harus tetap dikedepankan.

“Inikan masih dugaan, nah untuk membuat terang ini peristiwa, membutuhkan alat bukti salah satunya klarifikasi,” tambahnya.

Diketahui, rekaman yang viral di media sosial tersebut mencatut nama salah satu pejabat di Kejaksaan Negeri Wakatobi, yaitu Kasi Pidum. Namun, dalam tim Gakkumdu Pemilu sebelumnya, ada enam orang yang ditunjuk untuk mewakili Kejari.

Kejaksaan Negeri Wakatobi menegaskan akan bekerja sama penuh untuk mengungkap fakta sebenarnya dari kasus ini dan memastikan nama lembaga tidak disalahgunakan. Pihaknya bakal terlebih dahulu melakukan klarifikasi internal dan kendati juga diperlukan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan pihaknya akan siap.

“Kami harus siap kalau diminta klarifikasi,”tegasnya.




Mayjen TNI Windiyatno Resmi Menjabat Sebagai Pangdam XIV/Hsn

Jakarta, SultraNET.|– Mayjen TNI Windiyatno resmi menjabat sebagai Pangdam XIV/Hasanuddin, menggantikan Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun, S.I.P., usai dilantik oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, M.Sc., melalui serah terima jabatan digelar di Markas Besar TNI AD (Mabesad), Jakarta Pusat, Senin (30/12/2025). 

Sebelumnya, Mayjen TNI Windiyatno menjabat sebagai Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Dansecapaad), sedangkan Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun, S.I.P., kini mengemban tugas baru sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Kasad juga memimpin Sertijab terhadap tujuh pejabat tinggi lainnya di lingkungan TNI Angkatan Darat, diantaranya Dankodiklatad, Pangkostrad, Pangdam VI/Mulawarman, Pangdam XII/Tanjungpura, Pangdam XIII/Merdeka, Dansecapaad dan Danpusintelad.




Bersama Masyarakat, Babinsa Koramil 01/Rumbia Gelar Gotong Royong Bersihkan Parit di Desa Pasare Apua

Bombana, SultraNET. | – Desa Pasare Apua, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, menjadi lokasi pelaksanaan gotong royong pembersihan parit yang digelar Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama masyarakat setempat, Senin (30/12). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan fungsi drainase demi mencegah genangan air di musim hujan.

Serka Wahab menjelaskan bahwa pembersihan parit ini merupakan bentuk kepedulian Babinsa bersama masyarakat terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memastikan aliran air lancar sehingga tidak menyebabkan banjir. Semoga kerja sama ini terus terjalin demi menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih,” ujarnya.

Kepala Dusun 1 Desa Pasare Apua, Suba R., turut mengapresiasi inisiatif ini. “Saya sangat senang dengan gotong royong ini. Selain membuat aliran air lebih lancar, kegiatan ini juga mempererat hubungan masyarakat dengan Babinsa,” ungkapnya penuh rasa syukur.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk menghindari luapan air yang dapat merusak sawah maupun jalan desa.

“Gotong royong ini menjadi langkah nyata menjaga lingkungan. Semoga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam aksi serupa,” pungkasnya.

Kerja sama Babinsa dan masyarakat Desa Pasare Apua ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi desa-desa lain untuk menjaga lingkungan melalui kegiatan gotong royong yang berkelanjutan.




Berikan Manfaat untuk Kelestarian Alam, Babinsa Koramil 03/Poleang Bersama Warga Tanam Pohon Penghijauan

Bombana, SultraNET. | – Dalam rangka menjaga kelestarian alam dan menciptakan lingkungan yang sejuk, personel Koramil 1431-03/Poleang yang dipimpin oleh Babinsa Poleang Tengah, Serda Justang, melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Desa Leboea, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana. Minggu, (28/12). Kegiatan ini bertujuan mengembalikan fungsi daerah resapan air sekaligus meminimalisir risiko banjir.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Serda Sholikin, Koptu Ardiyanto, dan Serda Fardin dari Koramil 1431-03/Poleang, serta tokoh masyarakat Bapak Imran, kepala dusun, dan warga setempat. Sebanyak 50 pohon terdiri dari pohon nangka dan jati ditanam secara gotong royong di berbagai titik yang strategis.

Babinsa Koramil 03/Poleang, Serda Justang, menngtakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kecintaan terhadap alam.

“Penanaman pohon ini adalah langkah nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik secara ekologis maupun estetis,” ujar Serda Justang.

 

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Leboea, Bapak Imran, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Babinsa dan warga.

“Saya sangat senang melihat semangat gotong royong seperti ini. Dengan bekerja bersama-sama, kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam semangat kebersamaan dan tanggung jawab terhadap alam,” kata Imran.

Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, menegaskan bahwa kegiatan penghijauan ini sejalan dengan komitmen TNI dalam mendukung pelestarian lingkungan.

“Program ini tidak hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan. Dengan terus melaksanakan kegiatan semacam ini, kita menjaga ekosistem tetap seimbang dan mendukung kehidupan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Leboea dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjaga lingkungan melalui penghijauan. Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.




Dugaan Pemerasan oleh Oknum Polisi di Wakatobi Viral, Kejaksaan dan Pengadilan Dicatut

Wakatobi, Sultranet.com – Rekaman suara dugaan pemerasan oleh oknum polisi di Wakatobi menghebohkan publik setelah viral di media sosial. Rekaman berdurasi 13 menit 2 detik itu memperdengarkan percakapan seorang oknum polisi, diduga Aiptu Suwandi, yang mencatut nama tiga lembaga hukum, Kepolisian, Kejaksaan, dan pengadilan, untuk menekan korban agar menyerahkan sejumlah uang.

Kapolres Wakatobi, AKBP Dodik Totok Subiantoro, S.Ik, mengonfirmasi keaslian rekaman tersebut dan mengakui bahwa suara tersebut adalah milik personel Polres Wakatobi. Saat kejadian, Aiptu Suwandi menjabat sebagai Kaurmin dan penyidik di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Kini, ia bertugas di Biro Operasi Polres Wakatobi.

“Rekaman suara yang beredar dua hari lalu kami akui itu milik Aiptu Suwandi. Saat itu, ia menjabat sebagai Kaurmin. Sekarang, ia bertugas di Biro Ops Polres Wakatobi,” jelas Kapolres saat dikonfirmasi, Jumat (27/12/2024).

Korban Pemerasan dan Dugaan Tindak Lanjut

Korban yang dikenal dengan inisial M adalah seorang anggota Panwascam Wangi-Wangi Selatan dan saksi dalam kasus dugaan penggelembungan suara Pilcaleg Pemilu 2024. Kasus ini melibatkan tiga anggota PPK, yakni Fajar Manyingsing, Salam Aziz Wole, dan Sumardin, yang sebelumnya dilaporkan oleh seorang kader partai PKS dengan nomor laporan 001/Reg/LP/PL/Kab/28.10/III/2024.

M mengaku bahwa dirinya tidak berniat merekam pada awalnya. Namun, setelah merasa diperlakukan di luar prosedur pemeriksaan, di mana ia diminta menyerahkan uang dengan jumlah hingga ratusan juta rupiah, digeledah, dan HP-nya disita, ia tergerak untuk merekam sebagai bukti.

“Saat pemeriksaan berikutnya, saya menyembunyikan HP untuk merekam percakapan. Ini saya lakukan agar ada bukti atas dugaan pemerasan, termasuk dugaan keterlibatan oknum kejaksaan,” ungkap M.

M juga mengaku bahwa rekaman tersebut diduga diambil dari HP-nya oleh seseorang setelah pemeriksaan. “Rekaman itu mungkin diambil salah satu oknum yang terlibat saat itu. Silakan cari dan buktikan siapa yang menyebarkan,” tambahnya.

Langkah Hukum

Kapolres Wakatobi menegaskan bahwa pihaknya akan memproses baik pemberi maupun penerima dalam dugaan kasus ini.

“Kami sudah memulai proses klarifikasi dan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. Kasi Propam telah diperintahkan untuk memeriksa anggota kami. Selain itu, Kasatreskrim juga diminta untuk mengklarifikasi dan menyinkronkan keterangan dari kedua belah pihak,” ujar Kapolres.

Ia juga menyebutkan bahwa saksi-saksi akan diperiksa, termasuk dugaan keterlibatan oknum kejaksaan dan pengadilan sebagaimana disebut dalam rekaman.

Wakapolres Wakatobi, Kompol I Gede Pranata Wiguna, S.H., S.Ik., M.H., menambahkan bahwa tindakan dugaan pemerasan ini telah melanggar undang-undang dan kode etik kepolisian.

“Tindakan oknum ini akan diproses sesuai kode etik kepolisian, sebagaimana diatur dalam Perkapolri Nomor 7 Tahun 2022,” tegas Wakapolres.

Viral di Media Sosial

Rekaman suara ini pertama kali muncul di akun Facebook bernama Adagium Hukum, yang kemudian menyebar luas dan menuai berbagai reaksi dari publik. Kasus ini menambah sorotan terhadap profesionalisme institusi penegak hukum di Wakatobi.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan sesuai hukum yang berlaku. Public trust atau kepercayaan masyarakat menjadi hal yang dipertaruhkan dalam kasus ini.