Cegah Banjir, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Kerja Bakti Pembersihan Drainase di Desa Lakomea

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama Pemerintah Desa Lakomea dan masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan drainase di Desa Lakomea, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sabtu, (19/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya banjir saat musim hujan dengan menjaga kelancaran aliran air.

Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Kepala Desa Lakomea, Effendi S.IP, Sekretaris Desa Andaysno S.Pd, Kepala Dusun 1 Warno, serta Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia yaitu Serka M. Saleh, Serda Sambas, dan Serda Asis. Tak ketinggalan, sekitar 15 orang masyarakat Desa Lakomea turut berpartisipasi.

Babinsa Lakomea, Serda Sambas, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap lingkungan.

“Kami ingin memastikan drainase di desa ini tidak tersumbat sehingga bisa mencegah banjir di musim hujan. Kerja bakti ini juga sebagai upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan agar desa terhindar dari masalah banjir,” ujarnya.

Kepala Desa Lakomea, Effendi S.IP, juga memberikan apresiasi kepada Babinsa atas inisiatif kegiatan ini. “Saya berterima kasih kepada Babinsa yang telah membantu dalam upaya penghijauan dan kebersihan desa. Keterlibatan TNI dalam kegiatan ini sangat membantu desa kami dalam menjaga lingkungan,” Pungkasnya.




Pj Gubernur Sultra Tegaskan Netralitas ASN Berlaku 24 Jam

Baubau, sultranet.com – Menjelang Pilkada Serentak 2024 yang tinggal 39 hari lagi, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto, kembali menegaskan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini disampaikan dalam pertemuan bersama ASN di Aula Palagimata, Kantor Wali Kota Baubau, Kamis (18/10/2024). Kegiatan tersebut diikuti oleh ASN dari Pemerintah Kota Baubau, Pemerintah Kabupaten se-Kepulauan Buton, serta 17 kabupaten/kota lainnya di Sultra secara virtual.

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur mengingatkan bahwa netralitas ASN tidak hanya berlaku saat jam kerja, tetapi juga sepanjang waktu. “Sebagai ASN, atribusi melekat kepada kita selama 24 jam. Netralitas adalah prinsip yang harus dijunjung tinggi setiap saat, baik dalam tugas formal maupun kehidupan sehari-hari,” tegas Andap.

Ia menekankan bahwa netralitas ASN berarti bekerja secara adil, objektif, tidak berpihak, dan profesional, tidak hanya dalam aspek politik, tetapi juga dalam pelayanan publik dan pengambilan kebijakan.

Pj Gubernur Sultra juga mengungkapkan bahwa tingkat pelanggaran netralitas ASN di wilayahnya masih cukup tinggi, menjadikan Sultra salah satu provinsi yang mendapat perhatian khusus secara nasional. Berbagai pelanggaran yang sering terjadi, menurutnya, meliputi keterlibatan dalam kampanye, keberpihakan kepada salah satu pasangan calon (paslon) melalui media sosial, penggunaan fasilitas negara untuk mendukung paslon, hingga foto bersama paslon dengan simbol tangan tertentu.

“Data menunjukkan pelanggaran netralitas ASN sebagian besar didorong oleh ikatan persaudaraan sebesar 50,76%, kepentingan karir 49,72%, kesamaan latar belakang 16,84%, hutang budi 9,50%, dan tekanan dari paslon sebesar 7,48%,” paparnya.

Sebagai upaya pencegahan, Andap mengingatkan agar ASN mematuhi Surat Edaran (SE) Gubernur Sultra No. 200.2.1/6589 Tahun 2023 dan SE No. 200.2.1/1743 Tahun 2024. Kedua SE tersebut mengatur tentang kewajiban menjaga netralitas sesuai dengan Undang-Undang No. 20/2023 tentang ASN, serta memberikan panduan mengenai sanksi bagi pelanggar.

Andap juga memperkenalkan metode pengawasan netralitas ASN melalui pendekatan 4-CO: Compliance Role, Consultative, Coordination, dan Corrective Role. “Pendekatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penyelenggaraan Pilkada yang bersih dan demokratis,” ujarnya.

Pj Gubernur mengakhiri arahannya dengan ajakan kepada ASN untuk terus menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas dalam melaksanakan tugas. “Kita harus membuktikan bahwa ASN memiliki komitmen tinggi dalam menjaga netralitas serta mendukung suksesnya Pilkada yang damai dan bermartabat,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh Pj. Wali Kota Baubau Rasman Manafi, Pj. Bupati Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Kolaka, Kolaka Utara, Plt. Bupati Wakatobi, Wakil Bupati Buton Utara, Forkopimda Kota Baubau, serta perwakilan ASN dari seluruh kabupaten/kota di Sultra.




Koramil 1431-03/Poleang Laksanakan Karya Bakti Penanaman Pohon sebagai Upaya Penghijauan

Bombana, SultraNET. | – Personel Koramil 1431-03/Poleang melaksanakan kegiatan penanaman pohon di Desa Poleonro, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana, sebagai upaya penghijauan untuk mencegah banjir. Kegiatan ini Dipimpin oleh Serda Justang, kegiatan ini dilakukan di lahan kosong yang berada di desa tersebut dengan tujuan mengembalikan fungsi alam. Jumat, (18/10/2024)

Serda Justang, Babinsa Poleonro, menyampaikan bahwa penghijauan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah bencana banjir yang sering terjadi di musim hujan.

“Kami berharap, dengan adanya penghijauan ini, kita bisa membantu meminimalisir dampak banjir dan mengembalikan fungsi hutan sebagai penyerap air,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Talibe salah Seorang Tokoh Masyarakat mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada Koramil 1431-03/Poleang atas inisiatif penanaman pohon ini.

“Kami sangat berterima kasih atas peran Babinsa dalam menjaga lingkungan kami. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini sangat positif,” Ungkap bapak Talibe.

Lettu Inf Dahlan, Danramil 1431-03/Poleang, juga memberikan komentarnya terkait kegiatan ini. Ia mengatakan, “Karya bakti penanaman pohon ini merupakan bagian dari program kami untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk peduli terhadap pentingnya penghijauan.”

Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan Desa Poleonro dan sekitarnya, serta mengurangi risiko bencana alam di masa mendatang. (PEN)




Pj Gubernur Sultra Dorong Pelestarian Tenun dan Pengembangan UMKM di Masalili

Muna, sultranet.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto, mengunjungi Kampung Tenun Masalili, Kabupaten Muna, pada Kamis (17/10/2024), sebagai bagian dari agenda kerja dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam kunjungan tersebut, Pj Gubernur menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun khas Masalili yang melibatkan pewarnaan, pemintalan benang, hingga penenunan. Semua proses dilakukan secara tradisional, menjadikan kain tenun Masalili sebagai salah satu warisan budaya Sulawesi Tenggara yang bernilai seni tinggi.

“Kampung Tenun Masalili adalah pusat budaya dan ekonomi kreatif dengan potensi luar biasa. Kerajinan ini bukan hanya warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat setempat. Kita harus terus mendukung UMKM berbasis budaya seperti ini agar lebih dikenal secara luas,” ujar Andap.

Kampung Tenun Masalili dikenal sebagai sentra produksi kain tenun tradisional di Kabupaten Muna. Dengan sekitar 300 penenun yang aktif, kain tenun Masalili memiliki ciri khas unik dari segi motif dan teknik pengerjaannya. Menggunakan alat tradisional, produk tenun ini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dan menjadi kebanggaan masyarakat Muna.

Pj Gubernur menambahkan, dukungan pemerintah dalam bentuk promosi dan penguatan kapasitas pelaku UMKM sangat penting untuk mendorong produk unggulan seperti kain tenun agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar nasional bahkan internasional.

“Kami berharap, melalui promosi yang berkelanjutan, kain tenun Masalili dapat menjadi ikon budaya Sultra sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Muna,” tambahnya.

Selain menyoroti pentingnya pelestarian budaya, Pj Gubernur juga menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia meminta seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk terus mendukung pelaku UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Andap didampingi Penjabat Sementara Bupati Muna, Sekda Kabupaten Muna, Ketua Dekranasda Kabupaten Muna, Camat Kontunaga, Kepala Desa Masalili, dan ibu-ibu PKK setempat. Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Dengan kunjungan ini, diharapkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya di Muna dapat tumbuh lebih pesat, memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, serta memperkuat identitas budaya Sulawesi Tenggara di kancah nasional.




Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena Melaksanakan Karya Bakti Pembersihan Pasar Sentral Sikeli

Bombana, SultraNET. – Dalam upaya menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan sehat, Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena bersama pedagang dan siswa SMAN 02 Bombana melaksanakan kegiatan Karya Bakti di Pasar Sentral Sikeli, Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana. Kamis, (17/10/2024). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelda Suherman dan bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung pasar saat berbelanja.

Kepala Lingkungan Tanjung Perak, Bapak Surdin, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas peran Babinsa dan partisipasi masyarakat serta siswa SMAN 02 Bombana dalam pembersihan pasar ini.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan Babinsa yang terus aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan pasar kami,” ujarnya.

Pelda Suherman dari Koramil 1431-02/Kabaena menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap pasar bisa menjadi lebih nyaman dan sehat, baik untuk para pedagang maupun pengunjung,” tuturnya.

Danramil Koramil 1431-02/Kabaena, Kapten Inf Efendi, juga memberikan tanggapannya terkait Karya Bakti tersebut. “Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pelajar, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik,” Ungkap Kapten Efendi.

Melalui kerja bakti ini, diharapkan Pasar Sentral Sikeli dapat menjadi tempat yang lebih nyaman dan higienis, sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan sekitar.




Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, Gelar Gotong Royong Pembersihan Drainase Desa Pulau Tambako 

Bombana, SultraNET. |– Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama masyarakat Desa Pulau Tambako, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana, menggelar kegiatan gotong royong pembersihan drainase, Rabu, (16/10/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, terutama di musim hujan yang dapat meningkatkan risiko penyakit.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Pulau Tambako, Asmading, Babinsa dari Koramil 1431-01/Rumbia, para kepala dusun Desa Pulau Tambako, serta turut berpartisipasi bersama Masyarakat kurang lebih 30 orang warga setempat.

Kepala Desa Pulau Tambako, Asmading, menyampaikan apresiasi kepada Babinsa yang telah memprakarsai kegiatan tersebut.

“Saya sangat berterima kasih atas peran serta Babinsa dalam kegiatan ini, serta partisipasi warga yang telah menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa,” ujarnya.

Babinsa Pulau Tambako, Serda Samsudin, yang turut terjun langsung dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kesehatan lingkungan.

“Kami berharap dengan pembersihan drainase ini, desa kita bisa terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh genangan air, seperti demam berdarah,” tuturnya.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, juga menegaskan pentingnya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan. Sinergi antara TNI dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan nyaman,” jelasnya.

Dengan adanya gotong royong ini, diharapkan masyarakat Desa Pulau Tambako semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan mereka, sekaligus memperkuat kebersamaan antara Babinsa dan warga dalam menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. (PEN)




Pj. Gubernur Sultra Resmi Buka Orientasi Anggota DPRD Kabupaten Buton, Busel, dan Buteng

Kendari, sultranet.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara, Komjen Pol. (P) Dr. Andap Budhi Revianto, secara resmi membuka kegiatan orientasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton, Buton Selatan (Busel), dan Buton Tengah (Buteng) angkatan kedua, di Hotel Claro, Kendari, pada Selasa (15/10/2024). Kegiatan orientasi ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tenggara dan berlangsung selama empat hari, hingga 18 Oktober 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Sugeng Hariyono, Pj. Bupati Buton Selatan, Pj. Bupati Buton Tengah yang diwakili, serta perwakilan Sekretaris Daerah dan DPRD dari ketiga kabupaten. Tak ketinggalan, para narasumber dan seluruh peserta orientasi yang berjumlah 75 orang turut hadir.

Ketua Panitia sekaligus Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara, Syahruddin Nurdin, dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada Pj. Gubernur atas kehadirannya dan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota DPRD tentang tugas, fungsi, dan wewenang mereka. Ia juga menegaskan pentingnya orientasi ini dalam mendalami peraturan-peraturan yang berlaku, termasuk Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika, serta tata tertib DPRD.

“Orientasi ini bertujuan untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan meningkatkan integritas anggota DPRD dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam pengetahuan dan kemampuan dalam menjalankan amanah,” ujarnya.

Pj. Gubernur Andap Budhi Revianto dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan orientasi tersebut. Beliau mengingatkan pentingnya para anggota DPRD untuk memiliki pemahaman yang mendalam mengenai tugas dan fungsi mereka. “Orientasi ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga merupakan fondasi untuk membantu para anggota DPRD menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan daerah,” ujar Pj. Gubernur.

Selain itu, Andap menekankan pentingnya menjaga integritas dan moralitas dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. “Jabatan ini bukan hanya sekadar sebuah posisi, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan sepenuh hati untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Pj. Gubernur juga berharap para anggota DPRD dapat mengambil keputusan politik yang tepat dan bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Buton, Buton Selatan, dan Buton Tengah. Ia menekankan perlunya pemahaman yang lebih baik mengenai pemerintahan daerah berbasis hukum dan perencanaan pembangunan yang matang, guna menciptakan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah.

Mengakhiri sambutannya, Pj. Gubernur mengapresiasi antusiasme peserta orientasi yang diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dalam kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas kinerja dan kredibilitas DPRD. “Semoga sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD semakin baik, sehingga kita bisa mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan berkeadilan di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Kegiatan orientasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas anggota DPRD dalam menjalankan fungsi legislatifnya, serta mendukung tercapainya tujuan pembangunan yang berkelanjutan di kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.




Koramil 1431-01/Poleang Bersama Aparat Desa Tetehaka Gelar Kerja Bakti Pembersihan Pasar Rakyat

Bombana, SultraNET. |- Personel Koramil 1431-03/Poleang bersama aparat Desa dan Masyarakat Tetehaka melaksanakan kerja bakti di Pasar Rakyat Tetehaka, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, dengan sasaran pembersihan pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan nyaman bagi para pengunjung, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selasa, 15/10/2024

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pihak, di antaranya Kepala Desa Tetehaka, Muh. Ramli Saebe beserta jajaran aparat desa, Personel Koramil 1431-03/Poleang, para Kepala Dusun warga Masyarakat setempat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kepala Desa Tetehaka, Muh. Ramli Saebe, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Babinsa serta masyarakat yang berpartisipasi.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari Babinsa dan terima kasih kepada masyarakat yang turut serta. Kerja bakti seperti ini sangat penting untuk menjaga kebersihan pasar dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sertu Zakkir, salah satu Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, menyampaikan bahwa kerja bakti ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan pasar ini selalu dalam kondisi bersih agar pengunjung merasa nyaman. Kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf. Dahlan, juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya kami dalam membantu masyarakat. TNI siap selalu berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih,” Pungkas Lettu Dahlan.




Viral, Gaji Tak Kunjung Dibayarkan, Staf Puskesmas di Wakatobi Mogok Kerja

Wakatobi, sultranet.com – Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh staf Puskesmas Liya Raya, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial. Para staf menuntut hak mereka berupa gaji yang belum dibayarkan selama dua bulan tanpa keterangan resmi dari pihak terkait.

Viralnya aksi ini berawal dari sebuah postingan di Facebook yang menunjukkan spanduk besar terpasang di gerbang Puskesmas Liya Raya. Dalam spanduk tersebut, tertulis permohonan maaf kepada masyarakat atas penghentian pelayanan karena aksi mogok kerja.

“Mohon maaf kepada seluruh masyarakat Liya Raya. Staf Puskesmas mulai hari ini mogok kerja akibat hak kami (gaji sudah dua bulan) tidak diberikan tanpa keterangan resmi!!!” bunyi tulisan di spanduk itu.

Kepala Puskesmas Liya Raya, Wa Ode Masriati, membenarkan aksi mogok tersebut. Ia mengatakan bahwa spanduk yang viral di media sosial memang dipasang oleh staf Puskesmas yang ia pimpin. Namun, ia menyatakan bahwa pelayanan di Puskesmas tetap berlangsung meskipun ada aksi tersebut.

“Jam tujuh pagi saya lihat ada spanduk itu. Karena saya juga termasuk staf di sini, saya ambil dan lipat ke dalam. Kalau ada masyarakat yang tanya, saya bilang pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” ungkapnya, Senin (14/10/2024).

Wa Ode Masriati menjelaskan bahwa dari total 12 staf yang bertugas di Puskesmas, hanya delapan orang yang hadir pada hari tersebut, sementara empat orang lainnya, yang semuanya berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), tidak hadir di jam kerja.

Ketika ditanya tentang siapa yang memasang spanduk tersebut, Wa Ode Masriati mengaku tidak mengetahui secara pasti, namun ia menduga bahwa aksi itu dilakukan oleh rekan-rekan stafnya sendiri.

“Mungkin dipasang subuh, karena tadi malam saya lihat belum ada,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi, Muliadin, menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran gaji untuk bulan September dan Oktober bukan hanya dialami oleh staf Puskesmas, tetapi juga sejumlah pegawai di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Ia menyebut keterlambatan ini terjadi karena adanya kenaikan gaji ASN sebesar 8% di awal tahun dan penambahan jumlah pegawai P3K pada tahun 2024.

“APBD Induk tahun 2024 sudah ditetapkan sebelumnya, sehingga terjadi kekurangan alokasi anggaran untuk gaji. Namun, kekurangan tersebut sudah disesuaikan pada APBD Perubahan tahun ini dan telah disetujui bersama oleh DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi pada 27 September 2024,” jelas Muliadin.

Lebih lanjut, Muliadin menambahkan bahwa saat ini APBD Perubahan sedang dievaluasi dan diselaraskan di tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Insya Allah pada bulan Oktober ini, gaji bulan September dan Oktober akan dibayarkan sekaligus secara rapel,” tegasnya.

Sebagai informasi, Dinas Kesehatan Wakatobi memiliki 442 pegawai ASN dan 143 pegawai P3K, yang gajinya sampai saat ini masih tertunda. Keterlambatan pembayaran gaji ini dipastikan hanya dialami oleh ASN dan P3K di lingkup Dinas Kesehatan serta RSUD.




Cegah Luapan Air Kejalan, Babinsa Koramil 02/Kabaena Kerja Bakti Pembersihan Drainase

Bombana, SultraNET. | – Dalam rangka mencegah luapan air dan banjir di Desa Tangkeno, Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana, Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena yang dipimpin Pelda Suherman menggelar kerja bakti pembersihan drainase, Senin (14/10/2024). Kegiatan ini melibatkan warga setempat dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tangkeno, Bapak Kasman, S. Sos.

Kepala Desa Tangkeno, Kasman, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Babinsa dan seluruh masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif Babinsa dalam membantu menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi masyarakat juga sangat penting untuk mencegah bencana banjir yang sering terjadi saat musim hujan,” ujar Kasman.

Pelda Suherman, selaku Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena, menyatakan bahwa kerja bakti ini merupakan salah satu langkah antisipatif menghadapi musim hujan.

“Kami ingin memastikan bahwa saluran air berfungsi dengan baik agar tidak terjadi penyumbatan yang bisa menyebabkan banjir. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.

Selain itu, Danramil Koramil 1431-02/Kabaena, Kapten Inf Efendi, turut memberikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Pembersihan drainase ini adalah bagian dari upaya kami dalam membantu masyarakat, terutama dalam hal pencegahan bencana alam seperti banjir,” Ungkap Kapten Efendi.

Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, masalah banjir yang kerap melanda Desa Tangkeno saat musim hujan dapat diatasi, dan masyarakat bisa merasa lebih aman dari ancaman bencana.