Rayakan HUT TNI ke-79, Kodim 1431/Bombana Disambangi Polres Bombana

Bombana, SultraNET.| – Kodim 1431/Bombana yang berlokasi di Jln. Poros Kendari – Bombana, Desa Hukaea, Kec. Rarowatu Utara, Kab. Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara disambangi Wakapolres Bombana, Kompol Reda Irfanda SH., S.I.K., M.H., (Mewakili Kapolres) beserta jajaran PJU Polres Bombana dalam rangka memberikan Tumpeng ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sabtu, 5/10/2024.

Kedatangan rombongan Polres Bombana disambut langsung oleh, Pasi Intel, Kapten Inf Bahar, Para PJU serta sejumlah personel Kodim 1431/Bombana. Kunjungan ini merupakan wujud apresiasi dari Polres Bombana atas peran TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bombana.

Dalam sambutannya, Wakapolres Bombana Kompol Reda Irfanda menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada TNI.

“Kami mewakili Kapolres Bombana bersama jajaran PJU dan beberapa anggota Polres ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada TNI yang ke-79. Meskipun tidak ada perayaan besar karena dipusatkan di Kendari, kami ingin memberikan ucapan dan doa terbaik untuk TNI,” ujarnya.

Kompol Reda juga berharap agar sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus terjaga demi memajukan Kabupaten Bombana.

 “Semoga ke depannya kita dapat terus bersinergi dan bekerja sama untuk menjaga keamanan dan memajukan Bombana,” tambahnya.

Menanggapi sambutan tersebut, Kapten Inf Bahar yang mewakili Dandim 1431/Bombana, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi yang diberikan oleh Polres Bombana.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini, dan tentunya kita harus tetap kompak, terutama dalam menyukseskan Pilkada serentak 2024,” Ucap Kapten Bahar.

Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi yang baik antara TNI dan Polri dalam berbagai hal.

“Kami berharap kekompakan ini tidak hanya berlaku dalam pengamanan Pilkada, tetapi juga dalam berbagai tugas lainnya,” tutupnya. (PEN)




Cegah Abrasi Pantai, Batuud Koramil 01/Rumbia Pimpin Penanaman Ratusan Mangrove di Desa Lampata

Bombana, SultraNET. | – Sebagai upaya mencegah abrasi pantai, Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia dipimpin oleh Batuud Pelda La Ulo bersama masyarakat Desa Lampata, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, melaksanakan penanaman ratusan bibit mangrove. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari ini dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk para siswa SD dan perangkat desa. Jum’at, 4/10/2024

Sebanyak 100 bibit mangrove ditanam di sepanjang garis pantai Desa Lampata. Pohon-pohon tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap abrasi, menjaga ekosistem pesisir, dan mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.

Batuud Koramil 1431-01/Rumbia, Pelda La Ulo, menyampaikan, “Penanaman mangrove ini adalah salah satu upaya kami untuk mencegah abrasi dan menjaga kelestarian alam. Dengan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, kami berharap kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat.”

Kepala Dusun 3 Desa Lampata, Bapak Sahrudin, turut mengungkapkan rasa terima kasih atas inisiatif TNI dalam kegiatan ini.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya penanaman mangrove ini. Semoga abrasi pantai dapat dicegah, dan lingkungan desa kami tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, menutup kegiatan dengan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal dari upaya berkelanjutan untuk melestarikan alam. Kami berharap penanaman mangrove ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.




Inflasi Sultra Tercatat Terendah Ketiga Secara Nasional, Pj. Gubernur Apresiasi Kerja Keras Tim TPID

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mencatatkan angka inflasi yang terendah ketiga di tingkat nasional pada September 2024, dengan angka inflasi year-on-year (yoy) sebesar 1,06 persen. Prestasi ini menunjukkan kesuksesan Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj.) Gubernur Andap Budhi Revianto dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama harga-harga barang dan kebutuhan pokok. (3/10)

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa, 1 Oktober 2024, inflasi Sultra menempati urutan ketiga di Indonesia, setelah Provinsi DKI Jakarta dan Bali. Lebih lanjut, angka inflasi Sultra ini berada di bawah target nasional yang ditetapkan sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.

Pj. Gubernur Andap Budhi Revianto memberikan apresiasi terhadap upaya seluruh pihak yang terlibat dalam pengendalian inflasi di Sultra. “Penurunan inflasi ini adalah hasil kerja keras kita semua dalam menjaga kestabilan harga, meski tantangan ekonomi masih terus ada. Kami tetap mewaspadai fluktuasi harga, terutama yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat,” ujar Andap dalam keterangan resminya.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 1,62 persen, inflasi Sultra mengalami penurunan sebesar 0,56 persen. Penurunan ini disebabkan oleh deflasi bulanan sebesar -0,20 persen month-to-month (mtm) pada September 2024. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga signifikan antara lain cabai rawit, terong, beras, ikan layang, dan bayam.

Meski demikian, inflasi tahunan tetap dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas, seperti sigaret kretek mesin (SKM), beras, mobil, gula pasir, dan emas perhiasan. Kenaikan harga-harga tersebut menyumbang inflasi sebesar 0,68 persen terhadap total inflasi Sultra.

Di tingkat kabupaten/kota, Kolaka mencatat inflasi tahunan tertinggi di Sultra dengan angka 1,74 persen, didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan, ikan bolu, dan sigaret kretek mesin. Sementara itu, Konawe menjadi kabupaten dengan inflasi terendah, hanya mencatatkan angka 0,43 persen.

Berikut adalah rincian inflasi tahunan di beberapa kabupaten/kota di Sultra:

  • Kendari: 0,43 persen yoy, dengan deflasi bulanan sebesar -0,29 persen mtm
  • Baubau: 1,13 persen yoy, dengan deflasi bulanan sebesar -0,29 persen mtm
  • Kolaka: 1,74 persen yoy, dengan inflasi bulanan sebesar 0,06 persen mtm
  • Konawe: 0,43 persen yoy, dengan deflasi bulanan sebesar -0,12 persen mtm

Selain inflasi, Indeks Perkembangan Harga (IPH) di beberapa kabupaten juga tercatat stabil. Kabupaten Muna mencatatkan IPH tertinggi sebesar 0,81 persen, sementara Kolaka Timur mencatat IPH terendah dengan -1,64 persen.

Pj. Gubernur Andap Budhi Revianto mengingatkan agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh kabupaten/kota di Sultra tetap waspada terhadap pergerakan harga di pasar, khususnya menjelang akhir tahun ketika permintaan barang diperkirakan meningkat. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antar pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok dan mencegah lonjakan harga yang signifikan.

“Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, TPID, dan seluruh pihak terkait sangat penting untuk menjaga kestabilan ekonomi di Sultra,” kata Pj. Gubernur.




Pj. Gubernur Sultra: Batik Nasional, Warisan Budaya Indonesia yang Mendunia

Kendari, sultranet.com – Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober untuk menghormati dan melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Batik telah diakui dunia sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada sidang ke-4 Komite Antar Pemerintah di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009. Pengakuan ini menunjukkan betapa pentingnya batik sebagai simbol identitas dan kekayaan budaya bangsa Indonesia. (2/10)

Batik bukan sekadar kain bercorak indah, namun juga sarat dengan makna filosofi kehidupan. Setiap motif batik menyimpan cerita, nilai, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009, sebagai wujud penghargaan terhadap warisan budaya ini.

Pada peringatan Hari Batik Nasional tahun 2024 ini, masyarakat diingatkan untuk terus menjaga dan melestarikan batik sebagai bagian dari identitas bangsa. Setelah melalui perjalanan panjang dan tantangan, termasuk upaya bangsa lain yang sempat mengklaim batik sebagai warisannya, akhirnya Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan internasional.

“Batik adalah kebanggaan kita sebagai bangsa. Menjaga batik berarti menjaga warisan budaya kita yang sangat bernilai. Tidak hanya sekadar sebagai busana, batik adalah bagian dari identitas yang harus terus kita lestarikan,” ujar Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto, dalam sambutannya.

Lebih dari sekadar seremoni, peringatan Hari Batik Nasional harus menjadi momentum untuk mengimplementasikan kecintaan terhadap batik dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan batik dalam acara formal maupun informal, baik oleh masyarakat maupun pejabat, menjadi salah satu cara untuk mengapresiasi dan mempopulerkan batik di tanah air.

Pemerintah juga terus mendorong masyarakat untuk mencintai dan gemar menggunakan batik sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. “Mari kita terus bangga menggunakan batik, tidak hanya pada hari-hari tertentu, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah cara kita menjaga dan melestarikan budaya Indonesia,” tambah Andap.

Melalui Hari Batik Nasional, Indonesia kembali mengingatkan dunia bahwa batik adalah bagian integral dari budaya dan sejarah bangsa. Dengan terus melestarikan batik, kita menjaga identitas bangsa Indonesia dan mengukuhkan warisan budaya yang patut dibanggakan.

Selamat Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2024. Lestarikan batik, lestarikan budaya, dan jaga identitas bangsa Indonesia.




Dandim 1431/Bombana Pimpin Acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat Bintara dan Tamtama

Bombana, SultraNET. | – Komandan Kodim (Dandim) 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, memimpin acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat 32 personel Bintara dan Tamtama di Lapangan Upacara Sayta Mahawira Makodim 1431/Bombana, Jl. Poros Bombana-Kendari, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana. Rabu (02/10/2024). Dari jumlah tersebut, 22 orang Bintara dan 10 orang Tamtama menerima kenaikan pangkat menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya.

Dalam sambutannya, Letkol Inf Andi Irfandi menyampaikan bahwa kenaikan pangkat adalah bentuk penghargaan atas dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para prajurit.

“Kenaikan pangkat bagi prajurit TNI Angkatan Darat merupakan suatu bentuk penghargaan sekaligus kehormatan atas prestasi dan dedikasi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Dandim.

Dandim juga menekankan pentingnya rasa syukur dalam menyikapi kenaikan pangkat ini. “Kenaikan pangkat harus diterima dengan penuh rasa syukur dan memohon ridho kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kekuatan untuk mempertanggungjawabkan amanah ini,” tambahnya. Dia juga mengingatkan bahwa pangkat yang diterima harus dijadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme keprajuritan.

Lebih lanjut, Letkol Andi Irfandi berpesan agar para prajurit yang naik pangkat tidak hanya memberikan dampak positif bagi diri sendiri, tetapi juga bagi satuan dan lingkungan sekitarnya.

“Kenaikan pangkat harus menjadi motivasi untuk membawa perubahan positif bagi satuan, organisasi, dan lingkungan tempat Anda berada,” jelasnya.

Dandim juga berharap para prajurit dapat menjadi sosok teladan di manapun mereka bertugas. “Saya berharap kalian bisa menjadi sosok yang dibanggakan dan teladan bagi rekan-rekan lainnya, baik dalam tugas maupun di luar tugas,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hadiah, melainkan hasil dari prestasi yang dicapai.

Pada akhir sambutannya, Letkol Inf Andi Irfandi mengucapkan selamat kepada para prajurit yang naik pangkat. “Saya ucapkan selamat atas kenaikan pangkat ini. Saya yakin pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan keluarga, terutama ibu-ibu Persit yang selalu setia mendampingi,” pungkasnya.




Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena Gelar Karya Bakti Penanaman Pohon di Lahan Kosong

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena yang dipimpin oleh Serda Muh. Ramli melaksanakan kegiatan Karya Bakti penanaman pohon di Dusun 2, Desa Rahantari, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan untuk menghijaukan lahan kosong dengan menanam pohon Mahoni dan Jambu Mete, sebagai upaya menciptakan kesejukan lingkungan di masa mendatang. Rabu, 02/10/2024

Serda Muh. Ramli menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan.

“Penanaman pohon ini diharapkan bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Ramli.

Danramil Kabaena, Kapten Inf Effendi, juga mengapresiasi inisiatif ini. “Kegiatan ini sejalan dengan program penghijauan yang kami dorong di wilayah Kabaena. Kami berharap masyarakat terus berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rahantari, Aryanto, menyatakan bahwa program ini sangat positif bagi warganya. “Kami sangat berterima kasih atas kontribusi TNI dalam menjaga lingkungan desa kami. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” tutup Aryanto.




Pemprov Sultra Setujui Pembangunan Patung Haluoleo sebagai Warisan Budaya

KENDARI, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengapresiasi dan menyetujui usulan DPRD Sultra terkait rencana pembangunan Patung Haluoleo, yang diusulkan melalui hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Lembaga Adat Tolaki (LAT). Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. H Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., pada Selasa (1/10/2024), menyatakan bahwa pembangunan patung ini adalah langkah penting dalam melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya daerah.

Menurut Asrun, Pemprov Sultra sangat mendukung setiap inisiatif yang bertujuan untuk menjaga warisan budaya, serta memperkenalkan tokoh-tokoh bersejarah kepada generasi mendatang. “Patung Haluoleo akan menjadi monumen yang tak hanya memperkenalkan sejarah, tetapi juga menyatukan masyarakat dengan nilai-nilai harmonis yang selama ini terjaga,” ujar Asrun.

Rencananya, patung ini akan dibangun di sekitar Kawasan Bandara Haluoleo, Kendari, dengan pelaksanaan peletakan batu pertama yang dijadwalkan pada awal Oktober 2024. Haluoleo, yang dikenal sebagai pemimpin pemersatu di Sulawesi Tenggara, dianggap sebagai simbol persatuan bagi masyarakat di seluruh wilayah provinsi, baik di daratan maupun kepulauan.

Sekda Sultra menambahkan bahwa melalui keberadaan monumen ini, masyarakat dan generasi muda dapat lebih mengenal dan mempelajari sejarah, sehingga nilai-nilai kebudayaan lokal dapat terus terjaga dan diwariskan. “Dengan mengetahui sejarah ini, diharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat merusak tatanan hidup harmonis yang telah dibangun selama ini,” lanjutnya.

Pakar Kebudayaan dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof. La Niampe, serta Sekjen DPP Lembaga Adat Tolaki (LAT), Bisman Saranani, memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan tersebut. Prof. La Niampe menjelaskan bahwa nama Haluoleo, yang dikenal di berbagai daerah dengan sebutan berbeda seperti Lakilaponto di Muna dan Murhum di Buton, merupakan lambang pemersatu bagi berbagai suku di Sultra.

Menurut Prof. La Niampe, pembangunan patung ini tidak hanya sebagai penghormatan terhadap tokoh sejarah, tetapi juga untuk memperkenalkan kembali kebudayaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. “Haluoleo adalah pemimpin yang menyatukan kerajaan-kerajaan tradisional di Sulawesi Tenggara. Dengan mengenal sejarahnya, kita akan semakin mencintai dan melestarikan kebudayaan lokal,” ujarnya.

Pembangunan Patung Haluoleo juga mendapatkan apresiasi atas kontribusinya dalam mengenalkan sejarah dengan lebih mendalam. Sebagai bagian dari warisan budaya yang berharga, patung ini diharapkan menjadi simbol persatuan yang dapat memperkokoh jati diri masyarakat Sultra di tengah keberagaman.




Danramil 1431/Rumbia Pimpin Karya Bakti Penanaman Pohon di Desa Lakomea

Danramil 1431/Rumbia Pimpin Karya Bakti Penanaman Pohon di Desa Lakomea

Bombana, Sultranet.com – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, dipimpin oleh Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, menggelar kegiatan karya bakti penanaman pohon di Desa Lakomea, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana. Selasa, (01/10/2024). Kegaitan ini melibatkan masyarakat setempat, guru, dan siswa-siswi SMP 06 Rarowatu bertujuan untuk meningkatkan penghijauan dan menanamkan kesadaran cinta lingkungan kepada generasi muda.

Sebanyak 150 pohon berhasil ditanam dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 50 pohon biti, 50 pohon durian, dan 50 pohon sengon. Penanaman pohon ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian alam dan lingkungan sekitar Desa Lakomea, terutama dalam meningkatkan kualitas udara dan mencegah erosi.

 

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, mengungkapkan pentingnya kegiatan ini. “Penanaman pohon ini tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang. Kita ingin menanamkan kesadaran cinta alam sejak dini kepada siswa-siswi, agar mereka terus menjaga dan melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Kepala Desa Lakomea, Efendi, S.IP, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Karya bakti penanaman pohon ini sangat berarti bagi masyarakat Desa Lakomea. Dengan adanya pohon-pohon pelindung ini, kita berharap lingkungan menjadi lebih hijau dan asri,” Ungkap Efendi.

Kepala Sekolah SMP 06 Rarowatu, Asrina Nasrin, S.Pd, juga menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi para siswa. “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan pelajaran penting kepada siswa-siswi tentang bagaimana menjaga lingkungan. Semoga ini menjadi langkah awal untuk lebih banyak kegiatan positif di masa depan,” Pungkas Kepala Sekolah.

 




Sebagai Upaya Penghijauan, Babinsa Koramil 03/Poleang Gelar Karya Bakti Penanaman Pohon

Bombana, SultraNET. -| Babinsa Koramil 1431-03/Poleang melaksanakan kegiatan karya bakti penanaman pohon di Desa Waemputang, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana, sebagai bagian dari upaya penghijauan. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan menciptakan suasana yang lebih asri. Senin, 30/09/2024

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Zakkir Babinsa Koramil 1431-03/Poleang mengungkapkan,

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan. Kami berharap dengan penanaman pohon ini, generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang hijau dan sehat.” Ucap Sertu Zakkir

Rasman, Kepala Dusun Kampung Baru, juga menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang diadakan oleh Babinsa Koramil 1431-03/Poleang.

“Kami sangat mendukung program ini, karena penghijauan sangat penting untuk menjaga kualitas udara dan mengurangi dampak pemanasan global,” ujarnya.

Danramil 1431-03/Poleang Lettu Inf Dahlan menambahkan, bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami akan terus bersinergi dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan lingkungan, termasuk penghijauan, guna menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lestari,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan penanaman pohon ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan terus mendukung program-program penghijauan yang dilakukan oleh TNI dan pemerintah setempat.




Tanamkan Disiplin Sejak Dini dan Semangat Pantang Menyerah, Kodim 1431/Bombana Gelar Lomba PBB Tingkat SMP dan SMA, Meriahkan HUT TNI ke-79

Bombana, SultraNET. | – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-79, Kodim 1431/Bombana sukses menggelar Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) tingkat SMP dan SMA Se Kab. Bombana. Kegiatan ini berlangsung meriah di Lapangan Satya Mahawira, Makodim 1431/Bombana, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sabtu (28/9/2024). Lomba ini diikuti oleh berbagai sekolah dari Kabupaten Bombana dan bertujuan menanamkan disiplin, semangat pantang menyerah, serta kerja sama di kalangan generasi muda.

Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati HUT TNI, tetapi juga untuk membina kedisiplinan dan kekompakan sejak dini.

“Lomba PBB ini adalah upaya kami untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan mampu bekerja sama. Harapan kami, nilai-nilai ini akan terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim Letkol Andi Irfandi menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar pelajar.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dan jiwa korsa di antara peserta. Di samping itu, lomba ini juga memperkuat ikatan persaudaraan di antara sekolah-sekolah di Bombana,” tambahnya.

Lomba PBB ini diikuti oleh sejumlah sekolah dari tingkat SMP dan SMA di Bombana. Pada tingkat SMA, beberapa peserta yang berpartisipasi diantaranya SMAN 14 Bombana, SMK 1 Bombana, SMAN 12 Bombana, dan SMAN 3 Bombana. Sementara itu, pada tingkat SMP/MTS, di antaranya adalah SMPN 02 Rumbia, MTS 02 Bombana, SMPN 27 Rarowatu Utara, dan SMPN Satap 11.

Adapun pemenang lomba PBB ini terdiri dari beberapa kategori. Untuk tingkat SMP, juara 1 diraih oleh MTS 02 Bombana, disusul oleh SMP 27 Bombana sebagai juara 2, dan SMP 02 Bombana sebagai juara 3. Sementara itu, pada tingkat SMA, juara 1 diraih oleh SMAN 3 Bombana, juara 2 oleh SMAN 12 Bombana, dan juara 3 oleh SMAN 14 Bombana. (PEN)