Di Era H. Burhanuddin Jadi Pj Bupati Bombana, Pasar Sentral Bersih dan Tertib

Bombana, Sultranet.com – Sejumlah pedagang di Pasar Sentral Bombana mengenang masa kepemimpinan H. Burhanuddin saat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bombana.

Mereka menilai bahwa pasar jauh lebih bersih, tertib, dan teratur selama 15 bulan Burhanuddin memimpin. Setelah masa jabatannya berakhir, kondisi pasar dinilai kembali kacau dan tidak terurus.

Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, saat Pak Burhanuddin jadi Pj Bupati, pasar selalu bersih, pengelolaan sampah teratur, dan penataan tempat jualan sangat baik.

“Sekarang, setelah beliau tidak menjabat lagi, kondisi pasar jadi berantakan dan tidak tertib.” ujarnya Kamis (12/9/2024)

Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa ibu-ibu pedagang lainnya. Mereka merasakan perbedaan besar dalam pengelolaan pasar sebelum dan sesudah Burhanuddin menjabat.

Pedagang Pasar Sentral Tadoha Mapaccing Saat Menyatakan Dukungan ke H. Burhanuddin
Pedagang Pasar Sentral Tadoha Mapaccing Saat Menyatakan Dukungan ke H. Burhanuddin

Menurut mereka, Burhanuddin sangat memperhatikan kebersihan dan keamanan pasar, yang membuat pedagang dan pembeli merasa nyaman.

“Kami rindu kepemimpinan Pak Burhanuddin. Pasar jadi lebih ramai dan nyaman saat beliau memimpin, pengunjung juga senang karena tempatnya tertata,” ujar seorang pedagang lainnya.

Di tengah persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bombana 2024, para pedagang Pasar Sentral menyatakan dukungan penuh kepada Burhanuddin yang akan mencalonkan diri sebagai Bupati Bombana periode 2025-2030.

Mereka berharap Burhanuddin kembali memimpin agar pasar dapat dikelola dengan baik seperti saat ia menjabat sebagai Pj Bupati.

“Kami semua akan memilih Pak Burhanuddin di Pilkada 2024. Beliau sosok yang tepat untuk membenahi pasar dan memberikan kesejahteraan kepada para pedagang kecil seperti kami,” tambah salah seorang pedagang.

Burhanuddin, yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembangunan daerah, terutama dalam penataan fasilitas publik seperti pasar, dianggap sebagai figur yang mampu membawa perubahan positif bagi Bombana.

Para pedagang berharap, jika terpilih nanti, Burhanuddin dapat membawa pasar kembali ke masa kejayaannya saat ia memimpin.

Dukungan dari pedagang Pasar Sentral ini semakin memperkuat posisi Burhanuddin sebagai salah satu kandidat kuat dalam Pilkada Bombana.

Kontestasi politik yang akan digelar pada November 2024 ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang mampu membawa kesejahteraan, khususnya bagi pelaku usaha kecil di pasar.

Di era kepemimpinan Burhanuddin sebagai Pj Bupati, kebersihan dan ketertiban Pasar Sentral Bombana menjadi salah satu bukti nyata perhatiannya terhadap kebutuhan masyarakat.

Para pedagang berharap kepemimpinan seperti itu dapat kembali mereka rasakan di masa mendatang. (Tim)




Pedagang Pasar Bombana Rindukan Kepemimpinan H. Burhanuddin

Bombana, Sultranet.com  – Para pedagang di Pasar Sentral Bombana menyatakan kerinduan mereka terhadap kepemimpinan H. Burhanuddin, yang pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bombana.

Menurut mereka, kondisi pasar saat Burhanuddin memimpin lebih bersih, tertib, dan teratur dibandingkan dengan kondisi saat ini.

“Saat Pak Burhanuddin jadi Pj Bupati, pasar sangat teratur dan kebersihannya terjaga. Tapi sekarang, pasar terlihat kotor dan kurang tertib,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, Kamis (12/9).

Pedagang lain menambahkan bahwa di bawah kepemimpinan Burhanuddin, penataan lapak pedagang lebih baik dan pengunjung merasa lebih nyaman untuk berbelanja.

Mereka berharap Burhanuddin bisa kembali memimpin Bombana agar pasar kembali terkelola dengan baik.

“Kami rindu beliau karena kami merasakan dampak positif saat beliau menjabat. Sekarang, kami tidak lagi merasakan kenyamanan yang sama,” ungkap salah satu pedagang lainnya.

Menyambut Pilkada Bombana 2024 yang akan datang, para pedagang ini menyatakan akan mendukung penuh pencalonan H. Burhanuddin sebagai Bupati Bombana periode 2025-2030.

Mereka yakin bahwa Burhanuddin adalah sosok yang tepat untuk memimpin dan membenahi fasilitas publik, termasuk pasar yang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat kecil.

“Kami sudah sepakat akan memilih beliau di Pilkada nanti. Hanya Pak Burhanuddin yang bisa membawa perubahan nyata bagi kami pedagang kecil di pasar ini,” ujar seorang pedagang.

Dukungan dari para pedagang Pasar Sentral semakin memperkuat posisi Burhanuddin sebagai salah satu kandidat kuat dalam Pilkada Bombana yang akan digelar pada November 2024.

Selain dikenal perhatian terhadap kebersihan dan penataan pasar, Burhanuddin juga dinilai memiliki visi pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Selama masa kepemimpinannya sebagai Pj Bupati selama 15 bulan, para pedagang merasa lebih nyaman dan dapat menjalankan usaha dengan baik.

Mereka berharap, jika Burhanuddin terpilih, kondisi pasar dapat kembali tertib dan teratur seperti di masa kepemimpinannya.

Pilkada Bombana 2024 dipandang sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif, terutama dalam sektor-sektor penting seperti pengelolaan pasar dan fasilitas publik lainnya. (IR)




TPAS Berdampak Buruk ke Masyarakat, PMII Muna Desak Copot Kepala DLH

MUNA, Sultranet.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Muna menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan di depan Kantor Bupati Muna pada Kamis (12/09/2024).

Aksi ini juga disertai dengan pemblokiran pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Desa Wawesa, Kecamatan Batalaiworu.

PMII Muna menuntut perbaikan manajemen TPAS yang dinilai tidak dikelola dengan baik, sehingga menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Mereka mendesak Kepala Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab atas buruknya pengelolaan TPAS dan meminta Penjabat Bupati Muna segera mencopot kepala DLH jika tidak ada tindak lanjut yang jelas dalam waktu dekat.

“Aksi ini murni bentuk keluhan masyarakat yang resah dan jenuh akibat kondisi TPAS yang tak terurus. Dampaknya merugikan warga, bahkan ada yang mengeluhkan bau sampah sampai harus makan di dalam kelambu,” ungkap Muhammad Sulaeman, Ketua 1 Bidang Kaderisasi PC PMII Muna.

Dalam aksinya, PMII Muna memblokade akses TPAS agar tidak ada lagi mobil pengangkut sampah yang bisa membuang sampah di tempat tersebut.

“Kami tidak akan berhenti hingga ada tindakan konkret dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini dan mencari solusi,” tegas Sulaeman.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Muna belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi dan tuntutan dari PMII Muna.




BMKG Beri Peringatan, Ada Potensi Megathrust di Wakatobi?

Wakatobi, Sultranet.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat Wakatobi, Sulawesi Tenggara terkhusus yang berada di daerah Waha raya untuk mengetahui tanda-tanda tsunami.

Peringatan tentang bahaya tsunami itu disampaikan oleh pihak BMKG saat meresmikan papan peta evakuasi tsunami di desa Wapiapia, Rabu (11/09/2024).

Ditanya terkait dengan potensi megathrust yang baru-baru ini mencuat di beberapa media, Ilham menjelaskan, potensi tsunami di Wakatobi memang ada tetapi tidak terkait dengan Gempa Megathrust.

“Jadi papan informasi ini kami tempatkan sebelum ada isu megathrust, hanya baru-baru ini isu megathrust itu lagi naik karena adanya gempa Jepang kemarin, memang di Indonesia juga ada tetapi untuk Wakatobi hanya ada Gempa sesar,”ucap PMG Muda stasiun Geofisika Kendari tersebut.

Meskipun demikian, jika dilihat dari papan peta evakuasi yang terpasang di desa Wapiapia menunjukan bahwa daerah tersebut berstatus siaga jika terdapat tanda-tanda tsunami.

“Jadi statusnya itu masih masuk pada zona Waspada atau status ancaman sedang, namun masih berbahaya dan warga harus di evakuasi jika terjadi tsunami,”paparnya.

Terkait dengan pemasangan papan informasi Tsunami kata Ilham, merupakan langkah tanggap yang dilakukan pihak BMKG agar masyarakat dapat mengetahui tanda-tanda tsunami dan apa yang dilakukan untuk dapat meminimalisir akibat dari tsunami.

“Harapannya ketika terjadi tsunami masyarakat mudah mengetahui cara berlindung serta mengetahui jalur evakuasi,”pungkasnya.

Selain meresmikan papan evakuasi, pihak BMKG ke Wakatobi juga dalam rangka menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) yang dihadiri oleh masyarakat, Pemda setempat dan Kepolisian. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wakatobi, Haliana.

“Tentu kami juga berterimakasih, semoga kegiatan ini bisa memunculkan kesadaran kita tentang gempa bumi dan tsunami sehingga kita sudah tau langkah -langkah apa yang bisa kita lakukan disaat gempa bumi terjadi, kita semua berusaha mengurangi resikonya,”sambut Haliana.
Laporan : Idin




Silaturahmi ke Warga Bali, Cabup Bombana H. Burhanuddin Disambut Meriah

Bombana, Sultranet.com – Calon Bupati Bombana, H. Burhanuddin, mendapat sambutan meriah dari warga Bali saat menggelar silaturahmi di SP1 Desa Anugerah, Kecamatan Lantari Jaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kerukunan Keluarga Bali Bombana serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Dalam acara tersebut, Burhanuddin menyampaikan berbagai program unggulannya jika terpilih sebagai Bupati Bombana, sekaligus mendengarkan aspirasi warga.

Dalam pertemuan tersebut, Burhanuddin berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada semua lapisan masyarakat, termasuk komunitas Bali.

Sebagai bentuk nyata dari kepeduliannya, Burhanuddin memberikan bantuan dana untuk rehabilitasi Pura di Desa Anugerah, yang merupakan tempat ibadah penting bagi warga Bali setempat.

“Saya ingin memastikan bahwa semua kelompok masyarakat, termasuk warga Bali, mendapatkan perhatian yang setara,” ujar Burhanuddin.

Selain itu, Burhanuddin juga menyampaikan program prioritas lainnya, seperti jaminan ketersediaan pupuk bagi para petani dan nelayan di Bombana.

Menurutnya, sektor pertanian dan perikanan adalah tulang punggung ekonomi daerah, dan ketersediaan pupuk menjadi krusial untuk meningkatkan produktivitas mereka.

“Kita pastikan bahwa pupuk tersedia tepat waktu dan dalam jumlah yang cukup. Kita tidak ingin ada petani atau nelayan yang terkendala karena kurangnya pupuk,” tegasnya.

Burhanuddin juga menyampaikan rencana pengembangan ekonomi desa melalui program Satu Desa Satu Produk.

Program ini diharapkan dapat mengembangkan potensi lokal di setiap desa, sehingga menciptakan produk unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya berfokus pada ekonomi, Burhanuddin juga menyinggung pentingnya reformasi dalam distribusi bantuan sosial.

Jika dirinya terpilih, ia berjanji tidak akan ada lagi penerima bantuan yang dibebani pembayaran atau pungutan, dengan tujuan agar bantuan dapat sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Saat saya terpilih nanti, penerima bantuan tidak akan lagi diminta melakukan pembayaran. Bantuan ini harus sepenuhnya diterima oleh masyarakat tanpa ada pungutan,” jelasnya.

Sambutan hangat dari warga Bali menandai harapan besar mereka terhadap Burhanuddin sebagai calon pemimpin yang mampu membawa perubahan positif di Bombana.

Silaturahmi ini juga sekaligus memperkuat hubungan antara Burhanuddin dan komunitas Bali di Bombana, yang diharapkan terus terjalin baik jika dirinya dipercaya memimpin. (MC)




Meriahkan HUT Yang Pertama, Kodim 1431/Bombana Gelar Turnamen Dandim Cup 1

Bombana, SultraNET. | – Kodim 1431/Bombana akan menggelar turnamen bertajuk Dandim Cup 1 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun pertama mereka pada 31 Oktober 2024. Turnamen ini dirancang untuk tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai kesempatan bagi Kodim untuk memperkenalkan dan mendekatkan diri kepada masyarakat Kabupaten Bombana.

Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, Dandim 1431/Bombana, menjelaskan bahwa kegiatan Dandim Cup merupakan bagian dari upaya pembinaan olahraga bagi masyarakat Kabupaten Bombana. “Kami berharap turnamen ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, serta mempererat tali silaturahmi di antara kita semua,” ujarnya.

 

Andi Irfandi, Perwira Menengah dengan Pangkat Dua Melati di Pundaknya juga menambahkan, “Semangat dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membangun kebersamaan dan menciptakan suasana yang sehat melalui olahraga.”

Ketua panitia turnamen, Kapten Inf Suriadi, menambahkan bahwa berbagai cabang olahraga akan dilombakan dalam turnamen ini.

“Kami menyelenggarakan beberapa cabang olahraga, seperti sepak bola mini, bola voli, sepak takraw, tenis meja, dan lomba domino. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan sportifitas di kalangan masyarakat,” ujar Kapten Suriadi.

Salah seorang penggemar sepak takraw, Kistam (42), mengatakan antusiasmenya terhadap turnamen ini. “Saya sangat senang dengan adanya turnamen ini, terutama sepak takraw. Ini menjadi momen yang baik bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga yang kompetitif,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar pada cabang olahraga yang dilombakan, panitia telah menyediakan kontak person untuk masing-masing cabang. Untuk cabang sepak bola mini dapat menghubungi Lettu Inf Nyoman A. di nomor 0853-6636-4599, cabang bola voli melalui Kapten Inf Suriadi di nomor 0811-4470-2011, dan cabang sepak takraw kepada Kapten Inf Bahar di nomor 0821-9081-5323.

Selain itu, pendaftaran untuk cabang tenis meja dapat dilakukan melalui Kapten Inf Mustafa di nomor 0822-1367-6569, dan cabang lomba domino kepada Kapten Cba Heri Iswanto di nomor 0822-9123-4560. Turnamen ini diharapkan menjadi acara yang memeriahkan perayaan HUT Kodim 1431/Bombana sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara masyarakat dan TNI. (PEN)




Bersama PKK Dasawisma Flamboyan Desa Langkema, Babinsa Koramil 02/Kabaena Kerja Bakti Penanaman Pohon

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena, dipimpin oleh Bati Tuud Koramil 02 Kabaena, Peltu Muh. Haris, melaksanakan kegiatan kerja bakti penanaman pohon di Lingkungan 1 Langkema, Desa Langkema, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesejukan lingkungan di masa depan melalui penghijauan di lahan kosong. Rabu, 11/09/2024

Kegiatan tersebut dihadiri Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena, Kepala Dusun, Suryanto, Bersama Masyarakatnya serta Ibu-ibu PKK Dasawisma Flamboyan Desa Langkema. Sebanyak 50 pohon yang terdiri dari pohon jati dan mahoni ditanam pada kegaitan Karya Bakti tersebut.

Peltu Muh. Haris, menyampaikan harapannya bahwa penanaman pohon ini akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Dengan adanya pohon-pohon ini, diharapkan ke depan lingkungan kita akan menjadi lebih hijau dan sejuk, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi warga,” ungkapnya.

Salah satu anggota PKK Dasawisma Flamboyan, Ibu Asnia, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Kami sangat mendukung kegiatan ini yang ikut melibatkan PKK. Semoga dengan penghijauan ini, lingkungan kami menjadi lebih asri dan nyaman untuk generasi mendatang,” Ujarnya.

Kepala Dusun Langkema, Suryanto, juga turut menyampaikan pandangannya terkait kegiatan tersebut.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik dalam menjaga kelestarian lingkungan di desa kami. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan,” Harap Suryanto.

Kapten Inf Efendi, Danramil 1431-02/Kabaena turut menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kami selalu siap mendukung kegiatan yang bertujuan untuk kebaikan masyarakat, terutama dalam hal menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.




Foto Bersama Plt Bupati Muna Dijadikan Isu Politik di FB, H. Saparuddin Daeng Tona Bantah Cabut Dukungan

MUNA, Sultranet.com – Ketua Kerukunan Bugi Makassar Turatea (KBMT) Kabupaten Muna, H. Saparuddin Daeng Tona, membantah keras kabar yang menyebutkan bahwa dirinya mencabut dukungan politik terhadap pasangan calon Pilkada Muna 2024, Rajiun-Purnama, usai fotonya bersama Plt Bupati Muna, Bachrun Labuta, diposting di media sosial Facebook.

Saparuddin mengklarifikasi bahwa kehadirannya di rumah jabatan (Rujab) Plt Bupati Muna pada Minggu malam, 8 September 2024, semata-mata memenuhi undangan dan tidak terkait dengan kepentingan politik.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya diundang oleh salah seorang suruhan Plt Bupati yang dikenalnya.

“Sebenarnya, saya sudah mau dijemput sehari sebelumnya, tetapi karena sakit demam, saya baru bisa hadir keesokan malamnya. Sesampainya di kediaman beliau, kami hanya berbincang biasa, tidak ada pembicaraan politik atau dukungan,” terang Saparuddin pada Selasa, 10 September 2024.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa selama pertemuan tersebut, tidak ada permintaan dari Plt Bupati Bachrun untuk memberikan dukungan politik.

“Beliau hanya berterima kasih atas kedatangan saya. Tidak ada permintaan dukungan atau pembicaraan terkait Pilkada,” tambahnya.

Kehadiran Saparuddin di Rujab Plt Bupati tersebut hanya berlangsung sekitar 15 menit, setelah itu ia pulang untuk melaksanakan shalat Isya.

Namun, belakangan fotonya bersama Bachrun diposting di Facebook oleh sejumlah akun yang memelintir pertemuan itu sebagai indikasi dirinya akan mencabut dukungan dari pasangan Rajiun-Purnama.

Menanggapi kabar tersebut, Saparuddin menegaskan bahwa dukungannya kepada Rajiun-Purnama masih solid dan konsisten.

“Saya tidak pernah berbicara bahwa saya akan mencabut dukungan. Ini adalah pertemuan pertama saya dengan Pak Bachrun, dan tidak ada obrolan tentang dukungan politik sama sekali,” jelasnya.

Ia juga sangat menyayangkan tindakan sejumlah oknum yang memanfaatkan fotonya bersama Plt Bupati sebagai alat politik.

“Saya baru tahu soal foto yang viral itu dari adik saya. Sampai sekarang, saya masih mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil, tetapi saya meminta agar pihak yang memposting foto tersebut meminta maaf secara terbuka,” tegasnya.

Kendati merasa dirugikan oleh postingan tersebut, Saparuddin masih memberi kesempatan kepada pihak-pihak yang terlibat untuk meminta maaf.

“Kalimat yang menyebut saya mencabut dukungan itu tidak benar sama sekali. Saya masih solid mendukung Rajiun-Purnama sampai saat ini,” pungkasnya.




Dugaan Korupsi di Desa Lowulowu, HMI Laporkan Kepala Desa ke Polres Buton Tengah

Baubau, SultraNET.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomi Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau secara resmi melaporkan dugaan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pencucian uang yang dilakukan oleh jajaran Pemerintah Desa Lowulowu, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah. Selasa (10/9/2024)

Laporan ini telah disampaikan kepada Kapolres Buton Tengah dan diharapkan segera ditindaklanjuti oleh pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini.

Dalam laporannya, HMI yang diwakili oleh Ketua Komisariat Fekon Unidayan, Andris Nopriansya Tahir Asmar, menyampaikan bahwa subsidi untuk program “Gelar Pangan Murah” yang ditetapkan minimal sebesar 35% oleh Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, hanya diberikan sebesar 13% oleh Pemerintah Desa Lowulowu.

Hal ini menciptakan kecurigaan bahwa anggaran desa telah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi oknum pemerintah desa.

Andris mengungkapkan bahwa dalam program “Gelar Pangan Murah,” harga beras dan minyak goreng yang seharusnya disubsidi sesuai ketentuan tidak mencapai angka yang diharapkan.

Masyarakat desa diminta membayar Rp 108.000 per karung beras, yang seharusnya dijual dengan harga sekitar Rp 90.000 setelah subsidi 35%.

“Subsidi yang seharusnya minimal 35% justru hanya diberikan 13%. Ini jelas merugikan masyarakat dan melanggar ketentuan pemerintah kabupaten,” tegas Andris.

Tak hanya soal subsidi pangan, HMI juga menyoroti dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan jalan tani di desa.

Mereka mencurigai adanya markup besar-besaran dalam pelaksanaan proyek tersebut, di mana volume pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diubah secara sepihak oleh perangkat desa.

“Kami menduga ada markup besar-besaran dalam proyek pembangunan jalan tani, di mana volume pekerjaan tidak sesuai dengan RAB yang telah diubah sepihak oleh perangkat desa,” ungkapnya.

Selain itu, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dilakukan di desa tersebut juga dianggap gagal.

HMI menyatakan bahwa air yang disalurkan ke masyarakat adalah air asin dan tidak layak konsumsi.

“Pamsimas yang seharusnya menyediakan air layak konsumsi justru gagal total, air yang dialirkan asin dan fasilitas rusak,” bebernya

Laporan HMI juga menyebutkan bahwa Kepala Desa Lowulowu diduga melakukan penyalahgunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dana sebesar Rp 50 juta yang seharusnya dialokasikan untuk BUMDes dialihkan untuk proyek rabat beton di halaman kantor desa tanpa melalui persetujuan mekanisme resmi.

“Dana BUMDes sebesar Rp 50 juta dialihkan untuk proyek lain tanpa melalui mekanisme yang sah. Ini bentuk nyata penyalahgunaan anggaran,” ungkapnya.

Selain itu, ada laporan pemotongan gaji perangkat desa yang dilakukan oleh kepala desa dengan alasan yang tidak jelas dan tanpa pembahasan anggaran.

Hal ini semakin memperkuat dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kepala Desa Lowulowu dan jajaran perangkat desanya.

Selain dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang, HMI juga melaporkan adanya dugaan tindak pidana pencucian uang.

Uang sebesar Rp 20 juta yang merupakan pengembalian dari mantan Kepala Desa Lowulowu atas perintah Kejaksaan Negeri Buton terkait dugaan korupsi program pelatihan komputer pada masa jabatan sebelumnya, tidak dikembalikan ke kas negara.

Uang tersebut malah disimpan dalam rekening desa dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oleh kepala desa yang baru.

“Kami mencurigai uang itu digunakan untuk keperluan pribadi oleh Kepala Desa Lowulowu. Sampai saat ini, uang tersebut belum dikembalikan ke kas negara,” ungkap pelapor.

HMI Komisariat Fekon Unidayan menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum bagi masyarakat Lowulowu yang dirugikan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai masyarakat mendapatkan keadilan yang mereka butuhkan,” tutup Andris Nopriansya dengan tegas.

Hingga berita di rilis, pihak Pemerintah Desa Lowulowu belum terkonfirmasi. (JY)




Koramil 01/Rumbia Kodim 1431/Bombana, Kerja Bakti Pembersihan Parit di Desa Lakomea

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Kodim 1431/Bombana, bersama masyarakat Desa Lakomea, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, melaksanakan kerja bakti pembersihan parit. Selasa,(10/9/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya banjir serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar desa, terutama Saat musim hujan.

Serda Sambas Difinubun Babinsa Lakomea menyampaikan apresiasinya atas partisipasi masyarakat.

“Kerja bakti ini sangat penting untuk memastikan parit tetap bersih dan aliran air lancar. Hal ini akan membantu mencegah banjir di musim hujan nanti,” ujarnya.

Danramil 1431-01/Rumbia Kapten Inf Syafaruddin menambahkan, kegiatan seperti ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“TNI selalu siap membantu masyarakat, terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Lakomea, Efendi, S.Ip, mengucapkan terima kasih kepada Babinsa dan masyarakat yang telah berpartisipasi.

“Kerja bakti ini sangat membantu kami dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih dan sehat. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat rutin dilakukan,” tuturnya.

Dengan adanya kerja bakti ini, diharapkan kebersihan lingkungan Desa Lakomea terus terjaga, dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya gotong-royong dalam menjaga fasilitas umum seperti parit.