Sinergi Babinsa, Komponen Pendukung, dan Warga Wujudkan Keamanan Lingkungan di Rumbia

Bombana, Sultranet.com – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama komponen pendukung dan Warga melaksanakan patroli malam atau siskamling di Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan rasa aman di tengah warga. Rabu, (17/09/2025)

Dalam patroli tersebut, hadir tiga personel Koramil dipimpin Sertu Juni, satu anggota FKPPI, satu anggota Satpol PP, serta lima orang masyarakat. Mereka menyusuri beberapa titik rawan di lingkungan 1, lingkungan 2, dan lingkungan 3.

Sertu Juni menjelaskan, patroli ini tidak hanya sebagai langkah pencegahan tindak kriminalitas, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan antara aparat dan masyarakat.

“Kami mengajak warga agar ikut aktif menjaga lingkungan dengan membuat jadwal piket yang jelas dan melakukan patroli secara rutin,” ujarnya.

Selain itu, Babinsa juga memberikan pesan agar masyarakat tidak segan melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan.

“Apabila ada hal yang dianggap berpotensi mengganggu ketertiban, segera laporkan kepada Babinsa atau pihak berwajib agar cepat ditindaklanjuti,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Danramil 1431-03/Poleang, Kapten Inf Syafaruddin, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Patroli yang dilakukan Babinsa bersama warga Lampopala ini merupakan bentuk sinergi yang baik. Kehadiran masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan keamanan,” katanya.

Lebih lanjut, Kapten Syafaruddin menegaskan bahwa kebersamaan aparat dan masyarakat adalah modal penting dalam menjaga stabilitas lingkungan.
“Kalau semua komponen bersatu, maka potensi gangguan bisa ditekan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman di wilayah Rumbia,” pungkasnya. (Pendim)




Ketua STAI Wakatobi: Kampus Harus Jadi Ruang Berpikir Mahasiswa

Wakatobi, sultranet.com – Ketua STAI Wakatobi, Dr. H. La Rudi, S.Pd.I., M.Pd, menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang berpikir bagi mahasiswa. Hal itu ia sampaikan saat pelantikan pengurus STAI Wakatobi periode 2025–2029 di Villa Nadila, Sabtu (13/09/2025).

Dalam sambutannya, La Rudi menjelaskan bahwa pola pendidikan di perguruan tinggi berbeda dengan tingkat anak-anak. Ia menyebut adanya perbedaan antara pedagogi dan andragogi.

“Kalau di tingkat anak-anak, pengajar yang lebih aktif dibanding peserta didik. Tapi dalam andragogi, dosen lebih berperan sebagai fasilitator, sementara mahasiswa dituntut aktif mencari dan mengembangkan pengetahuan,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa di perguruan tinggi seharusnya bisa belajar meski tanpa kehadiran dosen sekalipun. Oleh karena itu, ia berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa agar lebih aktif, baik di dalam maupun di luar kampus.

“mempertahankan yang bagus dan mengambil yang baru yang lebih bagus” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan STAI Wakatobi, H. Arhawi, mengingatkan pentingnya sinergi antara yayasan, pimpinan, dan seluruh civitas akademika untuk mewujudkan visi besar STAI.

“Dukungan dari yayasan akan terus kita berikan, baik dari aspek legalitas, pendanaan, maupun strategi. Tapi keberhasilan hanya bisa diraih lewat kolaborasi, komunikasi terbuka, dan kerja yang terkoordinasi,” ujarnya.

Arhawi menaruh harapan besar pada kepengurusan baru. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas akademik, riset, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, pihak yayasan juga menargetkan penambahan program studi baru dan peningkatan status dari STAI menjadi Institut Agama Islam (IAI).

“Tantangan saat ini menuntut kita untuk adaptif, inovatif, dan kompetitif di level nasional maupun internasional. Mari kita bekerja dengan integritas dan penuh amanah. Semoga setiap langkah kita menjadi amal jariyah,” tambahnya.

Untuk diketahui, susunan pimpinan STAI Wakatobi masa bakti 2025–2029 adalah sebagai berikut:

  • Ketua: Dr. H. La Rudi, S.Pd.I., M.Pd
  • Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan: Suhardin Safei, S.Pd., M.Pd
  • Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan: Dr. Sarni, S.H., M.H., C.Med
  • Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama: Dr. La Salama, S.Pd., S.H., M.Si

Pelantikan ini turut dihadiri perwakilan Pemkab Wakatobi, unsur Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan. (ADM)




Wabup Bombana Pimpin Exit Meeting Pemeriksaan Kepatuhan Lingkungan Hidup

Bombana, Sultranet.com – Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si memimpin Exit Meeting Pemeriksaan Kepatuhan Pendahuluan atas Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Rapat berlangsung di Ruang Measa Laro Lantai 2 Kantor Bupati Bombana, Jumat (12/9/2025).

Exit Meeting ini menjadi rangkaian akhir dari pemeriksaan yang dilaksanakan selama 25 hari oleh tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemeriksaan difokuskan pada kepatuhan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam menjalankan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, khususnya terkait kegiatan usaha pertambangan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Bombana menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pengelolaan lingkungan tetap sejalan dengan regulasi yang berlaku. “Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan di tengah aktivitas pembangunan, termasuk kegiatan pertambangan. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting agar tata kelola kita lebih akuntabel,” ujar Ahmad Yani.

Ia menambahkan, rekomendasi dari hasil pemeriksaan akan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan dalam penyusunan kebijakan maupun langkah teknis di lapangan. “Kami akan menindaklanjuti setiap catatan pemeriksa. Harapan kita semua, keberadaan investasi di Bombana tetap memberi manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan,” tegasnya.

Ketua Tim Pemeriksa BPK Sultra yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa proses pemeriksaan dilakukan melalui wawancara, verifikasi dokumen, dan pengecekan langsung di lokasi pertambangan. “Pemeriksaan ini tidak hanya soal kepatuhan formal, tetapi juga memastikan bahwa praktik di lapangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Pemeriksaan ini, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha untuk meningkatkan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan. “Hasilnya akan dituangkan dalam laporan resmi yang dapat dijadikan rujukan bersama untuk perbaikan ke depan,” jelas Ketua Tim BPK.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta jajaran pemerintah yang membidangi urusan lingkungan hidup. Kehadiran mereka menandakan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan keberlanjutan tata kelola lingkungan.

Bagi masyarakat Bombana, isu lingkungan hidup selalu menjadi perhatian, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas pertambangan cukup tinggi. Pemeriksaan ini memberi ruang untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak dilakukan dengan mengabaikan aspek keberlanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bombana berharap melalui pemeriksaan ini dapat tercipta keseimbangan antara pertumbuhan investasi dengan perlindungan lingkungan. Dengan demikian, manfaat yang dirasakan tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Exit Meeting ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga Bombana tetap lestari. Sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, pemerintah daerah menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam harus berjalan beriringan.




Dandim 1431/Bombana Hadiri Launching SPPG Ke-2 di Kab. Bombana

Bombana, Sultranet.com – Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1431/Bombana Letkol Inf Andi Irfandi S.I.P menghadiri acara Launching Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Yayasan Pelita Kasih Manunggal, yang dilaksanakan di Aula SMA Negeri 10 Bombana, Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Senin, (01/09). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Poleang Utara, Rohmat Ramadhan.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Asisten Satu Setda Bombana, Muh Syukri mewakili Bupati Bombana, Anggota DPRD Bombana Andi Sambaloge dan Yudi Utama Arsyad, Camat Poleang Utara Nyoman S.IP, Danramil 1431/Poleang Kapten Inf Dahlan, Kapospol Poleang Utara Ipda Herman, Babinsa se-Kecamatan Poleang Utara, Kepala Desa se-Kecamatan Poleang Utara, Kepala Sekolah beserta guru SMA Negeri 10 Bombana, serta perwakilan siswa-siswi sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Dandim 1431/Bombana Letkol Inf Andi Irfandi menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah.

“Program ini merupakan program makan bergizi gratis Indonesia yang dicetuskan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah membangun sumber daya manusia unggul, mengurangi kemiskinan, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat didaerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, MBG menjadi bagian dari agenda nasional yang sudah diatur dalam Peraturan Presiden tahun 2024.

“Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga meningkatkan kesadaran gizi, khususnya di kalangan peserta didik. Harapannya, melalui langkah ini kita dapat memperkuat pijakan menuju generasi emas Indonesia 2045,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa MBG diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapan besar kami dengan adanya program ini adalah meningkatnya akses makanan bergizi, pengetahuan gizi, dan pola makan sehat di tengah masyarakat. Semua ini bermuara pada lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” ucapnya.

Kegiatan launching MBG ini mendapat sambutan positif dari seluruh peserta yang hadir. Dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, legislatif, hingga masyarakat, mencerminkan semangat gotong royong dalam mewujudkan masa depan anak bangsa yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (PENDIM)




Korupsi Sejak 2015 di Wakatobi Terkuak, Proyek Lain Berpotensi?, Kejari : Bantu Kami

Wakatobi, sultranet.com – Dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan gedung Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) di Wakatobi akhirnya terkuak. Proyek yang dikerjakan sejak 2015 itu menelan anggaran lebih dari Rp 7,3 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Gedung asrama yang diresmikan pada 2016 tersebut, sejak 2021 sudah tidak lagi bisa dimanfaatkan. Padahal, sejak 2017 atau setahun pasca-peresmian, bangunan itu telah menunjukkan kerusakan cukup parah hingga terbengkalai sampai saat ini.

Menurut Kasi Intel Kejari Wakatobi, Deni Mulyawan, proyek ini dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT MNIS dengan skema lelang. Pekerjaan dimulai Juli 2015 dan ditargetkan rampung pada Desember 2015. Namun, hasilnya jauh dari harapan.

Terkait kasus ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial MTF telah diperiksa intensif oleh Kejari Kendari pada Kamis (21/08/25). Pemeriksaan berlangsung sekitar sembilan jam, mulai pukul 10.00 hingga 19.35 Wita, sebelum akhirnya MTF ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini juga membuka kembali perhatian publik terhadap sejumlah proyek lain di Wakatobi yang kondisinya mangkrak, seperti pembangunan Sea World di Desa Longa, perumahan dokter, dan masjid di Marina (kini tertutup Marina Center).

Deni menegaskan, peran masyarakat sangat penting dalam membantu penegakan hukum.

“Kami berharap masyarakat yang mengetahui adanya indikasi korupsi bisa melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Wakatobi dengan melampirkan identitas dan bukti pendukung. Kolaborasi ini penting agar setiap dugaan penyimpangan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya. (ADM)




Puluhan Saksi Diperiksa, Kejari Wakatobi Bidik Kepala SMA Negeri 2 Wangi-wangi dalam Kasus Dana BOS

Wakatobi, sultranet.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi tengah menyelidiki dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 2 Wangi-wangi tahun anggaran 2021 hingga 2025.

Hingga kini, sedikitnya 37 orang saksi telah diperiksa untuk menelusuri aliran dana tersebut. Langkah Kejari ini berawal dari laporan berbagai pihak, termasuk sejumlah guru di sekolah itu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Wakatobi, Deni Mulyawan, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti dan dokumen guna memperkuat indikasi penyalahgunaan anggaran.

Saat ini kami masih dalam tahap pengumpulan data, pendalaman, serta pemeriksaan beberapa pihak terkait,” ungkap Deni di ruang kerjanya, Senin (25/8/2025).

Ia menambahkan, Kejari juga akan memeriksa Kepala Sekolah selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Dari hasil penelusuran sementara, penyidik menemukan indikasi perbuatan melawan hukum serta dugaan korupsi lain yang menyasar Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

“Setelah kami telusuri di lapangan, ada juga dugaan penyalahgunaan pada DAK dan PIP,” bebernya.




Gelar Syukuran HUT RI KE 80, Kodim Bombana serahkan Hadiah Pemenang Lomba

Bombana, Sultranet.com – Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan terasa di Aula Serbaguna Makodim 1431/Bombana, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, saat Kodim 1431/Bombana menggelar syukuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Selasa, (19/08/2025). Acara tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba tujuhbelasan yang sebelumnya digelar Kodim Bombana.

Acara syukuran ini dihadiri jajaran perwira, personel TNI, hingga Persit KCK Cabang LXIV Dim Bombana. Hadir pula Ketua Persit KCK Cabang LXIV Dim Bombana, Ny. Rafika Andi Irfandi, Kapten Inf Mustapa (Pasi Pers Kodim 1431/Bombana), Kapten Cba Heri Iswanto (Pasi Log Kodim 1431/Bombana), Kapten Inf Syafaruddin (Danramil 1431-01/Rumbia), serta para pengurus dan anggota Persit.

Dandim 1431/Bombana yang diwakil Kasdim 1431/Bombana, Mayor Arm Bambang Wardiyanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memaknai peringatan HUT RI sebagai momentum untuk terus menyalakan semangat perjuangan.

“Kita berkumpul di tempat ini dalam acara syukuran memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80. Semangat kemerdekaan yang berkobar di dada para pahlawan, semoga terus menyala dalam setiap langkah kita membangun bangsa,” ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan. Menurutnya, perlombaan tujuhbelasan bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga wahana memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan jiwa juang generasi penerus.

“Terima kasih kepada panitia dan peserta lomba. Semangat kalian adalah cermin dari tekad bangsa untuk terus maju,” tambahnya.

Momen yang paling ditunggu-tunggu adalah penyerahan hadiah bagi pemenang lomba. Para peserta yang meraih juara tampak bahagia menerima apresiasi tersebut. Mayor Bambang menegaskan, kemenangan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk meraih prestasi yang lebih besar.

“Kemenangan ini bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi awal dari tantangan yang lebih besar untuk terus berprestasi demi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Mayor Bambang juga memberi semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih juara. “Kepada para pemenang, saya ucapkan selamat. Jadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Ingatlah, kegagalan adalah awal dari keberhasilan,” katanya penuh motivasi.

Acara ditutup dengan doa bersama, meneguhkan harapan agar semangat kemerdekaan tetap menyala di setiap langkah. Kodim 1431/Bombana berharap momentum ini dapat menjadi inspirasi untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara. (Pendim)




Gunakan Material Ilegal, Proyek 3,2 Miliar di Pengadilan Agama Wangi-wangi Terindikasi Sarat Korupsi

Wakatobi, sultranet.com | Larangan tambang ilegal terus digaungkan pemerintah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih ada pihak yang bermain-main dengan aturan. Salah satunya terindikasi dalam proyek pembangunan sarana lingkungan Kantor Pengadilan Agama Wangi-wangi yang dikerjakan oleh CV Pelangi.

Hasil penelusuran media ini menemukan, material galian bebatuan yang dipakai dalam proyek tersebut kuat diduga berasal dari tambang ilegal yang beroperasi di sejumlah titik di Wangi-wangi. Dugaan itu semakin menguat setelah pelaksana kontraktor sendiri mengaku tidak tahu asal-usul material yang dipakai.

“Kami juga tidak tahu, jadi kami hanya menerima dari konsultan pengawas,”ujar Didin, pelaksana kontraktor, Senin (11/11/25).

Pernyataan serupa juga dilontarkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Pengadilan Agama Wangi-wangi. Ia menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR sebelum proyek berjalan.

“Kalau di RAB-nya itu menggunakan tanah uruk,” ungkapnya.

Pernyataan yang saling lempar tanggung jawab ini justru menimbulkan kecurigaan publik. Sebab, jika material yang digunakan benar berasal dari tambang ilegal, maka kontraktor terindikasi telah membeli material yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Material ilegal umumnya dibeli dengan harga lebih murah, sehingga membuka peluang adanya penyimpangan anggaran bahkan korupsi.

Secara hukum, penggunaan material tersebut juga berpotensi menjerat banyak pihak:

Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Pasal 480 KUHP tentang penadahan, dengan ancaman hukuman penjara hingga 4 tahun.

Lebih jauh, hasil penelusuran media mendapati bahwa pemasok material galian ilegal untuk proyek ini diduga seorang pegawai bank Himbara yang bertugas di Wakatobi.

Tak berhenti di situ, proyek bernilai Rp3,2 miliar ini juga disorot karena penggunaan paving block yang diduga tidak memiliki legalitas resmi. Sejumlah aktivis lokal kini mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan, mengingat kasus ini tidak hanya menyangkut pelanggaran administrasi, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara.




Kodim Bombana Ajak Masyarakat Hukaea Gelar Doa Bersama, Sambut HUT RI ke-80

Bombana, Sultranet.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kodim 1431/Bombana menggelar kegiatan Doa Syukur bersama masyarakat di Masjid At-Tasdiq, Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Jumat (15/8). Acara ini menjadi momentum spiritual yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.

Kegiatan doa bersama ini dipimpin langsung oleh Mayor Arm Bambang Wardiyanto selaku Kasdim 1431/Bombana dan dihadiri Puluhan Orang yang terdiri dari personel Kodim, Koramil 1431-01/Rumbia, Koramil 1431-03/Poleang, serta masyarakat jamaah Masjid At-Tasdiq. Dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, kegiatan ini membawa nuansa khidmat dan penuh kebersamaan.

“Doa bersama ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang dan refleksi atas nikmat kemerdekaan yang telah diberikan Tuhan kepada bangsa ini,” ujar Mayor Bambang Wardiyanto dalam sambutannya.

Sejumlah pejabat TNI turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kapten Inf Mustapa (Pasi Pers Dim 1431/Bombana), Kapten Cba Heri Iswanto (Pasi Log), dan Kapten Inf Sulistianto (Pasi Ter). Doa bersama juga dipimpin oleh Imam Masjid At-Tasdiq, Ustadz Zaenal, serta Peltu Sailan.

“Momentum seperti ini harus terus dijaga. Kami berharap masyarakat semakin terlibat dalam kegiatan yang menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan,” ungkap Kapten Inf Mustapa usai acara.

Kegiatan Doa Syukur ini menjadi bentuk sinergi antara aparat TNI dan masyarakat, yang tidak hanya menjaga keamanan wilayah tetapi juga mempererat hubungan spiritual dan sosial demi Indonesia yang lebih baik.




Meriahkan Semarak HUT Kemerdekaan RI, Tim Sepak Takraw Koramil Kabaena Melaju ke Final

Bombana, Sultranet.com– Semangat kemerdekaan mewarnai Lapangan Desa Pongkalaero, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Rabu (13/8/2025). Tim Sepak Takraw Koramil 1431-02/Kabaena tampil gemilang pada pertandingan tingkat kecamatan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80. Menghadapi Tiem Takraw Desa Batuawu, tim asuhan Danramil Kabaena Kapten Inf Effendi ini berhasil menang telak dengan skor 3-0.

Skuad takraw Koramil Kabaena yang diperkuat Serda Darlan, Serda Muhaji, dan Kopda Rafiudin menunjukkan permainan solid sejak set pertama. Serangan cepat dan pertahanan rapat membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Kemenangan ini memastikan mereka melaju ke babak final yang akan digelar Kamis (14/8/2025) melawan Tim Takraw Desa Langkema. Laga puncak tersebut diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim dikenal sama-sama tangguh.

Dok: Danramil 1431-02/Kabaena Kapten Inf Efendi bersama Forkopimcan menyaksikan Pertandingan Porseni tingkat Kecamatan Kabaena Selatan

Danramil 1431-02/Kabaena, Kapten Inf Effendi, menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan para pemain. “Alhamdullah Tiem kami pagi ini bermain Solid dan dengan penuh semangat serta sportivitas. Kemenangan ini adalah hasil kerja sama tim yang baik,” ujarnya usai pertandingan.

Pertandingan semifinal ini turut disaksikan oleh Camat Kabaena Selatan Drs. Syamsul Hidayat, MM, para kepala desa se-Kecamatan Kabaena Selatan, dan ratusan warga yang memadati lapangan. Sorak-sorai penonton semakin menambah meriah suasana, menciptakan momen kebersamaan di tengah perayaan kemerdekaan.

Pertandingan Tim Takraw Koramil Kabaena melawan Tim Takraw Desa Batuawu
Pertandingan Tim Takraw Koramil Kabaena melawan Tim Takraw Desa Batuawu

Camat Kabaena Selatan, Drs. Syamsul Hidayat, MM, turut memberikan apresiasi atas kemeriahan pertandingan Porseni ini.

“Kegiatan seperti ini sangat positif untuk mempererat persatuan warga. Selain menjadi hiburan, juga menumbuhkan semangat juang dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Bagi masyarakat Kabaena Selatan, pertandingan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan membangkitkan semangat kebangsaan.

Kemenangan Koramil Kabaena diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga, sekaligus menjaga nilai-nilai sportivitas dan persatuan. (By Pendim)