Tanamkan Kecintaan Terhadap Lingkungan, Babinsa Koramil 01/Rumbia Ajak Siswa Tanam Pohon

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia mengajak siswa MTs Muhamadiyah Rarowatu bersama masyarakat Desa Lampeantani melaksanakan kegiatan kerja bakti penanaman pohon di Desa Lampeantani, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sejak dini dan menjaga kelestarian alam. Jumat, 26/07/2024

Pada kegiatan ini, sebanyak 50 pohon petei dan 48 pohon durian berhasil ditanam oleh para peserta. Jenis-jenis pohon tersebut dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan bermanfaat bagi lingkungan. Partisipasi aktif dari siswa dan masyarakat menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya penghijauan.

Babinsa Lampeantani, Serda Mastang, memberikan tanggapannya terkait kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat positif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan masyarakat. Harapannya, mereka akan terus menjaga dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam,” ujarnya.

Kepala Desa Lampeantani, Iksan, S.Pd, juga menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif Babinsa dan partisipasi semua pihak. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat,” katanya.

Sementara itu, Danramil 01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, mengungkapkan pentingnya sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. Kolaborasi antara TNI, sekolah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan program penghijauan,” jelasnya.

Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga langkah nyata dalam upaya pelestarian lingkungan. Dengan semangat gotong royong, diharapkan generasi muda dan masyarakat Desa Lampeantani semakin peduli terhadap alam sekitar.




Sukseskan Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, Babinsa Koramil 01/Rumbia Lakukan Pendampingan

Bombana, SultraNET. -| Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia Kopda Arjun Djunaedi mendampingi Petugas Kesehatan dari Puskesmas Rumbia dalam rangka melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dengan sasaran anak usia 0 hingga 7 tahun. Kamis, 25/07/2024

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dilaksanakan di dua lokasi utama, yaitu SD Negeri 08 Kasipute dan Kantor Kelurahan Lompopala. Kedua tempat tersebut dipilih karena strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat setempat.

Lurah Lompopala, Andi Idrus, S.Sos., M.AP, mengatakan apresiasinya terhadap pelaksanaan Pekan Imunisasi ini.

“Program imunisasi ini sangat penting untuk melindungi anak-anak kita dari penyakit polio. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Kopda Arjun Djunaedi Babinsa Koramil 01/Rumbia, juga memberikan tanggapannya terkait kegiatan tersebut.

“Sebagai Babinsa, kami selalu siap mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas kami untuk memastikan keamanan dan kelancaran program imunisasi,” Ucap Arjun.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rumbia, Bapak Rahmat, A.MK., S.Si, menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam program ini.

“Imunisasi adalah hak setiap anak. Kami berharap masyarakat aktif membawa anak-anak mereka ke lokasi imunisasi yang telah ditentukan,” tutupnya.




Babinsa Koramil 03/Poleang Ajak Masyarakat Lestarikan Lingkungan dengan Menanam Pohon Rambutan

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-03/Poleang, Serda Abd. Wahid, melaksanakan penanaman pohon rambutan di Desa Lamo, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah banjir dan mengurangi polusi udara di daerah tersebut. Kamis, 25/07/2024

Serda Abd. Wahid menjelaskan bahwa penanaman pohon ini adalah langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Dengan menanam pohon, kita tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membantu mengurangi risiko banjir dan polusi udara,” ujar Serda Wahid. Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan serupa.

Kepala Desa Lemo, Bapak Hasan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Babinsa Koramil 03/Poleang.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi desa kami. Semoga masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan terus mendukung program-program seperti ini,” ungkap Bapak Hasan.

Sementara itu, Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, turut memberikan komentarnya mengenai kegiatan ini.

“Penanaman pohon merupakan salah satu upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kami berharap kegiatan ini bisa diikuti oleh desa-desa lain di wilayah kami,” Pungkas Danramil Lettu Inf Dahlan.




Lingkungan Pasar Kotor, Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena Turun Tangan Ajak Pedagang dan Warga Gotong Royong

Bombana, SultraNET. | – Babinsa Koramil 1431-02/Kabaena yang dipimpin oleh Serka Sahlan menggerakkan pedagang dan masyarakat setempat untuk melaksanakan kegiatan Karya Bakti membersihkan sampah-sampah di Pasar Desa Toli Toli, Kec. Kabaena Timur, Kab. Bombana, untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta memberikan kenyamanan bagi pengunjung pasar. Rabu, 24/07/2024

Kepala Dusun 3 Desa Toli-Toli, Bapak Sadam, menyambut baik kegiatan ini dan mengatakan, “Kegiatan ini sangat positif untuk menjaga kebersihan pasar dan kesehatan masyarakat. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin.”

Babinsa Toli-Toli, Serka Sahlan, juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia mengatakan, “Kami dari Koramil siap membantu masyarakat dalam setiap kegiatan yang bertujuan untuk kebaikan bersama. Kebersihan pasar adalah tanggung jawab kita bersama.” Ujarnya

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Gotong royong ini diharapkan menjadi contoh bagi komunitas lain untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Danramil 1431-02/Kabaena, Kapten Inf Efendi, mengatakan dukungannya terhadap inisiatif ini.

“Kami mengapresiasi inisiatif Serka Sahlan dan seluruh masyarakat yang terlibat. Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan bekerja sama, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sehat,” Tutupnya.




Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama Pemdes dan Masyarakat Tanam Pohon Buah di Desa Kalaero

Bombana, SultraNet. | – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama aparat pemerintah desa dan masyarakat Desa Kalaero melaksanakan kegiatan penanaman pohon jenis rambutan di Desa Kalaero, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di masa mendatang. Selasa, 23/07/2024

Sekdes Desa Kalaero, Bapak Aidil, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Dengan menanam pohon buah rambutan, kita berharap hasil panennya nanti bisa menambah penghasilan warga,” ujar Bapak Aidil.

Babinsa Kalaero, Serda Laode Masrun, juga menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk keberhasilan program ini. Semoga pohon yang kita tanam hari ini bisa tumbuh subur dan memberikan manfaat di masa depan,” Ucap Serda Laode Masrun.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, menambahkan bahwa kegiatan penanaman pohon ini juga bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Selain untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, penanaman pohon juga merupakan upaya kita bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” Pungkas Danramil.




Pengurangan Jumlah TPS Pilkada Bombana Diapresiasi

Bombana, SultraNET. – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bombana memutuskan mengurangi jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)serentak tahun 2024 yang sebelumnya pada Pemilihan Umum 2024 berjumlah 472 TPS berkurang menjadi 271 TPS. Kebijakan ini diambil sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 7 Tahun 2024.

Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Bombana, Aminuddin, beberapa waktu lalu menjelaskan jika pada Pemilu 2024, batas jumlah pemilih per TPS adalah 300 pemilih sedangkan untuk Pilkada ini dapat mencapai hingga 600 orang per TPS nya, sehingga otomatis dapat dilakukan penyesuaian jumlah TPSnya.

“Pengurangan jumlah TPS ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pemungutan suara,” ujar Aminuddin

Ia memastikan, pengurangan jumlah TPS ini tidak akan mengurangi akses masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. “KPU Bombana memastikan bahwa seluruh pemilih dapat memberikan suaranya dengan mudah. Kami akan menyediakan fasilitas yang memadai di setiap TPS agar proses pemungutan suara berjalan lancar,” tandasnya.

Kebijakan ini mendapat apresiasi dari Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Daerah (LKPD) Muh. Arham. Menurutnya, pengurangan jumlah TPS adalah langkah yang tepat dalam upaya penghematan keuangan negara.

“Dengan berkurangnya jumlah TPS, biaya operasional dapat ditekan. Selain itu, pengamanan dapat lebih fokus sehingga kualitas demokrasi pun akan semakin baik,” kata Arham.

Ia menambahkan bahwa dana yang dihemat dari pengurangan TPS dapat dialokasikan untuk keperluan lain yang lebih mendesak, seperti peningkatan kesejahteraan petugas pilkada dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Dengan jumlah TPS yang lebih sedikit, pengawasan bisa lebih efektif dan efisien. Setiap permasalahan yang muncul bisa lebih cepat diatasi dan dilaporkan,” ujarnya.

Muh. Arham juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk suksesnya Pilkada serentak ini.  Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses pilkada agar kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi tetap terjaga.

“Dengan berkurangnya jumlah TPS, logistik pemilu seperti surat suara, kotak suara, dan alat tulis kantor (ATK) bisa lebih efisien didistribusikan dan diawasi. Kita berharap ini dapat mengurangi potensi kecurangan dan masalah.” tandasnya. (IS)

 




Lulusan Politeknik Bombana Siap Kerja

Bombana, SultraNET.com – Politeknik Bombana melepas 171 mahasiswa untuk melaksanakan magang kerja dalam rangka pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun 2024. Kegiatan tersebut merupakan komitmen kampus vokasi di Wonua Bombana itu untuk menciptakan lulusan yang siap kerja.

Sebanyak 171 mahasiswa yang akan mengikuti program ini berasal dari empat program studi, yaitu Akuntansi Sektor Publik sebanyak 73 mahasiswa, Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung sebanyak 42 mahasiswa, Teknologi Pembenihan Ikan sebanyak 25 mahasiswa, dan Teknologi Rekayasa Kimia Industri sebanyak 31 mahasiswa.

Direktur Politeknik Bombana, Sainal Abidin, S.Si., MM, Senin (22/7/2024) menjelaskan, program magang ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill dan hard skill mahasiswa, serta memberikan mereka pengalaman kerja di berbagai instansi pemerintah dan swasta.

Proses magang berlangsung selama satu tahun, di mana 10 bulan pertama dilakukan di instansi terkait, baik di Kendari, Kolaka, maupun Makassar. Sementara itu, dua bulan terakhir digunakan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di desa masing-masing.

Tujuan utama dari program magang ini adalah untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang cukup untuk bekerja di berbagai bidang ilmu, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

“Kami berharap mahasiswa Politeknik Bombana benar-benar menjalankan proses pemagangan dengan baik sehingga lulusan kita tidak menjadi pengangguran, tetapi sudah memiliki kompetensi untuk bekerja di mana pun,” ujarnya.

Dengan penekanan pada pengembangan soft skill dan hard skill, mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi dengan berbagai situasi kerja dan memiliki kemampuan teknis yang memadai.

Soft skill, seperti komunikasi, kerjasama tim, dan manajemen waktu, sangat penting dalam dunia kerja modern. Sementara itu, hard skill memberikan keahlian teknis spesifik yang dibutuhkan dalam berbagai bidang industri.

Program ini juga menargetkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri di bidang industri. “Kami sedang membangun komunikasi dengan perusahaan luar negeri dan berharap angkatan berikutnya bisa berangkat ke sana,” bebernya

Ia menyebut peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bombana sangat penting, sehingga kedepan Bombana tidak lagi harus mengimpor tenaga kerja dari luar daerah.

“Kita ingin memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri dan siap memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan mereka.” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bombana Anton Ferdinan saat menerima 5 mahasiswa yang akan melakukan magang di instansi tersebut mengaku siap bekerja sama dan membimbing para mahasiswa tersebut.

Ia menjelaskan, dalam era digital yang serba cepat ini, peran perpustakaan dan arsip sering kali terabaikan. Padahal, kedua institusi ini memiliki peran krusial dalam melestarikan pengetahuan dan identitas suatu bangsa.

“Perpustakaan bukan hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan dan budaya. Perpustakaan menyediakan akses gratis atau terjangkau ke berbagai jenis informasi, mulai dari buku, jurnal, hingga bahan digital,” jelas Anton Ferdinan.

Arsip juga memegang peran vital dalam menjaga catatan sejarah dan identitas suatu bangsa. Arsip menyimpan dokumen-dokumen penting yang mencatat perjalanan sejarah suatu bangsa, seperti surat, peta, foto, atau rekaman audio-visual yang memiliki nilai historis.

Arsip memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan dan organisasi. Dengan adanya arsip, publik dapat mengakses informasi mengenai kebijakan, keputusan, dan tindakan yang telah diambil oleh lembaga-lembaga terkait.

“Pada prinsipsnya kami siap menerima teman teman mahasiswa untuk bersama sama berproses disini,” tandasnya.

Pewarta : Aldi L




Ajak Masyarakat Gotong Royong Pembersihan Drainase di Desa Poleonro, Bentuk Kepedulian Babinsa Koramil 1431-03/Poleang.

Bombana, SultraNET. – Babinsa Koramil 1431-03/Poleang melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan parit dan got di Desa Poleonro, Kec. Poleang Tengah, Kab. Bombana. Senin, 22/07/2024. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan mencegah banjir. Dipimpin oleh Serda Justang, aksi gotong royong ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Ibnu Hasyim, Kepala Desa Poleonro, mengapresiasi inisiatif Babinsa dalam mengajak Masyarakat bergotong royong.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Saya berharap gotong royong seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

 

Serda Justang, Babinsa Poleonro, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Koramil untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu siap membantu masyarakat dalam segala situasi, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, juga memberikan komentarnya. “Kegiatan gotong royong ini sejalan dengan visi TNI dalam membangun kemanunggalan dengan rakyat. Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya gotong royong ini, diharapkan lingkungan Desa Poleonro menjadi lebih bersih dan sehat, serta mampu mengurangi risiko banjir di musim hujan. Kegiatan ini juga memperkuat ikatan antara TNI dan masyarakat dalam menjaga dan membangun lingkungan yang lebih baik




Parit Kotor dan Tersumbat, Babinsa Koramil 1431-03/Poleang Bersama Warga Laksanakan Gotong Royong

Bombana, SultraNET. | – Desa Waemputtang, Kec. Poleang Selatan, Kab. Bombana, menjadi saksi kegiatan gotong royong yang digelar oleh anggota Koramil 1431-03/Poleang, Dengan semangat kebersamaan, mereka melaksanakan kerja bakti membersihkan parit yang kotor dan tersumbat. Langkah ini diambil untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan mencegah terjadinya banjir di desa tersebut. (Jumat, 19/07/2024)

Salah satu Kepala Dusun di Desa Waemputtang, Bapak Ramli, memberikan tanggapan positif terkait kegiatan ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada anggota Koramil 1431-03/Poleang yang bersamaan-sama dengan Masyarakat membersihkan parit di desa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir, terutama di musim hujan seperti sekarang,” ujar Pak Ramli.

Babinsa Waemputtang Koramil 03/Poleang, Sertu Zakkir, juga memberikan komentarnya.

“Gotong royong ini merupakan wujud nyata dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Kami selalu siap membantu masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut di masa mendatang,” kata Sertu Zakkir.

Sementara itu, Danramil 1431-03/Poleang, Lettu Inf Dahlan, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif dari warga Desa Waemputtang. Gotong royong ini tidak hanya membersihkan parit, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Lettu Inf Dahlan.

Kegiatan gotong royong yang berlangsung dengan lancar ini menunjukkan bahwa dengan kebersamaan, masalah lingkungan dapat diatasi dengan efektif. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci dalam menciptakan desa yang bersih dan sehat.




Babinsa Koramil 1431-03/Poleang Kodim 1431/Bombana Berjibaku Padamkan Api yang Melalap Rumah Warga

Bombana, SultraNET. | – Kebakaran hebat melanda Desa Mattirowalie, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Kamis sore, sekitar pukul 18.35 Wita. Satu rumah semi permanen dan satu buah gudang tempat penampungan kopra milik Haji Yayang (70), seorang petani kopra putih, hangus terbakar. (18/07)

Menurut keterangan H. Yayang, kebakaran terjadi karena percikan korsleting listrik yang mengenai bahan bangunan yang mudah terbakar, sehingga api cepat membesar dan menjalar ke gudang penampungan kopra,” ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, Serda Haruna bersama dua anggota Koramil 1431-03/Poleang lainnya, Serda Justan dan Serda Sabil, serta warga setempat segera menuju lokasi untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

“Kami langsung menuju lokasi begitu mendapat laporan dan bekerja sama dengan warga untuk memadamkan api,” tambah Serda Haruna.

Proses pemadaman api memakan waktu sekitar tiga jam. Berkat upaya keras dari personil Koramil 1431-03/Poleang dan warga, api akhirnya berhasil dipadamkan. “Kurang lebih tiga jam kami berjibaku dengan api, akhirnya bisa kami padamkan,” kata Serda Haruna.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mencakup satu rumah beserta isinya dan satu gudang penampungan kopra.

“Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material cukup besar, diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap Haji Yayang.

Minimnya alat pemadam kebakaran di lokasi kejadian menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

“Keterbatasan alat pemadam kebakaran membuat proses pemadaman sedikit terhambat,” jelas Serda Haruna.

Dandim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P memberikan apresiasi tinggi terhadap ketanggapan dan kerja keras Babinsa dalam menangani kebakaran ini

“Saya sangat mengapresiasi ketanggapan, dan kesiapsiagaan Babinsa dalam membantu mengatasi kesulitan Masyarakat di Wilayahnya” ujar Dandim.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan peralatan pemadam kebakaran yang memadai serta mengaktifkan kembali siskamling di setiap daerah yang bekerjasama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan ketersediaan perlengkapan yang memadai untuk menangani kebakaran serta aktifnya Siskamling di Wilayah,” tutup Dandim 1431/Bombana.