Tidak Transparan Soal Keuangan hingga Dugaan Pelanggaran HAM Pengurus Lama STAI Wakatobi

Wakatobi, sultranet.com | Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi baru saja mengalami pergantian kepengurusan. Pengurus lama yang dipimpin oleh Dr. Suruddin, M.Pd resmi dicopot dan digantikan oleh pengurus baru di bawah kepemimpinan Dr. H. La Rudi, S.Pd.I., M.Pd.

Pergantian ini memicu reaksi beragam dari mahasiswa hingga masyarakat luas. Banyak pihak mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di kampus tersebut dan mengapa yayasan tiba-tiba mengambil langkah drastis mengganti pengurus lama.

Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan ketidaktransparanan pengelolaan keuangan. Suhardin, anak dari pendiri yayasan sekaligus mantan ketua yayasan, mengungkapkan bahwa selama pengurus lama menjabat, laporan keuangan kampus tidak pernah disampaikan kepada yayasan.

Hal ini menimbulkan dugaan adanya penyelewengan dana, terutama karena mahasiswa tetap membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan biaya wisuda yang dinilai tidak wajar, tanpa adanya rincian penggunaan dana.

Sekretaris Yayasan, La Umuri, turut menyoroti dugaan penyimpangan tersebut. Ia mencontohkan, potensi dana SPP yang diperkirakan mencapai Rp800 juta per tahun tidak pernah dipertanggungjawabkan secara jelas.

“Kalau data mahasiswa, dosen, dan pembayaran jelas, maka aliran dana juga bisa dihitung. Semestinya masuk ke rekening yayasan,” tegasnya.

Untuk menindaklanjuti dugaan itu, pengurus baru bersama penasihat hukum STAI Wakatobi, Dr. Sarni, SH, MH, C.Med, menegaskan akan melibatkan auditor independen.

“Jika ada temuan kerugian, kami siap menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Selain persoalan keuangan, pengurus lama juga dituding melakukan pembatasan terhadap mahasiswa yang bergabung dengan organisasi ekstra kampus serta bersikap anti kritik. Mahasiswa yang diketahui aktif di organisasi ekstra disebut kerap mendapat perlakuan diskriminatif.

Salah seorang eks mahasiswa STAI Wakatobi, Ramli mengaku pernah mengalami tekanan bahkan kekerasan fisik. Hingga saat ini, Ia juga tidak bisa menyelesaikan studinya di STAI Wakatobi.

“Bahkan kami sampai mengalami pemukulan saat melakukan aksi unjuk rasa,” ungkapnya.

Selain Ramli, mahasiswa lain yang juga aktif di berbagai kegiatan sosial juga mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari pihak kampus, beberapa mahasiswa bahkan tidak bisa menyelesaikan studinya di kampus tersebut.

“Bukan dalam situasi sedang ujian dan bahkan Ketua Stai saat bukan menjadi pembimbingku, tapi skripsi yang saya perlihatkan ke dia, dicoret dan kemudian disobek dan disuruh untuk ikut seminar ulang judul,”ungkapnya, Sandri

“Hal itu dia lakukan karena diduga ada sentimen pribadi karena saya ikut organisasi ekstra kampus,”tutupnya.

Praktik tersebut dinilai melanggar hak asasi manusia, khususnya hak kebebasan berkumpul dan berserikat yang dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28 serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.(ADM)




Sinergi Babinsa Rumbia dan Warga Lantowua Gelar Patroli Siskamling demi Keamanan Desa

Bombana, Sultranet.com – Suasana malam di Desa Lantowua, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana terasa berbeda ketika Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia turun langsung bersama Linmas dan warga melaksanakan patroli dan sistem keamanan lingkungan (siskamling). Sabtu, (20/09). Kegiatan sederhana namun penuh makna ini dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya.

Dalam kesempatan itu, Babinsa menekankan pentingnya keterlibatan warga secara aktif. Ia mengajak masyarakat untuk membuat jadwal piket ronda yang jelas, agar semua bisa ikut serta menjaga desa secara bergiliran.

“Dengan jadwal yang teratur, keamanan bisa lebih terjamin dan kebersamaan tetap terjaga,” ujarnya.

Babinsa juga mengingatkan bahwa patroli rutin menjadi kunci dalam mencegah gangguan keamanan. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memberi rasa aman, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan.

“Kalau kita rajin berpatroli, desa akan lebih kondusif dan masyarakat bisa beristirahat dengan tenang,” tambahnya.

Selain itu, ia meminta warga untuk segera melaporkan hal-hal mencurigakan kepada Babinsa atau aparat terkait.

“Jangan menunggu sampai terjadi masalah besar. Bila ada yang mencurigakan, laporkan segera agar bisa ditangani lebih cepat,” tegasnya.

Kegiatan patroli malam itu berlangsung hangat. Warga terlihat antusias, bahkan beberapa di antaranya menyampaikan rasa bangga karena TNI hadir langsung mendampingi mereka.

“Kami ingin keamanan di desa ini terjaga dengan baik. Patroli ini adalah bentuk kebersamaan antara TNI dan rakyat,” pungkas Babinsa.

Bagi masyarakat Lantowua, kegiatan ini bukan sekadar ronda malam biasa. Lebih dari itu, siskamling bersama Babinsa telah menjadi ruang kebersamaan, tempat masyarakat belajar menjaga desa, saling menguatkan, dan membangun rasa aman bersama-sama.




Kodim Bombana Bagikan Makanan Bergizi, Senyum Anak SD Warnai HUT ke-80 TNI

Bombana, Sultranet.com – Suasana penuh keceriaan menyelimuti SDN 08 Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Jumat (19/9/2025). Ratusan siswa tersenyum gembira ketika jajaran Kodim 1431/Bombana bersama Koramil 1431-01/Rumbia hadir membagikan makanan gratis dalam rangkaian Bakti Ter Prima TNI memperingati HUT ke-80 TNI tahun 2025.

Kegiatan sederhana namun penuh makna itu berlangsung hangat. Para prajurit TNI dengan ramah menyapa dan menyerahkan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah, yang tampak antusias dan senang bisa berinteraksi langsung dengan sosok yang mereka kagumi.

Pasi Teritorial Kodim 1431/Bombana, Kapten Inf Sulistianto, mengatakan bahwa pembagian makanan ini adalah wujud kepedulian TNI terhadap generasi penerus bangsa.

“Kami ingin anak-anak tumbuh sehat, semangat, dan terus berprestasi. Kehadiran TNI di sini adalah untuk mendukung dan memberi motivasi, sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menegaskan bahwa HUT TNI ke-80 tahun ini menjadi momentum untuk semakin dekat dengan rakyat.

“Selain pembagian makanan bergizi, kami juga menggelar karya bakti dan pembagian bantuan sosial. Semua kegiatan ini dilakukan oleh jajaran Koramil sebagai bukti nyata TNI hadir untuk masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan sosial ini adalah bentuk pengabdian yang tulus.

“TNI tidak pernah lepas dari rakyat. Dari rakyat TNI lahir, bersama rakyat TNI kuat, dan untuk rakyat TNI berjuang,” ungkap Letkol Andi Irfandi.

Sementara itu, Kepala SDN 08 Kasipute, Hj. Rosmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih.

“Kegiatan ini membawa kebahagiaan bagi siswa kami. Mereka bukan hanya mendapat makanan sehat, tetapi juga pengalaman berharga bisa bersama TNI. Ini tentu menjadi motivasi positif bagi anak-anak,” katanya.

Tawa riang anak-anak yang menikmati santapan bergizi bersama prajurit TNI menjadi penutup manis acara tersebut. Di balik kesederhanaannya, kegiatan ini meninggalkan pesan mendalam: TNI dan rakyat adalah satu, berjalan bersama dalam suka maupun duka demi masa depan bangsa. (Pendim)




Peringati HUT ke-80 TNI, Koramil 01/Rumbia Gelar Bhakti Ter Prima Bersihkan Pasar Tadoha Mapaccing

Bombana, SultraNET.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Koramil 1431-01/Rumbia menggelar kegiatan Bhakti Ter Prima berupa kerja bakti pembersihan Pasar Central Tadoha Mapacci, Desa Tapuhahi, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Jumat, (19/9). Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat, pelajar, hingga aparat pemerintah.

Kerja bakti dipimpin langsung oleh Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin. Turut hadir mendukung kegiatan ini, Kepala Dinas Perindag Kabupaten Bombana, Azis Fair, S.Sos, Camat Rumbia Tengah Yusuf Alison, S.Sos., M.M bersama jajaran, Kapolsek Rumbia Ipda Rais Saini beserta anggota, Danposal Letda Laut (E) Firman Afianto, Kepala Seksi Operasi Satpol PP Suriadi, bersama Anggotanya, serta Kepala Desa Tapuhahi Sulfandi, SKM bersama aparat desa.

Selain aparat, kegiatan ini juga diikuti siswa-siswi dari SMKN 2 Bombana dan MAN 1 Bombana, serta masyarakat Desa Tapuahi dan pedangan Sekitar 100 orang bahu membahu membersihkan area pasar, mulai dari drainase, halaman, hingga los-los pedagang yang tampak kotor. Suasana kebersamaan tampak jelas ketika aparat, pelajar, dan masyarakat saling bergotong royong.

Danramil 1431-01/Rumbia, Kapten Inf Syafaruddin, mengatakan bahwa kegiatan Bhakti Ter Prima ini menjadi bentuk nyata kedekatan TNI dengan masyarakat.

“Kami ingin momentum HUT TNI ke-80 ini diisi dengan kegiatan yang bermanfaat langsung untuk masyarakat. Pembersihan pasar ini agar lingkungan lebih sehat dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” ujarnya.

Camat Rumbia Tengah, Yusuf Alison, juga mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam kerja bakti ini sangat penting. Pasar bersih akan menciptakan lingkungan yang sehat, dan tentunya mendukung aktivitas ekonomi warga,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan Bhakti Ter Prima dilakukan serentak di beberapa wilayah.

“Bukan hanya di Rumbia, Koramil Poleang juga melaksanakan kegiatan serupa dengan sasaran membersihkan Pantai Bambaea. Ini adalah wujud komitmen TNI untuk hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan karya bakti akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama seperti ini semakin memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya.




Sinergi Babinsa, Komponen Pendukung, dan Warga Wujudkan Keamanan Lingkungan di Rumbia

Bombana, Sultranet.com – Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia bersama komponen pendukung dan Warga melaksanakan patroli malam atau siskamling di Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan rasa aman di tengah warga. Rabu, (17/09/2025)

Dalam patroli tersebut, hadir tiga personel Koramil dipimpin Sertu Juni, satu anggota FKPPI, satu anggota Satpol PP, serta lima orang masyarakat. Mereka menyusuri beberapa titik rawan di lingkungan 1, lingkungan 2, dan lingkungan 3.

Sertu Juni menjelaskan, patroli ini tidak hanya sebagai langkah pencegahan tindak kriminalitas, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan antara aparat dan masyarakat.

“Kami mengajak warga agar ikut aktif menjaga lingkungan dengan membuat jadwal piket yang jelas dan melakukan patroli secara rutin,” ujarnya.

Selain itu, Babinsa juga memberikan pesan agar masyarakat tidak segan melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan.

“Apabila ada hal yang dianggap berpotensi mengganggu ketertiban, segera laporkan kepada Babinsa atau pihak berwajib agar cepat ditindaklanjuti,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Danramil 1431-03/Poleang, Kapten Inf Syafaruddin, memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Patroli yang dilakukan Babinsa bersama warga Lampopala ini merupakan bentuk sinergi yang baik. Kehadiran masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan keamanan,” katanya.

Lebih lanjut, Kapten Syafaruddin menegaskan bahwa kebersamaan aparat dan masyarakat adalah modal penting dalam menjaga stabilitas lingkungan.
“Kalau semua komponen bersatu, maka potensi gangguan bisa ditekan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman di wilayah Rumbia,” pungkasnya. (Pendim)




Ketua STAI Wakatobi: Kampus Harus Jadi Ruang Berpikir Mahasiswa

Wakatobi, sultranet.com – Ketua STAI Wakatobi, Dr. H. La Rudi, S.Pd.I., M.Pd, menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang berpikir bagi mahasiswa. Hal itu ia sampaikan saat pelantikan pengurus STAI Wakatobi periode 2025–2029 di Villa Nadila, Sabtu (13/09/2025).

Dalam sambutannya, La Rudi menjelaskan bahwa pola pendidikan di perguruan tinggi berbeda dengan tingkat anak-anak. Ia menyebut adanya perbedaan antara pedagogi dan andragogi.

“Kalau di tingkat anak-anak, pengajar yang lebih aktif dibanding peserta didik. Tapi dalam andragogi, dosen lebih berperan sebagai fasilitator, sementara mahasiswa dituntut aktif mencari dan mengembangkan pengetahuan,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa di perguruan tinggi seharusnya bisa belajar meski tanpa kehadiran dosen sekalipun. Oleh karena itu, ia berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa agar lebih aktif, baik di dalam maupun di luar kampus.

“mempertahankan yang bagus dan mengambil yang baru yang lebih bagus” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan STAI Wakatobi, H. Arhawi, mengingatkan pentingnya sinergi antara yayasan, pimpinan, dan seluruh civitas akademika untuk mewujudkan visi besar STAI.

“Dukungan dari yayasan akan terus kita berikan, baik dari aspek legalitas, pendanaan, maupun strategi. Tapi keberhasilan hanya bisa diraih lewat kolaborasi, komunikasi terbuka, dan kerja yang terkoordinasi,” ujarnya.

Arhawi menaruh harapan besar pada kepengurusan baru. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas akademik, riset, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, pihak yayasan juga menargetkan penambahan program studi baru dan peningkatan status dari STAI menjadi Institut Agama Islam (IAI).

“Tantangan saat ini menuntut kita untuk adaptif, inovatif, dan kompetitif di level nasional maupun internasional. Mari kita bekerja dengan integritas dan penuh amanah. Semoga setiap langkah kita menjadi amal jariyah,” tambahnya.

Untuk diketahui, susunan pimpinan STAI Wakatobi masa bakti 2025–2029 adalah sebagai berikut:

  • Ketua: Dr. H. La Rudi, S.Pd.I., M.Pd
  • Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan: Suhardin Safei, S.Pd., M.Pd
  • Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan: Dr. Sarni, S.H., M.H., C.Med
  • Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama: Dr. La Salama, S.Pd., S.H., M.Si

Pelantikan ini turut dihadiri perwakilan Pemkab Wakatobi, unsur Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan. (ADM)




Wabup Bombana Pimpin Exit Meeting Pemeriksaan Kepatuhan Lingkungan Hidup

Bombana, Sultranet.com – Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si memimpin Exit Meeting Pemeriksaan Kepatuhan Pendahuluan atas Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Rapat berlangsung di Ruang Measa Laro Lantai 2 Kantor Bupati Bombana, Jumat (12/9/2025).

Exit Meeting ini menjadi rangkaian akhir dari pemeriksaan yang dilaksanakan selama 25 hari oleh tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara. Pemeriksaan difokuskan pada kepatuhan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam menjalankan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, khususnya terkait kegiatan usaha pertambangan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Bombana menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pengelolaan lingkungan tetap sejalan dengan regulasi yang berlaku. “Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan di tengah aktivitas pembangunan, termasuk kegiatan pertambangan. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting agar tata kelola kita lebih akuntabel,” ujar Ahmad Yani.

Ia menambahkan, rekomendasi dari hasil pemeriksaan akan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan dalam penyusunan kebijakan maupun langkah teknis di lapangan. “Kami akan menindaklanjuti setiap catatan pemeriksa. Harapan kita semua, keberadaan investasi di Bombana tetap memberi manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan,” tegasnya.

Ketua Tim Pemeriksa BPK Sultra yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa proses pemeriksaan dilakukan melalui wawancara, verifikasi dokumen, dan pengecekan langsung di lokasi pertambangan. “Pemeriksaan ini tidak hanya soal kepatuhan formal, tetapi juga memastikan bahwa praktik di lapangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Pemeriksaan ini, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha untuk meningkatkan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan. “Hasilnya akan dituangkan dalam laporan resmi yang dapat dijadikan rujukan bersama untuk perbaikan ke depan,” jelas Ketua Tim BPK.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta jajaran pemerintah yang membidangi urusan lingkungan hidup. Kehadiran mereka menandakan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan keberlanjutan tata kelola lingkungan.

Bagi masyarakat Bombana, isu lingkungan hidup selalu menjadi perhatian, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas pertambangan cukup tinggi. Pemeriksaan ini memberi ruang untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak dilakukan dengan mengabaikan aspek keberlanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bombana berharap melalui pemeriksaan ini dapat tercipta keseimbangan antara pertumbuhan investasi dengan perlindungan lingkungan. Dengan demikian, manfaat yang dirasakan tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Exit Meeting ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga Bombana tetap lestari. Sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, pemerintah daerah menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam harus berjalan beriringan.




Dandim 1431/Bombana Hadiri Launching SPPG Ke-2 di Kab. Bombana

Bombana, Sultranet.com – Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1431/Bombana Letkol Inf Andi Irfandi S.I.P menghadiri acara Launching Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Yayasan Pelita Kasih Manunggal, yang dilaksanakan di Aula SMA Negeri 10 Bombana, Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Senin, (01/09). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Poleang Utara, Rohmat Ramadhan.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Asisten Satu Setda Bombana, Muh Syukri mewakili Bupati Bombana, Anggota DPRD Bombana Andi Sambaloge dan Yudi Utama Arsyad, Camat Poleang Utara Nyoman S.IP, Danramil 1431/Poleang Kapten Inf Dahlan, Kapospol Poleang Utara Ipda Herman, Babinsa se-Kecamatan Poleang Utara, Kepala Desa se-Kecamatan Poleang Utara, Kepala Sekolah beserta guru SMA Negeri 10 Bombana, serta perwakilan siswa-siswi sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Dandim 1431/Bombana Letkol Inf Andi Irfandi menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah.

“Program ini merupakan program makan bergizi gratis Indonesia yang dicetuskan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah membangun sumber daya manusia unggul, mengurangi kemiskinan, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat didaerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, MBG menjadi bagian dari agenda nasional yang sudah diatur dalam Peraturan Presiden tahun 2024.

“Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga meningkatkan kesadaran gizi, khususnya di kalangan peserta didik. Harapannya, melalui langkah ini kita dapat memperkuat pijakan menuju generasi emas Indonesia 2045,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa MBG diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapan besar kami dengan adanya program ini adalah meningkatnya akses makanan bergizi, pengetahuan gizi, dan pola makan sehat di tengah masyarakat. Semua ini bermuara pada lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” ucapnya.

Kegiatan launching MBG ini mendapat sambutan positif dari seluruh peserta yang hadir. Dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, legislatif, hingga masyarakat, mencerminkan semangat gotong royong dalam mewujudkan masa depan anak bangsa yang sehat, kuat, dan berdaya saing. (PENDIM)




Korupsi Sejak 2015 di Wakatobi Terkuak, Proyek Lain Berpotensi?, Kejari : Bantu Kami

Wakatobi, sultranet.com – Dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan gedung Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) di Wakatobi akhirnya terkuak. Proyek yang dikerjakan sejak 2015 itu menelan anggaran lebih dari Rp 7,3 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Gedung asrama yang diresmikan pada 2016 tersebut, sejak 2021 sudah tidak lagi bisa dimanfaatkan. Padahal, sejak 2017 atau setahun pasca-peresmian, bangunan itu telah menunjukkan kerusakan cukup parah hingga terbengkalai sampai saat ini.

Menurut Kasi Intel Kejari Wakatobi, Deni Mulyawan, proyek ini dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT MNIS dengan skema lelang. Pekerjaan dimulai Juli 2015 dan ditargetkan rampung pada Desember 2015. Namun, hasilnya jauh dari harapan.

Terkait kasus ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial MTF telah diperiksa intensif oleh Kejari Kendari pada Kamis (21/08/25). Pemeriksaan berlangsung sekitar sembilan jam, mulai pukul 10.00 hingga 19.35 Wita, sebelum akhirnya MTF ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini juga membuka kembali perhatian publik terhadap sejumlah proyek lain di Wakatobi yang kondisinya mangkrak, seperti pembangunan Sea World di Desa Longa, perumahan dokter, dan masjid di Marina (kini tertutup Marina Center).

Deni menegaskan, peran masyarakat sangat penting dalam membantu penegakan hukum.

“Kami berharap masyarakat yang mengetahui adanya indikasi korupsi bisa melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Wakatobi dengan melampirkan identitas dan bukti pendukung. Kolaborasi ini penting agar setiap dugaan penyimpangan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya. (ADM)




Puluhan Saksi Diperiksa, Kejari Wakatobi Bidik Kepala SMA Negeri 2 Wangi-wangi dalam Kasus Dana BOS

Wakatobi, sultranet.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi tengah menyelidiki dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 2 Wangi-wangi tahun anggaran 2021 hingga 2025.

Hingga kini, sedikitnya 37 orang saksi telah diperiksa untuk menelusuri aliran dana tersebut. Langkah Kejari ini berawal dari laporan berbagai pihak, termasuk sejumlah guru di sekolah itu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Wakatobi, Deni Mulyawan, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti dan dokumen guna memperkuat indikasi penyalahgunaan anggaran.

Saat ini kami masih dalam tahap pengumpulan data, pendalaman, serta pemeriksaan beberapa pihak terkait,” ungkap Deni di ruang kerjanya, Senin (25/8/2025).

Ia menambahkan, Kejari juga akan memeriksa Kepala Sekolah selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Dari hasil penelusuran sementara, penyidik menemukan indikasi perbuatan melawan hukum serta dugaan korupsi lain yang menyasar Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

“Setelah kami telusuri di lapangan, ada juga dugaan penyalahgunaan pada DAK dan PIP,” bebernya.