Warga Rarowatu Utara Puji Pelayanan Pekan Vaksin Tahap II

Bombana, SultraNET. | Pelaksanaan pekan vaksin ke dua, dosis kedua untuk wilayah Kecamatan Rarowatu Utara yang digelar di Aula Desa Marga Jaya, mendapat pujian dari warga setempat.

Tini (35) salah satu warga setempat mengatakan pekan vaksin tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar kendatipun dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Untuk di vaksin kita tidak menunggu lama, jadi setelah di vaksin hanya menunggu ssetengah jam untuk melihat reaksinya kalau tidak ada bisa langsung pulang,” katanya Selasa (3/8/2021)

Ia menyebut petugas yang ada di lapangan bersikap ramah saat melayani warga dan mengatur jalannya proses vaksinasi COVID-19.

“Petugasnya membantu kami untuk mengikuti tahapannya, jadi semuanya lancar,” bebernya.

Petugas juga mengarahkan peserta vaksinasi yang kebingungan mencari tempat screening maupun lokasi penyuntikan vaksin

“Ini sangat membantu kami, sehingga tidak ada antrean panjang,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Rarowatu Utara, Satar, SKM.,M.Kes menjelaskan berdasarkan pembagian jatah vaksin untuk dosis ke dua ini, wilayah Kecamatan Rarowatu Utara mendapat target 831 orang.

“Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua di mulai dari Senin tanggal 02 Agustus sampai Sabtu 07 Agustus, hari kedua ini total yang sudah di vaksin dosis kedua mencapai 303 orang,” jelas Satar

Ketua PPNI Bombana itu mengimbau kepada warga yang sudah disuntik vaksin dosis pertama maupun kedua agar tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebab, meski sudah divaksin tidak menutup kemungkinan untuk terpapar COVID-19.

“Saya sampaikan kepada yang sudah vaksin jangan menjadi euforia, karena sudah vaksin jadi abai dan melanggar protokol kesehatan. Kalau melanggar prokes bisa terpapar Covid-19 walaupun sudah divaksin,” Pungkasnya




Tanggal 2 hingga 7 Agustus 2021, Bombana Kembali Gelar Pekan Vaksin ke II, Ini Daftar Lokasinya

Bombana, SultraNET.  | Setelah sukses dengan program percepatan vaksinasi covid-19 melalui Pekan Vaksin tahap pertama dosis pertama, Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan kembali melaksanakan pelaksanaan Pekan vaksinasi tahap kedua untuk dosis kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan Pekan Vaksin kali ini hanya menyasar lima kecamatan dengan target 4.712 dosis untuk kalangan masyarakat umum.

“Pekan kedua ini kita laksanakan mulai tanggal 2 hingga 7 agustus 2021” ujar Darwin Ismail

Adapun target dosis masing-masing kecamatan yaitu, Kecamatan Rumbia sebanyak 1.349 dosis, Rumbia Tengah 1.020 dosis, Lantari Jaya 908 dosis, Rarowatu Utara 831 dosis dan Kabaena 604 dosis.

“Mudah mudahan masyarakat dapat memanfaatkan pekan vaksin yang kedua ini dengan baik seperti pada pekan pertama,” tutupnya (IS)

 

 

 

 

 

 

 

 




Sadar Pentingnya Vaksin, Warga Bombana Padati Pekan Vaksin Covid-19

Rumbia, SultraNET. – Masyarakat Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) sangat antusias mengikuti program pekan vaksin yang mulai dilaksanakan pada Sabtu, 19 Juni lalu di 22 Kecamatan se Kabupaten Bombana.

Sebanyak 16.691 masyarakat Bombana telah tervaksin dalam program sepekan vaksin. Jumlah tersebut telah melebihi target yang ditentukan Pemerintah Bombana yakni sebanyak 14.504 dosis.

Di Kecamatan Poleang Timur dan Poleang misalnya, pelaksanan vaksinasi cukup menyita perhatian warga. Masyarakat di dua Kecamatan itu sangat antusias mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19.

Camat Poleang Timur Ismail Yusuf. Ia mengatakan partisipasi warganya mengikuti vaksinasi cukup tinggi. Dari sepekan terakhir jumlah warga Poleang Timur yang tervaksin sudah mencapai 1.124 dosis.

“Masyarakat Poleang Timur sadar akan pentingnya melakukan vaksin dalam pencegahan penularan Covid-19. Ini sangat perlu dilakukan. Untuk mencakup seluruh desa perlu tenaga medis lebih, kami hanya keterbatasan tenaga medis selebihnya lancar,” ujar Ismail.Minggu (27/06/2021)

Begitu pun Camat Poleang,Sukri mengatakan antusias warganya mengikuti vaksinasi Covid-19 cukup tinggi. Jatah vaksin kecamatan yang ditentukan pemerintah telah melebihi target.

“Jatah Kecamatan Poleang sebanyak 1.155 dosis, itupun masih banyak warga yang hadir namun belum kebagian vaksin. Tidak ada kendala yang berarti di lapangan, hanya saja kami keterbatasan jumlah vaksin,” paparnya




Sukman Asdam Ajak Pemuda Bombana Sukseskan Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Semenjak di luncurkan pekan Vaksinasi covid-19 untuk masyarakat umum di Kabupaten Bombana mendapatkan beragam tanggapan positif dari kalangan masyarakat salah satunya datang dari kalangan pemuda.

Salah seorang tokoh pemuda Poleang, Sukman Asdam mengajak para generasi muda untuk ikut dan berperan serta dalam menyukseskan program ini.

“Program pekan Vaksinasi ini adalah ikhtiar kita bersama dalam mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar Sukman saat di temui di RTH Boepinang, Kamis (24/06/2021).

Sukman menuturkan, dukungan itu diantaranya dapat dilakukan para pemuda dengan cara mengedukasi mulai dari keluarga atau orangtua maupun warga lingkungan sekitar untuk menyukseskan pekan vaksinasi ini.

“Tanggung jawab moral kita sebagai pemuda untuk menjadi teladan dan turut serta ambil bagian dari tanggung jawab sejarah dalam menghentikan laju penularan Covid-19 yang sudah hampir setahun ini kita alami,” bebernya.

Pemuda dengan senyum kharismatik ini juga berharap dengan adanya program Vaksinasi seluruh warga bisa melewati badai pandemi ini dengan tidak melupakan penerapan perilaku 3 M dan PHBS di lingkungan terkecil kita maupun di area publik.

“Walau sudah divaksin, tetap menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari terutama pentingnya menggunakan masker,” Pungkasnya.




Bhabinkamtibmas ini Rela Antar Jemput Warga untuk di Vaksin

Rumbia, SultraNET – Berbagai cara dilakukan untuk menyukseskan pekan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bombana, salah satunya menjemput langsung masyarakat yang telah terjadwal menerima vaksin untuk pergi ke tempat Vaksinasi.

Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Lantari Jaya, Hukaea Rabu (23/07/2021). Dengan mengenakan helm lengkap, sarung tangan dan masker mereka mengantar para masyarakat satu per satu ke tempat Vaksinasi untuk disuntik vaksin Covid-19.

“Selain untuk menyukseskan program pemerintah, ini juga kami lakukan untuk membantu Kepala Desa agar masyarakat bisa ikut di vaksin” Ujar Bripka Erwin anggota Polsek Lantari Jaya.

Antar jemput masyarakat yang terjadwal menerima vaksin oleh Bhabinkamtibmas dilakukan karena masih ada kendala di lapangan.

“Banyak masyarakat kesulitan menuju lokasi vaksinasi karena berbagai faktor, seperti tidak memiliki kendaraan,” ungkap Erwin

Salah satu masyarakat penerima vaksinasi, Masjidin mengaku senang mendapat layanan antar jemput dari aparat kepolisian.

Hal ini sekaligus mendukung program pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dalam melaksanakan pekan vaksinasi bagi masyarakat umum.

“Terus terang dengan diantar dan jemput bagi warga yang tidak memiliki kendaraan, ini sangat membantu,” Singkatnya.

Pantauan awak media ini, pelaksanaan Pekan Vaksinasi Covid-19 di Desa Hukaea, Kecamatan Lantari Jaya mendapat sambutan antusias warga, terbukti dari 88 orang target Vaksinasi tercatat 121 orang yang dilakukan vaksin atau melebihi target bahkan 9 orang terpaksa harus ditunda pemberian vaksinnya karena vaksin yang disiapkan untuk Desa Hukaea telah habis.




Miris, Remaja Puteri di Bombana Digilir 8 Pemuda

Bombana, Harapan Sultra.COM | Sebut saja Bunga (13) remaja yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana harus mengalami nasib memilukan, ia digilir 8 orang pemuda.

Dikonfirmasi awak media ini, Rabu (2/6/2021) Kasat Reskrim Polres Bombana AKP Asrun membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebutkan berdasarkan laporan sementara yang ia terima, kejadian memilukan tersebut terjadi pada hari Kamis 29 Mei 2021, Pukul 15.00 Wita.

Awalnya Korban di jemput oleh 2 (dua) orang di salah satu desa di Kecamatan  Poleang Utara dan dibawa ke Kecamatan Poleang Tenggara.

Korban kemudian dibawa ke pinggir laut dan ditempat tersebutlah terjadi dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh dua orang pelaku tersebut.

AKP Asrun, S.Si, Kasat Reskrim Polres Bombana.
AKP Asrun, S.Si, Kasat Reskrim Polres Bombana.

Pukul 20.00 wita Korban dibawa lagi ke Desa Lemo dalam pasar dan terjadi lagi dugaan pemerkosaan oleh salah seorang pelaku.

Selanjutnya Korban dibawa kembali ke pinggir laut di Desa Larete dan kembali disetubuhi oleh dua pelaku.

Korban diantar pulang pada pagi harinya, Jumat, 30 Mei 2021, Pukul 03.00 wita namun diantar tidak sampai dirumanya.

“Sebagian pelaku juga masih dibawah umur, namun untuk lebih jelasnya nanti kami sampaikan setelah di lakukan pemeriksaan,” singkatnya.

Hingga saat ini, satu orang pelaku masih dilakukan pencarian (Is).




Program Eliminasi Hewan Liar di Bombana, Belasan Anjing Tewas

Bombana, SultraNET. | Program eliminasi hewan liar yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bombana membuahkan hasil dengan ditemukannya 13 bangkai anjing yang tersebar di beberapa titik dalam Ibu Kota Rumbia.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Bombana,  Surianto Wedda menuturkan bangkai anjing itu ditemukan hanya berselang 3 hari sejak dimulainya pelaksanaan program sejak tanggal 3 hingga 5 maret 2021.

“Bangkainya banyak ditemukan sekitar Rumah Sakit Umum Daerah Bombana dan area SMA Negeri 3 Bombana,” ujar Surianto Wedda, Rabu (10/03/2021).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program ini bertujuan untuk mengurangi bahaya yang disebabkan oleh maraknya hewan liar khususnya anjing di pemukiman warga yang berpotensi menimbulkan bahaya.

“Ini juga sebagai salah satu bentuk kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat,” jelasnya

Pelaksanaan program untuk tahap pertama telah berakhir pada tanggal 10 maret 2021 sesui surat edaran  Pemerintah Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah namun karena ditemukan masih banyak anjing liar yang berkeliaran di wilayah ibu kota, Dinas Pertanian memutuskan bakal dilakukan perpanjangan program eliminasi hewan liar ini.

“Karena masih banyak anjing liar maka perpanjangan peracunan ini akan diperpanjang supaya berkurang populasinya dan masyarakat terhindari dari  bahaya anjing liar ini,” tegasnya

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan anjing, agar memastikan bahwa peliharaan mereka itu tidak membahayakan masyarakat sekitarnya.

“Beberapa waktu lalu ada anak-anak yang digit dan ini dapat membahayakan nyawa apabila tidak ditangani dengan cepat, maka dari itu kami juga butuh partisipasi dari masyarakat untuk membantu kami memastikan peliharaannya aman atau memberikan laporan jika ada hewan liar anjing yang membahayakan warga,” tutupnya.

Pewarta : Ibo AM




Anggota TNI Komsos di Lampeantani, Prokes Terus di Sosialisasikan

Bombana, SultraNET. | Anggota Babinsa Koramil 1413-06/Rumbia Sertu TNI Alikman secara disiplin kembali melakukan pembinaan teritorial melalui Komunikasi Sosial (Komsos) di Desa Lampeantani, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Minggu (31/01/2020).

Kepada awak media ini, Serda TNI Alikman mengatakan kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Pangdam XIV/ Hasanuddin, Mayjend TNI Andi Sumangerukka, SE., MM sebagai upaya TNI-AD membantu pemerintah mencegah penularan Covid-19 di kalangan masyarakat.

Ia menyebut penularan Covid-19 dapat dicegah dengan mematuhi protokol kesehatan setiap menjalankan aktivitas di luar rumah.

“Kita adakan sosialisasi supaya masyarakat bisa sadar dan patuh dengan instruksi pemerintah tentang pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Salah satu upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 yaitu dengan terus menjaga kesehatan jasmani dan meningkatkan imun tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi serta berolahraga secara teratur.

“Tentunya juga dengan senantiasa berdo’a pada Allah SWT agar diberi kesehatan sambil terus berikhtiar untuk menjaga keselamatan dalam beraktifitas,” jelasnyanya.

Sebagai penutup ia berharap kepada masyarakat jika merasa kurang enak badan, separti flu, batuk dan sesak nafas agar segera melaporkan diri dan berobat ke Puskesmas terdekat.

Pantauan awak media ini, masyarakat sangat antusias menerima pengarahan dari Anggota Babinsa Koramil 1413-06/Rumbia dan secara tertib melakukan social distancing serta kembali tertib memakai masker




Sekjen MOI : Hadapi Tantangan Zaman, Media Online Harus Kreatif

Jakarta, SultraNET. | Untuk menghadapi tantangan zaman serta untuk memenuhi kebutuhan pembaca berita di era digital saat ini, Pimpinan media Online dituntut harus kreatif dalam menjalankan bisnisnya.

Hal tersebut disampaikan HM. Yusuf Rizal, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Media Online Indonesia (DPP-MOI), saat memberikan sambutan workshop Model Bisnis Media Online yang di gelar Solopos Institute, Sabtu (25/7/2020) secara virtual zoom.

Rizal panggilan akrab HM. Yusuf Rizal yang dikenal sebagai wartawan senior yang pernah berkiprah di harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta ini menyebut DPP MOI bakal menindaklanjuti workshop bisnis media online dengan implementasi.

” Secara keilmuan kita telah mendapatkan banyak dari workshop bisnis media online ini, sedangkan untuk implementasi perlu kelas khusus dengan praktek, setiap peserta langsung membawa laptop sendiri, langsung didampingi oleh Solopos Institute,” Ujarnya.

Workshop bisnis media online yang berlangsung mulai pukul 08.30 – 12.00 wib tersebut di ikuti oleh peserta dari 9 Provinsi di Indonesia.

Sembilan Provinsi di maksud yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara dan Maluku .

Salah seorang peserta Workshop, Supono mengatakan apa yang diutarakan Sekjen DPP MOI perlu ditindaklanjuti dengan pertemuan secara langsung.

” Saya setuju atas ajakan Sekjen DPP MOI, bahwa perlu tindak lanjut setelah workshop bisnis media online ini dengan pertemuan tatap muka,” Ujar Supono yang juga Pemred File Satu Banyuwangi itu.

Kegiatan workshop yang di selingi tanya jawab tersebut menampilkan dua narasumber, Yonantha Chandra Premana dan Rini Yustiningsih dari Solopos Institute. (Rls MOI)




Menggelitik Rasa Keadilan Bagi Pegawai Kontrak Swasta terkait Bansos/BLT Covid-19,Oleh : Siruaya Utamawan, S.E*

Sebagaimana diberitakan dalam pemberitaan beberapa media, bahwa salah satu yang tidak berhak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) terdampak Covid-19 adalah Pegawai Kontrak Swasta. Hampir sama sebangun dengan isi pengumuman di gambar foto banner yang beredar di berbagai jaringan media sosial, yang menyatakan/menyebut bahwa hal tersebut berdasarkan Permendes PDTT No. 6/2020. Lebih lanjut mohon pencerahan terkait point (4) di Banner Pengumuman yg menyatakan “Pegawai Kontrak Swasta” tidak berhak mendapat BLT Dana Desa !.

Pertanyaan saya, apakah pengumuman tersebut benar adanya?. Apakah yg tidak berhak atas BLT sebagaimana pengumuman tersebut adalah berdasarkan Permendes PDTT No. 6/2020 ?. Ataukah hanya tafsir atas Pasal 8A ayat (2) dan ayat (3) Permendes PDTT No. 6/2020 yg berbunyi :

Pasal 8A ayat (2) “Penanganan dampak pandemi COVID-19 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa BLT-Dana Desa kepada keluarga miskin di Desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.”;

Pasal 8A ayat (3) “Keluarga miskin sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang menerima BLT-Dana Desa merupakan keluarga yang kehilangan mata pencaharian atau pekerjaan, belum terdata menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan kartu pra kerja, serta yang mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis.”

Pertanyaan lebih lanjut kenapa Pegawai Kontrak Swasta tidak berhak mendapatkan BLT ? Ataukah saya yang salah baca, bisa saja saya kurang literasi terkait ketentuan Permendes PDTT No. 6/2020. Kalaupun ada ketentuan terkait ketentuan point (4) sebagaimana dimaksud dalam pengumuman yang menyatakan Pegawai Kontrak Swasta (PKWT) tidak berhak, lalu kenapa Pegawai Tetap Swasta (PKWTT) tidak ada larangan ?.

Sebagaimana kita ketahui, status Pegawai Tetap Swasta tentunya penghasilan serta kepastian bekerjanya lebih terjamin, berbanding dengan Pegawai Kontrak Swasta yang lebih rentan kehilangan pekerjaan akibat diputus kontrak kerja dan lebih rentan kehilangan penghasilan. Dengan kata lain dengan situasi wabah pendemik covid-19, Pegawai Kontrak Swasta dapat dikategorikan sebagai kelompok masyarakat yang sangat rentan menjadi warga miskin baru, dikarenakan bisa saja mereka dirumahkan oleh majikan/pengusaha/pemberi kerja dengan tidak mendapatkan penghasilan/berkurang penghasilan.

Seyogyanya, Pegawai Kontrak Swasta yang notabene berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tententu (PKWT) yang terdampak Covid-19, mendapat hak yang sama memperoleh bansos/BLT. Sudah selayaknya mereka mendapatkannya, karena mereka termasuk golongan masyarakat yang rentan miskin. Apabila mereka dikecualikan untuk mendapatkan Bansos/BLT yang digulirkan pemerintah, tentunya akan mengusik rasa keadilan bagi Pegawai Kontrak Swasta. Demi azas keadilan, mohon menjadi masukan kepada pihak terkait.

*) Vice President of KSPI;
Pembina Lembaga Kemanusiaan Pekerja Indonesia (LKPI);
Ketua Harian DPP Media Online Indonesia (MOI).