Bupati Tafdil Dituding Tak Beri Contoh Baik, Kelola Satgas Seperti Panitia HUT

Rumbia, SultraNET. | Bupati Bombana H. Tafdil dituding tidak memberikan contoh baik kepada masyarakat Bombana, pasalnya saat orang nomor satu di daerah penghasil emas itu baru tiba setelah melakukan perjalanan kezona merah covid-19 ia tidak mengisolasi diri sebagaimana yang di gembar semborkan Satgas, ia justru sempat berada di Kantor Satgas Kabupaten.

Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP menyebut tindakan Bupati Bombana selaku Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten yang mengabaikan prosedur orang tiba dari zona merah dapat membahayakan keselamatan orang banyak.

“Karenanya saya mengajak Ketua Satgas Kabupaten untuk tidak mengelola Satgas ini seperti kegiatan kepanitian HUT (Hari Ulang Tahun.red), sebab ini hidup orang dipertaruhkan,” Cetusnya

Politisi sekaligus Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Bombana itu menyebut apa yang dilakukan satgas seperti memberikan himbauan untuk sosial distance, patroli masker, hindari kerumunan, himbauan tidak ibadah jamaah dimasjid semuanya hanya bersifat lokalistik atau mengikat bagi orang dalam kampung Bombana saja.

“Faktanya beberapa dari anjuran tersebut dilanggar oleh pemerintah sendiri,” Bebernya.

Iskandar memberi contoh, Kedatangan Kapal pengangkut Ratusan Kendaraan, Alat berat dan helikopter milik PT. Jhonlin yang diduga mengabaikan prosedur penanganan covid-19 tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

“Kalau benar bahwa tidak ada pemeriksaan dengan alasan karena mereka sudah di rapit tes dari daerah asal atau di kapal oleh mereka sendiri ini sejatinya, mereka datang di kita jadi protokoler kita yang atur dan menyesuaikan aturan kita,” Geramnya.

Ia menyebut perlakuan terhadap orang datang atau pelaku perjalanan yang ditangani hanya dengan sistim mencatat nama, tes suhu tubuh lalu diperintahkan isolasi mandiri yang konon akan dikontrol tim satgas atau medis tujuan sudah tidak relevan lagi dengan tingkat keseriusan ancaman covid-19 saat ini.

“Sejak awal DPRD Bombana telah mendorong dilakukan isolasi 14 hari yang terkontrol, apa lagi kejadian dipelabuhan itu pelaku perjalanan lintas propinsi, lintas zona merah dan lintas tansmisi lokal sudah seharunya di Isolasi dulu,” Tegasnya.

Untuk itu Aleg asal Kabaena ini menghimbau agar kerja satgas yang dipimpin Bupati Tafdil langsung ini lebih bekerja konprehensif dan tidak amatiran karena masyarakat sebutnya butuh dibangkitkan optimismenya melalui kerja kerja yang terukur dan serius.

“Semua itu terpulang kepada Bupati sebagai Ketua Satgas karena kita tahu persis bahwa di Bombana ini semua hal tergantung Bupati,” Imbaunya.

“Jangan hanya berpaku pada ritme anjuran pemerintah pusat, gunakan kewajiban sebagaimana amanat UUD 45 yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah”, Pungkasnya (IS).




Putus Mata Rantai Covid-19, Pemerintah dan Pemuda Desa Mataiwoi Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Kendari, SultraNET. | Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah dan Pemuda Desa Mataiwoi, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa Fasilitas Umum , Minggu (19 April 2020).

Selain fasilitas layanan umum, penyemprotan desinfektan yang dipimpin langsung Kepala Desa Mataiwoi dan masing masing kepala dusun itu juga dilakukan pada Rumah warga dan disetiap kendaraan yang melintas masuk di desa.

Suheri, Kepala Desa Mataiwoi mengatakan Penyemprotan disinfektan tersebut merupakan upaya pencegahan dari pihak Desa Mataiwoi dan didukung antusias masyarakat, terbukti, warga khususnya para pemuda spontan ikut membantu proses penyemprotan pencegahan penyebaran Covid 19.

“Sejak Keluarnya himbuan dari pihak Kecamatan Terkait Pencegahan Covid-19 di seluruh wilayah Kecamatan Angata, kami langsung melakukan gerakan sosial yakni dengan melakukan penyemprotan desinfektan ke beberapa kawasan umum,” Sebutnya.

Dukungan yang diberikan masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid 19 tak hanya dukungan moral. Sejumlah warga juga Bersedia meminjamkan beberapa fasilitas penyemprotan di anataranya Tangki dan bantuan tenaga lainnya.

“Karena dalam pandemik covid 19 ini perlu adanya pencegahan, karena lebih baik mencegah daripada mengobati,” Singkatnya.

Sementara itu Sarman salah satu tokoh pemuda setempat mengaku sangat antusias dalam agenda pencegahan ini, Ia menyebut sebagai masyarakat sekaligus Anggota LPM ia berharap gerakan seperti ini  terus berlanjut guna memutus rantai penyebaran covid-19.

“Semoga kegiatan sosial ini terus berlanjut untuk memastikan virus itu tidak menular disini,” Tutur Sarman

Senada dengan Sarman, Kepala Dusun 4 Sailwan, mengaku sangat berterimah kasih kepada para pemuda yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyemprotan ini, ia berharap apa yang dilakukan itu dapat bernilai ibadah.

“Karena apa yang menjadi kegiatan hari ini murni untuk kemanusiaan dan kita berharap seluruh warga Desa Mataiwoi dapat aman dan bebas dari Virus Corona ini,” Pungkasnya (Awal Kurniawan)




Ketum HIPMI Pinjamkan Satu, Hotel Tempat Isolasi dan Karantina

Kendari, SultraNET. | Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H. Maming, bersama Yayasan 69 meminjamkan Hotel Medina di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sebagai tempat isolasi dan karantina pasien Covid-19.

Hotel Medina merupakan salah satu hotel terbaik di Kabupaten Tanah Bumbu. Hotel yang berdiri di kawasan pesisir Pantai Pagatan itu memiliki 33 kamar ditambah beberapa ‘cotage’.

Mardani mengatakan hotel itu akan dipinjamkan selama masih dibutuhkan oleh pemerintah daerah dalam upaya penanganan Covid-19.

“Kami pinjamkan selama masih dibutuhkan. Mungkin sampai 3 bulan,” kata Mardani, Selasa (7/4).

Langkah Mardani untuk meminjamkan hotel tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus keprihatinan terhadap mewabahnya virus Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu.

Mantan Bupati Tanah Bumbu itu sudah melakukan pertemuan dengan jajaran pemerintah daerah. Pertemuan dilakukan di kediaman pribadinya di Jalan Manggis, Batulicin, Selasa (7/4) hari ini.

Pertemuan itu dihadiri anggota DPR RI Syafruddin H. Maming, Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor, Ketua DPRD Tanah Bumbu, Supiansyah, Kapolres Tanah Bumbu AKBP Sugianto Marweki, Sekda Rooswandi Salem dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Dalam pertemuan itu, Mardani dan sejumlah pejabat lainnya tampak mengenakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.

Mardani melanjutkan, saat ini juga Hotel Medina sedang dalam proses persiapan untuk disulap menjadi tempat isolasi dan karantina pasien Covid-19.

“Ini sedang dipersiapkan langsung dengan cepat dan mengikuti standart WHO dalam SOP nya supaya besok atau paling lambat lusa sudah bisa digunakan,” ungkapnya.

Ketua Harian Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, memberikan apresiasi yang besar kepada Ketua Umum HIPMI dan Yayasan Haji Maming yang telah bersedia meminjamkan Hotel Medina.

“Ini bantuan yg sangat strategis dan sangat diperlukan oleh pemerintah dalam menangani Covid-19. Kami atas nama pemerintah daeerah dan masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Rooswandi Salem.

Rooswandi yang juga menjabat sebagai Sekda Tanah Bumbu mengatakan setiap ruangan di hotel tersebut akan diubah menjadi tempat karantina warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

“Ini akan digunakan untuk isolasi atau karantina mandiri bagi masyarakat berstatus ODP sampai selesai masa isolasi 14 hari. Kalau dinyatakan negatif akan dipulangkan,” katanya.

Tak sampai di situ, Hotel Medina juga akan difungsikan sebagai tempat isolasi mandiri petugas medis yang harus dikarantina 14 hari setelah melakukan pemeriksaan pasien yang memiliki potensi terpapar virus.

Selain Hotel Medina, Pemkab Tanah Bumbu sudah menyiapkan rumah susun di Gunung Tinggi yang akan dijadikan sebagai ruang isolasi.

“Dengan di berikannya bantuan hotel ini tentu akan lebih baik lagi pelayanan terhadap para ODP. Kalau mereka diminta isolasi tentu harus kita berikan fasilitas yang terbaik,” tutup Rooswandi.

Laporan : Awal Kurniawan




Jurnalis Kendari Berbagi Sembako Gratis

Kendari, SultraNET. | Forum Lintas Media Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen Kota Kendari, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cabang Sulawesi Tenggara, Kanwil Bulog Sulawesi Tenggara, Geo Gea Mineralindo, Stiker Karya Kesehatan Kendari, Politeknik Bina Husada Kendari, PT Askrindo Cabang Kendari dan beberapa donator perorangan memberikan paket sembako gratis ke puluhan pemulung dan ojek online (Ojol) di Kendari, Jumat (3/4/2020).

Aksi pemberian donasi tersebut dilakukan untuk membantu meringgan kebutuhan rumah tangga bagi para penerima sembako yang berdampak turunnya pendapatan ekonomi akibat wabah virus Covid-19 .

Koordinator Forum Lintas Media, Suwarjono mengatakan aksi membagikan paket sembako tersebut bagian dari upaya membantu pemerintah dalam meringankan beban warga yang tidak mampu di masa tanggap bencana nasional penanggulangan wabah virus Covid-19.

“Kami berharap sembako yang berisi beras, gula pasir, minyak goring dan beberapa jenis bumbu dapur rumah tangga tersebut bisa membantu meringankan Ojol, pemulung dan beberapa pondok pesanteren di Kendari,” katannya.

Aksi bagi bagi sembako gratis ini lanjut Suwarjono, tidak mendatangkan penerima paket sembako melainkan mengunakan jasa Ojol. Bagi ojol yang menerima mendapatkan orderan pesanan maka dirinya berhak mendapatkan paket sembako dan berkewajiban mengantarkan satu paket ke lokasi yang telah ditentukan oleh pelaksana kegiatan berbagi sembako.

Hal itu sengaja dilakukan, untuk menghindari kumpul-kumpul warga dan mengikuti ajuran pemerintah setempat.

Untuk sumber dana lanjut Jojon sapaan akrab Suwarjono yang bekerja di Kantor Berita RI Antarafoto, berasal dari sumbangan dana jurnalis yang ada di Kendari, seperti AJI Kendari dan IJTI Cabang Sulawesi Tenggara. Sponsor lain juga ikut membantu, seperti PT Askrindo, Bulog Sultra, Geo Gea Mineralindo (GGM), Yayasan Politeknik Bina Husada, Stikes Karya Kesehatan Kendari serta sponsor perorangan.

“Kami akan selalu bersedia jika ada yang membutuhkan jasa kami (jurnalis) untuk mendistribusikan sembako ke warga yang sangat membutuhkan. Kami akan melakukan pembagian sembako tahap kedua minggu kedua di bulan April 2020,” terang Jojon sembari menambahkan jumlah penerima paket sembako sekitar 300 orang.

Ketua Yayasan Politeknik Bina Husada Kendari Tuti Dharmawaty mengatakan seharusnya kegiatan aksi sosial seperti pembagian sembako gratis bukan hanya dari Jurnalis di media cetak, televisi dan online saja yang bergerak namun alangka bagusnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Kendari atau di Sulawesi Tenggara.

“Kami salut dengan forum lintas media Kendari dan teman-teman wartawan telah mengajak kami Yayasan Politeknik Bina Husada Kendari dan Stikes Karya Kesehatan Kendari untuk andil dalam aksi kemanusian yang sebagian orang tidak ingin menyibukkan dirinya dengan berbuat kebaikan ke masyarakat yang memang sangat membutuhkan,” katanya.

Bagi sekolah perguruan tinggi atau universitas yang ada di Kendari lanjut Tuti, berharap bisa tergerak melakukan hal serupa yang dilakukan rekan-rekan jurnalis. Paling tidak kegiatan aksi bagi sembako ini bisa meringan beberapa pekan misal Ojol dan pemelung akibat wabah virus COVID-19.

“Ojol ini harusnya dimasa tanggap darurat virus berada di rumah namun karena kebutuhan ekonomi keluarga maka dengan berat dan takut terjangkit virus mereka tetap bekerja dan tentunya hasil mereka dimasa saat ini berkarung karena penumpang berkurang,” pungkas Tuti sembari berharap Ojol tetap menjaga kesehatan mengunakan masker dan sarung tangan.

Laporan : Awal Kurniawan




BUMN PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Persero Cabang Kendari Bergerak Cepat Antisivasi Wabah Covid-19

Kendari, SultraNET. | Sebagai salah satu perusahaan BUMN PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Persero Cabang Kendari  bergerak cepat untuk membantu mengantisipasi penyebaran wabah virus COVID-19 di Kota Kendari dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

Adapun Sasaran penyemprotan cairan disinfektan untuk tahap awal, diantaranya menyasar seluruh kantor media cetak, media online dan televisi.

Pimpinan Askrindo Cabang Kendari, Syahruddin menegaskan penyemprotan desinfektan ini dilakukan sebagai upaya perlingdungan atau pencegahan meluasnya wabah penularan virus corona serta memberikan perlindungan kepada awak media serta masyarakat yang datang berkunjung ke kantor media agar tenang dalam bekerja dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tujuan dilakukan penyemprotan desinfektan ini juga sebagai langkah pencegahan mengantisipasi meluasnya virus corona dan juga usaha meningkatkan kebersihan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) yang ada di lingkungan kerja wartawan di Kota Kendari.

Ini adalah aksi PT Askrindo Peduli, semoga aksi ini bisa memberi keamanan masyarakat di Kota Kendari dan sekitarnya,” kata Syahruddin, Senin (23/3/2020).

Dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap mengikuti instruksi pemerintah agar penyebaran virus COVID-19 bisa ditekan.

“Ini merupakan tugas kita bersama antara pemerintah dan masyarakat serta para pekerja yang selalu berinteraksi dengan orang banyak dimana itu merupakan bagian dari pekerjaan mereka untuk sementara menjaga jarak dan patuhi himbauan pemerintah sampai wabah ini berakhir,” imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa penyebaran virus Covid-19 yang sudah sampai di Indonesia dan Sulawesi Tenggara merupakan daerah yang menjadi sangat rentan terlebih kota Kendari.

 ” Daerah kita ini menjadi sangat rentan karena menjadi daerah tujuan dan transit arus masuknya TKA Dari luar Sultra, jadi dibutuhkan kesadaran dari kita semua untuk menekan wabah ini terus berlanjut,” Tutupnya.

Laporan :Awal Kurniawan




Pasien Diduga Suspect Corona Bantah Lari, RSUD Bombana Siapkah ?

SultraNET., Bombana | Pasien terduga suspect corona warga Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara karena mengalami gejala mirip pengidap wabah mematikan itu dan memiliki riwayat perjalanan di Pulau Bali dua pekan lalu yang sebelumnya diberitakan oleh sejumlah media Kabur dari Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bombana membantah tudingan yang dialamatkan padanya.

Menurutnya, ia pulang meninggalkan RSUD Bombana karena perawat yang mengarahkan dirinya menunggu di Ruang Isolasi tidak kunjung datang dan ia menunggu sangat lama diruangan yang menurutnya berbau dan pengab.

“Karena terlalu lama menunggu dan tidak ada tindakan apa apa saya pamit pulang, jadi tidak benar saya lari karena yang namanya melarikan diri itu tanpa pamit, pertimbangannya ada anak dirumah,” Sebutnya

Ia juga meminta agar pemberitaan yang menyebutkan dirinya lari agar diluruskan karena ia juga memahami dan merasa perlu memastikan apakah gejala yang dialaminya itu adalah corona virus atau hanya merupakan deman biasa.

” Kalau ada cctv nya (RSUD) bagus dilihat apakah saya lari atau tidak, saya pulang karena lama sekali saya menunggu dan saya pamit,” bebernya.

Sebelumnya drg. Riswanto, Direktur RSUD Bombana menyebutkan salah satu pasien terduga suspect corona yang telah dimasukkan diruang isolasi memilih pulang meninggalkan RSUD, Selasa (17/3/2020) kemarin.

Saat itu Pihaknya tengah mempersiapkan Alat perlindungan Diri (APD) untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien terduga corona.

“Iya memang ada, jadi posisinya pasien sekarang sementara di observasi di rumahnya oleh petugas kesehatan, pasiennya sementara dikontrol, tapi kami sudah lakukan pemantauan,” Tutur Riswatu sebagaimana dilansir Detiksultra.com. (AB)

 

 

 




Partai Hanura “Sapu Bersih” Alat Kelengkapan Dewan DPRD Muna

MUNA, SultraNET.COM | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang bertempat di gedung DPRD Muna Senin 25 November 2019

La Irwan S.IP Ketua Bapilu Partai Hunura Kabupaten Muna pada saat di temui awak media harapansultra.com selasa 26 November 2019 mengatakan bawah partai hunura menyapu bersih Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Muna.

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Muna dari Partai Hunura itu, berterimah kasih kepada fraksi-fraksi yang ada di DPRD Muna yang telah melakukan komunikasi  baik dengan Partai Hunura sehingga semua dapat unsur  pimpinan di alat kelengkapan dewan.

” Keberhasilan itu tidak lepas dari La Saemuna sebagia Ketua DPC Muna sekaligus Ketua DPRD Muna yang mengkomunikasikan semua untuk kebaikan partai Hanura dan tidak lepas juga  peran-peran Ketua fraksi  Irwan sehingga komunikasi itu terbangun baik dengan semua fraksi-fraksi yang ada di DPRD Kabupaten Muna,” ucapanya.

Menurutnya berkomunikasi dengan partai ini tidak segampang yang dipikirkan karena harus juga dibangun komitmen sehingga kemudian dapat terbangun komunikasi yang baik kepada semua fraksi sehingga di fraksi Hunura itu, semua anggota dapat unsur pimpinan di AKD.

“Alhamdulillah ini patut kita sukuri karena posisi strategis itu semua dari fraksi hanura,” bebernya.

Untuk itu ia berharap agar Fraksi Hanura senantiasa bersinergi  dengan fraksi-fraksi yang ada di DPRD Muna sehingga dapat menguatkan kelembagaan DPRD itu sendiri.

Ditemui ditempat yang sama, Ketua PAC Batalaiworu, Ketua PAC Kabawo, Ketua PAC Lohia mengatakan bahwa  mereka sangat mengapresiasi langkah langkah yang di lakukan Ketua DPC partai Hanura Muna sebagai Ketua DPRD dan ketua fraksi Hunura dengan upaya sehingga menjadikan anggota DPRD dari partai Hanura semua mengisi unsur pimpinan di alat kelengkapan dewan DRPD Kabupaten Muna.

” Saya mengucapakan selamat kepada pimpinan-pimpinan komisi dari partai hanura yang menjanjikan partai hunura itu disegani di Kabupaten muna,” ucapkan.

Adapun Nama-nama Ketua Komisi, Wakil Ketua dan Seketaris DPRD Muna, selaku Komisi I Ketua : La Usa dari Partai Golkar, Wakil Ketua : Syahril Baitul dari Partai Hunura, Sekretaris : Iksan dari Partai Gerindra, untuk Komisi II, Ketua : Muhammad Alan dari Partai PKB, Wakil Ketua : Sahlan dari Partai Hunura, Sekretaris : Suhudin dari Partai Nasdem

Sedangkan untuk Komisi III, Ketua : Irwan dari Partai Hunura, Wakil Ketua : Andi Sapril dari Partai PDIP, Sekretaris : Murida dari PKS

Pewarta : Borju




Momen Hari Guru Nasional, APKS-PGRI Sultra Berterima Kasih dan Apresiasi Kepemimpinan Asrun Lio

Kendari, SultraNET. | Dewan Eksekutif Asosiasi Profesi Keahlian Sejenis (APKS) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi atas kepemimpinan Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D selaku Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam momentum hari Guru Nasional dan HUT ke-74 PGRI yang jatuh pada tanggal 25 November 2019.

Suharmin Arfad selaku Ketua Dewan Eksekutif APKS PGRI Sultra, mewakili Anggota PGRI yang tergabung dalam wadah komunitas Guru, baik MGMP, maupun organisasi yang bernaung di bawah APKS PGRI seperti Asosiasi Guru Menulis, Ikatan Guru Teknogi dan Informasi (IG-TIK) menyebutkan bahwa sejak setahun terakhir selama kepimpinan Drs. Asrun Lio, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Prov. Sultra telah banyak memberikan perubahan ke arah yang positif, baik dari segi layanan kepada guru maupun manajemen dalam memimpin.

“Secara kelembagaan, di internal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pak Asrun telah melakukan reformasi besar-besaran,” kata Suharmin.

Suharmin yang juga mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen tersebut, mencontohkan misalnya dalam hal layanan Pengurusan Kenaikan Gaji Berkala (KGB) sebelumnya memakan waktu lama sampai lebih dari seminggu serta terjadi pungli, sekarang lebih cepat, tinggal dalam hitungan jam.

Foto pelantikan ketua APKS PGRI Sultra disaksikan oleh Ketua PB PGRI
Foto pelantikan ketua APKS PGRI Sultra disaksikan oleh Ketua PB PGRI

Pelayanan kenaikan pangkat lebih transparan dan mampu mengeliminir praktek percaloan, Serta meningkatkan kesejahteraan Guru melalui pembayaran Tunjangan Sertifikasi dan Non Sertifikasi serta mewujudkan salah satu program unggulan Gubernur Sulawesi Tenggara yang sangat ditunggu-tunggu yaitu insetif bagi tenaga Guru Tetap Non ASN

” Pengesahan ijazah tanpa pungutan dan cepat, penyelenggaraan dana BOS yang sangat baik sehingga banyak sekolah yang mendapatkan dana BOS Kinerja,” Imbuhnya.

Dalam hal manajemen, Asrun Lio, dinilai mampu mereduksi dan menghilangkan pengkotak-kotakan dalam internal Dinas Pendidikan dan Kebudayan.

Hal ini dibuktikan beliau dalam hal distribusi Perjalanan Dinas yang selama ini didominasi oleh segelintir orang menjadi merata dan sesuai tupoksi masing-masing secara profesional serta banyak hal lainnya yang lebih positif.

” Selain itu, hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak menjabat Desember 2018, beliau mampu mendongkrak mutu pendidikan Sulawesi Tenggara berdasarkan pemetaan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dari peringkat ke 32 dari 35 provinsi se Indonesia atau peringkat ketiga dari bawah naik menjadi peringkat 24 atau naik delapan peringkat ke atas,” Bebernya.

Sungguh hal ini merupakan prestasi yang perlu dibanggakan dan diberi panghargaan. Prestasi ini sekaligus merupakan prestasi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dalam memimpin Sulawesi Tenggara.

Untuk mewujudkan hal tersebut lanjut Suharmin, tentu bukanlah perkara yang mudah. Tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh Plt Kadis Pendidikan sangat berat, termasuk kasus-kasus warisan yang terjadi di masa kepemimpinan sebelumnya serta rongrongan dari beberapa pihak yang belum paham tentang banyak masalah.

” Semua beliau hadapi dengan tenang dan menggunakan strategi jitu yaitu ramah-humanis, cerdas, dan berwibawa,” Urainya.

Suharmin Arfad berharap kepempinan Asrun Lio dapat menjadi inspirasi, spirit dan tonggak perubahan bagi semua guru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanah Undang-undang Dasar 1945.

” Dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsinya, yaitu mendidik, mengajar dan melatih, seorang guru harus ikhlas, jujur dan memahami posisinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” Pungkasnya

Pewarta : Awal Kurniawan




KPI-LH Desak Kapolda dan DPRD Sultra Usut Dugaan Kejahatan Lingkungan dan Perizinan PT. Damai Jaya Lestari (DJL)

Kendari, SultaNET. | Konsorsium Pemerhati Investasi dan Lingkungan Hidup (KPI LH) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (12/11/19)

Dalam orasinya, puluhan massa aksi itu mendesak Kapolda Sulawesi Tenggara dan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara agar mengusut dugaan kasus kejahatan perizinan yang dilakukan PT. Damai Jaya Lestari (DJL).

Sebagaimana diketahui, PT. Damai Jaya lestari (DJL) Merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan sawit yang beroperasi di Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Orator Aksi menyebut, berdasarkan Surat Peringatan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara kepada direktur PT. Damai Jaya lestari (No.211/742/2014). Bahwasanya melalui kegiatan delmeasi terhadap tanaman kelapa sawit diindikasikan berada dalam kawasan hutan seluas kurang lebih 5.819,67 Ha

” Yang berada di Hutan Produksi Tetap (HP) Seluas 3.651,13 Ha dan area yang masuk Hutan yang dapat dikonversi (HPK) Seluas 2.168,54 Ha,” Sebut Orator.

Masuknya aktifitas PT. Damai Jaya Lestari didalam kawasan hutan diduga tidak memiliki izin pelepasan kawasan Hutan sesuai ketentuan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

PT. Damai Jaya Lestari diduga melakukan tindak kejahatan lingkungan dan pidana berdasarkan UUD RI No. 18 Tahun 2013 (Tanggal 6 Agustus 2013) pasal 17 ayat (2) huruf a dan huruf b. Pasal 92 ayat (1) dan (2) huruf a dan b tentang pengunaan alat berat yang diduga melakukan kegiatan perkebunan atau mengangkat hasil perkebunan tanpa izin menteri didalam kawasan hutan bagi orang perseorangan.

” Ini melanggar peraturan perundang-undangan tentang perizinan,” Bebernya.

Diakhir orasinya masa aksi mendesak agar Kapolda Sulawesi Tenggara segera menangkap owner PT. Damai Jaya lestari dan mengusut kasus dugaan kejahatan lingkungan atas aktivifitas perkebunan sawit tanpa mengantongi izin pelepasan kawasan hutan tersebut.

Pewarta : Awal kurniawan




Abdul Halim Iskandar : “Menteri Desa Boleh Berganti, tetapi Kemendesa Tetap Milik Prof. Erani Yustika”

Jakarta, SultraNET. |  “Menteri Desa boleh saja berganti tapi Kemendesa tetap milik Pak Erani Yustika,” guyonan ini diucapkan oleh Menteri Desa Pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, Drs. H. Abdul Halim Iskandar, MP, saat mengawali sambutanya pada acara workshop evaluasi Nasional Inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) pada Program Inovasi Desa (PID) bagi Tenaga Ahli P3MD Tingkat Provinsi /Kabupaten tahun 2019 yang digelar di Hotel Ciputra Grogol Jakarta Barat. Selasa, 12 Nopember 2019. Guyonan mantan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur itu sontak mengundang aplos tepuk tangan dari 612 peserta dari tenaga Ahli yang hadir.

Guyonan Orang Nomor satu di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi itu bukan tanpa alasan mengingat jejak rekam Staf Khusus Presiden Bidang Dana Desa itu dalam meletakkan pondasi dasar untuk melakukan akselerasi yang berkelanjutan dalam program Pembangunan Desa patut dibanggakan.

Pantauan media ini, saat acara Pembukaan Workshop itu di hadiri oleh Staf Khusus Presiden Bidang Dana Desa, Prof. Erani Yustika, Sekertaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, Anwar Sanusi, Phd, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Taufik Madjid, Sos, M,Si, Direktur Pemberdayaan masyarakat Desa, Muh.Fachri , S.STP,M,Si, Direktur Pelayanan Sosial Dasar, Bito Wikontose,SS,M,Hum.

Dalam Sambutanya, Drs, H. Abdul Halim Iskandar, MP, menyampaikan kesyukuranya atas adanya kesempatan untuk bertemu dengan Para Pahlawan Pejuang Desa karena melalui kerja kerja para Tenaga Ahli Pemberdayaan masyarakat beserta seluruh Tenaga Pendamping Desa dapat memberi kontribusi terhadap upaya Pembangunan Bangsa. oleh karena itu, Pihaknya berkelakar jika ada Tenaga Ahli yang meninggal akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan karena telah bekerja sekuat tenaga untuk mengawal Nawacita Presiden dalam membangun Indonesia dari Pinggiran atau Desa.

“ Saya sangat bersyukur karena pada malam ini, mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Para Pahlawan Pejuang Desa karena melalui kerja kerja para Tenaga Ahli Pemberdayaan masyarakat beserta seluruh Tenaga Pendamping Desa dapat memberi kontribusi terhadap upaya Pembangunan Bangsa. oleh karena itu, jika boleh saya ingin mengatakan bahwa jika ada Tenaga Ahli yang meninggal, sebaiknya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan karena paling tidak telah bekerja sekuat tenaga untuk mengawal Nawacita Presiden dalam membangun Indonesia dari Pinggiran atau Desa ,”Sebutnya

Ditempat yang sama, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Buton Selatan provinsi Sulawesi Tenggara, Abady makmur, mengapresiasi Program Kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam mendorong Program Inovasi Desa demi terwujudnya Desa yang mandiri sesuai dengan mandat besar yang ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Mantan Sekretaris Desa yang juga pernah aktif sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi tenggara itu menyampaikan bahwa peran Pendamping Profesional mulai dari Konsultan Pendamping Tingkat Nasional hingga Pendamping lokal Desa telah mampu membawa Desa dalam mentransformasikan dirinya menjadi Desa yang lebih maju dan Mandiri.

” Untuk itu sekali lagi, Atas kinerja Pendamping utamanya Pendamping Lokal Desa, mengharapkan kepada Pak Menteri, agar dapat meningkatkan Honor dan Biaya Operasional bagi Pendamping Lokal Desa dan bagi Pendamping Desa yang bertugas pada Daerah Ekstrim seperti di Kecamatan Batu Atas, Kepulauan Binongko di Provinsi Sulawesi Tenggara serta beberapa Daerah ekstrim lainya di Provinsi lainya karena mereka adalah merupakan ujung tombak dalam mangawal Program pembangunan dan pemberdayaan Masyarakat Desa,“ Harapnya (AM)