Bukan Hanya Besi, PT. SSU Juga Jual Kiloan Alat Vital Smelter dan Genset

Rumbia, SultraNET. | Drama penjualan asset PT. Surya Saga Utama (SSU) Perusahaan Pabrik Pemurnian Biji Nikel (Smelter) yang beroperasi Di Desa Tedubara, Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara terus berlanjut.

Dari pantauan awak media ini, Senin (08/07/2019) puluhan kendaraan besar hilir mudik mengangkut besi yang rata rata berukuran besar yang tidak nampak sama sekali sebagai besi bekas potongan.

Besi dan Alat Smelter itu diangkut menuju jetty milik Perusahaan yang sempat digadang gadang sebagai perusahaan  terbesar di Sultra untuk kemudian diangkut menggunakan kapal tongkang yang telah siap menunggu.

Bukan itu saja nampak pula diangkut kontainer kontainer yang berisi Alat alat smelter yang sejatinya peralatan mesin tersebut adalah bagian dari alat yang bakal dibangunkan pabrik sebagai satu kesatuan.

Hal itu menjadi sorotan LSM Gerakan Pemerhati Hukum dan Kebijakan Daerah (LSM-Gerhana) Kabupaten Bombana karena Alat dan besi sebagai bahan pembangunan smelter itu masuk ke Indonesia dengan fasilitas bebas pajak sehingga proses penjualan jika tidak jadi digunakan memiliki mekanisme tersendiri yang harus ditempuh perusahaan.

Namun PT. SSU nampaknya mengabaikan kewajiban tersebut, hal ini bahkan telah diakui oleh Kasra J Munara selaku Direktur perusahaan yang belakangan diketahui banyak mempekerjakan tenaga kerja asing asal Russia dan Ukraina tersebut.

“Saya sudah ingatkan ke Pihak yang mengaku direksi perusahaan untuk tidak melakukan penjualan besi besi bahan smelter itu, karena ini bertentangan dengan regulasi dan itu benar memang Alat Smelter ini masuk dengan Pembebasan Pajak,” Ucap Kasra J Munara kepada SultraNET. (8/7/2019)

Bukan itu saja tampak pula mesin genset perusahaan itu turut diangkuti dan seluruh pekerjaan pengangkutan tersebut nampaknya dikerjakan terburu buru.

 

 

Laporan : IS

 




Polres Bombana, Gelar Upacara Penghormatan di Makam Pahlawan Lameroro.

Rumbia, SultraNET. | Wakil Kapolres Bombana, Kompol Muhadi Walam, S.Sos memimpin upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan Bahagia, Kelurahan Lameroro Kabupaten Bombana, Senin, 8 Juli 2019.

Upacara tersebut merupakan rangkaian Hari Bhayangkara ke 73 dan dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Bombana, Perwira dan para Kapolsek serta Ketua Bhayangkari Cabang Bombana.

Wakapolres Bombana, Kompol Muhadi Walam menuturkan upacara penghormatan di TMP Lameroro itu, merupakan bentuk penghormatan kepolisian Bombana dalam memperingatan Hari Bhayangkara ke 73 yang jatuh pada 1 Juli 2019 yang lalu.

“Ini salah satu program Polres Bombana dalam HUT Bhayangkara yang ke 73,” ujar Polisi Berpangkat satu melati emas dipundaknya itu.

Selain itu Lanjut Muhadi Walam, kepolisian Polres Bombana juga melakukan prosesi penaburan bunga di makan Pahlawan Lameroro yang dianggap telah berjasa untuk bangsa Indonesia.

“Setelah melakukan upacara kiita juga rangkaikan dengan melakukan prosesi penaburan bunga di atas Makam,” singkatnya.

Hingga upacara dan prosesi penaburan bunga dilakukan, situasi di area Makam Pahlawan Lamororo aman dan kondusif.

Laporan :

Reksan / Kontributor SN Bombana




Berhasil Dibidang KKBPK, H. Tafdil Diberi Penghargaan Satyalencana Presiden RI

Banjarbaru, SultraNET. | Bupati Bombana, H. Tafdil, SE., MM mendapatkan penghargaan dari presiden Indonesia berupa Satyalencana Pembangunan bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani, pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI 2019 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu, (6/7/2019).

penghargaan tersebut diberikan oleh Presiden Republik Indonesia karena Tafdil dinilai berhasil mendorong pembangunan pada bidang kependudukan dan keluarga berencana nasional di daerah yang mereka pimpin, setelah melewati serangkaian tahapan penilaian oleh tim khusus dari Sekretariat Kepresidenan beberapa waktu lalu.

Kepada Media Tafdil mengaku, keberhasilannya meraih penghargaan itu karena dukungan semua pihak terkait di Bombana sehingga program KKBPK di Bombana bisa berkembang signifikan dan dinilai sudah layak mendapatkan penghargaan satyalencana pembangunan bidang KKBPK.

“Yang terpenting bahwa program Gembira yang kami jalankan di Bombana sangat mendukung terwujudnya masyarakat sejahtera, sehingga kami meraih penghargaan ini. Wujud program Gembira misalnya ada bantuan ‘Baruga Moico’ atau bedah rumah untuk warga prasejahtera, bantuan listrik gratis, jaminan kesehatan,” katanya.

Tafdil juga mengaku terus mendukung pengembangan kampung KB di daerah itu, selain itu memberikan dukungan anggaran yang meningkat setiap tahun untuk pengembangan program KKBPK kepada dinas terkait.

Sementara itu Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Puan Maharani, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut adalah sebagai tanda kehormatan yang diberikan kepada mereka yang telah mendukung dalam peningkatan kualitas keluarga dan kependudukan.

“Ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungan yang diberikan kepada saudara-saudara yang telah berjasa dalam memajukan program kependudukan keluarga berencana,” jelasnya. 

Puan berharap kepada Kepala Daerah yang berhasil dan sukses itu dapat meningkatkan komitmen dalam memanjukan kualitas kependudukan dan keluarga Indonesia.

H. Tafdil menerima penghargaan Satyalencana Pembangunan bidang KKBPK 2019 dari Presiden RI bersama Kepala daerah lain yaitu Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Bupati Jembrana, Bupati Merangin, Bupati Karawang, Bupati Bombana, Bupati Kolaka, Bupati Pringsewu, Bupati Sijunjung, Bupati Serdang Bedagai, Bupati Hulu Sungai Selatan, Bupati Tabalong, Bupati Kulon Progo, Bupati Magelang, Bupati Blora, Bupati Enrekang, Wali Kota Gorontalo, Wali Kota Padang, Wali Kota Yogyakarta. (ANT-INT)




Wadah Silaturahmi Insan Pers Bombana, JOB di Bentuk

Rumbia, SultraNET. | Sebagai wadah silaturahmi, kekeluargaan serta sebagai tempat berbagi ilmu dan informasi, belasan insan Pers yang ada di Kabupaten Bombana sepakat membentuk Perkumpulan yang dinamai Jurnalis Online Bombana (JOB) Kabupaten Bombana, Sabtu, 06 Juli 2019.

Dalam rapat pembentukan yang digelar di Ibu Kota Kabupaten Bombana itu, Idris yang didaulat sebagai Ketua sekaligus di amanahkan untuk membentuk kepengurusan mengungkapkan, dengan terbentuknya Perkumpulan tersebut diharapkan dapat menjadikan Jurnalis khususnya jurnalis media online dapat lebih berperan sebagai sosial kontrol yang baik dalam menyajikan informasi ke publik.

” Kita berharap dengan terbentuknya JOB ini dapat menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi Jurnalis online dalam mengabarkan informasi yang faktual dan berimbang ke masyarakat,” Kata salah satu Pimpinan Media itu.

Diharapkannya dengan terbentuknya JOB itu, tidak kemudian menjadi momok yang menakutkan bagi pihak tertentu namun dapat dijadikan sebagai mitra dalam mengawal informasi yang berimbang ke masyarakat.

“Selain menjalankan fungsinya sebagai sosial kontrol namun JOB ini juga dapat bertindak sebagai corong informasi ke masyarakat tentu secara akurat dan berimbang, apalagi di era keterbukaan informasi saat ini,” Bebernya.

Ditambahkannya, setelah terbentuk fokus utama pihaknya adalah segera melengkapi struktur kepengurusan dan membentuk kelembagaan organisasi tersebut agar sesuai dengan amanat undang-undang terkait perkumpulan. (IS)




Rusman Emba Harap Semua Pihak Bersinergi Membangun dan Mensejahterakan Kabupaten Muna

Raha, SultraNET. | Bupati Kabupaten Muna, Rusman Emba, ST berharap agar momentum hari Ulang Tahun Kabupaten Muna yang ke 60 tahun, seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Muna dapat bersinergi dalam pembangunan sehingga kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud.

Hal tersebut disampaikan mantan Senator DPD RI itu saat memimpin upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna yang Ke-60, yang digelar di Alun-Alun Kota Raha, Kamis (4/7/20190.

” Kita harus meningkatkan kinerja dan harus memiliki daya saing demi mewujudkan masyarakat yang maju, kuat dan mandiri,” Tuturnya

Dengan meningkatkan pengelolaan potensi yang dimiliki secara profesional dan meningkatkan kontribusi seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Muna, mantan Ketua DPRD Prov. Sultra itu sangat optimis akselerasi laju pembangunan pada semua sektor dapat ditingkatkan.

“Sehingga apa yang menjadi harapan para pendiri terdahulu bisa terwujud,” tegas Rusman Emba.

Turut hadir dalam kegiatan terssebut Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkipinda) Kabupaten Muna yakni Kapolres Muna, Dandim 1416 Muna, Kepala Kejaksaan, Ketua P PKK Muna, Ketua DPRD Muna, Wakil Ketua DPRD Muna dan Seluruh Kepala SKPD.

Nampak pula Hadir Pimpinan daerah tetangga yakni, Bupati Buton Tengah (Buteng), Samahudin beserta jajaranya. (Borju).




BKPSDM Bombana Luncurkan Aplikasi Pelayanan Kepegawaian “Sakti Gembira” Simpeg Online

Rumbia, SultraNET. | Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana melaunching aplikasi kepegawaian berbasis online yang dinamai dengan Sistem Aplikasi Kepegawaian Terintegrasi (Sakti Gembira) yaitu Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (simpeg online), pada hari Kamis 4 Juli 2019.

Kepada awak media, Heriyani, SP., M.Si, Kasubag. Perencanaan dan Keuangan BKPSDM Kabupaten Bombana mengungkapkan diluncurkannya aplikasi tersebut untuk memenuhi tuntutan era digitalisasi sehingga data kepegawaian nantinya dapat diakses secara online dan terintegrasi.

“Aplikasi Sakti Gembira ini dalah Rumah dari aplikasi aplikasi kepegawaian yang ada di BKPSDM Bombana ini,” Jelas Heriyani

Untuk itu ia berharap agar dengan diberlakukannya sistem informasi manajemen kepegawaian yang terintegrasi dan online tersebut dapat memudahkan pelayanan administrasi dan informasi kepegawaian di daerah itu.

“Sehingga data data kepegawaian dapat tertata secara digital, tentu itu akan sangat membantu dalam pelayanan kepegawaian,” Singkatnya (IS)

 




Wakil Bupati Baca Raperda, Sejumlah Kepala OPD Justru Asyik “Main” HP

Rumbia, SultraNET. | Merasa tidak diperhatikan, Wakil Bupati Bombana, Johan Salim, SP geram pada para pejabat eselon dan Kepala OPD Kabupaten Bombana, pasalnya saat orang nomor 2 di Kabupaten Bombana itu membaca Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018, para pejabat Kabupaten Bombana itu justru asyik memainkan handphone.

” Saya membaca Raperda tapi justru mereka (kepala OPD) hanya sibuk main Hendphone (HP),” Tutur Mantan Wakil Ketua DPRD Bombana itu, Senin (1/7/2019).

Seharusnya lanjut Johan Salim, para Pimpinan OPD tersebut tidak menunjukkan sikap tak acuhnya saat pembacaan Raperda APBD 2018 tersebut karena yang dibacakan itu merupakan hasil kinerja OPD itu sendiri.

” Karena yang dibacakan itu hasil kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seharusnya mereka menyimak agar bisa memahami,” Keluhnya.

Atas kejadian tersebut tambah Johan Salim bakal dijadikan sebagai bahan Laporan Kepada Bupati Bombana H. Tafdil agar kejadian kejadian serupa tidak terulang kembali. (Efendi)




Kabar Duka, Istri Wagub Sultra Hj. Yati Lukman Tutup Usia

Kendari, SultraNET. | Kabar Duka datang dari keluarga besar Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. H. Lukman Abunawas, M.Si, sang istri Hj. Yati Lukman Abunawas dikabarkan tutup usia, Kamis (27/6/2019) pukul 00.15 Wita di Salah Satu Rumah Sakit di Kota Makassar.

Almarhumah yang juga merupakan Anggota DPRD provinsi Sulawesi Tenggara dari Partai Nasdem tersebut tutup usia di usia 59 Tahun.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun awak media ini, rencananya jenasah Almarhumah akan diberangkatkan dari Kota Makassar menuju Kota Kendari pada hari ini juga Kamis (27/6/2019) menggunakan pesawat Garuda Air Lines.

Setelah itu jenasah akan di bawa ke rumah kediaman Lukman Abunawas di Jalan D.I Panjaitan, Lorong Pemancar RRI, Depan Arindo, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Berdasarkan Informasi Pihak Keluarga, Rencananya, jenazah Almarhumah bakal dikebumikan di Kelurahan Konawe, Kecamatan Konawe, Kabupaten Konawe. (IS)




Caleg Terpilih Asal Kolaka Utara Ditemukan Tewas dalam Kamar Hotel di Makassar

Lasusua, SultraNET. | Seorang calon anggota legislatif (caleg) terpilih asal Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ditemukan tewas dalam kamar Hotel Panakkukang, Jalan Boulevard, Kota Makassar, Minggu (23/6/2019). Korban bernama Amri Alwi (55), kader dari PDIP.

Saat ditemukan, korban terbaring kaku tanpa pakaian di atas tempat tidur hotel. Korban pertama kali dilihat anaknya dan pihak hotel.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda FH mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 18.30 Wita. Ananda mengatakan, penyelidikan soal penyebab kematiannya sudah diselidiki Biddokes Polda Makassar.

“Kalau dari penyelidikan di TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan,” ujar Ananda

Dia melanjutkan, korban pertama kali ditemukan anaknya, Rifaldi Amri (18) bersama pihak hotel. Dari keterangan saksi, diketahui korban baru saja melakukan perjalanan dari Jakarta.

“Mereka transit di Makassar pada Sabtu (22/6/2019), sebelum berencana melanjutkan perjalanan kembali ke Kolaka Utara pada Minggu (23/6/2019). Anak korban sempat ketemu ayahnya pada Sabtu petang,” ujar Ananda.

Korban bersama tiga orang rekannya anggota DPRD terpilih asal Kolaka Utara, menginap semalam sebelum balik ke Kolaka Utara. pada Minggu (23/6/2019) subuh, 3 orang rekannya kembali ke Kolaka Utara.

“Saat ditemui anaknya, korban mengaku tidak enak badan dan dipijat-pijat anaknya, kemudian anaknya pulang kembali ke rumah kosnya,” tambah Kapolsek.

Saksi kemudian mendatangi kembali ayahnya di hotel pada Minggu sekitar pukul 18.30 Wita. Saat mengetuk pintu dan menghubungi beberara kali, saksi lalu memanggil sekuriti dan resepsionis hotel.

Setelah kamar dibuka, ternyata korban ditemukan sudah tak bergerak. Selanjutnya, pihak hotel menghubungi kepolisian yang langsung mendatangi lokasi tewasnya caleg asal Kolaka Utara.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda FH mengatakan sempat mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya, sebungkus nasi goreng uyang diduga sempat dimakan korban sebelum ditemukan meninggal.

“Kita amankan nasi goreng merah, dibungkus,” ujar Ananda.

Dia melanjutkan, masyarakat jangan berspekulasi soal dugaan korban diracun atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Sebab, tak ditemukan obat-obatan di dalam kamar.

“Penyelidikan soal penyebab kematiannya sudah kami serahkan ke Dokpol Polda Makassar,”ujarnya.

Pihak Biddokes Polda Sulsel yang berhasil dikonfirmasi menjelaskan, saat ini korban sudah menjalani autopsi. Dokter forensik Polda Sulsel, Dr Denny Matius mengatakan, sudah mengambil sejumlah sampel organ korban.

“Sudah kami bawa ke laboratorium toxicology, untuk memeriksa dugaan diracuni atau tidak. Hasilnya belum ada karena masih berproses,” ujar Denny Matius, dikonfirmasi via telepon seleuler.

Dia melanjutkan, hasilnya akan keluar sekitar sebulan. Pihaknya mengatakan, tidak mau berspekulasi soal penyebab korban meninggal.

Ketua Umum DPD I PDIP Sultra, Hugua sudah memberikan ucapan belasungkawa. Melalui media sosial mlilknya, Hugua mewakili partai mengucapkan turut berdukacita.

 

 

 

 

Sumber : https://www.liputan6.com/regional/read/3997363/caleg-terpilih-kolaka-utara-ditemukan-tewas-dalam-kamar-hotel?source=search




Warga Keluhkan Dampak Lingkungan dan Perhatian PLN Raha

Muna, SultraNET | Sejumlah warga yang berada di sekitar PLN Unit Pembangkit (UP) Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan polusi suara dan udara yang ditimbulkan dari asap mesin pembangkit listrik serta tidak adanya komitmen jaminan perusahaan plat merah tersebut terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Akbar salah satu yang mengwakili warga disekitar PLN menyampaikan kepada media HarapanSultra.COM, kamis (20/06/2019) bahwa suara dan asap pembuangan mesin PLN membuat warga tidak nyaman, disamping itu bau yang ditimbulkan dari limbah pabrik sudah sangat mengganggu.

“Minta ampun kalo begini terus, bisa keracunan warga sekitar,” Ucap Akbar

Senada dengan Akbar, Dani salah satu warga yang juga tinggal disamping PLN merasa sangat terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan mesin PLN tersebut untuknya itu ia mengharapkan agar pihak PLN dapat menemukan solusi merendahkan kebisingan yang ditimbulkan.

“Setel TV di rumah juga harus kencang-kencang, jadi mohon agar tingkat kebisingannya direndahkan dan asap yang dihirup warga sekitar bisa diatasi, Sehingga keluarga yang di dalam rumah tidak  perlu berteriak dan mengeluh,” Tegasnya Akbar

Disamping itu diakui Dani, dampak positif keberadaan mesin tersebut bagi masyarakat sekitar dirasakan jauh dari harapan bahkan pihak perusahaan dinilai mengabaikan keadaan sekitar lingkungan pembangkit listrik.

Komitmen perusahaan terkait Dana Corporate Social Responsibility (CSR)  juga menurutnya tidak ada sama sekali.

“Komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat dalam bentuk CSR sama sekali tidak ada,” Keluhnya

Untuk itu ia berharap agar pihak PLN dapat melaksanakan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, menjaga lingkungan sekitar, membangun fasilitas umum, memberikan beasiswa kepada anak yang kurang mampu, dan memberikan bantuan dana untuk kesejahteraan masyarakat banyak pada umumnya dan masyarakat sekitar perusahaan pada khususnya

“Kami sendiri merasa belum merasakan dampaknya CSR untuk warga. Kami harapkan CSR disesuaikan kebutuhan warganya, sehingga wujudnya bisa dinikmati bersama,” Pungkasnya.

Hingga berita ini di terbitkan belum ada konfirmasi dari pihak PLN tersebut (Borju)