Hadiri Musrembang, Arhawi Dapat Pujian Dari Masyarakat Togo Binongko

Wakatobi, SultraNET. | Menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang), Bupati Wakatobi, Arhawi dipuji Oleh masyarakat melalui Camat Togo Binongko, pujian itu diberikan atas kinerjanya membangun Kabupaten Wakatobi, Rabu (06/03/2019).

Arifin mengakui, Kinerja Arhawi yang baru memasuki tahun ketiga sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“kita bisa lihat pembangunan yang dikerjakan Arhawi di bidang infrastruktur. sangat berbeda dari tahun ke tahun,” tukas Arifin.

Meski demikian, Arifin mengatakan pembangunan di pulau binongko diakuinya masih berbeda dengan ketiga pulau yang lain seperti Kaledupa dan Tomia. Sebab kata Dia pulau Binongko merupakan daerah terjauh dari Ibukota.

“Jika dalam waktu tiga tahun pembangunan sudah seperti ini maka saya yakin semua janji Arhawi akan terealisasi,” Pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, Arhawi memamerkan kinerjanya dibidang infrastruktur selama ia memimpin daerah Pusat segitiga karang dunia ini.

“Alhamdulillah jalan lingkar di pulau Wangi-wangi sekarang sudah di hotmix, pelabuhan marina kini sudah terbangun. kaledupa baru baru ini dikucurkan anggaran untuk membangun Dermaga,” paparnya.

Capaian pemerintah Kabupaten juga telah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat sehingga menetapkan Wakatobi sebagai sepuluh Top Destinasi Pariwisata yang kemudian menjadi angin segar untuk bisa mengembangkan Daerah Taman Nasional ini dengan cepat.

Untuk itu, Arhawi mengatakan jika dirinya diizinkan memimpin kembali maka visi kabupaten maritim yang sejahtera dan berdaya saing tidak akan sulit untuk direalisasikan.

“Alhamdulillah kita sudah melakukan 126 inovasi daerah dan kita telah mendapatkan Inaga Award dari administrasi negara RI,” Pungkasnya




Musrenbang, Bupati Wakatobi Ajak Masyarakat Kurangi Penggunaan Kemasan Plastik

Wakatobi, SultraNET. | Disela-sela Acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan yang dilaksanakan di Tiga pulau, Bupati Wakatobi, Arhawi tegaskan untuk tidak menggunakan bahan kemasan plastik yang setelah digunakan dapat menjadi Sampah.

Hal tersebut disampaikan kepada masyarakat saat dirinya menginjakan kaki di pulau Binongko, Tomia dan Kaledupa.

Himbauan tersebut mendapatkan respon positif dari masyarakat, dari pantauan awak media ini, sejak agenda tahunan pemda ini dilaksanakan di Binongko, pada Selasa (05/03/2019). penggunaan bahan kemasan plastik pada makanan maupun minuman telah mulai dikurangi.

Seperti penggunaan air minum kemasan. jika biasanya para tamu disuguhkan dengan Air minum dalam kemasan, Kali ini terlihat sangat berbeda. Semua Tamu tidak terkecuali para kepala OPD, akan dibiarkan mengambil sendiri air minum di dispenser menggunakan gelas kaca.

Arhawi mengatakan himbauan ini dimaksudkan agar produksi sampah plastik di Wakatobi tidak meningkat.

“Sebagai daerah Pariwisata, sudah seharusnya lingkungan kita harus terlihat bersih dan bebas dari sampah plastik,” Ucap Arhawi.

Alhasil berkat himbauan ini, Paska kegiatan dilaksanakan, sampah plastik tidak terlihat seperti biasanya (Samidin)




Ke Lantawonua Wakapolres Bombana, Sambangi Dua Warga Prasejahtera

Rumbia, SultraNET. | Dua warga lanjut usia asal Desa Lantawonua Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara disambangi oleh puluhan Personil Polres dimasing-masing kediamaannya pada sabtu (2/3/2019) padi tadi.

Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Bombana Kompol Muhadi Walam itu merupakan kegiatan rutinitas dan program Kapolres Bombana sebagai bentuk kepedulian masyarakat yang disebut dengan program “polisi Care”.

Kedua warga yang menerima tali asih dari Polres Bombana itu bernama Duke berusia ditaksir sekitar 95 tahuan dan menjalani hidupnya sejak tahun 1971 jauh dari pemukiman warga, sementara warga yang satu lagi benama Nera berusia 82 tahun mengalami cacat fisik.

“Matanya tak bisa berfungsi seperti manusia normal sejak usianya tiga tahun,” Tutur Muhadi Walam

Melihat kondisi kedua warga tersebut, Wakapolres turut prihatin atas apa yang mereka jalani selama ini. untuk itu ia mengajak keluarga dan anak dari kedua warga yang butuh perhatian itu untuk menjadikan kedua orang tua sebagai proiritas.

“Saya himbau kepada pihak keluarga dan anak dari Nenek yang tinggal jauh dari pemukiman warga ini agar bisa lebih perhatian kepada orang tuanya, kasian dia hidup sendiri begini,” Himbau Muhadi Walam

Selain itu, Muhadi Walam juga mengajak seluruh jajaran polres hingga ketingkat polsek untuk memberi perhatian kepada masyarakat yang prasejahtera.

“Ayo kita peduli terhadap orang disekitar kita, kalau ada rejeki maka luangkan untuk kita berbagi kepada masyarakat yang tidak mampu seperti ini,” lanjutnya.

Merasa senang menerima kunjungan amal dari kepolisian, Keluarga Kedua korban yang ikut mendampingi perjalanan personil polisi menuju rumah milik kedua warga tersebut menghaturkan banyak terima kasih atas perhatian para petugas.

“Terima kasih atas semua bantuan dan perhatiannya Pak kepada warga kami,” tutur Mujur mewakili tokoh masyakat Lantawonua. (HIR)




Ikut Rakornas I Pariwisata 2019, Arhawi Tandatangani MoU Kerjasama Tiga Pihak

Wakatobi, SultraNET. | Disela sela arena Rakornas I Kepariwisataan 2019 yang dibuka oleh Menteri Pariwisata RI di hotel Sultan Jakarta, Bupati Wakatobi Arhawi bersama dengan para Bupati 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional menandatangani MoU kerjasama tiga pihak terkait pengembangan Pariwisata berkelanjutan, Kamis (28/02/2019).

Mou pengembangan Pariwisata berkelanjutan Wakatobi ditandatangani oleh Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar, Bupati Wakatobi, dan Rektor UHO selaku MCSTO Wakatobi.

MoU ini memuat kerjasama para pihak untuk mewujudkan pengembangan Pariwisata yang respek terhadap penerapan prinsip2 pariwisata berkelanjutan sesuai standar global. Pihak UHO selaku MCSTO akan menjadi mitra Pemkab Wakatobi yang akan mensupport untuk melakukan riset, edukasi, public awareness, training dan monitoring dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat (inclusive and sustainable tourism) sehingga memberi manfaat secara social, economy dan ecology.

Rakornas I Kepariwisataan 2019 kali ini mengangkat tagline WIDT 4.0 (wonderful indonesia digital tourism 4.0). Sebuah upaya transformatif utk mengadaptasi teknologi industri 4.0 ke dalam pengembangan kepariwisataan sehingga Indonesia dapat memenangkan persaingan global.

Saat ini performansi pariwisata indonesia sangat membanggakan. menjadi destinasi pariwisata terindah ke 6 di dunia, pertumbuhan pariwisata Indonesia melampaui pertumbuhan rata rata dunia dan menjadi penyumbang devisa terbesar kedua.

Ada tiga strategi imperatif yang akan ditempuh oleh kemenpar dalam hal ini yaitu Tourism Digital Talent Developmen, Education-Tourism Industry Linkage 4.0, serta Start Up Academy 4.0.




Dinas Penanaman Modal dan PTSP Wakatobi Gelar Sosialisasi Pelayanan Perijinan

Wakatobi, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menggelar Sosialisasi pelayanan perijinan di Aula Pesanggarahan Wangi-wangi selatan dengan tema “memberikan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan memiliki kepastian hukum,” Kamis (28/02/2019).

Dalam Sosialisasi yang dihadiri puluhan Pengusaha, Investor, dan Forkopimda tersebut memaparkan berbagai langkah-langkah teknis dalam membuat berbagai jenis Surat ijin baik itu berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Hordo Ordonantie atau Surat Ijin Tempat Usaha (HO/SITU), Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUper), Surat Ijin Usaha Jasa Kontruksi (SIUJK), Surat Ijin Tempat Usaha Minuman Beralkohol (SITU-MB), Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUPar), Izin Usaha Pelayaran Angkutan Laut ( IUPAL), Surat Ijin Praktek Apoteker (SIPA), Serta Surat Ijin Praktek Dokter (SIPD).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Saoruddin berharap kepada semua Investor dan Pengusaha dapat dengan mudah membuat Ijin Sesuai dengan Jenis Usaha yang dimiliki.

“Sekarang untuk mengurus berbagai surat ijin sudah sangat dimudahkan karena dapat dilakukan secara elektronik dan secara konvensional,”jelasnya.

Saoruddin melanjutkan untuk membuat surat ijin secara elektronik, Pengusaha atau Investor dapat langsung mengakses Layanan OSS di http://oss.go.id sedangkan untuk konvensional dapat langsung datang di dinas Penanaman Modal dan PTSP.

Wakil Bupati Wakatobi Ilmiati Daud yang turut hadie pada kegiatan tersebut dalam sambutannya berharap agar Kemudahan dalam hal perijinan dapat memicu para investor untuk dapat berinvestasi di Wakatobi.

“Dengan demikian, kegiatan perekonomian di daerah ini dapat berjalan dan berkembang dengan baik,” tuturnya.




Lima Lembaga di Sultra Bakal Gelar Dialog Publik Kepemiluan

Kendari, SultraNET. | Lima Lembaga di Sultra bersatu menyelenggarakan Dialog Publik Kepemiluan bertajuk “Memperkuat Akuntabilitas Kelembagaan Penyelenggaraan Pemilu dalam menghasilkan Pemilu 2019 berintegritas dan berkualitas”, yang jika tidak ada aral melintang Kapolda Sultra akan membuka langsung kegiatan dimaksud, 26 Februari 2019 di D’Blizt Hotel Kendari.

Kelima lembaga itu adalah SultraDemo Pemantau yang dipimpin oleh Arafat, Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sultra dibawah pimpinan Andri Darmawan, KIPP Sultra, Muhammad Nasir, WALHI Sultra, Saharuddin, dan JARI Sultra, Muhammad Fajar Hasan, kelimanya tergabung dalam Forum Koonsolidasi Demokrasi Rakyat Sultra.

Dialog Publik Kepemiluan itu menurut Sekjend SultraDemo, Zainal Abidin akan dihadiri sekurang-kurangnya 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, Akademisi, penyelenggara pemilu, LSM/NGO, Kelompok Cipayung dan tokoh Masyarakat.

Sementara itu, Narasumber kegiatan adalah Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Nasir, Polda Sultra, Ketua Bawaslu Sultra, dan Pengamat Politik, Dr. Najib Husen yang juga Dosen Ilmu Politik UHO.

“Insya Alllah akan dibuka langsung Kapolda Sultra, kegiatan ini berlangsung sehari dari pagi hingga selesai,” katanya.

Ditambahkan Ketua KAI Sultra, Andri Darmawan, kegiatan dialog publik yang digelar itu merupakan bentuk kepedulian lembaga di Sultra dalam mendukung terlaksananya Pemilu yang demokratis, jujur, adil dan terpercaya.

Ditambahkannya, konsolidasi masyarakat sipil Sultra diperlukan dalam rangka mendorong pelaksanaan Pemilu 2019 semakin terpercaya. Penyelenggara KPU dan Bawaslu harus benar- benar berjalan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan sehingga trash keprcayaan yang diamanahkan meningkat.

“Forum Koonsolidasi Demokrasi Rakyat Sultra yang menyatukan lima lembaga ini minimal tidak menjadi inspirasi bagi semua pihak, baik lembaga pemerintahan, non pemerintahan, OKP, NGO, dan seluruh masyarakat untuk mendukung, dan turut serta dalam membangun demokrasi yang bersih, jujur adil dan terpercaya. Kita semua memiliki tugas yang sama yakni memastikan demokrasi berjalan sesuai dengan UU,” jelasnya.




Millenial Road Safety festival Sukses Digelar

Wakatobi, SultraNET. | Kepolisian Resort Wakatobi bersama pemerintah daerah Kabupaten Wakatobi berhasil menggelar Millenial Road Safety Festival yang dihadiri puluhan ribu orang. Mulai dari anak anak hingga orang dewasa tumpa ruah memadati Baipas marina Wangi wangi, minggu (24/02/2019).

Kepolres Wakatobi, Didik Erfianto mengatakan kaum Millenial diharapkan dapat mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, sekaligus menjadi agen-agen pelopor keselamatan berlalu lintas agar dapat meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas.

“Tujuannya adalah untuk menekan angka kecelakaan, pelanggaran lalulintas dalam rangka kita mewujudkan milenial cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang,” ujar Kapolres Wakatobi AKBP Didik Erfianto, SIK.

Untuk menghimpun puluhan ribu masyarakat ini, sebelumnya Kepolisian resort Wakatobi memberikan kupon undian berhadiah kepada masyarakat dan diundi setelah senam bersama.

Kipas angin, dispenser, rice cooker, TV LED, Sepeda, Kulkas, serta motor berhasil dipulangkan oleh masyarakat setelah dilakukan pengundian

Bupati Wakatobi yang turut hadir, mengpresiasi kegiatan millenial yang digelar. Arhawi mengatakan, pemerintah sejauh ini mendukung kegiatan positif dengan memberikan fasilitas infrastuktur demi terwujudnya masayarakat wakatobi yang sejahtera dan berdaya saing.

“Kami sedang berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk masyarakat terkhusus infrastruktur. Pantai Marina ini kita akan timbun lagi sampai ke Wandoka dan kita harapkan dengan itu tempat ini bisa menampung lebih banyak para peserta ketika kita melakukan kegiatan-kegiatan besar ke depannya,” jelasnya.

Dalam kegiatan Turut hadir Ketua DPRD Wakatobi Sudirman A. Hamid, Organisasi pimpinan Daerah serta Instansi fertikal Sekabupaten Wakatobi. ( Samidin)




Pospera Soroti Kondisi Jalan Pelelangan Ikan Bombana

Bombana, SultraNET. | Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Bombana menyoroti minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Bombana pada sektor pelayanan Publik pada objek fital khususnya di Pelelangan Ikan yang terletak di Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana yang dinilai jauh dari kata baik bahkan sangat memperihatinkan.

Hal itu diutarakan Basmin Ketua Pospera Bombana pada awak media ini (19/02/2018), menurut Aktifis jebolan Universitan Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu, Setiap hari ratusan nelayan, masyarakat dan pengusaha ikan menggunakan fasilitas publik tersebut walaupun dengan kondisi yang sangat memperihatinkan, padahal kontribusi mereka sangat besar dan sangat prospektif bagi pembangunan daerah jangka panjang.

“Kondisi jalan yang dijadikan sebagai tempat bongkar muat ikan bagi nelayan rusak dan sangat tidak layak digunakan, belum lagi kondisi lingkungan pelelangan yang sangat kumuh” Tuturnya

Lanjut Basmin, Pemerintah harusnya memiliki visi investasi jangka panjang bukan hanya fokus pada peningkatan PAD Tahunan karena cara-cara seperti ini tidak mencerminkan asas pembangunan yang berkelanjutan.

“Pemerintah harusnya tidak hanya sibuk memungut retribusi dari masyarakat tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik pada mereka” Ungkapnya

Untuk Jangka pendek, ada dua hal  baiknya segera dilakukan pemerintah yang pertama memperbaiki Jalan yang rusak dan yang kedua hadir memberikan rasa nyaman dan memperihatikan kondisi pelelangan ikan tersebut setidaknya dari segi Kebersihan Lingkungan pelelangan tersebut agar masyarakat sebagai pengguna dapat beraktifitas dengan nyaman.

“Minimal kebersihan dan kondisi jalan ini yang pemerintah harus hadir memberi solusi” Pungkasnya (Efendi)




Promosikan Destinasi Wisata, Wakatobi Ikut Serta Dalam Ivent International di Berlin

Wakatobi, SultraNET. | Dengan Membawa misi memberikan informasi sebanyak banyaknya terkait perkembangan destinasi wisata di Wakatobi. Seto Ariyadi mewakili kabupaten Wakatobi dalam ivent International Tourismus -Borse- (ITB) yang diadakan di Berlin pada 04 maret hingga 10 maret 2019 mendatang.

Keikutsertaan tersebut sebagai salah satu strategi pengembangan pariwisata dan pemasaran untuk memperkuat positioning, memberikan informasi, mengingatkan kembali serta mempengaruhi kebijakan pariwisata baik nasional maupun internasional.

“Langkah ini menjadi sangat prioritas sebagai eksistensi pada keunggulan daya saing daerah”Ujar Seto Via Watshap, Selasa (19/02/2019).

Pada kesempatan itu, Pemilik Wakatobi Dive Trip tersebut akan mempromosikan pariwisata Wakatobi dikancah internasional .

Langkah seto mendapatkan dukungan oleh Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Wakatobi, , dan badan promosi pariwisata Daerah wakatobi , kadis pariwisata Kab.Wakatobi Nadar, S.Ip. menjelaskan Wakatobi sebagai 10 destinasi pariwisata sudah menjadi brand nasional yang akan terus disuport oleh pemerintah pusat melalui ivent internasional seperti yang tengah diikuti.

“Kegiatan itu mempriotaskan sektor pariwisata dibidang industri yang akan mempromosikan indonesia. perwakilan dari wakatobi sendiri diroling setiap tahun,”terangnya.

Untuk diketahui ITB Berlin merupakan tengah lakukan pameran pariwisata terbesar dunia (Samidin).




PT. VDNI Bantah tudingan “Curang” Jalankan Bisnis

Kendari, SultraNET. | General Manager  PT. Virtue Dragon Nickle Industry (VDNI) Rudi Rusmadi membantah tudingan bahwa perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara itu menjalankan bisnisnya secara “Curang”,  dan semua yang dituduhkan itu merupakan fitnah besar terhadap dirinya, apalagi soal isu mahar sebesar 3 juta rupiah kepada pelamar tenaga kerja lokal.

” Tidak ada 1 pun pernyataan yang diberitakan itu benar dan saya berani dipertemukan di ruang terbukJa, kalau ada keterlibatan saya di semua transaksi itu, semoga Allah yang membalasnya, saya orang beragama dan saya tau apa yang saya perbuat, silahkan pertemukan saya dan publik menyaksikan biar tidak ada fitnah” Kesalnya.

Dikatakan Rudi, orang yang telah memfitnahnya itu sedang membunuh karakter dan ia berharap tuhan yang melaknatnya karena ada kepentingan untuk merusak nama baiknya dalam mengelola perusahaan itu.

” Saya akan berdoa untuk itu, pesan saya ini sampaikan sama informan tersebut mari kita bicara secara terbuka dan bawa seluruh data, saya secara pribadi siap berhadapan secara langsung mau dimana saya terima, apa yang di tulis ada pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT, semoga menjadi peringan dosa saya”

” Semua itu fitnah saya mungkin akan buat laporan polisi atas fitnah tersebut minggu depan,” Tambahnya menyesalkan tudingan itu

Rudi meyakinkan bahwa pihaknya Haram melakukan pungutan terhadap pekerja lokal yang hendak bekerja di perusahaan Industri Nikel terbesar di Konawe itu.

” Dimanakah hati nurani saya menikmati dan memeras keringat saudara saya sendiri, haram bagi saya memakan uang pekerja dan saya akan dilaknat serta masuk neraka,” tambahnya meyakinkan ketidakbenaran semua tudingan penambang Via Whattshap.

Usai wawancara via Whattshap Pihak VDNI mengutus salah seorang kepercayaan atas nama Indra dengan maksud mengkalrifikasi langsung beberapa tudingan itu kepada media, namun fakta dilapangan Indra tidak mengklarifikasi, malah mencoba memaksa media memberitahukan informan berita ini.

Bahkan dengan gaya khasnya, Indra datang-datang langsung memotret wartawan dan menanyakan tempat tinggal wartawan, masa kerja jadi wartawan dan menanyakan apakah pewarta sudah tau dan siap menerima konsekwensinya bila tetap menuding, dan menyembunyikan identitas informan. (AK)