Wakil Bupati Baca Raperda, Sejumlah Kepala OPD Justru Asyik “Main” HP

Rumbia, SultraNET. | Merasa tidak diperhatikan, Wakil Bupati Bombana, Johan Salim, SP geram pada para pejabat eselon dan Kepala OPD Kabupaten Bombana, pasalnya saat orang nomor 2 di Kabupaten Bombana itu membaca Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018, para pejabat Kabupaten Bombana itu justru asyik memainkan handphone.

” Saya membaca Raperda tapi justru mereka (kepala OPD) hanya sibuk main Hendphone (HP),” Tutur Mantan Wakil Ketua DPRD Bombana itu, Senin (1/7/2019).

Seharusnya lanjut Johan Salim, para Pimpinan OPD tersebut tidak menunjukkan sikap tak acuhnya saat pembacaan Raperda APBD 2018 tersebut karena yang dibacakan itu merupakan hasil kinerja OPD itu sendiri.

” Karena yang dibacakan itu hasil kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seharusnya mereka menyimak agar bisa memahami,” Keluhnya.

Atas kejadian tersebut tambah Johan Salim bakal dijadikan sebagai bahan Laporan Kepada Bupati Bombana H. Tafdil agar kejadian kejadian serupa tidak terulang kembali. (Efendi)




Kabar Duka, Istri Wagub Sultra Hj. Yati Lukman Tutup Usia

Kendari, SultraNET. | Kabar Duka datang dari keluarga besar Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. H. Lukman Abunawas, M.Si, sang istri Hj. Yati Lukman Abunawas dikabarkan tutup usia, Kamis (27/6/2019) pukul 00.15 Wita di Salah Satu Rumah Sakit di Kota Makassar.

Almarhumah yang juga merupakan Anggota DPRD provinsi Sulawesi Tenggara dari Partai Nasdem tersebut tutup usia di usia 59 Tahun.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun awak media ini, rencananya jenasah Almarhumah akan diberangkatkan dari Kota Makassar menuju Kota Kendari pada hari ini juga Kamis (27/6/2019) menggunakan pesawat Garuda Air Lines.

Setelah itu jenasah akan di bawa ke rumah kediaman Lukman Abunawas di Jalan D.I Panjaitan, Lorong Pemancar RRI, Depan Arindo, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

Berdasarkan Informasi Pihak Keluarga, Rencananya, jenazah Almarhumah bakal dikebumikan di Kelurahan Konawe, Kecamatan Konawe, Kabupaten Konawe. (IS)




Caleg Terpilih Asal Kolaka Utara Ditemukan Tewas dalam Kamar Hotel di Makassar

Lasusua, SultraNET. | Seorang calon anggota legislatif (caleg) terpilih asal Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ditemukan tewas dalam kamar Hotel Panakkukang, Jalan Boulevard, Kota Makassar, Minggu (23/6/2019). Korban bernama Amri Alwi (55), kader dari PDIP.

Saat ditemukan, korban terbaring kaku tanpa pakaian di atas tempat tidur hotel. Korban pertama kali dilihat anaknya dan pihak hotel.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda FH mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 18.30 Wita. Ananda mengatakan, penyelidikan soal penyebab kematiannya sudah diselidiki Biddokes Polda Makassar.

“Kalau dari penyelidikan di TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan,” ujar Ananda

Dia melanjutkan, korban pertama kali ditemukan anaknya, Rifaldi Amri (18) bersama pihak hotel. Dari keterangan saksi, diketahui korban baru saja melakukan perjalanan dari Jakarta.

“Mereka transit di Makassar pada Sabtu (22/6/2019), sebelum berencana melanjutkan perjalanan kembali ke Kolaka Utara pada Minggu (23/6/2019). Anak korban sempat ketemu ayahnya pada Sabtu petang,” ujar Ananda.

Korban bersama tiga orang rekannya anggota DPRD terpilih asal Kolaka Utara, menginap semalam sebelum balik ke Kolaka Utara. pada Minggu (23/6/2019) subuh, 3 orang rekannya kembali ke Kolaka Utara.

“Saat ditemui anaknya, korban mengaku tidak enak badan dan dipijat-pijat anaknya, kemudian anaknya pulang kembali ke rumah kosnya,” tambah Kapolsek.

Saksi kemudian mendatangi kembali ayahnya di hotel pada Minggu sekitar pukul 18.30 Wita. Saat mengetuk pintu dan menghubungi beberara kali, saksi lalu memanggil sekuriti dan resepsionis hotel.

Setelah kamar dibuka, ternyata korban ditemukan sudah tak bergerak. Selanjutnya, pihak hotel menghubungi kepolisian yang langsung mendatangi lokasi tewasnya caleg asal Kolaka Utara.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda FH mengatakan sempat mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya, sebungkus nasi goreng uyang diduga sempat dimakan korban sebelum ditemukan meninggal.

“Kita amankan nasi goreng merah, dibungkus,” ujar Ananda.

Dia melanjutkan, masyarakat jangan berspekulasi soal dugaan korban diracun atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Sebab, tak ditemukan obat-obatan di dalam kamar.

“Penyelidikan soal penyebab kematiannya sudah kami serahkan ke Dokpol Polda Makassar,”ujarnya.

Pihak Biddokes Polda Sulsel yang berhasil dikonfirmasi menjelaskan, saat ini korban sudah menjalani autopsi. Dokter forensik Polda Sulsel, Dr Denny Matius mengatakan, sudah mengambil sejumlah sampel organ korban.

“Sudah kami bawa ke laboratorium toxicology, untuk memeriksa dugaan diracuni atau tidak. Hasilnya belum ada karena masih berproses,” ujar Denny Matius, dikonfirmasi via telepon seleuler.

Dia melanjutkan, hasilnya akan keluar sekitar sebulan. Pihaknya mengatakan, tidak mau berspekulasi soal penyebab korban meninggal.

Ketua Umum DPD I PDIP Sultra, Hugua sudah memberikan ucapan belasungkawa. Melalui media sosial mlilknya, Hugua mewakili partai mengucapkan turut berdukacita.

 

 

 

 

Sumber : https://www.liputan6.com/regional/read/3997363/caleg-terpilih-kolaka-utara-ditemukan-tewas-dalam-kamar-hotel?source=search




Warga Keluhkan Dampak Lingkungan dan Perhatian PLN Raha

Muna, SultraNET | Sejumlah warga yang berada di sekitar PLN Unit Pembangkit (UP) Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan polusi suara dan udara yang ditimbulkan dari asap mesin pembangkit listrik serta tidak adanya komitmen jaminan perusahaan plat merah tersebut terkait dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Akbar salah satu yang mengwakili warga disekitar PLN menyampaikan kepada media HarapanSultra.COM, kamis (20/06/2019) bahwa suara dan asap pembuangan mesin PLN membuat warga tidak nyaman, disamping itu bau yang ditimbulkan dari limbah pabrik sudah sangat mengganggu.

“Minta ampun kalo begini terus, bisa keracunan warga sekitar,” Ucap Akbar

Senada dengan Akbar, Dani salah satu warga yang juga tinggal disamping PLN merasa sangat terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan mesin PLN tersebut untuknya itu ia mengharapkan agar pihak PLN dapat menemukan solusi merendahkan kebisingan yang ditimbulkan.

“Setel TV di rumah juga harus kencang-kencang, jadi mohon agar tingkat kebisingannya direndahkan dan asap yang dihirup warga sekitar bisa diatasi, Sehingga keluarga yang di dalam rumah tidak  perlu berteriak dan mengeluh,” Tegasnya Akbar

Disamping itu diakui Dani, dampak positif keberadaan mesin tersebut bagi masyarakat sekitar dirasakan jauh dari harapan bahkan pihak perusahaan dinilai mengabaikan keadaan sekitar lingkungan pembangkit listrik.

Komitmen perusahaan terkait Dana Corporate Social Responsibility (CSR)  juga menurutnya tidak ada sama sekali.

“Komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat dalam bentuk CSR sama sekali tidak ada,” Keluhnya

Untuk itu ia berharap agar pihak PLN dapat melaksanakan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, menjaga lingkungan sekitar, membangun fasilitas umum, memberikan beasiswa kepada anak yang kurang mampu, dan memberikan bantuan dana untuk kesejahteraan masyarakat banyak pada umumnya dan masyarakat sekitar perusahaan pada khususnya

“Kami sendiri merasa belum merasakan dampaknya CSR untuk warga. Kami harapkan CSR disesuaikan kebutuhan warganya, sehingga wujudnya bisa dinikmati bersama,” Pungkasnya.

Hingga berita ini di terbitkan belum ada konfirmasi dari pihak PLN tersebut (Borju)




Lantik 243 Anggota BPD, Rusman Emba Harap BPD Jadi Penghubung Kepentingan Masyarakat

Raha, SultraNET. | Bupati Muna, LM Rusman Emba, ST melantik 243 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 46 desa yang tersebar di 8 Kecamatan di Kabupaten Muna.

Proses pelantikan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Muna, Rabu (19/6/2019).

Dalam sambutannya, Rusman Emba menyampaikan bahwa anggota BPD yang baru saja dilantik dari hasil dari proses pemilihan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 5 tahun 2019 itu, diharapkan dapat menjadi penghubung kepentingan masyarakat dengan kepala Desa.

Mantan Anggota DPD RI ini mengingatkan kepada anggota BPD yang baru saja dilantik agar tidak menggunakan tugasnya dengan mencari-cari kesalahan kepala desa.

“Saya inginkan di desa ada keharmonisan yang diciptakan, sehingga anggaran yang ada di desa bisa menjadikan semangat masyarakat untuk membangun, sehingga dengan anggaran desa dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi” Tutur Rusman Emba

Mantan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara itu berharap kepada anggota BPD yang baru saja dilantik agar bisa mendengarkan aspirasi masyarakat dan memantau kinerja kepala desa.

Untuk diketahui de delapan kecamatan itu yakni, Bone (4 Desa), Maligano (6 Desa), Pasikolaga (4 Desa), Kabawo (10 Desa), Pasir Putih (6 Desa), Duruka (4 Desa), Lohia (8 Desa ), dan kecamatan Towea (4 Desa).

Pewarta : Borju




Polres Bombana Kembali Berangkatkan Bantuan Korban Banjir di Konawe

Rumbia, SultraNET | Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kepolisian Resor (Polres) Bombana Kembali memberangkatkan 1 unit mobil, yang memuat berbagai macam jenis sembako, berupa beras dan pasokan makanan lainya, untuk korban banjir di Konawe, pada, Selasa (18/6/19).

Kapolres Bombana AKBP Andi Adnan saat ditemui awak media ini, menuturkan bahwa hal tersebut merupakan pemberengkatan kedua. Sebelumya pihaknya memberangkan bantuan untuk korban banjir di Konawe Utara (Konut).

“tahap dua ini bantuan kita kirimkan untuk masyarakat konawe,” Ungkapnya saat pemberangkatan bantuan dihalaman kantor Polres Bombana.

Kapolres juga menambahkan, bahwa bantuan yang dikirimkan itu merupakan partisipasi dari Personil Polres, serta seluruh elemen masyarakat setempat.

“Ini adalah bantuan Polres bombana dan masyarakat bombana untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana banjir ,” Sebutnya.

Untuk itu dirinya berharap bantuan tersebut dapat memupuk rasa persaudaraan dan empati, serta kepedulian terhadap sesama.

“Dengan membantu saudara kita yang membutukan, dalam bentuk perhatian seperti ini dapat mengurangi bebanya.” pungkasnya

 

Reporter : Reksan




Longsor di Desa Tongkoseng, Pemkab Bombana Bergerak Cepat

Rumbia, SultraNET. | Tingginya intensitas Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tontununu, Kabupaten Bombana,  menyebabkan tanah longsor di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kamis (13/06/2019).

Hal itu disampaikan Harnoto Anas, S.TP, M.AP selaku Kepala Seksi Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana usai meninjau lokasi longsor.

Dari hasil identifikasi dan verifikasi pihak BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum, longsoran di area perkebunan warga tersebut terjadi sekitar pukul 2 dini hari dengan luas area longsoran lebih dari 1/2 Hektar.

“Yang longsor itu kebun warga, isinya tanaman coklat dan nilam,” Tuturnya

Akibat longsoran tersebut satu buah rumah warga yang berada diatas area perkebunan juga ikut tergerus sehingga di perkirakan kerugian materil yang dialami sekitar 70 juta rupiah.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” Bebernya.

Untuk itu lanjut Harnoto Anas, pihaknya menghimbau kepada warga yang bermukim disekitar lokasi untuk meninggalkan pemukiman mereka untuk sementara mengingat cuaca yang tidak menentu.

“Karena cuaca belum menentu terutama hujan, kami sudah meminta warga untuk menjauhi wilayah longsoran itu,” ucapnya.

Hingga saat ini, pihaknya terus bergerak cepat melakukan koordinasi bersama dinas PU Kabupaten Bombana untuk mencari jalan alternatif yang dapat dilalui warga, mengingat salah satu ruas jalan menuju pemukiman dan kebun warga tertimbun longsoran tanah.

“kami sedang mengupayakan jalan Alternatif untuk warga agar aktifitas mereka tidak terganggu.” pungkasnya. (IS)




Orang Meninggal Dapat SK? Sekda Wakatobi ; Dibuat Sebelum Meninggal

Wakatobi, SultraNET. | Gunjang ganjing mengenai isu pemberian SK terhadap orang yang telah meninggal kini mendapat titik terang dari Pejabat Sekretaris Daerah Wakatobi La Jumadin.

Sekda mengatakan, tenaga penunjang yang dimaksud atas nama Wa Ode Neni dimana diketahui sehari-hari bertugas dibagian tata pemerintahan (Tapem) sekretariat daerah dan telah menjadi tenaga penunjang sejak beberapa tahun silam.

Jumadin yang juga sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia(BKSDM) Wakatobi ini menyebut, SK bernomor 86 tahun 2019 dibuat atas nama yang bersangkutan sebelum Almarhumah meninggal yakni pertanggal 4 Januari 2019.

“Perlu saya luruskan bahwa SK itu sejak januari sudah ada, tetapi saya sebagai pengendali administrasi kepegawaian di BKD menghendaki bahwa perlu ada telaah staf yang berkaitan dengan seberapa besar jumlah tenaga penunjang di OPD untuk direkrut. sehingga benar benar perekrutan itu tidak mubazir atau benar-benar memenuhi kuota, itulah alasan kenapa SK itu tertunda dibagikan,”jelasnya, Kamis (13/06/2019).

Selain itu, Pemda Wakatobi tidak serta merta menghentikan SK sebagai tenaga perbantuan itu mengingat hak-haknya mesti harus dibayarkan yang mana Almarhumah masih melaksanakan tugasnya hingga bulan April.

“Bahkan Almarhumah masih masuk kerja lima hari sebelum ia meninggal,”Ucapnya.

Jumadin melanjutkan, Setelah yang bersangkutan meninggal otomatis namanya tetap ada tetapi Gaji hanya terhitung saat dia bekerja setelah meninggal tidak lagi terhitung.

Untuk menghormati Jasa Almarhumah Wa Ode Neni, Jumadin atas nama pemerintah daerah kabupaten Wakatobi mengucapkan terima kasih atas pengabdian selama menjadi tenaga penunjang di daerah.

“Saya menghimbau Media agar beritikad baik untuk memberitakan almarhumah, kami sendiri di Pemda sangat menghargai jasa beliau sebab telah menjalankan tugas-tugasnya dengan baik”,Pungkasnya.




Air Genangi Desa Pewutaa, Rawa Aopa, 5 Rumah warga Terendam

Konsel, SultraNET. | Intensitas curah hujan yang sangat tinggi mengguyur sulawesi tenggara menyebabkan banjir di beberapa wilayah diantaranya seperti Konut, Konawe, dan Kolaka timur, Konawe Kepulauan, Bombana juga Kanawe selatan.

Luapan air juga ikut di rasakan masyarakat sekitar Taman Nasional Watumohai Rawa Aopa khususnya di desa Pewutaa Kecamatan Angata hingga 5 rumah warga terendam air.

Ketua BPD Desa Pewutaa, Sandi.ST membeberkan bahwa bahwa daerah mereka yang dikelilingi oleh Taman Nasioanal itu merupan Langganan Banjir saat musim penghujan tiba, Rabu (12/6/2019).

“Ini bukan saja kali pertama, banjir sudah menjadi langganan di desa kami berhubung letak geografis desa pewutaa tepat di kelilingi Taman Nasional Rawa Aopa jadi kalau tanggul air di jembatan tetenggeuwai tidak bisa menampung debit air yang tinggi sehingga merembes ke rumah warga”, tugasnya.

Di prediksikan rembesan luapan air dijembatan Rawa Aopa akan semakin membuat debit air meninggi bilasepekan hujan terus mengguyur serta dapat mengakibatkan banyaknya lagi rumah yang akan di rendam banjir.

Pemerintah setempat telah melakukan langkah evakuasi terhadap beberapa rumah. Dan juga telah melaporkan kepada pemerintah kabupaten, Namun juga belum ada respon.

“Kami sudah laporkan di pemerintah kabupaten, hanya masih menunggu respon dari atas”, lanjutnya.

Akibatnya Terang Randi, aktivitas keseharian warga menjadi lumpuh total apalagi profesi warga desa pewutaa 40% sebagai nelayan akibatnya berdampak pada penghasilan nelayan yang menurun di karenakan luapan air.

Sementara itu, pengguna jalan, aswar sangat menyayangkan segala peristiwa alam yang melanda daerah kali ini, sebab tidak ada upaya lain yang harus dilakukan warga selain mengungsi serta mencari jalur perjalan antar kota.

“Kondisi daerah sangat memprihatinkan, segala upaya harus diterjang oleh warga”, ucapnya.

Diketahui Aswar merupakan salahsatu pengguna jalan pengendara roda dua asal Kolaka Timur yang mengambil jalan pintas melalui KONSEL akibat Jembatan Ameroro terputs, namun pihaknya juga tersentak kaget karena masih juga berpapasan dengan Antrian panjang dijembatan rawa aopa akibat genangan air. (M)




Komunitas Lorpek dan Insan Pers Muna Galang Dana Untuk Korban Banjir Konut Dan Konawe

MUNA, SultraNET. | Komunitas Lorong PK (Lorpek) dan Insan Pers Muna turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/6/2019).

Randy Yaddi Ketua pelaksana kegitan kepada awak media harapansultra.com mengatakan bahwa kegiatan tersebut berawal dari kumpul kumpul sesama warga Lorpek bersama sebagian insan PERS Muna.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir yang terjadi di Konut dan Konawe” Tutur Randy Yaddi yang juga Kontributor SuaraKPK.com

Pihaknya berharap agar warga yang berada dipengungsian dapat mendapatkan pelanayan yang baik sama halnya saat mereka tinggal dirumah sendiri.

Di tempat yang sama, Yafruddin Yaddi, Ketua Pers Muna berharap agar bantuan yang bakal diberikan nantinya, dapat berguna dan sedikit mengurangi beban para korban yang terkena musibah.

“Semoga bantuan itu dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang berduka di sana dan yang memberi sumbangan di berikan reski yang melimpah serta umur panjang,” bebernya.

Hingga saat ini, dana yang terkumpul berjumlah 3.612.000  rupiah dan bagi masyarakat muna yang mau menyumbangkan bantuan berupa pakaiyan layak pakai, mie instan siap saji dan lain-lain bisa datang langsung di Posko yang terletak di Jalan di Ponegoro atau hubungi langsung Nomor HP 0823-9634-4420 atau 0822-9257-0085.