Jatah Raskin Meningkat, Tafdil Tegas Tak Ada Pungutan Lagi

Rumbia, SultraNET. | Satu lagi kabar gembira di awal pemerintahan Tafdil-Johan pasalnya sebanyak 10.123 keluarga kurang mampu bakal kebagian masing masing 10 kg beras setiap bulannya, jumlah ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar 5.000 keluarga penerima.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bombana, Hj Tafdil SE,MM dalam pidatonya pada kegiatan louncing kerja sama antara Bulog dan Pemkab Bombana pada Rabu (24/1/2018) di halaman kantor Bupati Bombana.

Bupati Dua Periode tersebut menjelaskan bahwa beras sejahtera yang di bagikan itu bersumber dari pemerintah pusat yang berdasarkan Anggaran yang di kelola oleh Kementrian sosial dan diperuntukkan bagi keluarga ekonomi menengah kebawah.

Lebih lanjut tafdil memaparkan bahwa untuk pembagian yang di loncing hari ini di peruntukan untuk warga Kecamatan Lantari Jaya, Rarowatu, Rarowatu Utara, Rumbia, Rumbia Tengah dengan total bantuan perbulanya 11.230 kg. selanjutnya menyusul untuk wilayah sepulau Kabaena dan Poleang.

Tak lupa Tafdil menegaskan bahwa bantuan yang dibagikan itu secara cuma Cuma sehingga apabila ada oknum yang meminta bayaran agar segera di laporkan kepada pihak yang berwajib.

“ Saya minta kepada kita semua untuk memantau penyaluranya agar tiba di tempat dan sesuai sasaranya dan tidak ada lagi yang mengatas namakan pihak pihak tertentu dan kita harapkan tidak lagi ada penyelewengan terhadap bantuan ini” urai Tafdil

Pada kesempatan yang sama Kepala seksi Bulog (kasilog) Bombana, Yusran Yunus kembali menjelaskan bahwa untuk tahun 2018 pihaknya mulai menyalurkan rastra 101,230 kg kepada 10.123 PKM sementara itu untuk total bansos hingga Desember tahun ini, bulog akan menyerahkan bantuan sosial kepada Pemda melalui dinas sosial dengan total 1.322.760 kg.

“Adapun teknis pembagian untuk Kec. Lantari Jaya, Kecamatan Rarowatu Utara, Rumbia Tengah dan Kecamatan Rumbia penyaluran itu akan di realisasikan mulai besok dan selanjutnya akan di prioritaskan ke wilayah Pulau Kabaena dan Wilayah Poleang” Urai Yusran.




Bekas Galian Tambang Emas, Disulap Jadi Destinasi Wisata Baru

Rumbia, SultraNET. | Bekas galian pertambangan emas di Kabupaten Bombana menyisakan persoalan lain, betapa tidak galian galian itu telah menjadi kolam kolam raksasa yang tidak teratur serta susah untuk difungsikan lagi.

Namun hal itu tidak bagi Awaluddin Madaeng, dirinya menyulap bekas galian yang terletak di Desa Marga Jaya, Kecamatan Rarowatu Utara itu menjadi destinasi Agro Wisata baru yang menarik untuk dukunjungi serta dapat memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar.

Pria yang juga Camat Rarowatu Utara itu menata galian tersebut menjadi lokasi pemancingan ikan serta menanamkan komoditi pangan yang bisa memberikan nilai tambah seperti kacang tanah, jagung, pinang dan tanaman hias lainnya.

“Saya upayakan agar bekas galian tambang yang berserakan ini, agar menjadi sesuatu yang menarik dan bermanfaat baik masyarakat setempat maupun Pemerintah Daerah” Tuturnya bersemangat

Mantan Sekretaris Dinas Pencatatan Sipil itu berharap agar apa yang dilakukannya itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas sebagai destinasi wisata agro maupun kegiatan lainnya .

“Saya berharap agar dengan adanya lokasi agro wisata ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin karena disini juga cocok sebagai lokasi Road Race maupun Pacuan Kuda” Pungkasnya




Ini syarat Untuk Terima Beasiswa Gembira Cerdas Produk Pemkab Bombana

Rumbia, SultraNET. | (18/05/2018) Sebagai wujud perhatian Pemerintah kepada masyarakat, Pada Anggatan Tahun 2018/2019 Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana Membukan Peluang Bagi mahasiswa dan calon mahasiswa yang berprestasi untuk mendapatkan bantuan Study.

Semua mahasiswa dan Calon Mahasiswa berhak untuk Mendapatkan bantuan tersebut selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Bombana sebagai tanggung jawab bersama dan mendukung program gembira cerdas itu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bombana, Abdul rauf saat ditemui oleh awak media harapansultra.com diruang kerjanya pada Rabu (16/05/2018).

Ungkapnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon penerima gembira cerdas ini, yakni Pertama mahasiswa harus melampirkan surat keterangan aktif kuliah. Kedua, IPK bagi mahasiswa aktif kuliah 3,0. Ketiga,Kartu Indonesia pinta(KIP) bagi yang ada. Keempat, Surat Keterangan tidak mampu dari desa / kelurahan.

Sendangkan bagi calon penerima Bidikmisi yakni Calon Mahasiswa Baru, harus menyediakan syarat yang membuktikan dirinya layak untuk menerima bantuan seperti Kartu PKH, Fotocopy Buku Rapor Hasil Study Tingkatan SMA/sederajat, dan Kartu Indonesia Pintar ( KIP).

“Kalau yang punya kartu bantuan miskin dalam hal ini penerima PKH itu jelas masuk dalam golongan masyarakat tidak mampu”, kata Abdul Rauf.

Dengan adanya program Gembira Cerdas ini, Pemerintah daerah mengharapkan di manfaatkan dengan baik karena ini bantuan pemerintah bisa di hentikan secara otomatis apabila mahasiswa penerima telah melampaui batas waktu yang telah di tetapkan yaitu 8 semester juga penerima berhenti di tengah jalan dapat di hentikan secara otomatis.




Tim Antam Juarai Danlanud CUP II Tahun 2018

Kolaka, SultraNET. | Team Sepak Bola Antam berhasil menjadi Juara 1 dalam turnamen sepak bola bergengsi se Sulawersi Tenggara Danlanud CUP II Tahun 2018.

Dibabak final tim yang dipimpin Pelatih Romi Nomba itu berhak meraih gelar juara setelah berhasil menang menghadapi Tim Sepak Bola Lebah Merah dari TNI 725 Woroagi Kompi A Boro-Boro.

Turnamen yang digelar sejak 24 april 2018 dan menggelar partai final di Lapangan Dirgantara TNI AU Sulawesi Tenggara 13 Mei 2018.

Gelandang bertahan Tim Antam Irsyad Dermawan menuturkan bahwa dirinya bersama tim sangat bangga dan bersyukur bisa memenangkan turnamen bergensi itu mengingat lawan lawan yang dihadapi adalah tim tim terbaik yang ada di Sulawei Tenggara.

“Turnamen ini adalah yang terbesar se Sulawesi Tenggara Sepanjang Tahun 2018” Ungkap Irsyad

Pemuda asal kecamatan Wundulako, Kelurahan Lamekongga itu mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelatih Romi Nomba sehingga dirinya bisa bergabung dalam team Antam setelah seleksi yang ketat.

“Alhamdulillah saya sangat bangga bisa bergabung dalam team sepak bola Antam, dan saya satu satunya pemuda yang mewakili Kec. Wundulako” Urainya

Turnamen ini di ikuti 18 team yangg terbagi dalam 4 pool. Sistem kompetisi dan menghadirkan seluruh tim terbaik se Sulawesi Tenggara




Pelaku Bom Surabaya Satu Keluarga

SultraNET. | Kepolisian RI mengidentifikasi bahwa pelaku bom Surabaya adalah satu keluarga, hal itu dikemukakan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dalam keterangan persnya terkait serangan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya.

Tito mengatakan pelaku menggunakan mobil dalam melakukan aksinya. “Yang gunakan Avanza diduga keras itu adalah orang tuanya atau bapaknya,” ujarnya di Surabaya pada Minggu, 13 Mei 2018. Pelaku itu diketahui bernama Dita Upriyanto.

Pelaku ini, kata Tito, meledakkan diri menggunakan mobil di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Sebelumnya, Dita menurunkan anggota keluarganya, yang terdiri atas istri dan dua anaknya, di GKI Diponegoro. Sang istri diketahui bernama Puji Kuswati, sementara dua anaknya berinisial FS, 12 tahun, dan VR, sembilan tahun.

Ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela juga terkait dengan keluarga ini. Ledakan di gereja di Ngagel itu diduga dilakukan dua anak laki-laki Dita, yaitu Yusuf Fadil, 18 tahun, dan FH, 16 tahun. Mereka menggunakan bom yang diletakkan di pinggang.

“Semuanya serangan bom bunuh diri, cuma bomnya berbeda,” kata Tito.

Tito pun menyebut para pelaku diduga berkaitan dengan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD).

“Satu keluarga ini terkait dengan sel JAD yang ada di Surabaya. Dia adalah ketuanya Dita ini,” ucapnya.

Pada Ahad pagi ini, ledakan bom terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Lokasi serangan bom bunuh diri terjadi di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Baratajaya, Kecamatan Gubeng, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. (Menit7)




DPD KNPI Kab.Bombana Anggap Insiden BOM Di Surabaya Termasuk Kejahatan Kemanusian

Rumbia, SultraNET. |  (13/05/2018). Situasi Negara yang terancam akibat munculnya gerakan radikal yang dengan berani melakukan pengeboman diberbagai tempat ibadah kini semakin marak, dalam waktu yang bersamaan 3 (tiga) pengeboman terjadi di Surabaya Ibukota provinsi Jawa Timur.

Akibat insiden tersebut, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Bombana yang diwakili oleh Sekretaris Umum mengatakan bahwa pengeboman yang terjadi di Surabaya termasuk pekejatahan kemanusiaan dan tindakan biadap.

“Pengeboman di Surabaya merupana kejahatan kemanusiaan yang harus kita lawan bersama”, ungkapnya

Pria sapaan Agustamin Saleko itu juga menambahkan bahwa pelaku pengeboman sangat biadap dan tidak berprikemanusiaan, anak-anak dan orang tua menjadi korban padahal mereka juga berhak untuk hidup.

Mewakili Seluruh pengurus, Agustamin mengajak masyarakat Salawesi Tenggara untuk bersama-sama dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk bergandengan menjaga keutuhan dan indonesia sebagai negera muslim yang damai.

“Ayo kita bersama, seluruh masyarakat Sultra dan indonesia umumnya kita bersama pihak kepolisian RI untuk menjaga perdamaian dinegeri kita Indonesia yang Damai”, tutupnya.




Motor Kosleting, SPBU Di Baruga Hampir Ludes Terbakar

Kendari, SultraNET.| (13/5/2018) SPBU yang beroperasi Dilokasi Keluarahan Baruga-Lepo-Lepo hampir ludes terlalap sijago merah. Api yang hampir menghanguskan Pertamina tersebut bersumber dari motor yang tengah melakukan pengisian bahan bakar pertalite dan tiba-tiba muncul percikan api dari mesin motor hingga Bensin yang ada dalam tangki Motor memancing api makin membesar.

Inseden terjadi pada Sabtu (12/5/2018) sekitar pukul 15.00 waktu setempat dan berlangsung sangat cepat hingga membuat pengendara kendaraan lain yang tengah antrian berhamburan menghindari ancaman api itu.

Percikan Api yang Ditangki Motor langsung diatasi oleh Petugas Securiti dan pegawai pertamina.

Dalam konfirmasi Awak Media ini, hanya bisa berkomunikasi dengan pihak sekuriti dan pegawai pertamina karena pihak pimpinan (Direktur) tengah diluar kota.

Menurut Syam, Security yang berhasil mengatasi menjelaskan kronologi tersebut.

“Saat pelanggan lagi mengisi BBM pertalite, tiba-tiba dia keluar api dari mesin yang menyebabkan tangki motornya langsung menyala, untung saya langsung menutup kobaran api dengan Pembatas Lalu lintas yang kebetulan disamping motor itu dan berusaha menutup kobaran api yang makin besar yamg keluar dari dalam tangki”, jelasnya.

Tambahnya, karena kondisi api tidak berhenti meski sudah ditutup rapat, motor yang tengah menyala itu ditendang hingga terlempar jauh dari tempat Pengisian.

“Karena apinya tidak mau mati padahal saya sudah tutup tangkinya maka saya langung tendang itu motor dan karena motor masih posisi berdiri, ya motornya langsung jatuh jauh dari tempat pengisian”, tambahnya.

Karena kondisi masih sementara hujan, maka dengan tersiaram hujan dan usaha lain dari masyarakat api berhasil dipadamkan dan suasana kembali berjalan normal.




Darurat Pelayanan Di Kel. Lameroro. Pemkab Seakan Lepas Kontrol

Rumbia, SultraNET. | Ada keunikan tersendiri dalam pelayanan Publik di Kelurahan Lameroro Kec. Rumbia Kab. Bombana. Pasalnya, setiap warga yang hendak berurusan di instansi tersebut, warga terlebih dahulu wajib melalui jasa rental komputer untuk membuat format surat sesuai kebutuhan sebelum menemui Lurah untuk kebutuhan tandatangan .

Alasannya mengejutkan, salah satu kantor Kelurahan Ditengah Ibu kota Kab. Bombana ini, tidak memiliki fasilitas peralatan kantor yang dapat difungsikan untuk melayani Warganya.

Anehnya, instansi yang hanya berjarak Dua Ratusan meter dari Sekretariat Daerah ini, tidak memiliki fasilitas Instalasi jaringan Listrik seyogyanya kantor instansi pemerintahan.

Salah seorang warga Kel. Lameroro MS (inisial -Red), yang pernah berurusan administrasi dikantor kelurahan menuturkan dari pengalamannya, Ia sungguh menyesalkan kondisi itu masih terjadi dikantor pemerintah, menurutnya, ketika Warga hendak berurusan di kelurahan, seharusnya tidak perlu lagi direpotkan.

“Kan itu kantor pemerintah, sudah ada gajinya itu pegawai yang menulis, semua itu kertas tinta sudah ada anggarannya. Masa kita Pii lagi yg harus urus yang begituan?.” Cetusnya Kesal.

Informasi yang dihimpun awak media, pelayanan dikantor itu sudah berlangsung lama. Bermula Sejak Pemutusan Hubungan arus listrik dikantor itu oleh Pihak PLN sebagai sanksi ketunggakan pembayaran tarif listrik secara terus menerus sesuai ketentukan aturan.

Lurah Lameroro, Suharno Wahid, yang coba dihubungi via selulernya (12/05/2018 20:00) belum bisa dikonfirmasi.

Padahal, disetiap momentum politik, oleh para calon kepala daerah. Janji Pelayanan Publik kerap jadi wacana utama yang menjadi bahan kelakar dalam menyampaikan Visi misi kampanye sebagai janji politik.

Meskipun demikian, tanpa ada janji politik pun, yang namanya pelayanan publik adalah wajib terpenuhi, terutama diera percepatan pembangunan Kab. Bombana agar secepatnya bebas dari kategori salah satu Daerah tertinggal Di Sulawesi Tenggara.




Tim Aman Center, Ramadhan Ciptakan Politik Yang Dingin

Rumbia, SultraNET. | Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1439 H Tim Ali Mazi-Lukman Abunawas (Aman) Center akan tetap fokus melakukan kampanye namun semua itu disertai dengan agenda religi dengan cara mengajak dan menghimbau seluruh tim paslon untuk menghentikan fitnah fitnah politik.

Direktur Aman Center, Rahmat Apiti mengatakan, Jadikanlah bulan ramdhan ini sebagai politik jalan “suci” yakni Ibadah ramadhan jangan dikotori dengan politik yang menghalalkan segala macam cara.

“Mengingat dibulan puasa merupakan momentum ibadah yang “sakral” dan sebaiknya kita hindari hujat menghujat kita ciptakan suasana politik yang coold.” Ujarnya

Mantan Aktivis itu juga menambahkan, Untuk Tim Aman pada bulan suci ramadhan akan fokus pada agenda kultural sehingga ibadah dan agenda politik berjalan paralel karena bagi kami politik tidak boleh mencemari sakralitas bulan yang diagungkan umat muslim.

“Larangan dan atau himbauan bawaslu dalam bulan suci ramadhan kami sudah kaji dan kami akan patuhi dengan tidak akan mempolitisasi puasa untuk menjalankan misi politik Aman.” Jelasnya

Lebih lanjutnya, Pihaknya menyerukan dan menghimbau kepada seluruh Tim Pasangan Calon (Paslon) untuk tetap menciptakan suasan politik yang kondusif menjelang bulan suci ramadhan.

“Kami seluruh tim internal Aman terutama tim medsos yang terdata agar menciptakan opini opini yang sehat pada bulan ramadhan.” Pungkasnya (EM)




Warga Kecamatan Talaga Raya Di Hantui “Pagere-Gere “

Rumbia, SultraNET. | Warga Kecamatan Talaga Raya Dasa Talaga Besar Kabupaten Buton Tengah sedang menghadapi keresahan dengan adanya isu “Pagere-Gere”.

Pagere-gere adalah sebutan untuk penyerangan masyarakat indonesia pada zaman penjajajan. Motif prilaku Pagere-gere dengan cara membunuh dan memutilasi warga.

Namun, motif Pagere-gere yang tengah menghantui warga sekitar berupa menakut-nakuti warga lalu mencuri perabot rumah tangga ketika pemilik rumah lengah dan lari ketakutan.

Menurut salah satu warga Desa Talaga Besar, Darmanto membeberkan bahwa sudah sepekan warga dihantui dan ditakut-takuti bahkan keluarganya pun sudah menjadi korban.

“Sudah satu minggu ini warga di hantui orang tak dikenal, dan warga kampung mengisukan dengan pagere-gere, bahkan tanteku sendiri sudah jadi korbannya”, jelas Darmanto saat dihubungi oleh awak media harapansultra.com via handphone.

Ketua Pemuda Talaga Besar, Darmanto menambahkan bahwa motif pelakukanya berbeda dari sebutan Pegere-gere biasa, hal ini dikarenakan motifnya bukan membunuh tapi menakuti warga agar lari dari rumahnya, setelah kosong si pelaku langsung beraksi mengambil isi rumah, seperti beras, gula, kopi, hp, pakaian, dan perabot rumah lainnya yang berharga.

“Pegere-gere zaman Now aneh-aneh, pada malam hari warga ditakuti dan setelah lari segala isi rumah dicuri seperti beras, gula, kopi, hp, TV dan banyak lagi yang hilang”, tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Darmanto menyampaikan bahwa Sudah beberapa malam warga melakukan pengejaran dan hampir tertangkap warga.

Kasus pagere-gere ini belum dikonformasikan kepada pihak Babinsa dan Kepolisian karena masih akan diterapkan hukum adat.